JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Articles
25 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 1 (2021)"
:
25 Documents
clear
Akses Masyarakat Dusun Leuwiliang Desa Tanjungwangi terhadap Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi Wilayah Kabupaten Bandung
Dena Arti Deandra;
Ahmad 2 Choibar Tridakusumah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.18
Akses merupakan kedayaan pengguna atau masyarakat dalam memperoleh kegunaan dari sesuatu. Akses berdasarkan mekanismenya dibedakan menjadi mekanisme akses berbasis hak dan mekanisme akses struktural-relasional. Dalam penetapan Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK), peraturan yang berlaku melarang segala macam kegiatan-kegiatan pemanfaatan hutan. Namun demikian, ketergantungan masyarakat pada sumber daya hutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari memotivasi masyarakat untuk terus mengakses Taman Berburu Masigit Kareumbi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi mekanisme akses petani terhadap kawasan TBMK. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dusun memiliki mekanisme akses bersifat struktural dan relasional terhadap TBMK dengan tipe akses berupa teknologi, tenaga kerja, identital sosial, relasi sosial, dan otoritas.
Analisis Usaha Industri Emping Melinjo Skala Rumah Tangga di Desa Makamhaji Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo
Fadhil Adi Nugraha;
Minar Ferichani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.09
camilan ataupun lauk. Emping melinjo terbuat dari biji melinjo tua, biji melinjo tua yang dipakai dipasok dari daerah sekitar Kabupaten Sukoharjo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan, profitabilitas, efisiensi, risiko, dan analisis sensitivitas dari usaha industri emping melinjo skala rumah tangga di Desa Makamhaji Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya total rata-rata yang dikeluarkan oleh produsen emping melinjo skala rumah tangga di Desa Makamhaji Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo pada Maret 2019 sebesar Rp4.346.161,00. Penerimaan rata-rata yang diperoleh setiap produsen adalah Rp6.185.333,00 per bulan dan keuntungan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp1.839.172,00 per bulan dengan profitabilitas usaha sebesar 30,40%. R/C Ratio sebesar 1,44. Besarnya nilai koefisien variasi 0,33 dan nilai batas bawah keuntungan adalah Rp635.770,00. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa penurunan nilai penjualan lebih sensitif terhadap perubahan keuntungan jika dibandingkan dengan kenaikan harga bahan baku dan kenaikan upah tenaga kerja
Tingkat Kepuasan Wisatawan terhadap Sapta Pesona Wisata Air Terjun Sedudo
Teti Sugiarti;
Mohammad Ali Fikri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.23
Jumlah kunjungan wisatawan objek wisata Air Terjun Sedudo lima tahun terakhir mengalami fluktuasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui serta menganalisis tingkat kepuasan wisatawan terhadap sapta pesona di objek wisata Air Terjun Sedudo di Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk. Analisis Deskriptif dipergunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan wisatawan kebanyakan berasal dari daerah Nganjuk. Usia wisatawan berkisar antara 15-25 tahun dengan pendidikan terakhir SMA sederajat dan kunjungan dilakukan di akhir pekan pada waktu siang hari. Tingkat kepuasan wisatawan terhadap objek wisata berdasarkan keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan dan kenangan mendapat penilaian sedang dari wisatawan. Tingkat kepuasan wisatawan berdasarkan keindahan dan keramah tamahan mendapat penilaian tinggi. Tingkat kepuasan wisatawan dengan nilai terendah adalah berdasarkan kebersihan. Tingkat kepuasan tentang kebersihan dipengaruhi oleh kesadaran pengunjung tentang tidak membuang sampah sembarangan atau pada tempatnya sehingga berpengaruh terhadap keadaan lingkungan objek wisata.
