cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa)
Published by Politeknik Sukabumi
ISSN : 2548737X     EISSN : 25488678     DOI : -
TERA (Journal of Engineering Technology) is peer-review journal providing original research papers, case studies, and articles review in engineering technology field. The journal can be used as an authoritative source of scientific information for researchers, researcher academia or institution, industrial engineer, and government agencies. Paper topics of JTERA focused on engineering including informatics engineering, computer engineering, electrical engineering, mechanical engineering, industrial engineering, civil engineering, environmental engineering, and other topics related to engineering. JTERA is published by Politeknik Sukabumi and managed to be issued twice in every volume on June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 455 Documents
Antena Mikrostrip Array untuk Aplikasi Radar Cuaca pada Frekuensi C-Band Menggunakan Metode Defected Ground Structure Hanny Madiawati; Asep Barnas Simanjuntak; Enceng Sulaeman; Marsani Shadra Ibnu Hibban
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.181-188

Abstract

Antena mikrostrip telah digunakan pada berbagai macam aplikasi, salah satunya adalah aplikasi radar cuaca. Dalam sistem radar diperlukan antena yang memiliki kehandalan untuk memancarkan dan menerima gelombang elektromagnetik. Antena yang banyak dikembangkan saat ini adalah antena berbasis teknologi mikrostrip. Antena mikrostrip memiliki kelebihan yaitu mudah difabrikasi dan mempunyai dimensi yang relatif kecil. Disamping kelebihan tersebut, antena ini memiliki kelemahan yaitu bandwidth yang sempit dan nilai gain yang rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut, pada penelitian ini digunakan metode Defected Ground Structure (DGS) untuk meningkatkan bandwidth antena mikrostrip. Sedangkan, solusi untuk meningkatkan gain adalah dengan menggunakan teknik pencatuan proximity coupled dan teknik array. Antena ini dibuat menggunakan bahan FR4 dengan konstanta dielektrik 2,64, ketebalan bahan 2 mm, dan tangent loss 0,0019. Penelitian ini menghasilkan antena mikrostrip dengan frekuensi 5261,5-5648,7 MHz, return loss lebih dari 10 dB, gain lebih dari 9 dBi, bandwidth lebih dari 200 MHz, dan pola radiasi unidirectional. Antena ini pun mengalami kenaikan bandwidth sebesar 6,58% dan penurunan nilai gain sebesar 6,86%.
Sifat Mekanis Paduan Aluminium A356 dengan Penambahan Unsur Tembaga Hasil Proses Gravity Casting Martua Manik; Indra Chandra Setiawan; Dwi Rahmalina
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.201-208

Abstract

Pelek racing mobil merupakan komponen penting dalam kendaraan, dihasilkan dengan proses pengecoran paduan aluminium A356 sebagai bahan utama. Kualitas produk pelek menjadi faktor penting dalam pembuatannya. Menurut standar kualitas Standard American Racing Custom Wheels (preference ISO 9001/QS 9000) yang mengacu pada standar ASTM B26/B108 yaitu: UTS = 227,79 MPa s/d 260 MPa, TYS = 195 MPa,  elongation = 5%-7%, hardness = 60-90 BHN dan IS = 5,90 J/cm². Sifat mekanis suatu paduan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: komposisi kimia, perlakuan panas, proses pengecoran dan proses pengerjaan. Dengan merubah komposisi kimia, diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanis paduan aluminium A356. Penelitian ini dilakukan dengan menambahkan unsur Cu sebesar 2wt%, 3wt% dan 4wt% ke dalam paduan aluminium A356. Dilebur pada suhu 720 °C, waktu penuangan 3 detik, dituang dengan metode gravity casting. Selanjutnya dilakukan pengujian komposisi kimia, struktur mikro, kuat tarik, kekerasan, dan impak. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan struktur mikro dan komposisi kimia dengan bertambahnya Cu, semakin besar Cu mengakibatkan kekuatan dan kekerasan semakin tinggi namun getas. Hasil perbaikan sifat mekanis setelah penambahan Cu yang optimum adalah 2wt% yaitu: UTS = 228,22 MPa,  TYS = 215,65 MPa, elongation = 5,7%, hardness = 140,9 VHN, dan IS = 6,18 J/cm².
Sistem Presensi Kelas Berbasis Pengenalan Wajah Menggunakan Metode CNN Dianthika Puteri Andini; YB Gunawan Sugiarta; Trisno Yuwono Putro; Ryan Dwi Setiawan
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.315-322

