cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25496379     EISSN : 25496387     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap 6 bulan, yaitu Maret dan September. Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 2017 dengan membawa misi sebagai salah satu pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal JCEBT diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Plesteran Proyek Ruko 2 Lantai Agung Kurniawan; Budi Priyanto
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 2 (2023): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.9075

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan produktivitas plesteran pada proyek Ruko 2 lantai dengan SNI. Adapun hal yang akan diteliti yaitu produktivitas mandor, kepala tukang, tukang, dan tenaga. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan langsung di lapangan. Sumber data yang digunakan yaitu data primer berupa observasi di lapangan seperti jumlah tukang atau pekerja, jam kerja, luasan pekerjaan. Sedangkan data sekunder berupa dokumentasi yang ada di lapangan dan jurnal terdahulu yang relevan dengan penelitian ini. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis menggunakan Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu nilai produktivitas 22,19 m2/hari untuk mandor dan kepala tukang, 14,94 m2/hari, dan 16,88 m2/hari untuk tukang dan tenaga. Sedangkan untuk hasil koefisien tenaga kerja tiap 1 m2 plesteran yaitu 0,045 OH untuk mandor dan kepala tukang, 0,067 OH untuk tukang, dan 0,059 OH untuk tenaga. Produktivitas tenaga kerja dalam proyek ruko 2 lantai ini, mandor dan kepala di lapangan lebih rendah dibandingkan dengan SNI 2837-2008 dan produktivitas tenaga kerja untuk tukang dan tenaga di lapangan lebih tinggi dibandingkan dengan SNI 2837-2008.
Analisa Produktivitas Tenaga Kerja dan Harga Satuan Pekerjaan Pada Pekerjaan Pasangan Dinding Bata Ringan Hilda Rahsa Pramesti; Budi Priyanto
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 1 (2023): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.9082

Abstract

Pembangunan suatu proyek konstruksi di Indonesia dapat meningkatkan perkembangan di bidang insfrastruktur. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu tenaga kerja dalam melaksanakan suatu proyek. Dalam menyelesaikan suatu proyek agar sesuai dengan waktu, biaya, dan mutu maka diperlukan maka dibutuhkan produktivitas untuk mengukur kinerja para tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas tenaga kerja pada proyek pembangunan Rumah Tinggal oleh PT. TukangBangun serta untuk memperbandingkan produktivitas tenaga kerja paada pekerjaan dinding bata merah dan bata ringan pada proyek tersebut. Produktivitas tenaga kerja pekerjaan dinding dipengaruhi beberapa faktor antara lain : jenis bahan, alat yang digunakan, keahlian tenaga kerja, serta bentuk dan letak dinding. Manfaat pada penelitian ini untuk menjadikan referensi tentang perbandingan produktivitas pekerjaan pasangan dinding bata merah dan bata ringan di lapangan serta memberikan informasi atau pengetahuan terkait perbandingan produktivitas pekerjaan pasangan dinding bata merah dan bata ringan di lapangangan. Penggunaan material dalam proses konstruksi secara efektif sangat bergantung pada desain yang dikehendaki dari suatu bangunan. Bata ringan memiliki ukuran 60 cm x 20 cm dengan ketebalan yang bervariasi 8-10 cm. Bahan atau acian yang biasanya digunakan adalah semen instan atau semen khusus.
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Plesteran Dinding Proyek Masjid Mibas Ferdatama Gama Bagaskara; Budi Priyanto
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 2 (2023): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.9083

Abstract

Tenaga kerja yang berkualitas diperlukan dalam proyek konstruksi untuk mencapai hasil yang diinginkan karena produktivitas pekerja yang tinggi, khususnya dalam proyek konstruksi, memiliki dampak yang signifikan terhadap hasil proyek. Plesteran dan acian dinding adalah salah satu pekerjaan yang menuntut pekerja produktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui koefisien produktivitas pekerjaan plesteran dan membandingkannya dengan SNI 2837-2008. Penelitian ini dilakukan di lapangan melalui observasi langsung. Pengamatan ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi primer yang dibutuhkan untuk menghitung produktivitas pekerjaan plesteran yang dilakukan pada proyek pembangunan Masjid MIBAS. 66,06 m2/hari untuk mandor, 6.60 m2/hari untuk tukang, dan 13,47 m2/hari untuk pembantu tukang merupakan hasil rata-rata dari analisis koefisien produktivitas plesteran dinding dan acian pada proyek pembangunan Masjid MIBAS. Hasil produktivitas SNI yaitu 45,45 m2/hari untuk mandor, 50 m2/hari untuk kepala tukang, 5 m2/hari untuk tukang, dan 2,5 m2/hari untuk pembantu tukang. Hasilnya, selisih bagian mandor +20,61 m2/hari, bagian kepala tukang +16,06 m2/hari, bagian tukang +4,10 m2/hari, dan bagian pembantu tukang +8,47 m2/hari. Bila ada tanda plus, berarti hasilnya lebih tinggi dari yang ditentukan oleh SNI 2837 – 2008.
Developing Conceptual Design of Slab Structure Parametric Variations Shophouses using Value Engineering Concept Nadia Diandra; Stephen Valentino Lie; Adianto Wicaksono
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 2 (2023): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.9090

