cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932     DOI : -
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
PERGESERAN PENGGUNAAN BAHASA DAYAK DI MASYARAKAT SAMPIT (THE SHIFTING USE OF DAYAK LANGUAGE IN SAMPIT SOCIETY) Rifaldi, M. Erwin
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i2.17643

Abstract

AbstractThe Shifting Use of Dayak Language In Sampit Society. This research investigates the shift in the usage of the Dayak Sampit language in Sampit City, Central Kalimantan, Indonesia. Language, as a social phenomenon, can undergo changes over time, influenced by technological advancements, social changes, and culture. The research employs a descriptive-qualitative methodology, with data collection through observation, interviews, surveys, and documentation. Data analysis follows the Miles and Huberman model, involving data collection, presentation, and conclusion. The validity of instruments was tested before use, using a validation sheet. The research findings indicate a shift from the use of the Dayak Sampit language to the Banjar language, originating from South Kalimantan. Factors influencing this shift include economic, social, political, demographic aspects, the influence of schools, and migration. This research can serve as a reference for sociolinguistic researchers interested in similar issues regarding language shift and can contribute to a broader understanding of this phenomenon.Keywords: Shift, use, language, Dayak, SampitAbstrakPergeseran Penggunaan Bahasa Dayak Di Masyarakat Sampit. Penelitian ini mengkaji pergeseran penggunaan Bahasa Dayak Sampit di Kota Sampit, Kalimantan Tengah. Bahasa, sebagai fenomena sosial, dapat mengalami perubahan seiring perkembangan zaman, yang dipengaruhi oleh faktor teknologi, perubahan sosial, dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang melibatkan pengumpulan, penyajian, dan penyimpulan data. Validitas instrumen diuji sebelum digunakan, menggunakan lembar validasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran penggunaan bahasa Dayak Sampit ke bahasa Banjar, Kalimantan Selatan. Faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran ini meliputi aspek ekonomi, sosial, politik, demografi, pengaruh sekolah, dan migrasi. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti sosiolinguistik yang tertarik pada isu serupa tentang pergeseran penggunaan bahasa, dan dapat membantu memperluas pemahaman tentang fenomena ini.Kata-kata kunci: Pergeseran, penggunaan, bahasa, Dayak, Sampit
CAMP PROGRAM BAHASA MELAYU SEBAGAI UPAYA MEMPERTAHANKAN IDENTITAS BUDAYA ISLAM DI MA’HAD AL-IRSYAD LIL BANAT, YALA, THAILAND (MALAY LANGUAGE CAMP PROGRAM AS AN EFFORT TO MAINTAIN ISLAMIC CULTURAL IDENTITY AT MA'HAD AL-IRSYAD LIL BANAT, YALA, THAILAND) Khalda, Nabilah; Anshari, Muhammad Redha; Sateemae, Suhaimee
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i2.20717