Abstract

Artikel ini mengusulkan sistem presensi kelas berbasis pengenalan wajah. Metode yang diterapkan adalah Convolutional Neural Network (CNN) dengan keterbaruan adalah penyajian dalam file Ms. Excel secara langsung. Metode ini dapat digunakan untuk melakukan proses ekstraksi fitur dari citra dan mengklasifikasikan citra. Aplikasi dirancang menggunakan Graphical User Interface (GUI) untuk pengisian presensi mahasiswa. Pada tampilan dapat digunakan untuk melakukan registrasi secara langsung untuk pembuatan dataset dan model. Perangkat keras sistem terdiri dari kamera, minicomputer, dan LCD. Cara kerja sistem keseluruhan meliputi registrasi, preprocessing, pengenalan citra wajah, dan hasil output identitas mahasiswa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini memiliki nilai akurasi 85% dan jumlah epoch 40. Waktu dalam proses pengenalan yaitu 3 hingga 9 detik dengan jarak wajah dari kamera 30-50 cm. Sistem bekerja maksmimal jika digunakan pada ruangan dengan pencahayaan berlampu terang. Sudut maksimal wajah menghadap kamera sebesar 10 derajat.
Sistem Keamanan Gerbang Parkir Menggunakan Algoritma YOLO (You Only Look Once) dan Face Recognition Tata Supriyadi; Kemal Taufik Fikri
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.189-200

Abstract

Saat ini, sistem parkir masih menggunakan sistem parkir yang bersifat manual, dimana proses keluar masuknya kendaraan masih menggunakan pengecekan STNK atau karcis sehingga memungkinkan resiko kesalahan manusia dan rentan akan keamanan. Agar masalah ini dapat dikurangi, maka pada penelitian ini dibuatlah suatu sistem parkir cerdas pada barrier gate yang mana mampu mengidentifikasi wajah pengendara dan plat nomornya pada saat akan memasuki area parkir. Pada penelitian kali ini digunakan kecerdasan buatan menggunakan algoritma You Only Look Once (YOLO) untuk identifikasi dan pengenalan karakter plat nomor serta library face recognition untuk mengekstrak fitur pada wajah pengendara. Sistem berisi bagian yang mengontrol pembukaan gerbang keamanan pada bagian pintu keluar. Apabila wajah pengendara pada pintu keluar tidak cocok dengan pintu keluar maka sistem tidak mengizinkan gerbang keamanan untuk dibuka. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 372 gambar deteksi plat dan 169 gambar untuk pengenalan karakter didapat tingkat keberhasilan deteksi plat nomor sebesar 91,86% dengan average IOU 74,15% dan pengenalan karakter mencapai 95,8% dengan average IOU mencapai 81,25%. Adapun total total waktu komputasi sistem selama 4,85 detik pada Google Colabs dan 37,69 detik menggunakan Jetson Nano.
Rancang Bangun Mesin Pemuntir Besi Pejal Persegi Dengan Posisi Vertikal Felix Dionisius; Luqmanbahy Luqmanbahy; Badruzzaman Badruzzaman; Emin Haris; Agus Sifa
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.217-222

Abstract

Teralis banyak digunakan sebagai pengaman maupun hiasan rumah. Pada umumnya, teralis dapat diproduksi secara manual atau menggunakan mesin. Penggunaan mesin tersebut dapat menghasilkan produktivitas dalam produksi teralis. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membuat mesin pemuntir besi pejak kotak dengan posisi vertikal dimana ukuran penampang dari besi pejal 10x10 mm. Metode yang digunakan adalah VDI 2221 yang dimulai dari mendefisinikan permasalahan, fungsi dari mesin, mencari solusi dari beberapa penelitian sebelumnya, membuat sketsa, pembuatan spesifikasi berdasarkan hasil dari beberapa perhitungan, pembuatan produk, hingga pengujian. Pengujian puntir dilakukan dengan menggunakan bahan uji besi pejal persegi 10x10 x1000 mm. Hasil dari perancangan tersebut menghasilkan spesifikasi dengan ukuran maksimum sebesar 600x300x2000 mm dengan material BjTS 280 atau setara dengan tegangan luluh 280 MPa. Mesin tersebut juga dirancang memiliki kapasitas motor sebesar 0,75 kW dengan putaran 1500 rpm. Sedangkan hasil dari pengujian menghasilkan putaran sebesar 28 rpm saat pemuntiran besi pejal persegi 10x10 mm dengan panjang maskimum 1000 mm. Putaran ini juga menghasilkan penuruan sebesar 4,65%.
Implementasi Application Programmable Interface pada Sistem Manajemen Jaringan Berbasis Website Erick Andika; Lani Nurlani; Nila Natalia; Syayidul Muwahhid
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.223-232

