cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SUARA GURU
ISSN : 24776351     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Suara Guru(Print ISSN 2477-6351): Jurnal Pendidikan Sosial, Sains dan Humaniora (SG-JPSSH) adalah jurnal ilmiah yang berfokus pada pengembangan dan aplikasi teori, pendekatan, sistem, metode, implementasi, and evaluasi penerapan kurikulum dan pembelajaran pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. JPSSH menerima artikel hasil penelitian dan pemikiran di bidang pendidikan sosial, Sains, dan Humaniora yang terbit 4 kali dalam satu tahun
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MEMPERCEPAT SISWA PANDAI MEMBACA DAN MENULIS DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DAN PENGGUNAAN ALAT PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Yenni Harmis
SUARA GURU Vol 4, No 1 (2018): SG Vol.4 No. 1 Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i1.5590

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kelas IA SD Negeri 013 Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi dengan jumlah siswa sebanyak 21 siswa. Penelitian ini bertujuan untuk membuat siswa cepat dan pandai dalam membaca dan menulis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan untuk meningkatkan minat belajar siswa tentang materi pengurangan pada mata pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklusnya dilakukan beberapa tahapan, yaitu perencanaan perbaikan, pelaksanaan perbaikan, pengamatan dan refleksi. Dari penelitian yang dilakukan terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelah pengunaan media gambar terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia dan setelah penggunaan alat pada mata pelajaran Matematika juga meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari bertambahnya jumlah siswa yang tuntas dari siklus I ke siklus II. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, pada siklus I hanya 11 siswa yang tuntas dari 21 siswa atau sekitar 52,4% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan dimana siswa yang tuntas 18 siswa dari 21 siswa atau sekitar 85,6%. Pada mata pelajaran Matenatika, pada siklus I hanya 11 siswa yang tuntas dari 21 siswa atau sekitar 52,4% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan dimana siswa yang tuntas 17 siswa dari 21 siswa atau sekitar 80,9%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKn SISWA Efi Syofianti
SUARA GURU Vol 4, No 2 (2018): SG Vol. 4 No. 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i2.10214

