cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 20883226     EISSN : 26208210     DOI : -
Core Subject : Education,
MADANIA: Jurnal-Jurnal Keislaman (ISSN Print: 2088-3226|ISSN Online: 2620-8210) adalah jurnal yang memuat tentang hasil penelitian, gagasan konseptual, review buku baru, studi naskah di bidang Keislaman, Keilmuan, dan Kemanusiaan, dengan konsentrasi pada disiplin ilmu Tarbiyah, Syari’ah, Ushuluddin, dan Dakwah. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, Juni dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
PESANTREN; Asal Usul, Perkembangan dan Tradisi Keilmuannya Fahrina Yustiasari Liri Wati
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 4, No 2 (2014): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.935 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v4i2.4781

Abstract

Tulisan ini membahas tentang sejarah, asal usul, perkembangan dan tradisi keilmuan yang ada di pesantren. Pesantren merupakan “sekolah” yang telah berdiri sejak sebelum Indonesia merdeka. Hingga hari ini, pesantren memiliki kekhasan tersendiri dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dengan sistem pondok pesantren yang tumbuh dan berkembang di mana-mana, yang ternyata mempunyai peranan yang sangat penting dalam usaha mempertahankan eksistensi ummat dari serangan dan penindasan fisik dan mental kaum penjajah beberapa lama abadnya.
MENGENAL NEO-MODERNISME ISLAM; Sebuah Essay Pemikiran Fazlur Rahman tentang Pendidikan Islam Imam Hanafi
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 5, No 1 (2015): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.829 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v5i1.4786

Abstract

Tulisan ini mendeskripsian pandangan Fazlur Rahman sebagai tokoh pembaharu Islam yang mempunyai gambaran tentang perjalanan sejarah pendidikan. Juga menggambarkan pandanganya tentang fenomena kegagalan pemaknaan al-Qur’an dan Sunnah oleh umat Islam. Menurutnya, al-Qur’an dan Sunnah lebih cenderung dibaca sepanjang versi mufassir. Karena itu al-Qur’an dan Sunnah gagal pula ditempatkan sebagai sumber otentik pengembangan pemikiran teoritis atau pun praktis bagi panduan (hudan) kehidupan dunia. Berawal dari pandangan yang demikian, Fazlur Rahman menekankan pentingnya etika yang dipetik dari al-Qur’an untuk dijadikan fundamen pengembangan pemikiran dan praktik pedidikan. Rahman juga berpartisipasi dalam memformat strategi, tujuan, metode dan kurikulum pendidikan Islam yang  up to date.
PENDIDIKAN ISLAM: Sebuah Tantangan dalam Kebobrokan Mulyadi Mulyadi
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 5, No 1 (2015): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.284 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v5i1.4791

Abstract

Tulisan ini menganalisis bagaimana lemahnya sistem pendidikan Islam yang selama ini sudah dan sedang berlangsung. Kelemahan yang mecolok adalah out put atau out come yang diperoleh pendidikan Islam masih jauh dari harapan. Oleh Karena itu, penting untuk merekontruksi kembali model pendidikan Islam, yaitu dimulai dari metodologi, profesionalisme guru, perhatian pemerintah yang sepenuh hati dan ikhlas, sanggup menghadapi tantangan perubahan masa sekarang ini serta segenap masyarakat untuk senantiasa memberikan kontribusi yang nyata terharap pendidikan. Jika tidak, jangan diharapkan banyak pendidikan.
PEMBERDAYAAN WAKAF PRODUKTIF dalam LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH dan POTENSINYA untuk KESEJAHTERAAN UMAT Zainur Zainur
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 6, No 1 (2016): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.689 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v6i1.4801

