Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
MADANIA: Jurnal-Jurnal Keislaman (ISSN Print: 2088-3226|ISSN Online: 2620-8210) adalah jurnal yang memuat tentang hasil penelitian, gagasan konseptual, review buku baru, studi naskah di bidang Keislaman, Keilmuan, dan Kemanusiaan, dengan konsentrasi pada disiplin ilmu Tarbiyah, Syari’ah, Ushuluddin, dan Dakwah. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, Juni dan November.
Articles
187 Documents
RESTORASI TAMADDUN MELAYU; Suatu Upaya Membangun Karakter dan Keunggulan PTAIS
Umar Natuna
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 3, No 1 (2013): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.032 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v3i1.4747
PTAIS sebagai lembaga pendidikan Islam, mestinya membuka diri untuk mengkaji khasanah dan warisan intelektual tamadun melayu, terutama PTAIS di wilayah KOPERTAIS Wilayah XII Riau Kepri. Jika hal ini tidak dilakukan, membuat keberadaan PTAIS tidak memiliki karakter dan keunggulan apa-apa ditengah-tengah pusaran perkembangan studi Islam dan kemajuan peradaban manusia kedepan. Oleh karena itu, PTAIS mestinya dapat menjadikan berbagai warisan intelektual dan sastra tamadun melayu sebagai sumber inspirasi (semangat) materi, metodelogi dan kelembagaan dalam pengembangan ciri khas dan keunggulan masing-masing PTAIS itu sendiri. Selain itu, PTAIS sangat berpeluang untuk mengulangi kejayaan masa lalu itu dalam alam pemikiran sekarang ini.
PENDIDIKAN PLURALIS pada KONTEKS MASYARAKAT PESISIR
Miftah Ulya
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 3, No 2 (2013): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.052 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v3i2.4753
Hingga saat ini, pendidikan agama di sekolah-sekolah maupun institusi pendidikan lainnya, dianggap masih cenderung dogmatis serta kurang mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif sehingga melahirkan pemahaman agama yang tekstual dan eksklusif. Dalam konteks inilah maka pendidikan agama melalui upaya pendekatan pluralis-multikultural merupakan sebuah keniscayaan. Pendidikan agama berwawasan pluralis-multikultural harus dirancang dan dikembangkan secara integratif, komprehensif dan konseptual, di mana rancang bangun pelaksanaannya sedikitnya harus berdasarkan susunan 4 piranti, yakni: reformasi kurikulum, pengajaran prinsip-prinsip keadilan sosial, pengembangan kompetensi multikultural, dan pelaksanaan pendidikan kesetaraan. Dalam konteks pendidikan masyarakat pesisir harus memiliki wawasan multikultural, pendidik (guru) yang berkiprah disana dituntut bersikap demokratis. Seorang pendidik sudah seharusnya menjelaskan bahwa inti dari ajaran agama adalah menciptakan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia, dan segala bentuk kekerasan sangat dilarang oleh agama
MODERNISASI HUKUM KELUARGA di INDONESIA: Studi terhadap Diskursus dan Legislasi Perjanjian Perkawinan Islam Indonesia
Afiq Budiawan
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 4, No 1 (2014): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (515.774 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v4i1.4762
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan ulama Kota Malang terhadap taklik talak serta perjanjian perkawinan. Sehingga diharapkan nantinya dari penelitian ini dapat memperluas khazanah keilmuan kita dan dapat memunculkan pemikiran baru dalam menjawab permasalahan hukum. Dari hasil penelitian ini, Pertama, taklik talak sebagai solusi hukum bagi masyarakat dari dampak terburuk ketika putusnya perkawinan. Kedua, adanya taklik talak saat ini mengindikasikan suami ingin bermain-main dengan talak, dan taklik talak saat ini hukumya makruh maka harus ditinggalkan. Sedangkan perjanjian perkawinan status hukumnya diperbolehkan (mubah), dan bukan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh calon suami istri dalam perkawinan. Mengenai muatan isi yang diperjanjikan tidak hanya masalah Hifzh al-maal, akan tetapi dapat juga mengenai masalah Hifzh ad-din, Hifzh an-nafs, Hifzh an-nas, dan Hifzh al-aql,
NILAI – NILAI PENDIDIKAN AMANAH dalam AL-QUR’AN
Buhori Buhori
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 4, No 2 (2014): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (618.889 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v4i2.4780
Sebagai hamba, maka sewajarnya manusia berusaha untuk memperoleh petunjuk dan hidayah dari-Nya. Diantara usaha itu adalah dengan memahami al-Qur’an sebagai firman-Nya. Diantara pesan penting dari al-Qur’an adalah amanah. Amanah ini memiliki relevansi dengan pendidikan Islam. Diantaranya nilai dalam perintah beramanah itu adalah Pertama. amanah sebagai bentuk keharusan untuk bersikap profesional. Kedua, amanah sebagai bentuk sifat wajib bagi para rasul. Ketiga, amanah sebagai bentuk bentuk pekerjaan yang mencakup semua bentuk pekerjaan yang dipercayakan kepada seseorang, baik dari Allah swt. maupun dari sesama manusia. Dan amanah dalam bentuk hukum yang sebenarnya juga merupakan pekerjaan.
