cover
Contact Name
Asrul Saputra
Contact Email
asrulsaputra.as7@gmail.com
Phone
+6282312952338
Journal Mail Official
tekniksipil@um-sorong.ac.id
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 27 Kelurahan Klabulu, Distrik Malaimsimsa, Kota Sorong
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Rancang Bangun
ISSN : 24768928     EISSN : 26144344     DOI : http://doi.org/10.33506/rb
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun (p-ISSN: 2476-8928, e-ISSN:2614-4344) is a peer-reviewed scientific journal published by LPPM Muhammadiyah University of Sorong which is managed by the Civil Engineering Journal Management Team, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Sorong. This journal is published twice a year, in April and October. The focus and scope of this journal are: Structural Engineering, Geotechnical Engineering, Transportation Engineering, Ocean Engineering, Earthquake Engineering, Water Resources Engineering, Construction Management and Building Materials and Structures
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 194 Documents
ANALISIS NEGOSIASI KONTRAKTOR DAN KONSULTAN PENGAWAS DALAM PENYELESAIAN ISU LAPANGAN PADA PROYEK Bandu, Jumiati; Lala Anggraini; Mariati Indah Lestari; Christy Agata Makupiola
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v11i02.4933

Abstract

Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi melibatkan berbagai pemangku kepentingan dengan latar belakang dan tujuan berbeda, termasuk kontraktor dan konsultan pengawas. Kondisi tersebut menuntut mekanisme negosiasi yang efektif guna menghasilkan penyelesaian konstruktif tanpa mengorbankan kualitas, biaya, maupun waktu. Penelitian ini difokuskan untuk mengeksplorasi bentuk negosiasi yang dijalankan oleh kontraktor dan konsultan pengawas dalam menghadapi persoalan lapangan, mengidentifikasi strategi komunikasi yang paling dominan digunakan dalam mencapai kesepakatan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, telaah dokumen kontrak serta laporan pengawasan, dan observasi langsung pada proses pelaksanaan proyek. Data diperoleh dianalisis secara non-numerik melalui tahapan reduksi, koding, dan analisis tematik untuk mengungkap pola negosiasi yang berlangsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negosiasi antara kontraktor dan konsultan pengawas umumnya diarahkan pada strategi kolaboratif yang mengedepankan kompromi serta penyelesaian berbasis win-win solution. Meski demikian, pada situasi tertentu muncul strategi dominasi atau akomodasi, khususnya ketika terdapat tekanan waktu maupun keterbatasan teknis yang tidak memungkinkan penundaan. Faktor kejelasan dokumen kontrak, pengalaman masing-masing pihak, serta keterbukaan komunikasi teridentifikasi sebagai elemen krusial dalam keberhasilan negosiasi. Kesimpulan penelitian menegaskan efektivitas penyelesaian isu lapangan ditentukan oleh pola negosiasi yang adaptif dan komunikatif. Negosiasi yang terkelola dengan baik tidak hanya menyelesaikan konflik, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara kontraktor dan konsultan pengawas dalam mendukung keberlanjutan proyek konstruksi.
SEISMIC HAZARD WILAYAH KOTA SORONG PAPUA BARAT DAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PSHA Indah Permatasari; Widodo Pawirodikromo; Adityawan Sigit
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v11i02.4977

