cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat]
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
Penyusunan Rencana Strategis Bisnis pada Rumah Sakit Swasta di Jakarta Yuyun Umniyatun
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2523

Abstract

Rencana strategis bisnis adalah sebuah petunjuk/pedoman yang dapat digunakan organisasi dari kondisisaat ini untuk mencapai tujuan usaha dalam waktu beberapa tahun ke depan. Rencana strategis bisnismemuat strategi-strategi perusahaan yang selanjutnya menjadi dasar bagi penyusunan program kerja.Dengan demikian arah pengembangan perusahaan menjadi jelas dan terarah sehingga perusahaanmenghasilkan kinerja yang lebih baik dan mampu bersaing di dalam bisnis serupa. Penelitian rencanastrategis bisnis merupakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Melalui kerangka kerja analisisperumusan strategi Fred R. David, maka terdapat tiga (3) tahapan yang dilakukan. Tahap pertama adalahtahap input stage, yaitu melakukan analisis faktor eksternal dan internal dengan menggunakan matriksEFE (external factor evaluation) dan matriks IFE (internal factor evaluation). Tahap kedua adalah tahapmatching stage, yaitu menentukan posisi rumah sakit dengan menggunakan matriks IE (Internal External).Kemudian dengan matriks IE dan matriks TOWS menentukan strategi alternatif yang dapat dilakukan.Tahap ketiga adalah tahap decision stage, yaitu menentukan strategi prioritas dengan menggunakan matriksQSPM (Quantitatif Strategic Planning Matrix). Penelitian tentang rencana strategis bisnis yang dilakukandi RSIA SMBmenghasilkan skor EFE sebesar 3.8 dan skor IFE sebesar 2.725, sehingga diketahui posisiRSIA SMB berada pada sel II yang menunjukkan tahap tumbuh dan membangun. Pada tahap ini strategialternatif yang dikembangkan adalah market penetration, market development dan product development.Strategi prioritas yang dihasilkan adalah : 1) Pengembangan dan Penetrasi Pasar dengan MeningkatkanUpaya-Upaya Pemasaran (Skor 7.15); 2) Pembukaan Ruang NICU/PICU (Skor 7.10); 3) PengembanganRuang Rawat Inap (Skor 7.05); 4): Penambahan Layanan Radiologi (Skor 6.55); 5) Pengembangan AreaParkir dan Akses Masuk (Skor 4.68)
Perbedaan Siklus Menstruasi Antara Akseptor Suntik 3 Bulan Depo Medroxy Progesteron Acetate (DMPA) dengan Implant di Puskesmas Baumata Kabupaten Kupang Siti Nur Asyah Jamillah Ahmad; Dina Melanieka Sintikhe Henukh
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.5600

Abstract

ABSTRAK Laporan data menyatakan bahwa di Provinsi NTT akseptor KB aktif (59,27%), menggunakan suntikan, (17,31%) menggunakan implant, (8,05%) menggunakan IUD, (17,24%) menggunakan Pil, (4,50%)MOW, (0,64%) MOPdan (0,45%) kondom. Penelitian menganalisis perbedaan siklus menstruasi kontrasepsi suntik 3 bulan DMPA dengan implant di Puskesmas Baumata. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 40 ibu akseptor KB suntik 3 bulan DMPA dan implant di Puskesmas Baumata Kabupaten Kupang dengan teknik pengambilan sampel Purposive sampling. Data diukur menggunakan Test of Normality ShapiroWilk kemudian diuji menggunakan uji Mann-Whitney. Siklus menstruasi pada ibu akseptor kontrasepsi Suntik 3 Bulan DMPA nilai mean-nya 42,2. Median-nya 40,0 dan standar deviationnya 5,7, adapun siklus menstruasi pada ibu akseptor kontrasepsi Implant nilai mean-nya 31,0. Median-nya 28,0 dan standar deviationnya 7,5. Berdasarkan uji Mann-Whitney didapatkan Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < α (0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan siklus menstruasi pada ibu akseptor Kontrasepsi Suntik 3 Bulan DMPA dan Implant di Puskesmas Baumata. Kata Kunci: Akseptor Kontrasepsi Suntik DMPA, Implant dan Siklus Menstruasi,
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Minat Masyarakat Berkunjung ke Pelayanan Kesehatan Selama Covid-19 di Kota Tangerang Selatan Tahun 2020 Ranita Darma Sari; Fini Fajrini; Moor Latifah; Suherman
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.6939

Abstract

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seks Pranikah pada Remaja JakartaTahun 2020 Hanifah Rizti Aliyani; Nur Asiah
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.7476

