cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932     DOI : -
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
KESANTUNAN BERBAHASA DI LINGKUNGAN KELUARGA MASYARAKAT DAYAK NGAJU, KECAMATAN MANTANGAI, KABUPATEN KUALA KAPUAS (LANGUAGE POLITENESS IN THE FAMILIES OF DAYAK NGAJU COMMUNITY, MANTANGAI SUBDISTRICT, KUALA KAPUAS REGENCY) Lastaria Rustam Effendi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.48 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v4i2.3698

Abstract

Kesantunan Berbahasa di Lingkungan Keluarga Masyarakat Dayak Ngaju, KecamatanMantangai, Kabupaten Kuala Kapuas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikankesantunan berbahasa di lingkungan keluarga Dayak Ngaju. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa di LKDN telah menerapkan wujud, strategi, dan fungsi kesantunan. Wujud kesantunanberbahasa DN dinilai dari pelaksanaan dan pelanggaran maksim KB, KD, PJ, KS1, PM, dan KS2dengan memperhatikan skala untung rugi. Selain itu, kesantunan juga ditandai pada penggunaankalimat imperatif dengan menggunakan kata ‘tau dan palus’; kalimat deklaratif menggunakan kata‘hetoh’; kalimat ekspresif menggunakan kata ‘mangat toto, wei, dan matei aku’; dan tindak tuturmemuji menggunakan kata ‘bahalap’ (bagus), dan ‘matei aku’ (mati aku). Strategi kesantunanberbahasa DN, yaitu a) strategi kesantunan negatif, yaitu TTL, MP, dan TYMBI; b) strategikesantunan positif, yaitu MKKKLT, MBP, MPIK, MK, ML, dan MT/J; dan c) strategi off record,yaitu menghindari gangguan utama. Fungsi kesantunan; a) fungsi menyatakan, yaitu MI, MP,dan MJ; b) fungsi menanyakan, yaitu MP1, MK, MP2, MI, dan MP3; c) fungsi memerintah, yaituMn1, Ml, Mn2, dan MP3; dan d) fungsi mengkritik, yaitu MK1, MK2, dan MK3. Selain itu, juga270terdapat fungsi enam dari lawan tutur, yaitu menyetujui, menjawab, melakukan tindakan,menginformasikan, menerima, dan menolak. Berdasarkan budaya DN terdapat bentuk kesantunanmenggunakan kata sapaan seperti umai, bapa, tambi, bue, mina, mama, anak, andi, kaka, undue,sangger, dan sebagainya. Selain itu, diperhalus dengan menghindari abbreviation (penyingkatankata), dan interjeksi (ceh dan beh) dalam berkomunikasi.Kata-kata kunci: kesantunan berbahasa, keluarga dayak ngaju
MENGGAGAS PEMBELAJARAN SASTRA YANG HUMANIS (TO BRING THE IDEA OF HUMANISTIC LITERATURE LEARNING) Jumadi Jumadi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.157 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v5i1.3717

Abstract

Menggagas Pembelajaran Sastra yang Humanis. Pembelajaran sastra mempunyai fungsi amat strategisuntuk melatih keterampilan berbahasa para siswa, menambah pengetahuan tentang pengalamanhidup, membantu pengembangan pribadi dan watak, dan menambah pengalaman-pengalaman baru.Fungsi-fungsi ini akan tercapai jika pembelajaran sastra di sekolah di lakukan secara humanis. Dalampembelajaran sastra yang humanis ditandai oleh tiga hal. Pertama, materi pembelajaran hendaknyadisesuaikan dengan kubutuhan siswa, bukan berdasarkan asumsi guru. Kedua, metode pembelajaranyang digunakan hendaknya mampu memfasilitasi siswa untuk menggauli sastra sebanyak mungkin.Membaca, mendengar, dan menghasilkan sastra merupakan fokus kegiatan siswa di kelas. Ketiga,evaluasi hendaknya ditekankan pada proses menikmati dan menghasilkan sastra, bukan produkpengetahuan sesaat yang diuji pada awal, tengah, dan akhir semester.Kata-kata kunci: sastra, pembelajaran, humanis
JENIS, MAKNA, DAN FUNGSI PERIBAHASA MAANYAN (TYPE, MEANING, AND FUNCTION OF THE MAANYAN PROVERB) Sri Hartati
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.433 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v5i2.3731