Abstract

Indonesia merupakan wilayah rawan gempa bumi dikarenakan Indonesia menempati tiga lempeng besar dunia dan sembilan lempeng kecil. Lempeng tersebut saling bertemu dan membentuk jalur-jalur pertemuan yang kompleks. Interaksi antar lempeng tersebut membuat Indonesia sebagai wilayah rawan gempa bumi. Kota Sorong adalah salah satu kota di Provinsi Papua Barat Daya. Dimana daerah ini terdapat sesar Sorong yang merupakan retakan besar dalam kerak bumi dan selama 40 juta tahun telah melepaskan potongan daratan yang luas dari Papua sebelah utara dan pulau-pulau yang terbentuk karena adanya sesar ini, sesar Sorong  bergeser kearah barat melintasi lautan dan menuju kearah Sulawesi. Banyak sesar aktif lainnya yang berpotensi menimbulkan gempa di Pulau Papua, seperti halnya Sesar Koor yang membentang dari Raja Ampat sampai Sorong. Sedangkan batas lempeng tektonik di utara Papua membentuk sesar geser yang terjadi di bagian utara yaitu Sesar Sorong-Yapen. Pada September 2016, terjadi gempa bumi dengan skala magnitudo sebesar 6,8 SR (Skala Ritcher) dengan kedalaman 10 meter dari permukaan laut dan berjarak 31 km arah timur laut kota Sorong. Gempa ini tergolong gempa besar yang dapat merusak struktur bangunan pada umumnya. Laporan menyebutkan bahwa terdapat sebanyak 62 orang terluka dan 257 rumah rusak. Seismic hazard analysis bertujuan untuk menentukan suatu batas intensitas gempa tertentu yang berlaku di daerah kajian berdasarkan suatu nilai kemungkinan yang akan terjadi atau terlampaui pada suatu periode tertentu. Metode yang digunakan untuk menentukan batas tersebut adalah Metode Probabilistik – Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Beban gempa yang bekerja pada struktur bangunan dapat ditentukan dengan melakukan perhitungan ground motion (gerakan tanah) dipermukaan. Parameter pergerakan tanah yang diperlukan untuk perencanaan infrastruktur tahan gempa adalah percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleration/PGA) di batuan dasar dan Deagregasi Hazard.
KAJIAN KERENTANAN BANJIR DENGAN PENDEKATAN MULTI PARAMETER DI SELATAN KOTA PONTIANAK Gani, Alwan; Nurhayati; Umar
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v11i02.4825

Abstract

Di Indonesia, banjir ialah bencana alam yang umum terjadi, terutama di daerah-daerah dengan curah hujan tinggi serta sistem drainase yang buruk. Kota Pontianak di Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah yang sering dilanda banjir. Lokasi ini rentan terhadap banjir karena letaknya yang dekat dengan Sungai Kapuas, salah satu sungai paling besar di Indonesia, topografi yang relatif datar dan dipengaruhi pasang surut. Studi ini tujuannya guna menganalisa tingkat kerentanan banjir khususnya di wilayah Kota Pontianak Bagian Selatan  dengan menerapkan sistem informasi geografis (SIG) guna memuat peta kerentanan banjir dan memvalidasinya dengan data persepsi masyarakat yang didapatkan melalui wawancara di 30 titik lokasi wawancara yang berada pada 3 titik (titik muara, titik tengah, dam titik hulu) di 10 drainase primer yang ada di Kota Pontianak Bagian Selatan. Dilakukan overlay dari 5 parameter (kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, tutupan lahan, serta  hidrotopografi) dan membuat peta kerentanan banjir serta menentukan tingkat kerawanan pada Kota Pontianak Bagian Selatan. Dari hasil analisis didapatkan bahwa wilayah Kota Pontianak Bagian Selatan dengan tingkat rendah (1013,71 ha), dengan tingkat sedang (2377,39 ha), dan dengan tingkat tinggi (2626,38 ha).
ANALISIS POTENSI BENCANA BANJIR DENGAN DATA CURAH HUJAN DI KECAMATAN BANGGAE TIMUR KABUPATEN MAJENE Muh. Ryan Pratama; Syamsul Fahri; Afrinaldy Andara; Ainun Jariah Hilal Anshary; Andi Subhan Nur
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v11i02.5114