Abstract

Along with the development of technology, the decision in choosing the implementation method is the main key in construction projects. This is because the implementation method will affect the elements of construction, namely cost, time and quality or what is known as the triple constraint theory. Therefore, the development of construction projects is required to realize construction methods that are economical in terms of cost and efficient in terms of work. This research was carried out by structural analysis to obtain the design or planning of various variations of the optimal structure. Next, calculate the cost of floor slab work using the components of the work volume and the unit price of the work. Time analysis was carried out to determine the duration of the overall implementation of each construction method using the PDM (Precedence Diagram Method) scheduling method with Microsoft Excel tools. From the results of the analysis, it was found that the cheapest floor slab cost was a variation of three types of bondek slabs with an efficiency of 14% compared to variations of one type of conventional slab. Meanwhile, the fastest floor slab work execution time is a variation of three types of hollow core slabs with an efficiency of 31% compared to variations of one type of conventional slab.
Pengujian Krokos Pada Pulau Terluar di Provinsi Bengkulu Nurhimat; James Hellyward
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 2 (2023): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.9108

Abstract

Pulau Enggano adalah salah satu pulau terluar Indonesia yang terletak di samudra Hindia. Pulau Enggano ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, dan merupakan satu kecamatan Enggano. Pulau Enggano merupakan salah satu pulau yang akan dikembangkan. Pulau ini berada di sebelah barat daya dari kota Bengkulu dengan koordinat 05°  23′  21″  LS,  102°  24′  40″  BT.  Berdasarkan  data Badan Pusat Statistik tahun 2020, jumlah penduduk Enggano sebanyak 4.035 jiwa. Sebagian jalan tersebut berupa penetrasi McAdam, sisanya masih jalan tanah. Walaupun LHR-nya kurang dari 50 kendaraan dengan beban kurang dari 8 ton, kondisi jalan tersebut saat ini sudah sangat memprihatinkan. Study ini bertujuan untuk mengetahui hasil terbaik yang akan digunakan untuk perbaikan jalan di provinsi terluar bengkulu. Bahan uji material yang digunakan adalah krokos dan campuran pendukungnya, yaitu agregat lokal (krokos), krokos plus semen 7%, dan krokos plus pasir 35%.
Pengaruh Variasi Kecepatan Pembebanan Aksial Terhadap Nilai Kuat Tekan Beton fc’ 20 MPa Ermiyati Ermiyati; Andre Novan; Reza Restu Ananda; Yenita Morena; Gussyafri Gussyafri
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 2 (2023): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.9123

Abstract

Kuat tekan beton dipengaruhi beberapa faktor,diantaranya bahan susun beton, faktor air semen, dan lainnya, namun tidak hanya dipengaruhi hal tersebut saja, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh kecepatan pembebanan. Pengaruh variasi kecepatan pembebanan aksial terhadap nilai kuat tekan beton fc' 20 MPa akan diuji pada penelitian ini, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan pembebanan aksial terhadap nilai kuat tekan beton dan rasio yang dihasilkan terhadap variasi kecepatan pembebanan standar (15 MPa/menit). Pengukuran kecepatan pembebanan dengan menggunakan stopwatch dan video recording. Berdasarkan ASTM C 39/C 39M-05 kecepatan pembebanan standar yaitu sebesar 0,25±0,05 MPa/detik. Penelitian ini menggunakan tujuh variasi kecepatan pembebanan, yaitu 3 MPa/menit, 5 MPa/menit, 10 MPa/menit, 15 MPa/menit, 20 MPa/menit, 25 MPa/menit dan 30 MPa/menit. Setiap variasi kecepatan pembebanan terdiri dari tiga sampel berbentuk silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan pembebanan aksial dapat mempengaruhi nilai kuat tekan beton, yaitu semakin besar kecepatan pembebanan yang digunakan maka semakin besar nilai kuat tekan beton yang dihasilkan. Rasio nilai kuat tekan beton pada variasi kecepatan pembebanan dibawah variasi standar (15 MPa/menit) dimana memiliki persentase rasio rata-rata yang lebih besar yaitu 11% dibandingkan dengan variasi kecepatan pembebanan diatas variasi kecepatan standar yang hanya memiliki persentase rasio rata-rata sebesar 5,3%.
Pengaruh Penggunaan Kapur Sebagai Penambahan Filler Pada Campuran Aspal AC-BC Isnaini Zulkarnain; Muhammad Hidayat
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 2 (2023): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.9124