Abstract

AbstractMalay Language Camp Program as An Effort to Maintain Islamic Cultural Identity At Ma'had Al-Irsyad Lil Banat, Yala, Thailand. This study aims to examine the improvement of Malay language skills through the Malay Language Programme Camp at Ma'had Al-Irsyad Lil Banat in order to strengthen the Islamic cultural identity of the participants. The main problem is the lack of appreciation and understanding of the Malay language among the younger generation, which makes them prefer foreign languages. Therefore, the Malay language program camp was designed to increase the participants' interest and understanding of the language through an interactive and contextual learning approach. The research method used was a qualitative approach with a phenomenological design where data was collected through interviews and participant observation. The results showed that the program significantly improved participants' Malay language skills and cultural awareness. In addition, activities involving Malay cultural traditions successfully strengthened the participants' sense of identity as Muslims. This research is expected to contribute positively to the development of similar programs in the future to preserve Islamic cultural identity.Keywords: Malay language camp, Islamic education, language teaching.AbstrakCamp Program Bahasa Melayu sebagai Upaya Mempertahankan Identitas Budaya Islam Di Ma’had Al-Irsyad Lil Banat, Yala, Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan keterampilan berbahasa Melayu melalui camp program bahasa Melayu di Ma’had Al-Irsyad Lil Banat terhadap penguatan identitas budaya Islam di kalangan santri. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya apresiasi dan pemahaman terhadap bahasa Melayu di kalangan generasi muda, yang membuat mereka cenderung lebih memilih bahasa asing. Oleh karena itu, camp program bahasa Melayu dirancang untuk meningkatkan minat dan pemahaman santri terhadap bahasa tersebut dengan pendekatan belajar interaktif dan kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, dimana data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini secara signifikan meningkatkan keterampilan berbahasa Melayu santri dan kesadaran budaya mereka. Selain itu, kegiatan yang melibatkan tradisi budaya Melayu berhasil memperkuat rasa identitas santri sebagai umat Muslim. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan program serupa di masa depan dalam rangka pelestarian identitas budaya Islam.Kata-kata kunci: Camp Bahasa Melayu, Pendidikan Islam, Pengajaran Bahasa.
KONFLIK KEJIWAAN TOKOH NOVEL “SAMAN” DAN “LARUNG” KARYA AYU UTAMI (INTERNAL CONFLICT NOVEL CHARACTER OF “SAMAN” AND “LARUNG” BY AYU UTAMI) Hidayah, Nurul
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i2.13056

Abstract

AbstractInternal Conflict Novel Character of “Saman” And “Larung” By Ayu Utami. This research aims to describe internal conflict novel character of “Saman” and “Larung”, conflict motif novel character of “Saman” and “Larung”, and similarity and deference conflict motif novel character of “Saman” and “Larung” Ayu Utami’s creation. This study used literature psychology’s method with approach qualitative. The data source of this research is dwilogi novel “Saman” and “Larung” Ayu Utami’s creation. This research result show novel “Saman” and “Larung” contain internal conflict caused by contradiction desire, confidence, selection, hope, and problem other. Cause appearance that internal conflict is based by conflict motif organic needs, emergency motif, dan obyektif motif. Motif conflict of novel “Saman” and “Larung” show similarity and deference as dwilogi novel.Key words: conflict, internal conflict, psychoanalysis, literature psychology. AbstrakKonflik Kejiwaan Tokoh Novel “Saman” dan “Larung” Karya Ayu Utami. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik kejiwaan tokoh novel “Saman” dan “Larung”, motif konflik tokoh novel “Saman” dan “Larung”, serta persamaan dan perbedaan motif konflik tokoh novel “Saman” dan “Larung” karya Ayu Utami. Penelitian ini menggunakan metode psikologi sastra dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian adalah novel dwilogi “Saman” dan “Larung” karya Ayu Utami. Hasil penelitian menunjukkan novel “Saman” dan “Larung” mengandung konflik kejiwaan yang disebabkan oleh pertentangan keinginan, keyakinan, pilihan, harapan, dan masalah lain. Penyebab munculnya konflik kejiwaan tersebut didasari atas motif konflik berupa organic needs, emergency motif, dan obyektif motif. Motif konflik pada novel “Saman” dan “Larung” menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan sebagai novel dwilogi.Kata kunci: konflik, konflik kejiwaan, psikoanalisis, psikologi sastra.
PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA INDONESIA DI MEDIA DARING: ANALISIS WACANA KRITIS (THE RELOCATION OF INDONESIA’S CAPITAL CITY IN ONLINE MEDIA: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS) Agustina, Agustina
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i2.16701