Analisis Pendapatan dan Risiko Usahatani Padi di Kabupaten Sukoharjo
Dicky Wahyu Prabowo;
Sri Marwanti;
Umi Barokah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.14
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui biaya dan pendapatan yang diperoleh petani padi di Kabupaten Sukoharjo, mengetahui tingkat risiko produksi, harga dan pendapatan usahatani padi, serta mengetahui upaya penanggulangan risiko tersebut. Metode dasar penelitian ini adalah metode deskriptif dan analisis. Lokasi penelitian di Kabupaten Sukoharjo yang meliputi dua kecamatan yaitu Kecamatan Polokarto dan Kecamatan Mojolaban. Metode pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis koefisien variasi (CV). Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata total biaya yang dikeluarkan petani padi di Kabupaten Sukoharjo sebesar Rp 14.315.734/Ha. Rata-rata pendapatan yang diterima petani padi di Kabupaten Sukoharjo sebesar Rp 22.088.449/Ha. Nilai CV risiko produksi usahatani padi di Kabupaten Sukoharjo untuk per usahatani 0,54 Ha yaitu 0,68 sedangkan per 1 Ha yaitu 0,07. Nilai CV risiko harga usahatani padi di Kabupaten Sukoharjo yaitu 0,05. Nilai CV risiko pendapatan usahatani padi di Kabupaten Sukoharjo untuk per usahatani 0,54 Ha adalah 0,67 sedangkan per 1 Ha adalah 0,17. Upaya penanggulangan risiko produksi yang dilakukan oleh petani padi di Kabupaten Sukoharjo adalah melakukan pergantian varietas, melakukan gropyokan, melakukan pencabutan pada tanaman padi yang terserang penyakit. Upaya penanggulangan risiko pendapatan yang dilakukan petani padi adalah mengikuti program asuransi pertanian dari Pemerintah dan menjadi buruh tani.
Preferensi Konsumen Kopi di Kabupaten Bondowoso dan Implikasinya terhadap Strategi Pemasaran Kopi Java Ijen Raung Kabupaten Bondowoso
Weni Indah Tapaningsih;
Yuli Dwi Lestari
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.05
Kabupaten Bondowoso merupakan kabupaten penghasil kopi arabika terbaik di Indonesia, yang dikenal dengan Kopi Java Ijen Raung, akan tetapi kopi yang dikonsumsi oleh masyarakat Bondowoso bukan Kopi Java Ijen Raung melainkan kopi olahan pabrik lainnya. Fenomena ini tentunya mengharuskan agroindustri Kopi Java Ijen Raung mengembangkan produk kopinya agar dapat diterima oleh konsumen kopi di Bondowoso. Suatu Informasi mengenai preferensi konsumen sangat dibutuhkan yang dapat mempermudah Kopi Java Ijen Raung dalam menentukan strategi pemasarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga menjadi kriteria yang paling dominan bagi konsumen dalam membeli kopi. konsumen kopi cenderung memilih kopi olahan sendiri karena pertimbangan harga, citarasa, aroma dan kualitas kopinya dibanding dengan kopi lainnya
Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Susu di Desa Bangelan Kabupaten Malang
Rio Ardiansyah;
Hari Dwi Utami;
Bambang Ali Nugroho
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.19
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis nilai tambah produk olahan susu kambing di Rumah susu Desa Bangelan: (2) Mengetahui pendapatan dari produk olahan susu: (3) mengetahui keuntungan per produk olahan susu kambing. Penelitian dilaksanakan pada bulan januari sampai bulan maret 2020 di Desa Bangelan Kabupaten Malang. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu dimana pengambilan sampel didasarkan pada kriteria-kriteria yang ditetapkan oleh penulis. Responden pada penelitian ini adalah peternak, pengolah rumah susu, dan konsumen. Responden pada penelitian ini adalah peternak, pengolah rumah susu, dan konsumen. Penelitian ini menggunakan teknik value added analysis, yaitu adanya perlakuan suatu input terhadap suatu proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan dari produk yoghurt adalah Rp. 1.175.208,35 per bulan dan Rp. 9.793,40 untuk per produk yoghurt. Sedangkan keuntungan yang diperoleh produk permen susu per bulannya adalah Rp. 874.250,03 dan Rp. 5.828,33 per produk permen susu. Nilai tambah yang dihasilkan oleh produk yoghurt Rp. 9.793,54 dan produk permen susu yaitu Rp. 6.369,48 per produknya. Nilai tambah yang dihasilkan cukup menjanjikan untuk perkembangan rumah susu kedepannya, dengan inovasi produk tentunya akan lebih menambah nilai suatu produk tersebut.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Sayuran Organik di Pasar Modern Kota Semarang
Afma Bella Vista;
Wiludjeng Roessali;
Mukson Mukson
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.10
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen sayuran organik, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian sayuran organik di Pasar Modern Kota Semarang. Penelitian dilakukan di Gelael Citraland dan Transmart Setiabudi, Kota Semarang pada bulan Juni - Juli 2019. Metode penelitian yang digunakan yaitu merode survei dengan alat bantu kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi logistik menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendapatan, harga, kualitas dan motivasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian sayuran organik di Pasar Modern Kota Semarang. Variabel pendapatan, harga, kualitas dan motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian sayuran organik di Pasar Modern Kota Semarang.
