cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JAUR (Journal of Architecture and Urbanism Research)
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25990179     EISSN : 25990160     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Architecture is an art done by every individual to imagine themselves and the science in designing the building. In a broader sense, the architecture includes designing and building the entire built environment, ranging from the macro level of urban planning, urban design, landscape architecture, to the micro level of building design, furniture design and product design. Architecture also refers to the results of the design process.
Arjuna Subject : -
Articles 293 Documents
Kajian Konsep Arsitektur Ekologi Pada Kawasan Resort Studi Kasus: Pulau Ayer resort and Cottages Anisa Anisa
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 3, No 2 (2020): Vol 3, No 2 (2020): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v3i2.3413

Abstract

Kawasan Resort merupakan tempat rekreasi yang dituju oleh masyarakat kota. Pesatnya perkembangan kota mempunyai dampak yang besar pada daerah di sekitar kota. Daerah sekitar kota menjadi arah pembangunan yang kadangkala tidak terkontrol sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan yang ditandai dengan penurunan kualitas udara, air, tanah, punahnya flora dan fauna liar dan rusaknya ekosistem. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu penerapan arsitektur ekologi pada pembangunan fasilitas pendukung kota, antara lain resort. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan prinsip prinsip arsitektur ekologi pada kawasan resort dan mengidentifikasi  material apa saja yang mendukung  arsitektur ekologi pada kawasan resort. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif, yang menganalisis menggunakan prinsip arsitektir ekologi. Diharapkan dengan adanya penerapan arsitektur ekologi pada kawasan resort ini bisa membuat lingkungan terjaga ekosistemnya dan meminimalisirkan pengaruh buruk pada lingkungan yang di timbulkan karena desain arsitektur yang tidak tepat. Hasil dari penelitian ini adalah, prinsip ekologi bisa diterapkan dalam kawasan resort antara lain mengatur massa bangunan untuk menciptakan ruang terbuka hijau aktif, memanfaatkan kontur dan keistimewaan fisik alamiah, mendesain bangunan supaya hemat energy dengan bukaan yang cukup dan arah hadap yang tepat, dan menggunakan material lokal.
Upaya Meningkatkan Pelayanan Pendidikan Melalui Perancangan Gedung Perpustakaan Di Universitas Medan area alfi - dinata; rina - saraswaty; suprayitno - -
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 1, No 1 (2017): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v1i1.1445

Abstract

AbstrakSeiring dengan pesatnya perkembangan penduduk yang ada di Indonesia maka secara langsung hal ini mempengaruhi permintaan masyarakat terhadap pendidikan yang semakin meningkat. Secara tidak langsung masyarakat menuntut berbagai Lembaga Pendidikan khususnya pada tingkat Perguruan Tinggi untuk memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik disertai dengan sistem pelayanan pendidikan yang bermutu ideal. Pada proses perancangan suatu bangunan atau kawasan, pemberian tema oleh setiap perancang adalah wajib hukumnya. Kegunaan tema sendiri untuk membantu para perancang dalam merancang bangunannya. Pada perancangan gedung Perpustakaan ini akan diterapkan tema Arsitektur Tropis. Tema akan diterapkan pada bangunan dengan mengutamakan atau memaksimalkan pencahayaan alami. Rencana pembangunan Perpustakaan Universitas Medan Area beserta sarana dan prasarananya akan ditempatkan diatas tanah seluasa 675.84 m2. Secara umum perancangan Perpustakaan terdiri dari 5 ruang utama bagi umum yaitu ruang baca perpustakaan, perpustakaan elektronik, ruang auditorium, ruang penyimpanan skripsi, dan test room. 3 ruang pengelola yaitu ruang kepala perpustakaan, ruang staff pengelola, dan ruang rapat pengelola. Kata Kunci : Pembangunan Gedung Perpustakaan Universitas Medan Area, Arsitektur Tropis.  Abstract Along with the rapid development of the existing population in Indonesia, this directly affects the demand of the public to the ever increasing education. Indirectly the community demanded various Education Institutions, especially at the level of Higher Education to provide the best education services accompanied by an ideal quality education service system. In the process of designing a building or area, the theme by each designer is obligatory. Usefulness own theme to help the designers in designing the building. In the design of this Library building will be applied the theme of Tropical Architecture. The theme will be applied to the building by prioritizing or maximizing natural lighting. The construction plan of University of Medan Area Library along with its facilities and infrastructure will be placed on the land of 675.84 m2. In general, the design of the Library consists of 5 main space for the public library reading room, electronic library, auditorium room, thesis storage space, and test room. 3 management rooms are library headroom, management staff room, and manager meeting room. Kata Kunci : Construction of University Library Building Area, Tropical Architecture.
Analisis Arsitektur pada Rumah Tradisional Batak Toba di Kabupaten Toba Samosir, Balige yunita syafitri rambe
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 3, No 1 (19): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v3i1.2912

