cover
Contact Name
Asrul Saputra
Contact Email
asrulsaputra.as7@gmail.com
Phone
+6282312952338
Journal Mail Official
tekniksipil@um-sorong.ac.id
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 27 Kelurahan Klabulu, Distrik Malaimsimsa, Kota Sorong
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Rancang Bangun
ISSN : 24768928     EISSN : 26144344     DOI : http://doi.org/10.33506/rb
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun (p-ISSN: 2476-8928, e-ISSN:2614-4344) is a peer-reviewed scientific journal published by LPPM Muhammadiyah University of Sorong which is managed by the Civil Engineering Journal Management Team, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Sorong. This journal is published twice a year, in April and October. The focus and scope of this journal are: Structural Engineering, Geotechnical Engineering, Transportation Engineering, Ocean Engineering, Earthquake Engineering, Water Resources Engineering, Construction Management and Building Materials and Structures
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 185 Documents
Studi Perencanaan Prasarana Jaringan Transportasi Moda Becak-Motor Bemor Di Kota Makassar Muhammad Nurwahyudi
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.3 KB) | DOI: 10.33506/rb.v4i2.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  (1) menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi bemor di Kota Makassar; (2) menganalisa karakteristik operasional bemor sebagai moda transportasi alternatif di Kota Makassar; (3) merumuskan konsep penetapan NSPK pada perencanaan prasarana bemor di Kota Makassar. Pada studi ini dilakukan penelitian survey yang dalam pelaksanaannya dilakukan pengambilan sampel dari populasi menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data. Analisis dilakukan dengan analisis deskriptif untuk memberikan gambaran secara sistematis dan akurat mengenai fenomena sosial berupa fakta, keadaan, sifat, individu atau kelompok serta hubungan diantaranya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persepsi masyarakat pengguna terhadap keberadaan bentor di Kota Makassar, cukup positif karena waktu tempuh yang singkat, aman, mudah dan tarif yang terjangkau sertamempunyai aksesibilitas yang cukup tinggi, tetapi persepsi pemerintah cenderung khawatir terhadap pemakai bemor dari faktor keselamatan kendaraan bemor tidak memenuhi persyaratan teknis. Pengelola/pengendara bemor lebih memperhatikan aspek keterbukaan lapangan kerja dan memperoleh pendapatan dengan keberadaan bemor. (2) Banyaknya pangkalan bemor yang tersebar di Kota Makassar baik didaerah permukiman, perdagangan, dan sekolah menunjukkan besarnya permintaan/kebutuhan akan sarana transportasi ini. (3) Kontribusi tidak langsung keberadaan bemor ditinjau dari segi sektor migas yaitu dengan banyaknya jumlah bemor yang beroperasi maka akan terjadi peningkatan penjualan BBM hal ini dapat memberikan kontribusi secara tidak langsung bagi pendapatan negara.
Potensi Pemanfaatan Limbah PII Quary Sebagai Pengganti Agregat Halus Beton Wennie Mandela; Didik Setyo Purwantoro
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.501 KB) | DOI: 10.33506/rb.v4i2.173

