cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932     DOI : -
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
STUDI SEMANTIK KOGNITIF DALAM KUMPULAN FANFICTION RIDDLE Irma Yuliana
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.807 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v9i2.7481

Abstract

nalin_lee@yahoo.comAbstractCognitive Semantic Studies in The Fanfiction Riddle Collection. The studydiscusses the semantic cognitive studies in the fanfiction Riddle Group.There are 13 fanfiction riddle taken from the site http://www.indofanfictkpop.wordpress.com used as a source ofresearch. The study uses a cognitive semantic approach. The method used is content analysis. The techniques used to collect data are documentation techniques (literature studies). Based on the method used then the technique of data processing by reading intensively then analyze the facts. As a result of this research, researchers found that the answer to riddle comes from asemantic cognitive reading process sourced from "personal knowledge" orbased on experience. Fanfiction Riddle categorizing consists of thestraightness, personal experience, and language of the Kias or metaphor.The Code of understanding that the reader should understand consists oflanguage code and literary code.Key words: fanfiction, riddle, cognitive semanticAbstrakStudi Semantik Kognitif dalam Kumpulan Fanfiction Riddle. Penelitianini membahas tentang studi semantik kognitif dalam kumpulan fanfictionriddle. Ada 13 fanfiction riddle yang diambil dari situshttp://www.indofanfictkpop.wordpress.com yang dijadikan sebagai sumberpenelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik kognitif.Metode yang digunakan adalah analisis isi. Teknik yang digunakan untukmengumpulkan data adalah teknik dokumentasi (studi kepustakaan).Berdasarkan metode yang digunakan maka teknik pengolahan data denganmembaca secara intensif kemudian menganalisis fakta-fakta. Hasil daripenelitian ini, peneliti menemukan bahwasanya jawaban riddle berasal dariproses pembacaan secara semantik kognitif yang bersumber dari“pengetahuan personal” ataupun berdasarkan pengalaman. Pengkategorian fanfiction riddle terdiri atas kelogisan, pengalamanpersonal, dan bahasa kias atau metafora. Kode pemahaman yang harusdimengerti oleh pembaca terdiri atas kode bahasa dan kode sastra.
TINDAK TUTUR DIREKTIF DAN EKSPRESIF ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN DI TK SITI KHADIJAH BANJARMASIN Arum Murdianingsih
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.069 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v9i2.7476

Abstract

Abstract Directive and Expressive Speech Acts for Early Childhood 5-6 Years at SitiKhadijah Kindergarten in Banjarmasin. This study aims to describe the form andfunction of the children directive and expressive speech acts at Siti KhadijahKindergarten in Banjarmasin. This study uses a qualitative approach. Sources ofdata were obtained from children who attended Siti Khadijah Kindergarten inBanjarmasin and the data analyzed in this study were directive and expressivetypes of speech in early 5-6 years old children. The research results obtained inthis study can be summarized as follows: (1) directive speech acts forms that is (a)requestives, (b) questions, (c) requirement, (d) prohibitions, (e) advisories, whilepermissives is not found in the child's speech; (2) the forms of expressive speechacts that is (a) apologizing, (b) thanking, (c) congratulations and praise, (d)condoling, (e) deploring, (f) lamenting, (g) boasting , and the form of expressivespeech acts such as forgiving and welcoming are not found in the child's speech;(3) the functions of the directive and expressive speech acts are to declare, toorder, and to ask. Key words: directive speech act, expressive speech act, early childhood Abstrak Tindak Tutur Direktif dan Ekspresif Anak Usia Dini 5-6 Tahun di TK SitiKhadijah Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dan fungsi dari tindak tutur direktif dan ekspresif pada anak di TK Siti Khadijah Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber datadiperoleh dari anak-anak yang bersekolah di Taman Kanak-Kanak Siti KhadijahBanjarmasin dan data yang dianalisis dalam penelitian ini berupa tuturan-tuturanjenis direktif dan ekspresif pada anak usia dini 5-6 tahun. Hasil penelitian yangdiperoleh dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Bentukbentuktindaktuturdirektifberupa(a)permintaan,(b)pertanyaan,(c)perintah,(d)larangan,(e) nasihat, dan bentuk tindak tutur direktif berupa persilaan tidakditemukan dalam tuturan anak; (2) Bentuk-bentuk tindak tutur ekspresif berupa (a)meminta maaf, (b) berterima kasih, (c) ucapan selamat dan memuji, (d)berbelasungkawa, (e) menyesalkan, (f) meratap, (g) membanggakan diri, danbentuk tindak tutur ekspresif berupa memberi maaf dan menyambut tidak ditemukan di dalam tuturan anak; (3) Tindak tutur direktif dan ekspresif inimemiliki fungsi untuk menyatakan, memerintah, dan menanyakan. Kata-kata kunci: tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, anak usia dini 
TINDAK TUTUR EKSPRESIF PUJIAN DAN CELAAN TERHADAP PEJABAT NEGARA DI MEDIA SOSIAL Riky Marliadi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.862 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v9i2.7477

