cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
kartowijaya@universitaskebangsaan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arcade@universitaskebangsaan.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
Published by Universitas Kebangsaan
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Architecture Journal A R C A D E is Open Journal System published by Prodi Architecture Kebangsaan University, Bandung. Architectural Journal A R C A D E is, is a peer-reviewed scientific journal, publishing scholarly writings about Architecture and its related discussion periodically. The aims of this journal is to disseminate research findings, ideas, and review in architectural studies SCIENTIFIC AREAS: Building (architecture) and Urban/Regional Study: theory, history, technology, landscape and site planning, behavioral, social and cultural, structure and construction, traditional architecture, criticism, digital architecture, urban design /planning, housing and settlements, and other related discussion Architecture Education and Practice: curriculum/studio development, work opportunities and challenges, globalization, locality, professionalism, code of ethics, project managerial etc. Architectural Journal A R C A D E is published 3 times a year in March, July and November every last date of the month.
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
“SETTING AREA” PEDAGANG INFORMAL SEBAGAI PENDUKUNG AKTIVITAS DI KORIDOR JALAN KINTAMANI KOTA BATAM Helen Cia; Suzanna Ratih Sari; Agung Budi Sardjono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1376.898 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v4i2.423

Abstract

Abstract: Almost every city and every country, besides having a formal sector also has an informal sector. The emergence of street vendors along the Kintamani corridor is an activity that supports the main activities taking place in the area. The main activities include worship, education, commercial and housing. The existence of street vendors trading activities has led to new activities in this road corridor where in addition to being a vehicle circulation, also a parking lot and even a place to gather and relax especially in the afternoon. Setting area aims to find out, recognize the diversity of street vendors activities and know the space needed by street vendors so that they know the pattern of setting areas that accommodate the diversity needs of street vendors as supporting activities without disturbing the main activities of the Kintamani Road corridor and the surrounding environment. The approach taken is to use a qualitative approach with a descriptive exploratory method. Interview with selected respondents based on certain criteria. Data analysis was performed by classifying the diversity of street vendors in the corridor. This area setting is expected to be able to solve city problems, street vendors themselves as perpetrators who are often evicted or forcibly moved and also the Batam city government as a policy maker so that urban spatial planning is synergized to improve the economy of the community and city.Keyword: Setting area, diversity of informal traders, supporting activity.Abstrak: Hampir setiap kota maupun setiap negara, selain mempunyai sektor formal juga mempunyai sektor informal. Kemunculan PKL di sepanjang koridor jalan Kintamani merupakan aktivitas yang mendukung kegiatan utama yang terjadi di kawasan tersebut. Kegiatan utama tersebut antara lain kegiatan ibadah, pendidikan, komersial dan perumahan. Adanya kegiatan perdagangan PKL ini menimbulkan aktivitas baru di koridor jalan ini dimana selain sebagai sirkulasi kendaraan, juga menjadi tempat parkir bahkan menjadi tempat berkumpul dan santai terutama di sore hari.Setting area bertujuan untuk mengetahui, mengenali keragamanan aktivitas PKL dan mengetahui ruang yang dibutuhkan oleh PKL sehingga mengetahui pola setting area yang mengakomodir kebutuhan keragaman PKL sebagai aktivitas pendukung tanpa mengganggu aktivitas utama dari koridor Jalan Kintamani dan lingkungan sekitar. Pendekatan yang dilakukan adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif eksploratif. Wawancara pada beberapa responden yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Analisis data dilakukan dengan melakukan klasifikasi keragaman PKL yang ada di koridor jalan tersebut. Setting area ini diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan kota, PKL itu sendiri selaku pelaku yang seringkali digusur atau dipindahkan secara paksa dan juga pihak pemerintah kota Batam selaku pembuat kebijakan sehingga tercapai tata ruang kota yang saling bersinergi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan kota.Kata Kunci: Setting area, keragaman pedagang informal, pendukung aktivitas
KLASIFIKASI KEKUMUHAN DAN KONSEP PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN (Studi Kasus : Permukiman Lampu Satu, Merauke) Reivandy Christal Joenso; Suzanna Ratih Sari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.967 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v4i2.366