Abstract

Fakta di beberapa quary pasir wilayah Sorong Raya, kadar lumpurnya masih cukup tinggi yaitu kisaran 8% - 19 % dengan mutu beton yang didapatkan maksimal K-200. Dalam upaya mencari alternatif material pasir lokal tersebut, teridentifikasi ada limbah dari perusahaan pengolah tambang batu pecah yang ada di Kota Sorong yaitu PT Pro Intertech Indonesia (PII QUARY).Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mutu beton rata-rata yang dihasilkan dari uji laboratorium atas benda uji beton yang memakai limbah PII Quary dan untuk mengidentifikasi potensi serta kelayakan limbah PII Quary apakah dapat dijadikan alternatif pengganti agregat halus beton Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium Teknologi Beton Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sorong. Penelitian yang menggunakan jenis material limbah dari PII Quary berupa pasir batu. Sampel yang diambil akan dicampur dengan agregat kasar, semen dan air untuk kemudian diketahui karakteristik mutu beton yang dihasilkan. Hasil penelitian didapatkan uji kuat tekan rata-rata silinder beton umur 28 hari sebesar 17,5 MPa belum mencapai mutu beton yang ditargetkan yaitu 25 MPa. Limbah batu pecah PII Quary disimpulkan dapat dijadikan sebagai alternatif bahan pengganti agregat halus beton. Akan tetapi, mutu beton yang dihasilkan hanya memenuhi mutu beton kelas 1 yang digunakan bukan untuk pekerjaan struktur.
Kajian Kuat Tekan Beton Menggunakan Pasir Quary Malanu Kampung Dengan Campuran Serat Aluminium Dan Logam Wennie Mandela; Achmad Rusdi; Wish Man Silalahi
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 4 No. 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.186 KB) | DOI: 10.33506/rb.v4i1.186

Abstract

Beton merupakan suatu campuran homogeny yang terdiri dari agregat halus (pasir/abu batu) danb agregat kasar (kerikil/ batu pecah) dan bahan pengikat pasta yaitu semen+air, dengan perbandingan tertentu, dan dapat pula ditambahkan pula dengan campuran lainnya apabila dianggap perlu. Beton diminati karena mempunyai sifat-sifat fisik dan karakter tertentu, dapat bervariasi sesuai dengan perubahan proporsi komponen material penyusunnya. Inovasi teknologi beton selalau dituntut guna menjawab tantangan tantangan akan kebutuhan, beton yanag dihasilkan diharapkan mempunyai kualitas tinggi meliputi kekuatan dan daya tahan tanpa mengabaikan nilai ekonomis, penambahan serat pada campuran beton meperlihatkan beberapa keuntungan potesial.Dalam penelitian ini serat yang digunakan adalah serat aluminium dan logam dan agregat dari PT. PII Kota Sorong dan Quary Malanu Kampung Jln F Kalasuat Kota Sorong Metode yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental dengan cara membuat benda uji di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Kota Sorong. Hasil yang diperoleh, hasil yang diperoleh, penambahan serat aluminium dan logam pada campuran beton normal mengalami penurunan kekutan beton dibandingkan serat aluminium dan logam. Semakin besar kadar penambahan serat aluminium dan logam yang di berikan maka kekuatan beton tersebut akan semakin menurun. Kuat tekan rata-rata hari ke 28 untuk beton normal 33.781 Mpa, pada serat aluminium dan logam 2% mengalami penurunan kuat tekan sebesar 60.895% dan serat aluminum dan logam 4% mengalami penurunan 60.339%.
Efektifitas Kinerja Bangunan Pengaman Pantai di Desa Munte Kabupaten Luwu Utara Muh Akhsan Samaila; Siti Marohatus Hidayatun
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 4 No. 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.798 KB) | DOI: 10.33506/rb.v4i1.187

Abstract

Garis Pantai Munte yang berhadapan dengan Teluk Bone, lebih banyak menghadapi masalah abrasi pantai yang menyebabkan permukiman dan fasilitas umum seperti sekolah, masjid terancam oleh hempasan gelombang. Dalam menangani permasalahan tersebut dilakukan pendekatan hard approach dengan pembangunan struktur bangunan pantai. Kinerja bangunan pantai diukur dengan efektifitas fungsionalnya untuk mereduksi energi gelombang. Untuk mencapai kriteria efektif maka dilakukan identifikasi masalah serta konsep kajian dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Kondisi bangunan eksisting pada Pantai Munte berupa groin dan detached breakwater. Dari hasil analisis deformasi gelombang menggunakan pemodelan terhadap bangunan eksisting, tinggi gelombang yang sampai dibibir pantai rata – rata sebesar 0.86 m sedangkan kombinasi groin dan detached breakwater mereduksi tinggi gelombang yang sampai ke pantai hingga 0.26 m. Hasil tersebut menunjukkan efektifitas bangunan pengaman pantai sebesar 30.23%. Hasil perhitungan deformasi gelombang menggunakan pemodelan numerik menunjukkan hasil yang mendekati dengan perhitungan secara analitik sehingga pemodelan dapat digunakan untuk memperoleh salah satu parameter efektifitas yaitu reduksi tinggi gelombang.
Studi Analisis Stabilitas Dinding Penahan Tanah Semi Gravitasi Pada Ruas Jalan Sorong-Aimas Km 18 Kota Sorong Arief Indriyanto; Rokhman Rokhman
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 4 No. 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.276 KB) | DOI: 10.33506/rb.v4i1.189

