cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bengkalis,
Riau
INDONESIA
INOVTEK POLBENG
ISSN : 20886225     EISSN : 25802798     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Inovasi dan Teknologi Politeknik Negeri Bengkalis merupakan jurnal berbasis penelitian ilmiah. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian, artikel penelitian asli, review dan kajian ilmiah
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
PERENCANAAN DISTRIBUSI PENERANGAN UNTUK RUANGAN DI ATAS KAPAL TB LIBERTY 217 GT MENGGUNAKAN METODE ZONAL CAVITY suardi suardi; Muhammad Uswah Pawara; Alamsyah Alamsyah; Andi Mursid Nugraha Arifuddin; Faisal Mahmuddin; Sherly Clara
Jurnal Inovtek Polbeng Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3164

Abstract

Perencanaan kelistrikan kapal harus dilakukan secara cermat dan akurat karena akan berpengaruh terhadap besar daya generator yang akan digunakan. Generator kapal dirancang untuk mampu mendistribusikan listrik untuk kebutuhan power (pompa), Penerangan (Lightning), Komunikasi dan Navigasi untuk berbagai kondisi pelayaran.  Sama halnya dengan kapal lainnya, TB Liberty  juga memerlukan distribusi tenaga dari generator untuk suplai kebutuhan listrik di atas kapal khususnya untuk penerangan kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran daya listrik yang dibutuhkan untuk distribusi penerangan diatas kapal dengan menggunakan lampu Light-Emitting Diode (LED). Metode yang digunakan adalah metode zonal cavity dengan konsep dasar membagi setiap ruangan menjadi tiga bagian yaitu height ceiling cavity (hcc), height room cavity  (hrc), dan height floor cavity (hfc) serta penentuan nilai iluminasi sesuai dengan standar yang telah di tetapkan oleh American Bureau of Shipping (ABS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar beban listrik untuk distribusi penerangan pada kapal TB Liberty dengan menggunakan lampu LED yaitu deck buttom plane sebesar 0.633 Kw, pada main deck sebesar 0.6625 Kw dan pada geladak navigasi didapatkan sebesar 0.238 Kw. Penelitian ini mampu menjadi rujukan dalam penentuan kelistrikan di atas kapal khususnya untuk instalasi penerangan kapal.
Kinerja Darrieus Tipe-H terhadap Variasi Tinggi Fin Pada NACA 0018 priyo agus setiawan
Jurnal Inovtek Polbeng Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3319

Abstract

Potensi sumber daya energi terbarukan di Indonesia sangat besar. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendistribusikan energi secara merata. Salah satu pemanfaatannya yaitu dengan menggunakan turbin angin Darrieus untuk mengubah energi angin menjadi energi listrik. Berbagai upaya telah dilakukan guna meningkatkan kinerja turbin. Penelitian ini menggunakan studi numeric dengan memvariasikan tinggi fin untuk mengetahui nilai Cp, Ct dan TSR. Metode Computational Fluid Dynamics digunakan untuk mengetahui nilai Ct, Cp dan TSR yang berupa grafik koefisien torsi (Ct) dan koefisien daya (Cp) terhadap Tip Speed Ratio (TSR) menggunakan turbin angin Darrieus konvensional berdiameter 40 cm dan tinggi rotor sebesar 50 cm. Simulasi dilakukan dengan memvariasikan tinggi fin sebesar 1,5cm; 2,5cm, dan 3,5cm dengan jumlah fin 3. Hasil kinerja turbin angin Darrieus menunjukkan peningkatan tertinggi sebesar 45,23% pada variasi tinggi fin 2,5cm.
PENGARUH SUDUT PAHAT PADA PENGGURDIAN KOMPOSIT SERAT DAUN NANAS / TERMOPLASTIK PADA PEMBENTUKAN DELAMINASI Zulkarnain Zulkarnain; Ismet Hari Mulyadi; Jupri Jupri; Siswandi B
Jurnal Inovtek Polbeng Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3325

