cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2020)" : 23 Documents clear
Threshold Transmisi Harga Karet Alam Indonesia dengan Pasar Internasional Singapura Yuningtyas, Citra Vita; Hakim, Dedi Budiman; Novianti, Tanti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.914 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.16

Abstract

Indonesia merupakan salah satu eksportir karet alam terbesar di dunia. Harga karet alam Indonesia cenderung mengikuti pergerakan harga di pasar Internasional Singapura (SICOM), namun terdapat disparitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis threshold transmisi harga karet alam di pasar Internasional Singapura dengan harga di tingkat eksportir dan antara harga di tingkat eksportir dengan harga di tingkat produsen. Data yang digunakan adalah data time series selama 130 bulan (Januari 2008-Oktober 2018). Model yang digunakan adalah Threshold Vector Error Correction Model (TVECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat asimetris transmisi harga antara pasar Internasional Singapura dengan harga di tingkat eksportir dan antara harga di tingkat eksportir dengan harga di tingkat produsen. Uji threshold menunjukkan bahwa hubungan harga yang terjadi antara harga karet alam di tingkat eksportir dengan di tingkat produsen tidak signifikan, sehingga memiliki hubungan yang linier. Sedangkan uji threshold pada harga karet alam di pasar Internasional Singapura dengan harga di tingkat eksportir memiliki nilai threshold yang signifikan yaitu sebesar 0.14, sehingga kedua harga tersebut memiliki hubungan yang non-linier.
Analisis Kelembagaan Mitra Petani Tebu dan Pabrik Gula di Desa Bantal Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo Duwi Yunitasari; Husnul Khatimah; Rafael Purtomo Somaji
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.229 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.02

Abstract

Mayoritas penduduk Desa Bantal bekerja sebagai petani perkebunan dengan presentase 32,63% dan presentase luas perkebunan untuk tanaman tebu 87%. Petani tebu Desa Bantal telah bekerjasama dengan pabrik gula Asembagus dalam waktu yang cukup lama karena jarak antara Desa Bantal dan pabrik gula Asembagus yang cukup dekat yaitu 7 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model tataniaga tebu, biaya transaksi pada setiap model tataniaga, dan efisiensi model tataniaga pada setiap model tataniaga yang ada di Desa Bantal Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dekriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung margin tataniaga dan rasio keuntungan dengan memasukkan biaya transaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga model tataniaga tebu di Desa Bantal Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo yaitu: 1) Petani tebu menjual tebu ke pabrik gula; 2) Petani tebu menjual tebu ke pabrik gula melalui kelompok tani/pemborong tebu; 3) Petani tebu menjual tebu ke pedagang tebu. Model tataniaga dua memiliki jumlah biaya transaksi terbesar dari model tataniaga satu dan model tataniaga tiga. Sedangkan hasil analisis efisiensi dengan menghitung margin tataniaga dan rasio keuntungan menjelaskan bahwa model tataniaga satu merupakan model tataniaga yang paling efisien.
Pemetaan Neraca Beras dalam Rangka Mempersiapkan Penyediaan Kebutuhan Pokok Utama Masyarakat Menghadapi Pandemi Covid-19 Abi Pratiwa Siregar; Maulana Zeta Redo Satria; Indra Tri Mulyono; Yusila Nur Wijayanti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.281 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.22

Abstract

Dalam kurun waktu tidak sampai 30 hari, COVID-19 telah menyebar di berbagai wilayah di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah mengeluarkan himbauan dan arahan untuk membatasi mobilitas masyarakat. Namun demikian, aspek ekonomi dan kesadaran yang relatif rendah menjadi dua hal utama yang belum mampu diatasi. Salah satu kebijakan lain yang bisa diterapkan adalah karantina wilayah. Apabila pemerintah memutuskan kebijakan tersebut, maka menurut amanah undang-undang, pemerintah harus memenuhi kebutuhan masyarakat, salah satunya adalah beras. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui sebaran luas lahan sawah di Indonesia, 2) mengetahui sebaran jumlah penduduk di Indonesia, 3) melakukan pemetaan neraca beras di Indonesia. Metode dasar peneitian ini adalah deskriptif analitis dengan memakai data sekunder yang berasal dari Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik. Untuk menjawab pertanyaan pertama dan kedua, dilakukan dengan menguraikan data yang telah ada. Selanjutnya, tujuan ketiga diketahui dengan cara membandingkan ketersediaan beras dan kebutuhan beras pada setiap provinsi di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pertubuhan jumlah penduduk berada di atas pertumbuhan luas lahan sawah. Lebih lanjut, dari total 34 provinsi, 8 di antaranya termasuk wilayah dengan kaegori desifit. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah apabila tetap ingin melaksanakan karantina wilayah adalah terlebih dulu membuat perencanaan yang efektif dan terukur dalam mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar dengan efektif dan tepat sasaran.
Apakah Usahatani Padi Organik Lebih Menguntungkan? Bukti dari Desa Pringkasap Kabupaten Subang Asfiatika Hayuning Anggita; Suprehatin Suprehatin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.12

