cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat]
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum Kelurahan Cawang Tahun 2023 Astuti, Galuh Putri Kusuma; Amrullah, Afif Amir; Simanjorang, Chandrayani; Apriningsih
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v8i2.12495

Abstract

ABSTRAK Alat Pelindung Diri (APD) merupakan upaya untuk mencegah penyakit akibat kerja (PAK) maupun kecelakaan kerja akibat bahaya dan risiko pekerjaan pada Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Cawang. Tujuan dari penelitian adalah untuk melihat faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD petugas PPSU Kelurahan Cawang. Penelitian dilakukan menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Besar sampel adalah 79 responden yang ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian yaitu ada 34,2% responden yang patuh dalam menggunakan APD. Hasil uji regresi logistik didapatkan bahwa pendidikan (p value=0,014) dan peraturan K3 (p-value=0,046) memiliki hubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Variabel usia, masa kerja, pengetahuan, sikap, persepsi, dan pelatihan K3 tidak berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Variabel paling dominan berdasarkan analisis multivariat adalah variabel pendidikan (POR=6,088). Dapat disimpulkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD adalah pendidikan dan peraturan K3 dengan variabel pendidikan sebagai variabel paling dominan. Disarankan untuk melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas pengetahuan pekerja khususnya terkait APD serta membuat peraturan atau SOP jelas terkait standar APD, jenis APD sesuai pekerjaan, dan sanksi terkait APD yang mudah diakses oleh petugas PPSU. Kata Kunci: Alat Pelindung Diri, Kepatuhan, Petugas PPSU
Evaluasi Penerapan K3 Bekerja di Ketinggian berdasarkan Permenaker No. 9 Tahun 2016 Alvianshah, Nikhen Hanifah; Sunaryo, Merry; Ayu, Friska; Rhomadhoni, Muslikha Nourma; Ratriwardhani, Ratna Ayu
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v8i2.12597

Abstract

ABSTRAK Penggantian DSP merupakan jenis pekerjaan yang berkaitan dengan ketinggian. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan K3 bekerja di ketinggian berdasarkan Permenaker No. 9 Tahun 2016 pada pekerjaan penggantian DSP di PT. PLN UPT Bekasi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif bersifat observasional yang melibatkan 7 informan yaitu pekerja penggantian DSP, pengawas K3 dan project manager. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada informan menggunakan teks pedoman wawancara dengan mengacu Permenaker No. 9 Tahun 2016 tentang K3 dalam Pekerjaan Ketinggian. Hasil penelitian yang diketahui melalui observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pekerjaan penggantian DSP masih kurang peduli terhadap aspek K3, belum melaksanakan kesiapsiagaan tanggap darurat, dan terdapat tenaga kerja yang kurang berkompeten. Penyebab dari permasalahan tersebut adalah kurangnya SDM yang menyebabkan perusahaan memanfaatkan tenaga kerja lepas harian, hal tersebut disampaikan secara langsung oleh project manager melalui wawancara. Secara keseluruhan pekerjaan penggantian DSP belum sepenuhnya melakukan penerapan K3 bekerja di ketinggian sesuai Permenaker No. 9 Tahun 2016, salah satunya yaitu rencana kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada perusahaan adalah dengan meningkatkan screening, monitoring, dan evaluasi, perusahaan dapat memberikan induction khusus yang membahas terkait jenis pekerjaan di ketinggian dan update regulasi terbaru tentang K3 bekerja di ketinggian untuk dapat diterapkan sehingga potensi dan risiko bahaya dapat di minimalisir. Kata Kunci: K3, Bekerja di ketinggian, DSP, Permenaker
Effect Of Tablet Administration Intervention On Blood With A Peer Educator Approach To Young Women Compliance Chandra, Vindi; Handayani , Sarah; Astuti, Nurul Huriah
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v9i1.12806

