cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25496379     EISSN : 25496387     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap 6 bulan, yaitu Maret dan September. Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 2017 dengan membawa misi sebagai salah satu pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal JCEBT diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Analisis 10 Elemen Sistem Manajemen Keselamatan PO MTS Hanendyo Putro; Siti Shofiah; Suprapto Hadi; Kanindia Maulidhany
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 2 (2023): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.8680

Abstract

This study aims to determine the implementation, constraints, efforts in implementing the Safety Management System (SMK) at PO MTS. This study uses 10 elements of SMK. Qualitative descriptive method with supporting data using instruments, observation, guttman scale interviews. The guttman scale value is 95% which means it exceeds 50% so that it can be stated that the data obtained is complete. The results of the study show that 8 elements of SMK have implemented PO MTS, while elements 9 and 10 have not been implemented. This study has proposed design elements 9 and 10 to improve SMK PO MTS. The design is adjusted to the regulations and requirements of PM 85 of 2018 to overcome obstacles in implementing these elements.
PEMBUATAN APLIKASI JASA PENYEWAAN TRUCK BERBASIS ANDROID (SELVARU TRUCK) Ndaru Putra Panulad; Elfa Zulviana Nur’Aulia; Sella Annisa Shafira Sella
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 1 (2023): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.8698

Abstract

Logistik merupakan bagian penting dari manajemen rantai pasokan dan mencakup kegiatan seperti perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan proses pemindahan barang, penyimpanan barang, serta pengelolaan transportasi. Selain itu, kata logistik juga merujuk pada proses distribusi yang mana adalah proses pemindahan produk atau bahan dari satu tempat ke tempat lain. Salah satu pelaksanaan kegiatan logistik dan distribusi barang adalah kegiatan pengiriman barang via darat dengan menggunakan truk sebagai alat angkut perpindahan barang tersebut. Penerapan dari kegiatan pengiriman barang menggunakan truk tersebut adalah tersedianya jasa penyewaan truk yang memfasilitasi pengiriman barang atau muatan dari suatu tempat ke tempat lain, yang diperlukan oleh pemilik usaha maupun perseorangan yang memerlukan jasa tersebut. Dan di era teknologi seperti sekarang ini, salah stau realisasi yang mendukung jasa penyewaan truk tersebut adalah adanya aplikasi yang dapat memudahkan masyarakat untuk mengakses memakainya. Aplikasi Selvaru Truck dirancang sebagai salah satu solusi yang hadir dalam permasalahan pengiriman barang yaitu sebagai jasa yang menyediakan armada truk untuk pengiriman barang berbasis aplikasi android.
Analisa Pemilihan Moda Transportasi Langsa – Medan Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Yendi Naibaho; Nova Purnama Lisa; Wan Alamsyah
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 1 (2023): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.8718

Abstract

When traveling from Langsa to Medan or vice versa, travelers will be faced with a choice of modes of transportation, namely Mini Bus L300 AC, L300 Non-AC, Jumbo, and Taxi public transport. To determine the choice of this type of transportation, travelers consider various factors, such as travel time, security, comfort, cost, and so on. A large number of choices of transportation modes makes travelers faced with the problem of selection, travelers must consider the interactions between several modes. The purpose of this study was to find out the best mode of transportation chosen by Langsa-Medan travelers and to find out the criteria for the most influential reasons travelers chose in choosing a mode of transportation. The survey was conducted by distributing questionnaires to users of the Mini Bus L300 AC, L300 Non AC, Jumbo, and Taxi modes of transportation, then the survey results were processed using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine the weight or optimal value of each mode of transportation for the Langsa- Medan. From the results of the analysis of the Analytical Hierarchy Process (AHP) method, the percentage of influencing factors is obtained, namely Security with a priority weight of 32%, Convenience at 29%, Convenience at 14%, Headway at 11%, Cost 7%, Travel time 7%. While the best mode of traveling Langsa-Medan based on existing criteria is the Mini Bus Jumbo mode of transportation with a priority weight of 36%, L300 AC 23%, L300 Non AC 22%, and Taxi 19%.
REKAYASA PENANGANAN KONFLIK ARUS CROSSING DI PERSIMPANGAN FLY OVER JAMIN GINTING, JALAN PINTU AIR IV, DAN JALAN A.H. NASUTION MEDAN Ida Deliyarti Agustina; Shofa Sofyan
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 1 (2023): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.8741