Abstract

Pertanian organik sebagai salah satu pertanian alternatif terus berkembang di Indonesia, termasuk pertanian padi organik. Meskipun demikian, pengembangan usahatani padi organik tersebut masih menghadapi banyak tantangan seperti minat berusahatani organik yang rendah karena mempertimbangkan apakah usahatani organik lebih menguntungkan dibandingkan usahatani padi non organik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan usahatani padi organik dan non organik. Penelitian ini menggunakan data primer dari 30 petani organik dan non organik di Desa Pringkasap Subang yang diperoleh dengan menggunakan metode sensus untuk petani organik dan purposive sampling untuk petani non organik. Metode analisis yang digunakan adalah analisis struktur biaya, penerimaan, pendapatan, R/C rasio, sedangkan untuk analisis perbandingan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa usahatani padi organik di Desa Pringkasap lebih menguntungkan dengan total pendapatan lebih tinggi daripada usahatani padi non organik. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa usahatani padi organik di Desa Pringkasap lebih efisien biayanya dilihat dari nilai R/C yang lebih tinggi dari usahatani padi non organik.
Pengaruh Program UPPKS Terhadap Pendapatan Petani Padi di Kabupaten Toba Samosir Anggada Sugar Marpaung; Nasri Bachtiar; Sri Maryati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.07

Abstract

AbstrakKebijakan pembangunan kependudukan dirintis dan dikoordinasikan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). Sebagai wadah untuk menumbuhkan minat kewirausahaan, program ini turut menjadikan petani padi dalam sasaran kegiatannya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh program UPPKS terhadap pendapatan petani padi di Kabupaten Toba Samosir. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keikutsertaan petani padi  menjadi anggota UPPKS terhadap pendapatan, dibandingkan petani yang bukan peserta. Jumlah responden sebanyak 65 orang petani diambil dengan purposive sampling dari lima kecamatan di Kabupaten Toba Samosir. Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif deskriptif untuk menguji faktor modal manusia, tempat tinggal serta keanggotaan UPPKS terhadap pendapatan petani. Hasil analisis terdapat pengaruh pengalaman, tempat tinggal dan keanggotaan UPPKS terhadap pendapatan petani dan tidak ada pengaruh antara pendidikan dengan pendapatan petani. Kesimpulan kajian ini menemukan bahwa pemberdayaan melalui UPPKS merupakan salah satu langkah konkrit pemerintah untuk meningkatkan pendapatan petani. Namun demikian, program ini masih memerlukan revitalisasi pengelolaan kelompok dari segi peningkatan bantuan modal dan pelatihan keterampilan.Kata Kunci: Pembangunan Kependudukan, Pemberdayaan, Modal Manusia, Kewirausahaan
Hubungan Lingkungan Kerja dengan Motivasi Pekerja Kebun di PT Trisna Naga Asih Kabupaten Subang Bagas Riadhi Wardhana; Rani Andriani Budi Kusumo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.17

Abstract

Persaingan dan kompetisi dalam dunia usaha yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk bertahan dalam kondisi yang baik dan berkembang lebih cepat. Selain faktor modal, kemampuan perusahaan untuk bertahan dari persaingan usaha sangat ditentukan oleh keunggulan sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan. PT Trisna Naga Asih merupakan perusahaan pertanian di bidang hortikultura yang telah mampu memenuhi faktor produksi dengan baik namun belum dilakukan manajemen sumber daya yang tepat sehingga para pekerja belum memiliki semangat kerja dan motivasi yang tinggi terhadap pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan lingkungan kerja dengan motivasi pekerja kebun. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan teknik penelitian deskriptif. Analisis data menggunakan metode korelasi rank spearman untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan kerja dengan motivasi pekerja kebun PT Trisna Naga Asih Kabupaten Subang.
Tingkat Partisipasi Petani pada Program Penguatan Kelembagaan Masyarakat Tani Berbasis Karet di Kabupaten Musi Rawas Andry Andry; Satria Putra Utama; Septri Widiono
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.528 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.05