Abstract

ABSTRAK Hasil rekapitulasi data kesehatan pelajar Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor sebanyak 921 remaja putri mengalami anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan intervensi dan pengaruh kelompok kontrol, leaflet, dan video terhadap variabel pengetahuan, sikap dan niat dengan pendekatan peer educator terhadap kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah di SMA Negeri 1 Cigombong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian ini sebanyak 389 remaja putri, sampel penelitian ini sebanyak 45 responden dengan rumus sampel Slovin. Analisis yang digunakan yaitu Uji Anova & Paired T-Test, dengan teknik Purposive Sampling. Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menyatakan terdapat pengaruh signifikan pada kelompok intervensi leaflet dan video terhadap variabel pengetahuan, sikap, niat, dan kepatuhan (P-Value < 0.05), namun pada kelompok kontrol tidak bepengaruh secara signifikan terhadap semua variabel. Hasil uji Anova menunjukan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan (P-Value < 0,05) terhadap variabel pengetahuan, sikap, niat, dan kepatuhan antara kelompok kontrol dengan kelompok leaflet, kelompok kontrol dengan kelompok video, kelompok video dan kelompok leaflet. Kata kunci: Intervensi, Tablet tambah darah, Peer educator
Asupan Zat Gizi Makro dan Riwayat Penyakit Behubungan dengan Fungsi Kognitif Lansia di Puskesmas Kecamatan Gambir Jakarta Pusat Dainy, Nunung Cipta; Wibowo, Ari
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v9i1.12879

Abstract

ABSTRAK Fungsi kognitif mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, termasuk keluarga dan masyarakat tempat tinggal. Pada lansia, penurunan fungsi kognitif bisa menambah beban bagi keluarga dan masyarakat. Beberapa hal yang berperan dalam menentukan kemampuan kognitif termasuk jenis kelamin, aktivitas fisik, sejarah kesehatan, nutrisi yang dikonsumsi, dan tingkat stres. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menilai keterkaitan antara status gizi, konsumsi nutrisi makro, dan sejarah penyakit dengan kemampuan kognitif pada populasi lansia di Puskesmas Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Desain penelitian yang diterapkan adalah desain potong-lintang. Variabel independen mencakup status gizi, intik karbohidrat, protein, lemak, serta riwayat penyakit. Adapun fungsi kognitif merupakan variabel dependen dalam penelitian ini. Sampel penelitian terdiri dari 102 orang lansia berusia 65-75 tahun. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Food Recall 2x24 jam untuk mengukur asupan zat gizi, Mini Nutritional Assessment untuk menilai status gizi, Mini Mental State Examination untuk menilai fungsi kognitif, dan pertanyaan mengenai riwayat penyakit hipertensi, jantung, atau diabetes melitus. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi gangguan fungsi kognitif ringan pada lansia di Kecamatan Gambir mencapai 82,4%. Asupan zat gizi makro mayoritas pada kategori kurang, sebanyak 79,4% status gizi berisiko malnutrisi dan 87,3% dari mereka memiliki salah satu riwayat penyakit hipertensi, jantung, atau diabetes melitus. Terdapat hubungan yang signifikan antara gangguan fungsi kognitif dengan status gizi, riwayat penyakit, asupan karbohidrat, dan asupan protein (p-value <0,05). Kesimpulannya bahwa status gizi, riwayat sakit dan asupan karbodidrat juga protein sebagai faktor risiko terjadinya gangguan fungsi kognitif pada lansia di Kecamatan Gambir, Jakarta. Kata kunci: Intik karbohidrat, Intik protein, Riwayat sakit, Status gizi
The Relationship Of Infective Disease History and Family Income with The Incident Of Stunting Toddler Nur, Siti Nur Asyah Jamillah Ahmad; Henukh, Dina M.S
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v9i1.12942

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian stunting di kota Kupang mencapai 22%. Di Kecamatan Maulafa, bagian dari kota Kupang, terdapat 1.389 kasus stunting, sementara di kelurahan Fatukoa terdapat 176 kasus stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara riwayat penyakit infeksi dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada bulan Agustus-September 2023. Subjek penelitian terdiri dari 44 balita stunting di Kelurahan Fatukoa, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel dependen adalah kejadian stunting, sementara variabel independennya adalah riwayat penyakit infeksi dan pendapatan keluarga. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik. Berdasarkan uji yang telah dilakukan Balita yang memiliki riwayat penyakit infeksi memiliki tubuh yang sangat pendek (93%), sementara yang memiliki riwayat penyakit infeksi dan memiliki tubuh pendek (53%), Sementara itu, balita dengan pendapatan keluarga yang kurang memiliki tubuh yang sangat pendek, yakni sebanyak (21%), anak-anak dengan pendapatan keluarga yang cukup memiliki tubuh yang sangat pendek, yakni (79%). Sedangkan anakanak dengan pendapatan keluarga yang baik memiliki tubuh yang pendek sebanyak (67%) dan memiliki tubuh yang sangat pendek sebanyak (33%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara riwayat penyakit infeksi dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Fatukoa Kota Kupang (Asymp. Sig. = 0,000 < α = 0,05). Oleh karena itu, hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Kata kunci: Riwayat Penyakit Infeksi, Pendapatan Keluarga, Stunting
The Effectiveness Of Clean And Healthy Living Behavior Towards Vector Borne Disease Prevention In Middle And Low Income Countries : Literature Review Az-Zahra, Maritsa Putriniandi
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v9i1.13563