Abstract

Infrastruktur sebagai sarana transportasi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, khususnya yang menggunakan angkutan darat. Apabila diperhatikan, ada ratusan angkutan darat yang melintas setiap harinya dan hal ini, tidak dapat dilepaskan dari peran insfrastruktur jalan sebagai salah satu bagi angkutan darat tersebut melakukan aktifitasnya. Perlindungan infrastruktur dari bahaya longsoran merupakan hal penting agar prasarana tersebut dapat digunakan,Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kelongsoran adalah dengan membangun dinding penahan tanah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas dinding penahan tanah semi gravitasi pada ruas jalan km 18 Sorong-Aimas terhadap gaya guling, geser, dan daya dukung tanahnya. Perhitungan tekanan tanah dihitung dengan menggunakan Teori Coulomb serta perhitungan stabilitas terhadap keruntuhan kapasitas daya dukung tanah dihitung berdasarkan persamaan Vesic. Data-data yang diperlukan untuk analisa perhitungan di dapat dari hasil pengujian tanah di laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sorong. Hasil perhitungan stabilitas dinding penahan tanah terhadap penggulingan (fgl) = 2,912, terhadap penggeseran (fgs) = 2,598, dan terhadap daya dukung tanah (fdt) = 3,011.
Uji Eksperimental Variasi Kadar Semen Terhadap Nilai CBR Tanah Lempung Yang Distabilisasi Dengan Semen Iqbal Iqbal; Rokhman Rokhman
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 4 No. 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.759 KB) | DOI: 10.33506/rb.v4i1.190

Abstract

Karakteristik tanah di wilayah kabupaten sorong terdiri dari tekstur halus, sedang dan kasar serta terdapat tanah gambut. Bagian terbesar atau mayoritas tekstur tanah di kabupaten sorong adalah tekstur halus. Jenis tanah ini daya dukungnya rendah apabila dijadikan untuk tanah dasar (subgrade). Untuk mengatasi permasalahan ini, salah satu usaha yang dilakukan untuk peningkatan daya dukung tanah tersebut adalah dengan melalui perbaikan tanah dengan metode stabilisasi menggunakan bahan adiktif salah satunya adalah semen. Jenis tanah diambil di daerah kampung wen distrik mayamuk kabupaten sorong. Contoh tanah ini akan dicampur dengan semen untuk kemudian diketahui karakteristik daya dukungnya berdasarkan uji CBR. Pada penelitian ini, penambahan semen akan dilakukan pada kadar 5%, 10%, 15%, dan 20% dari total berat kering tanah. Sebelum melakukan pengujian CBR terlebih dahulu sampel tanah yang telah dipadatkan diperam selama 7 hari pada kondisi kadar air optimum. Dari hasil pengujian CBR menunjukkan bahwa seiring penambahan semen telah meningkatkan daya dukung tanah secara signifikan, Nilai CBR semakin naik seiring penambahan semen, dimana nilai CBR tanah asli sebesar 20,45% terjadi peningkatan nilai CBR pada campuran 20% semen dengan waktu pemeraman 7 hari dengan nilai CBR sebesar 111,93%
Evaluasi Tata Ruang Wilayah Distrik Mayamuk Dengan Menggunakan Aplikasi Arcgis Rahman Winarto; Hendrik Pristianto; Ibrahim Ibrahim
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 4 No. 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1433.227 KB) | DOI: 10.33506/rb.v4i1.191

