cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat]
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
Perbedaan Status Gizi dan Pola Jajan Anak Sekolah Dasar di Jakarta Berdasarkan Rutinitas Sarapan Nunung Cipta Dainy; Fauza Rizqia; Walliyana Kusumaningati; Wilda Yunieswati
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.53 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i1.4980

Abstract

ABSTRAK Sarapan dengan menu bergizi seimbang adalah salah satu pilar gizi seimbang. Namun faktanya masih banyak yang meninggalkan sarapan, termasuk anak sekolah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasaan sarapan, kebiasaan jajan siswa sekolah MI Al-Falah Jakarta terhadap status gizi. Metode yang digunakan cross sectional pada 70 orang siswa sekolah MI Al-Falah yang terdiri dari siswa kelas empat dan lima. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pengukuran status gizi meliputi berat badan dan tinggi badan dilakukan menggunakan timbangan digital dan mikrotoise. Perhitungan IMT/U dilakukan menggunakan software WHO AnthroPlus. Analisis data menggunakan uji beda independent t-test. Hasil studi menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan status gizi antara anak yang rutin sarapan dengan yang jarang sarapan (p value > 0,05), namun terdapat perbedaan berat badan yang signifikan antara anak yang rutin sarapan dengan yang jarang sarapan (p value = 0,018). Berat badan juga berbeda signifikan berdasarkan kebiasaan sarapan dengan menu hasil memasak dirumah atau membeli (p value = 0,020). Tidak ada perbedaan frekuensi jajan di sekolah antara siswa yang rutin sarapan ataupun jarang sarapan (p value > 0,05). Kesimpulannya sarapan atau tidak, anak-anak tetap melakukan jajan di sekolah dan melewatkan sarapan mungkin menyebabkan kelebihan berat badan. Kata kunci : Anak Sekolah, Berat Badan, Jajan, Sarapan, Status Gizi
Hubungan Penggunaan Tas Sekolah dengan Keluhan Nyeri Punggung pada Siswa di SMP Negeri 106 Jakarta Erna Sariana; Ari Sudarsono
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i2.4986

Abstract

ABSTRAK Jam pelajaran sekolah dan ekstrakurikuler siswa, mempengaruhi beban tas yang dibawa sehingga timbul keluhan nyeri punggung siswa. Batas beban tas punggung yang diperbolehkan adalah 10-15% berat badan. Hal ini membuat peneliti tertarik meneliti hubungan penggunaan tas sekolah dengan keluhan nyeri punggung pada siswa di SMP Negeri 106 Jakarta tahun 2019. Jenis penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 305 orang siswa SMP Negeri 106 Jakarta, dipilih dengan proporsional random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan April – September 2019. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, penimbangan berat badan dan berat tas. Analisis data dengan univariat, bivariat (uji Kai Kuadrat), dan multivariat (uji Regresi Logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan nyeri punggung derajat berat dialami oleh 48,9% siswa. Hasil uji statistik, beberapa variabel yang berhubungan secara signifikan terhadap keluhan nyeri punggung antara lain jenis kelamin, IMT, berat tas, lama membawa tas, dan cara membawa tas. Hasil analisis multivariat, faktor dominan paling tinggi mempengaruhi keluhan nyeri punggung adalah cara membawa tas (OR = 2,717). Saran penelitin ini memberikan pendidikan kesehatan terkait dengan tindakan penggunaan tas yang tepat, mengatur jadwal pembelajaran yang tepat, dan disediakan loker pribadi untuk setiap siswa. Kata Kunci: Penggunaan Tas Sekolah, Nyeri Punggung, Remaja
Pengaruh Pencemaran Udara PM 2,5 dan PM 10 Terhadap Keluhan Pernapasan Anak di Ruang Terbuka Anak di DKI Jakarta Awaluddin Hidayat Ramli Inaku; Cornelis Novianus
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i2.4990