Abstract

ABSTRAK Prevalensi penyakit yang ditularkan oleh vektor, yang sering kali disebabkan oleh vektor arthropoda, jauh lebih tinggi pada populasi dengan sanitasi yang buruk dan kondisi sosial ekonomi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam mencegah penyakit yang ditularkan oleh vektor di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Dengan menggunakan metode PRISMA yang mencakup tiga tahap: identifikasi, penyaringan, dan penilaian kelayakan, pencarian literatur komprehensif dilakukan dengan kata kunci seperti "penyakit yang ditularkan oleh vektor," "negara berkembang," dan "gaya hidup sehat." Pencarian ini menghasilkan lima artikel yang relevan berdasarkan kriteria inklusi. Analisis terhadap artikel-artikel ini menunjukkan korelasi yang signifikan antara penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dengan penurunan penyakit yang ditularkan oleh vektor. Komunitas yang memiliki pengetahuan serta praktik perilaku hidup bersih dan sehat memiliki angka kasus yang lebih rendah jika dibandingkan dengan mereka yang kurang memiliki kesadaran dan praktik ini dan mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat dapat secara signifikan mengurangi insiden penyakit yang ditularkan oleh vektor. Kebijakan kesehatan masyarakat harus memprioritaskan kampanye edukasi dan perbaikan infrastruktur untuk mendukung perilaku ini, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penelitian lebih lanjut harus berupaya mengidentifikasi dan meningkatkan strategi kontekstual spesifik untuk lebih meningkatkan efektivitas program ini. Kata kunci: Negara berkembang, PHBS, Penyakit-tular vektor
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Peran Ibu dengan Perilaku Personal Hygiene saat Menstruasi pada Siswi Kelas VII di SMPN 2 Jakarta Tahun 2021 Fadhillah, Fitri Nur; Hamal, Dian Kholika; Hidayati
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v9i1.14195

Abstract

ABSTRAK Personal hygiene merupakan sesuatu yang penting pada remaja yang telah menstruasi. Perilaku personal hygiene yang kurang baik dapat disebabkan oleh pengetahuan, sikap, dan kurangnya peran ibu dalam pemberian informasi. Kurang baiknya personal hygiene dapat menyebabkan infeksi pada organ reproduksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan peran ibu dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada siswi kelas VII di SMPN 2 Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswi kelas VII SMPN 2 Jakarta dengan 100 sampel yang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pada bulan Agustus 2021. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil univariat menunjukkan siswi memiliki perilaku personal hygiene kurang baik saat menstruasi (64%). Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan, sikap, dan peran ibu dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi (Pvalue < 0,05). Diharapkan adanya peran aktif dari remaja putri dan peran ibu agar pengetahuan personal hygiene saat menstruasi meningkat, sehingga berpengaruh kepada perilaku yang baik pada remaja putri. Kata Kunci: Personal hygiene, Menstruasi, Remaja putri
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Station Mill House dan Machine di PT. X Kabupaten Bombana Tahun 2024 Linggi, Stefani Angelina; Fifi Nirmala G; Arum Dian Pratiwi
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v9i1.14630