Abstract

Kegiatan evaluasi tata ruang wilayah Distrik Mayamuk pada prinsipnya untuk menilai keselarasan antara tujuan, strategi, dan kebijakan yang termuat dalam dokumen rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Sorong. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1). Mengetahui perbandingan luas menurut RTRW dengan hasil analisis, 2). Mengetahui kesesuaian rencana tata ruang pada dokumen rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Sorong Distrik Mayamuk dengan yang terlaksana di Distrik Mayamuk, 3). Menghasilkan produk peta pola ruang tiap kelurahan dan peta tata ruang serta peta administrasi Distrik Mayamuk tahun 2017. Metode penelitian adalah pengambilan data citra foto udara dengan drone atau pesawat tanpa awak, data yang dikumpulkan adalah data primer dari citra foto udara dan data sekunder dari dokumen RTRW dan BPS Kab Sorong. Kesimpulan yang dihasilkan adalah 1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan luas Distrik Mayamuk adalah selisih 83,76 Ha. 2). Hasil analisis pola ruang Distrik Mayamuk kawasan lindung cagar alam sebesar 1,92 %, kawasan budi daya hutan produksi (HPK) sebesar 92,16%, permukiman sebesar 1,42%, pertanian lahan kering (PLK) sebesar 4,29%, kawasan industri dan pelabuhan terpadu sebesar 0,16% dan lahan kosong sebesar 0,02%, 3)Hasil peta pola ruang Kelurahan Makotyamsa, Makbalim, Yeflio, Makbusun, Arar, Klain, Klasmelek, Wen dan peta tata ruang serta peta administrasi Distrik Mayamuk.
Pemodelan Respon Struktur Pemecah Gelombang Tipe Terapung dengan Peredam Tambahan (Heave Plate) Muh Akhsan Samaila; Marina Abriani Butudoka
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.611 KB) | DOI: 10.33506/rb.v4i2.193

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan efektifitas sebuah pemecah gelombang terapung adalah dengan memperbesar hydrodynamic damping atau viscous damping. Redaman hidrodinamik bergantung pada bentuk dan frekuensi gerakan dari struktur.  Penelitian ini bertujuan meninjau pengaruh penambahan redaman pada struktur terapung dengan variasi sudut yaitu 90o, 150o dan 180o yang membatasi respon gerak struktur terapung hanya arah vertikal (heave motion) dimana sistem pengikat berupa pile untuk menjaga struktur terapung hanya bergerak secara vertikal. Model uji struktur terapung memiliki dimensi panjang 1.1 m, lebar 0.6 m dan tinggi 0.4 m. Gelombang yang digunakan pada model adalah gelombang regular dimana gelombang dicatat menggunakan alat wave gauge sedangkan pencatatan respon gerak struktur menggunakan alat accelerometer. Gerak translasi arah vertical (heave motion) diperoleh dari hasil integrasi numerik data kecepatan hasil pencatatan accelerometer. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai rasio redaman yang paling besar (ζ) yaitu redaman tambahan dengan variasi sudut 90o sebesar 0.418 sedangkan redaman tambahan dengan sudut 180o dan 150o masing-masing sebesar 0.344 dan 0.326. Untuk respon gerak struktur terapung (gerak translasi), sistem redaman tambahan yang memiliki sudut 90o paling besar mengurangi simpangan gerak translasi sebesar 0.1 m.
STABILISASI TANAH LEMPUNG KABUPATEN SORONG DENGAN KAPUR SEBAGAI LAPISAN SUB - GRADE JALAN ( Studi Kasus Daerah Mariat Pantai ) Ahmad Ibnu Asfian
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 2 No. 2 (2017): Jurnal Rancang Bangun 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.373 KB) | DOI: 10.33506/rb.v2i2.479

