cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa)
Published by Politeknik Sukabumi
ISSN : 2548737X     EISSN : 25488678     DOI : -
TERA (Journal of Engineering Technology) is peer-review journal providing original research papers, case studies, and articles review in engineering technology field. The journal can be used as an authoritative source of scientific information for researchers, researcher academia or institution, industrial engineer, and government agencies. Paper topics of JTERA focused on engineering including informatics engineering, computer engineering, electrical engineering, mechanical engineering, industrial engineering, civil engineering, environmental engineering, and other topics related to engineering. JTERA is published by Politeknik Sukabumi and managed to be issued twice in every volume on June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 455 Documents
Perancangan Awal Body dan Sistem Gerak dari Model Robot Ulat Arthaya, Bagus M.; Fransiscus, Hanky; Prakoso, Aditya
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 8, No 1: June 2023
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v8.i1.2022.9-18

Abstract

Robot melata (ular/ulat) merupakan contoh robot dengan tingkat redundasi tinggi, dimana jenis robot ini cocok digunakan pada lingkungan yang sangat terbatas dan rumit serta memiliki tingkat risiko bahaya yang tinggi. Robot melata layaknya ular dapat digunakan pada penjelajahan berbagai kawasan rumit, seperti lubang-lubang kecil, celah-celah sempit, daerah runtuhan kebakaran dan lain-lain. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk merancang robot ulat (caterpillar) dengan pola gerakan merayap. Pada tahap awal, penelitian ini difokuskan pada perancangan modul body robot ulat yang dibuat dengan teknik 3-D printing dan penentuan sikuensi gerak dasar yang harus dikendalikan. Sebuah robot ulat dibangun dari modul-modul body yang dapat mengakomodasi dan merealisasi konsep gerak melata. Gerakan maju direalisasi dengan model rolling pada modul akhir dan gerak angkat pada modul-modul di depannya. Sistem kendali nantinya harus dapat menjamin keserasian gerak antar modul body dan harus mampu melakukan satu siklus gerakan maju yang dilakukan oleh semua modul body yang ada. Rakitan modul body robot ini dibuat dengan printing difusi dan baru dapat menujukkan pola dasar gerakan maju sederhana. Hasil penelitian menggunakan sistem kendali sederhana menunjukkan gerakan sinkron antar modul body yang berkomunikasi dari posisi akhir hingga posisi awal. Hal lain yang diamati adalah gerak maju dari unit terakhir ke arah unit terdepan yang mampu menghasilkan perpindahan linier yang masih tersendat.
Pemanfaatan Thermocompressor Metode CRMC Sebagai Upaya Penghematan Energi di Pabrik Kertas Udjianto, Tjatur; Sasono, Teguh; Yusuf, Erwin; Mutiarani, Rizky
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 8, No 1: June 2023
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v8.i1.2022.97-106

Abstract

Proses pembuburan dan pengeringan pada industri kertas dapat mengkonsumsi energi panas dalam jumlah besar. Salah satu upaya penghematan energi yang dapat dilakukan pada proses pengeringan adalah dengan dengan dipasangnya thermocompressor pada sistem uap dan kondensat. Penelitian ini menggunakan metode Constant Rate Momentum Change (CRMC) dengan langkah awal identifikasi rencana lokasi pemasangan thermocompressor, selanjutnya dilakukan perancangan thermocompressor dengan berdasarkan pada parameter-parameter yang telah didapatkan seperti suhu, tekanan dan laju aliran massa, dilanjutkan dengan analisis hasil rancangan. Berdasarkan hasil perhitungan thermocompressor dengan metode CRMC ini didapatkan panjang diffuser 614 mm, diameter exit diffuser sebesar 403 mm dan sudut exit diffuser sebesar 9o dengan bilangan Mach sebesar 1,59. Diameter throat nozzle sebesar 120 mm dengan diameter exit nozzle sebesar 130 mm. Dengan dipasangnya thermocompressor pada sistem uap dan kondensat, didapatkan penghematan steam/uap sebesar 5,78 tonsteam untuk tiap berat produksi kertas sebesar 476,28 ton/hari. Hal ini akan berpengaruh terhadap penurunan konsumsi energi spesifik dari 1,43 tonsteam/tonpapermenjadi 1,42 tonsteam/tonpaper atau dengan penurunan konsumsi energi spesifik sebesar 0,027 GJ/tonpaper. Dengan dipasangnya thermocompressor maka akan menghasilkan penurunan emisi CO2 sekitar 1.485 ton CO2 per tahun.
Penerapan Finite State Machine pada Navigasi Kendaraan Otonom untuk Menghasilkan Pola Gerak Sirkular Chaidir, Ali Rizal; Anam, Khairul; Setiabudi, Dodi; Muldayani, Wahyu
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 8, No 1: June 2023
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v8.i1.2022.67-74