Abstract

AbstractThe Relocation of Indonesia’s Capital City In Online Media: A Critical Discourse Analysis. The relocation of the nation's capital has become a controversial topic and has sparked widespread debate in online media. The main issue examined in this study is the form of support and rejection of the policy of relocating the capital city and the reasons behind it. This study uses a qualitative approach with Norman Fairchlough's critical discourse analysis method to identify different views in online media. The data sources come from articles on Kompas.com, Tempo.com, and Suaraislam.com on January 18 and 19, 2022. The findings of this study indicate that Kompas.com supports the policy of relocating the nation's capital city with emotional support, appreciation and information related to political, economic, historical and environmental aspects. In contrast, Tempo.com and Suaraislam.com show rejection, focusing on legal, political, economic and environmental aspects. Rejection on Tempo.com is conveyed through suggestions, comments and reasons for rejection, while Suaraislam.com expresses rejection using words such as "no" and critical comments. Based on these findings, it shows that the relocation of the nation's capital city has received very diverse responses in online media, reflecting differences in perspective. Based on the research results, it is recommended that the government reconsider the policy of moving the capital city by involving all aspects of life, including social impacts, infrastructure, and community needs.Keywords: capital city relocation in Indonesia, support, opposition.AbstrakPemindahan Ibu Kota Negara Indonesia di Media Daring: Analisis Wacana Kritis. Pemindahan ibu kota negara telah menjadi topik yang kontroversial dan memicu perdebatan luas di media daring. Masalah utama yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dukungan dan penolakan terhadap kebijakan pemindahan ibu kota serta alasan di baliknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Norman Fairchlough untuk mengidentifikasi pandangan yang berbeda di media daring. Sumber data berasal dari artikel di Kompas.com, Tempo.com, dan Suaraislam.com pada tanggal 18 dan 19 Januari 2022. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Kompas.com bersikap mendukung kebijakan pemindahan ibu kota negara dengan bentuk dukungan emosi, penghargaan dan informasi terkait aspek politik, ekonomi, sejarah, dan lingkungan. Sebaliknya, Tempo.com dan Suaraislam.com menunjukkan penolakan, dengan fokus pada aspek hukum, politik, ekonomi, dan lingkungan. Penolakan di Tempo.com disampaikan melalui usulan, komentar, dan alasan penolakan, sementara Suaraislam.com mengekspresikan penolakan menggunakan kata-kata seperti "tidak" serta komentar kritis. Berdasarkan temuan tersebut menunjukkan bahwa pemindahan ibu kota negara mendapat respons yang sangat beragam di media daring, mencerminkan perbedaan perspektif. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan pemindahan ibu kota dengan melibatkan seluruh aspek kehidupan, termasuk dampak sosial, infrastruktur, dan kebutuhan masyarakat.Kata-kata kunci: pemindahan ibu kota negara Indonesia, dukungan, penolakan
ANALISIS SYAIR BERTEMA GURU SEKUMPUL KARYA GURU ABDUL HAKIM DAN GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTIK DAN HERMENEUTIK (ANALYSIS OF POETRY THEMED GURU SEKUMPUL BY GURU ABDUL HAKIM AND GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTICS AND HERMENEUTICS) Rasuna, Rasuna
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v15i2.21469