Abstract

Abstract Speech Acts of Praise and Mockery Expressions towards State Officials throughSocial Media. This research was conducted with the aim of describing the formsand funcion of speech acts praise and mockery expressions in Twitter, Instagram,and Facebook. The design of this research used descriptive research withqualitatve approach. The sources oh the data of this research were from the resultof observation in a social media twitter, instagram, and facebook. The formscategorized into praises in terms of the most frequent speakers encountered arepraises with the forms of interjection, praise of God, comparing, appreciating,showing off objects, and joking. Mockery expressions are in terms of speakersfound through social media which are often found in praises with apophasis,unuendo, irony, and sarcasm. In addition to aspects in the field of government, theobject of praises and mockery are: physical, religious, moral, mental, popularity,and integrity conditions. Key words: speech acts, praise expressions, mockery expressions Abstrak Tindak Tutur Ekspresif Pujian dan Celaan terhadap Pejabat Negara di MediaSosial. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan bentuk danfungsi tindak tutur ekspresif pujian dan celaan di media twitter, instagram danfacebook. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif denganpendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini berasal dari kumpulan data darimengobservasi media sosial twitter, instagram, dan facebook. Bentuk-bentukdikategorikan menjadi pujian dari segi penutur yang terdapat dalam media sosialyang banyak ditemui adalah pujian dengan bentuk interjeksi, pujian kepada tuhan,membandingkan, mengapresiasi, membanggakan objek, dan kelakar. Tindak tuturcelaan dari segi penutur yang terdapat dalam media sosial yang banyak ditemuiadalah pujian dengan bentuk apofasis, unuendo, ironi, dan sarkasme. Selain aspekdibidang pemerintahan, yang menjadi objek pujian dan celaan, yaitu kondisi fisik,religi, moral, mental, popularitas, dan integritas. Selain aspek dibidangpemerintahan, yang menjadi objek pujian dan celaan, yaitu kondisi fisik, religi,moral, mental, popularitas, dan integritas. Kata-kata kunci: tindak tutur, ekspresif pujian, ekspresif celaan
RELIGIUSITAS PADA KUMPULAN CERITA SI PALUI DI SURAT KABAR BANJARMASIN POST EDISI BULAN RAMADAN Abdul Gani
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.389 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v9i2.7478

