cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 841 Documents
Analisis Biaya Transaksi pada Rantai Pasok Ikan Tuna di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sendangbiru Kabupaten Malang Yunita Pane; Budi Setiawan; Anthon Efani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.15 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.03.10

Abstract

Potensi ikan hasil tangkapan di Kabupaten Malang mencapai 403.000 ton/tahun. Jenis ikan primadona ekspor perairan Kabupaten Malang adalah ikan tuna. Berdasarkan data Pelabuhan TPI Sendangbiru bulan Juni 2016 ikan tuna merupakan ikan yang dominan tertangkap yaitu 64% dari total tangkapan. Penelitian ini bertujuan: (1) Melihat alur jaringan rantai pasok ikan tuna di TPI Sendangbiru. (2) Mengidentifikasi biaya transaksi sepanjang alur rantai pasok pada ikan tuna di TPI Sendangbiru. (3) Menganalisis efisiensi usaha pada  jaringan rantai pasok ikan tuna di TPI Sendangbiru. Pada alur rantai pasok ikan tuna di TPI Sendangbiru terdapat 4 komponen biaya transaksi yaitu biaya negosiasi, pencari informasi, waktu tunggu, dan penegakan kontrol. Untuk total biaya transaksi nelayan sebesar Rp 13.795.800,00, sedangkan anggota lelang sebesar Rp 10.308.480,00. Efisiensi usaha dalam alur rantai pasok ikan tuna dipengaruhi oleh total penerimaan dan total biaya yang digunakan satu kali melaut. Untuk mengetahui tingkat efisiensi usaha maka dihitung menggunakan R/C ratio. Perhitungan efisiensi usaha pada nelayan dihasilkan rata–rata sebesar 1,52, sedangkan pada anggota lelang rata–rata sebesar 1,74.
Strategi Pengembangan Wisata Edukasi Hutan Obat Mbambingan Gunung Kelud Kabupaten Kediri Rachma Suryani Rahayu; Abu Talkah; Ahsin Daroini
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal dan memformulasikan alternatif strategi pengembangan yang tepat untuk Wisata Edukasi Hutan Obat Mbambingan Gunung Kelud. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  kualitatif dan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang pengunjung wisata (accidental sampling) dan 5 orang pengelola wisata (purposive sampling). Analisis data yang digunakan yaitu analisis SWOT dan analisis QSPM. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Wisata Edukasi Hutan Obat Mbambingan Gunung Kelud terdapat 5 fokus utama program yaitu edukasi, konservasi, pelestarian jamu, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kesehatan masyarakat. Faktor internal meliputi sumberdaya manusia, pemasaran, produksi, keuangan, penelitian dan pengembangan serta sistem informasi dengan total skor IFE sebesar 4,19. Faktor eksternal meliputi ekonomi, sosial masyarakat, teknologi, pesaing, dan bencana dengan total skor EFE sebesar 4,36. alternatif strategi yang paling diminati dengan nilai TAS tertinggi sebesar 6,652 yaitu Mengadakan kerjasama antar instansi pemerintah dan perusahaan sejenis dalam kegiatan yang sifatnya mempromosikan wisata, selanjutnya pada urutan kedua dengan nilai sebesar 6,554 yaitu Lebih mengembangkan potensi alam dan SDM pengelola, serta pada urutan ketiga dengan nilai sebesar 6,208 yaitu dengan Melakukan perawatan dan perbaikan infrastruktur demi tercapai kepuasan dalam pelayanan.Kata kunci: strategi pengembangan, wisata edukasi, analisis SWOT, analisis QSPM
Analisis Kontribusi Kategori Pertanian Terhadap PDRB Kabupaten Tasikmalaya Mulyawati, Iis Rina
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.619 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.03.13

Abstract

Kategori Pertanian merupakan penyumbang paling besar terhadap PDRB di Kabupaten Tasikmalaya selain Kategori Perdagangan, Kategori Konstruksi dan Industri Pengolahan. Kategori Pertanian merupakan penyerap tenaga kerja terbesar, dengan laju pertumbuhan yang cenderung  positif setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar kontribusi Kategori Pertanian terhadap pembentukan  PDRB di Kabupaten Tasikmalaya. Hasil dari penelitian ini adalah nilai produksi Kategori Pertanian Kabupaten Tasikmalaya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan tetapi kontribusi Kategori Pertanian terhadap PDRB Kabupaten Tasikmalaya mengalami penurunan. Salah satu penyebab menurunnya peranan Pertanian adalah berkurangnya luas lahan pada lapangan usaha tersebut. Lambatnya kenaikan harga produk lapangan usaha tersebut dibandingkan produk lapangan usaha lain juga menjadi penyebab turunnya peranan lapangan usaha Pertanian (BPS Kabupaten Tasikmalaya, 2018).  produk petanian mengalami  semakin tergeser oleh besarnya kategori-kategori lain yang memberikan kontribusi yang terus mengalami peningkatan terhadap PDRB dan dikarenakan potensi ekonomi Kabupaten Tasikmalaya yang terus bergeser dari sektor Pertanian yang masuk dalam kelompok Primer ke kelompok tersier yang diantaranya adalah sektor Perdagangan.
Analisis Nilai Tambah Produk Kerajinan Bambu di Kabupaten Kebumen Mesiyani Mesiyani; Suprehatin Suprehatin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.21

