JAUR (Journal of Architecture and Urbanism Research)
Architecture is an art done by every individual to imagine themselves and the science in designing the building. In a broader sense, the architecture includes designing and building the entire built environment, ranging from the macro level of urban planning, urban design, landscape architecture, to the micro level of building design, furniture design and product design. Architecture also refers to the results of the design process.
Articles
293 Documents
Perkembangan Bentukan dan Fungsi Rumah Tradisional Bugis
yunita syafitri rambe
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 2, No 1 (2018): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v2i1.2043
Rumah bugis memiliki keunikan tersendiri, dibandingkan dengan rumah panggung dari suku yang lain (Sumatera dan Kalimantan). Bentuknya biasanya memanjang ke belakang, dengan tanbahan disamping bangunan utama dan bagian depan (orang bugis menyebutnya lego – lego). Dalam pembangunan rumah bugis, ukuran panjang, lebar dan tinggi rumah selalu dihubungkan dengan bagian-bagian badan manusia. Hal ini didasari oleh pandangan bahwa rumah merupakan refleksi dari wujud manusia. Ia mempunyai kepala,badan dan pusar serta kaki. Jauh sebelum islam masuk ke tanah bugis (tana ugi’), orang bugis memiliki kepercayaan bahwa alam semesta ini terdiri atas 3 bagian, bagian atas (botting langi), bagian tengah (alang tengnga) dan bagian bawah (paratiwi).
Perencanaan Rumah Sakit Umum Type C Di Sulit Air IX Koto Diatas Kabupaten Solok
lidya sari
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 3, No 2 (2020): Vol 3, No 2 (2020): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v3i2.3414
Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan pembangunan Rumah Sakit Umum Type C guna mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat yang ada di daerah Kota maupun Kabupaten. Kabupaten solok yang terdiri dari beberapa wilayah salah satunya nagari Sulit Air IX Koto Diatas sangat membutuhkan akan pelayanan kesehatan berupa Rumah Sakit Umum karena kurangnya akan pelayanan kesehatan yang memadai. Perencanaan Rumah Sakit Umum ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Deskriptif Analitik dengan melakukan pengumpulan data primer dan data sekunder. Perencanaan ini memakai konsep Green Architecture, sehingga dapat mewujudkan suatu landasan yang konseptual bagi perencanaan Rumah Sakit yang nyaman dengan memperhatikan tatanan massa bangunan dan Open Space yang lebih luas dan menerapkan unsur-unsur yang harus dipenuhi dalam perancangan Rumah Sakit.
Analisa Dampak Negatif Pencemaran Lingkungan Pemukiman Kumuh Dibantaran Sungai Deli-Medan Maimoon
putri despita;
neneng yulia barky
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 1, No 1 (2017): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v1i1.1390
AbstrakPemukiman kumuh merupakan tingkat hunian rendah yang biasanya terletak diantara sungai, kolong jembatan, pemukiman kumuh dihuni oleh masyarakat penghasilan rendah dengan mata pencarian yang tidak menentu, bangunan pada pemukiman kumuh bersifat illegal dan tidak seharusnnya berada pada daerah resapan air dan membuat wajah kota menjadi lebih buruk dengan adanya pemukiman tersebut, perlu adanya penataan kembali dari segi arsitektural pemukiman kumuh menjadi pemukiman yg lebih baik antara masyarakat dan Pemerintah untuk menjaga lingkungan Pinggiran sungai yang bersih dan terjaga akan lingkungan yang Baik. Kata Kunci : pemukiman, jembatan, sungai.