Abstract

This study aims to determine the effect of the Gurdi tool angle on delamination in composite laminates in the formation of delaminations. The spacing of the selected reinforcing fibers was 2.4 and 6 mm in a composite laminate of ethylene vinyl acetate (EVA) polymer matrix with reinforcing fibers from pineapple leaves. The method used in composite fabrication is hand lay-up, namely by direct casting on three layers of fiber that has been woven and tied to the sides of the mold. For cutting speed, Vf 72 mm / min, using a chisel with a diameter of 8 mm with a tool angle of 70o and 118o. Delamination was determined using the Feda method. The delamination sections were observed using a digital microscope and then processed using AutoCAD to measure Dmax and Ad. The delamination ratio in the top hole for the tool diameter of 8mm with a 70° angle at the variation of the distance of 2 mm, 4 mm and 6 mm were 1.268, 1.224 and 1.192 for the bottom hole were 1.078, 1.042 and 1.029, respectively. Meanwhile, the ratio of delamination in the upper hole for a tool diameter of 8mm with an angle of 118° at a distance variation of 2mm, 4mm and 6mm were 1.194, 1.194, 1.158 for the bottom hole, respectively, 1.046, 1.042 and 1.038.
IDENTIFIKASI BAHAYA dan PENILAIAN RISIKO KECELAKAAN KERJA pada BENGKEL LAS MENGGUNAKAN PENDEKATAN JOB SAFETY ANALYSIS Septi Ayu Angrayni; Nur Audina
Jurnal Inovtek Polbeng Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3328

Abstract

Usaha pengelasan saat ini  mengalami perkembangan dan menjadi salah satu usaha yang jasanya dibutuhkan oleh masyarakat. Bengkel las Usman merupakan salah satu usaha pengelasan di Bengkalis. Bengkel las ini menerima pesanan pembuatan pagar, kanopi, pintu, jendela, gerobak, papan nama, dan lain-lain. Proses produksi produk tersebut memiliki tahapan pengerjaan yaitu pengukuran, pemotongan, perakitan, dan finishing. Setiap tahapan pekerjaan tersebut memiliki potensi bahaya dan risiko kecelakaan  kerja.  Oleh karena itu untuk mengetahui bahaya apa saja yang ada pada aktivitas pengelasan di bengkel serta pengendaliannya, maka perlu dilakukan identifikasi bahaya serta pengendaliannya. Setelah  dilakukan identifikasi bahaya dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA), diketahui bahwa pada proses produksi yang dilakukan di bengkel las terdapat 28 potensi bahaya dan setelah dilakukan perhitungan risk score sesuai dengan AS/NZS 4360 tahun 2004 terdapat lima potensi bahaya yang termasuk ke dalam level sedang atau moderate yaitu: paparan sinar inframerah dan ultraviolet, percikan bunga api pengelasan, asap dari aktifitas pengelasan, pemasangan mata gerinda yang belum sesuai dan  aman , serta debu dan asap yang timbul saat proses penggerindaan. Kelima potensi bahaya tersebut kemudian diberikan usulan pengendalian risikonya masing-masing.
Cover dan Daftar Isi VOL. 13 NO 1 2023 Admin Inovtek
Jurnal Inovtek Polbeng Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3347

Abstract

Cover dan Daftar Isi VOL. 13 NO 1 2023
ANALYSIS OF WELDING DEFECTS AND BENDING STRENGTH IN ASTM A36 STEEL MATERIALS E7018 ELECTRODES Fredderik Yodianto
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3385

Abstract

This study aims to determine the effect of variations in current strength and groove type in SMAW welding on defects in welds and bending strength of ASTM A36 steel butt joint. In this study, the sample used was ASTM A36 steel with welding variations of current strength, namely 90 A, 110 A, and 130 A as well as variations in the form of V and Single V groove with SMAW welding using E7018 electrodes. Specimens were tested for NDT in the form of a visual test, penetrant test, and magnetic test, and DT Testing in the form of a bending test. In the NDT test, defects were found in the 90 A current specimen in the form of spatter defects, arc strike. At a current of 110 A, there are spatter, undercut, and porosity defects. At a current of 130 A, there are spatter, undercut, and overlap defects. The highest bending strength DT test results were in the SV and V groove with a current of 90 A and the lowest value was in the V groove with a current of 110 A of 1069.44 Mpa. After the NDT test, current variations have an influence on the results of the weld, but it cannot be ascertained that the effect on the groove type, while in the DT test, current variations and groove types have an effect on bending strength.
Strategi Optimalisasi Pemilihan Propeller B-Series untuk Kapal: Studi Kasus Kapal Tanker Desta Rifky Aldara
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3737