Abstract

Suku Batak adalah salah satu Kebudayan Arsitektur yang terdapat di daerah Sumatera Utara yang dalam perkembangannya telah mengalami perubahan dan pertumbuhan dalam hal kebudayaan dari masa kemasa dalam rentang waktu yang cukup lama. Keragaman agama, budaya dan bahasa yang terdapat di daerah tersebut merupakan salah satu yang biasa di jadikan referensi dari perkembangan kebudayaan tersebut. Ditinjau dari segi sejarahnya, suku Batak merupakan daerah yang sudah memiliki salah satu peradaban cukup tua di dunia.Suku Batak terdiri dari enam kelompok yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara, terdiri dari Batak Karo, Simalungun, Pak-Pak, Toba, Angkola dan Mandailing. Suku Batak Toba adalah masyarakat Batak Toba yang bertempat tinggal sebagai penduduk asli disekitar Danau Toba di Tapanuli Utara, pola perkampungan pada umumnya berkelompok. Salah satu peninggalan arsitektur yang masih ada yang memiliki nilai sejarah adalah keberadaan rumah Tradisional Batak Toba yang terdapat di Kab.Toba Samosir, Balige. Dan ini merupakan lokasi penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan Survei lapangan ini dilakukan dengan cara Observasi, untuk mendapatkan data fisik tentang rumah tinggal tradisional batak toba.
Kontruksi Bambu Pada Restoran Kapal Bambu Di Bahorok hibnul walid
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 2, No 2 (2019): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v2i2.2284

Abstract

Indonesia yang dikaruniai sumber daya alam berlimpah, memanfaatkan sumber daya alam menjadi produk baru yang bernilai baik bagi kehidupan manusia. Rumpun pohon bambu merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki banyak jenis. Sebagai kawasan wisata bukit lawang juga memiliki tempat khusus kebutuhan wisata salah satunya adalah restoran.  Restoran Kapal Bambu adalah salah satu restoran baru di Bukit Lawang, Bahorok dengan mengembangkan potensi daerah di bidang pariwisata dengan memanfaatkan bambu sebagai bahan bangunan pada Restoran Kapal Bambu. Dalam penelitian ini, yang ingin dicapai seluk beluk konstruksi restoran kapal bamboo di Bahorok. Peneltian ini dengan mengambil dan mengumpulkan data primer dari hasil wawancara dan observasi langsung ke daerah di sekitar tapak terpilih, data sekunder dari pustaka dan jurnal tentang bambu. 
Kajian Pola Perilaku Penduduk di Kawasan Permukiman Bantaran Sungai Deli aulia muflih nasution
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 3, No 2 (2020): Vol 3, No 2 (2020): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v3i2.3623