Abstract

Kendaraan otonom adalah kendaraan yang dapat bernavigasi tanpa ada intervensi manusia. Istilah otonom tidak hanya diterapkan untuk mobil tanpa awak tetapi juga untuk alat pengolah tanah yaitu traktor. Tidak semua orang bisa mengoperasikan traktor, dibutuhkan keahlian khusus untuk mengoperasikan alat tersebut, terutama bagi penyandang disabilitas, alat tersebut akan sulit dioperasikan bahkan tidak mungkin dapat dioperasikan tanpa bantuan teknologi tertentu. Terdapat dua teknik untuk melakukan pengolahan tanah, setiap teknik tersebut menghasilkan pola pengolahan tanah tertentu, yaitu pola pengolahan tanah bolak-balik dan pola pengolahan berkeliling, pola pengolahan tanah berkeliling memiliki pola yang sama dengan pola gerak sirkular. Artikel ini menguraikan tentang algoritma navigasi otonom dengan menerapkan Finite State Machine untuk menghasilkan pola pengolahan tanah berkeliling atau pola gerak sirkular. Pola pergerakan yang dihasilkan menunjukkan hasil yang lebih baik jika antena modul GPS diletakkan di atas kendaraan dibandingkan diletakkan di depan kendaraan. Pengujian dilakukan sebanyak 5 kali pada setiap peletakkan GPS. Hasil pengujian pada saat GPS diletakkan di atas kendaraan adalah 4 diantaranya menghasilkan jejak pola gerak sirkular. Algoritma yang digunakan mampu menghasilkan pola gerak sirkular dengan jarak antar sirkular kurang lebih 3 sampai 5 meter.
Implementasi Moving Average Filter untuk Sensor Arus pada Sistem Pemantauan Penerangan Jalan Umum Fauzi, Muhamad Rifki; Pramono, Sigit; Wibisono, Gunawan
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 8, No 1: June 2023
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v8.i1.2022.1-8

Abstract

Penerangan jalan umum (PJU) merupakan lampu penerangan yang dipasang di ruas jalan umum yang menjadi fasilitas penerangan bagi pejalan kaki maupun pengendara pada malam hari. Pemantauan secara otomatis dalam perawatan PJU masih dilakukan secara manual. Pemantauan yang perlu dilakukan terkait dengan besaran tegangan dan penggunaan arus listrik pada lampu. Pemantauan lampu jalan dilakukan menggunakan jaringan Power Line Carrier (PLC) dimana komunikasi jaringan menggunakan kabel. Data dari penggunaan arus pada PJU dikirimkan menuju sebuah pusat monitoring melalui modul PLC. Dalam proses komunikasi ini banyak kendala dikarenakan adanya noise dan interferensi. Dalam penelitian ini, digunakan metode Moving Average Filter (MAF) pada sensor arus ZMCT103C untuk sistem pemantauan PJU. MAF merupakan sebuah metode filter yang mampu meningkatkan tingkat akurasi data dan mampu meredam derau pada pengukuran sensor. Berdasarkan hasil pengujian, dapat dilihat bahwa pembacaan tanpa menggunakan MAF memiliki niliai rata-rata error sebesar 0,61%, sedangkan ketika menggunakan MAF 5 persentase error turun menjadi 0,53% dan MAF 10 menghasilkan nilai yang terbaik dengan rata-rata error sebesar 0,52%. Selain itu, MAF mampu menghasilkan pengukuran yang lebih konstan dibandingkan dengan tidak menggunakan MAF. 
Analisis Pengendalian Kualitas pada Model 2CF Lever Assy Parking Brake dengan Metode FMEA dan FTA Rahmah, Khofifah; Wahyudin, Wahyudin; Nugraha, Billy
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 8, No 1: June 2023
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v8.i1.2022.123-132