Analisis Permasalahan Perumahan dan Permukiman di Kota Medan
Aulia muflih Nasution
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 3, No 1 (19): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v3i1.2908
Satuan lingkungan permukiman adalah kawasan perumahan dalam berbagai bentuk dan ukuran dengan penataan tanah dan ruang, prasarana dan sarana lingkungan yang terstruktur. Prasarana lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan lingkungan permukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Perencanaan perumahan dan permukiman berupa hunian kota tidak hanya meninjau atau memikirkan keadaan atau kondisi pada saat ini, namun juga masa depan. Adanya konsep RUTRK, ataupun yang lainnya dalam suatu perencanaan harusnya menjadi fokus ataupun petunjuk dalam pembangunan perumahan dan permukiman bagi pihak pengembang atau developer. Di Kota Medan perkembangan akan pembangunan perumahan dan permukiman semakin meningkat dilihat dari meningkatnya perkembangan penduduk di Kota Medan, Beragam upaya dan program yang dilakukan, tapi masih saja banyak kita jumpai permukiman masyarakat miskin hampir disetiap sudut kota yang disertai dengan ketidaktertiban dalam hidup bermasyarakat di perkotaan. Melihat dari keterbatasan lingkungan dan pentingnya suatu wadah kebutuhan akan sarana dan fasilitas perumahan dan permukiman sehingga harus dilakukan pengembangan wilayah perkotaan yaitu kawasan perumahan dan permukiman di wilayah pinggiran Kota Medan. Penelitian ini dilakukan terhadap beberapa perumahan yang tumbuh di Kota Medan. Dengan melakukan perbandingan yang ada, maka akan dilakukan analisa terhadap permasalahan yang ada di beberapa perumahan. Hal ini dengan melakukan penelitian secara kualitatif dan kuantitatif dengan metode wawancara dan survey terhadap perumahan.
Perancangan Perpustakaan Umum di Kota Medan dengan Tema Arsitektur Metafora
neneng yulia barky
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 2, No 1 (2018): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v2i1.2048
Medan yang merupakan ibu kota Sumatera Utara , sangat berpotensi untuk di jadikan perpustakaan . Hal ini di karenakan data yang ada di perpustkaan Umum Kota Medan mengalami peningkatan. Akan tetapi fasilitas yang kurang mewadahi dan kecenderungan perpustakaan hanya tempat penyimpanan , hingga kondisi bangunan yang kurang menarik.Oleh karena itu Perancangan Perpustakaan Umum di Kota Medan yang berada di kawasan Jalan Jamin Ginting dapat dijadikan perpustakaan yang dapat sebagai pusat informasi. Bangunan yang menerapkan tema Metafora dapat menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung.
Analisis Dikotomi Ruang dan Ekonomi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah
Nurfina Ike Ayuningtyas
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 3, No 2 (2020): Vol 3, No 2 (2020): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v3i2.3332
Sragen Regency can be divided into two areas based on its tiphologycal feature, that are the north and south part area of Bengawan Solo River. Those area not only have a different kind of soil based on tiphology but also have different degree of economic growth. The goals of this paper are to define which part of the Sragen Regency that has a high and low economic growth and what kind of policies that match with the problems of those areas. The method used in this paper is dividing the area of Sragen Regency into four part based on spatial feature and the economic growth. The result are, the area that have a high growth mostly located in south part of Bengawan solo and the area that have a low growth mostly located in north parth of Bengawan Solo.The policies for the low growth areas is driven to strengthen the main sector and to develop another promising sector that can be used to increase society income. While, the policies for the high growth areas mainly driven to find an indigenous product that can be used to determined the identity of the whole region, and also to make the final output resulted from the areas having a competitive ability against another region in the Central Java Province.
Pengembangan Kawasan pada Kecamatan Medan Labuhan sebagai Kawasan Suaka Alam dan Cagar Budaya
yunita syafitri rambe
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 1, No 2 (2018): JAUR April
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v1i2.1763
Pariwisata merupakan salah satu sumber potensial bagi pendapatan lokal, dan dapat meningkatkan identitas kota. Pariwisata di sebuah daerah bernilai baik, maka juga akan mempercepat pengembangan daerah tersebut. Percepatan ini dapat dicapai ketika tingkat kunjungan ke daerah tersebut meningkat dan pada akhirnya akan meningkatkan aktivitas ekonomi. Agar dapat memaksimalkan menjadikan sebuah kota menjadi tujuan wisata maka pemerintah kota harus dapat mengenali potensi-potensi fisik dan non fisik pada kotanya. Potensi ini dapat dimaksimalkan sehingga sebuah kota dapat menjadi tujuan wisata dengan kekhasannya sendiri, apakah itu wisata alam, wisata sejarah atau wisata budaya. Menururt RTRW Kota Medan Tahun 2010-2030 menyatakan bahwasannya kawasan pusat kota lama Kecamatan Medan Labuhan sebagai Kawasan Suaka Alam dan Cagar Budaya. Oleh karena itu, kajian ini memfokuskan konsep pariwisata di Kecamatan Medan Labuhan. Kajian ini menggunakan metode subjektif dengan pendekatan inventarisasi dan identifikasi potensi dan persoalan yang terkait, menganalisis dan akhirnya akan memberikan rekomendasi strategi dan rencana penataan kawasan. Kata kunci: Pengembangan Wisata, Preservasi, Kecamatan Medan Labuhan
Community Perceptions and Adaptation Strategies Toward Floods in Pedurenan Village, Tangerang City
Iman Tresnadi;
Muhammad Sani Roychansyah
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 3, No 1 (19): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v3i1.2967
In Indonesia, many cities located along riverbanks are prone to flood disasters. This study seeks to know the people’s perceptions of flood and their strategies to cope with floods in the study area. This study was conducted as a field survey in Tangerang city, a suburban area of Greater Jakarta. A qualitative design using a case study approach was used in this research. The study reveals that floods in a suburban area like Tangerang city can be caused by both natural and human factors. The key findings can be summarized as follows. First, people employ some local-level measures to cope with floods, especially as an effort to minimize the impact. Second, as part of flood management in Tangerang city, integrated flood management should be considered. To maintain sustainable development in a suburban area, it will be crucial to create close public and local community relationships through the strengthening of coordination and social capabilities.
