JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Articles
841 Documents
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Program KKPE Dan KUR Sektor Pertanian di Indonesia
Danik Nurjanah;
Any Suryantini
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.713 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.01.10
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kredit program KKPE dan KUR sektor pertanian di Indonesia. Metode dasar yang digunakan yaitu deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder berbentuk data panel yaitu gabungan data cross section (provinsi) dan data time series (2010-2014). Data bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementrian Pertanian, Otoritas Jasa Keuangan, Kementrian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) serta instansi-terkait lainnya sebagai data pendukung untuk penelitian ini. Metode yang digunakan yaitu analisis regresi data panel memilih model melalui tiga pendekatan estimasi yaitu common effect model (CEM), fixed effect model (FEM) dan random effect model (REM) menggunakan E-views 9. Hasil penelitian ini menunjukan permintaan kredit program KUR dan KKPE sektor pertanian di Indonesia dipengaruhi secara positif oleh suku bunga kredit, nilai tukar, harga gabah dan Produk Regional Bruto sektor pertanian. Upah minimum provinsi berpengaruh secara negatif. Nilai tukar petani tidak berpengaruh secara signfikan
Motivasi dan Kontribusi Pendapatan Pedagang Sayur Wanita Terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Perumahan Kabupaten Jember
Prayitno, Teguh;
Soejono, Djoko;
Suwandari, Anik
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.457 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.01.17
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui motivasi wanita bekerja sebagai pedagang sayur, 2) mengetahui alokasi waktu kerja pedagang sayur, 3) mengetahui kontribusi pendapatan pedagang sayur wanita terhadap pendapatan rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Daerah penelitian ditentukan secara purposive method. Metode pengambilan sampel menggunakan incidental sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan penelusuran data secara online. Metode analisis data yang digunakan yakni sala likert, presentase alokasi waktu, dan presentase kontribusi pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) motivasi wanita bekerja sebagai pedagang sayur adalah adanya kebutuhan dasar dan kebutuhan hubungan, 2) Alokasi waktu kerja pedagang sayur wanita untuk kegiatan ekonomi masih lebih kecil dibandingkan dengan kegiatan domestik, 3) kontribusi pendapatan pedagang sayur wanita terhadap pendapatan rumah tangga tergolong dalam kategori sedang dan tinggi, perbedaan ini dipengaruhi oleh metode penjualan, rincian pedagang sayur wanita tergolong berkontribusi tinggi adalah pedagang dengan metode penjualan (membuka lapak dan berdagang keliling menggunakan motor) dan (membuka lapak dan keliling jalan kaki), pedagang sayur wanita yang tergolong berkontribusi sedang adalah pedagang dengan metode penjualan (berdagang keliling dengan menggunakan motor).
Optimalisasi Produksi Usahatani Seledri Daun (Apium Graveolens L) di Desa Zed Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka
Raudatul Jannah;
Iwan Setiawan;
Endang Bidayani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.47 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.01.1
Optimalisasi produksi yang dilakukan untuk meningkatkan keuntungan yang maksimal setelah tercapainya produksi optimal dengan mengefisienkan biaya produksi dalam suatu kegiatan usahatani seledri daun. Adanya penambahan terhadap input dalam usahatani seledri daun akan menyebabkan biaya produksi akan meningkat, sehingga dilakukan optimalisasi terhadap produksi seledri daun, agar memperoleh keuntungan yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hasil produksi yang didapatkan petani seledri di Desa Zed Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka sudah optimal atau belum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sedangkan metode penarikan contoh yang digunakan pada penelitian ini adalah acak sederhana (sample random sampling) dengan sample petani seledri daun di Desa Zed sebanyak 35 petani seledri daun. Metode analisis menggunakan turunan persamaan-persamaan dan rumus a,b,c. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi optimal seledri daun di Desa Zed adalah 1111,154 kilogram dengan harga jual Rp. 21.514,-, dengan memperoleh keuntungan maksimal setelah tercapainya produksi optimal, yaitu sebesar Rp. 13.639.672,04.
Modal Sosial Dalam Komunitas Pedagang Sayuran Di Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka
Rudianto barin;
Fournita Agustina;
Yudi Sapta Pranoto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (46.442 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.01.7
Faktor perjanjian antara petani Desa Balunijuk dan pedagang sayuran Desa Balunijuk menyebabkan terjadinya modal sosial dalam komunitas pedagang sayuran. Sehingga modal sosial didalam komunitas pedagang sayuran memberikan dampak hubungan baik terhadap mitra kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan unsur- unsur modal sosial yang dimiliki pedagang sayuran di Desa Balunijuk. Metode yang digunakan adalah metode survei. Metode penarikan contoh pada penelitian ini menggunakan metode sensus dengan sampel responden sebanyak 50 orang. Metode analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) unsur-unsur modal sosial yang dimiliki oleh komunitas pedagang sayuran ada 7 unsur. 7 unsur modal sosial tersebut adalah unsur kepercayaan, kerjasama, norma sosial, saling tukar kebaikan antar individu, nilai-nilai, partisipasi dalam suatu jaringan, dan tindakan proaktif. Namun unsur – unsur modal sosial yang dominan terjadi adalah unsur kepercayaan, kerjasama, dan tindakan proaktif.