Abstract

PT. JKL merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur perakitan handbrake kendaraan roda empat. Perusahaan melaksanakan perakitan dari part-part yang ada hingga menjadi produk utuh rem tangan, lalu dikirim sesuai jumlah pesanan kepada perusahaan konsumen yang memesan handbrake. Pada PT. JKL terdapat beberapa kegagalan produksi pada model 2CF. Hal ini, akan berdampak pada proses produksi perusahaan dan hilangnya kepercayaan konsumen. PT. JKL membutuhkan solusi untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada pada salah satu model lever assy brake dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) yang biasanya digunakan untuk menghilangkan kegagalan dan mencari penyelesaian dari penyebab kegagalan produksi dengan menentukan prioritas berdasarkan pada nilai Risk Priority Number untuk setiap permasalahan. Sedangkan metode Fault Tree Analysis (FTA) digunakan untuk mengkombinasikan dari kejadian penyebab kegagalan produksi. Berdasarkan hasil dari metode FMEA terdapat 9 potential cause yang masuk ke dalam kategori 81% jumlah presentase kumulatif yang selanjutnya diidentifikasi dengan menggunakan metode FTA. Empat potential cause terbesar yang dapat diidentifikasi pada penggunaan metode FTA adalah jenis grease tidak sesuai standar, salah satu pin tidak terpasang, pemasangan bolt jin tidak sesuai standar, dan hasil press kurang dari standar.
Analisis Sistem Kendali Daya Terdistribusi pada Jaringan Co-Tier Femtocell Mediawan, Afnan Syam; Isnawati, Anggun Fitrian; Goran, Petrus Kerowe
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 8, No 1: June 2023
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v8.i1.2022.87-96

Abstract

Femtocell merupakan teknologi yang banyak digunakan di bidang jaringan telekomunikasi khususnya untuk jaringan heterogen. Femtocell mempunyai area cakupan yang lebih kecil namun memiliki efisiensi spektrum yang lebih tinggi. Jaringan femtocell biasanya digunakan untuk akses jaringan di dalam ruangan (indoor). Penggunaan jaringan femtocell dengan kondisi user yang terdistribusi mengakibatkan timbulnya permasalahan kendali daya, sehingga sistem kendali dayanya pun juga harus menyesuaikan. Sistem kendali daya yang sesuai untuk user terdistribusi salah satunya adalah Distributed Power Control (DPC) atau sistem kendali daya terdistribusi. Metode ini digunakan untuk menghemat konsumsi daya user yang terdistribusi dengan melakukan update daya secara mandiri. Dalam penelitian ini akan dianalisis mengenai DPC dengan skema 5 user dan 10 user. Analisis dilakukan berdasarkan parameter alokasi daya user saat kondisi fisibel dan saat mencapai konvergensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa saat menggunakan skema 5 user dan 10 user memiliki dua kondisi yaitu kondisi yang fisibel dan tidak fisibel. Pada saat kondisi sistem fisibel, semua user mampu mencapai SINR target pada saat konvergen. Sedangkan saat kondisi sistem tidak fisibel, user tidak dapat mencapai SINR target dan sistem tidak akan konvergen.
Implementasi Weighted K-Nearest Neighbour dalam Menentukan Posisi Objek Berdasarkan Received Signal Strength Indication Haidar, Andry; Hasanah, Rahmawati; Fernanda, Fadlan Muhammad
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 8, No 1: June 2023
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v8.i1.2022.25-32