NUZUL AL-QUR’AN; Sebuah Proses Gradualisasi
Abu Bakar
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 4, No 2 (2014): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.398 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v4i2.4785
Al-Qur’an adalah kalam Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad untuk kaumnya. Karenanya, al-Qur’an sendiri diperuntukkan bagi kebahagiaan dan keselamatan manusia. Hal ini terlihat dari proses turunnya al-Qur’an yang berorientasi pada manusia itu sendiri. Dalam merefleksikan konstruksi bangunan yang dikehandaki al-Qur’an diapresiasikannya sendiri dalam bentuk pentahapan turunnya wahyu yang bernilai strategis. Aspek penerima wahyu sangat diperhatikan sebagai peran kunci kesuksesan misi al-Qur’an. Aspek ikatan kekerabatan, dan karakter sosial pagan Arab menjadi sorotan penting dalam tahapan berikutnya. Penataan sosial diawali oleh ikatan moral al-Qur’an menuju tatanan yang lebih mapan.
ISLAM di NUSANTARA dan TRANSFORMASI KEBUDAYAAN MELAYU INDONESIA
Iwan Agus Supriono
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 5, No 2 (2015): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.762 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v5i2.4795
Agama Islam berkembang tahap demi tahap di kepulauan Nusantara, melalui jalan yang berliku-liku dan berbeda di daerah yang satu dengan yang lain. Masa-masa penyebarannya itu juga tidak berjalan serentak di wilayah yang berbeda-beda. Kian meningkatnya jumlah Muslim pribumi dari berbagai etnik dalam jaringan dan kegiatan perdagangan, menyebabkan terjadinya perubahan sosial dan ekonomi. Mereka yang tinggal di kota-kota pelabuhan mulai banyak yang meninggalkan pasar tradisional, menjadi perantau dan pelayar yang tangguh. Dengan demikian mobilitas sosial terjadi baik secara horisontal maupun secara vertikal. Etos dan budaya dagang juga berkembang. Pada proses selanjutnya, transformasi kebudayaan melayu muslim di Indonesia, memusat pada pusat-pusat lingkaran peradaban di tiga titik yang tepat, yaitu Istana, Pesantren dan Pasar.
