cover
Contact Name
Hery Winarsi
Contact Email
jurnalgizisoedirman@unsoed.ac.id
Phone
+6221-621122
Journal Mail Official
jurnalgizisoedirman@unsoed.ac.id
Editorial Address
Street of Dr. Soeparno, Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Central Java, 53123 Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman (JGPS)
Journal Gizi dan Pangan Soedirman advances to publish scientific and authentic research articles with various topic regarding nutrition and food sciences. The relevants aspects to the topic are clinical nutrition, dietetics, public health nutrition, paediatrics and maternal nutrition, nutrigenomic and nutrigenetic, food science, food processing and technology, supplement and functional foods, food fortification, sport nutrition and physical activity, socio-culture, environmental and behaviour nutrition, nutrition and aging, nutrition education,food services and counselling. This journal has an official affiliation with Department of Nutrition Science, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman. The Editors will perform peer-reviewed process to all submitted materials, and accepted paper will be published periodically twice a year (May and November).
Articles 276 Documents
KEBIASAAN KONSUMSI IKAN LAUT, TINGKAT KONSUMSI, STATUS GIZI, DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI DAERAH PANTAI DAN BUKAN PANTAI Farida Soeparman
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.889 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2018.2.2.1360

Abstract

Ikan laut adalah sumber protein hewani yang penting dalam pertumbuhan fisik dan perkembangan mental pada anak sekolah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kebiasaan konsumsi ikan laut pada anak sekolah dasar di daerah pantai dan bukan pantai, tingkat kecukupan energi dan protein, status gizi, dan prestasi belajarnya. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2012 dengan desain cross sectional dan berlokasi di dua sekolah dasar yaitu SD Negeri 03 Kota Karang, Pulau Pasaran, Lampung, yang mewakili daerah pantai, dan SD Negeri Ciaruteun Ilir 01, Ciaruteun Ilir, Bogor, sebagai perwakilan dari daerah bukan pantai. Subyek dari penelitian adalah kelas 5 dari dua sekolah dasar, masing-masing berjumlah 27 siswa sehingga jumlah keseluruhan subyek adalah 54 siswa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara daerah pantai dan bukan pantai yang ditunjukkan dengan frekuensi dan jumlah konsumsi ikan laut di daerah pantai lebih tinggi dibanding daerah bukan pantai. Demikian pula dengan tingkat kecukupan energi dan protein. Status gizi dan prestasi belajar di daerah pantai lebih baik dibanding daerah bukan pantai. Frekuensi konsumsi ikan laut berkorelasi dengan tingkat konsumsi energi dan protein. Tingkat kecukupan energi dan protein berkorelasi dengan status gizi IMT/U dan LILA. Tingkat kecukupan energi juga berkorelasi dengan prestasi belajar.
KEBIASAAN MENGONSUMSI JAJAN TERHADAP STATUSGIZI PADAANAK SEKOLAH PENGGUNA KATERING DAN NONKATERING (KASUS DI SD UMP PURWOKERTO DAN SDN 2 DUKUHWALUH) iken rahma; indah nuraeni; Hidayah Dwiyanti
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 1 No 01 (2017): Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.409 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2017.1.01.345