Abstract

Pemilihan propeler merupakan proses yang penting karena mempengaruhi titik operasi mesin yang perepresentasikan kecepatan kapalhingga konsumsi bahan bakar. Diantara beberapa tipe propeller, B-Series Propeller merupakan seri propeller yang umum digunakan di kapal, karena B-Series propeller memiliki database yang cukup lengkap dan bervariasi, mulai dua hingga tujuh daun propeller. Dalam penelitian ini, program komputer berbasis pemrograman numerik dikembangkan untuk menentukan propeller B-Series yang paling optimum untuk kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempermudah proses desain awal propeller di kapal, sehingga pekerjaan desainer kapal lebih cepat dan efektif dalam mendapatkan propeller yang optimum dengan memperhatikan batasan – batasan seperti diameter maksimum propeller, kavitasi, gaya dorong propeller, dan koreksi bilangan Reynold. Dengan banyaknya objektif dalam proses pemilihan propeller, maka satu objektif utama dipilih dan objektif lainnya dijadikan variabel batasan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil dari simulasi yang telah dilakukan telah sesuai dengan teori kinerja propeller yang menyatakan bahwa jumlah daun propeller yang lebih kecil memiliki efisiensi yang lebih bagus dibandingkan dengan propeller dengan jumlah daun propeller lebih banyak.
DESAIN SAFETY PLAN DAN JALUR EVAKUASI KAPAL PENUMPANG KM JELATIK RUTE PEKANBARU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Romadhoni romadhoni; Budhi Santoso; Bobi Satria; Aprizawati Aprizawati
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3621

Abstract

Kapal Motor Jelatik merupakan kapal penumpang milik perusahaan PT. Putri Riau Sejati dengan kapsitas 205 Gross Tonage memiliki panjang 34,5 meter, lebar 6,9 m, dan tinggi 2,2 meter, dengan total crew 14 orang dan 194 orang penumpang kapal ini beroperasi daerah pelayaran terbatas yang melayani rute Selatpanjang ke Pekanbaru. Sesuai Peraturan Mentri Perbubungan No 61 tahun 2019 kapal penumpang wajib memiliki Fire Control and Safety Plan. Adapun cakupan pembahasan dalam Fire Control and Safety Plan, yaitu perencanaan  jumlah  dan  peletakan  Life-Saving  Appliances  (LSA),  membuat  perencanaan  sistem  proteksi  dan pemadaman kebakaran, serta perencanaan rute evakuasi yang efektif dan cepat ketika keadaan darurat. Langkah-langkah yang dilakukan  dalam penelitian ini adalah merancang  Fire  Control  and  Safety  Plan,  yaitu  merancang  kebutuhan  LSA,  merancang sistem proteksi kebakaran, serta menentukan rute evakuasi dan menghitung kebutuhan waktu evakuasi mengacu pada regulasi SOLAS,  LSA  Code, FSS  Code, IMO, NCVS Indonesia, dan BKI. Hasil penelitian menyebutkan bahwa Kapal Jelatik wajib menyediakan 26 rigid life craft, 234 unit lifejacket dan 24 lifejacket anak-anak, 6 unit lifebuoy, 6 unit hand flares, 2 unit line towing appliance, 4 unit smoke signal, 8 unit parachute flares, 8 unit APAR, 9 unit Detektor, 1 unit co2 Bottle 2 unit sprinkler di kamar mesin, 2 unit pilar, hydrant dan 7 unit space monitored by smoke. Waktu evakuasi yang dibutuhkan dalam keadaan darutat untuk mengevakuasi seluruh penumpang dan crew kapal case 1 adalah selama 47,95 detik dan case 2 adalah 41,7 detik.
Peningkatan Kinerja Heat Pump Tester Melalui Retrofit Refrigerant Tidak Ramah Lingkungan dengan R-134 Benedicta Dian Alfanda
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3676