Abstract

Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memperbaiki hasil belajar PPKn di SMP Negeri 12 Pekanbaru dengan penerapan metode Two Stay Two Stray (TSTS) sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII-7 SMP Negeri 12 Pekanbaru pada semester ganjil tahun pembelajaran 2017/2018. Penelitian ini dimulai dari bulan Agustus 2017 sampai dengan bulan September 2017. Subjek penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 12 Pekanbaru. Jumlah siswa 35 orang siswa yang terdiri dari 21 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki. Hasil penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) dapat meningkatkan hasil belajar PPKn pada siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 12 Pekanbaru tahun pelajaran 2017/2018. Hasil belajar sebelum PTK adalah 73.4 dengan kategori kurang. Hasil belajar siklus I pertemuan 1 adalah 80.6 dengan kategori cukup dan pada pertemuan 2 sebesar 84.3 dengan kategori cukup. Pada siklus II pertemuan 3 hasil belajarnya sebesar 86.0 dengan kategori baik dan pada pertemuan 4 sebesar 87.7 dengan kategori cukup
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA D Diana
SUARA GURU Vol 4, No 1 (2018): SG Vol.4 No. 1 Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i1.5595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hipotesis yakni dengan menggunakan pembelajaran kooperatif melalui pendekatan Problem Solfing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Tata Busana SMKN 1 Siak. Kemudian juga mencari jawaban dari rumusan masalah ”apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif melalui pendekatan Problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Tata Busana SMKN 1 Siak”, Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan pada kelas X Tata Busana SMKN 1 Siak tahun ajaran 2014-2015 pada pokok bahasan Struktur Jaringan Tumbuhan. Pelaksanaan tindakan dilakukan dengan 2 siklus yang terdiri dari 6 kali pertemuan dan setiap pertemuan terdiri dari 2 jam pembelajaran yaitu 2 x 45 menit. Pada setiap pertemuan ada 2 orang observer yang melaksanakan observasi terhadap aktivitas siswa dan aktivitas guru dengan menggunakan lembaran observasi selama proses pembelajaran berlangsung. Pada setiap akhir pertemuan dilakukan kuis (pos-test) dan setiap selesai satu siklus diadakan ulangan harian (UH) dengan 1 x 45 menit. Hasilnya dianalisis untuk mendapatkan penghargaan kelompok dan sebagai bentuk penghargaan diberi hadiah berupa pena, buku tulis dan penghapus, pensil secara bergantian. Penelitian Tindakan Kelas ini menghasilkan (1) Daya  serap siswa terhadap pokok bahasan Struktur Jaringan Tumbuhan melalui penerapan Pembelajaran  Kooperatif dengan Pendekatan Problem solving meningkat, pada Siklus I adalah 70,37 % dikategorikan baik dan Siklus II adalah 88,88 % dikategorikan amat baik; (2) Ketuntasan belajar klasikal siswa meningkat, Siklus I adalah 70,37 % dan Siklus II 88,88%; (3) Aktifitas siswa meningkat, Siklus I rata-rata 67,08% dikategorikan kurang, Siklus II rata-rata 77,47% dikategorikan baik; (4) Aktifitas guru pada Siklus I dikategorikan baik yaitu 89,73% %, pada Siklus II dikategorikan baik sekali yaitu 100%. Dengan demikian penggunaan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan Problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa, aktifitas siswa dan  aktifitas guru.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA TEKS PADA SISWA VIIA SMPN 3 KUOK MELALUI METODE PENUGASAN Suhaimi Suhaimi
SUARA GURU Vol 4, No 2 (2018): SG Vol. 4 No. 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i2.10225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan menemukan gagasan utama teks pada siswa kelas VII melalui penggunaan metode penugasan. Penelitian ini diadakan karena kemampuan menemukan gagasan utama teks pada siswa kelas VIIA SMPN 3 Kuok Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar masih tergolong kurang. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIA SMPN 3 Kuok Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar Tahun Pelajaran 2015/2016 sebanyak 26 siswa. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur pelaksanaan tindakan dan implementasi di lokasi penelitian terbagi dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observing) dan refleksi (reflecting). Teknik pengumpulan data menggunakan tes, pengamatan, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis dilakukan dengan teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kualitatif. Kriteria keberhasilan tindakan adalah dengan tes kemampuan menemukan gagasan utama teks menggunakan metode penugasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode penugasan dalam pembelajaran menemukan gagasan utama teks mampu meningkatkan kemampuan siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan  hasil  belajar peserta didik, yaitu dari rata-rata 60,35 menjadi 69,04 dan pada siklus kedua menjadi 77,38. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nilai hasil belajar sudah memenuhi standar kriteria ketuntasan minimum (KKM) dengan standar nilai 70. Peningkatan ketuntasan belajar meningkat dari 7 siswa atau 26,92% menjadi 14 siswa atau 53,85% dan 92,31% atau 24 siswa pada siklus kedua. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode penugasan mampu meningkatkan kemampuan menemukan gagasan utama teks pada siswa kelas VIIA SMPN 3 Kuok Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar Tahun Pelajaran 2015/2016
PENGAYAAN MATERI MENGGUNAKAN METODE SNOWBALL TROWING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN) Y Yanto
SUARA GURU Vol 4, No 1 (2018): SG Vol.4 No. 1 Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i1.5600

Abstract

Pengayaan materi pembelajaran selalu menjadi alternatif dan solusi untuk memberikan pemahaman yang maksimal kepada siswa. Metode snowball trowing merupakan salah satu cara yang efektif untuk melakukan ini, karena metode ini mengandung unsur permainan yang sesuai dengan usia siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah penggunaan metode snowball trowing dalam pemberian pengayaan materi ajar pada mata pelajaran PKn mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan mengambil materi kebebasan berorganisasi dan dilakukan tindakan sebanyak 2 siklus diketahui bahwa hasil belajar siswa PKn siswa kelas V SDN 27 Bantan Air setelah disampaikan materi oleh guru sebelum dilakukan pengayaan materi menggunakan metode Snowball Trowing pada siklus I nilai rata-ratanya sebesar 67,97 dan pada siklus II sebesar 68,52 dan setelah dilakukan pengayaan materi menggunakan metode snowball trowing diperoleh nilai rata-rata pada siklus I sebesar 76,29 dan pada siklus II sebesar 78,68. Dampak penggunaan metode snowball trowing terhadap hasil belajar PKn siswa kelas V SDN 27 Bantan Air yaitu terjadi kenaikan antara sebelum tindakan dan sesudah tindakaan sebesar 8,32 point pada siklus I dan 10,16 pada siklus II. Artinya bahwa penerapan metode ini berdampak positif pada peningkatan hasil belajar siswa.
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Masri Masri
SUARA GURU Vol 4, No 3 (2018): SG vol. 4 No 3. September 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i3.10230