Abstract

Abstract: Lampu Satu settlement is one of 12 slum areas in Merauke Regency. Based on the verification results, Lampu Satu slum settlement is the largest, which is 43.67 hectares or 39.44% of the total area of Merauke Regency slum areas. The purpose of this study is to determine the classification and concept of treatment slum settlements in the Merauke One Light settlement. The analytical method used is descriptive quantitative analysis of the characteristics of the Merauke Lampu Satu slums and measurement of the survey results based on the Minister of Public Works and Housing No. 2 of 2016 to determine the classification of slums and to analyze the concept of handling. The final results obtained in this study are the classification of Lampu Satu slums at a moderate level of slums. The concept of treatment that can be done is prevention with the socialization of licensing procedures, healthy living behaviors, waste management, fire disasters, as well as socialization of regional spatial plans. While the improvement of the quality of settlements is carried out on infrastructure and facilities that are still not by applicable standards and criteria as well as by conducting a resettlement program in settlements located in coastal zones.Keyword: classification; slums; concept of treatmentAbstrak: Permukiman Lampu Satu merupakan salah satu dari 12 lokasi kawasan permukiman kumuh pada Kabupaten Merauke. Berdasarkan hasil verifikasi, permukiman kumuh Lampu Satu merupakan yang terluas yaitu 43,67 hektare atau 39,44% dari total luas kawasan permukiman kumuh Kabupaten Merauke. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan klasifikasi kekumuhan dan merumuskan konsep penanganan permukiman kumuh pada permukiman Lampu Satu Merauke. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif terhadap karakteristik permukiman kumuh Lampu Satu Merauke serta pengukuran terhadap hasil survei berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 2 Tahun 2016 untuk menentukan klasifikasi permukiman kumuh dan untuk menganalisis konsep penanganan. Hasil akhir yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu klasifikasi permukiman kumuh Lampu Satu pada tingkat kekumuhan sedang.  Konsep penanganan yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan sosialisasi terhadap prosedur perizinan, perilaku hidup sehat, pengelolaan sampah, bencana kebakaran, serta sosialisasi tentang rencana tata ruang kawasan. Sedangkan peningkatan kualitas permukiman dilakukan pada prasarana dan sarana yang masih belum sesuai standar dan kriteria yang berlaku serta dengan melakukan program permukiman kembali (resettlement) pada permukiman yang berada pada kawasan sempadan pantai.Kata Kunci: klasifikasi; permukiman kumuh; konsep penanganan
PEMANFAATAN CAHAYA ALAMI TERHADAP MEJA BACA DI PERPUSTAKAAN Masrokan Masrokan; Wahyu Setia Budi; Erni Setyowati
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.55 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v4i2.408

Abstract

Abstract: Humans in carrying out daily activities always need sunlight. Nature has provided an abundant source of energy, solar heat. Indonesia is on the equator very rich in energy from sunlight. Sunlight has not been used by humans and seems to be refused entry into the room. The reading room is one of the facilities in the library. The reading room requires adequate sunlight and a good reading table layout so that it can be used optimally when reading and writing. The purpose of this research is to improve visual comfort in the reading room so that natural light can enter the reading room optimally in accordance with the standard requirements of the reading room so that the reading room can be utilized optimally. Research using quantitative methods that are measuring the location of the level of natural lighting in the reading room by using measuring devices. This research is very important to be done to translate human desires in planning and designing a good reading room. The results of this study can explain that natural light can be optimally utilized in the reading room (reading table) in the library by using reflector material (directors of sunlight). Determination of access to sunlight both windows and other openings will affect the organization of space, dimensions and design of space.Keyword: Natural Light, Reading Room, LibraryAbstrak: Manusia dalam melakukan kegiatan sehari-hari selalu membutuhkan cahaya matahari. Alam telah menyediakan sumber energi berlimpah yaitu panas matahari. Indonesia berada di garis katulistiwa sangat kaya energi dari sinar matahari. Cahaya matahari belum banyak dimanfaatkan manusia dan seakan-akan ditolak masuk ke dalam ruangan. Ruang baca merupakan salah satu fasilitas pada perpustakaan. Ruang baca membutuhan cahaya matahari yang cukup dan tata letak meja baca yang baik agar dapat dimanfaatkan secara optimal saat melakukan aktifitas membaca dan menulis. Tujuan penelitian adalah meningkatkan kenyamanan visual di ruang baca agar cahaya alami dapat masuk ke dalam ruang baca secara maksimal sesuai dengan kebutuhan standar ruang baca sehingga ruang baca dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian menggunakan metode kuantitatif yaitu melakukan pengukuran dilokasi mengenai tingkat pencahayaan alami pada ruang baca dengan memakai alat ukur. Penelitian ini sangat penting dilakukan untuk menterjemahkan keinginan manusia dalam merencanakan dan merancang ruang baca yang baik. Hasil dari penelitian ini dapat menjelaskan bahwa cahaya alami dapat dimanfaatkan secara optimal pada ruang baca (meja baca) di perpustakaan dengan menggunakan bahan reflector (pengarah cahaya matahari). Penentuan akses cahaya matahari baik jendela maupun bukaan lainnya yang bisa mempengaruhi organisasi ruang, dimensi dan desain ruang.Kata Kunci: Cahaya Alami, Ruang Baca, Perpustakaan
POLA PERMUKIMAN MASYARAKAT ABOGE, DESA CIKAKAK, KEC. WANGON, KAB. BANYUMAS Huda Muhammad Basalamah; R. Siti Rukayah; Suzanna Ratih Sari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.692 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v4i2.425

