cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
An-Nas : Jurnal Humaniora
ISSN : 2549676X     EISSN : 25977822     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 95 Documents
TUHAN DALAM PRESPEKTIF IBRAHIM DAN KAUMNYA: ANALISIS SEMIOTIKA DAN TEOLOGI: ANALISIS SEMIOTIKA DAN TEOLOGI Khoirul Mustain; Chozainul Muna
AN-NAS Vol 5 No 1 (2021): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36840/annas.v5i1.390

Abstract

“This article aims to find out the concept of divinity in the story of Prophet Ibrahim and his people which is written in the Qur'an surah Al-Anbiya '. The research was conducted using Charles Sanders Pierce's semiotic approach and the theory of divinity according to Abu al-Hasan al-Asy'ari. Pierce in his theory introduced the triadic concept to find the meaning of a sign, namely the representament, object, and interpretant (rheme, dicisign, argument).As for the theory of divinity according to Abu al-Hasan al-Asy'ari the properties that must be in God are twenty attributes. Which is divided into four parts including an-nafsiyyatu, as-salbiyyatu, al-ma'āni, and al-ma'nawiyyatu. Both approaches are used to determine the meaning of the signs contained in the verse from the semiotic perspective of Charles Sanders Pierce. As well as the concept of divinity in it when viewed from the theory of divinity according to the perspective of Abu al-Hasan al-Asy'ari. The results of this study the authors found the concept of divinity and its negation contained in the story of Prophet Ibrahim and his people according to the perspective of Abu al-Hasan al-Asy'ari. Meanwhile, the meaning of signs in Pierce's semiotic theory, Prophet Ibrahim is a character who represents the truth of God's attributes because Prophet Abraham always interprets phenomena that occur using his logic which is also corroborated by God's revelations conveyed through the angel Gabriel. As for the Babylonians, they are figures who represent the negation of the truth of God's attributes because they interpret the phenomena that occur without logic and are more following the traditions of their ancestors.
KESALAHAN FONOLOGI BERITA SINOPSIS IKATAN CINTA MEDIA DARING PIKIRAN RAKYAT M. Fikri Utomo; Rifqi Rif’atus Sa’diyah; Candika R. Harunita Harunita
AN-NAS Vol 5 No 1 (2021): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36840/annas.v5i1.415

Abstract

“Penelitian ini bertujuan dapat mendeskripsikan kesalahan berbahasa dalam berita sinopsis sinetron Ikatan Cinta edisi bulan April pada media daring Pikiran Rakyat khususnya dalam bidang fonologi untuk kemudian diperbaiki. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Data penelitian dianalisis sesuai dengan prosedur kerja analisis kesalahan berbahasa, yakni mengumpulkan sampel kesalahan, mengidentifikasi dan mengklasifikasi kesalahan, menjelaskan kesalahan, dan mengevaluasi kesalahan. Hasil analisis ditemukan tiga jenis kesalahan fonologi yakni kesalahan penghilangan fonem terdapat 7, penambahan fonem terdapat 9, dan perubahan fonem terdapat 8. Dari ketiga kesalahan fonologi tersebut terdapat 24 kesalahan.”  
UNSUR TEOLOGIS DALAM TRADISI SELAMATAN KERBAU STUDI KASUS DESA BONDER KECAMATAN PRAYA BARAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT (NTB) Saliki Saliki
AN-NAS Vol 5 No 1 (2021): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36840/annas.v5i1.457

Abstract

Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi selamatan kerbau dan apa saja bentuk unsur teologis yang terkandung dalam tradisi selamatan kerbau. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif analitik. Tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi selamatan kerbau salah satu tradisi yang diwariskan oleh leluhur. Tujuan dari selamatan kerbau ialah agar kerbau yang diselamatkan dijauhkan dari segala bentuk penyakit ghaib, kerbau mampu berkembang biak dengan selamat, dan sebagai bentuk rasa syukur. Unsur teologis yang terkandung dalam tradisi ini yaitu; a).dzikir; b). do’a; c). ketupat yang melambangkan hati yang bersih agar mampu mendekatkan diri kepada Allah; d). Bantal (makanan khas Sasak) dimaknai sebagai simbol untuk memperkuat keyakinan dan syarit Islam; e). Peletakkan Sembeq pada dahi kerbau diharuskan mengucapkan shalawat atas Nabi; f). Penyembelihan ayam di maknai sebagai salah satu bentuk kepasrahan kepada Tuhan. Darah ayam yang disembelih sebagai salah satu gambaran bahwa seluruh ciptaan manusia akan kembali kepada Tuhan; g). Anak di bawah umur di perintahkan untuk mengucapkan kalimat aamiin di depan pintu kandang kerbau. Agar anak-anak kecintaannya dan keyakinannya kepada Tuhannya dapat tertanam dalam jiwa.
ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA (STIMULUS DAN RESPONS) DALAM NOVEL ROBI’AH AL-ADAWIYAH KARYA AZEEZ NAVIEL MALIKIAN Lilik Puji Lestari; Miftahul Mufid
AN-NAS Vol 5 No 1 (2021): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36840/annas.v5i1.461

