Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
MADANIA: Jurnal-Jurnal Keislaman (ISSN Print: 2088-3226|ISSN Online: 2620-8210) adalah jurnal yang memuat tentang hasil penelitian, gagasan konseptual, review buku baru, studi naskah di bidang Keislaman, Keilmuan, dan Kemanusiaan, dengan konsentrasi pada disiplin ilmu Tarbiyah, Syari’ah, Ushuluddin, dan Dakwah. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, Juni dan November.
Articles
192 Documents
ISLAMIC EDUCATION and THE LOCAL WISDOM in GLOBALISATION ERA
Usman Usman
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 1, No 2 (2011): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.602 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v1i2.4685
Information technology in the globalization era has made the distance closer and time shorter. In addition, new humanitarianism issues emerge: pluralism, national integration, decentralization, and civil society. These issues are the development of contemporary issues which will inevitably have to face by Islamic education. Here, Islamic education must have the courage to welcome and provide an alternative bid for the solution of these issues. Local wisdom is born as the fruit of the society creativity in order to solve the problems or meet its needs by utilizing human potency and natural resources which exist in its everyday life.
RETRACTED: KEARIFAN BUDAYA LOKAL; Sebagai Benteng Munculnya Konfik Agama
Muhammad Alfan Sidik
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2017): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.654 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v7i1.4835
RETRACTION TO:Daulay, N., & Hikmah, H. (2020). Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Poetra Jaya Sukses Mandiri Di Kota Batam. Jurnal Kajian Manajemen Bisnis, 9(1) (doi: https://doi.org/10.24036/jkmb.10806000This article has been retracted by Publisher based on the following reason:The Editor of MADANIA: Jurnal-Jurnal Keislaman found the double publication in the article publishing due to article's content similarity published in https://journal.walisongo.ac.id/index.php/JSW/article/view/2035Sidik, M. A. (2017). Kearifan Budaya Lokal sebagai Benteng Munculnya Konflik Agama. JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo), 1(2), 161-176.One of the conditions of submission of paper for publication in this journal is that authors declare explicitly that their work is original and has not appeared in a publication elsewhere. Re-use of any data should be appropriately cited. As such this article represents a severe abuse of the scientific publishing system. The scientific community takes a very strong view on this matter and apologies are offered to readers of the journal that this was not detected during the submission process
WACANA PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Mencari Relavansinya dalam Pendidikan Islam
Muhammad Sahan
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 2, No 1 (2012): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.191 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v2i1.4690
Tulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya persoalan tentang banyaknyakonflik atas nama agama dan etnis, juga karena masyarakat Indonesia terdiri dari banyak ragam suku dan agama. Maka, pencarian bentuk pendidikan alternatif mutlak diperlukan. Yaitu suatu bentuk pendidikan yang berusaha menjaga kebudayaan suatu masyarakat dan mentransformasikan kepada generasi berikutnya, menumbuhkan akan tata nilai, memupuk persahabatan antara siswa yang beraneka ragam suku, ras, etnis dan agama, mengembangkan sikap saling memahami, serta mengerjakan keterbukaan dan dialog.Pendidikan multicultural dalam pendidikan Islam adalah penekanan pembelajaran agama Islam yang menjungjung tinggi dan berusaha mengembangkan potensi untuk bersama melaksanakan kepentingan kemanusiaan. Karena seluruh agama selalu mengklaim demi keselamatan manusia. Di sini pendidikan agama, terutama pendidikan Islam, memiliki peran penting untuk menumbuhkan sikap awal agar bisa bekerja sama dengan agama atau keyakinan yang lain. Pendidikan agama harus memungkinkan tumbuhnya persaudaraan dalam kebersamaan menemukan tradisi ilahi yang sama pada setiap agama,sehingga bisa bersama membangun dunia baru yang lebih bermakna bagi seluruh umat manusia
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL; Tinjauan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam
Usman Usman
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 2 (2017): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (250.225 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v7i2.4840
Indonesia merupakan negara yang multikultural, jika dikelola dengan benar akan menghasilkan kekuatan positif bagi pembangunan bangsa. Pendidikan dipandang sebagai faktor penting dalam menumbuhkembangkan kesadaran nilai-nilai kehidupan multikultural. Disinyalir bahwa sistem pendidikan nasional yang selama ini berlaku menunjukkan fenomena yang tidak menguntungkan bagi pembentukan proses kultural. Pendidikan Islam sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional mempunyai tanggung jawab (moral obligation) dalam penyebaran nilai multikulturalisme dan toleransi. Pengembangan kurikulum masa depan yang berdasarkan pendekatan multikulturalisme ini menjadi sangat penting, dengan menggunakan metode dan pendekatan (method and approaches) yang beragam.
