JAUR (Journal of Architecture and Urbanism Research)
Architecture is an art done by every individual to imagine themselves and the science in designing the building. In a broader sense, the architecture includes designing and building the entire built environment, ranging from the macro level of urban planning, urban design, landscape architecture, to the micro level of building design, furniture design and product design. Architecture also refers to the results of the design process.
Articles
293 Documents
Pengembangan Pondok Pesantren Salman Al Farisi Terpadu Di Dolok Masihul Dengan Tema arsitektur Islam
muchlis adro sitepu;
sherlly maulana;
rina saraswaty
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 1, No 1 (2017): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v1i1.1447
AbstrakPondok Pesantren pada awalnya adalah lembaga dakwah yang digunakan para wali untuk menyebarkan agama islam. Namun, pada perkembangan pesantren menjadi lembaga pendidikan islam. Didalam pesantren bisa mempelajari agama islam dengan cara mengkaji karya karya ulama klasik. Sampai saat ini keberadaan pesantren masih belum begitu diperhatikan oleh masyarakat. Maka tujuan Pondok Pesantren salman alfarisi bermaksud untuk mengembangkan fasilitas yang ada karena kapasitas siswa santri yang meningkat saat ini, Pesantren sudah menerima siswa santri sebanyak ± 500 siswa. Sementara kapasitas Pesantren hanya dapat menampung ± 360 siswa. Selain itu Pesantren Terpadu Al Farisi bermaksud untuk meningkatkan keunggulan dengan megembangkan konsep agrobisnis sebagai bagian dari mpendidikan formal dan informalnya. Kata Kunci : membangun dan mengembangkan pondok pesatren dalam penerapan tema arsitektur islam AbstractPondok Pesantren was originally a da'wah institution used by the wali to spread the religion of Islam. However, in the development of Islamic boarding schools into educational institutions. In the pesantren can learn the religion of Islam by reviewing the work of the classical ulama. Until now the existence of pesantren still not so paid attention by society. So the purpose of Pondok Pesantren salman alfarisi intends to develop existing facilities because of the capacity of students who are increasing nowadays, Pesantren has received students santri as many as ± 500 students. While the capacity of Pesantren can only accommodate ± 360 students. In addition, Al Farisi Integrated Pesantren intends to increase excellence by developing agribusiness concept as part of formal and informal education. Keywords : build and develop pesok hut in the implementation of Islamic architecture theme
Analisis Pembentuk Ruang pada kawasan Pasar Tradisional pada Pusat Pasar dan jalan Veteran
ida deliyarti agustina
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 3, No 1 (19): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v3i1.2934
Ruang adalah tempat dimana seseorang berinteraksi memberikan reaksi dan aksi. Reaksi ini dapat timbul akibat dari pengaruh keadaan lingkungan sekitar. Keadaan sekitar atau sekeliling lingkungan dapat diterjemahkan dalam sebuah unsure desain yang dapat memenuhi kebutuhan secara fisik dan spiritual bagi pengguna yang disebut dengan suasana. Pusat Pasar dan jalan Veteran merupakan sebuah pusat pasar dimana ini merupakan area perdagangan yang dilakukan mulai dini hari sampai dengan pagi hari. Pada penelitian ini, akan dilihat bagaimana dengan kegiatan jual beli yang dilakukan oleh masyarakat akan di pusta pasar ini, komponen apa yang menjadi pembentuk ruang pada kawasan ini. Komponen yang akan dinilai dalam pembentuk ruang meliputi ruang dan batasan ruang, sirkulasi dan penutup/atap. Lokasi penelitian berada di jalan Pusat Pasar dan Jalan Veteran. Metodologi yang dilakukan dengan menggunakan metodologi pengambilan data kualitatif dan data kuantitatif serta melakukan wawancara terhadap pengguna.