Abstract

AbstractAnalysis of Poetry Themed Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Guru Akhmad Syairazi: Heuristics and Hermeneutics. This research aims to describe the results of heuristic and hermeneutic reading of the poem on the theme Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Guru Akhmad Syairazi. The method used in this research is a qualitative method with a Riffaterre semiotic approach. The data for this research is a collection of poems on the theme Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Guru Akhmad Syairazi, namely those entitled 1) Ya Syaikhuna Ya Zaini; 2) Manaqib for Sekumpul Teachers; 3) Teachers, a group of beloved teachers; 4) Haul Guru Sekumpul; 5) Perfect Lover Soulmate Teacher. This research instrument is a human instrument. The poetry on the theme Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Akhmad Syairazi was analyzed descriptively qualitatively using Riffaterre's semiotic approach. The results of this research show that the heuristic reading of poetry written by Guru Abdul Hakim and Guru Abdul Akhmad Syairazi is read based on its linguistic structure. This means that certain lines of poetry are given by inserting affixes, synonyms, adding words, removing clitics, and changing the word order to clarify the meaning. Based on heuristic reading, overall, the five poems consisting of poems written by Guru Abdul Hakim and Guru Abdul Akhmad Syairazi contain praise, hopes and prayers for Guru Sekumpul. Based on the results of hermeneutic reading, the meaning of cultural symbols contained in these poems includes: (1) language; (2) objects;  and (3) action. Hermeneutic reading of the poetry shows the community's respect and love for Guru Sekumpul.of reading techniques.Keywords: poetry, heuristics, hermeneuticsAbstrakAnalisis Syair Bertema Guru Sekumpul Karya Guru Abdul Hakim dan Guru Akhmad Syairazi: Heuristik dan Hermeneutik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pembacaan heuristik dan hermeneutik pada syair bertema Guru Sekumpul karya Guru Abdul Hakim dan Guru Akhmad Syairazi. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Riffaterre. Data penelitian ini ialah kumpulan syair bertema Guru Sekumpul karya Guru Abdul Hakim dan Guru Akhmad Syairazi, yakni yang berjudul 1) Ya Syaikhuna Ya Zaini; 2) Manaqib untuk Guru Sekumpul; 3) Guru Sekumpul Guru Tercinta; 4) Haul Guru Sekumpul; 5) Guru Belahan Jiwa Kekasih yang Sempurna. Instrumen penelitian ini adalah human instrument. Syair bertema Guru Sekumpul karya Guru Abdul Hakim dan Akhmad Syairazi dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan semiotik Riffaterre. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembacaan heuristik pada syair karangan Guru Abdul Hakim dan Guru Abdul Akhmad Syairazi dibaca berdasarkan struktur kebahasaannya. Artinya, pada baris syair tertentu diberikan sisipan imbuhan, sinonim, penambahan kata, penghilangan klitik, dan pengubahan susunan kata untuk dapat memperjelas arti. Berdasarkan pembacaan heuristik, secara keseluruhan, lima buah syair yang terdiri dari syair karangan Guru Abdul Hakim dan Guru Abdul Akhmad Syairazi berisikan tentang pujian, harapan, dan doa terhadap Guru Sekumpul. Berdasarkan hasil pembacaan hermeneutik, makna simbol budaya yang terdapat dalam syair-syair tersebut meliputi: (1) bahasa; (2) benda;  dan (3) tindakan. Pembacaan hermeneutik pada syair menunjukkan rasa hormat dan cinta masyarakat kepada Guru Sekumpul.Kata-kata kunci: syair, heuristik, hermeneutik
REPRESENTASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM SASTRA ANAK DIGITAL (REPRESENTATION OF CHARACTER EDUCATION VALUES IN DIGITAL CHILDREN'S LITERATURE) Novitasari, Aulia; Cahaya, Noor; Huda, Nurul
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v15i2.23816

Abstract

AbstractRepresentation of Character Education Values in Digital Children’s Literature. This study aims to analyze the representation of character education values in five digital children's stories using Roland Barthes' semiotic approach. This study uses a qualitative approach with a content analysis method. The research data consists of texts from five digital children's stories on the Budi website. Qualitative content analysis was conducted by uncovering the meaning of denotation, connotation, and myth. The research data sources consist of digital children's stories with the theme of embracing children with special needs. The results show that each story contains the construction of character values relevant to character education, namely the values of caring, empathy, courage, tolerance, cooperation, and self-acceptance. The representation of character values is constructed through linguistic and narrative signs that produce social myths about inclusivity, family affection, and respect for diversity. The results of this study provide findings on the role of digital children's literature as a strategic medium in strengthening literacy and character education for child readers.Keywords: digital children's literature, character education, inclusivity, literacyAbstrakRepresentasi Nilai Pendidikan Karakter dalam Sastra Anak Digital.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai pendidikan karakter dalam lima cerita anak digital menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Data penelitian berupa teks dari lima cerita anak digital di situs Budi. Analisis isi kualitatif dilakukan dengan mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos. Sumber data penelitian terdiri dari cerita anak digital dengan tema perangkulan anak berkebutuhan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap cerita memuat konstruksi nilai karakter yang relevan dengan pendidikan karakter takni nilai kepedulian, empati, keberanian, toleransi, kerja sama, dan penerimaan diri. Representasi nilai karakter dibangun melalui tanda-tanda linguistik dan naratif yang menghasilkan mitos sosial tentang inklusivitas, kasih sayang keluarga, dan penghargaan terhadap keberagaman. Hasil penelitian ini memberikan temuan terhadap peran sastra anak digital sebagai media strategis dalam penguatan literasi dan pendidikan karakter pembaca anak. Kata-kata kunci: representasi, pendidikan karakter, sastra anak digital, literasi
MANTRA PENGOBATAN MASYARAKAT BUGIS DAN KONJO DI SULAWESI SELATAN: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK (TREATMENT MANTRAS FOR THE BUGIS AND KONJO PEOPLE IN SOUTH SULAWESI: ANTHROPOLINGUISTIC STUDY) Wardiman, Wardiman
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v15i2.22540