Abstract

Jenis, Makna, dan Fungsi Peribahasa Maanyan. Latar belakang penelitian ini adalah untuk menggalilebih jauh tentang peribahasa Maanyan yang merupakan sastra lisan yang perlu dilestarikan agarbisa bertahan dan berkembang dengan baik di masyarakat, khususnya di kecamatan Dusun Selatan,Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan256jenis, makna dan fungsi dari peribahasa Maanyan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptifdengan pendekatan kualitatif dan peneliti sebagai intrumen utama. Dalam penelitian ini ditunjuk limaorang informan yang terdiri atas tokoh masyarakat. Data dari informan dikumpulkan dengan teknikobservasi dan wawancara, kemudian diklasifikasi, dianalisis, dan disimpulkan. Hasil penelitian inimenunjukan bahwa peribahasa Maanyan memiliki 3 jenis yaitu (1) Antuhan atau Ungkapan yangterdiri dari: (a) antuhan atau ungkapan dengan bagian tubuh, (b) antuhan atau ungkapan dengan alatindra, (c) antuhan atau ungkapan dengan warna, (d) antuhan atau ungkapan dengan benda alam, (e)antuhan atau ungkapan dengan nama binatang, (f) antuhan atau ungkapan dengan bagian tumbuhan.(2) Panginturen atau Perumpamaan yang terbagi menjadi: (a) panginturan atau perumpamaan denganmenggunakan kata erang awe, (b) panginturen atau perumpamaan dengan menggunakan kata iyalah,(c) panginturen atau perumpamaan dengan menggunakan kata kakala atau kala. (3) kalakar taliwakasatau petuah-petitih. Makna peribahasa yang terdapat dalam peribahasa Maanyan mengacu pada nilaiyang terkandung dalam makna peribahasa itu sendiri, yaitu: (1) ingat kepada Tuhan, (2) bersyukurkepada Tuhan, (3) berbakti kepada orang tua, (4) kehati-hatian dalam tindakan, (5) memiliki rasa malu,(6) memelihara lisan, (7) pantang menyerah, (8) suka bermusyawarah dan mupakat, (9) konsisten danteguh pendirian, (10) intropeksi dan mawas diri, (11) bertanggung jawab, (12) berlaku jujur, (13) hiduprukun, (14) memiliki harapan yang tinggi, (15) rajin dan kerja keras, (16) rendah hati, (17) pandaimenyesuaikan diri, (18) ikhlas, (19) tegas, (20) tolong menolong dan kerjasama. Fungsi peribahasaMaanyan yaitu: (1) Peribahasa Maanyan sebagai penenaman norma agama, (2) Peribahasa Maanyansebagai nasihat, yang berisi (a) nasihat untuk menghormati orang tua, (b) nasihat untuk mencapaipendidikan, (c) nasihat agar tidak sombong, (d) nasihat agar berpikir sebelum bertindak, (e) nasihatagar hidup rukun, (f) nasihat agar selalu tolong menolong. (3) Peribahasa sebagai sindiran, yang terdiridari (a) sindiran kepada orang yang suka membicarakan aib orang lain, (b) sindiran kepada orang yangtidak punya pendirian tetap, (c) sindiran bagi pemalas, (d) sindiran bagi orang yang banyak makan, (e)Sindiran bagi orang yang tidak jujur. (4) Peribahasa Maanyan sebagai pujian.Kata-kata kunci: jenis, makna, fungsi, peribahasa maanyan
KRITIK SASTRA FEMINIS DALAM KUMPULAN CERPEN SAIA KARYA DJENAR MAESA AYU (FEMINIST LITERARY CRITICISM ON THE COLLECTION OF SHORT STORIES SAIA BY DJENAR MAESA AYU) Endang Pertiwi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4739.028 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v6i1.3747