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penelitian pendahuluan yang menunjukkan bahwa siswapernahmelakukan aktivitas seksual. Peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMK X Jakarta Utara Tahun 2020. Desain penelitian yangdigunakan adalah cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-Juni 2020. Sampel dalam penelitian ini adalah 167 siswa SMK X Jakarta Utara yang diambil secara stratified random sampling.Data yang dikumpulkan merupakan data primer dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Uji bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dengan nilai p = 0,415,sikap dengan nilai p = 0,641, religiusitas dengan nilaip = 0,392, terpaan media porno dengan nilaip = 0,108, peran orang tua dengan nilai p = 0,000 dan peranteman sebaya dengan nilai p = 0,000.Sehingga dapat disimpulkan bahwa peran orang tua dan peran teman sebaya merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMKX Jakarta Utara tahun 2020.Disarankan agar orang tua dapat memberikan informasi tentang kesehatanreproduksi dan seksualitas sedini mungkin dan mengawasi anak dalam pergaulan. Kata Kunci : Perilaku, Seks Pranikah, Remaja
Gambaran Pemanfaatan Antenatal Care dan Hubungannya dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Indonesia Rimawati Aulia Insani Sadarang
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.7788

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan khusus kepada ibu untuk kehamilan yang lebih sehat dan hasil kehamilan yang baik, namun tidak semua ibu bisa mendapatkan ANC yang komprehensif. Ada banyak faktor yang memengaruhi pemanfaatan ANC yang berpotensi berdampak pada luaran kehamilan, seperti Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan ANC dan hubungannya dengan kejadian BBLR di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data dari Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI 2017) dengan desain studi cross sectional. Analisis data dilakukan pada wanita usia subur yang pernah memanfaatkan ANC. Potensi hubungan antara karakteristik pengguna ANC dengan BBLR berdasarkan hasil analisis regresi logistik dengan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan 83,5% responden memanfaatkan ANC pada trimester pertama. Keterlambatan inisiasi ANC diidentifikasi pada responden berusia 35-39 tahun ke atas, tinggal di pedesaan dan dari indeks kesejahteraan terendah. Terdapat peningkatan risiko BBLR secara linier karena keterlambatan inisiasi ANC. Dibandingkan dengan responden yang memulai ANC pada trimester pertama, responden yang memulai ANC pada trimester ketiga memiliki risiko 1,46 kali lebih tinggi untuk mengalami BBLR. Evaluasi terhadap pelayanan ANC berdasarkan ciri-ciri yang teridentifikasi di atas diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan ini guna mencegah terjadinya masalah kesehatan, seperti BBLR.
Pengaruh "Kulwap” (Kuliah Whatsapp) Terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Pencegahan Balita Stunting Di Kelurahan Rajeg Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang Ayatun Fil Ilmi; Tri Okta Ratnaningtyas; Muhammad Cahyadi Yanuar
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.7922