Abstract

Abstract Religiousity in the Collection of Cerita si Palui in the Newspapers ofBanjarmasin Post, edition of Ramadhan. This study examines the religiousity ofCerita si Palui in the Newspapers of Banjarmasin Post, edition of Ramadhan months of 2014-2016. The result obtained are as follows: (1) the value of theideological dimension found in the collection of Cerita si Palui in the newspaper ofBanjarmasin Post consists of three parts: showing that Islam is truly a religion ofmonotheism , the Oneness of God (Tauhid) and the Oneness Of moral. The value ofthe ideological dimension shows that Islam is a truly monotheism, a belief in itsGod. God’s belief is single or personal and the belief in doing God’scommandments. The value of the ideology dimension of God’s Oneness (Tauhid) isto look humanity as equal in the eyes of God. Meanwhile, the value of theideological dimension of moral imbalance is the realization of the existence ofGod, the faithfulness to his angels and the belief in his books. (2) the value of thedimension of rituality (religious practice) found in the collection of Cerita si Paluiin the newspapers of Banjarmasin post, edition of Ramadhan monts consists of twoparts of ritual and obediens. The value of the ritual dimension is a formal religiousact and sacred practice that expect the adherents to perform and the moment whenone can perform the concentration of worship in the month of Ramadhan.Meanwhile, the value of the dimension of obedience is a form of obedience to Godby performing worship: praying and fasting. Key words: religiousity, cerita si Palui in Ramadhan month Abstrak Religiusitas pada Kumpulan Cerita si Palui di Surat Kabar Banjarmasin PostEdisi bulan Ramadan. Penelitian ini mengkaji religiusitas pada Kumpulan Ceritasi Palui di surat kabar Banjarmasin Post Edisi Bulan Ramadan 2014-2016. Hasilpenelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1) Nilai dimensi ideologi(keyakianan) yang ditemukan pada kumpulan cerita si Palui di surat kabarBanjarmasin Post edisi bulan Ramadan terdiri dari tiga bagian, yaitumenunjukkan bahwa Islam benar-benar agama monotheisme, Ke-Eseaan Tuhan(Tauhid) dan Ke-Eseaan Moral. Nilai dimensi ideologi yang menunjukkan bahwa Islam benar-benar monotheisme ialah keyakinan terhadap Tuhannya, KeyakinanTuhan itu tunggal atau personal, dan keyakinan menjalankan perintah-perintahAllah. Nilai dimensi ideologi Ke-Eseaan Tuhan (Tauhid) ialah Memandang umatmanusia sama derajatnya di mata Tuhan. Sedangkan, nilai dimensi ideologi KeEsaanmoralialahkeyakiananadanyaAllah,keyakianankepada malikat-malaikatNyadan keyakinan kepada kitab-kitab-Nya. (2) Nilai dimensi ritualitas (praktekagama) yang ditemukan pada kumpulan cerita si Palui di surat kabar BanjarmasinPost edisi bulan Ramadan terdiri dari dua bagian ritual dan ketaatan. Nilaidimensi ritual ialah tindakan keagamaan formal dan praktik-praktik suci yangmengharapkan para pemeluknya melaksankan dan momen ketika seseorang bisamelakukan konsentrasi beribadah yaitu bulan Ramadan. Sedangkan, nilai dimensiketaatan sebuah bentuk ketaatan kepada Tuhan dengan melakukan ibadah, yaitusalat dan puasa. Kata-kata kunci: religiusitas, cerita si Palui bulan Ramadan
PENGGUNAAN UNSUR REFERENSI DALAM WACANA POLITIK PADA SURAT KABAR BANJARMASIN POST EDISI FEBRUARI 2017 Hermansyah Hermansyah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.609 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v9i2.7479