Abstract

AbstractTreatment Mantras for the Bugis and Konjo People in South Sulawesi: Anthropolinguistic Study. This study focuses on the symbolic meanings in the healing mantras of the Bugis and Konjo people in South Sulawesi, highlighting the close relationship between language and culture, as language is a key element in culture itself. The Bugis and Konjo people continue to preserve their cultural heritage, including their traditional healing practices in the form of mantras. This preservation is carried out through the practice and use of these mantras. The purpose of this study is to explain the symbolic meanings contained in the healing mantras of the Bugis and Konjo people in South Sulawesi. Using a qualitative descriptive approach, this study relies on primary data collected directly from the community through observation, data sources, and interviews. Data analysis was carried out by identification, classification, and synthesis to draw conclusions. The results showed that there were 20 identified mantras, each with its own symbolic meaning, including phrases such as Bismillah, Muhammad, Barakka la ilaha illalla, Allahu Laa Ilaahailla Huwa, Suluk Baji-bajiki, Batu Matanna. The process of inheriting these mantras reflects a strong cultural continuity, despite the challenges of modernization. Healing mantras not only focus on physical recovery, but also include spiritual, social, and environmental aspects. The Bugis and Konjo people realize that healing includes not only physical but also mental and spiritual aspects, as reflected in the use of these mantras.Keywords: Medical Mantras, Bugis, Konjo, Symbolic Meanings, AnthropolinguisticsAbstrakMantra Pengobatan Masyarakat Bugis dan Konjo di Sulawesi Selatan: Kajian Antropolinguistik. Penelitian ini berfokus pada makna simbolik dalam mantra pengobatan masyarakat Bugis dan konjo di Sulawesi Selatan, yang menyoroti hubungan erat antara bahasa dan budaya, karena bahasa merupakan unsur kunci dalam budaya itu sendiri. Masyarakat Bugis dan konjo terus melestarikan warisan budaya mereka, termasuk praktik pengobatan tradisional dalam bentuk mantra. Pelestarian ini dilakukan melalui praktik dan penggunaan mantra-mantra tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan makna simbolik yang terkandung dalam mantra pengobatan masyarakat Bugis dan Konjo di Sulawesi Selatan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengandalkan data primer yang dikumpulkan langsung dari masyarakat melalui observasi, sumber data, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan identifikasi, klasifikasi, dan sintesis untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 mantra yang teridentifikasi, masing-masing dengan makna simboliknya, termasuk frasa seperti Bismillah, Muhammad, Barakka la ilaha illalla, Allahu Laa Ilaahailla Huwa, Suluk Baji-bajiki, Batu Matanna. Proses pewarisan mantra-mantra ini mencerminkan kesinambungan budaya yang kuat, meskipun menghadapi tantangan dari modernisasi. Mantra pengobatan tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga mencakup aspek spiritual, sosial, dan lingkungan. Masyarakat Bugis dan Konjo menyadari bahwa penyembuhan mencakup tidak hanya aspek fisik tetapi juga mental dan spiritual, sebagaimana tercermin dalam penggunaan mantra-mantra ini.Kata-kata kunci: Mantra Pengobatan, Bugis, Konjo, Makna Simbolik, Antropolinguistik
MITOS PEREMPUAN DAN PENERIMAAN DIRI DALAM ALBUM UNTUK DUNIA, CINTA, DAN KOTORNYA KARYA NADIN AMIZAH (FEMALE MYTHS AND SELF-ACCEPTANCE IN THE ALBUM UNTUK DUNIA, CINTA, DAN KOTORNYA BY NADIN AMIZAH) Pualilin, Leony Indaryani; Nurmalisa, Dina
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v15i2.22934