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologis yang sering terjadi dan berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat di Kecamatan Banggae Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bencana banjir berdasarkan data curah hujan serta karakteristik wilayah yang berpengaruh terhadap terjadinya genangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis hidrologi untuk memperoleh debit banjir rencana, yang kemudian dimodelkan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 2D serta diolah secara spasial menggunakan ArcGIS Pro. Data curah hujan harian maksimum tahun 2005–2024 digunakan sebagai dasar analisis untuk menentukan intensitas hujan dan potensi limpasan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan di Kecamatan Banggae Timur memiliki intensitas yang cukup tinggi, sehingga berkontribusi pada peningkatan risiko banjir. Pemodelan banjir menghasilkan peta potensi banjir yang menunjukkan variasi ketinggian genangan dengan luasan terdampak terbesar berada pada ketinggian < 1 meter, yaitu 313,23 Ha, sedangkan genangan > 6 meter memiliki luasan paling kecil, yaitu 0,03 Ha. Temuan ini menegaskan bahwa kondisi topografi dan pola aliran permukaan berpengaruh signifikan terhadap persebaran genangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penyusunan strategi mitigasi dan perencanaan tata ruang wilayah yang lebih adaptif terhadap risiko banjir.
PENGUJIAN MODEL PRISTIANTO UNTUK MEMPREDIKSI LAJU INFILTRASI DI SUB DAS KLAWALAL KELURAHAN MAKOTYAMSA Hendrik Pristianto; Asrul Saputra; Fatimah Putri Maharani; Achmad Rusdi; Ahmad Januar Jafaruddin
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infiltration is the process of water entering the soil and plays a vital role in groundwater recharge, flood control, and water resource management. A decrease in infiltration rate due to land use changes has become a serious concern, especially in small watersheds such as the Klawalal Sub-Watershed in Makotyamsa. The Pristianto Model was developed to predict infiltration rates in small watersheds by modifying the Kostiakov Model with the addition of soil moisture, porosity, and sand content variables, making it more suitable for local conditions. This study aims to evaluate the performance of the Pristianto Model at six observation points with soil texture variations including Sandy Loam, Clay Loam, and Sandy Clay Loam. Field data were collected using the double ring infiltrometer method, supported by laboratory testing of physical soil properties. The model was validated using graphical analysis and statistical evaluation with NSE and RSR indicators. The results showed that the Pristianto Model successfully predicted infiltration rates at most observation points. With NSE values > 0.75 and RSR < 0.5, the model demonstrated high accuracy. Therefore, the Pristianto Model is recommended as a predictive tool for infiltration rates in small watersheds with similar characteristics.
IMPLEMENTASI BIM 5D UNTUK PERMODELAN STRUKTUR GEDUNG RUMAH SAKIT SITI KHODIJAH MUHAMMADIYAH SIDOARJO: IMPLEMENTATION 5D BIM FOR STRUCTURAL MODELING OF SITI KHODIJAH MUHAMMADIYAH HOSPITAL BUILDING IN SIDOARJO susanti, nillu; Risdianto, Yogie
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 12 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v12i01.5311

Abstract

Building Information Modeling (BIM) merupakan pendekatan berbasis teknologi digital yang berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi perencanaan proyek konstruksi, khususnya pada pekerjaan struktur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi BIM hingga level 5D pada permodelan struktur Gedung Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Sidoarjo, serta membandingkan hasil perhitungan volume, biaya, dan penjadwalan antara BIM dan metode konvensional. Metode perencanaan yang digunakan adalah studi kasus dengan memanfaatkan data primer berupa dokumen Detail Engineering Design (DED) dan Bill of Quantity (BOQ), serta data sekunder dari studi literatur. Permodelan struktur dilakukan menggunakan Autodesk Revit untuk menghasilkan model BIM 3D dan perhitungan volume, kemudian diintegrasikan dengan Microsoft Project untuk penjadwalan pekerjaan (BIM 4D). Selanjutnya dilakukan perhitungan biaya (BIM 5D) berdasarkan volume hasil pemodelan dan harga satuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BIM mampu menghasilkan permodelan struktur yang lebih terintegrasi dan sesuai standar DED, serta memberikan kemudahan dalam pengendalian waktu dengan durasi pekerjaan struktur selama 28 minggu. Perbandingan rencana anggaran biaya menunjukkan bahwa metode BIM 5D menghasilkan biaya yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional dengan selisih sebesar Rp1.414.600.610 atau deviasi 3,83%. Dengan demikian, penerapan BIM 5D terbukti dapat meningkatkan akurasi volume, efisiensi biaya, dan efektivitas perencanaan pekerjaan struktur bangunan.
MODIFIKASI STRUKTUR GEDUNG UNIVERSITAS TERBUKA DENGAN METODE DUAL SYSTEM DI DAERAH RESIKO GEMPA TINGGI: STRUCTURE MODIFICATION OF BUILDING UNIVERSITAS TERBUKA USING DUAL SYSTEM METHOD IN HIGH SEISMIC RISK AREA Ramadhan, Raihan Gilang; Arie Wardhono
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 12 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v12i01.5340