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data dari PT. X, keluhan MSDs mengalami eskalasi selama tahun 2023. Terkhusus pada bulan Juli sampai Oktober, sehingga total kasus yang tercatat selama 2023 yaitu sebanyak 63 kasus, dengan jumlah tertinggi yaitu pada bulan oktober sebanyak 12 kasus. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu agar mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja Station mill house dan Machine shop di PT. X Kabupaten Bombana tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study dengan teknik Simple Random Sampling. Jumlah sampel sebanyak 80 responden. Analisis data menggunakan SPSS dengan uji statistik Chi-square yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia (p-value = 0,033), masa kerja (p-value = 0,005), dan postur tubuh (p-value = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungaan antara usia, masa kerja, dan postur kerja, dengan kejadian MSDs di PT. X, sehingga disarankan bagi perusahaan untuk selalu mengadakan tool box meeting atau safety talk kepada seluruh pekerja sebelum melakukan aktivitas guna menghimbau serta mengingatkan para pekerja agar selalu mengutamakan K3 sehingga tidak terjadi kecelakaan kerja ataupun penyakit akibat kerja seperti keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Kata Kunci: Umur, Masa kerja, MSDs, Postur tubuh
FACTORS RELATED TO THE INCIDENT OF LOW BACK PAIN AMONG EMPLOYEES OF BANK SULTRA KENDARI CITY IN 2024 Mizan, Saiful; Asfian, Pitrah; Harleli
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v9i1.14633

Abstract

ABSTRAK Low back pain (LBP) adalah perasaan seperti nyeri, kesemutan, atau ngilu yang terasa di area punggung bagian bawah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian Low back pain pada karyawan Bank X Kota Kendari Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari tahun 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified sampling sebanyak 81 karyawan. Instrumen pengumpulan data penelitian ini yaitu kuesioner, lembar observasi RULA, alat tulis, kamera handphone dan komputer. Variabel penelitian meliputi posisi duduk, lama duduk, masa kerja, dan riwayat penyakit. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan Chi-square. Data disajikan dengan bentuk tabel distribusi frekuensi dan juga tabel keterkaitan antar variabel yang selanjutnya dibuatkan narasi.. Hasil penelitian menunjukan terdapat 32 atau 39,5% karyawan mengalami keluhan LBP dan 49 atau 60,5% tidak mengalami keluhan LBP. Terdapat hubungan posisi duduk (p-value = 0,020), lama duduk (p-value = 0,000), dan masa kerja (p-value = 0,048) dengan LBP. Namun, tidak ada hubungan riwayat penyakit dengan LBP. kesimpulannya tidak ada hubungan antara riwayat penyakit (p-value = 0,737) dengan LBP pada karyawan, dan ada hubungan antara posisi duduk, lama duduk dan masa kerja dengan LBP pada karyawan. Diharapkan perusahaan memperhatikan durasi kerja karyawan agar sesuai aturan ketenagakerjaan dan karyawan diharapkan memperhatikan posisi duduknya agar tetap ergonomis. Kata kunci: Lama Duduk, Low back pain, Masa Kerja, Posisi Duduk, Riwayat Penyakit
Efektivitas Pendidikan Kesehatan menggunakan Instagram Terhadap Pengetahuan dan Sikap Mengenai Karies Pada Siswa Tabran, Andi Farhan; Nino Adib Chifdillah; Emelia Tonapa
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v9i2.12731

Abstract

ABSTRAK Penyakit gusi (penyakit periodontal) menempati urutan ke 11 di dunia. Upaya untuk mengurangi angka kesakitan karies adalah melakukan promosi kesehatan gigi dan mulut secara dini, salah satunya dengan penggunaan media sosial Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan menggunakan Instagram terhadap pengetahuan dan sikap siswa SMAN 4 Berau tentang karies gigi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-experimental design dengan single group pre-test post-test. Populasi penelitian terdiri dari siswa Kelas XII penderita karies sebanyak 237 orang dan teknik pengambilan sampelnya adalah proporsional random sampling dengan jumlah responden sebanyak 113 orang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12,48 menjadi 15,12. Rata-rata skor sikap juga meningkat dari 62,22 menjadi 64,18. Secara statistik hasil uji Wilcoxon untuk variabel informasi adalah p=0,000, diikuti p=0,002 untuk variabel sikap. Pendidikan kesehatan menggunakan Instagram meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa SMAN 4 Berau. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan dengan Instagram sebagai medianya efektif terhadap peningkatan sikap responden. Kata kunci: Edukasi, karies, Instagram, pengetahuan, sikap