Abstract

Abstract The Use of Reference Elements in Political Discourse on the Newspaper ofBanjarmasin Post February 2017 Edition. The purpose of this study was todescribe the use of elements (1) persona references, (2) demonstrative references,and (3) comparative references contained in written discourse in the dailynewspaper of Banjarmasin Post February 2017 edition. This research is conductedby using qualitative approach with descriptive research method. Sources of data inthis study is the discourse in the newspaper. Data was extracted by usingdocumentation techniques. To analyze the data used qualitative analysistechniques. Based on the results of research on the Use of Reference Elements inPolitical Discourse on Newspaper of Banjarmasin Post Edition February 2017.The conclusion (1) there is the use of elements (a) references persona, (b)demonstrative reference, and (c) comparative reference in the political discourseof the letter news of Banjarmasin Post, February 2017 edition. (2) It is concludedthat of the twenty-four political discourses found it is stated that the more dominantpersona reference is used with 25 words, the demonstrative references with 24words, and comparative references with a single form. The first person referenceexample, that is me, and us, the third persona reference, that is, he, them, and theresearcher does not find a form that contains a second person reference, contains ademonstrative reference of time, ie today, yesterday, later, tomorrow, then, now.Demonstrative reference of place, that is, that, Peat, Batola, Amutai, Jakarta,comparative reference, that is the same thing. Key words: use of reference elements, political discourseAbstrak Penggunaan Unsur Referensi dalam Wacana Politik pada Surat KabarBanjarmasin Post Edisi Februari 2017. Tujuan penelitian ini adalah untukmendeskripsikan penggunaan unsur (1) referensi persona, (2) referensidemonstratif, dan (3) referensi komparatif yang terdapat dalam wacana tulis di surat kabar harian Banjarmasin Post edisi Februari Tahun 2017. Penelitian inidilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodepenelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah wacana dalam suratkabar. Penggalian data ditempuh dengan menggunakan teknik dokumentasi. Untukmenganalisis data digunakan teknik analisis kualitatif. Berdasarkan hasilpenelitian tentang Penggunaan Unsur Referensi dalam Wacana Politik pada SuratKabar Banjarmasin Post Edisi Februari 2017. Diperoleh kesimpulan (1)terdapatnya penggunaan unsur (a) referensi persona, (b) referensi demonstratif,dan (c) referensi komparatif dalam pada wacana politik surat kabar BanjarmasinPost edisi Februari 2017. (2) Disimpulakan bahwa dari dua puluh empat wacanapolitik yang ditemukan dinyatakan bahwa referensi persona lebih dominandigunakan dengan 25 wujud kata, sedangkan referensi demonstratif dengan 24wujud kata, dan referensi komparatif dengan satu wujud kata. Contoh referensipersona pertama, yaitu saya, kami, dan kita, referensi persona ketiga, yaitu -nya,ia, dia, mereka, dan peneliti tidak menemukan wujud kata yang mengandungreferensi persona kedua, mengandung referensi demonstratif waktu, yaitu hari ini,sebelumnya, kemarin, nanti, besok, lalu, saat ini. Referensi demonstratif tempat,yaitu ini, itu, Gambut, Batola, Amutai, Jakarta, referensi komparatif, yaitu halyang sama. Kata-kata kunci: penggunaan unsur referensi, wacana politik
KAHAW VERSUS NGAHAW: SINONIMI KATA KERJA DALAM KALIMAT IMPERATIF BAHASA BAKUMPAI Ida Royani
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.711 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v9i2.7474

Abstract

Abstract Kahaw versus Ngahaw: Sinonimi Verbs In The Imperative Sentence ofBakumpai Language. This study aims to describe the imperative verbs used inBakumpai language command sentences. Command sentences are sentences thatintend to give orders or can also contain a prohibition for someone not to dosomething. The command sentence contains the verb element followed by theobject. For example, in the command sentence: Bring the book! The commandsentence spoken by the speaker contains the hope that the other person will reactor respond, both verbal and nonverbal responses. This study used descriptivequalitative method. The research data were obtained from oral data, namely theinformants and the researchers themselves as native speakers of Bakumpai. Thereare a number of verbs used in Bakumpai language command sentences which aredefinitely different from other language verbs. For example, verbs kahaw andngahaw which mean 'call'. The two verbs are used in Bakumpai languagecommand sentences and are interpreted the same even though the form isdifferent. Apart from the verbs of kahaw and ngahaw, there are other similarimperative verbs. A number of imperative verbs are used in two categories ofcommand sentences, namely (1) a command sentence asking someone to takeaction, and (2) a sentence of disobedience or prohibition. Command sentences inwritten language are marked with an exclamation point (!) At the end of thesentence, and there are auxiliary words that serve to refine utterances such as'pang' and 'my account'. Whereas in spoken language the most obvious marker ofintonation is rising at the beginning. Key words: kahaw versus ngahaw, sinonimi, imperatif, BakumpaiAbstrak Kahaw versus Ngahaw: Sinonimi Kata Kerja dalam Kalimat Imperatif BahasaBakumpai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata kerja imperatifyang digunakan dalam kalimat perintah bahasa Bakumpai. Kalimat perintahadalah kalimat yang bermaksud memberikan perintah atau dapat juga berisilarangan kepada seseorang untuk tidak melakukan sesuatu. Kalimat perintahmengandung unsur kata kerja yang diikuti objek. Misalnya, pada kalimat perintah:Ambilkan buku itu! Kalimat perintah yang dituturkan oleh pembicara berisiharapan agar lawan bicara memberikan reaksi atau tanggapan, baik berupatanggapan verbal maupun nonverbal. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif – kualitatif. Data penelitian diperoleh dari data lisan yaitu informan dan peneliti sendiri sebagai penutur asli bahasa Bakumpai. Ada sejumlah kata kerjayang digunakan dalam kalimat perintah Bahasa Bakumpai yang sudah pastiberbeda dengan kata kerja bahasa lain. Misalnya, kata kerja kahaw dan ngahawyang bermakna ‘panggil’. Kedua kata kerja itu dipakai dalam kalimat perintahbahasa Bakumpai dan dimaknai sama meskipun bentuknya berbeda. Selain katakerja kahaw dan ngahaw, masih ada kata kerja imperatif lain yang serupa.Sejumlah kata kerja imperatif ini dipakai dalam dua kategori kalimat perintah,yakni (1) kalimat perintah meminta seseorang untuk melakukan tindakan, dan (2)kalimat perintah ingkar atau larangan. Kalimat perintah dalam bahasa tulisditandai dengan tanda seru (!) pada akhir kalimat, dan ada kata bantu yangberfungsi memperhalus ucapan seperti ‘pang’ dan ‘akangku’. Sedangkan dalambahasa lisan penanda yang paling jelas adanya pola intonasi yakni naik padabagian awal. Kata-kata kunci: kahaw versus ngahaw, sinonimi, imperatif, Bakumpai
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA PERISTIWA TUTUR KAMPANYE PEMILIHAN KEPALA DESA DI DESA AGUNG MULYA KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR Indra Perdana
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.698 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v9i2.7480

