cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa)
Published by Politeknik Sukabumi
ISSN : 2548737X     EISSN : 25488678     DOI : -
TERA (Journal of Engineering Technology) is peer-review journal providing original research papers, case studies, and articles review in engineering technology field. The journal can be used as an authoritative source of scientific information for researchers, researcher academia or institution, industrial engineer, and government agencies. Paper topics of JTERA focused on engineering including informatics engineering, computer engineering, electrical engineering, mechanical engineering, industrial engineering, civil engineering, environmental engineering, and other topics related to engineering. JTERA is published by Politeknik Sukabumi and managed to be issued twice in every volume on June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 455 Documents
Simulation and Experimental Results of a 3 kWp Rooftop PV System in Surabaya Fitri Dwi Kartikasari; Elieser Tarigan; Alejandro Comte Torres
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 4, No 2: December 2019
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v4.i2.2019.219-226

Abstract

Simulation studies for a PV system would be useful for planning before real implementation, and to predict the cost for a large scale PV system. This work is to simulate a 3 kWp rooftop photovoltaic (PV) system under the climate of Surabaya, Indonesia. SolarGIS PV Planner and RETScreen simulation tools are used in this work. The simulation results are then compared with a full year of measurement results. The results of simulations show that a 3 kWp rooftop system could produce electricity of 4,200 kWh per year, while in the real measurement energy production is found about 3,898 kWh per year. There were slightly different results values of energy output between  Simulation and real measurement of the PV system, however statistically it still can be accepted. Economic analysis shows that, under current conditions, a grid-connected PV system investment would give about 5 years of the payback period. Environmentally, the 3 kWp PV system would provide a reduction of CO2 emission of about 2.7 tons per year.
Quameaty: Aplikasi Pendeteksi Kualitas Daging Ayam Mentah Berbasis Pengolahan Citra Menggunakan Model InceptionV3 Amir Husein; Abyan Ramzi; Nur Ihsan Muzakki; Rahmawati Hasanah
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 1: June 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i1.2022.107-114

Abstract

Dewasa ini, daging ayam telah menjadi sumber protein hewani yang baik untuk dikonsumsi dan mudah untuk didapatkan. Akan tetapi, dalam proses mendapatkannya seringkali ditemukan praktik curang, seperti daging ayam tiren yang tetap dijual, ataupun daging ayam yang telah dicampur dengan daging yang tidak layak jual. Maka dari itu, diperlukan sebuah alat atau aplikasi yang mampu mendeteksi kualitas daging ayam mentah. Tujuan penelitian ini untuk membuat alat yang berguna dalam mendeteksi kualitas daging ayam mentah dengan memanfaatkan pengolahan citra menggunakan model InceptionV3 dan diberi nama Quameaty. Alat ini dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python. Model InceptionV3 merupakan model pelatihan jaringan saraf konvolusional yang sangat baik dan telah dilatih sebelumnya pada dataset Common Objects in Context (COCO) yang berjumlah 328 ribu gambar dengan 81 kelas yang berbeda. Model ini memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi sebagai pre-trained model dengan nilai top 5 accuracy sebesar 93,3% dan waktu komputasi yang relatif cepat apabila dibandingkan dengan model pendahulunya. Model pelatihan yang dihasilkan ditanam pada aplikasi Android yang mana dapat dengan mudah dan cenderung fleksibel untuk digunakan dalam mendeteksi kualitas daging ayam mentah. Hasil penelitian dibagi menjadi dua kelas yaitu segar dan busuk, serta menunjukkan bahwa prediksi kualitas daging ayam mentah berjalan dengan baik dengan nilai metrik pengujian yang telah mencapai lebih dari 90% pada dua nilai threshold, yaitu 50% dan 75%.
Pengaruh Level Penetrasi Pembangkit Skala Kecil Tersebar Terhadap Mitigasi Fuse Saluran Udara Tegangan Menengah Supriyanto Supriyanto; Heri Budi Utomo; Hari Purnama; R. Wahyu Tri Hartono
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 1: June 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i1.2022.1-10