Abstract

ABSTRAK Udara adalah aspek penting dalam kehidupan manusia, semakin pesat pembangunan perkotaan, industri, dan transportasi dapat menyebabkan kualitas udara di area Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) mengalami penurunan kualitas udara, penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas udara partikulat meter (PM) 2,5 dan PM 10 terhadap keluhan pernapasan pengujung RPTRA. Lokasi penelitian di RPTRA Lenteng Agung, Sungai Bambu dan Taman Lapangan Banteng. Responden adalah 60 orang yang dipilih berdasarkan metode random sampling. Pengumpulan data dilakukan secara langsung. Analisis data menggunakan uji regresi. Hasil dari pengambilan sampel yaitu RPTRA Lenteng Agung PM 2,5 siang hari adalah 42 mg/m3 dan sore hari 68 mg/m3; PM 10 Siang hari 48 mg/m3 dan sore hari 80 mg/m3, RPTRA Sunga Bambu PM 2,5 siang hari adalah 14 mg/m3 dan sore hari 34 mg/m3; PM 10 Siang hari 16 mg/m3 dan sore hari 35 mg/m3, Taman Lapangan Banteng PM 2,5 siang hari adalah 8 mg/m3 dan sore hari 51 mg/m3; PM 10 siang hari adalah 9 mg/m3 dan sore hari 59 mg/m3. Hubungan paparan debu PM terhadap keluhan pernapasan anak-anak yang berkunjung ke RPTRA adalah PM 2,5 siang terhadap keluhan pernapasan yaitu sesak 0,000 (p<0,05) dan asma 0,049 (p<0,05), PM 2,5 sore terhadap keluhan pernapasan sesak, pilek dan nyeri tenggorokan 0,000 (p<0,05), keluhan pernapasan PM 10 siang terhadap kelihan pernapasan sesak 0,000 (p<0,05) dan sesak 0,049 (p<0,05) dan PM 10 sore terhadap keluhan pernapasan sesak 0,000 (p<0,05), pilek 0,043 (p<0,05), nyeri tenggorokan 0,031 (p<0,05). Hasil penelitian ini diharapkan pemerintah tetap mengontrol pencemaran udara di lokasi RPTRA karena dapat berisiko bagi kesehatan pengunjung khusunya anak-anak. Kata kunci: Udara, Pernapasan, RPTRA
Analisis Kepuasan Pasien HIV/AIDS Terhadap Pelayanan RSU Kabupaten Tangerang Tahun 2017 dengan Menggunakan Metode Servqual Riris Sakinah; Ratu Ayu Dewi Sartika; Hermawan Saputra
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i2.5121

Abstract

ABSTRAK Agenda penanggulangan HIV/AIDS menjadi salah satu masalah yang paling tidak terselesaikan di dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan perhatian khusus terhadap program tersebut dan memasukkannya sebagai salah satu agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Indonesia sebagai salah satu negara anggota Persatuan Bangsa-bangsa mengeluarkan SK No.451/MENKES/SK/XII/2012 untuk penanggulangan HIV/AIDS dan menunjuk lebih dari 358 rumah sakit untuk memberikan layanan HIV/AIDS. Namun ketiadaan fasilitas dan pelayanan kesehatan muncul seiring dengan semakin meningkatnya kasus baru. Di sisi lain petugas kesehatan merasa telah memberikan pelayanan yang berkualitas. Padahal untuk mengukur kualitas suatu pelayanan tidak mudah, harus menggunakan metode pengukuran tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan HIV/AIDS dengan metode servqual dan analisis pentingnya pekerjaan atau Importance Performance Analysis (IPA). Kombinasi metode campuran dengan desain penjelas berurutan memperkuat kedua metode tersebut. Pengambilan sampel secara acak sederhana untuk menemukan 100 sampel kasus HIV/AIDS untuk desain kuantitatif dan wawancara mendalam juga digunakan untuk menggali informasi lebih lanjut di antara petugas yang merawat pasien di rumah sakit tersebut. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan pelayanan rawat jalan HIV/AIDS RSU Kabupaten Tangerang sudah mencapai standar pelayanan minimal Rumah Sakit. Namun masih terdapat selisih sebesar -7,97 yang menunjukkan pasien tidak puas. RSU Kabupaten Tangerang perlu melakukan berbagai perbaikan atas kualitas pelayanan yang diberikan. Prioritas utama pembenahan adalah pada dimensi tangible berupa fasilitas penunjang ruang tunggu, ruangan di dalam poliklinik, toilet, areal parkir, dan stok obat. Kemudian disusul dimensi kehandalan, karena minimnya jumlah petugas yang berdampak pada ketanggapan pelayanan dan keterlambatan jam buka klinik. Kata Kunci : HIV/AIDS, Kepuasan Pasien, Metode Servqual
Determinan Pemberian Makan Pada Bayi Berusia Kurang Dari Enam Bulan Rosina Kardina Kidi Hurek; Odilia Esem
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i2.5197