Abstract

Abstract Code Switching and Code Mixing in The Village Chief Election CampaignAgung Mulya Village, East Kotawaringin Regency. This research describe codeswitching and code mixing along with its causal factors in the event of the villagechief election campaign in Agung Mulya Village, East Kotawaringin Regency andits implications. This study uses a qualitative approach. The subjects of this studywere prospective village heads and communities who held conversations inelection campaign activities. Data collection uses the refer, record and writingmethod. Data were analyzed by descriptive method with coding steps andclassification. The validity of the data is obtained through semantic validity test,and reliability using intra-rater and inter-rater. The results of this study can beconcluded related to the forms of code switching (internal) including, interlanguagecodeswitching,andcodeswitchingbetweenvariousandmixedcodeintoandmixed code out. Factors that cause code interference include; (a) limitedlanguage mastery, (b) speaker habits, and (c) facilitating speech intent andpurpose. Key words: code switching and code mixing, campaignAbstrakAlih Kode Dan Campur Kode Pada Peristiwa Tutur Kampanye PemilihanKepala Desa Di Desa Agung Mulya Kabupaten Kotawaringin Timur. Penelitianini bertujuan mendeskripsikan alih kode dan campur kode beserta faktor-faktorpenyebabnya pada peristiwa tutur kampanye pemilihan kepala desa di Desa AgungMulya Kabupaten Kotawaringin Timur serta implikasinya. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah calon kepaladesa dan masyarakat yang melakukan percakapan dalam kegiatan kampanyepemilihan kepala desa. Pengumpulan data menggunakan metode simak, rekam dancatat. Data dianalisis dengan metode deskriptif dengan langkah pengkodean danpengklasifikasian. Keabsahan data diperoleh melalui uji validitas sematik, danreliabilitas menggunakan intra-rater dan inter-rater. Hasil penelitian ini dapatdisimpulkan terkait dengan bentuk-bentuk alih kode (internal) meliputi, alih kode antar bahasa, dan alih kode antar ragam dan Campur kode ke dalam dan campurkode ke luar. Faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode meliputi; (a)keterbatasan penguasaan bahasa, (b) kebiasaan penutur, dan (c) memudahkanmaksud dan tujuan tutur. Kata-kata kunci: campur kode, alih kode, kampanye
STRUKTUR NARASI, FUNGSI DAN NILAI BUDAYA DALAM KUMPULAN LEGENDA DI KALIMANTAN TENGAH Andreow Kony Darlam Bagus
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.025 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v9i2.7475