Abstract

Peningkatan jumlah pertumbuhan penduduk di Indonesia menimbulkan tuntutan salah satunya pada system pendidikan. Jumlah siswa yang terus meningkat mendorong pembangunan fasilitas Pendidikan yang lebih baik dan memadai. Gedung perkuliahan Universitas Terbuka Purwokerto yang dimodifikasi menjadi 8 lantai dengan metode struktur dual system. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan struktur agar beban lateral mampu ditahan akibat gempa pada daerah yang memiliki resiko geempa tinggi. Hasil modifikasi menunjukan bahwa struktur sudah memenuhi prinsip strong column – weak beam dan distribusi gaya geser dasar pada dinding geser sebesar 74% untuk gempa arah X dan 66% untuk gempa arah Y. Dengan mengoptimalkan perletakan elemen struktur didapatkan Hasil kontrol modifikasi struktur terhadap kinerja struktur bangunan yang memenuhi persyaratan yaitu simpangan antar tingkat maksimum arah X (Δ_x ) = 36,73 mm dan arah Y (Δ_y ) = 35,82 mm. P-Delta maksimum arah X (θ_x ) = 0,0125 dan (θ_y ) = 0,0117 tidak melebihi batas pengaruh P-Delta (θ_max ) = 0,100 menunjukkan kestabilan pada struktur. Adapun Desain modifikasi struktur ini juga sesuai dengan standar SNI 2847:2019.
Evaluasi Kekakuan dan Stabilitas Hauling Road Berdasarkan Modulus Deformasi Tanah Hasil Repetitive Static Plate Load Test: EVALUATION OF HAULING ROAD STIFFNESS AND STABILITY BASED ON SOIL DEFORMATION MODULUS FROM REPETITIVE STATIC PLATE LOAD TEST Khoeri, Heri; Dini Sofiana; Panji Nugroho
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 12 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v12i01.5359

Abstract

Kinerja struktural hauling road ditentukan oleh kekakuan dan stabilitas tanah dasar akibat beban berat berulang. Evaluasi lapangan umumnya dilakukan menggunakan repetitive static plate load test dengan modulus deformasi siklus pembebanan lanjutan sebagai dasar pemenuhan kriteria desain, meskipun pendekatan satu parameter belum sepenuhnya menggambarkan kondisi awal dan evolusi kekakuan tanah dasar. Penelitian ini mengevaluasi kinerja subgrade hauling road menggunakan repetitive static plate load test pada beberapa titik uji yang mewakili berbagai jalur operasional. Analisis difokuskan pada respons pembebanan siklus awal dan lanjutan serta rasio peningkatan kekakuan sebagai indikator stabilisasi tanah. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar titik uji memenuhi modulus minimum desain, namun didominasi oleh rasio peningkatan kekakuan yang tinggi, yang mengindikasikan sensitivitas subgrade terhadap pembebanan awal. Titik yang tidak memenuhi kriteria desain berkorelasi dengan kekakuan awal yang rendah dan dominasi deformasi plastis. Temuan ini menegaskan bahwa evaluasi kinerja subgrade hauling road akan lebih komprehensif apabila pemenuhan kriteria desain dikombinasikan dengan analisis perilaku tanah akibat pembebanan berulang untuk mendukung pengendalian mutu dan strategi perbaikan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
ANALISA ENERGI SPESIFIK TERHADAP KEMIRINGAN PADA SALURAN TERBUKA AKIBAT PENGGUNAAN PINTU SORONG: EFFECT OF CHANNEL SLOPE ON SPECIFIC ENERGY IN OPEN CHANNEL USING SLUICE GATES fadhillah, pascal; Rizka Arbaningrum
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 12 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v12i01.5404