Abstract

Kritik Sastra Feminis dalam Kumpulan Cerpen SAIA Karya Djenar Maesa Ayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan gender dalam kumpulan cerpen SAIA karya Djenar Maesa Ayu. Secara terinci tujuan penelitian ini mendeskripsikan stereotif gender, kekerasan, eksploitasi, dan beban ganda dalam kumpulan cerpen SAIA karya Djenar Maesa Ayu, dalam sebuah analisis kritik sastra feminis. Melalui pendekatan ini diharapkan dapat terungkap bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang menimpa kaum perempuan, seperti stereotif, kekerasan, eksploitasi, dan beban ganda.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Dengan metode kualitatif penulis menganalisis isi berupa kumpulan cerpen SAIA karya Djenar Maesa Ayu melalui kritik sastra feminis. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi ketidakadilan gender dalam kumpulan cerpen SAIA karya Djenar Maesa Ayu, yang meliputi: (1) stereotip gender; (2) kekerasan terhadap perempuan yaitu kekerasan fisik, kekerasan verbal, kekerasan psikis kekerasan seksual, kekerasan ekonomi, dan kekerasan sosial; (3) eksploitasi gender; dan (4) beban ganda.Kata-kata kunci: stereotip gender, kekerasan, eksploitasi, beban ganda
PEMILIHAN BAHASA KELOMPOK TUTUR PENDATANG JAWA DI LANDASAN ULIN, BANJARBARU (THE LANGUAGE CHOICE BY SPEECH COMMUNITY OF JAVA NEWCOMERS AT LANDASAN ULIN, BANJARBARU) Mochamad Yusuf
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.906 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v7i1.3764

Abstract

Pemilihan Bahasa Kelompok Tutur Pendatang Jawa di Landasan Ulin, Banjarbaru. Penelitiantentang Pemilihan Bahasa Kelompok Tutur Pendatang Jawa di Landasan Ulin, Banjarbaru telahdilakukan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pengaruh bahasa yang digunakan. MasyarakatJawa pendatang menggunakan bahasa Indonesia yang terkadang campur dengan bahasa Banjar yang23sangat kuat pengaruhnya dengan menggunakan bahasa yang secara umum digunakan dalam ilmusosiolinguistik.Untuk itu perlunya kajian tentang pemilihan bahasa yang digunakan oleh masyarakatpendatang Jawa yang berada di wilayah Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru. Penelitian bertujuanuntuk mendeskripsikan wujud pemilihan bahasa tuturan Pendatang Jawa di Kecamatan LandasanUlin Kota Banjarbaru. Metode yang digunakan adalah observasi menggunakan kuisener danwawancara terstruktur. Responden adalah masyarakat tutur pendatang yang berasal dari Pulau Jawadan menggunakan BJ (bahasa Jawa) sebagai B1 (bahasa pertama) mereka yang dapat diketahui melaluituturan yang digunakannya.Batasan usia penutur dalam penelitian ini adalah yang berusia antara 17-58 tahun danmerupakan penutur generasi pertama (G1). Pengambilan responden dilakukan secaraacak, sebagai berikut: Kelurahan Landasan Ulin Timur sebanyak 23 responden , Samsudin Noor 14responden, Guntung Payung sebanyak 15 responden dan Kelurahan Guntung Manggis sebanyak 21responden, sehingga total responden berjumlah 73. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa pemilihanbahasa yang dipakai oleh pendatang jawa di kecamatan Landasan Ulin adalah : 1) bahasa yangdipakai sehari-hari adalah bahasa Indonesia, 2) bahasa yang dipakai di sekolah/tempat kerja adalahbahasa Indonesia, 3) bahasa komunikasi yang digunakan dengan orang dari tempat asal adalah bahasaJawa, 4) Bahasa yang digunakan ketika bertamu di tempat orang adalah bahasa Indonesia, 5) bahasayang dipakai pendatang dari Jawa di tempat asal adalah bahasa Indonesia, Jawa dan campuran bahasaIndonesia-Jawa, 6) bahasa yang dipakai dalam bergaul dengan orang lain saat ini adalah bahasaIndonesia, 7) bahasa yang dipakai dalam berkomunikasi dengan keluarga di rumah adalah bahasaJawa, dan 8) bahasa yang dipakai ketika ada acara hajatan di lingkungan tempat anda tinggal adalahbahasa Indonesia. Dari hasil penelitian disarankan agar para peneliti berikutnya, meneliti aspek sejenisatau meneliti pemakaian bahasa etnik lain di kota Banjarbaru.Kata-kata kunci : pemilihan bahasa, kelompok tutur, pendatang jawa
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK WACANA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC SISWA KELAS X SURVEY DAN PEMETAAN SEMESTER I SMK NEGERI 1 PALANGKA RAYA TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016 (IMPROVING THE ABILITY OF DISCOURSE LISTENING THROUGH THE APPLICATION OF CIRC LEARNING MODEL OF THE FIRST SEMESTER OF GRADE TENTH STUDENTS OF SURVEY AND MAPPING OF SMK NEGERI 1 PALANGKA RAYA OF 2015/2016 ACADEMIC YEAR Supardi Supardi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.235 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v7i2.4422

