cover
Contact Name
Asrul Saputra
Contact Email
asrulsaputra.as7@gmail.com
Phone
+6282312952338
Journal Mail Official
tekniksipil@um-sorong.ac.id
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 27 Kelurahan Klabulu, Distrik Malaimsimsa, Kota Sorong
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Rancang Bangun
ISSN : 24768928     EISSN : 26144344     DOI : http://doi.org/10.33506/rb
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun (p-ISSN: 2476-8928, e-ISSN:2614-4344) is a peer-reviewed scientific journal published by LPPM Muhammadiyah University of Sorong which is managed by the Civil Engineering Journal Management Team, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Sorong. This journal is published twice a year, in April and October. The focus and scope of this journal are: Structural Engineering, Geotechnical Engineering, Transportation Engineering, Ocean Engineering, Earthquake Engineering, Water Resources Engineering, Construction Management and Building Materials and Structures
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 185 Documents
ANALISIS NEGOSIASI KONTRAKTOR DAN KONSULTAN PENGAWAS DALAM PENYELESAIAN ISU LAPANGAN PADA PROYEK Bandu, Jumiati; Lala Anggraini; Mariati Indah Lestari; Christy Agata Makupiola
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v11i02.4933

Abstract

Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi melibatkan berbagai pemangku kepentingan dengan latar belakang dan tujuan berbeda, termasuk kontraktor dan konsultan pengawas. Kondisi tersebut menuntut mekanisme negosiasi yang efektif guna menghasilkan penyelesaian konstruktif tanpa mengorbankan kualitas, biaya, maupun waktu. Penelitian ini difokuskan untuk mengeksplorasi bentuk negosiasi yang dijalankan oleh kontraktor dan konsultan pengawas dalam menghadapi persoalan lapangan, mengidentifikasi strategi komunikasi yang paling dominan digunakan dalam mencapai kesepakatan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, telaah dokumen kontrak serta laporan pengawasan, dan observasi langsung pada proses pelaksanaan proyek. Data diperoleh dianalisis secara non-numerik melalui tahapan reduksi, koding, dan analisis tematik untuk mengungkap pola negosiasi yang berlangsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negosiasi antara kontraktor dan konsultan pengawas umumnya diarahkan pada strategi kolaboratif yang mengedepankan kompromi serta penyelesaian berbasis win-win solution. Meski demikian, pada situasi tertentu muncul strategi dominasi atau akomodasi, khususnya ketika terdapat tekanan waktu maupun keterbatasan teknis yang tidak memungkinkan penundaan. Faktor kejelasan dokumen kontrak, pengalaman masing-masing pihak, serta keterbukaan komunikasi teridentifikasi sebagai elemen krusial dalam keberhasilan negosiasi. Kesimpulan penelitian menegaskan efektivitas penyelesaian isu lapangan ditentukan oleh pola negosiasi yang adaptif dan komunikatif. Negosiasi yang terkelola dengan baik tidak hanya menyelesaikan konflik, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara kontraktor dan konsultan pengawas dalam mendukung keberlanjutan proyek konstruksi.
SEISMIC HAZARD WILAYAH KOTA SORONG PAPUA BARAT DAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PSHA Indah Permatasari; Widodo Pawirodikromo; Adityawan Sigit
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v11i02.4977

Abstract

Indonesia merupakan wilayah rawan gempa bumi dikarenakan Indonesia menempati tiga lempeng besar dunia dan sembilan lempeng kecil. Lempeng tersebut saling bertemu dan membentuk jalur-jalur pertemuan yang kompleks. Interaksi antar lempeng tersebut membuat Indonesia sebagai wilayah rawan gempa bumi. Kota Sorong adalah salah satu kota di Provinsi Papua Barat Daya. Dimana daerah ini terdapat sesar Sorong yang merupakan retakan besar dalam kerak bumi dan selama 40 juta tahun telah melepaskan potongan daratan yang luas dari Papua sebelah utara dan pulau-pulau yang terbentuk karena adanya sesar ini, sesar Sorong  bergeser kearah barat melintasi lautan dan menuju kearah Sulawesi. Banyak sesar aktif lainnya yang berpotensi menimbulkan gempa di Pulau Papua, seperti halnya Sesar Koor yang membentang dari Raja Ampat sampai Sorong. Sedangkan batas lempeng tektonik di utara Papua membentuk sesar geser yang terjadi di bagian utara yaitu Sesar Sorong-Yapen. Pada September 2016, terjadi gempa bumi dengan skala magnitudo sebesar 6,8 SR (Skala Ritcher) dengan kedalaman 10 meter dari permukaan laut dan berjarak 31 km arah timur laut kota Sorong. Gempa ini tergolong gempa besar yang dapat merusak struktur bangunan pada umumnya. Laporan menyebutkan bahwa terdapat sebanyak 62 orang terluka dan 257 rumah rusak. Seismic hazard analysis bertujuan untuk menentukan suatu batas intensitas gempa tertentu yang berlaku di daerah kajian berdasarkan suatu nilai kemungkinan yang akan terjadi atau terlampaui pada suatu periode tertentu. Metode yang digunakan untuk menentukan batas tersebut adalah Metode Probabilistik – Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Beban gempa yang bekerja pada struktur bangunan dapat ditentukan dengan melakukan perhitungan ground motion (gerakan tanah) dipermukaan. Parameter pergerakan tanah yang diperlukan untuk perencanaan infrastruktur tahan gempa adalah percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleration/PGA) di batuan dasar dan Deagregasi Hazard.
KAJIAN KERENTANAN BANJIR DENGAN PENDEKATAN MULTI PARAMETER DI SELATAN KOTA PONTIANAK Gani, Alwan; Nurhayati; Umar
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v11i02.4825