Perencanaan Medan Wedding Centre Dengan Tema Arsitektur Modern
neneng yulia barky
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 2, No 2 (2019): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v2i2.2285
Wedding Center merupakan sebuah wadah yang dapat menjadi alternatif bagi pasangan yang akan menikah untuk melangsungkan seluruh kegiatan pernikahan secara terpadu dan praktis dimulai dari kegiatan persiapan hingga perayaan pernikahan. Wedding Center memberikan berbagai macam hal yang berhubungan dengan acara pernikahan seperti, membantu merumuskan konsep pernikahan, memfasilitasi, negosiasi, koordinasi dengan pihak gedung/hotel serta supplier/vendor. Wedding Center ini, menggunakan tema Arsitektur Modern. Yang berarti suatu istilah yang diberikan kepada sejumlah bangunan dengan gaya karakteristik yang mengutamakan kesederhanaan bentuk dan menghapus segala macam ornament.Metode Perencanaan dengan menggunakan pendekatan studi literature, memiliah dan mengelompokkan data, dan menganalisa proyek.
PENERAPAN ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA BANGUNAN MASJID DI KUDUS, JAWA TENGAH
muhammad izhar s;
Hadi Prabowo;
Sri Handjajanti
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v5i2.5562
Pada saat ini, arsitektur kontekstual dikaitkan dengan atap lengkung serta kemegahan, seperti bentuk kubah pada masjid. Arsitektur kontekstual diterapkan dengan mengaplikasikan pada bangunan tua dengan lingkungan baru dalamnya , Setelah arsitektur ekologis menjadi acuh tak acuh dan mencoba untuk menjadi berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana arsitektur konteks mempengaruhi desain agar bangunan dapat bermanfaat dan berfungsi secara optimal. Masjid kudus memiliki desain bentuk dan tatanan ruang yang memunculkan persepsi tersendiri, baik yang melalui konsep Islam ataupun hasil dari pengamatan subjektif, menarik untuk mengkaji keterkaitan antara konsep perancangan bentuk bangunan, dan tatanan ruang luar dan dalam masjid dalam. Masjid dan data mengenai masjid yang kemudian dianalisa untuk memperoleh suatu kesimpulan bahwa masjid merupaka bangunan masjid yang dalam perencangannya mempertimbangkan nilai-nilai islam.
Perancangan Trade Center Tanggap Pandemi Covid-19 dengan Penerapan Prinsip Arsitektur Eco-Tech
Mardi Liansyah;
R.Lisa Suryani;
Wahyu Hidayat
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v5i2.5693
AbstrakDari kurun tahun 2019 dunia mengalami pandemic covid-19, virus covid-19 merucut ke Indonesia. Indonesia terkena dampak yang sangat besar dalam pertumbuhan virus covid-19 ini. Salah satunya yaitu kota Pekanbaru. Kota Pekanbaru merupakan kota yang teridikasi zona merah dalam berkurun waktu yang sangat lama sehingga menyebabkan kebudayaan itu bergeser. Contohnya seperti dulu kita mudah untuk berjabat tangan sehingga berkomunikasi bisa lebih nyaman kini bergeser menjadi bersosial distancing dengan unsur protokol kesehatan. Perilaku manusia kini menjadi berubah di karenakan pandemi virus covid-19 ini. Seperti pada pasar dimana masyarakat dulu mudah untuk berbelanja, bersentuhan atau kontak langsung dan juga tatap muka. Salah satu upaya mewujudkan kegiatan perdagangan dan jasa yang perlu dikembangkan yakni dengan merancang Trade Center. Trade center merupakan sebuah pusat bisnis perdagangan yang menyediakan fasilitas perdagangan dan jasa dengan menyatukan agen bisnis yang terlibat dalam perdagangan dan diharapkan dapat memicu perkembangan ekonomi di daerah pelayanan. Untuk memenuhi kebutuhan Trade center yang aman dan nyaman terhadap lingkungan maka di terapkannya arsitektur Eco-tech yang memiliki teknologi berwawasan lingkungan. Prancangan Trade Center tanggap pandemic covid-19 ini berfokus pada desain yang menggunakan prinsip eco-tech, peraturan dan kebijakan pemerintah juga turut andil di dalam desain pada bangunan.Kata Kunci :Protokol kesehatan, Dampak Covid-19, Trade Center, Ecotech Arsitektur.