Abstract

ABSTRAK Dua tahun pertama merupakan periode terpenting dalam kehidupan anak termasuk dalam hal pemberian nutrisi. Pola asuh pemberian makan yang salah pada periode ini dapat menimbulkan masalah. Data Profil Kesehatan Kota Kupang tahun 2017 menunjukan dari 539 bayi berusia 0-6 bulan di Puskesmas Oesapa hanya 12,43 % yang mendapakan ASI Ekslusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian makan pada bayi berusia kurang dari enam bulan yang ditinjau dari pengetahuan ibu, pendidikan ibu, dan pendapatan keluarga. Desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 135 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data terdiri dari univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (0,000 α < 0,05) dan pendidikan (0,038 α < 0,05) dengan pemberian makan pada bayi kurang dari enam bulan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan dan membuat kebijakan juga inovasi serta perlu disosialisasikan kepada anggota keluarga untuk mendukung ibu memberikan ASI ekslusif dan pemberian MP ASI tepat 6 bulan. Kata Kunci: Pemberian Makan Dini, Pengetahuan, Pendapatan Keluarga
Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Pemahaman Agama Islam Terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Ana Utami Zainal; Nia Musniati
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i2.5216

Abstract

ABSTRAK Proporsi rumah tangga yang tidak melakukan PHBS di Indonesia tahun 2013 adalah 67,7% (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2013). Proporsi rumah tangga tidak melakukan PHBS di DKI Jakarta tahun 2017 adalah 42,9 % (Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, 2018). Selain itu, belum terdapat data PHBS mahasiswa FIKES UHAMKA karena belum adanya penelitian terdahulu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan pemahaman Agama Islam terhadap PHBS mahasiswa FIKES UHAMKA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program studi kesehatan masyarakat FIKES UHAMKA. Pengambilan sampel dengan menggunakan proporsional random sampling dengan jumlah sampel 138 orang. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki PHBS yang kurang baik (57,2%), pengetahuan yang baik (50,7%), sikap yang baik (60,1%), dan pemahaman Agama Islam yang baik (70,3%). Hasil bivariat menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, dan pemahaman Agama Islam dengan PHBS (P value > 0,05). Saran dari penelitian ini, untuk FIKES UHAMKA, diharapkan adanya kegiatan yang berkelanjutan terkait dengan pelaksanaan PHBS agar mahasiswa tidak hanya sekedar mengetahui tetapi juga melakukan tindakan PHBS. Selain itu diperlukan adanya dukungan melalui fasilitas penunjang PHBS. Kata kunci: PHBS, Pengetahuan, Sikap, Pemahaman Agama Islam
Hubungan Kebiasaan Merokok Masyarakat dengan Pengeluaran Kesehatan Individu di Indonesia: Analisis Survei Kehidupan Keluarga Indonesia 2014/2015 Hana Fauzia; Afifah Nada Kamilah; Fizri Nur Azizah; Muhammad Rayhan Devan Riza; Aditya Maulana Zaqi; Estro Dariatno Sihaloho
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i2.5263

Abstract

ABSTRAK Kebiasaan merokok merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Pada tahun 2016, Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) melaporkan terdapat 65,19 juta perokok di Indonesia atau setara dengan 34% dari jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebiasaan merokok terhadap kesehatan individu dan pengeluaran pribadi. Penelitian ini menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS) dengan menggunakan data sekunder dari Indonesian Family Life Survey (IFLS 5) tahun 2014/2015. Hasil penelitian menunjukkan kebiasaan merokok masyarakat meningkat signifikan terkait pengeluaran kesehatan individu. Sedangkan variabel lain seperti jenis kelamin, usia, jumlah rokok yang dikonsumsi dalam satu hari, pendapatan, penyakit kronis, dan wilayah pemukiman (perkotaan atau pedesaan) juga memiliki hubungan positif dengan pengeluaran kesehatan individu. Kata Kunci: Pengeluaran Kesehatan Individu, Kebiasaan Merokok, Penyakit Kronis, Perkotaan
Analisis Kesiapsiagaan Struktural dalam Menghadapi Bencana Berdasarkan Hospital Safety Index Ririn Afrima Yenni; Novrikasari; Yuanita Windusari
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v6i1.4801