Abstract

Indonesia memiliki potensi wakaf terbesar di seluruh dunia. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi umat Islam Indonesia untuk memfungsikan harta wakaf tersebut secara maksimal sehingga tanah-tanah tersebut mampu mensejahterakan umat Islam di Indonesia sesuai dengan fungsi dan tujuan ajaran wakaf yang sebenarnya. Untuk itu, perlu perubahan paradigma perwakafan ke arah wakaf produktif dengan mengoptimumkan potensi wakaf tunai dan kemudian memberdayakan semua asset wakaf secara produktif agar dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap peningkatan kualitas hidup umat Islam dalam mencapai falah di dunia dan akhirat. Hal itu tentu harus melibatkan berbagai pihak, di antaranya LKS, pemerintah (dalam hal ini BWI), nazhir professional, masyarakat pada umumnya, dan lain-lain.PEMBERDAYAAN WAKAF PRODUKTIF  dalam LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH dan POTENSINYA untuk KESEJAHTERAAN UMAT
RELIGIOUS CULTURE through PRAYING HABIT-FORMING MANAGEMENT before LEARNING Sofiandi Sofiandi
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 6, No 2 (2016): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.152 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v6i2.4820

Abstract

The term ”Religious Culture” in this journal has the same meaning with religious atmosphere. The importance of prayer as a form of supplication toward the Almighty, however, can  be  such an auto-suggestion for every students to boost  and generate their spirit in persuing kowledge. God's command to start everything by calling on His name and praying by asking for His help, guidance as well as His mercy is a command that implies one will not be left alone in facing all his problems, but in fact, there will always be intercession of God. Should we hope, through this habit, all daily activities of teaching and learning be considered by Allah the Almighty as  good deeds where we can be classified as the people of those who always perform dhikr (remembrance) to Him
The CONCEPTION of AL-QUR’AN on EDUCATOR; Study of QS. Ali Imran : 79 Sahan Sahan
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 1, No 1 (2011): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.07 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v1i1.4666

Abstract

This article studies the conception of al-Qur’an, sura Ali Imran verse 79. The result of my study shows that a teacher should have rabbani  values. The indicators of these values are:  first, a teacher must follow and obey loyally to God . Second, a teacher should complete rabbaniyah characteristic with sincerity.   Third, a teacher should teach his students patiently. Fourth, when a teacher transfers his knowledge to his students, he should have honesty. Fifth, a teacher should improve his insight, knowledge and study. Sixth, a teacher should be able to create method of teaching. Eleventh, a teacher should be firm and put everything in a proper way so that he can control his students. Eighth, a teacher is demanded to understand psychological aspects related to his learners such as child psychology, development psychology, and education psychology.  Ninth, a teacher is demanded to be responsive related to the society’s demand and life’s phenomena. Tenth, a teacher is demanded to be fair to all of his students.
ANTARA BUDAYA DAN AGAMA; Menegaskan Identitas Islam Nusantara Bashori Bashori
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2017): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.648 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v7i1.4831

Abstract

Persinggungan antara budaya dan agama di Indonesia menjadi salah satu diskursus yang menarik untuk ditelisik lebih mendalam. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana persentuhan agama Islam dengan kebudayaan lokal Indonesia yang memunculkan istilah Islam Nusantara (IN). Selain itu, Islam masuk ke Indonesia tidak dalam kondisi hampa budaya. Telah ada budaya setempat yang berkembang dalam masyarakat Indonesia. Hal itu melahirkan akulturasi budaya antara ajaran Islam dan budaya masyarakat setempat. Keragaman sebagai salah satu tipologi Islam Nusantara adalah buah dari pergumulan panjang antara agama dan budaya; antara teks dengan konteks yang saling melengkapi satu sama lain sehingga menelurkan Islam yang ramah, inklusif dan fleksibel. Hadirnya agama tidak untuk menghilangkan budaya, begitu juga sebaliknya hadirnya budaya tidak untuk meniadakan agama. Keduanya saling melengkapi yaitu; bisa jadi agama menguatkan budaya, meluruskan budaya, memberikan petunjuk bagi kebudayaan yang benar dalam perspektif syari’at agama. Berangkat dari pijakan epistemologis dan historis, artikel ini mencoba menyuguhkan diskursus lama yang kembali mencuat di seputaran pertengahan tahun 2015 seiring dengan dihelatnya Muktamar NU. Hadirnya tulisan ini untuk mengeksplorasi substansi identitas Islam Nusantara di Indonesia dan bagaimana persinggungan antara agama dan budaya yang terjadi.
DEVELOPING STUDENT CHARACTER: A Case Study of KTSP Islamic Education Subject Mariatul Hikmah
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 1, No 2 (2011): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.752 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v1i2.4686