Abstract

 Fuse dan recloser secara tradisional digunakan untuk mereduksi gangguan pada saluran udara dimana pada feeder utama dipasang recloser dan pada lateral feeder dipasang fuse. Fuse adalah alat proteksi murah dan andal yang akan melebur dalam beberapa siklus akibat suatu arus gangguan yang tinggi. Untuk minimalisasi jumlah fuse yang putus, dilakukan back-up oleh recloser. Pada gangguan temporer, recloser akan mengkliring gangguan yang menjadi prioritas fuse. Skema proteksi ini dikenal sebagai fuse saving operation.  Mekanisme koordinasi proteksi ini akan berubah ketika dilakukan integrasi unit pembangkit ke jaringan. Hal ini terjadi akibat perubahan arus gangguan akibat kontribusi arus gangguan dari generator. Magnitud perubahan signifikan dipengaruhi oleh lokasi dan kapasitas unit pembangkit. Tujuan penelitian adalah mengembangkan perangkat evaluasi untuk proses mitigasi fuse yang terdampak malkoordinasi akibat penempatan lokasi pembangkit dan level penetrasi pembangkit. Metodologi penelitian dilakukan dengan mengembangkan software menggunakan MATLAB dengan subjek kajian jaringan IEEE Test 34 node. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level penetrasi rendah 20% hanya berdampak kecil terhadap koordinasi proteksi dan level penetrasi tinggi  hanya mempertahankan  tidak terjadi gagal koordinasi pada pemasangan dekat gardu induk.
Appendix and Back Cover Vol. 7 No. 1 Editorial Team
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 1: June 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i1.2022.v-x

Abstract

Kajian Dimensi Budaya Keamanan Informasi dalam Berbagai Organisasi Nur Andita Prasetyo; Bambang Setiawan
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 1: June 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i1.2022.73-82

Abstract

Budaya keamanan informasi yang sangat diperlukan dalam mengamankan data pribadi maupun data perusahaan. Penilaian tingkat budaya umumnya dilakukan dengan menghitung nilai indeks (indikator komposit) yang dibentuk dari dimensi-dimensi atau faktor-faktor yang mempengaruhi budaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor-faktor budaya keamanan informasi yang dapat digunakan untuk membentuk indeks tingkat budaya keamanan informasi. Metode yang digunakan adalah Sistematic Literature Review (SLR). SLR digunakan untuk mengidentifikasi, mengkaji, membahas, dan membahas semua penelitian yang tersedia dengan bidang fenomena yang menarik, dengan pertanyaan penelitian tertentu yang relevan. Penelitian ini mempelajari 39 makalah penelitian terkait budaya keamanan informasi pada organisasi dan individu antara tahun 2012 hingga 2021. Ada sembilan jenis organisasi yang dibahas, antara lain kesehatan, pemerintahan, Industri Kecil dan Menengah, organisasi publik, finansial, organisai umum, perusahaan perdagangan, telekomunikasi, dan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 11 faktor yang digunakan dalam penilaian budaya keamanan informasi, yaitu kesadaran, kebijakan, pelatihan, pemantauan, kepatuhan, pengetahuan, pendidikan, perilaku, strategi, manajemen perubahan dan komunikasi. Dimana ada empat faktor yang digunakan lebih dari 25% makalah, yaitu kesadaran, kebijakan, pelatihan dan pemantauan.
Analisis Perbandingan Sistem Proteksi Tegangan Sentuh Tidak Langsung Menggunakan ELCB dan MCB Sunarto, Sunarto; Santosa, Yoseph; Supriyanto, Supriyanto
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 1: June 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i1.2022.83-90