Abstract

Perilaku individu dapat di pengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Kepribadian tokoh dalam sebuah cerita dapat di ciptakan oleh penulis untuk menggambarkan suatu kepribadian yang dimiliki oleh seseorang. Psikologi dan karya sastra memiliki keterkaitan karena keduanya sama – sama membahas tentang kehidupan manusia.Tingkah laku merupakan sebuah rangkaian sebab dan akibat dari adanya stimulus dan respon. Respon terjadi karena adanya stimulus yang di berikan. Penelitian ini bertujuan untuk membedah tingkah laku tokoh Robi’ah berdasarkan stimulus dan respon dalam novel perjalanan dan cinta wanita sufi Robi’ah Al Adawiya  karya azeez naviel malakian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelittian ini adalah studi pustaka yaitu dengan cara mengumpulkan seluruh data yang berupa penggalan kalimat dan paragraf yang sesuai dengan kajian psikologi behavorisme Jhon B Whatson dalam novel tersebut.  hasil analisis peneliti dalam penelitian ini yaitu 1. Stimulus kondisi batin atau pesikis yang dialami oleh tokoh utama. 2. Stimulus kondisi lingkungan tempat hidup tokoh utama 3. Kondisi lingkungan masyarakat tokoh utama 4. Berbagai respon yang muncul yang berasal dari stimulus tersebut baik berupa respon positif maupun negativ. Penelitian tentang analisis ini adalah analisis tokoh utama dengan teori behavorisme dalam novel perjalanan dan cinta wanita sufi Robi’ah Al – Adawiyah.
TOKOH PATIH GAJAH MADA DALAM HIRARKI KEBUTUHAN MASLOW (1334-1359) Suroyo; Bima MaulanaPutra
AN-NAS Vol 5 No 2 (2021): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36840/annas.v5i2.468

Abstract

Tokoh Patih Gajah Mada pada masa Kerajaan Majapahit telah memberikan sumbangan terbesar terhadap nusantara dengan sumpah Palapa. Dalam mewujudkan sumpah tersebut dapat ditinjau dengan kepribadian tokoh Gajah Mada dengan menggunakan teori hirarki kebutuhan Maslow. Metode yang digunakan dalam penulisan ini kualitatif dengan pendekatan sejarah untuk menganalisis tokoh Gajah Mada. Berdasarkan analisis dengan pendekatan sejarah menunjukkan bahwa tokoh Gajah Mada telah memenuhi hirarki kebutuhan yaitu kebutuhan Fisiologis, Kebutuhan Rasa Aman, kebutuhan Memiliki dan Kasih Sayang, Kebutuhan Penghargaan, dan Kebutuhan Aktualisasi Diri telah terpenuhi dengan sempurna dengan dibuktikan terwujudnya Sumpah Palapa.
E-KOMIK EDU TATABIN SEBAGAI BAHAN LITERASI PEMBINAAN TATA BAHASA INDONESIA Sugianti Sugianti; Ilmiyatur Rosidah; Barotun Mabaroh
AN-NAS Vol 5 No 2 (2021): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36840/annas.v5i2.477

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah mengembangakan bahan literasi berbasis digital dengan tampilan yang lebih menarik dan berfokus pada pengembangan literasi Tatabin (Tata Bahasa Indonesia) dalam pembinaan Tata Bahasa Indonesia. Pengembanga tersebut didasarkan pada fenomena saat ini, dimana banyak literasi mengenai tata bahasa Indonesia mulai dari PUEBI, maupun ensiklopedia tata bahasa Indonesia. Akan tetapi, bagi sebagaian besar pelajar enggan membaca keseluruhan bahan literasi tersebut karena cerderung hanya berbentuk bacaan dan tata kalimat semata. Tidak ada tampilan yang menarik  seperti halnya gambar dan warna. Ada tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu pengalaman langsung (enactive), pengalaman pictorial atau gambar (iconic), dan pengalaman abstrak (symbolitic). Dari tiga modus pembelajaran tersebut, modus pictorial merupakan modus yang paling menarik bagi para siswa. Oleh karena itu,  dibutuhkan literasi tata bahasa Indonesia yang menggambarkan kreativitas dan inovatif dalam penyajian ketatabahasaan, selain itu memerhatikan kondisi pandemi covid-19 saat ini. Pendekatan dalam peneliti ini adalah R&D. Model pengembangan penelitian ini menggunakan model procedural Dick and Carey, yakni: 1) Tahap persiapan: Observasi, Analisis kebutuhan; 2) Tahap pengembangan: (1) Menentukan Bahan/ konten bacaan tatabin. Hasil analisis kebutuhan dari penelitian ini adalah para pegiat literasi membutuhkan tampilan berbeda sebagai bahan literasi tata bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini berupa literasi “Tatabin” berupa E-Komik Edu.
Ritual Wong-wongan Sebagai Upaya Masyarakat Bali dalam menghadapi Pandemi Covid-19 (Analisis Teori Simbol dalam Pendekatan Antropologi) Datin Rafiliah
AN-NAS Vol 5 No 2 (2021): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36840/annas.v5i2.478

