Juring (Journal for Research in Mathematics Learning)
Juring: Journal for Research in Mathematics Learning (pISSN 2621-7430 | eISSN 2621-7422) is a peer-reviewed publication with free access. The journal aims to publish original manuscripts on research and review from mathematics learning area. The main objective of the journal is to promote the discussion of issues related to mathematics learning in different levels and contexts. Published every six months, it receives original articles, and review article. Researchers of all countries are invited to submit their work, which will be evaluated by members of the Editorial Board. In the event of a tie, a third reviewer will be invited. Such works must be written in English and Bahasa. All items are preceded by a title and abstract in English. Each abstract should have approximately 150 words. For more details on the submission of papers see the author guidelines The originals should not have been published or submitted simultaneously to another journal.
Articles
309 Documents
Taksonomi Bloom dalam Materi Sistem Persamaan Linear pada Program Paket C di PKBM Hang Tuah Pekanbaru
Yeni Rita;
Irna Liza Muliana;
Ciptro Handrianto
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.635 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v4i1.12354
Penerapan teori taksonomi Bloom dalam pembelajaran perlu dilaksanakan karena dapat membantu warga belajar untuk berpikir tingkat tinggi, yaitu menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesesuaian teori taksonomi Bloom pada materi sistem persamaan linear dalam mata pelajaran Matematika yang disusun dan dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); dan untuk mengidentifikasi pengaruh teori taksonomi Bloom terhadap tingkat kepuasan warga belajar dalam mengikuti proses pembelajaran pada program pendidikan kesetaraan paket C di PKBM Hang Tuah Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan observasi subjek penelitian secara langsung. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penerapan taksonomi bloom pada materi pembelajaran Sistem Persamaan Linear pada mata pelajaran Matematika mampu memberikan semangat dan motivasi warga belajar dalam mengikuti pelajaran. Soal-soal yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan, melatih warga belajar menganalisis dan mengevaluasi dalam pemecahan masalah matematis. Disimpulkan bahwa penerapan taksonomi Bloom sesuai pada materi sistem persamaan linear mata pelajaran Matematika yang di rancang dan disusun dalam RPP. Selain itu, penerapan teori taksonomi Bloom mampu meningkatkan kepuasan warga belajar Paket C dalam mengikuti pembelajaran dalam kelas, dan dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari.Kata Kunci: Taksonomi Bloom, Sistem Persamaan Linear, Program Paket C
Kesulitan dan Learning Obstacle Siswa dalam Menyelesaikan Permasalahan Matematis berdasarkan Pemahaman Konsep Matematis
Ramli Ramli;
Sufyani Prabawanto
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (532.802 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i3.9999
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan dan hambatan belajar yang dialami siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematis yang dibahas berdasarkan pemahaman konsep matematis. Metode penenlitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Data diambil dari 26 orang siswa kelas VIII SMPN 29 Bandung tahun pelajaran 2018/2019 melalui teknik tes secara tertulis dan wawancara dengan menggunakan instrumen soal tes pemahaman konsep matematis dan pedoman wawancara. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melakukan kesalahan fakta, konsep dan prinsip yang dibahas berdasarkan indikator pemahaman konsep matematis. Hambatan belajar yang dijumpai dalam menyelesaikan masalah tersebut berupa hambatan yang bersifat epistemologis (keterbatasan pemahaman) dan ontogenik (kesiapan mental).
Learning Obstacle Siswa dalam Pembelajaran Barisan dan Deret Aritmetika
Bambang Hariyomurti;
Sufyani Prabawanto;
Al Jupri
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.692 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i3.10118
Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang learning obstacle siswa pada pembelajaran barisan dan deret Aritmatika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes dan teknik wawancara. Peneliti yang merupakan instrumen utama berperan dalam segala proses kegiatan penelitian, mulai dari menetapkan fokus penelitian, mengumpulkan data, menganalisis data sampai membuat kesimpulan. Di samping itu, peneliti juga menggunakan instrumen soal tes learning obstacle dan panduan wawancara. Data dianalisis dengan mengikuti serangkaian kegiatan berupa mereduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami learning obstacle pada pembelajaran barisan dan deret aritmetika. Learning obstacle yang terjadi meliputi ontogenic obstacle, didactical obstacle, maupun epistemological obstacle.