Abstract

Berkembangnya aplikasi dan media informasi digital mengharuskan tersedianya jaringan komputer yang baik. Beberapa administrator jaringan tidak memperhatikan dan mengatur besar bandwitdh yang digunakan oleh setiap user. Beragamnya aktifitas user seperti browsing, streaming ataupun bermain video games sangat membutuhkan jaringan internet yang stabil. Masalah yang dihadapi administrator jaringan dalam melakukan limitasi lalu lintas jaringan adalah kompleksitasnya konfigurasi bandwidth dan ketidaktahuannya akan pentingnya limitasi lalu lintas. Solusi masalah tersebut adalah dibuatkannya aplikasi network automation untuk manajemen bandwidth pada router MikroTik. Tujuan penelitian ini mengembangkan aplikasi yang dapat memfasilitasi administrator jaringan untuk melakukan konfigurasi dasar, monitoring, dan controlling jaringan menggunakan Application Programmable Interface (API) MikroTik. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Rapid Aplication Development (RAD). Sedangkan untuk pengujiannya menggunakan metode Black-box. Hasil dari pembuatan aplikasi ini adalah terciptanya sistem network automation yang dapat melakukan konfigurasi bandwidth secara otomatis dan mudah dengan pilihan metode yang diinginkan pengguna yaitu Simple Queue, Queue Tree, dan PCQ.
Perencanaan Jaringan Transmisi Microwave Menggunakan Teknik Space dan Frequency Diversity pada Wilayah Urban dan Rural Agung Budiman; Anggun Fitrian Isnawati; Khoirun Ni’amah
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.233-242

Abstract

Dalam sistem komunikasi radio microwave akan sulit didapatkan kinerja komunikasi yang optimal jika pada lintasan Line of Sight (LoS) masih terjadi penghalang (obstacle) yang mengganggu proses transmisi. Performansi jaringan komunikasi radio microwave dinilai berdasarkan keandalan sistem (availability) jaringan radio. Untuk meningkatkan availability dapat dilakukan optimasi dengan space diversity dan frequency diversity. Space diversity adalah teknik optimasi dengan penggunaan antena space diversity yang mendampingi antena utama.  Frequency diversity merupakan teknik diversity yang dapat mengoptimalkan jaringan gelombang mikro dengan menggunakan dua frekuensi gelombang mikro pada satu antena, baik pada sisi pemancar maupun penerima. Pada penelitian ini, dilakukan perancangan menggunakan aplikasi Pathloss 5.0. Nilai non-diversity daerah urban Site Batulicin – Site Tanjung Serdang adalah 99,99529%. Pada space diversity bernilai 99,99988 meningkat 0,00459% dari non diversity. Pada frequency diversity bernilai 99,99952% meningkat 0,00423% dari non-diversity. Space diversity daerah urban Site Batulicin – Site Tanjung Serdang mencapai availability yang lebih baik. Nilai non-diversity daerah rural Site Tanjung Pengharapan – Site sekapung adalah 99,98019%. Pada space diversity bernilai 99,99846% meningkat 0,01827% dari non-diversity. Pada frequency diversity bernilai 99,99399% meningkat 0,0138% dari non-diversity. Space diversity daerah rural Site Tanjung Pengharapan – Site sekapung mencapai availability yang lebih baik.
Antena Susun Linier Mikrostrip 8 Elemen dengan Pencatuan Coaxial Probe pada Frekuensi 2,4 GHz Asep Barnas Simanjuntak; Ananda Imee Amelinda; Hanny Madiawati; Ferry Satria
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.281-288