Abstract

Sebagai tanaman hutan non kayu, pemanfaatan bambu untuk produk keperluan rumah tangga sehari-hari dan kerajinan tangan semakin meningkat. Pengembangan dan inovasi produk tersebut memberikan nilai tambah produk yang berasal dari bambu sehingga dapat meningkatkan harga jual. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai tambah dan keuntungan produk kerajinan bambu di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan data primer dari dua usaha pengolahan bambu dengan jenis output berbeda. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan nilai tambah dengan pendekatan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima produk kerajinan bambu memiliki nilai tambah dan keuntungan per unit yang berbeda. Produk anyaman vas bunga dari bambu memiliki nilai tambah dan keuntungan per unit tertinggi.
Analisis Rantai Pasok Pemasaran dan Nilai Tambah Gabah di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Maulia Dian Pangestuti; Mukson Mukson; Agus Setiadi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.292 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.04.2

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis rantai pasok (aliran produk, keuangan dan informasi) gabah di Kecamatan Undaan,dan menganalisis nilai tambah gabah pada penggilingan padi di Kecamatan Undaan. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober sampai bulan November 2018 di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan adalah survei. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan rantai pasok dibahas secara deskriptif dan nilai tambah di analisis menggunakan metode hayami. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 aliran dalam manajemen rantai pasok gabah, yaitu aliran produk, aliran informasi dan aliran keuangan. Struktur rantai pasokan melibatkan adanya petani, Penebas dan penggilingan padi. Rata - rata nilai tambah yang diperoleh penggilingan padi yaitu Rp 310,83 per kg dengan total produksi 3.656 kg dalam satu kali proses produksi. Pengolahan gabah menjadi produk olahan beras secara keseluruhan mampu memberikan nilai tambah pada usaha penggilingan padi yang ada di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Besarnya nilai tambah dipengaruhi oleh harga bahan baku, biaya produksi dan harga jual beras.            
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Jumlah Pembelian Bibit Cabai di Usahatani Pembibitan Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Triana Kusuma Astuti; Dyah Mardiningsih; Sriroso Satmoko
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.421 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.04.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah pembelian bibit cabai harga, jenis, musim tanam dan luas lahan di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak dan menganalisis pengaruh harga, jenis, waktu tanam, dan luas lahan terhadap jumlah pembelian bibit cabai di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak dengan alasan Desa Sumberejo merupakan sentra usahatani pembibitan terbesar di Kecamatan Ngablak. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling yaitu sampel berasal dari konsumen yang tidak sengaja bertemu di usahatani pembibitan, sampel diambil sebanyak 30 orang berdasarkan 10% dari jumlah populasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah pembelian bibit cabai yaitu 3266 dalam setiap musim tanam. Secara serempak harga, jenis, waktu tanam dan luas lahan berpengaruh terhadap jumlah pembelian bibit cabai sedang harga, jenis, waktu tanam secara parsial tidak berpengaruh terhadap jumlah pembelian bibit cabai.
Penentuan Provinsi-Provinsi Terbaik dalam Produksi Jagung Nasional Melalui Analisis Kuadran atas Variable Produksi dan Produktivitas Per Satuan Luas Lahan Lubna Mutiara Aini
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.039 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.04.10