Efisiensi Produksi pada Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Madiun
Minarsih, Imas;
Waluyati, Rahayu Lestari
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.093 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.01.13
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi produksi serta faktor yang mempengaruhi inefisiensi produksi pada usahatani bawang merah di Kabupaten Madiun. Pebelitian ini dilakukan di Desa Bandungan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan 60 petani sebagai sampel yang ditentukan dengan metode accidental sampling. Data yang dianalisis adalah data usahatani pada musim raya atau kemarau. Efisiensi Produksi serta faktor-faktor yang mempengaruhi inefisiensinya dianalisis menggunakan metode Frontier 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani bawang merah di Kabupaten Madiun sudah efisien secara produksi dengan nilai efisiensi rata-rata 0,903. Faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap inefisiensi produksi bawang merah di Kabupaten Madiun adalah potensi tenaga kerja dalam keluarga dan keikutsertaan dalam kelompok tani. Efisiensi produksi bawang merah saat musim raya atau kemarau dapat dioptimalkan. Penggunaan tenaga kerja dalam keluarga sebaiknya dikurangi. Kelompok tani harus dioptimalkan untuk memberdayakan petani
Digitalisasi Keuangan pada Supply Chain Agribisnis Padi di Malang Raya, Jawa Timur, Indonesia
Agustina Shinta;
Destyana Pratiwi;
Novi Haryati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.63 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.01.12
Pengembangan digitalisasi saat ini diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas pada layanan produk, demikian juga dengan layanan keuangan terutama program pinjaman untuk usaha. Layanan keuangan yang cepat dapat mendorong peningkatan integrasi supply chain agribisnis padi. Studi awal penelitian ini adalah mengidentifikasi rantai pasok yang terjadi pada agribisnis padi dan menemukan titik-titik praktik rantai pasok yang mana yang mungkin dapat diterapkan digitalisasi yang dapat diintegrasikan dengan penyedia layanan keuangan untuk perbaikan efisiensi biaya dan efektifitas waktu dalam pekerjaan. Studi dilakukan di Desa Watu Gede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode pengumpulan data adalah data primer dari petani padi yang dipilih secara acak dengan depth interview dan snowball sampling untuk penentuan informan pada supply chain agribisnis padi. Metode analisis data secara deskriptif dari perolehan persepsi kendala pelaku rantai pasok terhadap microfinance dan penggunaan tehnologi informasi. Hasil mapping ditemukan bahwa pengembangan digitalisasi keuangan hanya dapat dilakukan pada titik yang di dalamnya ada peran besar Gapoktan. Yaitu gapoktan (sebagai supplier sarana produksi) dan gapoktan (sebagai penggiling beras) - ke lembaga keuangan. Hal ini disebabkan karena kelembagaan gapoktan sudah terbangun system yang integratif dari penyedia sarana produksi, petani dan penggilingan hingga pemasaran
Analisis Rantai Pasokan (Supply Chain) Ubi Kayu (Manihot Utilissima) di Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso
Zaenol Alim;
Joni Murti Aji;
Mustapit Mustapit
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.068 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.01.8
Produksi ubi kayu di Kecamatan Wringin merupakan yang tertinggi di Kabupaten Bondowoso. Namun harga ubi kayu di daerah tersebut masih fluktuatif, sehingga perlu diketahui lebih lanjut tentang rantai pasokan ubi kayu di daerah tersebut. Penentuan daerah penelitian menggunakan metode secara sengaja. Analisis data menggunakan analisis diskriptif kuantitatif, diantaranya analsis margin pemasaran, analisis FFA, dan analisis nilai tambah. Hasil analisis menunjukkan (1) aliran produk ubi kayu dengan produk olahan tape dan keripik singkong mengalir dari petani dan berakhir pada konsumen akhir, aliran keuangan mengalir dari konsumen akhir hingga berakhir pada petani ubi kayu, dan aliran informasi mengalir dari petani hingga berakhir pada konsumen akhir, dan juga mengalir dari konsumen akhir hingga berakhir pada petani ubi kayu; (2) Hasil analisis FFA menunjukkan bahwa faktor pendorong pengembangan rantai pasokan ubi kayu tertinggi adalah produk olahan ubi kayu yang beranekaragam dengan nilai faktor urgensi sebesar 2,22, sedangkan faktor penghambat tertinggi adalah harga ubi kayu fluktuatif dengan nilai faktor urgensi sebesar 2,11. Rekomendasi kebijakannya adalah mempertahankan keanekaragaman produk olahan ubi kayu dan merencanakan jumlah permintaan ubi kayu; (3) Hasil analisis nilai tambah menunjukkan bahwa pengolahan ubi kayu menjadi tape memberikan nilai tambah yang positif dengan rasio nilai tambah sedang, dan pengolahan ubi kayu menjadi keripik singkong memberikan nilai tambah yang positif dengan rasio nilai tambah tinggi.