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui bagaimana tingkat partisipasi petani peserta program penguatan kelembagaan masyarakat tani berbasis karet di Kabupaten Musi Rawas, untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat partisipasi petani sebagai peserta program kelembagaan masyarakat tani bebasis karet di Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan dengan mewawancarai 46 responden. Data dianalisis dengan menggunakan teknik skor dan regresi logit. Tingkat partisipasi ditentukan oleh kategori delapan tangga Arnstein. Sedangkan regresi logit digunakan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi. Tingkat partisipasi petani berada pada tangga Consultation nilainya 17. Dari faktor internal dan eksternal hanya faktor usia yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi petani, hal tersebut terlihat dari hasil signifikansi X3 sekitar 0,033 <0,05. 
Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Musi Rawas Edy Humaidi; I Putu Ajie Windu Kertayoga; Andry Andry
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.914 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.06

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk 1). Mengetahui karakteristik penduduk miskin di Kabupaten Musi Rawas, 2). Menganalisis faktor yang mempengaruhi pendapatan penduduk miskin, 3). Menganalisis keunggulan komparatif yang dimiliki, dan 4). Menyusun strategi terbaik dalam mengentaskan kemiskinan. Penelitian menggunakan jenis data primer dan sekunder. Teknik analisis yang digunakan yakni analisis deskriptif, analisis regresi berganda, dan analisis Location Quotient (LQ) serta Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil dari penelitian ini yakni: penduduk miskin di daerah penelitian mayoritas berumur produktif dengan jumlah anggota keluarga yang lebih banyak yakni 3-4, tingkat pendidikan rendah yakni Sekolah Dasar (SD), dan luasan lahan <1 hektar. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan penduduk miskin hanya tingkat pendidikan (X2), dengan sig 0,000< α (0,05). Keunggulan komparatif  di Kabupaten Musi Rawas adalah sektor perkebunan hal ini dilihat dari rata-rata LQ untuk sector perkebunan sebesar 3,63 yang lebih besar dibandingkan hasil LQ sektor lainnya. Strategi terbaik adalah peningkatan mutu SDM dengan score 0,813 kemudian diikuti pembangunan infrastruktur dengan score 0,719 dan pengembangan komoditi unggulan dengan score 0,438.
Konsumsi Penduduk Miskin di Kabupaten Musi Rawas I Putu Ajie Windu Kertayoga; Edy Humaidi; Rini Desfaryani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7817.311 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.23

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk 1). Mengetahui pengeluaran konsumsi penduduk miskin di Kabupaten Musi Rawas, 2). Menganalisis proporsi pengeluaran pangan penduduk miskin di Kabupaten Musi Rawas. Penelitian menggunakan jenis data primer dan sekunder. Teknik analisis yang digunakan yakni analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini yakni: Pengeluaran konsumsi penduduk miskin sebesar Rp. 1.150.320 per bulan  terdiri dari pengeluaran untuk sembako Rp. 370.766 per bulan atau 32 persen, biaya pendidikan Rp. 349.460 per bulan atau 30 persen serta pulsa dan bensin Rp. 430.094 per bulan atau 38 persen. Proporsi pengeluaran konsumsi untuk pangan sebesar 32 persen dan untuk non pangan 68 persen 
Dampak Kerjasama Perdagangan Indonesia – India dan Depresiasi Rupiah terhadap Kinerja Ekspor Minyak Sawit Indonesia Jamilah Jamilah; Mawardati Mawardati; Ghazali Syamni
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.13

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak kerjasama perdagangan Indonesia-India dan Depresiasi Rupiah Terhadap Kinerja Ekspor Minyak Sawit Indonesia. Metode penelitian menggunakan model sistem persamaan simultan dan diestimasi dengan metode 2 SLS. Data Time Series digunakan data tahun 2000-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor minyak sawit Indonesia ke India berfluktuasi namun menunjukkan tren peningkatan (2000-2018), diduga kinerja ekspor CPO Indonesia ke India dipengaruhi oleh kebijakan penurunan tarif impor India dan produksi CPO Indonesia. Depresiasi Rupiah mampu meningkatkan ekspor CPO Indonesia ke India, namun peningkatan ekspor CPO tidak mampu mendorong peningkatan harga dan produksi CPO domestik. Disisi lain, peningkatan ekspor minyak sawit Indonesia mampu meningkatkan harga dan produksi minyak sawit domestik

Page 1 of 3 | Total Record : 23