Abstract

Teknologi komunikasi wireless sangat dibutuhkan seiring dengan bertambahnya pengguna internet yang semakin meningkat. Salah satu teknologi yang dapat mendukung komunikasi wireless untuk mengakses internet adalah WLAN (Wireless Local Area Network) yang bekerja pada daerah frekuensi UHF (Ultra High Frequency) 2,4 GHz. Untuk itu dibutuhkan sebuah perangkat antena. Antena mikrostrip yang merupakan antena dengan masa yang ringan, mudah dipabrikasi, dan memiliki perfoma yang baik. Performa antena dipengaruhi beberapa faktor, dua diantaranya adalah jumlah elemen dan teknik pencatuan yang digunakan. Pada penelitian ini telah direalisasikan antena mikrostrip array 8 elemen susunan linier untuk meningkatkan directivity dengan pencatuan coaxial probe untuk direktivitas dan bandwidth yang diinginkan. Antena dirancang untuk bekerja pada frekuensi 2,4-2,4835 GHz dengan spresifikasi bandwidth lebih dari 100 MHz dan directivity lebih dari 13 dB. Dari hasil pengukuran, antena mikrostrip 8 elemen dengan pencatuan coaxial probe bekerja pada range frekuensi 2,392-2,502 GHz dengan bandwidth 110 MHz dan directivity 16,12 dB.
Level Optimum Hyperparameter Tuning Epoch dalam Klasifikasi Citra Bencana Kebakaran Rian Rahmanda Putra; Indra Griha Tofik Isa; Ahmad Bahri Joni Malyan; Ema Laila; Agum Try Wardhana
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.209-216

Abstract

Hyperparameter tuning menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam sebuah pemodelan untuk mencapai performa akurasi yang terbaik. Salah satu parameter yang digunakan dalam hyperparameter tuning adalah epoch, dimana merupakan bagian dari pelatihan dalam sebuah model untuk melihat akurasi terbaiknya. Dalam penelitian ini dilakukan hyperparameter tuning terhadap epoch untuk melihat titik optimum yang dihasilkan dengan 11 skenario epoch yakni epoch 50, epoch 55, epoch 60, epoch 65, epoch 70, epoch 75, epoch 80, epoch 85, epoch 90, epoch 95 dan epoch 100. Adapun batasan dalam penelitian ini adalah: (1) data yang dicermati merupakan citra kebakaran  sebanyak 4650 citra yang terdiri dari kondisi kebakaran dan tidak kebakaran dan (2) pemodelan dengan deep learning CNN. Tahapan yang dilakukan meliputi preparation data, image augmentation, pre-processing data, pemodelan menggunakan CNN, epoch hyperparameter tuning, dan data interpretation. Di dalam penelitian ini, acuan hasil yang optimal berpatokan pada nilai rerata accuracy dan val accuracy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan skenario epoch memiliki rerata accuracy dan val accuracy di atas 89%, dengan terdapat 6 skenario epoch dengan persentasi rerata accuracy dan val accuracy di atas 90%, yakni epoch 85, epoch 90, epoch 80, epoch 95, epoch 75, dan epoch 100. Sedangkan untuk skenario epoch dengan nilai rerata accuracy dan val accuracy tertinggi terdapat pada epoch 85 dimana disimpulkan bahwa epoch 85 merupakan titik optimal dalam penelitian ini.
Pengaruh Modulation Coding Scheme Terhadap Cakupan dan Kualitas Level Sinyal pada Jaringan 4G LTE Hajiar Yuliana; Muhammad Iqbal Maulana; Sofyan Basuki
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.243-250

Abstract

Pada sistem komunikasi baik analog maupun digital, suatu sistem komunikasi memerlukan proses modulasi. Modulasi merupakan proses pengkodean informasi dari sumber pesan menggunakan cara yang sesuai dengan proses transmisi. Hal ini dilakukan agar sinyal informasi dapat dikirimkan dan diterima dengan baik di penerima. Pada teknologi 4G LTE terdapat 3 jenis modulasi yang digunakan yaitu Quadrature Phase Shift Keying (QPSK), 16-Quadrature Amplitude Modulation (16-QAM), dan 64-Quadrature Amplitude Modulation (64-QAM). Modulasi tersebut akan berpengaruh terhadap data rate yang diterima di pelanggan. Pelanggan akan menerima data rate yang optimal, jika pelanggan mendapatkan modulasi 64-QAM. Akan tetapi, tidak semua pelanggan bisa mendapatkan kondisi 64-QAM. Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi tipe modulasi yang dapat diterima oleh pelanggan, salah satunya adalah level sinyal yang diterima oleh pelanggan. Pada penelitian ini, penelitian dilakukan di area Kota Cimahi yaitu area sekitar site Puri Fajar Cibeber. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa tipe modulasi QPSK selalu mendukung untuk disemua kondisi level sinyal baik level sinyal yang bagus yaitu RSRP > -90 dBm dan SINR > 0 dB maupun kondisi level sinyal yang kurang bagus yaitu RSRP < -90 dBm dan SINR < 0 dB. Sedangkan untuk tipe modulasi 64-QAM sebanyak 40,4% didapat jika kondisi level sinyal RSRP-nya berada di atas -90 dBm.