Abstract

Permukiman kumuh merupakan suatu permasalahan terutama di kawasan perkotaan. Penanganan yang telah dilakukan salah satunya yaitu penanganan lingkungan perumahan dan permukiman kumuh berbasis kawasan atau disingkat sebagai PLP2K-BK. Pada arahan penanganan program penanganan PLP2K-BK dilaksanakan pada tahun 2010, sementara bila diselaraskan dengan target departemen pekerjaan umum pada tahun 2020 Indonesia terbebas dari permasalahan permukiman kumuh. Permukiman lainnya memiliki kesesuaian sebagai kawasan permukiman dengan tingkat kepadatan tinggi lebih dari 126 unit/ha merupakan permukiman dengan tidak memiliki kondisi layak huni seperti tidak memiliki keteraturan bangunan, kondisi jalan lingkungan buruk, tidak adanya pengelolaan air limbah, dan lain-lain. Permasalahan tersebut seharusnya menjadi salah satu prioritas dalam perencanaan wilayah dan kota, karena perlu adanya penelitian mengenai evaluasi terhadap penanganan kawasan permukiman kumuh. selain itu perlu diketahui arahan kebijakan, kondisi eksisting permukiman kumuh, dan kemudian dilakukan perbandingan menghasilkan Gap dari kondisi eksisting dengan arahan seharusnya.
Perencanaan Museum Flora dan Fauna di Asahan dengan tema Arsitektur Edukatif Ida Deliyarti
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 1, No 2 (2018): JAUR April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v1i2.1764

Abstract

Museum merujuk kepada bangunan tempat menyimpan khazanah sejarah purba atau yang lalu, bukan hanya tempat menyimpan peninggalan purba, museum juga menyimpan berbagai macam jenis benda hidup maupun mati. Banyak dari masyarakat kurang berminat untuk datang ke museum. Wisatawan menjadikan museum sebagai tempat wisata alternatif. Di Kabupaten Asahan yang merupakan salah satu Kabupaten di Kota Medan di Provinsi Sumatra Utara ini adalah sebuah Kabupaten yang tengah tumbuh menjadi sebuah Kabupaten yang berkembang di berbagai sector, terutama pada sector Pendidikan dan Pariwista. Pembangunan di sektor penunjang pendididkan sangatlah minim. Tidak adanya bangunan – bangunan museum di Kabupaten Asahan, Seakan kalah pamor dengan keberadaan pusat – pusat perbelanjaan yang ada di Kabupaten Asahan. Belum adanya bangunan museum yang memiliki konsep edukasi dan entertainment. Di harapkan Museum Flora dan Fauna Di Kabupaten Asahan ini dapat menunjang aspek pedidikan di Kabupaten Asahan sekaligus menjadi ikon wisata baru di Kabupaten Asahan yang menerapkan tema arsitektur edukatif. Kata Kunci : Arsitektur Edukatif ,  Museum Flora dan Fauna ,
Strategi Potensi Dalam Pengembangan Wisata Ice Skating Di Dalam Mall Jakarta (Studi Kasus: Sky Rink Taman Anggrek Jakarta) Annica Etenia
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 3, No 2 (2020): Vol 3, No 2 (2020): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v3i2.3344

Abstract

Ice skating merupakan olahraga musim dingin yang jarang diminati oleh orang Indonesia terlebih karena iklim yang tropis, serta kurang tahunya masyarakat sekitar tentang olahraga ini. Fenomena ini menimbulkan penasaran masyarakat dalam olahraga musim dingin tersebut, oleh sebab itu beberapa mall di Jakarta telah menerapkan wisata ice skating dalam fasilitas hiburan rekreasi yang disediakan untuk menarik perhatian pengunjung, salah satunya Sky Rink yang ada di Mall Taman Anggrek. Trend tersebut menjadi hal yang menarik untuk dikaji sebagai potensi dalam konsep wisata olahraga es di dalam mall. Dalam penelitian ini menjelaskan mengenai potensi-potensi tentang wisata es ini. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan SWOT kualitatif dengan memberikan penjelasan mengenai potensi, kelemahan, kesempatan dan ancaman. Sedangkan hasil dari penelitian berupa penjelasan deskrptif mengenai potensi dalam mengembangkan wisata ice skating di dalam mall.
Perancangan Medan Islamic Center dengan Tema Arsitektur Modern Afridah Afridah; Suprayitno Suprayitno; Aulia Muflih
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 2, No 2 (2019): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v2i2.2282