Abstract

Tujuan penelitian pada penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika dengan menerapkan pendekatan Constextual Teaching and Learning pada siswa Kelas VI SDN 010 Sari Mulya Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan. Subjek penelitian ini adalah  Siswa Kelas VI SDN 010 Sari Mulya Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan. Siswa berjumlah 22 orang yang terdiri dari 10 orang siswa laki-laki dan 12 orang siswa perempuan. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Dari dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa 1) aktivitas guru dan siswa selama pelaksanaan proses pembelajaran dengan pendekatan CTL mengalami peningkatan pada setiap pertemuan. Pada aktivitas guru, siklus I pertemuan pertama persentase yang diperoleh 75% dan pada pertemuan kedua meningkat menjadi 82,1%. Pada siklus II pertemuan pertama aktivitas guru meningkat menjadi 85,8% dan pada pertemuan kedua diperoleh 92,9%. Aktivitas siswa pada sikus I pertemuan pertama adalah 60,7% meningkat ke pertemuan kedua menjadi 67,9%. Pada siklus II pertemuan pertama persentase aktivitas siswa yang diperoleh adalah 82,1% dan pada pertemuan kedua meningkat menjadi 89,3%. 2) Hasil belajar menggunakan pendekatan CTL mengalami peningkatan dari skor dasar ke siklus I dan siklus II, dimana secara klasikal ketuntasan yang didapat meningkat tiap siklus, dari ketuntasan klasikal skor dasar 40% meningkat menjadi 65% pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 100%. Pada ulangan siklus I rata-rata siswa meningkat 20,4% dari skor dasar 56,5 menjadi 68 pada siklus I. Pada siklus II meningkat 45,1% dari skor dasar menjadi 82 pada siklus II
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Hasniwati Hasniwati
SUARA GURU Vol 4, No 2 (2018): SG Vol. 4 No. 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i2.10136

Abstract

Aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran matematika di kelas V SD Negeri 022 Rantau Sialang Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi masih rendah sehingga hasil belajarnya belum memnuhi KKM yang telah ditetapkan sekolah, sebab metode yang digunakan selama ini belum dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian Tindakan Kelas perlu dilakukan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat langkah penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Untuk memperoleh data penilaian digunakan lembar pengamatan yang diisi oleh pengamat dan tes hasil belajar yang diberikan pada ahir siklus. Data aktivitas belajar siswa dianalisa dengan menentukan jumlah dan persentase siswa yang terlibat dalam setiap pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang ditandai dengan meningkatnya jumlah siswa yang mencapai ketuntasan pada dua siklus yang dilaksanakan sesuai dengan KKM yang ditetapkan sekolah yaitu 62. Sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, siswa yang mencapai ketuntasan hanya 16 siswa dari 22 siswa, tetapi setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa yang mencapai ketuntasan mencapai 20 siswa dari 22 siswa
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKN Siswa * Ermawati
SUARA GURU Vol 4, No 3 (2018): SG vol. 4 No 3. September 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i3.10245

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada Siswa Kelas I SD Negeri 014 Kampung Baru Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan. Sedangkan pelaksanaannya dilaksanakan pada bulan Maret 2018.  Subjek Penelitian ini adalah siswa di Kelas I SD Negeri 014 Kampung Baru Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan. Tahun 2018 berjumlah 20, yang terdiri 10 orang perempuan dan 10  orang laki–laki. Sedangkan objek dari penelitian ini adalah hasil belajar PKN siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Untuk setiap siklus dilakukan beberapa tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian terjadi penurunan jumlah siswa yang bernilai rendah (di bawah KKM) antara rentang 40-64. Pada data awal siswa yang benilai rendah ada 10 orang (50%) dan setelah siklus I menurun dan hanya 5 orang (25%) dan setelah siklus II menurun lagi dan tinggal 3 orang (15%). Dan telah terjadi peningkatan jumlah siswa yang benilai tinggi (di atas KKM) antara rentang 65-100. Pada data awal siswa yang bernilai di atas KKM hanya 10 orang (50%) setelah siklus I terjadi peningkatan hingga 15 orang (75%) setelah siklus ke II lebih meningkat telah mencapai 17 orang (85%). Ketuntasan hasil belajar PKN pada siklus I secara individu 15 orang siswa (75%) yang tuntas dan 5 orang siswa (25%) yang tidak tuntas. Pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 17 orang siswa (85%) yang tuntas sedangkan 3 orang siswa (20%) dinyatakan belum tuntas. Dengan demikian dapat dapat disimpulkan bahwa hasil belajar PKN siswa Kelas I SD Negeri 014 Kampung Baru Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan dapat ditingkatkan dengan pembelajaran Kooperatif tipe NHT
PERBEDAAN KETIDAKPERCAYAAN DIRI SISWA KETURUNAN TIONGHOA DENGAN SISWA ETNIS MELAYU Jusnidar Jusnidar
SUARA GURU Vol 4, No 2 (2018): SG Vol. 4 No. 2 Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i2.10142