Abstract

ABSTRAK Lembaga kesehatan, seperti rumah sakit harus siap menghadapi bencana sebagai dasar untuk layanan perawatan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapsiagaan struktural rumah sakit dalam menghadapi bencana berdasarkan Hospital Safety Index. Penelitian ini adalah penelitian mix methods dengan jenis sequential explanatory design. Informan kunci terdiri dari empat orang yaitu Staf Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Staf Instalasi Pemeliharaan Sarana Non-Medik (IPSNM). Informan triangulasi yaitu Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Kesiapsiagaan struktural RSUP Dr. Mohammad Hoesin berdasarkan Hospital Safety Index sebesar 0,75. Wawancara mendalam menunjukkan bahwa anggaran dana, serta fokus rumah sakit dalam tahap peningkatan pelayanan kesehatan sebagai faktor penghambat untuk meningkatkan kesiapsiagaan struktural. Disarankan untuk terus meningkatkan tingkat keamanan dan kapasitas penanganan darurat dan manajemen bencana. Kata Kunci: Kesiapsiagaan Bencana, Rumah Sakit, Hospital Safety Index
Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Hipertensi dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Tugu Kecamatan Cimanggis Kota Depok Tahun 2019 : (Analisis Data Sekunder Menggunakan Data Rekam Medis) Susilawati Gunawan; Rista Rahmawati
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v6i1.5829

Abstract

ABSTRAK Diabetes mellitus adalah salah satu penyakit tidak menular yang hingga saat ini menunjukkan peningkatan.Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya diabetes mellitus tipe 2 diantaranya adalah usia, jenis kelamin dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan usia, jenis kelamin dan hipertensi dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Tugu Kecamatan Cimanggis Kota Depok tahun 2019. Metode penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan case control. Sampel penelitian ini terdiri dari 132 sampel kelompok kasus dan 132 sampel kelompok kontrol. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder. Analisis untuk uji hipotesis menggunakan uji statistik chi-square dengan α = 0,05 dan CI = 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 dengan nilai p value = 0,000 < α (0,05) dan nilai OR = 18,143 (95% CI 6,959-47,302). Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 dengan nilai p value = 0,519 > α (0,05) dan nilai OR = 1,222 (95% CI 0,736-2,029). Tidak ada hubungan antara hipertensi dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 dengan nilai p value = 0,879 > α (0,05) dan nilai OR = 1,098 (95% CI 0,603-1,997). Determinan yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 adalah usia. Sedangkan determinan yang tidak berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 adalah jenis kelamin dan hipertensi. Kata Kunci: Usia, Jenis Kelamin, Hipertensi, Diabetes Mellitus tipe 2
Coronavirus Jakarta: Perbandingan Pemukiman Kumuh dan Pemukiman Mewah Marwan Wahyudin
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v6i1.5945

Abstract

ABSTRAK Kasus Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sudah merebak ke lebih dari 200 negara, salahsatunya Indonesia. Episentrum penyebaran COVID-19 di Indonesia adalah DKI Jakarta. KepadatanDKI Jakarta sebagai ibu kota negara menimbulkan banyak permasalahan seperti buruknyapemukiman. Terjadinya pemisahan antara pemukiman kumuh dan mewah adalah hasil persaingantingkat dan ekonomi penduduk. Selama pandemik berlangsung belum diketahui apakah pemukimankumuh atau pemukiman mewah yang lebih terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiperbedaan antara pemukiman kumuh dengan pemukiman mewah pada kasus COVID-19. Data yangdigunakan adalah data harian COVID-19 DKI Jakarta dari tanggal 25 Maret 2020 sampai dengan18 Oktober 2020 dengan menggabungkan data Badan Pusat Statistik berupa muatan dominan, yaitupemukiman kumuh dan mewah. Berdasarkan hasil penelitian, secara rata-rata harian keseluruhanjumlah kasus positif di pemukiman kumuh mencapai 65,58 kasus sedangkan pada pemukimanmewah mencapai 56,57 kasus. Pemukiman kumuh cenderung lebih beresiko terkena COVID-19dikarenakan ekonomi dan sulitnya akses kesehatan. Ditemukan perbedaan nyata antara pemukimankumuh dan mewah terhadap variabel kasus positif, pasien sembuh, pasien dirawat, pasienmeninggal, dan pasien yang melakukan isolasi mandiri. Perlunya penangan lebih tepat padapemukiman kumuh agar bisa mengurangi dampak yang terjadi. Kata Kunci: Pemukiman, Kumuh, Mewah, Jakarta, COVID-19

Page 11 of 20 | Total Record : 195