Abstract

Keselamatan manusia terhadap bahaya tegangan sentuh merupakan faktor yang paling penting dalam sistem tenaga listrik. Bahaya tegangan sentuh bisa terjadi apabila manusia menyentuh bagian yang bertegangan secara langsung maupun tidak langsung. Sentuhan tidak langsung bisa terjadi bila manusia menyentuh bagian konduktif terbuka (BKT) dari peralatan yang pada keadaan normal tidak bertegangan tetapi bisa bertegangan karena adanya arus bocor akibat kerusakan isolasi pada kabel listrik. Oleh karena itu perlu adanya proteksi terhadap tegangan sentuh tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proteksi tegangan sentuh tidak langsung menggunakan Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) dan Miniature Circuit Breaker (MCB). Pada penelitian ini digunakan ELCB 30 mA dan MCB 2 A sebagai proteksi terhadap bahaya tegangan sentuh tidak langsung. Data hasil penelitian diperoleh dengan metode eksperimental yaitu dengan melakukan percobaan di laboratorium. Dari hasil eksperimen di laboratorium didapatkan hasil bahwa ELCB 30 mA lebih sensitif sebagai proteksi terhadap tegangan sentuh tidak langsung dibandingkan MCB. Hal tersebut karena prinsip kerja ELCB berdasarkan arus bocor yang terjadi pada BKT, sedangkan prinsip kerja MCB berdasarkan arus total (arus bocor dan arus beban) yang mengalir melalui MCB.   
Pemanfaatan Telegram Bot pada Sistem Informasi Pembayaran SPP Erick Andika; Lani Nurlani; Samirah Rahayu; Ilyas Yasirudin
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 1: June 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i1.2022.127-134

Abstract

Monitoring informasi pembayaran SPP pada sebuah instansi pendidikan merupakan bagian yang penting untuk menopang kegiatan yang ada di instansi tersebut. Informasi dapat diperoleh dari hasil pelaporan dan pencarian. Untuk mempermudah penyajian informasi diperlukan adanya sebuah sistem yang mengelola kegiatan keuangan tersebut, maka dari itu pada penelitian ini dibangun sebuah sistem informasi pembayaran SPP berbasis web yang akan dengan mudah diakses dari mana saja. Selain untuk pihak manajemen sistem informasi ini dirancang agar pihak orang tua siswa dapat memperoleh informasi mengenai tagihan dan tunggakan. Telegram bot menjadi alternatif bagi orang tua siswa untuk mendapatkan informasi mengenai informasi tagihan dan pembayaran yang dapat diakses melalui aplikasi messenger Telegram sehingga lebih praktis dan interaktif. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah RAD (Rapid Application Development) dan framework yang digunakan membangun sistem informasi ini adalah Laravel. Hasil dari penelitian ini adalah dengan adanya sistem informasi ini proses pengelolaan data pembayaran SPP menjadi lebih mudah dan efektif, begitupun dalam mengakses informasinya lebih praktis dan fleksibel.
Analisis Performansi BGP Resource Public Key Infrastructure Studi Kasus PT. Time Excelindo Nanda Iryani; Jafaruddin Gusti Amri Ginting; Dyas Dendi Andika
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 1: June 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i1.2022.135-142

Abstract

Routing Border Gateway Protocol (BGP) yang berfungsi sebagai backbone jaringan internet secara bawaan tidak memilki mekanisme keamanan yang kuat. Sering terjadi kasus dimana routing BGP yang berjalan di internet mengalami pembajakan pada rute jaringannya atau kesalahan konfigurasi baik secara sengaja maupun tidak sengaja terhadap informasi rute BGP yang mengakibatkan jaringan internet mengalami kegagalan atau tidak bisa diakses. Implementasi BGP dengan Resource Public Key Infrastructure (RPKI) akan membuat suatu jaringan melakukan filtering terhadap rute-rute yang ada sehingga keberadaannya bisa membuat jaringan internet yang memanfaatkan BGP diarahkan ke rute-rute yang valid saja dan menghindari pembajakan informasi rute yang tidak valid. Penelitian ini berupaya mengukur performansi terhadap BGP RPKI di PT Time Excelindo. Implementasi BGP RPKI untuk meningkatkan pemakaian CPU dan memory perangkat sebesar 3,6% dan 0,75% serta mengurangi daya input router dalam menerima informasi prefix masuk sebesar 1,15%. Selain itu, di sisi kualitas jaringan setelah menerapkan BGP RPKI menghasilkan nilai download dan upload yang turun sebesar 0,11 Mbps dan 0,02 Mbps ditambah dengan kenaikan nilai latensi  selama 0,13 ms.
E-Pindai: Pengolahan Citra Wajah Pendeteksi Penggunaan Masker dengan Metode Convolution Neural Network R. Wahyu Tri Hartono; Regina Nur Shabrina; Nadya Sarah; Muhammad Yusuf Fadhlan; Rida Hudaya; Supriyanto Supriyanto; Adyatma Adyatma
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 1: June 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i1.2022.17-24