Perancangan Pesantren Tahfidz dengan Pendekatan Energy Conscious Design di Tembilahan
muhammad ibrahim;
Wahyu Hidayat;
Mira Dharma Susilawati
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v5i2.4896
Perkembangan anak-anak hingga usia remaja perlu mendapat perhatian lebih terhadap lingkungan sosial sekitar, sehingga dapat menghasilkan anak bangsa yang berakhlaq dan bermoral. Kurangnya peran sosial dari orangtua dan lingkungan sekitarnya menyebabkan perkembangan psikologis anak menjadi kurang matang. Perancangan Pesantren Tahdfidz dengan menggunakan tema energy conscious design di Tembilahan ini adalah sebuah wadah hunian serta edukasi sosial agama yang bertujuan mengkaji, menghafal, dan mengaplikasikan al-qur’an sebagai tahap untuk memperbaiki dan menjaga moral dan kualitas anak bangsa yang semakin lama semakin menurun. Pesantren Tahfidz di Tembilahan ini dibuat untuk anak-anak dan remaja tepatnya anak yang bersekolah ditingkat SD, SMP, SMA agar kelak dewasa meraka bisa menanamkan nilai-nilai islam sehingga tumbuh menjadi manusia yang berakhlak dan bermoral lebih lagi berilmu.Dalam perancangan Pesantren Tahfidz ini, penulis menerapkan prinsip Energy Conscious Design karena tema ini menjelaskan tentang pemanfaatan iklim yang ada disekitar site untuk penghematan energi pada bangunan pondok pesantren. Energy Conscious Design dalam konsep perancangannya menggunakan iklim sebagai sistem penghematan energi. Dalaam penerapannya dapat membuat ventilasi silang dan bukaan yang banyak agar ruangan di dalam bangunan dapat terasa sejuk tanpa menggunakan AC. Kemudian dapat dibuat banyak bukaan berupa jendela agar cahaya terang dapat masuk ke dalam ruangan sehingga dapat menghemat energi listrik.
APPLICATION OF FOLDING ARCHITECTURE AT HALLYU CENTER IN PEKANBARU
Tutilia Manalu;
Muhammad Rijal;
Yohannes Firzal
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v5i2.4951
Dalam beberapa tahun industry, budaya populer Korea Selatan berkembang sangat pesat dan menyebar ke berbagai negara di dunia salah satunya Indonesia. Fenomena ini dikenal dengan istilah “hallyu” yang merupakan istilah dari penyebaran budaya populer Korea, berupa musik, drama, film, fasion, kosmetik, destinasi wisata, kuliner dan lain sebagainya. Fenomena ini juga menyebar di wilayah Pekanbaru sehingga mendorong terbentuknya komunitas- komunitas para penggemar Korea Seperti Komunitas Dance cover dan idol group. Serta ketertarikan masyarakat untuk mengunjungi negera asal hallyu tersebut dan merasakan suasana disana. Tetapi belum adanya wadah khusus untuk menampung berbagai kegiatan dari komunitas tersebut Oleh karena itu, perancangan Hallyu Center sebagai wadah untuk memperkenalkan budaya popular Korea dengan berbagai fasilitas didalamnya yang dapat menampung aktifitas komunitas penggemar Korea diwilayah Pekanbaru dan sebagai media dalam berbagi dan bertukar informasi dengan menerapkan folding Architecture. Folding architecture adalah metode pencarian bentuk yang memfokuskan pada bentuk eksploratif dan visualitatif yang dapat mengkomunikasikan fungsi objek hallyu center.Kata-kunci : Budaya Populer, Hallyu Center, Folding Architecture.
