cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Politeia: Jurnal Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Digital Media Utilization in Enhancing Political Participation Among Young Voters in the General Election Febryanti, Dita; Adiwinata, Syan
Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 18 No. 1 (2026): Politeia: Jurnal Ilmu Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/politeia.v18i1.18755

Abstract

Elections are a crucial moment in any democracy, yet first-time voter turnout tends to be low. This study explores the role of the digital platform Bijakmemilih.id in increasing the participation of first-time voters in the 2024 Indonesian elections. It focuses on analyzing the platform's contribution to encouraging political engagement among this voter group. The objectives of this study are to identify the platform’s impact on first-time voter engagement, examine the factors influencing increased participation, and evaluate the extent to which the platform can be effectively adopted by first-time voters. This research employs surveys and literature review to identify the research problem and applies a mixed-methods approach to answer the research questions. The findings indicate that Bijakmemilih.id plays a significant role in enhancing the participation of first-time voters in the 2024 elections. The platform effectively promotes both electoral participation and broader political involvement, such as engagement in social movements. Key factors supporting its effectiveness include contextual information delivery, voter-centered orientation, continuous information flow, content segmentation tailored to young voters, and opportunities for active participation. Although the platform shows a high adoption rate, further improvement in political literacy and the development of a volunteer spirit are needed to ensure its sustainable use in the future.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Era Kepemimpinan Prabowo-Gibran dalam Perspektif Amartya Sen Keladu, Yosef; Darling, Dominikus; Sugar, Felix; Armansi, Angelus
Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 18 No. 1 (2026): Politeia: Jurnal Ilmu Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/politeia.v18i1.20855

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, makan bergizi gratis (MBG) dengan menggunakan teori kapabilitias dan keadilan Amartya Sen. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), di mana data-data dikumpulkan lewat studi kepustakaan dan kemudian dianalisis dengan metode interpretasi tematis. Temuan menunjukkan bahwa meskipun kebijakan makan gratis memiliki tujuan mulia, dalam praktiknya terdapat risiko pereduksian kesejahteraan manusia hanya pada soal distribusi makanan, tanpa memperhatikan aspek pilihan, putusan, serta kemandirian individu. Lebih lanjut, program makan bergisi gratis berpotensi memperkuat ketergantungan masyarakat dan sekaligus mengabaikan penguatan struktur sosial-ekonomi yang seharusnya menopang kapabilitas jangka panjang. Karena itu, dengan menggunakan lensa pemikiran Amartya Sen, artikel ini menganjurkan agar program pemerintah, termasuk program makan bergisi gratis hendaknya berfokus bukan saja pada ketersediaan barang, tetapi juga pada perluasan kebebasan bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang bernilai. Sebuah kebijakan termasuk makan bergizi gratis hendaknya menekankan pendekatan dari sekadar pemberian ke arah pemberdayaan yang berkelanjutan. Untuk itu, dengan berpijak pada pemikiran Sen, artikel ini juga memberikan beberapa rekomendasi kebijakan yang sedianya harus diprioritaskan oleh pemerintah, sebab alternatif itu dinilai lebih memperluas kapabilitas masyarakat.
Analisis Kebijakan Penanaman Modal Asing dalam Pembangunan Ekonomi di Kabupaten Badung Putri, I
Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 18 No. 1 (2026): Politeia: Jurnal Ilmu Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/politeia.v18i1.21204

Abstract

Kabupaten Badung menghadapi paradoks dalam pertumbuhan ekonomi, di mana pesatnya pertumbuhan yang didorong oleh Penanaman Modal Asing (PMA) beriringan dengan risiko ketergantungan struktural. Data menunjukkan bahwa realisasi investasi untuk tahun 2024 mencapai Rp13,78 triliun, dengan PMA mendominasi sebesar 77,91 persen. Namun, dominasi PMA dalam sektor pariwisata serta konsentrasi investasi di Badung Selatan menciptakan sejumlah persoalan struktural, termasuk ketimpangan wilayah, kerentanan ekonomi terhadap guncangan luar, dan potensi ketergantungan pada modal asing. Penelitian sebelumnya umumnya fokus pada pengaruh PMA terhadap pertumbuhan ekonomi atau dampak lingkungan secara terpisah, sementara studi mengenai kebijakan PMA di tingkat lokal dari sudut pandang ekonomi politik pembangunan masih sangat sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kebijakan PMA dalam konteks pembangunan ekonomi di Kabupaten Badung dengan menerapkan Teori Negara Pembangunan dan Teori Ketergantungan. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian studi pustaka. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pemerintah daerah berperan aktif sebagai penghubung investasi melalui penyederhanaan proses perizinan dan pembentukan Badung Investment Service Center, tetapi belum maksimal dalam mengarahkan PMA untuk mendorong perubahan struktural dan pemerataan Pembangunan serta menunjukkan bahwa ada kecenderungan ketergantungan ekonomi yang tinggi pada sektor pariwisata yang tergantung pada PMA.
Kritik Plato terhadap Demokrasi: Telaah Filosofis dan Relevansi Kontekstual Delavia, Delavia; Mutiullah; Ramadan, Risky
Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 18 No. 1 (2026): Politeia: Jurnal Ilmu Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/politeia.v18i1.21331