Abstract

ABSTRACT This research aims to know the difference between snacking habit and nutritional status of catering and non-catering food consumer in SD-UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh as well as knowing the corelation between snacking habit and nutritional status in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh. This research used cross sectional design with thirty eight respondents were collected by Simple Random Sampling method. Snacking habit was obtained by using FFQ. The data were analyzed by using Chi-Square and Mann Whitney analysis. Univariate analysis showed that the snacking habit on catering food consumers was 28.5%, whereas on non-catering food consumers was 76.5%. Bivariate analysis result showed the difference between snacking (p= 0.004) and nutritional status ( p= 0.044) on catering and non-catering food consumers in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh. There was no corelation between snacking habit and the nutritional status in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh (p= 0,117) and ( p=0,142). There was difference in snacking habit and nutritional status on students who were catering and non-catering consumers in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh and there was no corelation between snacking habit and nutritional status in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh. Key words: Snacking habit, Nutritional status, catering food, non-catering food. ABSTRAK Kebiasaan mengonsumsi jajan dapat mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kebiasaan jajan dan status gizi anak sekolah pengguna katering dan non-katering serta mengetahui hubungan kebiasaan jajan terhadap status gizi di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan 38 responden dengan metode Simple Random Sampling. Kebiasaan konsumsi jajan diperoleh menggunakan FFQ. Data di analisis menggunakan uji Chi-Square dan uji Mann Whitney. Hasil uji univariat menunjukkan bahwa pada anak sekolah pengguna katering kebiasaan jajan yaitu sebesar 28,5% sedangkan anak sekolah yang non-katering sebesar 76,5%. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat perbedaan kebiasaan jajan ( p = 0,004) dan status gizi ( p= 0,044) pada anak sekolah pengguna katering dan non-katering di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh serta tidak terdapat hubungan antara kebiasaan jajan terhadap status gizi di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh (p= 0,117) dan (p= 0,142). Terdapat perbedaan kebiasaan konsumsi jajan dan status gizi pada anak sekolah pengguna katering dan non-katering di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh serta tidak terdapat hubungan antara kebiasaan mengonsumsi jajan terhadap status gizi di SD UMP Purwokerto dan di SDN 2 Dukuhwaluh. Kata Kunci: Kebiasaan jajan, Status Gizi, katering, non-katering.
FERMENTASI BAKTERI ASAM LAKTAT MENINGKATKAN KANDUNGAN FENOLIK DAN SERAT YOGURT SUSU KECAMBAH KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.), MINUMAN FUNGSIONAL UNTUK OBESITAS Hery Winarsi
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 3 No 1 (2019): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.458 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2019.3.1.1526

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kadar BAL dan lama fermentasi terhadap kadar total fenol dan serat dalam yogurt susu kecambah kacang merah (Yosukamera). Kacang merah dikecambahkan 30 jam, diblender menjadi susu, kemudian difermentasi menjadi yogurt menggunakan BAL 1 dan 2%, serta lama fermentasi 12 dan 24 jam. Kadar serat meningkat oleh kadar BAL dan lama fermentasi (P<0,05), sedangkan kadar total fenol hanya dipengaruhi lama fermentasi (P<0,05). Yosukamera terbaik adalah yogurt yang dibuat dari susu kecambah kacang merah dengan kadar BAL 2% dan lama fermentasi 24 jam, mengandung antioksidan fenolik sebesar 993,08 ppm dan serat 6,29%. Yosukamera kaya antioksidan fenolik dan serat, dapat dimanfaatkan sebagai minuman fungsional bagi penderita obesitas. Sebagai selingan, yosukamera dapat dikonsumsi sebanyak 122-153 ml per harinya, dengan kandungan total fenol sebesar 121,22-152 mg dan serat 7,76-9,62 g.
PERILAKU GIZI SEIMBANG ANAK SEKOLAH DIPERBAIKI DENGAN EDUKASI GIZI ANAK DAN ORANGTUA Dyah Umiyarni Purnamasari; Endo Dardjito; Kusnandar Kusnandar
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 1 No 01 (2017): Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.691 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2017.1.01.318

Abstract

The objective of study was to analyze the improving of balanced nutrition behaviour after applying nutritional education through pictorial story media for children and audiovisual media for mothers. The design of this study is a quasi-experimental study. Subjects were 45 students and 45 mothers of Limpakuwus Elementary School, Banyumas Regency. There was increasing of students' knowledge (20.8%) and maternal nutritional knowledge (15.5%) after being educated. Different behavior changes occurred significantly (p: 0,000 <0.05) before and after nutrition education. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk menganalisis perbaikan perilaku gizi seimbang setelah penerapan edukasi gizi mellaui media cerita bergambar dan audiovisual pada orangtua. Desain penelitian ini adalah Kuasi Eksperimen. Sampel adalah 45 siswa dan 45 ibu pada SD Limpakuwus, Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan anak (20,8%) dan ibu (15,5 %) setelah pemberian edukasi. Terdapat perbedaan yang bermakna pada perilaku (p 0,000< 0,05) sebelum dan sesudah edukasi.
HUBUNGAN ASUPAN KARBOHIDRAT SEDERHANA, ASUPAN SERAT DAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN INDEKS MASSA TUBUH KARYAWAN REKTORAT UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN (UNSOED) noor cherinawati
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.665 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2018.2.2.1236