Abstract

Narrative Structure, Function, and Cultural Values in Legends of CentralKalimantan. Research entitled is motivated by the interest of researcher topreserve the legend of the area that is now almost extinct and forgotten by thecommunity. This study aims to describe (1) the structure of narrative in legends ofcentral kalimantan, (2) the function of legend in legendsof central kalimantan, (3)cultural values in legends of central kalimantan. This research used a descriptivemethod. the data source can be from fifteen legends in central kalimantan creationby Prof. Drs. Kumpiady Widen, MA, Ph. D then collected through severaltechniques, classified, analyzed, and concluded. Based on the results of dataanalysis, it can be concluded that of the fifteen legends that have been analyzed,there are ten local legends and five individual legends. Based on analysis of thenarrative structure, the five narrative stages are found from the fifteen legends.Based on analysis of legend’s function, the six functions of legend used as theory inthis study, only found four functions of legend, the function of legend to help theeducation of young people, increase feelings of solidarity of group, socialsanctions for people who behave well or punish, and last as a means of socialcriticism. based on analysis of the cultural values contained in these fifteen legendsfound five cultural values, namely: the cultural values of human life, the culturalvalues of human works, the cultural values of human perceptions of time, thecultural values of the human view of nature and the latter are cultural valueshuman relationships with others. Key words: naration structure, legendary function, culture values Abstrak Struktur Narasi, Fungsi, dan Nilai Budaya dalam Kumpulan Legenda diKalimantan Tengah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penelitiuntuk melestarikan legenda daerah yang sekarang sudah hampir punah dandilupakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) Strukturnarasi dalam kumpulan legenda di Kalimantan Tengah (2) Fungsi legenda dalamkumpulan legenda di Kalimantan Tengah (3) Nilai Budaya dalam kumpulanlegenda di Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data didapat dari lima belas legenda yang ada di Kalimantan Tengahkarya Prof. Drs. Kumpiady Widen, MA, Ph. D. Berdasarkan analisis mengenaistruktur narasi, kelima tahap narasi ditemukan dari lima belas legenda tersebut.Berdasarkan analisis mengenai fungsi legenda, dari enam fungsi legenda yang dijadikan teori dalam penelitian ini hanya ditemukan empat fungsi legenda.Berdasarkan analisis mengenai nilai budaya yang terkandung dalam kelima belaslegenda tersebut ditemukan lima nilai budaya, yaitu nilai budaya tentang hidupmanusia, nilai budaya tentang karya manusia, nilai budaya persepsi manusiatentang waktu, nilai budaya pandangan manusia terhadap alam dan yang terakhirnilai budaya hubungan manusia dengan sesama. Kata-kata kunci: struktur narasi, fungsi legenda, nilai budaya
IMPLEMENTASI METODE JOLLY PHONICS BERMUATAN NILAI ISLAMI UNTUK PENGENALAN HURUF DAN KEMAMPUAN MELAFALKAN FONEM BAGI ANAK USIA DINI Akhmad Syakir
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.317 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v10i1.8396