Abstract

Penelitian ini berjudul “Perbedaan Ketidakpercayaan Diri Siswa Keturunan Tionghoa dengan Siswa Etnis Melayu Kelas VIII SMPN 2 Teluk Kuantan”. Latar belakang peminihan judul ini berawal dari suatu gejala siswa menunjukkan perbedaan ketidakpercayaan diri antara keturunan Tionghoa dengan etnis Melayu. Rumusan masalah sebagai berikut: bagaimana gambaran  ketidakpercayaan diri siswa keturunan Tionghoa dan etnis Melayu di SMPN 2 Teluk Kuantan, dan apakah ada perbedaan ketidakpercayaan diri siswa keturunan Tionghoa dan etnis Melayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran  ketidakpercayaan diri siswa keturunan Tionghoa dan etnis Melayu di SMPN 2 Teluk Kuantan, Manfaat penelitian adalah 1) sebagai penerapan teori-teori yang telah diperoleh diperkuliahan, 2) sebagai masukan bagi siswa, guru dan penulis mengenai tingkat kecerdasan dan tingkat kepercayaan diri baik siswa keturunan Tionghoa maupun etnis Melayu di kelas VIII SMPN 2 Teluk Kuantan, 3) sebagai acuan tambahan wawasan bagi penulis dalam pembahasan permasalah ketidakpercayaan diri siswa keturunan Tionghoa dan etnis Melayu di SMPN 2 Teluk Kuantan. Keterkaitan variabel: penelitian terdapat keterkaitan variabel yaitu ketidakpercayaan diri siswa keturunan Tionghoa (X1) dan etnis Melayu (X2) di kelas VIII SMPN 2 Teluk Kuantan. Asumsi penelitian adalah 1) setiap siswa mempunyai ketidakpercayaan diri yang berbeda-beda. 2) ketidakpercayaan diri siswa dapat diukur dan diungkap. Hipotesis penelitian adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara ketidakpercayaan diri siswa keturunan Tionghoa dan etnis Melayu. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 2 Teluk Kuantan yang berjumlah 62 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang  ketidakpercayaan diri siswa keturunan Tionghoa dan etnis Melayu di kelas VIII SMPN 2 Teluk Kuantan. Alat pengumpulan data yang dugunakan adalah instrumen ketidakpercayaan diri yang dikembangkan olah Thursan Hakim (2002). Teknik analisa data yang digunakan adalah rumus yang dikembangkan oleh (Suharsimi Arikunto, 1990). Rekomendasi: sebagai proses kelanjutan pengembangan dimasa yang akan datang direkomendasikan kepada: Kepala Sekolah, Wali Kelas, Guru mata pelajaran dan Guru pembimbing supaya lebih berperan aktif untuk menyikapi beberapa temuan dalam penelitian ini
Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar Darmawanty Berasa
SUARA GURU Vol 4, No 3 (2018): SG vol. 4 No 3. September 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i3.10250

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran IPA di SDN 006 Sari Makmur Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan masih belum dilaksanakan sepenuhnya sesuai dengan tuntutan KTSP, hal ini menyebabkan hasil belajar rendah dan tidak mencapai KKM. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 006 Sari Makmur Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan kelas V SDN 006 Sari Makmur Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan, pada semester Ganjil (1) bulan april s/d juni 2018. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 006 Sari Makmur  Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan  dengan jumlah siswa 24 orang yang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 13 perempuan. Setelah dilaksanakan penerapan pembelajaran kooperatif tipe think pair share hasil belajar siswa lebih tinggi dari pada sebelumnya. Hasil belajar yang Dianalisis adalah nilai rata-rata, ketuntasan individu dan klasikal. Peningkatan hasil belajar dari skor dasar ke siklus I dari rata-rata 62,29 menjadi 70,20 dengan peningkatan sebesar 12,69%. Sedangkan dari skor dasar ke siklus II meningkat sebesar 35,10% dari 62,29 menjadi 84,16. Ketuntasan klasikal juga meningkat dan mencapai KKM. Berdasarkan hasil analisa data, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran tipe think pair share dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 006 Sari Makmur  Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan. Peningkatan hasil belajar terlihat pada nilai rata-rata, aktifitas guru juga mengalami peningkatan