Abstract

Konflik simpang menyebabkan banyak permasalahan arus kenderaan dimulut simpang, teruama konflik crossing yang sangat nyata persilangan arusnya. Penelitian ini berlokasi di FlyOver Jamin Ginting tepatna dititik awal flaover, ruas jalan A.H. Nasution dan Jalan Pintu Air IV merupakan tipe persimpangan berlengan 3 dan tidak sebidang, sehingga berpotensi terjadi konflik simpang di antaranya   Diverging  (berpisah), Merging (bergabung), Crossing (berpotongan ), dan Weaving  (bersilangan). Jenis metode penelitian ini adalah kualitatif deskripif, yang menggambarkan siuasi dilapangan kemudian mengkorelasikan dengan teori rekayasa lalulinas dan penelesaian konflik simpang. Hasil penelitian bahwa  arus merging paling banyak terjadi. namun berpotesi terjadi Crossing dan rawan kecelakaan. Rekayasa yang dilakukan untuk menghindari crossing dengan meletakkan Sign/ rambu-rambu pada jarak 100 m, 50 m, dan 10 m. Dan  tools lamp berupa lampu yield and stop dari arah Jalan AH. Nasuion menuju persimpangan flyover.
Analisis Penanganan Daerah Rawan Kecelakaan Ditinjau Dari Audit Keselamatan Jalan (Studi Kasus : Kec. Latambaga, Kab. Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara) Haerul Purnama; Bagus Eko Prasetyo; Zulfikar
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 1 (2023): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.8796

Abstract

Latambaga District as part of the Kolaka Regency, in between 2019 to 2021 based on data from the Kolaka Police departement there were 69 accident cases, this is considered a quite significant increase considering that based on BPS data for 2015 the number of reported accidents in the entire Kolaka district was only 93 case. This study aimed to determining accident-prone locations using the Upper Control Limit (BKA) and Upper Control Limit (UCL) calculation methods in Latambaga sub-district and recommend treatment based on the relationship between the characteristics of the causes of accidents and the results of road safety audits. The results then showed that the characteristics of accidents in Latambaga sub districts were dominated by drivers with an age range of 16-25 years, namely 47.17%, based on the age characteristics of the victims, 43.54% were also dominated by the age range of 16-25 years. When accidents occur, 63% occur at night, at 18:00-24:00. Accident-prone locations in Latambaga sub-district, based on the results of blacksite & blackspot analysis, are in segment 1 (coordinates -4.037839,121.564658), segment 4 (coordinates -4.040031,121.564984) and segment 5 (coordinates: -4.055727,121.591074.). As for the priority treatment recommendations for accident-prone locations, for segment 1 it is recommended to complete intersection markings and signs. For segment 4, it is recommended to prioritize the installation of signs, street lights, safety thresholds, clarify the road median and make improvements to the road pavement. For segment 5 it is recommended to prioritize, improve road drainage to prevent puddle and improve road pavement conditions.
Analisis Daya Dukung Pondasi Dalam Pada Tanah Granural Overpass STA 13+250 Jalan Tol Tebing – Siantar Rudianto Surbakti; Tika Ermita Wulandari
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 2 (2023): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.8797

Abstract

Every building that is built requires a foundation to transmit loads to the surrounding land, therefore the foundation must be designed properly so that the load transferred by the foundation to the ground is not greater than the soil's capacity Deep foundations built on granular soils have different calculation methods compared to ordinary soils. There are several methods that can support the resistance carrying capacity in granular soils. In this study, Mayerhoff and Briaud et al. method used. which will be verified by PDA test results. In this study the efficiency value of the pile group was also calculated using the Los Angeles Group – Action Formula and Conversion – Labarre methods. The purpose of this research is to find out from several analytical methods that are often used, which method is the most effective in use in the field. From the results of the analysis it is known that the carrying capacity with the Mayerhoff - Labarre conversion method is 392,984, the difference is 2,984 tons or 0.77% from the PDA test results of 390 tons, Mayerhoff - Los Angles Action is 296,129 tons, the difference is -24.07%, the conversion of Briaud et Al - Labarre of 294.674 tons with a difference of -24.44% and the conversion of Briaud et Al - Los Angles Action of 222.049 tons with a difference of -43.06%. So it can be concluded that the Mayerhoff method with pile group efficiency using the Labarre conversion method is closer to the results of field observations (PDA test), which is equal to 0.77%.
Pengaruh Penambahan Abu Serabut Kelapa Desa Jejawi sebagai Filler Pengganti Pada Campuran Aspal AC WC Amiwarti; Agus Setiobudi; Reva Elfendi
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 1 (2023): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.8798

