cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian
ISSN : 19789726     EISSN : 25410717     DOI : -
Al-Izzah receive article from academics, researchers, and students national and international in the field of Muslim community, education, culture, gender, and any social religious issues. The articles published in the journal Al-Izzah covers scientific research result as a priority research, scientific articles review, and responses or critics to the existing the prior researches. Journal Al Izzah published twice a year by Intitute of Research and Community Development (LP2M) IAIN Kendari and always places Islam and Muslim society in the central focus of academic inquiry. Article submitted in the form of original ideas, based on research result (both library as well as fieldwork), and not yet ever published in journal anywhere. The manuscript submitted to Al-Izzah is independently reviewed by at least two reviewers in the form of "double-blind review". Decision for publication, amendment, or rejection is based upon their reports/recommendation. In certain cases, the editor may submit an article for review to another, third reviewer before making a decision, if necessary.
Arjuna Subject : -
Articles 226 Documents
POLITIK BERJENIS KELAMIN LAKI-LAKI? (KETERWAKILAN PEREMPUAN DI DPRD PROVINSI SULAWESI TENGGARA PADA PEMILU 2014) Asliah Zainal
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 10, No. 1, Mei 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.647 KB) | DOI: 10.31332/ai.v10i1.325

Abstract

AbstractWomen representation in politics in fact still has not showed in maximum results, both at the national and local level. This study was conducted to examine the dynamics of women representation Southeast Sulawesi Provincial Parliament at the general election in 2014. This studi used a sample of four political parties, PAN as the category of the ruling party and the first winner, the Golkar Party as the old political party and the second winner, Gerindra as a new political party with the acquisition of a significant voice as the fifth winner, and the PPP as an old and Islamic political party. This study shows that the women representation in Southeast Sulawesi Provincial Parliament has eight chair or 18 % within 45 of total legislators. This number is a slight increase compare to the general election in 2009 with only reached seven chair or 16% of women legislators. Among eight women legislators, six women or 75% were come and influenced by the power.  Key Words: women and politic, affirmative action, patriarchy. AbstrakWacana keterwakilan perempuan dalam bidang politik masih belum menunjukan hasil yang maksimal, baik pada level nasional maupun lokal. Studi ini dilakukan untuk mengkaji dinamika keterwakilan perempuan di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara pada Pemilu 2014. Penelitian ini menggunakan sampel empat partai politik peserta Pemilu 2014, yaitu PAN sebagai partai penguasa dan pemenang pertama, Partai Golkar sebagai partai lama dan pemenang kedua, Partai Gerindra sebagai partai baru dengan suara yang cukup signifikan, dan PPP sebagai partai lama dengan basis Islam.Studi ini menunjukan bahwa Keterwakilan perempuan di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara pada Pemilu 2014 mendudukan 8 orang legislator perempuan dari 45 legislator (18%), sedikit meningkat dari pemilu 2009 yang hanya mencapai 7 orang legislator perempuan 16%). Dari delapan orang legislator perempuan, 6 orang atau 75% lahir dari rahim kekuasaan.Kata Kunci: perempuan dan politik, affirmative action, patriarki
Rutinitas Adat Orang Buton: Membangun Peradaban dan Karakter yang Sejahtera dan Berkeadilan Sosial di Tengah Arus Globalisasi Burhan & Imelda Burhan & Imelda
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol. 9, No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.558 KB) | DOI: 10.31332/ai.v9i2.155

Abstract

Masyarakat Buton pada umumnya mengenal salah satu falsafah hidup, yaitubelajar hidup sepanjang masa. Meskipun, dalam implementasi hariannya jumlahpenduduk dengan tingkat pendidikan tinggi formal masih termasuk rendahdibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Metode kualitatif untukmengumpulkan hal utama dalam berbagai data penelitian disajikan dalam artikelini. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, observasipartisipatif dan dokumentasi dari 2011 sampai 2013. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa orang Buton berupaya mempertahankan tradisi dan adatistiadatnya ditengah arus globalisasi yang mendera dunia kini, tidak lebih dantidak bukan hanya ingin menunjukkan pada dunia bahwa dengan mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa, globalisasi dapat difiltering denganbaik. Nilai-nilai luhur dalam rutinitas adat orang Buton membentuk karakter danbahkan mampu membangun peradaban baru terutama membangun sistem bertaniyang rileks sesuai perubahan iklim untuk menghasilkan kebutuhan pangan lokal.Bercocok tanam yang dilakukan secara serentak dan bersama-sama menjadikanhasil panen masyarakat petani lebih berlimpah, sehingga mampu mewujudkankeluarga yang sejahtera dan berbagi kebahagian secara adil dan merata padaseluruh anggota masyarakat.Kata kunci: Rutinitas Adat, Membangun Peradaban, Karakter Bangsa,Globalisasi, Perdamaian, Keadilan
KAROSHI (WORK TO DEATH) Moh. Toriqul Chaer
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 12 No. 1 Mei 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.516 KB) | DOI: 10.31332/ai.v12i1.537