Abstract

Artikel ini mengkaji kritik filosofis Plato terhadap demokrasi sebagaimana tertuang dalam karya The Republic, dengan tujuan memahami relevansi kritik tersebut dalam konteks demokrasi modern. Kritik Plato sering dianggap sebagai serangan terhadap prinsip dasar demokrasi, terutama terkait kebebasan yang tidak terkendali, kepemimpinan yang tidak rasional, dan potensi degenerasi sistem menjadi tirani. Artikel ini menawarkan telaah terhadap pandangan Plato mengenai lima bentuk pemerintahan serta struktur ideal negara, yaitu kepemimpinan oleh filsuf yang memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka kualitatif dengan menganalisis teks primer The Republic serta literatur sekunder yang membahas dinamika demokrasi klasik dan kontemporer. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa kekhawatiran Plato terhadap populisme, rendahnya literasi politik, dan dekadensi kebebasan tetap relevan dalam membaca tantangan demokrasi masa kini. Meskipun bersifat elitis, pemikiran Plato memberikan perspektif alternatif yang kritis terhadap kelemahan demokrasi, serta menawarkan konsep kepemimpinan berbasis akal dan kebajikan moral. Artikel ini berkontribusi pada diskusi filosofis kontemporer dengan mengajak pembaca untuk merefleksikan ulang fondasi demokrasi serta pentingnya memperkuat kualitas moral dan intelektual dalam kepemimpinan politik.
Dialog Hegemonik: Analisis Wacana Kritis atas Relasi Kuasa dalam Pertemuan Presiden Prabowo dengan Pemimpin Media Pongdatu, Yoga; Al-Banjari, Husin
Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 18 No. 1 (2026): Politeia: Jurnal Ilmu Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/politeia.v18i1.21867

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik wacana kekuasaan dalam pertemuan dialogis antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan enam pemimpin redaksi media nasional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan pendekatan studi pustaka (library research). Analisis dikaukan Analisis Wacana Kritis model tiga dimensi Norman Fairclough (teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural) untuk mengetahui bagaimana kekuasaan dikonstruksikan dan direproduksi melalui bahasa dalam forum yang diklaim terbuka tanpa sensor. Hasil analisis pada dimensi teks menunjukkan penggunaan diksi populis, humor sebagai strategi pemanusiawian, dan klaim otoritas epistemik untuk membangun citra pemimpin yang merakyat dan kompeten. Pada dimensi praktik wacana, terungkap bahwa format dialog yang asimetris memungkinkan Prabowo mengendalikan agenda dan menetralkan pertanyaan kritis, sementara media berfungsi sebagai ko-produser wacana dominan. Dimensi praktik sosiokultural menunjukkan bahwa pertemuan ini berfungsi sebagai perisai dialogis untuk meredam kritik publik, sebagai arena reposisi identitas politik Prabowo dari figur militer ke negarawan sipil, dan mereproduksi relasi hegemonik antara elite politik dan elite media. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wacana pertemuan tersebut bersifat hegemonik, bukan dialogis-simetris. Bahasa secara strategis digunakan untuk menata ulang legitimasi kekuasaan di balik fasad keterbukaan, yang berimplikasi pada risiko tergantinya demokrasi deliberatif oleh dialog simbolik yang terkendali.
Media Dalam Sistem Negara Totaliter: Perbandingan Pembatasan Berpendapat Ruang Digital Korea Utara dan Laos 2016 Putri, Arnis; Zahra, Maizia; Verrel, Sayyid; Tridjaja, Sisilia; Ramadhan, Fatur; Angela, Deni
Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 18 No. 1 (2026): Politeia: Jurnal Ilmu Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/politeia.v18i1.21913