KONTRAVERSI NASIKH dan MANSUKH dalam AL-QUR’AN
Abu Bakar
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 6, No 1 (2016): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.58 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v6i1.4800
Beberapa ulama sepakat bahwa ilmu tentang Nasikh Mansukh ini sangat urgen untuk dijadikan sebagai piranti dalam memahami al-Qur’an. Begitu juga, beberapa ulama meyakini bahwa setiap ayat al-Qur’an tidak ada kontradiksi. Artinya ayat yang kelihatan bertentangan, pada dasarnya tidak bertentangan. Oleh karena itu, perlu adanya metode penafsiran untuk meluruskan ayat-ayat yang kelihatan bertentangan tersebut, maka lahirlah Nasikh-Mansukh. Makna nasikh wa Mansukh dalam tulisan ini bukan bermakna “penghapusan ayat”, melainkan penghapusan hukum
PENDIDIKAN ISLAM dan PEMBENTUKAN MASYARAKAT MADANI
Juni Erpida Nasution
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 6, No 2 (2016): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.868 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v6i2.4819
Upaya pembaruan pendidikan Islam tidak lagi bersifat konsumtif dalam pengertian pemuasan secara langsung atas kebutuhan dan keinginan yang bersifat sementara atau “tambal sulam” konsep saja, tetapi harus merupakan bentuk investasi “sumber daya manusia (human investment)” yang berkualitas, dengan tujuan utama: (1) pendidikan Islam harus dapat membantu peningkatkan kualitas iman yang aplikatif, pengetahuan, dan keterampilan untuk dapat bekerja lebih produktif; (2) pendidikan Islam sebagai proses pembebasan dan proses pencerdasan manusia; (3) pendidikan Islam sebagai proses untuk menjunjung tinggi hak-hak anak, mengembangkan pemahaman tentang toleransi, perbedaan etno-kultural, perbedaan dan keragaman agama, pluralitas; (4) pendidikan Islam sebagai proses pemberdayaan potensi manusia; (5) pendidikan Islam dapat menjadikan anak berwawasan integratif; (6) pendidikan Islam dapat menghasilkan manusia demokratis dan membangun watak persatuan; dan (7) pendidikan Islam dapat menghasilkan manusia cinta perdamaian dan peduli terhadap lingkungan
ISLAMIC DEVELOPMENT ECONOMY: An Introduction
Rizal Akbar
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 1, No 1 (2011): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.418 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v1i1.4665
In recent years, Islamic economy grows fast both theoretically and practically. The establishment syariah financial institutions, Islamic bank, insurance, and even Islamic obligation is a practical phenomenon. However, the development of Islamic economy is only concentrated in financial sectors. As a result, there is less attention toward the discourses of poverty, backwardness, and marginal areas.An effort to formulate Islamic approaches in development economy is hoped as an early step to answer the failure of some conventional development approaches. This paper aims to start this work by trying to spread out the basic understanding of development economy analyzed using Islamic principles, and it introduces a methodology which must be developed so that it is hoped that a study of Islamic development economy could be implemented comprehensively.
PERUBAHAN PARADIGMA STUDI ISLAM KONTEMPORER ; Menjawab Tantangan Masyarakat Multikultural
Nova Yanti
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2017): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (281.925 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v7i1.4830
Paradigma sebagai “serangkaian konstalasi teori, pertanyaan, pendekatan serta prosedur yang dikembangkan dalam rangka memahami kondisi sejarah dan realitas sosial untuk memberikan konsepsi dan menafsirkan realitas sosial tersebut”. Paradigma sebagai pandangan yang mendasar dari ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan. Lebih lanjut, paradigma berfungsi: 1) membantu merumuskan apa yang harus dipelajari, 2) pertanyaan-pertanyaan apa yang semestinya dijawab, 3) bagaimana selayaknya pertanyaan-pertanyaan itu diajukan, dan 4) aturan-aturan apa yang harus diikuti dalam menafsirkan informasi yang diperoleh. Berdasarkan rumusan di atas, dalam konteks pendidikan, paradigma bisa diartikan sebagai serangkaian konstalasi teori, pertanyaan, pendekatan serta prosedur yang dikembangkan dalam rangka membangun suatu sistem pendidikan yang ideal. Sistem pendidikan yang ideal dalam hal ini adalah sistem pendidikan yang Islami, yaitu sistem pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai Islam yang secara umum termaktub al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber rujukan pertama umat Islam. Penggunaan nilai-nilai Islam dalam pendidikan Islam ini adalah “sebagai sudut pandang secara menyeluruh (total outlook)mengenai persoalan-persoalan yang berkaitan dengan gejala-gejala pendidikan dalam rangka membangun manusia terdidik, berkualitas dan bertaqwa kepada Allah SWT.