Pusat Pecinta Kucing di Pekanbaru dengan Pendekatan Arsitektur Ekspresionis
Muhammad Mahdi Hadiwijaya;
Yohannes Firzal;
Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v5i2.4894
Banyaknya kasus kekerasan terhadap kucing yang dilakukan sebagian orang menunjukkan bahwa kesenjangan terhadap kucing masih banyak terjadi, dikarenakan minimnya perhatian masyarakat akan kesejahteraan kucing. Kesenjangan yang terjadi pada kucing dialami oleh kucing jalanan dan juga kucing peliharaan, sehingga melatarbelakangi munculnya Pecinta Kucing sebagai kelompok masyarakat yang peduli akan kesejahteraan kucing. Suatu wadah diperlukan bagi Pecinta Kucing di Pekanbaru agar dapat menaungi segala kegiatan mereka untuk memberikan kesejahteraan bagi kucing melalui kegiatan perawatan, edukasi, dan rekreasi. Pusat Pecinta Kucing hadir sebagai wadah dalam menjalankan aktivitas bagi Pecinta Kucing di Pekanbaru. Pusat Pecinta Kucing kelak akan menjadi tempat yang tidak hanya dapat dinikmati oleh Pecinta Kucing dan masyarakat Pekanbaru yang tertarik pada kucing, namun juga bagi kucing melalui fasilitas yang disediakan dan kegiatan yang diadakan. Perancangan Pusat Pecinta Kucing menggunakan pendekatan Arsitektur Ekspresionis, agar dapat mengkomunikasikan ekspresi rasa peduli pecinta kucing terhadap kesejahteraan kucing kepada masyarakat umum sebagai wujud pentingnya hak untuk sejahtera bagi kucing.Kata Kunci: Arsitektur Ekspresionis, Pusat Pecinta Kucing
PERANCANGAN STUDIO ANIMASI DI PEKANBARU DENGAN PENDEKATAN PRINSIP DESAIN NORMAN FOSTER
lintang pangesti;
Muhd Arief Al Husaini;
Gun Faisal
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v5i2.4944
Berkembangnya Industri kreatif terutama pada bidang animasi semakin banyak dan semakin meluas. Penggunaan animasi kini telah mencangkup ke seluruh bidang, mulai dari dunia hiburan, pendidikan, dan kini animasi juga banyak dipakai dalam dunia bisnis sebagai media untuk mempromosikan barang dan jasanya. Perkembangan minat masyarakat Pekanbaru terhadap dunia animasi belum terlalu dapat dilihat. Untuk dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap animasi maka dibutuhkanlah sebuah wadah yang dapat menampung keahlian serta kreativitas animator untuk bekerja sesuai dengan bidang yang dikuasainya yaitu animasi. Perancangan Studio Animasi ini berada di kota Pekanbaru ini berfungsi sebagai rumah produksidan kantor. Metode prinsip desain Norman Foster merupakan pendekatan yang digunakan sebagai sebuah solusi dalam merancang bangunan yang memiliki fleksibilitas ruang, penggunaan bentuk struktur yang menarik, dan tentunya mengikuti perkembangan teknologi yang nantinya akan sejalan dengan fungsi bangunan yaitu Studio Animasi.
PENERAPAN PRINSIP ECO-TECH ARCHITECTURE PADA PERANCANGAN PEKANBARU SPORTS MEDICINE CENTER
Muhammad Fikri Pratama;
Lisa Suryani;
Wahyu Hidayat
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jaur.v5i2.5694
Provinsi Riau merupakan daerah yang memiliki banyak potensi atlet. Namun hanya sedikit yang memiliki prestasi yang gemilang. Hal ini dikarenakan kurangnya teknologi penunjang performa atlet dan fasilitas penanggulangan cedera pada atlet. Pekanbaru Sports Medicine Center merupakan penyedia layanan kesehatan di bidang Sport Science yang berfungsi untuk memberikan perlindungan keselamatan terhadap cedera olahraga dan dapat berkontribusi dalam meningkatkan prestasi atlet. Dengan penerapan tema Eco-Architecture, perancangan bangunan Pekanbaru Sports Medicine Center akan dapat memanfaatkan teknologi berwawasan lingkungan dan menjawab tentang iklim kota Pekanbaru yang memiliki tingkat suhu yang tinggi agar aktivitas didalam bangunan dapat berjalan dengan sebaik mungkin, khususnya dalam penanganan pasien di rumah sakit yang membutuhkan kenyamanan.