Abstract

Saat ini, telah banyak teknologi yang digunakan untuk pelacakan keberadaan suatu objek, seperti pelacakan keberadaan seseorang pada suatu tempat, navigasi menuju suatu tempat, dan lain sebagainya. Salah satu solusi untuk menentukan letak suatu objek atau seseorang dapat dilakukan menggunakan Indoor Positioning System dengan memanfaatkan sinyal Wi-Fi sebagai media informasi melalui smartphone. Pada penelitian ini metode yang digunakan memanfaatkan Received Signal Strength Indication (RSSI) berdasarkan pengukuran daya yang diterima oleh smartphone menggunakan Weighted K-Nearest Neighbour (WKNN) untuk mengetahui posisi user. Hasil pengujian dan analisis pada beberapa titik menunjukkan bahwa penentuan posisi Wi-Fi indoor pada smartphone Android menggunakan RSSI dapat menghasilkan posisi objek yang cukup baik, meskipun dalam setiap percobaan masih mengalami error akibat fading dan shadowing yang mempengaruhi variasi pengukuran RSSI Wi-Fi. Akurasi posisi objek pada penelitian ini dapat dicapai sebesar 85,71% dengan penyimpangan sebesar 2,5 meter.
Desain dan Implementasi Robot Pembersih Layang-Layang Otomatis pada Kabel Listrik Al Hafiz, Dimsyiar M.; Dwijayanti, Suci; Sandi, Darma; Rahmattullah, Muhammad Syukron; Capelo, Febyo
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 8, No 1: June 2023
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v8.i1.2022.117-122

Abstract

Pemadaman listrik dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu akibat adanya pemeliharaan tenaga listrik dan akibat gangguan jaringan listrik. Gangguan tersebut dapat diakibatkan benang layangan yang tersangkut pada kabel listrik. Berdasarkan data, persentase gangguan listrik akibat benang layang-layang pada tahun 2022 mencapai 75%. Bahkan, hingga Maret 2021 terjadi peningkatan hingga 70%. Namun, upaya untuk membersihkan benang layangan tersebut masih bersifat manual, dimana petugas membersihkan dengan menggunakan stik. Pembersihan tersebut tidak efektif dan efisien serta membahayakan nyawa petugas. Sehingga, pada penelitian ini dikembangkan prototipe robot yang dinamakan automatic kite line cleaning robot. Prototipe ini dapat memotong benang layangan dengan menggunakan kawat pemanas dan ranting pohon yang tersangkut pada kabel listrik. Kemudian, robot ini juga sudah dilengkapi kamera untuk memonitor kondisi kabel listrik yang dilewati alat. Selain itu, komponen lain dari prototipe ini terdiri dari roda karet, sensor infrared, mikrokontroler, roda PU, dan motor power window. Pengujian dilakukan pada skala laboratorium, dimana proses pembersihan benang gelasan dengan diameter 1 mm hanya membutuhkan waktu 1 detik dan pada tali nilon yang berdiameter 3 mm dibutuhkan waktu 3 detik. Sedangkan untuk tali rapia dibutuhkan waktu sedikit lebih lama dari dua jenis benda sebelumnya, yaitu 5 detik dan terahir jenis ranting pohon dengan diameter 4-8 mm membutuhkan waktu 10 detik. Robot membutuhkan waktu lebih lama untuk benda keras dibandingkan untuk bahan yang mudah terbakar, seperti benang layangan, tali nilon, dan tali rapia dalam waktu kurang dari 5 detik.
Analisis Kelayakan Performansi Jaringan Akses FTTH di Perumahan Rosalie Hills Cimahi Sari, Fitri Kurnia; Alam, Syah; Surjati, Indra
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 8, No 1: June 2023
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v8.i1.2022.57-66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan performansi jaringan FTTH di sebuah kawasan. Lokasi wilayah dalam rencana analisis kelayakan jaringan akses ini adalah Perumahan Rosalie Hills, Cimahi, Jawa Barat. Aplikasi yang digunakan untuk perancangan adalah Google Earth dan Optisystem. Kelayakan performansi jaringan dianalisis dengan perhitungan Link Budget, simulasi Optisystem, dan pengamatan performa jaringan dari waktu ke waktu. Hasil penelitian didapatkan receive sensitivity Link Budget sebesar -24,7 dBm untuk ODP dan -26,47 dBm untuk ONT, -19,32 dBm untuk ODP dan -20,12 dbm untuk ONT. Hasil dari pengamatan performa jaringan selama 3 minggu didapatkan receive sensitivity untuk ODP sebesar -17,34 dBm dan ONT -18,82 dBm. Terdapat selisih sebesar 29,14% antara pengukuran menggunakan OPM dan Link Budget pada ODP, 28,90% antara pengukuran menggunakan OPM dan Link Budget pada ONT,  sebesar 10,25% antara pengukuran menggunakan OPM dengan hasil simulasi Optisystem pada ODP, dan  sebesar 6,46% antara pengukuran menggunakan OPM dengan hasil simulasi Optisystem pada ONT. Berdasarkan pemantauan kelayakan performansi jaringan yang dilakukan selama 3 minggu, didapatkan nilai rata-rata receive sensitivity sebesar -17,34 dBm untuk ODP dan -18,82 dBm untuk ONT. Hal ini menunjukkan bahwa perancangan sudah memenuhi standar ITU-T G.984, yakni Pr lebih besar dari -27 dBm. Performansi jaringan Fiber To The Home yang dibangun di Perumahan Rosalie Hills, Cimahi dinilai layak dan sesuai standar PT. Telkom berdasarkan pengukuran yang dilakukan.
Kajian Penerapan Ruang Warna CIE pada Sistem Deteksi Kualitas Produk Sarang Burung Walet Hudaya, Rida; Margana, Dodi Budiman; Martin, Martin
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 8, No 1: June 2023
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v8.i1.2022.49-56