Abstract

Abstract: In Indonesia, there are still many traditional settlements, where the people who live in it still follow in the footsteps of their ancestors. One of them is a settlement in Cikakak Village, They still respects and preserves the culture of their ancestors before them. The purpose of this study was to determine the pattern of settlements formed in the Village of Cikakak. This is because the people there have quite unique characteristics, firstly because the use of the aboge calendar, the people in this village are the Aboge Kejawen community. The research method used in this study is a qualitative research method with involved observation. It is obvious that each individual group certainly has a variety of different ways of reaching a social agreement, this is what then gives the difference between a settlement with other settlements. There are unique things that emerge from each individual group, including orientation, shape, spatial patterns and religious concepts and traditions that form the basis of the formation of a settlement. The settlement patterns found in Cikakak Village are a combination of cluster settlement patterns and linear settlement patterns formed by kinship relations and components of traditional space types at various scales, and orientation based on the presence of the Kiai H. Mustolih Tomb and Saka Tunggal Mosque, and the spatial hierarchy that is placing space as a pattern forming settlements in the Village Cikakak.Keyword: settlements, pattern area, kejawen, aboge, beliefAbstrak: Di Indonesia, masih banyak terdapat permukiman tradisional, dimana masyarakat yang tinggal di dalamnya masih mengikuti jejak peninggalan dari nenek moyang mereka. Salah satu diantaranya merupakan permukiman di Desa Cikakak, Kec. Wangon mereka masih menghargai dan melestarikan budaya dari leluhur sebelum mereka. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pola permukiman yang terbentuk di Desa Cikakak. Hal ini dikarenakan masyarakat disana memiliki karakteristik yang cukup unik yakni penggunaan kalender aboge, karena masyarakat di desa ini merupakan kelompok masyarakat kejawen aboge. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif dengan observasi terlibat. Setiap kelompok individu tentunya memiliki berbagai cara yang berbeda dalam mencapai sebuah kesepakatan sosial, hal inilah yang kemudian memberikan berbedaan antara suatu permukiman dengan permukiman lainnya. Ada hal unik yang muncul dari setiap kelompok individu, antara lain orientasi, bentuk, pola ruang serta konsep kepercayaan maupun tradisi yang melatarbelakangi terbentuknya suatu permukiman. Pola permukiman yang terdapat di Desa Cikakak merupakan bentuk gabungan dari pola permukiman kluster dan pola permukiman linear yang terbentuk akibat hubungan kekerabatan dan komponen jenis ruang tradisi dalam berbagai skala, dan orientasi berdasarkan keberadaan Makam Kiai H. Mustolih dan Masjid Saka Tunggal, serta hirarki ruang yang menempatkan ruang sebagai pola pembentuk permukiman di Desa Cikakak.Kata Kunci: permukiman, pola ruang, kejawen, aboge, kepercayaan
GENIUS LOCI PERMUKIMAN NELAYAN PANTAI UTARA TUBAN JAWA TIMUR (Studi Kasus: Kelurahan Kingking Dan Kelurahan Karangsari) Tyas - Santri; Tika Novis Putri
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.829 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v4i2.331