Abstract

Di Indonesia, banjir ialah bencana alam yang umum terjadi, terutama di daerah-daerah dengan curah hujan tinggi serta sistem drainase yang buruk. Kota Pontianak di Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah yang sering dilanda banjir. Lokasi ini rentan terhadap banjir karena letaknya yang dekat dengan Sungai Kapuas, salah satu sungai paling besar di Indonesia, topografi yang relatif datar dan dipengaruhi pasang surut. Studi ini tujuannya guna menganalisa tingkat kerentanan banjir khususnya di wilayah Kota Pontianak Bagian Selatan  dengan menerapkan sistem informasi geografis (SIG) guna memuat peta kerentanan banjir dan memvalidasinya dengan data persepsi masyarakat yang didapatkan melalui wawancara di 30 titik lokasi wawancara yang berada pada 3 titik (titik muara, titik tengah, dam titik hulu) di 10 drainase primer yang ada di Kota Pontianak Bagian Selatan. Dilakukan overlay dari 5 parameter (kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, tutupan lahan, serta  hidrotopografi) dan membuat peta kerentanan banjir serta menentukan tingkat kerawanan pada Kota Pontianak Bagian Selatan. Dari hasil analisis didapatkan bahwa wilayah Kota Pontianak Bagian Selatan dengan tingkat rendah (1013,71 ha), dengan tingkat sedang (2377,39 ha), dan dengan tingkat tinggi (2626,38 ha).
ANALISIS POTENSI BENCANA BANJIR DENGAN DATA CURAH HUJAN DI KECAMATAN BANGGAE TIMUR KABUPATEN MAJENE Muh. Ryan Pratama; Syamsul Fahri; Afrinaldy Andara; Ainun Jariah Hilal Anshary; Andi Subhan Nur
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v11i02.5114

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologis yang sering terjadi dan berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat di Kecamatan Banggae Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bencana banjir berdasarkan data curah hujan serta karakteristik wilayah yang berpengaruh terhadap terjadinya genangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis hidrologi untuk memperoleh debit banjir rencana, yang kemudian dimodelkan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 2D serta diolah secara spasial menggunakan ArcGIS Pro. Data curah hujan harian maksimum tahun 2005–2024 digunakan sebagai dasar analisis untuk menentukan intensitas hujan dan potensi limpasan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan di Kecamatan Banggae Timur memiliki intensitas yang cukup tinggi, sehingga berkontribusi pada peningkatan risiko banjir. Pemodelan banjir menghasilkan peta potensi banjir yang menunjukkan variasi ketinggian genangan dengan luasan terdampak terbesar berada pada ketinggian < 1 meter, yaitu 313,23 Ha, sedangkan genangan > 6 meter memiliki luasan paling kecil, yaitu 0,03 Ha. Temuan ini menegaskan bahwa kondisi topografi dan pola aliran permukaan berpengaruh signifikan terhadap persebaran genangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penyusunan strategi mitigasi dan perencanaan tata ruang wilayah yang lebih adaptif terhadap risiko banjir.
PENGUJIAN MODEL PRISTIANTO UNTUK MEMPREDIKSI LAJU INFILTRASI DI SUB DAS KLAWALAL KELURAHAN MAKOTYAMSA Hendrik Pristianto; Asrul Saputra; Fatimah Putri Maharani; Achmad Rusdi; Ahmad Januar Jafaruddin
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infiltration is the process of water entering the soil and plays a vital role in groundwater recharge, flood control, and water resource management. A decrease in infiltration rate due to land use changes has become a serious concern, especially in small watersheds such as the Klawalal Sub-Watershed in Makotyamsa. The Pristianto Model was developed to predict infiltration rates in small watersheds by modifying the Kostiakov Model with the addition of soil moisture, porosity, and sand content variables, making it more suitable for local conditions. This study aims to evaluate the performance of the Pristianto Model at six observation points with soil texture variations including Sandy Loam, Clay Loam, and Sandy Clay Loam. Field data were collected using the double ring infiltrometer method, supported by laboratory testing of physical soil properties. The model was validated using graphical analysis and statistical evaluation with NSE and RSR indicators. The results showed that the Pristianto Model successfully predicted infiltration rates at most observation points. With NSE values > 0.75 and RSR < 0.5, the model demonstrated high accuracy. Therefore, the Pristianto Model is recommended as a predictive tool for infiltration rates in small watersheds with similar characteristics.