Abstract

Peningkatan Kemampuan Menyimak Wacana melalui Penerapan Model Pembelajaran CooperativeIntegrated Reading And Composition (CIRC) Siswa Kelas X Survey dan Pemetaan Semester I SMKNegeri 1 Palangka Raya Tahun Pembelajaran 2015/2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiadanya peningkatan aktivitas dan pemahaman siswa, serta respon siswa terhadap materi menyimakwacana melalui penerapan model CIRC di kelas X Survey dan Pemetaan semester I SMK Negeri 1Palangkaraya tahun pembelajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode214penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan menurut pendekatan kualitatif dengan menggunakanmodel Kemmis dan Mc.Taggart yang mencakup 4 langkah, yaitu: (1) penyusunan tindakan, (2)rencana tindakan, (3) observasi tindakan, (4) refleksi atas tindakan yang dilaksanakan. Instrumenyang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar pengamatan, angket, nilai, dan soal evaluasi. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa, pemahaman siswa terhadap model pembelajaran CIRC meningkatdilihat dari rata-rata nilai evaluasi siswa pada siklus I 69,69 dan mengalami peningkatan pada siklusII dengan rata-rata 77,27. Aktivitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran CIRC sudahbaik, dilihat dari rata-rata siklus I 2,52 meningkat menjadi 2,81 pada siklus II. Respon siswa terhadapmodel pembelajaran CIRC positif, karena dapat menciptakan interaksi antarsiswa maupun siswa danguru. Dengan demikian, model pembelajaran CIRC dapat membuat siswa lebih ikut aktif dalam prosesbelajar mengajar pada materi menyimak wacana dengan nilai ketuntasan secara klasikal 78,78%.Kata-kata kunci: peningkatan, wacana, CIRC
PENERAPAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 BANJARMASIN (THE APPLICATIONS OF COOPERATIVE PRINCIPLES ON THE TEACHING AND LEARNING OF INDONESIAN LANGUAGE AND LITERATURE AT SMA NEGERI 1 BANJARMASIN) Noor Cahaya
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.292 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v3i1.4489