Analisis Pendapatan Petani Kentang dan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pendapatan Kentang di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung
Salma Aulia Rahmah;
Eliana Wulandari
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.01
Sektor pertanian berperan penting terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia karena berkontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Subsektor hortikultura khususnya komoditas sayuran seringkali mengalami fluktuasi harga. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pendapatan petani kentang dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendapatan petani kentang di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan menggunakan kuisioner sebagai instrument penelitian. Lokasi penelitian yaitu Desa Pangalengan dan Desa Pulosari di Kecamatan Pangalengan yang dilakukan terhadap 52 responden petani kentang pada bulan Juli hingga September 2019. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis pendapatan dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2018 rata-rata pendapatan petani kentang sebesar Rp. 35.551.632 per hektar. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pendapatan kentang secara signifikan yaitu luas lahan, jumlah produksi, dan harga jual kentang.
Akselerasi Inovasi Produk Litbang Berbasis Teknologi Nano Melalui Pendekatan Technoprenuership
Lutfah Ariana;
Mia Rahma Romadona
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.24
Tantangan yang sering muncul dalam pemanfaatan hasil litbang pemerintah adalah kemampuan dalam pengelolaan teknologi dan produk, dimana kesenjangan kemampuan teknis dan bisnis menyebabkan hasil litbang belum mampu menembus pasar secara meluas. Technoprenuership dianggap menjadi kerangka yang efektif dalam mengintegrasikan aspek kewirausahaan untuk mengelola model bisnis dari produk litbang berbasis teknologi tinggi. Kajian ini mengeksplorasi bagaimana kemampuan komersialisasi hasil litbang yang dilakukan oleh lembaga litbang pemerintah dapat meningkatkan skala dampak ekonomi. Berbasis studi kasus tunggal (single case study) dari produk aplikasi teknologi nano LIPI, kajian ini memanfaatkan kerangka technoprenuership untuk melihat kapabilitas teknologi dan pemasaran perusahaan start-up dalam membangun model bisnis yang dijalankannya. Eksplorasi pendekatan technoprenuership diuraikan dalam konsep Knowledge Intensive Enterpreneurship (KIE) untuk menjelaskan tiga komponen yang saling melengkapi (complementary), yaitu peluang teknologi, peluang pasar dan peluang institusional. Hasil studi mengungkapkan bahwa komplementaritas dari peluang hasil riset akan menentukan keberhasilan perusahaan start-up mengkomersialisasikan produk berteknologi nano. Adanya kesenjangan kapabilitas teknologi antara periset (peneliti) dengan pengusaha (start-up company) mendorong pendekatan technoprenuership dapat diusulkan menjadi model kebijakan teknologi selanjutnya.
Pengaruh Alokasi Bantuan Pengendalian Penyakit Avian Influenza (Flu Burung) Selama Kurun Waktu 2013-2016
Noviani Darmawati;
Iman Rozani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.15
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh alokasi bantuan pengendalian penyakit AI yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada provinsi terhadap kejadian penyakit AI di Indonesia. Penelitan terdahulu terkait pengendalian penyakit AI umumnya hanya melihat efektifitas dalam pelaksanaan kebijakan pengendalian penyakit AI, tetapi belum melihat bagaimana pengaruh alokasi bantuan pemerintah untuk pengendalian penyakit AI terhadap kejadian penyakit AI di Indonesia. Dengan menggunakan metode regresi OLS dan IV SLS, penelitian ini menggunakan data panel pada 34 provinsi yang ada di Indonesai selama kurun waktu 2013-2016. Hasil estimasi menunjukkan bahwa alokasi bantuan pencegahan penyakit AI berpengaruh signifikan terhadap kejadian penyakit AI namun belum mampu menguranginya. Sehingga implikasi kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah yaitu alokasi bantuan pengendalian penyakit AI yang diberikan sebaiknya tidak reaktif terhadap kejadian penyakit AI dan populasi unggas saja, tetapi sesuai acuan yang jelas berupa roadmap pengendalian AI sesuai dengan tahapan yang disepakati berdasarkan epidemiologi penyakit AI. Sehingga diharapkan dapat mengurangi kejadian penyakit AI di Indonesia. Optimalisasi peran puskeswan dan kegiatan surveilans AI di daerah perlu ditingkatkan untuk mengurangi kejadian penyakit AI selain pemberian alokasi bantuan pengendalian penyakit AI.