Abstract

Serabut Kelapa adalah bagian terbesar dari buah Kelapa, hingga 35% bobot buah kelapa berasal dari sabut kelapa. Penelitian ini untuk mengetahui nilai karakteristik Marshall Test pada pemakaian abu serabut kelapa yang didapatkan dari limbah serabut kelapa di Desa Jejawi Kecamatan Jejawi sebagai filler pengganti pada campuran aspal AC WC. Tujuan khusus pada penelitian yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh abu serabut kelapa sebagai  filler pengganti pada campuran aspal AC WC dengan variasi 0 %, 1 %, 2 %, 3 %. Pelaksanaan penelitian seperti pembuatan benda uji, perawatan dan pengujian benda uji dilakukan pada laboratorium AMP PT. HKA. Aspal Beton UP (Unit Produksi) Musi 2 Palembang. Penelitian yang akan diuji pada campuran Asphalt Concrete Wearing Course, adalah Marshall Test dengan variasi abu serabut kelapa sebagai pengganti filler. Dari hasil penelitian ini limbah abu serabut kelapa dengan variasi 3% abu serabut kelapa yang masuk dalam nilai Spesifikasi Teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol Maret 2017.
Analisis Kinerja Simpang Jalan Pecangaan Damaran - Jalan KHR. Asnawi, Menara Kudus Yesina Pratiwi; Galih Widyarini; Wardana Galih Pamungkas
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 2 (2023): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.8861

Abstract

Kabupaten Kudus merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kota kabupaten ini adalah Kota Kudus yang terletak di pesisir Timur Laut Jawa Tengah di antara kota Semarang dan Surabaya. Keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan saat ini akan menyebabkan kemacetan lalu lintas. Banyak kendaraan pribadi seperti mobil, sepeda motor, becak, dan ojek yang membawa jemaah haji melewati jalan ini dan parkir di pinggir jalan sehingga menyebabkan arus lalu lintas melambat. Aktivitas ekonomi masyarakat Kudus dan kepadatan penduduk juga meningkat. Selain itu ada juga wisata religi yaitu Sunan Kudus di Desa Kauman, Sunan Muria di Desa Colo, dan Sunan Kedu di Desa Gribig. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pergerakan lalu lintas terhadap kinerja simpang Jalan Pecangaan Damaran – Jalan KHR. Asnawi, Menara Suci. Metode yang digunakan adalah survei dalam pengumpulan data primer. Metode analisis menggunakan MKJI, 1997, dengan hasil diperoleh nilai DS sebesar DS > 0,75. Hal itu menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian di masa pandemi Covid-19 tidak berdampak pada permasalahan di persimpangan jalan.
Kajian Standar Pelayanan Minimal Jalan Provinsi DIY Pendukung Aksesibilitas Kawasan Pantai Selatan Gunungkidul Yohanes Wira Sasongko Putro
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 1 (2023): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.8923

Abstract

Visitors to the southern coast of Gunungkidul tend to increase every year. The Gading – Saptosari and Wonosari – Baron routes need to be supported by transportation infrastructure that complies with the Road Minimum Service Standards (MSS). After analyzing the performance of the existing road sections and the next 10 years by considering the growth rate of vehicles and the increase in tourist visits, an evaluation of the fulfillment of Road MSS criteria is carried out. Furthermore, recommendations to improve the performance of road sections to meet the standards are analyzed. The existing degree of saturation on both routes is still <0.85, but only the Paliyan – Saptosari section meets the requirements in 2032 for all growth rates. None of the segments met all the MSS criteria evaluated in this study. The alternative of widening the road towards the primary collector standard with land optimization shows a significant increase in performance in 2032. Widening the road and shoulders towards compliance with the MSS does not provide a significant increase compared to the first alternative.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG TIDAK BERATURAN CAMPUS HOSPITAL SEGMEN B MENGGUNAKAN ETABS Leni Novita Sari; Irwansyah; Meilandy Purwandito
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 1 (2023): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.8927

Abstract

Dalam merencanakan suatu struktur bangunan bertingkat tinggi, perencana harus memperhatikan beban-beban yang bekerja pada struktur seperti beban hidup, beban mati, dan beban gempa. Komponen struktur terbagi atas dua bagian yaitu struktur atas dan struktur bawah, yang dibahas dalam penelitian ini hanya dibatasi pada struktur atas meliputi kolom, balok, pelat lantai, dan pelat atap. Struktur gedung terdiri dari 5 lantai. Peraturan-peraturan yang digunakan untuk perhitungan struktur menggunakan peraturan SNI 2847-2019 tentang Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung. Untuk perhitungan beban minimum menggunakan SNI 1727-2020 tentang Beban Desain Minimum Dan Kriteria Terkait Untuk Bangunan Gedung Dan Struktur Lain. Untuk perhitungan pembebanan gempa menggunakan SNI 1726-2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung Dan Non Gedung, serta untuk menentukan baja tulangan bangunan menggunakan SNI 2052-2017 tentang Baja Tulangan Beton. Analisis dan pemodelan struktur menggunakan bantuan program ETABS V18. Hasil dan analisis desain dimensi balok B1 75/95 cm, balok B2 70/90 cm, balok B3 55/75 cm, balok B4 40/55 cm, dimensi kolom K1 80/80 cm, kolom K2 65/65 cm, tebal pelat lantai 13 cm, tebal pelat atap 10 cm.