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah keadaan gagal tumbuh dan malnutrisi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak adekuat diakibatkan pola makan yang tidak sesuai dengan angka kecukupan gizi dalam rentang waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian "kulwap” (kuliah whatsapp) terhadap pengetahuan wanita usia subur tentang pencegahan stunting. Desain penelitian preexperimental design dengan rancangan one group pretest-posttest dalam penelitian ini. Subjek penelitian sebanyak 30 wanita usia subur diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data pengetahuan wanita usia subur mengenai stunting diperoleh dari kuesioner pre-test dan post-test. Pemberian "kulwap” (kuliah whatsapp) dengan metode edutainment dan brainstorming. Rerata skor pengetahuan wanita usia subur pada saat pre-test 56,27±6,119, terjadi kenaikan skor pada post-test63,33±7,355. Analisis statistik menggunakan paired sample t-test menunjukkan adanya perubahan signifikan antara pengetahuan wanita usia subur tentang stunting pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi (p=0,001). Kata Kunci: Stunting, Whatsapp, Brainstorming, Edutainment
Hubungan antara Kepribadian dan Beban Kerja Dengan Kinerja Perawat Rahmawati Azis; Inggrid Tasidjawa; Apdiyani Toalu; Akmal
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perawat memiliki peran penting dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan dan kajian kinerjanya merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kepribadian dan beban kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Labuang Baji Kota Makassar tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini berjumlah 143 perawat dan sampel sebanyak 72 orang perawat yang bertugas di ruang rawat inap. Teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik sampling acak sederhana dan uji statistik yang digunakan chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan kepribadian (ρ= 0,018) dan beban kerja (ρ= 0,015) dengan kinerja perawat. Di RSUD Labuang Baji Kota Makassar, kinerja perawat di ruang rawat inap memiliki hubungan dengan kepribadian dan beban kerja. Diharapkan kepada pihak rumah sakit agar dapat memberikan pelatihan pengembangan kepribadian terkait dengan kinerja perawat untuk dapat meningkatkan keterampilan dan mengembangkan hubungan dengan pasien dan sesama rekan kerja. Perlunya pula melakukan monitoring evaluasi secara berkesinambungan agar kualitas asuhan keperawatan yang diberikan makin menjadi lebih baik lagi. Kata kunci: Kinerja, Perawat, Kepribadian, Beban Kerja
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Buah dan Sayur pada Siswa di SMAN 4 Tambun Selatan Tahun 2021 Putri Indah Sari; Retno Mardhiati; Dian Kholika Hamal
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Buah dan sayur merupakan makanan sumber serat yang paling baik dan utama. Kandungan gizi yang terdapat pada buah dan sayur mempunyai banyak manfaat khususnya bagi remaja yang salah satunya dalam pencegahan penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada siswa di SMAN 4 Tambun Selatan. Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional dilakukan terhadap 200 siswa di SMAN 4 Tambun Selatan dengan jumlah populasi sebesar 1.113. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quota Sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan, sikap, dukungan teman sebaya, jumlah anggota keluarga berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur (Pvalue < 0,05), sedangkan jenis kelamin, ketersediaan buah dan sayur di rumah, penghasilan orangtua, dukungan orang tua tidak berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur (Pvalue ≥ 0,05). Untuk itu, diharapkan siswa memiliki kebiasaan mengkonsumi buah dan sayur melalui penerapan kebijakan sekolah yang mewajibkan setiap siswa membawa bekal makan siang yang terdiri dari sayur dan buah. Kata kunci: Siswa, Buah dan Sayur, Konsumsi
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Pemberian ASI Eksklusif Kurnia Nurcahya; Dinia Kholida Kiptiyah; Farianingsih; Homsiatur Rohmatin
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ASI secara eksklusif atau ASI eksklusif adalah ketika bayi hanya diberikan ASI tanpa makanan tambahan lainnya selama 6 bulan pertama dan disusui sejak dini. Banyak alasan yang menjadi faktor mengapa ibu tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Beberapa faktor utama termasuk kesadaran akan pentingnya ASI, kurangnya rasa percaya diri ibu, kurangnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI, dan kurangnya dukungan keluarga dalam pemberian ASI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pengetahuan ibu, pendidikan, dan dukungan suami yang mempengaruhi rendahnya pemberian ASI eksklusif di Desa Pandansari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 27 orang ibu yang mempunyai bayi umur 6-11 bulan yang diambil menggunakan total sampling. Penelitian ini akan dilakukan di desa Pandansari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Kesimpulan hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan ibu, faktor pendidikan ibu dan faktor dukungan suami dengan rendahnya pemberian ASI eksklusif di Desa Pandansari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan program promosi kesehatan, khususnya penyuluhan melalui kelas ibu hamil tentang ASI eksklusif mulai dari persiapan pemberian ASI eksklusif sampai pentingnya dukungan keluarga dalam pemberian ASI eksklusif, sehingga capaian ASI eksklusif dapat meningkat. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Faktor Pemberian ASI Eksklusif
Factors Associated with Dyspepsia among Final Year University Students Kurnia Amelia; Febrianti
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dispepsia merupakan kumpulan gejala yang ditandai dengan rasa tidak nyaman pada abdomen bagian atas dan berdampak negatif terhadap produktivitas penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan dilaksanakan pada bulan April – Juni 2022 di Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Prevalensi kejadian dispepsia pada penelitian ini adalah sebesar 46,6%. Frekuensi konsumsi makanan berlemak, makanan dan minuman manis, minuman berkafein, makanan dan minuman tanpa dimasak, makan di luar rumah, konsumsi camilan saat malam hari, tidak sarapan, dan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir. Sementara itu, kejadian dispepsia memiliki hubungan yang signifikan dengan frekuensi konsumsi makanan pedas (p-value: 0,020 ; OR: 2,252 ; 95% CI: 1,181-4,293), jam makan tidak teratur (p-value: 0,033 ; OR: 2,331 ; 95% CI: 1,124-4,833), dan stres (p-value: 0,017 ; OR: 4,577 ; 95% CI: 1,435-14,594). Frekuensi konsumsi makanan pedas, jam makan tidak teratur, dan stres merupakan faktor risiko kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa disarankan untuk menghindari jenis makanan pedas, jam makan tidak teratur, dan meningkatkan kapasitas manajemen stres yang baik. Kata kunci: Dispepsia, Kebiasaan Makan, Stres