Abstract

This study aim to determine correlation between simple carbohydrates intake, dietary fiber intake, and excercise habbits on body mass index (BMI) of employee. This study used a cross-sectional method. As many as 63 peoples were selected as samples using purposive sampling method. Simple carbohydrate intake and fiber intake were measured using a 2x24 hour recall method, exercise habits were measured using exercise habits questionnaires. BMI was measured using digital scales and microtoise. The result showed an average simple carbohydrates intake 37.8 ± 33.3 g/day , dietary fiber intake 9.7 ± 4.1 g/day, excercise habbits 63.6 ± 77.7 minutes/week. The pearson correlation test showed insignificant relationship between simple carbohydrates intake, dietary fiber intake, and excercise habbits with BMI (p = 0.976, 0.871 and 0.454). Simple carbohydrates intake, dietary fiber intake, and excercise habbits did not relate with BMI head official employee Unsoed.
SUSU KECAMBAH KEDELAI BASAH KAYA PROTEIN LEBIH DISUKAI SEBAGAI MINUMAN ALTERNATIF UNTUK OBESITAS Heri Winarsi
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.993 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2018.2.1.896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kesukaan dan kandungan protein susu kecambah kedelai (sumbae) yang dibuat dengan cara basah dan cara kering. Melalui cara basah, sumbae dibuat dari kecambah kedelai yang telah dibersihkan dari kotoran dan coteledonnya, ditambahkan susu, sukrosa, dan sedikit garam, serta air, diblender hingga halus, kemudian disaring, dididihkan, dan dibiarkan dingin. Sumbae yang dibuat dengan cara kering, diawali dengan membuat tepung kecambah kedelai, kemudian disusun atas tepung kecambah kedelai, sukrosa, susu skim, dan garam. Sumbae kering perlu diseduh dengan air panas, diaduk-aduk hingga homogen. Sebanyak 52 panelis terdiri dari mahasiswa, karyawan, dan ibu-ibu PKK Desa Purwosari dan Pamijen, melakukan uji organoleptic meliputi warna, rasa, aroma, dan kekentalan, dengan metode scoring berskala 1-5; 1 sangat tidak suka, 2, tidak suka, 3, agak tidak suka, 4, suka, 5, sangat suka. Kadar protein ditentukan dengan mikroKjeldhal. Hasilnya, sumbae cara basah lebih disukai, dengan kandungan protein sebesar 13,771%. Satu takaran saji sumbae basah (250 ml) dapat memenuhi asupan protein sebesar 34,43 g setara dengan 60,40-61,48% kebutuhan akan protein untuk beberapa kelompok umur. Dengan demikian sumbae basah berpotensi sebagai penurun berat badan pada obesitas.
Aktivitas Antioksidan Protein Hidrolisat Dari Kasein Susu Kambing Etawa Hasil Hidrolisis Bromelin Dari Daun Nanas Madu Puji Lestari
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 4 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.833 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2020.4.1.2454

Abstract

Hydrolyzed proteins are fragments of protein fragments that have certain biological activities. Some of the functions of hydrolyzed proteins that are known are as antibacterial, antioxidant, antihypertensive, antithrombotic, anti-inflammatory, opioid, and immunomodulatory. Protein from Etawa goat's milk is one source of protein hydrolyzate. In this research, the antioxidant activity of protein hydrolyzate from casein Etawa goat milk was tested. Casein is hydrolyzed with bromelain from honey pineapple leaves. The research steps are: bromelain extraction, casein hydrolysis of Etawa goat milk, antioxidant activity fraction of hydrolyzed protein fractions by DPPH method, and hemolysis test. The results of the study were: (1) the highest degree of hydrolysis in casein hydrolyzate was achieved at 60 minutes incubation time, (2) casein hydrolyzate which had the highest antioxidant activity was incubated for 30 minutes, (3) based on the AAI value, the casein hydrolyzed activity included into the classification of weak antioxidants because AAI <0.5, (4) the results of the hemolysis test show that casein hydrolyzate does not cause hemolysis of red blood cells
OPTIMALISASI PEMBUATAN BROWNIES IKAN GABUS Tri Marta Fadhilah
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 4 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.289 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2020.4.1.2575