Abstract

Abstract The Implementation of Jolly Phonics with Islamic Values to Introduce Letters and Pronunciation for Toddler. The success in introducing letters to early childhood cannot be separated from how the stimulus method is used. But many do not yet know how to effectively introduce letters to early childhood. The Jolly Phonics method is a method that teaches reading by means of synthesizing letter sounds to read words and teach sounds of letters in a multisensory manner. Data collection techniques are observation and documentation. The results showed that the Islamic jolly phonics method can increase the enthusiasm of students in the teaching and learning process, improve the ability to recognize letters and the ability to recite phonemes. Key words: jolly phonics, alphabet, phoneme, islamic Abstrak Implementasi Metode Jolly Phonics Bermuatan Nilai Islami untuk Pengenalan Huruf dan Kemampuan Melafalkan Fonem bagi Anak Usia Dini. Keberhasilan dalam memperkenalkan huruf pada anak usia dini tidak lepas dari bagaimana metode stimulus yang digunakan. Namun banyak sekali yang belum mengetahui bagaimana cara yang efektif untuk memperkenalkan huruf pada anak usia dini. Metode Jolly Phonics merupakan metode yang mengajarkan membaca dengan menggunakan cara sintesa bunyi huruf untuk membaca kata dan mengajarkan bunyi huruf-huruf secara multisensori. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dengan bentuk Check List. Indikator yang diteliti yakni kemampuan menyebutkan huruf-huruf dan melafalkan fonem huruf. Teknik analisis data dilakukan secara deskripsi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan metode jolly phonics islami dapat meningkatkan semangat anak didik dalam proses belajar mengajar, meningkatkan kemampuan mengenal huruf dan kemampuan melafalkan fonem. Kata-kata kunci: jolly phonics, huruf, fonem, islami
KETERAMPILAN BERBICARA SISWA DENGAN SELF-ESTEEM RENDAH DI SMP GLOBAL ISLAMIC BOARDING SCHOOL (GIBS) BARITO KUALA Istiqamah Dyta Setiawati Hariyono
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.24 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v10i1.8397

Abstract

Abstract Skills Talking Students With Low Self-Esteem At The Junior High Schools Global Islamic Boarding School (GIBS) Barito Kuala. Speaking is the main means of fostering mutual understanding, mutual communication, using language as its medium. Speaking activities in language classes have aspects of two-way communication, namely between the speaker and listeners reciprocally (Ngalimun & Alfulaila: 2014: 55). The purpose of this study is to provide an overview of the speaking skills possessed by GIBS Middle School students who have low self-esteem. The stages of this research method use descriptive qualitative research methods. The data in this study were oral and written data in the form of observations, oral interviews, and written questionnaires. The data source in this study is GIBS Middle School students who have low self-esteem. In SMP GIBS, out of 107 students there were 5 people (4.67%) students classified as having high self-esteem, 95 people (88.79%) students were classified as having moderate self-esteem, and 7 people (4.67%) students are classified as having low self-esteem. From this data, further action is taken on students who have low self-esteem in the form of interviews, storytelling through arranged images, and group discussion forums (FGD). From the follow-up actions, it was found that there are several aspects that can describe a person's speaking skills, namely aspects of the quantity of sentence production, sentence quality (the appropriateness of the answers to the questions during the interview / question and answer), structure, and diction. Key words: speaking skills, self-esteem Abstrak Keterampilan Berbicara Siswa dengan Self-Esteem Rendah di SMP Global Islamic Boarding School (GIBS) Barito Kuala. Berbicara merupakan sarana utama untuk membina saling pengertian, komunikasi timbal balik, dengan menggunakan bahasa sebagai medianya. Kegiatan berbicara di dalam kelas bahasa mempunyai aspek komunikasi dua arah, yakni antara pembicara dengan pendengar secara timbal balik (Ngalimun & Alfulaila: 2014:55). Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai keterampilan berbicara yang dimiliki oleh siswa SMP GIBS yang memiliki self-esteem rendah. Tahapan metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah data lisan dan tulisan berupa pengamatan, wawancara secara lisan, dan angket tertulis. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa SMP GIBS yang mempunyai self-esteem rendah. Di SMP GIBS, dari 107 orang siswa terdapat 5 orang (4,67%) siswa tergolong mempunyai self-esteem tinggi, 95 orang (88,79%) siswa tergolong mempunyai self-esteem sedang, dan 7 orang (4,67%) siswa tergolong mempunyai self-esteem rendah. Dari data tersebut, dilakukan tindakan lanjutan terhadap siswa yang mempunyai self-esteem rendah berupa wawancara, bercerita melalui gambar yang dirangkai, dan forum group discussion (FGD). Dari tindakan lanjutan tersebut didapatkan hasil bahwa terdapat beberapa aspek yang dapat mendeskripsikan keterampilan berbicara seseorang, yaitu aspek kuantitas produksi kalimat, kualitas kalimat (kesesuaian jawaban dengan pertanyaan pada saat wawancara/tanya jawab), struktur, dan diksi. Kata-kata kunci: keterampilan berbicara, self-esteem

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 2 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 2 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) More Issue