Abstract

Amidst the pandemic, the Indonesian government has issued some regulations to reduce the transmission of Covid-19. At the same time, there are rituals from various regions that are believed to be a method to ward off threats, calamities, or diseases. In this study, the author examines a ritual known as Wong-wongan, which is performed by the Balinese to deal with the pandemic. The researcher conducted a qualitative study, which is library research with books and other literature as the primary object. The result of this discussion is that it is called wong-wongan rice because this ritual provides offerings that are placed in the yard of the house's entry in a cooked form, specifically rice in the shape of wong-wongan (people). This offering also includes a variety of additional ingredients, including onions, ginger, salt, and prickly pandan leaves, which are some of the symbols of weapons used to ward off evil. Everything is arranged on the tip of a banana leaf sheet. With tools or materials, as well as other symbols that reflect certain characteristics in this ceremony, it provides an understanding in the Anthropological approach, specifically on the symbol theory provided by various anthropologists such as Raymond Firth, Geertz, and others. According to Geertz, the analysis of rituals, traditions, and ceremonies in any form carried out by the Balinese people, or those outsides of them, is not just a set of values whose place is outside of humans, but also a system of knowledge and a system of symbols that permits meaning to exist. A symbol can transform knowledge into value and value into knowledge.
PEMARKAH DEIKSIS BAHASA BIMA (SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK) Sugerman Sugerman; Hasan Hasan; Eka Yulianti
AN-NAS Vol 5 No 2 (2021): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian bahasa dalam proses interaksi antara individu dengan individu memberikan kemudahan bagi penutur dan petuturnya. Salah satu kemudahan yaitu adanya bentuk pengacuan dan referensial. Acuan inilah yang disebut dengan deiksis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk deiksis bahasa Bima dengan pemarkah deiksis persona, tempat, dan waktu.Penelitian dikategorikan penelitian fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian yaitu mahasiswa STKIP Yapis Dompu dengan teknik pengumpulan data antara lain teknik observasi dan simak catat. Penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam bahasa Bima terdapat bentuk deiksis yaitu persona, tempat, dan waktu. Deiksis persona memiliki bentuk deiksis persona pertama tunggal, pertama jamak, kedua tunggal, kedua jamak, ketiga tunggal, dan ketiga jamak serta memiliki penanda kesantunan. Deiksis tempat memiliki bentuk deiksis tempat yang dekat penutur dan yang jauh dengan penutur. Dan deiksis waktu memiliki bentuk deiksis waktu kini, waktu yang akan datang, dan waktu lampau.
CONCERNING K-POP PENGENALAN SINGKAT TENTANG KOREAN WAVE (HALLYU STAR) Firda Rizka Rachma Wahdani; Ari Abi Aufa
AN-NAS Vol 5 No 2 (2021): AN-NAS: Jurnal Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36840/annas.v5i2.497

Abstract

Abstrak
Islam Jawa dan Ritual Slametan dalam Pespektif Antropologi farhan agung ahmadi; Nurul Qolbi Kurniawati
AN-NAS Vol 6 No 1 (2022): AN-NAS: JURNAL HUMANIORA
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36840/annas.v6i1.502

Abstract

Jawa sebagai sebuah bentuk kebudayaan yang memiliki kekuatan eksistensi di tengah datangnya berbagai budaya dan agama baru. Datangnya agama baru di Jawa tidak menghilangkan budaya dan tradisi Jawa. Islam mampu berdialektika dengan budaya Jawa sehingga membentuk sebuah varian Islam yang khas dan unik. Ritual slametan merupakan salah satu bentuk dialektik antara tradisi Jawa dengan unsur nilai Islam. Penelitian ini akan mengkaji ciri khas Islam jawa yaitu ritual slametan dalam perspektif antropologis.  Sumber data yang digunakan peneliti diperoleh dari beberapa buku literatur teori dan jurnal penelitian terkait yang mengkaji ritual dan Islam Jawa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan studi literatur, artinya peneliti mengumpulkan beberapa data melalui beberapa sumber data teks yang kemudian diolah secara deskriptif. Penelitian berupaya menjelaskan dengan detail bagaimana Islam jawa dan ritual slametan dalam perspektif antropologis?

Page 8 of 10 | Total Record : 95