Abstract

Heat pump menggunakan fluida kerja refrigerant untuk memindahkan kalor melalui siklus penguapan dan kondensasi dalam sistem refrigerasi yang terkonfirmasi dengan kenaikan maupun penurunan nilai enthalpynya. Mesin uji test heat pump yang dimiliki Laboratorium Mesin Fluida di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada kondisi eksisting menggunakan refrigeran jenis sintetik R12 yang bersifat merusak lingkungan. Untuk memberikan pengalaman belajar dan juga fasilitas standar sesuai kebutuhan dunia industri dan maritim maka penelitian melakukan rekayasa teknik dengan penggantian refrigerant tidak ramah lingkungan tersebut dengan refrigerant ramah lingkungan dan sesuai standard klas kapal dengan juga mempertimbangkan sifat termodinamikanya untuk mendapatkan performasi terbaik dan juga potensi kerusakan penggunaannya dengan analisis nilai ODP (Ozone Depleting Potential) dan GWP (Global Warming Potential). Refrigerant alternatif pengganti refrigerant jenis sintetik yang bisa digunakan  namun sesuai dengan kriteria unjuk kerja  unit utama refrigerasi dan auxiliary unit mesin refrigerasi eksisting adalah yaitu R-134a yang memiliki keunggulan lebih ramah lingkungan dari sisi kriteria ODP dan GWP serta termasuk dalam klasifikasi refrigerant yang telah disetujui oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dalam penggunaannya seperti trecantum pada Rules BKI Part I Seagoing Ships Volume VIII Rules for Refrigerating Installations Section 1.1 Approved Refrigerants. Penelitian ini berhasil melakukan proses retrofitting R12 menjadi R134a pada mesin heat pump eksisiting dan dihasilkan analisis perbandingan performansi sistem heat pump di antara 2 jenis refrigerant tersebut pada area kerja yang identik. Penggantian jenis refrigerant dengan R134a menunjukkan kenaikan performansi secara signifikan pada COP power factor sebesar 12% pada area rata-area pengujian. Kenaikan performansi ini dominan dipengaruhi oleh kenaikan kapasitas penyerapan refrigerant di evaporator yang ditunjukkan parameter kenaikan kinerja Q evaporator 28% dibanding refrigerant R12 namun juga diikuti kenaikan kerja kompresor yang dibutuhkan menggerakan sistem mencapai 27% dibanding kerja R12 pada semua area pengujian. Kenaikan COP dipengaruhi efek kenaikan  penyerapan kapasitas panas di evaporator yg mengakibatkan kenaikan nilai enthalpy refrigerant pada saat keluar evaporator  memasuki suction compressor pada fase superheated. Perubahan fase ini  menaikkan kerja kompresor secara bersamaan perubahan nilai enthalpy dan penurunan efisiensi isentropic compressor mencapai 15 % efek akibat kenaikan volume spesifik refrigerant pada fase superheated.
Identifying Hazard and Risk Assessment to Installation of Maintenance Access Platform 1,19 Ton using HIRARC Method Ajiawan Dwi Nugroho
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3393

Abstract

Occupational Safety and Health Management System (OSHMS) is an important factor that every company should be aware of to prevent work accidents. One of the most common methods used in managing OSHMS is HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). The method is used in this study with the aim of obtaining potential hazards present on the installation work of the maintenance access platform and the value of the risk. The research procedure is carried out using purposive sampling techniques, with criteria of workers directly involved in the installation of maintenance access platform. A total of 5 respondents consisted of HSE officer, project engineer, rigger and 2 scaffolders. Once the respondent is selected, the questionnaire is created to collect data on the risk value of each respondent. The results found in the study showed that there were 53 potential hazards from 9 jobs and 18 activities. Of the 53 potential hazards, 16 categories are classified as low risk, 25 categories as medium risk, 8 categories as high risk, and 4 categories as very high risk