Alokasi Penggunaan Input Produksi Tebu Perkebunan Rakyat di Jawa Timur (Studi Kasus Petani Tebu Plasma Ptpn XI)
Muhammad Zul Mazwan;
Masyhuri Masyhuri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (247.768 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.01.14
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tebu; 2) Mengetahui alokasi penggunaan input-input produksi tebu optimum pada lahan sawah dan lahan tegalan. Penelitian ini menggunakan 190 responden yang terdiri dari 95 petani tebu lahan sawah dan 95 petani tebu lahan tegalan. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dianalisis dengan uji asumsi klasik dan uji regresi linier berganda. Alokasi penggunaan input produksi tebu optimum menggunakan metode maksimalisasi keuntungan dengan pendekatan OLS (Ordinary Least Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Faktor-faktor yang meningkatkan produksi tebu yaitu luas lahan, pupuk anorganik, tenaga kerja dan sistem tanam dan varietas tebu. Sedangkan faktor yang menurunkan produksi tebu yaitu pupuk organik. 2) Penggunaan input produksi optimum pada lahan sawah ialah luas lahan 7,15 hektar, 3 kuintal pupuk anorganik, 1,37 kuintal pupuk organik dan tenaga kerja sebanyak 824 HOK. Sedangkan penggunaan input produksi pada lahan tegalan ialah luas lahan 8,34 hektar, 2,65 kuintal pupuk organik dan tenaga kerja sebanyak 880 HOK.
Analisis Sikap Konsumen Pasar Swalayan Terhadap Sayuran Organik
Erna Puji Astuti;
Masyhuri Masyhuri;
Jangkung Handoyo Mulyo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.626 KB)
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.01.18
Sikap konsumen terkait kepercayaan dan perilaku menjadi faktor yang membentuk sikap konsumen. Metode analisis penelitian ini adalah model multiatribut fishbein. Atribut ini antara lain kualitas, kesegaran, kebersihan, daya tahan dan harga. Hasil penelitian menunjukkan atribut yang paling penting oleh responden adalah atribut kualitas dibandingkan harga. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa nilai adjusted R2 sebesar 0,409, ini menunjukkan adanya kontribusi hubungan umur, pendidikan dan pendapatan terhadap sikap konsumen secara bersama-sama sebesar 5%. Selanjutnya berdasar uji F menghasilkan Fhitung sebesar 20,616 dan tingkat signifikansi 0,000 jauh lebih kecil dari level signifikansi yang digunakan yaitu 0,05. Berdasarkan hasil tersebut (Ho) ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersama-sama.
Pengaruh Penyuluhan Pertanian terhadap Perilaku Sosial Ekonomi dan Teknologi Petani Padi di Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar
aprilia nur rahma wati;
Supriyono Supriyono;
Ahsin Daroini
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.13
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kemampuan motivasi penyuluh pertanian, penyuluh sebagai fasilitator dan penyuluh sebagai pendidik terhadap perilaku sosial ekonomi dan teknologi petani padi di Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Penelitian menggunakan metode campuran dengan teknik Concurrent mixed method yaitu menggabungkan antara data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 50 sampel yang tergabung dalam GAPOKTAN Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan sengaja dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang ditentukan oleh peneliti. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan skala llinkert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 23. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan pertanian terhadap perilaku sosial ekonomi dan teknologi petani padi. Persamaan regresinya adalah Y=a+b1X1 + b2X2 + b3X3, dimana a= Intercept, b= koefisien regresi, X1= kemampuan penyuluh memotivasi, X2= penyuluh sebagai fasilitator, X3= penyuluh sebagai pendidik dan Y= Perilaku sosial ekonomi dan teknologi petani. Secara bersama-sama penyuluhan berpengaruh terhadap perilaku sosial ekonomi dan teknologi petani padi. Sedangkan secara parsial kemampuan penyuluh memotivasi, penyuluh sebagai fasilitator dan penyuluh sebagai pendidik berpengaruh terhadap perilaku sosial ekonomi dan teknologi petani padi di Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan Y= 20,074 + 0,900X1 + 0,761X2 + 0,901X3 dengan determinasi (R2 ) 51%.Kata kunci : Penyuluhan pertanian, perilaku petani