Abstract

A good curriculum should produce a good educational process and good educational product. Also, a bad curriculum will create a bad implementation. It means that a curriculum has become a starting point. Referring to national standard which becomes the reference of KTSP development, character building has included in teaching material which should be mastered and implemented by learners in their everyday life. The learning material related to norms or values should be developed with everyday life context. As a result, teaching character building is not only in cognitive level but it should touch with real experiences of the learners in the society
TAUHIDISASI PENDIDIKAN ISLAM: Kontribusi Model Pendidikan Tauhid Ilahiah dalam Membangun Wajah Pendidikan Islam Syahraini Tambak; Desi Sukenti
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 2 (2017): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.342 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v7i2.4836

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis model pendidikan tauhid Ilahiah sebagai kontribusi bagi pengembangan tauhidisasi pendidikan Islam di Asia Tenggara. Wajah pendidikan Islami dibangun berdasarkan konsep khalifah yang dirujuk dari al-Qur’an. Terdapat dua hal untuk dikembangkan dari konsep khalifah dalam pendidikan Islam, yaitu siyadah-potensi dan ibadah-akhlak aktual untuk melahirkan peradaban gemilang. Dalam pengembangan ini diperlukan aktivitas jihad dan ijtihad secara bersama umat Islam. Islam harus dipahami sebagai ad-din dan budaya/peradaban. Model pendidikan tauhid ilahiah ini dibangun pada empat hal, yaitu: Pertama, konsep ilmu pengetahuan dirujuk pada QS. Fushilat ayat 53. Dimana ilmu pengetahuan terbagi tiga, yaitu al-afaq adalah ilmu-ilmu alam (natural sciences), anfus adalah ilmu-ilmu gejala manusia (ilmu sosial humaniora), dan al-haq adalah ilmu religuisitas (ilmu-ilmu tentang tauhid). Kedua,tujuan pendidikan Islam adalah menghasilkan keagungan spiritual, kemantapan emosional, ketinggian intelektual, dan kemapanan profesional. Ketiga, mengambangkan potensi as-sam’a, al-abshar, dan al-af’idat peserta didik dalam proses pembelajaran. Keempat, guru dituntut profesional dan memiliki kompetensi; (1) kepemimpinan, manajerial, dan profesional mengembangkan proses pembelajaran; (2) kompetensi nahi munkar, agar peserta didik terbebas dari keburukan dengan menjalankan makarim al-syari’a; (3) penguasaan sains dan teknologi pembelajaran, dengan potensi dasar (akal, indra, dan kalbu) untuk mengembangkan pendidikan bagi kepentingan umat; dan (4) leadership ta’abbudi.
PENDIDIKAN ISLAM: Sebuah Tantangan Bagi Pewarna Peradaban Mulyadi Mulyadi
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 2, No 1 (2012): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.175 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v2i1.4691

Abstract

Selama ini, orientasi pendidikan Islam mengalami ketidaktepatan danketidakjelasaan yang digunakan. Ketidaktepatan oientasi ini, sekurung-kurangnya disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut: Pertama, pemahaman tentang pendidikan agama selalu diorientasikan pada belajar agama. Kedua, karena tidak tertibnya penyusunan dan pemilihan materi pendidikan agama, sehingga hal-hal prinsipil yang seharusnya dipelajari lebih awal, malah terlewatkan. Sehingga nuansa pengajaran agama (Islam) cenderung bersifat fiqih oriented. Dan Ketiga, kurangnya penjelasan yang luas dan mendalam serta generik atas istilah-istilah kunci dan pokok dalam ajaran agama. Sehingga sering ditemukan penjelasan yang sudah sangat jauh dan berbeda dari makna, sprit serta konteks yang sebenarnya. Oleh karena itu, diperlukan integrasi ilmu dan wahyu sebagai dasar pijakan dalam pelaksanaan pendidikan Islam.

Page 7 of 20 | Total Record : 192