Abstract

Jagung merupakan bahan pangan pokok kedua setelah beras dan bahan utama pembuatan pakan. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan bahan pangan semakin meningkat. Dengan demikian, perkembangan produksi komoditas di bidang pertanian, salah satunya jagung, haruslah diperhatikan. Informasi perkembangan jagung baik mengenai produksi, luas panen, dan produktivitas per satuan luas lahan sangatlah penting. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data pertanian jagung selama 22 tahun terakhir yang diambil dari BPS. Hasil studi menunjukkan produksi jagung nasional meningkat sangat signifikan dari 6 juta ton menjadi 20 juta ton (70%) selama 22 tahun. Provinsi dengan produksi jagung tertinggi adalah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Lampung. Sementara luas panen nasional tidak mengalami peningkatan yang berarti. Selama periode 22 tahun luas panen nasional hanya meningkat 0,9%. Adanya perbedaan peningkatan produksi dan luas panen yang begitu timpang mengindikasikan adanya peningkatan produktivitas jagung per satuan luas lahan. Hasil studi menunjukkan bahwa provinsi-provinsi yang memiliki tingkat produktivitas tinggi adalah Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Lampung. Hasil kuadran analisis menghasilkan empat kelompok provinsi, yaitu provinsi yang memiliki produksi tinggi dan produktivitas tinggi, provinsi yang memiliki produksi tinggi dan produktivitas rendah, provinsi yang memiliki produksi rendah dan produktivitas tinggi, dan provinsi yang memiliki produksi rendah dan produktivitas rendah.
Peningkatan Kinerja Agroindustri Pisang dengan Pendekatan Sustainable Livelihoods Dwi Retno Andriani; Budi Setiawan; Djoko Koestiono; Abdul Wahib Muhaimin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.405 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.03.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi kinerja agroindustri pisang dengan pendekatan faktor internal dan eksternal dalam kepemilikan sumberdaya. Permasalahan utama peningkatan agroindustri unggulan adalah ketidakmampuan dalam mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki pelaku agroindustri dan mengelola lingkungan bisnisnya, sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas, mutu, dan daya saing agroindustri. Kondisi tersebut memicu untuk melakukan kegiatan evaluasi kinerja dari faktor individu sebagai motor penggerak agroindustri unggulan. Upaya-upaya tersebut berhubungan dengan indikator akses sumber daya yang merupakan komponen dari livelihood Asset. Langkah-langkah untuk mengevaluasi kinerja agroindustri unggulan agar mampu mewujudkan suatu hasil yang sesuai dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran perusahaan melalui perumusan model evaluasi kinerja sebagai salah satu usaha memperbaiki produktivitas, mutu, dan daya saing usaha. Metode analisis data menggunakan desain Data Envelopment Analysis (DEA) untuk melihat tingkat efisiensi kepemilikian sumber daya dan kondisi kerentanan pelaku agroindustri terhadap kinerja agroindustri
Efisiensi Biaya Produksi Pupuk Organik Padat (POP) pada PT. Sirtanio Organik Indonesia di Kabupaten Banyuwangi Nur Ida Suryandari; Triana Dewi Hapsari
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.2

Abstract

Pertanian organik merupakan salah satu alternatif dari konsep pertanian berkelanjutan. Pertanian organik didefinisikan sebagai suatu sistem produksi tanaman yang berasaskan daur ulang hara secara hayati. Daur ulang hara tanaman dan ternak tersebut dalam pertanian organik digunakan sebagai bahan masukan atau biasa disebut dengan agroinput yang salah satunya yaitu pupuk organik. Pupuk organik yang digunakan oleh petani pada umumnya terdiri dari dua macam yaitu pupuk organik padat (POP) dan pupuk organik cair (POC). Untuk mengkonversi kebutuhan pupuk-pupuk kimia pada pertanian konvensional, maka dalam penerapan pertanian organik dibutuhkan pupuk organik di mana kebutuhan pupuk organik padat (POP) memiliki presentase yang lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan pupuk organik cair (POC). Berdasarkan kebutuhan pupuk organik padat (POP) yang cukup besar guna memenuhi kebutuhan petani mitranya sesuai dengan Good Agriculture Practices serta untuk keberlanjutan usaha yang dilakukan, maka PT. Sirtanio Organik Indonesia sejak tahun 2015 memproduksi pupuk organik padat (POP)  secara mandiri. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengkaji terkait dengan pengadaan bahan baku pupuk organik padat (POP) dengan menggunakan analisis deskriptif serta efisiensi biaya produksi pupuk organik padat (POP) di PT. Sirtanio Organik Indonesia dengan menggunakan analisis R/C ratio. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengadaan kotoran ternak kambing yang digunakan sebagai bahan baku telah memenuhi aspek kuantitas, kualitas, waktu, biaya, dan sistem organisasi; (2) Penggunaan biaya produksi pupuk organik  padat yaitu efisien dengan nilai R/C ratio sebesar 1,66.
ANALISIS DAN PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK KOPI DI PT SINAR MAYANG LESTARI Syahputra, Andhika Nugraha; Pujianto, Totok; Ardiansah, Irfan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.6

Abstract

Meningkatnya tingkat konsumsi kopi di Indonesia harus dibarengi dengan penerapan rantai pasok yang baik, karena rantai pasok memiliki peran dalam proses pemenuhan permintaan. Kinerja rantai pasok yang baik ditentukan dari peran anggota rantai pasok yang terlibat, jika anggota rantai pasok belum maksimal dalam menjalankan perannya maka akan berdampak pada kinerja rantai pasok yang terjadi. PT Sinar Mayang Lestari merupakan perusahaan yang memproduksi green beans dan roasted beans. Atribut reliabilitas memiliki bobot nilai 0,40 karena atribut ini menentukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan sesuai kuantitas, kualitas maupun ketepatan waktu. Kondisi rantai pasok kopi di PT Sinar Mayang Lestari yang dianalisi menggunakan metode FSCN (Food Supply Chain Network) sudah berjalan cukup baik karena mampu memenuhi permintaan konsumen dilihat dari nilai kinerja rantai pasok yang diukur mengacu kepada metode SCOR (Supply Chain Operations Reference) yang menghasilkan nilai 88,19. Nilai kinerja ini termasuk ke dalam kriteria sedang (Average).

Page 9 of 85 | Total Record : 841