Abstract

Abstract:. Tuban Regency is one of the regencies in East Java that has fishermen settlements along the north coast or on the northern coast line. The object of this study is the Kingking and Karangsari fishermen settlements located on Jalan Panglima Sudirman in Tuban Regency. The purpose of this study is to trace the genius loci which is formed from the activities of the local community where as the majority of the population earn a livelihood as a fishermen. The method used in this study is a qualitative descriptive method with a phenomenological approach. Genius loci from the location of the study is seen from the image, space, character that is formed from community activities. Data collection is done by literature study, direct observation and unstructured interviews. Image as a fishermen settlement producing smoked and fresh fish. Space there is temporel space that occurs due to new activities in places that should have certain functions for certain activities but can define other functions with other activities. The most inherent character in this study area is where the fishermen settlements that sell various types of smoked fish along the settlements are on the edge of the highway. The results of this study indicate that the existing genius loci is expected to support the development of tourism in the region.Keyword: Genius loci, fishermen settlements.Abstrak: Kabupaten Tuban merupakan salah satu kabupaten yang berada di Jawa Timur yang memiliki permukiman nelayan di sepanjang pantai utara atau di jalur pantura. Objek studi kajian ini adalah pemukiman nelayan Kingking dan Karangsari yang berada di jalan Panglima Sudirman Kabupaten Tuban. Tujuan kajian ini untuk menelusuri genius loci yang terbentuk dari aktifitas mayarakat setempat dimana sebagai mayarakat yang mayoritas bermata pencaharian nelayan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Genius loci dari lokasi kajian dilihat dari image, space, character yang terbentuk dari aktifitas masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, observasi langsung serta wawancara tidak tersetruktur. Image sebagai permukiman nelayan penghasil ikan asap dan ikan segar. Space terdapat space temporel yang terjadi akibat adanya aktifitas baru pada tempat-tempat yang seharusnya memiliki fungsi tertentu untuk aktifitas tertentu namun dapat mendefinisikan fungsi lain dengan aktifitas lain. Character yang paling melekat di kawasan studi ini adalah dimana permukiman nelayan yang menjual beragam jenis ikan asap di sepanjang permukiman ditepi jalan raya. Hasil kajian ini menunjukan genius loci yang ada diharapkan dapat menunjang pengembangan wisata kawasan tersebut.Kata Kunci: Genius loci, permukiman nelayan.
KAJIAN APLIKASI BRAND IDENTITY PADA ELEMEN DESAIN INTERIOR GOURMET CAFÉ PETITENGET Raja, Togar Mulya
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.663 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v4i2.451

Abstract

Abstract: The growth of the café business in Bali is growing very rapidly, this also happened in the Petitenget area, Seminyak Bali. Seminyak is one of the destinations of both local and foreign tourists when visiting Bali. Petitenget in particular has a tourism potential that is no less interesting when compared to other regions in Bali, it supports the café business to develop more with various concepts. Gourmet Café is one of the café businesses in Petitenget. Every business needs a brand identity to make a difference from other businesses. Brand identity can also be applied to elements of interior design, the goal is that consumers or visitors can return to visit the place so that the brand identity of the business will increase and ultimately increase capital. This research was conducted using descriptive qualitative methods through analysis based on related indicators. Data collection is done through literature and references. It is hoped that this research can help other businesses implement brand identity in interior design elements, as well as help design in brand identity applications in interior design.Keyword: Cafe, Brand Identity, Interior DesignAbstrak: Pertumbuhan bisnis café di Bali berkembang sangat pesat, hal tersebut juga terjadi di daerah Petitenget, Seminyak Bali. Seminyak merupakan salah satu tujuan para wisatawan baik lokal atau luar negeri jika berkunjung ke Bali. Petitenget khususnya memiliki potensi wisata yang tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan daerah lain di Bali, hal tersebut mendukung bisnis café untuk lebih berkembang dengan berbagai konsep. Gourmet Café adalah salah satu bisnis café di Petitenget. Setiap bisnis membutuhkan identitas brand (merk) untuk memberikan perbedaan dengan bisnis lainnya. Identitas brand dapat juga diaplikasikan ke dalam elemen desain interior, tujuannya adalah agar para konsumen atau pengunjung dapat kembali mengunjungi tempat tersebut sehingga identitas brand dari bisnis tersebut akan lebih naik dan akhirnya meningkatkan kapital. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui analisis berdasarkan indikator terkait. Pengumpulan data dilakukan melalui literatur dan referensi. Diharapkan penelititan ini dapat membantu bisnis lain dalam menerapkan identitas brand (merk) dalam elemen desain interior, serta membantu untuk desain dalam aplikasi brand identity dalam desain interior.Kata Kunci: Café, Brand Identity, Desain Interior
PRESERVATION AND MODELLING FORM OF KUTAI ORIGINAL HOUSE TO MAINTAIN TRADITIONAL ARCHITECTURE Hatta Musthafa Aham Putra; Nur Husniah Thamrin
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i2.353