Abstract

AbstractThe Applications of Cooperative Principles on the Teaching and Learning of IndonesianLanguage and Literature at SMA Negeri 1 Banjarmasin. A teaching and learningprocess needs a speech act. Speech act represents a psychological individual symptom,and the continuity of a speech act is determined by the speaker’s language ability infacing a language situation. Therefore, both the teacher and students need to payattention on the aspects of cooperative in holding a speech act. The aspects ofcooperative tend to give details about the attainment of effectiveness in a communicationprocess. This research is aimed to find out objectively the description about theapplication of the cooperative maxim and the contribution of the cooperative towardthe effectiveness of the teaching and learning process. The framework of this researchwas based on the theories which consist of cooperative maxim theory by Grice. Thisresearch was conducted at SMA Negeri 1 Banjarmasin by collecting the data in form ofthe language usage in teaching and learning interaction in the classroom. This researchuses qualitative approach, descriptive method, and observation technique. The dataanalysis was conducted after collecting the data. Even though there were any failuresin the performance, the research result showed that the optimum cooperative maximapplication was done effectively. The cooperative maxim was able to streamline theteaching and learning process.Keywords: speech acts, cooperative maxim, effectiveness of learningAbstrakPenerapan prinsip Kerja Sama dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia diSMA Negeri 1 Banjarmasin. Sebuah proses pengajaran dan pembelajaranmembutuhkan tindak tutur. Tindak tutur merupakan gejala individual psikologis, dankelangsungan suatu tindak tutur ditentukan oleh kemampuan bahasa pembicara dalammenghadapi situasi bahasa. Oleh karena itu, baik guru dan siswa perlu memperhatikanaspek kerja sama dalam memegang tindak tutur. Aspek kerja sama cenderungmemberikan rincian tentang pencapaian efektivitas dalam proses komunikasi. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui gambaran objektif tentang penerapan maksim kerjasama dan kontribusi kerja sama terhadap efektivitas proses pengajaran danpembelajaran. Kerangka penelitian ini didasarkan pada teori-teori yang terdiri dariteori maksim kerja sama oleh Grice. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1Banjarmasin dengan mengumpulkan data dalam bentuk penggunaan bahasa dalamproses belajar-mengajar interaksi di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan124pendekatan kualitatif, metode deskriptif, dan teknik observasi. Analisis data dilakukansetelah mengumpulkan data. Meskipun ada kegagalan dalam kinerja, hasil penelitianmenunjukkan bahwa aplikasi maksim kerja sama optimal dilakukan secara efektif.Maksim kerja sama mampu merampingkan proses pengajaran dan pembelajaran.Kata-kata kunci: tindak tutur, maksim kerja sama, efektivitas pembelajaran.
IMPLEMENTASI MEDIA CARTOON STORY MAKER DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN READING COMPREHENSION SISWA KELAS IXA SMPN 1 TAMIANG LAYANG (THE IMPLEMENTATION OF CARTOON STORY MAKER MEDIA WITH DIRECT LEARNING MODEL TO IMPROVE READING COMPREHENSION OF STUDENTS CLASS IXA SMPN 1 TAMIANG LAYANG) Yuni Tampi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.712 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v4i1.3796

Abstract

Implementasi Media Cartoon Story Maker dengan Model Pembelajaran Langsung untukMeningkatkan Reading Comprehension Siswa Kelas IX A SMPN 1 Tamiang Layang.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bacaan teks naratif serta siswa siswakegiatan belajar dan kualitas kegiatan guru melalui penerapan media Cartoon Story Maker danmodel pembelajaran langsung dalam keadaan SMP 1(SMPN 1) Tamiang layang. Cartoon StoryMaker adalah media yang memungkinkan kita untuk membuat cerita kartun layar 2D berbasisuntuk menggambarkan jumlah percakapan frame dan tampilan frame demi frame. Media inimembantu guru untuk memecahkan masalah tentang kesulitan dalam memahami teks narasi. Iniakan dikombinasikan dengan model pembelajaran langsung. Subyek penelitian ini adalah 29 siswapada kelas sembilan dari SMPN 1 Tamiang Layang. Penelitian ini dirancang dengan menggunakandua siklus penelitian tindakan kelas. Setiap siklus terdiri dari empat langkah, yaitu: perencanaan,tindakan, observasi dan refleksi. Peneliti menggunakan dua instrumen dalam mengumpulkan data;124mereka adalah observasi dan tes pemahaman bacaan. Data dianalisis secara kualitatif dengan teknikpersentase. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kedua Cartoon Story Makerdan instruksi langsung meningkatkan aktivitas belajar siswa dan kualitas kegiatan guru. Merekaperbaikan adalah perhatian siswa terhadap kegiatan membaca; antusiasme belajar; kerjasama/bekerjasama; menghormati orang lain; dan keaktifan dalam membahas pelajaran dan melakukan latihan.Rata-rata prestasi siswa pada pemahaman bacaan meningkat dari 74,7 menjadi 76,7. Para siswayang mendapat skor lebih dari 61 (ditafsirkan sebagai baik) juga meningkat dari 24 siswa (82, 8 %)pada siklus pertama menjadi 25 siswa (86, 2) pada siklus kedua.Kata-kata kunci : cartoon story maker, pembelajaran langsung, membaca pemahaman
CAMPUR KODE DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI SATUI (THE CODE MIXING IN TEACHING AND LEARNING PROCESS AT MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI SATUI) Lilik Yulianti
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.66 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v3i2.4563