FITRAH CONCEPT IN AL-QUR’AN : An Effort of Fitrah Development in Islamic Education
Ahmad Hijazi
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 2, No 2 (2012): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.593 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v2i2.4738
This paper studies on an effort of Islamic education in developing Fithrah. This is based on the fact that to understand a good Islamic education, conceptually it cannot be separated from an understanding toward humans themselves as the agent of education. It is clear that humans are given fithrah to listen, see, and think about surroundings. With this potency, they are hoped to be educated scientifically to conduct research and analyze to get conclusion and think so that they get knowledge and scientific findings.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IX-B SMP NEGERI 4 TAPUNG HULU KABUPATEN KAMPAR
Pharada Kresna
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 8, No 1 (2018): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.528 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v8i1.5382
This research was conducted in order to know the results learning of IX-B grade students learn IPA SMP Negeri 4 Tapung Hulu academic year 2015/2016 with the implementation of cooperative learning. This research is a classroom action research, which was implemented in October and November 2015. The subjects were students of class IX-B SMPN 4 Tapung Hulu amounts to 34 students consist of 16 male dan 18 female. The data collection in this study using descriptive data analysis. Descriptive analysis of data on student learning outcomes obtained for result learning students. Result observation for result learning students, learners absorption before PTK is 73.8, after the first cycle is 83.8. Cycle II learning result is 87,9. From these data it can be concluded that the application of cooperative learning method can result learning outcomes IPA class IX-B SMPN 4 Tapung Hulu academic year 2015/2016.
The RECONSTRUCTION of PLURALISTIC ISLAMIC EDUCATION
Amrizal Amrizal
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 2, No 2 (2012): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (221.002 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v2i2.4743
This article seeks to explore a model of learning having pluralistic paradigm, that is a learning which is based on the basic principle that acknowledges and accepts the religious and cultural differences as the consequence from the plural society. This model of learning aims at creating attitude and life consciousness among Muslim students in order to respect other religions as the implementation of religious tolerance. It is related to respecting the plurality of religions, cultures, races and social and economic groups in the society, showing the love and sincerity among human beings and environment as God’s creation and respecting the differences of idea in practicing religious rituals.
PEMBANGUNAN MASYARAKAT MISKIN BERBASIS EKONOMI SYARIAH
Marabona Munthe
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 3, No 1 (2013): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (418.978 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v3i1.4748
Pembangunan ekonomi dalam ekonomi Islam berbeda dengan pembangunan ekonomi dalam ekonomi konvensional, dimana dalam ekonomi konvensional pembangunan ekonomi menjadikan manusia sebagai objek pembangunan dan tidak mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat secara luas. sedangkan pembangunan ekonomi dalam Islam menjadikan manusia sebagai subjek pembangunan. pembangunan dalam Islam adalah pembangunan yang berasaskan azas ketuhanan, kemanusiaan, realistis dan akhlak sehingga dalam pembangunan ekonomi dalam ekonomi islam, pembangunan diawali dengan pembangunan pribadi manusia sebagai pelaku ekonomi. sehingga tercipta pelaku ekonomi yang berwawasan Islam, hal ini akan mempengaruhi tingah laku manusia dalam memperlakukan alam, dan manusia lainnya dalam kegiatan ekonominya. Sebagai konsekuensi logis, implikasi dari konsep pembangunan ekonomi berbasis ekonomi syariah ini merupakan model dan bentuk pemikiran alternatif bahkan solutif yang dapat menjadi acuan bagi umat Islam di masa kini dan mendatang.
EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN MENURUT MUHAMMAD IQBAL
Dardiri Dardiri
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 3, No 2 (2013): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.286 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v3i2.4754
Epistemologi merupakan salah satu cabang filsafat, yang menengarai masalah-masalah diseputar teori ilmu pengetahuan. Epistemologi bertalian dengan definisi dan konsep-konsep ilmu, ragam ilmu yang bersifat nisbi dan niscaya, dan relasi eksak antara 'alim (subjek) dan ma'lum (objek). Muhammad Iqbal sebagai tokoh modern Islam menegaskan bahwa sumber ilmu adalah afaq (world), anfus (diri/ego), dan sejarah. Memposisikan afaq sebagai sumber Ilmu oleh Iqbal, karena Alam Semesta bagi Iqbal mengandung aspek kebenaran, yang akan menghantarkan manusia kepada kebenaran yang hakiki (The Ultimate Reality), yaitu Tuhan. Sementara anfus, menurut Iqbal adalah kemampuan seseorang untuk mempunyai kesadaran, yaitu “Aku” yang sadar untuk mendai pusat seluruh pengalaman. Sedangkan Sejarah sebagai sumber ilmu, Iqbal juga merefer al-Qur’an sebagai dasar argumentasinya. Yaitu QS. Ibrahim : 5 ; sebagai upaya al-Qur’an dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa masa lalu, atau sejarah masa lampau
PENYIMPANGAN AKAD MURĀBAḤAH di PERBANKAN SYARIAH dan BEBERAPA ISU MENGENAI MURĀBAḤAH
Sofyan Sulaiman
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 4, No 1 (2014): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (784.71 KB)
|
DOI: 10.24014/jiik.v4i1.4763
Di awal pendirian, perbankan syariah diisukan sebagai alternativ terhadap perbankan konvensional yang berbasis bunga. Ia dibangun atas dasar prinsip profit and loss sharing (bagi-hasil) karena ia dianggap konsep yang lebih berkeadilan. Produk bagi-hasil tersebut adalah muḍārabah dan musyārakah. Namun dalam perjalanannya produk tersebut tidak begitu diminati oleh perbakan syariah, karena sistem bagi-hasil memiliki prosedur yang rumit, karena perbankan dituntut aktiv dan terlibat terhadap usaha nasabah. Perbankan syariah lebih tertarik dengan sistem murābaḥah, karena keuntungan bersifat pasti dan tidak rumit dalam praktinya. Sehingga murābaḥah mendominasi 60%-90% dalam skema pembiayaan perbankan syariah. Hal inilah yang memicu sejumlah keritikan karena praktek murābaḥah tak ubahnya bunga dalam perbankan konvensional yang keuntungannya bersifat pasti, yang berbeda hanya basis akadnya saja, murābaḥah berdasarkan jual-beli, sementara bunga berbasis utang.Namun yang menjadi masalah adalah bukan pada akadnya, karena murābaḥah diakui secara syari’ah, yang menjadi masalah adalah terjadi penyimpangan dalam praktik akad murābaḥah, yang mengakibatkan akad tersebut batil secara syariah. Adapun penyimpangan tersebut terjadi pada (1) pelanggaran syarat murābahah, yaitu: syarat kepemilikan terhadap harta (milkiyah) dan harga awal yang diketahui (ra’sul māl ma’lūm) dan (2) penempatan akad murābaḥah pada transaksi yang salah