Abstract

AbstractFemale Myths and Self-Acceptance in the Album Untuk Dunia, Cinta, Dan Kotornya by Nadin Amizah. This research examines the mythical representation of women and self-acceptance in the lyrics of the album "Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya" by Nadin Amizah. The lyrics of this album not only convey women's experiences but also illustrate the social construction that often places women in a passive position and limits them to the domestic sphere. This is important to study because although written by women, the lyrics reveal the struggle between the limiting myths and women's efforts to accept themselves. Through Roland Barthes' semiotic approach, this research looks at meaning not only denotatively, but also connotatively and mythically. This research is qualitative-descriptive with a text analysis technique of the song lyrics in the album. The results show that the lyrics in this album contain women's myths that position women in socio-cultural construction, as passive beings, bound to the domestic sphere and dependent. The lyrics in this album also experience a shift in meaning towards a new meaning that presents women as active and equal subjects. Self-acceptance is presented as a form of awareness of women's wounds, experiences, and identities. This research shows women as active, empowered subjects, appreciating and celebrating their identity.Keywords: myth of women, self-acceptance, song lyirics, Barthes semiotics, Nadin AmizahAbstrakMitos Perempuan dan Penerimaan Diri dalam Album Untuk Dunia, Cinta, Dan Kotornya Karya Nadin Amizah. Penelitian ini mengungkap representasi mitos perempuan dan penerimaan diri dalam lirik lagu album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya karya Nadin Amizah. Lirik dari album ini tidak hanya menyampaikan pengalaman perempuan tetapi juga menggambarkan konstruksi sosial yang sering menempatkan perempuan dalam posisi pasif dan terbatas pada ranah domestik. Hal ini menjadi penting untuk diteliti karena meskipun ditulis oleh perempuan, lirik-lirik tersebut justru menunjukkan pergulatan antara mitos yang membatasi dan upaya penerimaan diri perempuan. Melalui pendekatan semiotika Roland Barthes, penelitian ini melihat makna tidak hanya secara denotatif, tetapi juga konotatif dan mitos. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan teknik analisis teks terhadap lirik lagu dalam album tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik-lirik dalam album ini mengandung mitos-mitos perempuan yang memosisikan perempuan dalam konstruksi sosial-budaya, sebagai makhluk pasif, terikat pada ranah domestik dan bergantung. Lirik dalam album ini juga mengalami pergeseran makna menuju pemaknaan baru yang menampilkan perempuan sebagai subjek aktif dan setara. Penerimaan diri ditampilkan sebagai bentuk kesadaran atas luka, pengalaman, dan identitas perempuan. Penelitian ini menunjukkan perempuan sebagai subjek yang aktif, berdaya, menghargai dan merayakan identitasnya.Kata-kata kunci: mitos perempuan, penerimaan diri, lirik lagu, semiotika Barthes, Nadin Amizah
PERSUASION STRATEGIES IN THE RECTOR'S SPEECH AT LAMBUNG MANGKURAT UNIVERSITY Ardine, Lydia Sela
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v15i2.23241