Abstract

Daerah Mariat Pantai adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Sorong. Kondisi jalan di daerah tersebut sangat rusak parah sepanjang jalan sekitar 1,5 Km sejak tahun 2014 yang lalu. Tujuan penelitian ini ditekankan pada bagaimana mengetahui kelayakan tanah yang distabilkan dengan kapur sebagai lapisan pondasi bawah pada suatu perkerasan jalan. Penstabilan tanah menggunakan kapur sebagai lapisan perkerasan dimaksudkan sebagai campuran lapisan perkerasan tanah. Adapun model pola pengujian menggunakan uji CBR Unsoaked, sempel langsung di uji untuk mengetahui daya dukung tanah tersebut. Pengujian tanah asli yang akan distabilisasi dengan kadar kapur yang berbeda-beda. Kadar kapur yang akan dipakai adalah 6%, 8%, 10%, dan 12%. Dalam proses pencampuran menggunakan campuran antara tanah asli dan kapur dengan perbandingan berat 5 kg tanah asli persempel dari berat kering tanah asli itu sendiri, ditambah pencampuran kadar kapur sesuai dengan masing – masing percobaan. Hasil penelitian tersebut dapat dianalisa bahwa Penstabilan tanah untuk perkerasan jalan dengan kapur setelah melalui proses pengujian laboratorium telah layak, dengan menghasilkan Nilai CBR unsoaked tanah asli sebesar 46,48%, sementara nilai CBR unsoaked tanah dengan campuran 6% kadar kapur yang dipadatkan kemudian langsung di uji nilai CBR-nya adalah sebesar 48,41% . lebih efektif dibandingkan dengan pencampuran tanah asli plus kadar kapur 8%,10%, dan 12%.
PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG BANGUNAN GEDUNG EKON 3 LANTAI DI KOTA WAISAI Annisyah Putri Nurjaman
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 2 No. 2 (2017): Jurnal Rancang Bangun 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.134 KB) | DOI: 10.33506/rb.v2i2.480

Abstract

Perencanaan dalam pembangunan suatu gedung diperlukan guna keamanan, kenyamanan dan keselamatan  pemilik atau orang yang berada didalamnya. Perencanan Sturktur Bangunan Gedung Ekon ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Dimensi dan penulangan struktur atas Gedung Ekon. (2) Dimensi dan penulangan struktur bawah Gedung Ekon. Struktur atas berupa pelat, tangga, balok dan kolom sedangka struktur bawah berupa pondasi. Bahan utama penyusun struktur adalah beton bertulang mengacu pad SNI 03-2847-2013. Perencanaan beban akibat gempa menggunakan analisis respon spektrum. Sedangkan beban non gempa disesuaikan dengan SNI 03-1727-2012: Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain. Dalam tugas akhir ini akan direncanakan struktur gedung beton bertulang menggunakan Sistem Rangka Pemikul Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Pada SRPMK diperoleh kebutuhan tulangan struktur atas yaitu tulangan balok B1 (40 x 55) dengan tulangan lentur tumpuan 6D16 dan tulangan lentur lapangan 4D16; tulangan balok B2(40 x 55) dengan tulangan lentur tumpuan 5D16 dan tulangan lentur lapangan 5D16; tulangan balok B3 (40 x 55) dengan tulangan lentur tumpuan 5D16 dan tulangan lentur lapangan 4D16; tulangan balok atap BA (40 x 55) dengan tulangan lentur tumpuan 4D16 dan tulangan lentur lapangan 4D16. Tulangan transversal kolom K1 8D16; K2 6D16; dan K3 4D16.  Pada struktur bawah digunakan pondasi telapak dengan dimensi 2x2 m dan tulangan 12D16

Page 8 of 19 | Total Record : 185