Abstract

AbstractThe Code Mixing in Teaching and Learning Process at Madrasah Tsanawiyah NegeriSatui. This research aims to get the data and information about the code mixing inlearning study process at Madrasah Tsanawiyah Negeri in Satui. The method used inthis research with quantitative descriptive. Source of data in this research is oral utteranceof student and teacher in learning study process of code mixing form and field notedata of interview about cause of code mixing, function and code mixing in the learningstudy.The instrument used to collect the data was correct reading technique (perceptionor observation) and capable technique (interview),The result of this research was atcode mixing in learning study process at Madrasah Tsanawiyah of Satui conducted bystudent and teacher have same Ianguage background, that is Language of Banjar.Code mixing in the form of mingling morphology code, frase, and clause. Cause factorof code mixing for example equation of language background, habit, environmental,easy going, freshmen. Code mixing function for example watering down to submitquestion, answer, or comments about learning items; guarantying of friendliness; addingbravery to converse.Keywords: code mixing, learning study processAbstrakCampur Kode dalam Proses Belajar-Mengajar di Madrasah Tsanawiyah Negeri Satui.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi tentang campur kodedalam proses belajar-mengajar di Madrasah Tsanawiyah Negeri Satui. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sumber data dalampenelitian ini adalah ucapan lisan siswa dan guru dalam proses belajar-mengajartentang bentuk campur kode dan data catatan lapangan dari wawancara tentangpenyebab campur kode, fungsi pencampuran dan campur kode dalam. Instrumen yangdigunakan untuk mengumpulkan data yang benar teknik membaca (persepsi atauobservasi) dan teknik wawancara. Hasil penelitian ini berada di campur kode dalamproses belajar-mengajar di Madrasah Tsanawiyah Satui dilakukan oleh siswa danguru berlatar belakang bahasa yang sama, yaitu Bahasa Banjar. Pencampuran dalambentuk berbaur kode morfologi , frase , dan klausa Code. Faktor penyebab campurkode misalnya persamaan latar belakang bahasa, kebiasaan, lingkungan, easy going,. Fungsi campur kode misalnya mempermudah untuk mengirimkan pertanyaan, jawaban,atau komentar tentang item-item pembelajaran, menjamin keramahan, menambahkeberanian untuk berkomunikasi.Kata-kata kunci: campur kode, proses belajar-mengajar
KESANTUNAN LINGUISTIK KALIMAT IMPERATIF OLEH GURU DAN PENGASUH KEPADA ANAK DIDIK DI TAMAN PENITIPAN ANAK (TPA) SANGGAR RUBINHA SAMARINDA (LINGUISTIC POLITENESS OF IMPERATIVE SENTENCES BY TEACHERS AND CAREGIVERS TO LEARNERS AT TPA RUBINHA STUDIO SAMARINDA) Ali Kusno
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.962 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v4i2.3703

Abstract

Kesantunan Linguistik Kalimat Imperatif oleh Guru dan Pengasuh kepada Anak DidikDi Taman Penitipan Anak (TPA) Sanggar Rubinha Samarinda. Penelitian kesantunanmengkaji penggunaan bahasa dalam suatu masyarakat bahasa tertentu. Penelitian ini menggunakanmetode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini berhubungan dengan pemakaianbahasa tutur. Pengumpulan data dengan teknik pengamatan berperan serta, sedangkan teknik analisadata menggunakan model interaktif. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa, pertama, gurudan pengasuh menggunakan tuturan yang panjang. Semakin panjang tuturan yang digunakanakan semakin santun. Kedua, guru dan bunda pengasuh menggunakan urutan tuturan. Penggunaanurutan tutur menentukan makna sebuah tuturan. Ketiga, guru dan bunda pengasuh menggunakanintonasi dalam bertutur dengan bahasa yang halus, sedangkan isyarat kinestetik yang mengikutituturan biasanya pada eskpresi wajah yang menunjukkan marah atau jengkel. Keempat, guru danpengasuh menggunakan ungkapan penanda kesantunan berupa kata tolong, ayo, coba, dan tidakapa-apa.Kata-kata kunci: kesantunan, linguistik, kalimat imperatif

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 2 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 2 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) More Issue