Abstract

Abstract: The traditional house of Kutai is one of the traditional houses located in the region of Kutai Kartanegara, East Borneo, which is currently almost extinct in population. Various houses have adapted to changes in physical shape due to the impact of technology and the needs of their residents. If this problem is not immediately concerned, there is a tendency to be more difficult to recognize the characteristics and character of the Kutai traditional house. The architectural character of the Kutai traditional house including to the structure and construction system used, building materials, cultural ornaments attached to the outside and inside of the building, and the colors. This research is directed to get the formulation of the architectural character of the Kutai traditional house. It is urgent to conserve the Kutai House‘s identity in the future, by considering to preserve the existence and the uniqueness of these traditional building. Keyword: Kutai Architecture, Kutai House, Kutai Traditional House Abstrak: Rumah adat Kutai merupakan salah satu rumah adat yang berlokasi di wilayah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang saat ini telah hampir punah populasinya. Berbagai rumah telah beradaptasi dengan perubahan bentuk fisik dikarenakan dampak teknologi dan kebutuhan penghuninya. Apabila hal ini tidak segera diperhatikan, ada kecenderungan akan lebih sulit mengenali ciri khas dan karakter rumah adat Kutai tersebut. Karakter arsitektur tersebut berupa ruang-ruang pada bangunan rumah adat Kutai, sistem struktur dan konstruksi yang digunakan, material bangunan, ornamen budaya yang melekat pada luar maupun dalam bangunan, hingga warna-warna. Penelitian ini difokuskan untuk mendapatkan rumusan karakter bentuk dari rumah tradisional Kutai. Hal penting yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjaga keberadaan dan keunikan dari bangunan Rumah Tradisional Kutai.Kata Kunci: Arsitektur Kutai, Rumah Kutai, Rumah Tradisional Kutai
PENGEMBANGAN RUANG PUBLIK BERBASIS UNIVERSAL DESAIN DI KOTA BANDAR LAMPUNG: Studi Kasus Taman Gajah Guruh Kristiadi Kurniawan; Andi Asrul Sani; Adelia Enjelina Matondang; Melati Rahmi Aziza
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1531.759 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v4i2.450

Abstract

Abstract: Public space as part of city space cannot be separated from a city. According to Sunaryo (2004), the city system is a fulfillment of the necessities of life for the community which includes living, working and recreation. Public space has an important meaning for urban areas or regions, because the main role of public space is to harmonize the patterns of life of a city (Kustianingrum, 2013). every type of public facility must be able to accommodate the interests of all community groups starting from the conditions that are categorized as normal, small children, disabled and elderly. One strategy to be able to provide facilities that are able to meet all these needs, namely by considering the application of the seven principles of universal design. In this study the data analysis method used is descriptive qualitative method. Qualitative research aims at research that ultimately produces design solutions. In this study will reveal how the implementation of 7 (seven) Universal Design Principles in public spaces in Bandar Lampung City. It is hoped that this study can be used as a recommendation in policy making for the design of a friendly public space for all people including people with disabilities and children in the city of Bandar Lampung.Keyword: Public Space, Universal Design, DisabilitiesAbstrak: Ruang publik sebagai bagian dari ruang kota tidak dapat dipisahkan keberadaannya dari suatu kota. Menurut Sunaryo (2004), sistem kota merupakan pemenuhan kebutuhan hidup bagi masyarakat yang meliputi tempat tinggal, bekerja, dan rekreasi. Ruang publik memiliki arti penting untuk wilayah atau kawasan perkotaan, sebab peranan utama ruang publik adalah menyelaraskan pola kehidupan masyarakat suatu kota (Kustianingrum, 2013). setiap fasilitas jenis publik harus dapat mengakomodasi kepentingan semua kelompok masyarakat mulai dari yang kondisinya dikategorikan normal, anak kecil, penyandang cacat dan lansia. Salah satu srategi untuk dapat menyediakan fasilitas yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan tersebut, yaitu dengan mempertimbangkan penerapan tujuh prinsip universal desain. Pada penelitian ini metode analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif bertujuan untuk penelitian yang pada akhirnya menghasilkan solusi desain. Pada studi ini akan mengungkapkan bagaimana implementasi 7 (tujuh) Prinsip Universal Design pada ruang publik di Kota Bandar Lampung. Diharapkan studi ini dapat digunakan sebagai rekomendasi dalam pembuatan kebijakan untuk perancangan ruang publik yang ramah untuk semua orang termasuk difabel dan anak-anak di Kota Bandar Lampung.Kata Kunci: Ruang Publik, Desain Universal, Difabel
STUDI KENYAMANAN TERMAL RUMAH DOME NGLEPEN YOGYAKARTA Kurnia Fajar Mustaqim
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1236.358 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v4i2.453