Kemampuan Pemecahan Masalah pada Pembelajaran dengan Pendekatan Open-ended Berdasarkan Disposisi Matematis Siswa
Zulhendri Zulhendri;
Ramon Muhandaz
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (508.494 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i4.10518
Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran open-ended dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional berdasarkan disposisi matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain factorial eksperimental. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 3 Tambang Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling, yaitu siswa kelas VIII.2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII.3 sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kegiatan siswa dan guru, lembar angket disposisi matematis dan soal tes kemampuan pemecahan masalah. Analisis data yang digunakan peneliti yaitu uji anova dua arah. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan open-ended dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional, 2) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan open-ended dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional jika berdasarkan disposisi matematis tinggi, sedang dan rendah, 3) Tidak terdapat pengaruh interaksi penerapan pendekatan open-ended dan disposisi matematis siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pendekatan open-ended dapat menjadi alternatif pembelajaran yang dapat dilakukan untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah. Disposisi matematis siswa perlu ditingkatkan guna mendukung keberhasilan belajar matematika siswa.
Penerapan Strategi Pembelajaran Metakognitif-Scaffolding untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Self Regulated Learning Siswa
Sutiha Kamelia;
Heni Pujiastuti
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.244 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i4.9454
Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki siswa, namun saat ini kemampuan tersebut masih terbilang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi metakognitif-scaffolding terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan self regulated learning siswa. Desain penelitian ini adalah nonequivalentposttest only control group design . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP negeri 1 Bojonegara dengan sampel yaitu kelas VIII C dan VIII D. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan angket, yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes dan teknik angket. Data dianalisis menggunakan test-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh strategi metakognitif-scaffolding terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mendapat pembelajaran metakognitif-scaffolding dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensial,(3) siswa yang mendapat perlakuan pembelajaran metakognitif-scaffolding memiliki nilai rata-rata lebih tinggi, dan (4) terdapat perbedaan kemampuan self regulated learning siswa yang mendapatkan perlakuan strategi metakognitif-scaffolding.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis berdasarkan Self Efficacy Siswa
Shinta Hestika;
Zulkifli Zulkifli;
Hayatun Nufus
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.618 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v4i1.12025
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung; (2) apakah terdapat kontribusi self efficacy terhadap kemaampuan berpikir kreatif matematis, serta (3) apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan self efficacy terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa MTs Negeri 1 Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment dengan desain the nonequivalent posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII Putra MTs Negeri 1 Pekanbaru tahun ajaran 2019/2020. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII.8 sebagai kelas kontrol dan kelas VIII.10 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, tes, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas guru dan siswa, soal posttest kemampuan berpikir kreatif matematis, angket self efficacy, dan dokumentasi keterlaksanaan penelitian. Teknik analisis data menggunakan uji-t, pearson product moment dan anova dua arah. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung, 2) Terdapat kontribusi self efficacy sebesar yang artinya self efficacy memiliki kontribusi yang lemah, dan 3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan self efficacy terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis: Eksperimen Model Pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) pada Siswa MTs
Nataya Agustinova;
Granita Granita
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408.865 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v4i1.11643
Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah, sehingga diperlukan penelitian untuk menemukan alternatif pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa Madrasah Tsanawiyah. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental dan desain yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas VIII reguler putri MTs Darul Hikmah Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII A2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A1 sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penerapan model pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa Madrasah Tsanawiyah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi guru untuk memilih model pembelajaran matematika guna memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa
Analisis Kesulitan Operasi Hitung Bentuk Aljabar
Dwi Endah Lestari;
Didi Suryadi
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.313 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i3.9737
Dalam kurikulum matematika, aljabar telah dikenal luas sebagai salah satu topik paling sulit, yang mengarah pada kesulitan belajar di seluruh dunia. Di Indonesia,kinerja aljabar adalah masalah penting. Tren Matematika Internasional and Science Study (TIMSS) 2007, prestasi pelajar Indonesia dalam aljabardomain secara signifikan di bawah rata-rata kinerja siswa di Tenggara lainnyaNegara-negara Asia seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Fakta ini memunculkan hal inistudi yang bertujuan untuk menyelidiki kesulitan siswa Indonesia dalam aljabar. Untukmelakukannya, studi literatur dilakukan pada kesulitan siswa dalam aljabar awal. Lanjut,tes tertulis individu pada tugas-tugas aljabar diberikan, diikuti oleh wawancara. Sampel diambil dari 10 siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Tambang mengerjakan tes tertulis, dan 5 di antaranya di wawancarai kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan operasi hitung aljabar dari berbagai aspek.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Disertai Pendekatan Visual Thinking Pada Pokok Bahasan Kubus dan Balok Kelas VIII
Rezi Ariawan;
Kinanti Januarita Putri
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (26.179 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i3.10558
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) disertai Pendekatan Visual Thinking pada pokok bahasan kubus dan balok kelas VIII MTs yang teruji kevalidan. Pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan metode pengembangan atau R&D dengan menggunakan model Plomp yang dimodifikasi karena penelitian dilakukan dimasa pandemi Covid-19, yang terdiri dari fase: 1) Fase Investigasi Awal, 2) Fase Desain, 3) Fase Realisasi/Kontruksi, 4) Fase Tes, Evaluasi, Revisi. Instrumen pengumpulan data penelitian adalah lembar validasi RPP dan lembar validasi LKPD. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik nontes dengan meminta validasi dari 2 dosen Pendidikan Matematika FKIP UIR dan 2 orang guru matematika MTs Masmur Pekanbaru. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian diperoleh hasil validasi RPP sebesar 82,61% dengan kategori sangat valid dan LKPD sebesar 87,05% dengan kategori sangat valid. Dari hasil penelitian diperoleh perangkat pembelajaran matematika dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) disertai Pendekatan Visual Thinking yang yang teruji kevalidannya.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Memfasilitasi Kemamapuan Pemecahan Masalah matematis pada Materi Barisan dan Deret Kelas XI SMA
Badrulaini Badrulaini;
Zulkarnain Zulkarnain;
Kartini Kartini
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 3, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.412 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v3i4.10454
Penelitian ini dilatarbelakangi terkendalanya pengembangan perangkat pembelajaran matematika sebagai sarana penunjang pembelajaran pada Kurikulum 2013.Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran (silabus, RPP dan LKPD) pada materi barisan danderetSMA kelas XI dengan pembelajaran berbasis masalah yang memenuhi kriteria valid dan praktis, untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Perangkat pembelajaran dikembangkan denganmodel 4-D yaitu tahap define, design, developdan desseminate. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen validitas berupa lembar validasi untuk menilai kelayakan silabus, RPP dan LKPD serta instrumen praktikalitas berupa lembar pegamatan aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis masalah dan angket respon peserta didik untuk menilai kepraktisan LKPD. Hasil validasi para ahli menyatakan bahwa produk yang dikembangkan mencapai kategori sangat valid dengan rata-rata penilaian untuk silabus 89,38%, RPP 90,46%dan LKPD 89,72%.Artinya perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat diujicobakan. Perangkat pembelajaran dinilai sangat praktis pada uji coba kelompok kecil dengan rata-rata respon peserta didik 85,71% dan uji coba kelompok besar dari lembar pengamatan aktivitas guru 93,06%berada pada kategori sangat baik sertarata-rata angket respon peserta didik 88,32% berada pada kategori sangat praktis.