Perancangan Pusat Perbelanjaan dengan Tema Green Architecture di Kota Medan
agung wicaksono;
Sherlly Maulana;
Rina Saraswaty
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 2, No 2 (2019): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v2i2.2283
Pusat perbelanjaan merupakan tempat favorit bagi masyarakat untuk berbelanja. pusat perbelanjaan saat ini bukan hanya sebagai sarana tempat berbelanja, tetapi juga menjadi tempat refreshing bagi orang-orang yang lelah melakukan aktifitasnya sehari-hari. Berdasarkan kebutuhan dan daya dukung site, Pusat Perbelanjaan ini berlokasi di jalan Ismail Harun Citraland Bagya City, Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara. Dengan Luas Site ±2Ha. Konsepan dari pusat perbelanjaan ini nantinya ramah lingkungan dan mampu meminimalkan pemakaian energi dalam operasionalnya sehingga lebih efisien, maka mall ini telah menerapkan teknologi untuk memanfaatkan energi alternatif dari alam yang terdapat pada tapak, seperti energi panas sinar matahari yang diubah menjadi sumber energi utama untuk operasional mall dengan menggunakan surya panel, kemudian mall ini juga memanfaatkan alat filtrasi untuk memfilter air dari atap yang menampung air hujan sehingga dapat dimanfaatkan untuk keperluan mall seperti penyiraman kloset, penyiraman taman serta dimanfaatkan untuk alat penanggulangan kebakaran seperti sprinkler dan hydrant. Selain itu mall ini juga memasukkan penghawaan serta pencahayaan alami ke dalam bangunan dengan membuat banyak bukaan sehingga mampu mengurangi konsumsi energi. Tujuan akhir dari perancangan mall agar masyarakat dan semua pihak yang terkait bisa terhibur dengan fungsi Sumatera Mall, yang selain sebagai pusat perbelanjaan yang ramah lingkungan, tempat rekreasi keluarga.
Perencanaan Pantai Indoor dengan Tema Arsitektur Tepi Air
aulia muflih nasution
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 2, No 1 (2018): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v2i1.2044
Pantai dapat menciptakan kesan dan rasa menyenangkan setiap orang yang berkunjung. Perancangan pantai buatan menghadirkan konsep perancangan yang efektif dan fungsional, maka perlu mempertimbangkan aspek baik dari segi fisik maupn non fisik. Dengan penekanan terhadap Apek Lingkungan Maupun Fungsi. Perancangan dengan menerapkan Tepi Air (waterfront) penting untuk mengharmoniskan antara Lingkungan/lahan dan air serta penggunanya agar dapat berperan timbal balik. Konsep Tepi air untuk desain massa dan bentuk bangunan menyediakan sarana-sarana dan prasarana untuk kegiatan rekreasi, seperti taman, arena bermain, dan fasilitas dengan pembangunan diarahkan tetap adanya badan air dan tetap mempertahankan keberadaan ruang terbuka.Pemanfaatan potensi alam berupa perairan laut dan pantai secara optimal dipadukan menjadi sebuah pemecahan dalam perancangan.