Abstract

Kebutuhan akan prasarana jalan untuk memudahkan dalam kegiatan transportasi membuat penelitian terhadap perkerasan jalan semakin meningkat, hal itu merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas jalan sehingga meminimalisir kerusakan akibat beban kendaraan yang terjadi atau overload. Penggunaan kapur sebagai Penambahan filler 10% merupakan upaya yang dilakukan dalam menemukan bahan Alternatif sebagai penambahan filler dengan campuran variasi kadar aspal yaitu 4%,4,5%,5%,5,5%,6%, bertujuan untuk mencari nilai KAO yang dihasilkan melalui kadar aspal yang digunakan dengan klasifikasi Bina Marga 2018 Revisi 1. Hasil yang didapatkan bahwa nilai Stabilitas dan Flow dan parameter pengujian marshall lainnya seperti VMA, VFWA dan VITM. Nilai yang di peroleh pada kadar aspal 6% memenuhi semua klasifikasi yang ditetapkan Bina Marga 2018 Revisi 1 dengan nilai stabilitas 3144,97 kg, nilai flow 3,060 mm, nilai MQ 1104,819 kg/mm, dan nilai VITM mencapai 4,366%, VMA dengan nilai 16,820% dan nilai VFWA dengan nilai 74,788%. Dengan nilai yang diperoleh melalui pengujian dan perhitungan maka diketahui bahwa pengunaan filler kapur 10% pada pembuatan aspal beton (laston) AC-BC.
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS BANGUNAN GUDANG BAJA BERDASARKAN METODE LRFD DI KEDIRI Silviana Rohmatin; Fauzie Nursandah; Dwifi Aprillia Karisma; Mahardi Kamalika Khusna Ali
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 2 (2023): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.9136

Abstract

The construction of Kediri Airport will have an impact on increasing the economy which will trigger the development  companies in the production sector to accelerate. This causes an increase in the need for warehouses as supporting facilities for various production and industrial activities. The purpose of this research is to design a warehouse with steel construction using the LRFD method. IWF and C profile steel materials are used in the warehouse superstructure planning, and SAP2000 version 14 software is used for structural analysis calculations. The data warehouse has a size of 22 x 102 meters with a building height of 15.2 meters with a ground floor of 12 meters and a roof of 3.2 meters. The calculation results show that the dimensions of the cross-section that are safe from earthquakes are profiles for columns and rafters using IWF 350.350.12.19, and gording using C 150x65x20x3.2. Planned beam-column connections using plates with a thickness of 10 mm with a bolt diameter of 16 mm totaling 6 pieces, while beam-column connections using plates with  thickness 12 mm with bolt diameter  20 mm totaling 4 units. So that the design can be used as a reference in the construction of warehouses that are strong and safe, especially against earthquakes.
Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Variasi Penambahan Domato Bleiser Tanari; Irnovia Berliana Pakpahan
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 2 (2023): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.9143

Abstract

One of the ways to improve unstable soil properties is by stabilizing it. Soil stabilization can be done by adding a certain additive to the unstable soil.The objective of this study was to determine the effect of Domatoaddition on clay swelling and shrinkage property and carrying capacity for subgrades. The testing of the physical properties of the original clay soil was caried out.After that, Domato was added to clay soil with variations of 5%, 10%, 20% and 30% of the weight of the original soil.The mechanical properties of the mixture were tested, namely CBR unsoaked, CBR soaked, expansion and free compressive strength. The results showed that the highest increase in the strength of clay stabilized with Domato was in the combination of 70% clay + 30% Domato, namely by increasing the unsoaked CBR value and soaked CBR value by 450% and 655% respectively. The value of the free compressive strength for the 70% clay + 30% Domato mixture combination was 346% of the original soil.
Analysis of Green Open Space Needs in Bogor City Irfan Ihsani; Fulki Dwiyandi Araswati
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 2 (2023): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.9160

Abstract

The availability of green open space (GOS) especially in urban areas, is very important considering the large benefits obtained from GOS. GOS is a land (area) overgrown with green plants and plays an important role in maintaining natural ecosystem balance in urban areas. The area used as GOS can be a park, field, or green path on the side or in the middle of the road. This study aims to determine acreage of GOS changes and its adequacy based on population and area in Bogor City. The scope of this study is the South, Central and East Bogor Districts. The analysis technique used is spatial analysis using ArcGIS 10.3 software. The results showed that in 2009 the GOS in South, Central and East Bogor Districts was 1982,23 Ha and 1197,49 Ha in 2021 or it was a decline at about 784,74 Ha during the period. Based on population number in 2021 South, Central and East Bogor Districts needs GOS of 809,05 Ha.