Abstract

Cork fish contains a lot of albumin compared to other freshwater fish, male cork fish albumin content of 6,7%, lower than female cork fish that have albumin 8,2%, are general brownies are made from flour, however, some have added fish to making brownies such as catfish and tilapia, but no one has added cork fish to make brownies, this study aims to determine to difference in sensory characteristics, the quality and content of albumin as well as the community's acceptance of brownie products. The design of this research is descriptive experimental design consisting of 2 factors: the proportion of the addition of cork fish consisting of 3 levels (60 grams, 80 grams, 100 grams), with the cork steaming process and the process without steaming cork fish. The results of this study are the average characteristics of brown, not fish-scented, not fishy and soft-textured. Brownie products that have significant differences both in terms of color, aroma, taste and texture are brownie samples with the addition of 100 grams of raw and 100 grams of steamed. The albumin content test for the addition of cork fish brownies which had the highest albumin content was found in the 100 gram raw cork fish addition brownie sample that was equal to 459.29% w / w. The results of the quality of brownie products are in accordance with SNI with the quality of water content <40% and ash content <3%. The acceptance of brownie products is that most people choose brownies with the addition of steamed cork 60 grams. The conclusion is cork fish brownies are acceptable to the public and contain high albumin.
Pengaruh Perilaku Personal Hygiene Petugas Instalasi Gizi Terhadap Angka Kuman Tangan Inayati Habib Rodhi
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 4 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.68 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2020.4.1.2456

Abstract

Pelayanan gizi di Rumah sakit merupakan pelayanan penunjang untuk proses penyembuhan pasien. Personal hygiene atau kebersihan pengelola makanan merupakan prosedur menjaga kebersihan makanan yang sehat dan aman. Tahun 2002 terdapat 5 - 6 kasus infeksi nosokomial setiap 100 kunjungan rumah sakit, salah satu penyebabnya keracunan makanan akibat perilaku personal hygiene petugas instalasi gizi yang buruk. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh perilaku personal hygiene terhadap angka kuman petugas instalasi gizi. Metode penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional pada 13 petugas Instalasi Gizi di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Pengumpulan data menggunakan check list dan uji laboratorium mengukur jumlah angka kuman. Analisis data uji Chi-square untuk mengetahui pengaruh antar variabel perilaku personal hygiene dan angka kuman tangan. Tingkat perilaku personal hygiene petugas instalasi gizi 53,85% berkategori sedang dan 46,15% berkategori baik. Angka kuman tangan petugas instalasi gizi 61,54% melebihi standar angka kuman yang diperbolehkan dan 38,46% kurang dari standar. Angka kuman yang tertinggi 3000 CFU/cm2 dan yang terendah 50 CFU/cm2. Perilaku personal hygiene tidak mempengaruhi angka kuman tangan (p>0,05). Kesimpulan tidak terdapat pengaruh perilaku personal hygiene terhadap angka kuman tangan petugas instalasi gizi di RS PKU Muhammadiyah Gamping yang signifikan.
POLA KONSUMSI SUMBER PURIN, AKTIVITAS FISIK DAN STATUS GIZI DENGAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DI PUSKESMAS KECAMATAN MAKASAR JAKARTA Gina Ganda Fitriana; Adhila Fayasari
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 4 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.752 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2020.4.1.2590

Abstract

Degenerative processes can decrease the endurance in elderly that leads to health problem such as gout. Gout is a metabolic disorder, which is indicated by an increase uric acid in bloodstream (hyperuricemia). Factors affecting high level of uric acid are purine intake, physical activity and nutritional status. The aim of this study was to analyze the relationship between consumption pattern of purine source food, nutritional status and physical activity with uric acid level in elderly. The study design was cross sectional. The sample consisted of 100 subyekts at Puskesmas Kecamatan Makasar. The analytical used chi square. Patterns of food consumption of purine sources were measured using FFQ questionnaires which was then cut off into into 2 categories: low-moderate purine category with score <55 and high purine category with a score of ≥55 physical activity and nutritional status were measured using questionnaires, uric acid levels was obtained by looking at laboratory results or from patients' medical records. There was 10% of subyekts withlo- moderate uric acid levels and 90% of subyekts with high purine consumption pattern. Based on the results of chi square test there was a significant difference (p <0.05) between the consumption pattern of purine source food with normal uric acid and high uric acid. There was a relationship between consumption pattern of purine food source with uric acid level in elderly.

Page 8 of 28 | Total Record : 276