Abstract

Medan Islamic Center dengan penekanan pada Arsitektur Modern adalah pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan dakwah islam  yang digunakan untuk aktifitas keagamaan. Perencanaan Islamic Center ditujukan untuk menampung beberapa kegiatan penunjang keislaman yang terdiri dari kegiatan mu’amalah,dakwah dan ta’lim keislaman yang mengikuti kemodrenan jaman meliputi pengetahuan teknologi yang berkembang saat ini. Pembangunan bidang agama yang telah dilaksanakan sejak Indonesia merdeka telah memberikan dampak seperti meningkatnya pemahaman keagamaan masyarakat, semaraknya kegiatan-kegiatan sosial keagamaan atau meningkatnya jumlah tempat-tempat ibadah serta meningkatnya jumlah jamaah haji. Keberadaan Medan Islamic Center ini dilatar belakangi adanya tuntutan terhadap pemenuhan sarana yang lebih baik seiring dengan perkembangan kegiatan keagamaan di Medan, sehingga dengan  adanya fasilitas Islamic Center ini diharapkan dapat menjembatani kehidupan sosial masyarakat dengan kaidah-kaidah Islam dalam perubahan dinamika sosial budaya di era sekarang ini. Islamic Center yang merupakan tempat pemusatan aktifitas dan pengembangan Islam, maupun pengembangan  masyarakat yang kreatif dan berakhlak mulia, selain itu diharapkan dapat meningkatkan aspirasi serta citra dan arsitektur di Indonesia, khususnya di Kota Medan.
Perancangan Museum Budaya di Tanjungbalai dengan Tema Arsitektur Vernakular Melayu muhammad yusri
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 2, No 1 (2018): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v2i1.2046

Abstract

Terdapat banyak sejarah dan kebudayaan yang dilupakan ataupun kurang dilestarikan kota Tanjungbalai. Adalah tugas kita untuk melestarikannya yaitu dengan menyediakan wadah yang dapat memberikan informasi tentang sejarah dan kebudayaan yang ada di kota ini. Untuk itu diperlukan suatu wadah yang dapat mengakomodasikan semua kebutuhan di atas, sekaligus mengakomodasikan kebutuhan informasi untuk keperluan pendidikan di Kota Tanjungbalai. Pengadaan museum sebagai sumber informasi pendidikan juga harus ditambah dengan hiburan yang bersifat mendidik dengan konsep belajar sambil bermain sebagai nilai tambahnya. Hal ini dimaksudkan untuk menarik masyarakat dalam kepedulian terhadap obyek-obyek sejarah dan berperan aktif dalam usaha pelestarian benda-benda yang termasuk dalam benda cagar budaya. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan informasi akan sejarah, pariwisata dan pendidikan, maka keberadaan Museum Budaya di Tanjungbalai.
Sumatera Utara: Pengembangan Potensi Daerah dalam Dikotomi Spasial dan Non Spasial Erika Sari Ginting
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 3, No 2 (2020): Vol 3, No 2 (2020): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v3i2.3157

Abstract

North Sumatera is a province with various characteristics, both spatial and non -spatial. For many years there has been a debate about the large spatial gaps in development exist in North Sumatera. In this paper, the province is divided into four groups. The allocation of a regency into a group based on two dichotomies. Firstly, the spatial dichotomy between the regencies near Lake Toba and outside the lake area. Secondly, the economic development dichotomy among the regions of North Sumatera. The method to determine high or low growth region was Typology Klassen. The result is two region near the Lake Toba are high growth regions, however five of them are still stated as low growth regions. Meanwhile, for the regions outside Lake Toba, six of them are high growth regions and eight of them are still in the low growth regions.  In order to improve the economic growth of every region, it is important to promote and develop strategic local.

Page 11 of 30 | Total Record : 293