Abstract

AbstractPersuasion Strategies in the Rector's Speech at Lambung Mangkurat University. This research was conducted to understand persuasive communication strategies in higher education leadership context, particularly in the transformation era towards World Class University that demands institutional communication effectiveness. As the highest leader of higher education institutions, rectors have strategic responsibility to communicate university vision, mission, and policies to various stakeholders through speeches in academic forums. This study aims to elaborate the forms, patterns, and persuasion techniques used by Lambung Mangkurat University Rector in various speeches. This study adopts a descriptive qualitative approach to analyze persuasive rhetorical strategies in oral discourse delivered by ULM Rector. The primary data sources were speeches by ULM Rector for the 2022-2026 period collected from the university's official YouTube channel in various forums such as graduation ceremonies, new student orientation, and Dies Natalis. Data collection techniques included observation of speech recordings, transcript documentation, and audience interviews. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and result verification stages. Research results show: (1) persuasion forms are reflected in balanced combination of ethos, pathos, and logos as the basis of rhetorical strategy; (2) speech composition patterns include problem-solving patterns, cause-effect patterns, pro-contra patterns, and motivated sequence patterns; (3) persuasion techniques include rationalization, identification, suggestion, and conformity adapted to audience characteristics and situational context. The research concludes that ULM Rector's speeches have high effectiveness in shaping audience opinions, directing thinking patterns, fostering attachment to institutional values, and functioning as instruments to strengthen university identity and encourage active participation of academic community in achieving strategic institutional goals.Keywords: Persuasion Strategy, Rector's Speech, Rhetoric, Leadership Communication
PEMBELAJARAN GAYA BAHASA REPETISI PADA SISWA SMA MELALUI ANTOLOGI PUISI MELIHAT API BEKERJA KARYA M. AAN MANSYUR (LEARNING REPETITION LANGUAGE STYLE IN SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS THROUGH THE POETRY ANTHOLOGY MELIHAT API BEKERJA BY M. AAN MANSYUR) Nurulanningsih, Nurulanningsih; Rahmatika, Desti Dwi
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v15i2.22032

Abstract

AbstractLearning Repetition Language Style in Senior High School Students Through the Poetry Anthology Melihat Api Bekerja By M. Aan Mansyur. Learning Indonesian at the high school level has a variety of materials. But learning Indonesian cannot be separated from learning literature. One of the literary lessons taught in schools is the study of poetry. In poetry, there is the use of language styles. Learning language styles through poetry can use the Poetry Collection Melihat Api Bekerja by M. Aan Mansyur. For this reason, this research aims to describe the language style of repetition in the poetry collection Melihat Api Bekerja by M. Aan Mansyur. This research uses a qualitative descriptive approach. Data collection was carried out using documentation techniques with data analysis techniques using content analysis techniques. The findings in this study were 50 findings, including 3 repetitions of the epizeuxis type, 10 repetitions of the tautotes type, 22 repetitions of the anaphora type, 2 findings of the epistrophe type repetition, 5 findings of the mesodiplosis type repetition, 1 finding of the epanalepsis type, and repetition of the type of anadiplosis with 7 findings. It is hoped that the results of this research can be used by teachers as additional learning material in learning language styles. Apart from that, students can use the poetry collection Melihat Api Bekerja as a medium for learning literature, especially learning the intrinsic elements of language style.Keywords: Repetitive language style, poetry, literature learningAbstrakPembelajaran Gaya Bahasa Repetisi pada Siswa SMA melalui Antologi Puisi Melihat Api Bekerja Karya M. Aan Mansyur. Pembelajaran bahasa Indonesia di jenjang SMA memiliki materi yang beragam. Namun pembelajaran bahasa Indonesia tidak terlepas dari pembelajaran sastra. Salah satu pembelajaran sastra yang diajarkan di sekolah yakni pembelajaran puisi. Di dalam puisi, terdapat penggunaan gaya bahasa. Pembelajaran gaya bahasa melalui puisi dapat mempergunakan kumpulan puisi Melihat Api Bekerja karya M. Aan Mansyur. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa repetisi dalam kumpulan puisi Melihat Api Bekerja karya M. Aan Mansyur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Temuan dalam penelitian ini sebanyak 50 temuan, meliputi repetisi jenis epizeuksis sebanyak 3 temuan, repetisi jenis tautotes sebanyak 10 temuan, repetisi jenis anafora sebanyak 22 temuan, repetisi jenis epistrofa sebanyak 2 temuan, repetisi jenis mesodiplosis sebanyak 5 temuan, repetisi jenis epanalepsis sebanyak 1 temuan, dan repetisi jenis anadiplosis sebanyak 7 temuan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan guru sebagai bahan pembelajaran tambahan dalam pembelajaran gaya bahasa. Selain itu, siswa dapat menggunakan kumpulan puisi Melihat Api Bekerja sebagai media pembelajaran sastra khususnya pembelajaran unsur intrinsik gaya bahasa.Kata kunci: Gaya bahasa repetisi, puisi, pembelajaran sastra

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 2 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 2 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) More Issue