Abstract

Permasalahan kandungan nitrit yang tinggi dalam sarang burung walet telah menjadi perhatian utama bagi pelaku usaha sarang burung walet di berbagai daerah penghasil produk pertanian ini. Hal tersebut dapat menyebabkan turunnya  harga sarang burung walet dan dapat membawa dampak negatif serta bahaya bagi kesehatan yang serius bagi konsumen dan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teknik pengembangan perangkat deteksi kandungan nitrit beberapa jenis sarang burung walet dengan menggunakan metode pencampuran larutan sulfanilamid, N-(1-naftil) Etilen Diklorida (NED), dan NaCl. Hasil campuran dianalisa dengan mengevaluasi warnanya menggunakan sistem saluran RGB dan CIE dengan parameter L∗a∗b∗. Metode tersebut kemudian dibandingkan untuk memperoleh sistem pengukuran yang paling mudah untuk direalisasikan. Kandungan nitrit yang diukur berkisar dari 5 ppm hingga 30 ppm. Semakin tinggi  nilai ppm, maka semakin gelap warnannya. Sarang burung walet yang berwarna lebih gelap dan lebih merah memiliki kandungan nitrit yang lebih tinggi dibandingkan dengan sarang burung walet yang lebih terang warnanya. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan nitrit memiliki korelasi dengan warna sarang burung walet. Hasil akhir menunjukkan bahwa pengembangan alat dengan menggunakan saluran RGB dapat lebih mudah direalisasikan dibandingkan dengan menggunakan sistem CIE L*a*b*. Hal ini diperoleh dari berdasarkan korelasi Pearson yang menunjukkan rerata nilai 0,886 untuk saluran RGB dan rerata nilai 0,263 untuk sistem CIE L*a*b*. Temuan ini menunjukkan bahwa warna sarang burung walet dapat menjadi indikator yang berguna untuk mengukur kontaminasi nitrit dan saluran RGB lebih mudah untuk penerapan perangkat keras pengukuran.