Abstract

Salah satu bangunan air yang paling umum digunakan pada saluran terbuka adalah pintu sorong. Aliran yang melintasi pintu sorong pada umumnya mengalami percepatan disertai dengan penurunan kedalaman aliran, sehingga berpengaruh secara langsung terhadap nilai energi spesifik. Energi spesifik memiliki keterkaitan dengan tingkat efisiensi energi dalam saluran terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola aliran ketika bilangan Froude (Fr) digunakan sebagai dasar dalam analisis energi spesifik (E) pada pintu sorong. Dalam penelitian ini kondisi aliran dikatakan sebagai aliran subkritis apabila, nilai angka Froude lebih kecil dari satu (Fr < 1), dan debit divariasikan menjadi: = 270 , = 410,67 , = 468,33 , = 542,67 , dan = 620 . Variasi nilai kemiringan (I) terdiri dari =0,012, =0,025, =0,038, =0,05, = 0,062. Pada kondisi hulu pintu sorong, energi spesifik relatif lebih besar akibat meningkatnya kedalaman aliran, namun perubahan kemiringan saluran tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai energi spesifik. Sementara itu, pada kondisi hilir pintu sorong, energi spesifik cenderung lebih kecil dan relatif konstan meskipun kemiringan saluran meningkat. Secara keseluruhan, kemiringan saluran, debit aliran, dan penggunaan pintu sorong menghasilkan distribusi energi yang berbeda pada setiap segmen saluran, sehingga analisis energi spesifik menjadi parameter penting dalam perencanaan dan pengoperasian saluran terbuka.Salah satu bangunan air yang paling umum digunakan pada saluran terbuka adalah pintu sorong. Aliran yang melintasi pintu sorong pada umumnya mengalami percepatan disertai dengan penurunan kedalaman aliran, sehingga berpengaruh secara langsung terhadap nilai energi spesifik. Energi spesifik memiliki keterkaitan dengan tingkat efisiensi energi dalam saluran terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola aliran ketika bilangan Froude (Fr) digunakan sebagai dasar dalam analisis energi spesifik (E) pada pintu sorong. Dalam penelitian ini kondisi aliran dikatakan sebagai aliran subkritis apabila, nilai angka Froude lebih kecil dari satu (Fr < 1), dan debit divariasikan menjadi: = 270 , = 410,67 , = 468,33 , = 542,67 , dan = 620 . Variasi nilai kemiringan (I) terdiri dari =0,012, =0,025, =0,038, =0,05, = 0,062. Pada kondisi hulu pintu sorong, energi spesifik relatif lebih besar akibat meningkatnya kedalaman aliran, namun perubahan kemiringan saluran tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai energi spesifik. Sementara itu, pada kondisi hilir pintu sorong, energi spesifik cenderung lebih kecil dan relatif konstan meskipun kemiringan saluran meningkat. Secara keseluruhan, kemiringan saluran, debit aliran, dan penggunaan pintu sorong menghasilkan distribusi energi yang berbeda pada setiap segmen saluran, sehingga analisis energi spesifik menjadi parameter penting dalam perencanaan dan pengoperasian saluran terbuka.
PENGARUH BERLAWANAN KONFINEMEN CFRP DENGAN ADANYA CHAMFER DAN REDUKSI LUAS PENAMPANG PADA KOLOM BETON BERTULANG PERSEGI: COUNTERACTING EFFECTS OF CFRP CONFINEMENT AND CHAMFER-INDUCED AREA REDUCTION IN SQUARE REINFORCED CONCRETE COLUMNS Khoeri, Heri; Panji Nugroho
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 12 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v12i01.5405

Abstract

Perkuatan kolom beton bertulang persegi menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan kapasitas struktur eksisting. Pada kolom persegi, aplikasi CFRP full jacket memerlukan pembulatan sudut (chamfer) guna meningkatkan efektivitas konfinemen, namun pembesaran chamfer secara simultan menyebabkan pengurangan luas penampang beton efektif. Penelitian ini mengevaluasi keseimbangan pengaruh antara peningkatan kapasitas akibat konfinemen CFRP dan penurunan kapasitas akibat kehilangan luas penampang pada kolom beton bertulang persegi. Studi dilakukan pada kolom berukuran 400×400 mm dengan pembesian 8D16, sengkang D10-150, mutu beton f’c = 25 MPa, dan baja tulangan fy = 400 MPa, yang diperkuat CFRP dua lapis dengan orientasi serat hoop full jacket. Variasi radius chamfer dianalisis mulai dari r = 20 mm hingga batas maksimum yang ditentukan oleh selimut beton eksisting. Kapasitas kolom dievaluasi menggunakan diagram interaksi aksial–momen (Pn–Mn) dengan mempertimbangkan beton terkekang dan pengurangan luas penampang efektif secara eksplisit. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan radius chamfer meningkatkan efektivitas konfinemen CFRP dan kapasitas kolom secara keseluruhan, sementara pengaruh negatif akibat reduksi penampang relatif lebih kecil, meskipun kecenderungan diminishing return terlihat pada radius yang lebih besar.