Abstract

Abstract: Thermal comfort is one aspect that must be considered in a building, one typology of buildings that need to be considered is the thermal comfort of the house, thermal comfort will affect the productivity of its inhabitants. One of the interesting houses to study is the dome house in Sengir village, Sumberharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. The purpose of this study was to determine the level of thermal comfort in the dome house. The method used in this study is a quantitative research method by measuring directly and simulating using a design builder software. The results of the study showed that the dome house could not be in accordance with the thermal comfort standards of a building.Keyword: thermal comfort, dome houseAbstrak: Kenyamanan termal adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam suatu bangunan, salah satu tipologi bangunan yang perlu diperhatikan kenyamanan termalnya adalah rumah, kenyamanan termal akan berpengaruh terhadap produktifitas penghuninya. Salah satu rumah yang menarik untuk diteliti adalah rumah dome yang berada di desa Sengir, Sumberharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kenyamanan termal pada rumah dome tersebut. Metode yang digunaan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan melakukan pengukuran secara langsung dan juga simulasi menggunakan software design builder. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa rumah dome belum dapat sesuai dengan standar kenyamanan termal bangunan.Kata Kunci: kenyamanan termal, rumah dome
ANALISA ACTIVITY SUPPORT YANG MENDORONG PERKEMBANGAN SEBUAH KORIDOR (Studi Kasus: Jalan Tlogosari Raya Semarang) Faricha Putri Aulia; Agung Budi Sardjono; Suzanna Ratih Sari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.066 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v4i2.445

Abstract

Abstrac:The Tlogosari street corridor is one of an example of a commercial corridors with various urban activities including offices, banking food stands, stores, and retail businesses . But, not all the corridors at Tlogosari street grew and lived properly. Only a few corridors are crawded. Far away from the entrance of the Tlogosari’s gate, the corridors were quiet and no street vendors who sell their wares along these street. This study aims to determine the types and forms of support activity that encourage the development of the Tlogosari Raya street corridor.. The research method used is a Qualitative descriptive method. Based on the results of the analysis it was found that street vendors are one of the supporting activities that encourage the development of corridors. There is a positive reciprocal relationship between the existence of stores/ shophouses and street vendors at the Tlogosari Raya Street. Shophouse activities and street vendors' approval are two factors driving the corridor on Tlogosari Raya Street to develop rapidly. Street vendors divided by selecting and choosing location close to a shop that is crowded with visitors. Food and drink street vendors are the kinds of street vendors that are much in demand by the public.Keyword: activity support, corridor developmentAbstrak: Koridor Jalan Tlogosari Raya adalah salah satu contoh koridor komersil dengan berbagai aktivitas masyarakat perkotaan baik berupa perkantoran, perbankan,  warung makan, pertokoan dan bisnis ritel. Tetapi tidak semua koridor di Jalan Tlogosari Raya tumbuh dan hidup. Hanya beberapa koridor saja yang terlihat ramai dan berkembang. Semakin menjauhi pintu masuk  Bumi Tlogosari koridor terlihat sepi dan tidak ada PKL yang ikut mejajakan dagangannya di sepanjang jalan tersebut, walaupun banyak ruko berjajar yang tetap buka melayani konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan bentuk activity support yang mendorong berkembangnya koridor jalan Tlogosari Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode Deskriptif Kualitatif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh temuan bahwa PKL merupakan salah satu bagian activity support yang mendorong perkembangan sebuah koridor. Terdapat hubungan timbal balik yang positif dari kebradaan ruko dan PKL pada koridor Tlogosari Raya. Aktivitas  ruko dan keberadaan PKL adalah dua faktor yang mendorong koridor di Jalan Tlogosari Raya berkembang pesat. PKL cenderung mengelompok dengan sejenisnya dan memilih lokasi yang dekat dengan Ruko-ruko yang ramai pengunjung. PKL makanan dan minuman adalah jenis PKL yang banyak diminati oleh masyarakat. Kata Kunci: Activity Support, Perkembangan Koridor

Page 10 of 31 | Total Record : 305