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan strategi pembatasan kebebasan berpendapat digital di Korea Utara dan Laos pada tahun 2016 terhadap platform Facebook. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian kepustakaan melalui analisis dokumen-dokumen primer dan sekunder yang mencakup laporan Freedom House (Laporan Kebebasan di Internet 2016-2017), Reporters Without Borders (Indeks Kebebasan Pers dan laporan khusus tentang penyensoran internet di Asia), publikasi Pelapor Khusus PBB tentang Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi, serta artikel akademis dari jurnal telaah sejawat yang dipublikasikan dalam rentang 2015-2024. Hasil penelitian menunjukkan Korea Utara menerapkan strategi isolasi total melalui pemblokiran infrastruktur digital menyeluruh yang memutus akses ke 2,9 miliar pengguna Facebook global dan substitusi platform domestik StarCon.net.kp yang beroperasi dalam intranet tertutup Kwangmyong, sementara Laos menggunakan pendekatan selektif melalui pengawasan intensif terhadap lebih dari setengah juta pengguna Facebook domestik dan penindasan tertarget terhadap aktivis dengan hukuman mencapai 20 tahun penjara. Kedua negara efektif mempertahankan monopoli narasi digital meskipun menggunakan mekanisme berbeda, dengan Korea Utara menciptakan ketergantungan total terhadap narasi pemerintah melalui eliminasi alternatif informasi dan Laos menciptakan efek menakutkan yang mendorong sensor diri melalui penindakan teladan terhadap disiden digital. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa variasi strategi kontrol digital dalam rezim otoriter bergantung pada kondisi infrastruktur dan penetrasi teknologi, namun konvergen pada tujuan yang sama yakni pelanggengan kekuasaan melalui manipulasi ruang ekspresi digital.
Patriarchal Culture and the PKB Party's Strategy in Advocating for Female Candidates in the East Java Regional Election Norcahyo, Muhammad; Addiansyah, Nur
Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 18 No. 1 (2026): Politeia: Jurnal Ilmu Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/politeia.v18i1.21998

Abstract

This study aims to analyze the influence of patriarchal culture on the strategy of the National Awakening Party (PKB) in promoting women's involvement in political contestation, particularly in the Regional Head Elections (Pilkada) in East Java Province. Using a descriptive qualitative approach, this research provides an in-depth depiction of how patriarchal cultural structures affect the internal dynamics of the party and the strategies implemented to encourage women's participation. Data collection was conducted through literature studies, obtained from related research including journals, articles, and online news to support the analysis. The findings reveal that patriarchal culture has become both a cultural and structural barrier that limits women's political mobility, in both the nomination phase and the electoral process. PKB has responded to these challenges through various strategies, such as implementing gender quotas, conducting female cadre training, collaborating with women’s religious organizations, and strengthening gender-inclusive political communication. However, the implementation of these strategies has not yet been fully effective due to persistent cultural resistance at the local level, limited internal structural support, and public perceptions biased against female leadership. Therefore, there is a need for more systematic and sustainable strategic efforts to ensure that women’s political participation is not merely symbolic but genuinely reflects a transformative, inclusive, and equitable democracy at the local level

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 1 (2026): Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 17 No. 2 (2025): Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 17 No. 1 (2025): Politeia : Jurnal Ilmu Politik Vol. 16 No. 2 (2024): Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 16 No. 1 (2024): Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 15 No. 2 (2023): Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 15 No. 1 (2023): Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 14 No. 2 (2022): Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 14 No. 1 (2022): Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 13 No. 2 (2021): Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 13 No. 1 (2021): Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 12 No. 2 (2020): Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol. 12 No. 1 (2020): Politeia : Jurnal Ilmu Politik Vol. 11 No. 2 (2019): Politeia : Jurnal Ilmu Politik Vol. 11 No. 1 (2019): Politeia : Jurnal Ilmu Politik Vol 10, No 2 (2018): VOLUME 10 NO 2 JULI 2018 Vol 10, No 1 (2018): VOLUME 10 NO 1 JANUARI 2018 Vol. 10 No. 2 (2018): Politeia: Jurnal Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2017): Volume 9 No 2 Juli 2017 Vol 9, No 1 (2017): Volume 9 No 1 Tahun 2017 Vol 8, No 2 (2016): Volume 8 No 2 Juli 2016 Vol 8, No 1 (2016): Volume 8 No 1 Januari 2016 Vol 7, No 2 (2015): Volume 7 No 2 Juli 2015 Vol 7, No 1 (2015): Volume 7 No 1 Januari 2015 Vol 6, No 2 (2014): Volume 6 No 2 Juli 2014 Vol 6, No 1 (2014): Volume 6 No 1 Januari 2014 Vol 5, No 2 (2013): Volume 5 No 2 Juli 2013 Vol 5, No 1 (2013): Volume 5 No 1 Januari 2013 Vol 4, No 2 (2012): Volume 4 No 2 Juli 2012 Vol 4, No 1 (2012): Volume 4 No 1 Januari 2012 Vol 3, No 2 (2011): Volume 3 No 2 Juli 2011 Vol 3, No 1 (2011): Volume 3 No 1 Januari 2011 Vol 2, No 2 (2010): Volume 2 No 2 Juli 2010 Vol 2, No 1 (2010): Volume 2 No 1 Januari 2010 More Issue