Abstract

Virus yang menyebabkan Covid-19 disebut SARS-CoV-2 menyebar secara cepat bila ada kontak erat dalam jarak sekitar 2 meter. Penggunaan masker merupakan salah satu cara menghindari penularan penyakit ini. Dalam penelitian ini dikembangkan alat pendeteksi penggunaan masker yang selanjutnya disebut E-Pindai. E-Pindai merupakan inovasi berbasis teknologi pengolahan citra menggunakan metoda Convolution Neural Network (CNN) dan Internet of Things (IoT).  Sistem ini dipasang di gerbang masuk area publik dimana setiap pengunjung yang masuk wajahnya akan dipindai. Jika terdeteksi tidak menggunakan masker maka pintu tetap tertutup, buzzer berbunyi, dan foto wajah dikirim ke Satuan Tugas Covid-19 melalui aplikasi Telegram sebagai notifikasi. Jika semua pengunjung menggunakan masker, pintu akan terbuka secara otomatis. Pemrosesan data dilakukan menggunakan Raspberry Pi yang telah diisi program menggunakan bahasa pemrograman Python. Data yang diolah akan menghasilkan bilangan logika 1 atau 0 yang menjadi kode perintah menggerakan motor servo untuk membuka atau menutup gerbang, serta mengaktifkan atau mematikan buzzer. Hasil pengujian terhadap 17 jenis masker menggunakan metode confusion matrix dihasilkan persentase akurasi 94%, presisi 100%, sensitivitas 94,11%, spesifisitas 100%, dan error rate 5,56%. Analisis jarak penangkapan gambar dan respon waktu juga dilakukan untuk melihat respon dari perangkat yang dibuat.
Implementasi Metode Scrum Pada Pengembangan Sistem Pemilihan Rektor Online Dwi Mustika Kusumawardani; Citra Wiguna; Yudha Saintika
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 1: June 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i1.2022.99-106

Abstract

Dalam sebuah perguruan tinggi peran rektor sangatlah penting. Saat ini Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) dalam tahap penjaringan bakal calon rektor dikarenakan masa jabatan rektor sebelumnya telah usai yaitu periode 2017 hingga 2021. Dalam pemilihan rektor di ITTP, terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti: aspek keamanan data yang masih belum terjaga, update data ataupun dokumen persyaratan calon rektor dan keterbatasan akses informasi saat masa pandemi secara offline. Untuk melindungi data dari pihak luar dan melakukan dokumentasi file bakal calon rektor secara real time maka diperlukan sebuah sistem guna mempermudah proses pemilihan rektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemilihan rektor secara online. Pengembangan sistem dilakukan dengan menggunakan metode Scrum. Setiap pekerjaan diselesaikan dalam masa waktu yang pendek. Setiap sprint merupakan sebuah pengerjaan dari sebuah backlog sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Penerapan pendekatan Scrum sangat efektif dalam pengembangan aplikasi pemilihan rektor ini. Hasil yang diperoleh dari penerapan Scrum yaitu sistem pemilihan rektor online yang dapat dikembangkan sesuai dengan product backlog yang ditentukan oleh product owner.