Abstract

When the tide of unemployment hit the USA and Europe, in Japan the opposite phenomenon occurs. In 2002, in Japan deaths were recorded because of excessive works. In this country, the phenomenon of death because of excessive works is called Karoshi. Karoshi is common in Japan.  It becomes deadly syndrome as a consequence of long hours works. The debate about deaths from excessive work already sticking out in Japan since the 70s. The first official case of Karoshi was reported in 1969 when a 29-year-old male worker died because of stroke. It is estimated over ten thousand workers died each year due to death by brain and stroke caused by an overload work. Karoshi often happen to male workers dominantly. The main cause of karoshi is stress due to high pressure in the work environment, and work habits of exceeding a  standard of normal working time (8 hours). In addition, their extra time to work is imbalance with and the salary they earn. In its development, the phenomenon of karoshi contributes to the term salaryman and workaholic. 
MEMBUKA TABIR SUMPAH DALAM AL-QUR’AN (Studi Analisis Penafsiran ‘A’isyah Bint Al-Syati’ Tentang Ayat-Ayat Sumpah) Muhammad Hasdin Has
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 11, No. 2, November 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.608 KB) | DOI: 10.31332/ai.v11i2.453

Abstract

AbstractThis study discusses al-Aqsam fi al-Qur'an (Interpretation of 'A'isyah bint al-Shati 'in Kitab al-Tafsir al-Baya ni li al -Qur'a al-Karim). This research conducted library research by using the hermeneutics, philology, sociology, historical, and psychological approach. Results of this study conclude that curse in Tafsir al-Bayani is composed two aspects, the etymology and terminology. In terms of etymology, curse is true meaning and earnest pronounced by the reciter. As for the aspects of terminology, curse is a verse by way of sensory reasoning. It is diverting attention (la fitah) of something that can be felt (Hissi) to something abstract. The forms of curse are two, the oath with the letter wau al-qasam and vows with the letter la. The function of curse in al-Tafsir al-Bayani has shifted from its original function of which is to exalt or glorify oath object into a rhetorical aged in which aims to analogize between muqsam bih with Javab al-qasam.Keyword: curse, Bint Syati, interpretation. AbstrakTulisan ini membahas topik al-Aqsam fi al-Qur’an (Studi Penafsiran ‘A’isyah bint al-Syati’ dalam Kitab al-Tafsir al-Bayani li al-Qur’an al-Karim tentang Ayat-ayat sumpah). Untuk menjawab permasalahan pokok di atas maka dilakukan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan ilmu tafsir, filologi, sosiologi, historis, dan psikologis. Hasil Penelitian ini menyimpulkan: 1) Hakikat qasam dalam al-Tafsir al-Bayani terdiri dari dua aspek, yaitu etimologi dan terminologi. Dari segi etimologi qasam bermakna sumpah yang benar berbeda dengan kata half yang mengandung arti kebohongan sumpah dan ketidaksungguhan si pengucapnya. Secara terminologi, qasam adalah gaya bahasa dalam al-Qur’an yang menjelaskan makna sebuah ayat dengan cara penalaran indrawi yaitu pengalihan perhatian (lafitah) dari sesuatu yang dapat dirasakan (hissi) kepada sesuatu yang abstrak. 2) Bentuknya ada dua, yaitu sumpah dengan huruf wau al-qasam dan sumpah dengan huruf la. 3) Fungsi qasam dalam al-Tafsir al-Bayani telah beralih dari fungsi asalnya yakni untuk mengagungkan atau memuliakan objek sumpah menjadi sebuah retorika bayani yang bertujuan menganalogikan antara muqsam bih dengan jawab al-qasam.Keyword: Qasam, Bint Syati, tafsir.
MODEL PENDIDIKAN PADA MAJELIS TAKLIM KOTA KENDARI Hadi Machmud
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 8, No. 1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.812 KB) | DOI: 10.31332/ai.v8i1.88

Abstract

Majelis Taklim sebagai lembaga pendidikan Islam non formaldalam sistem pendidikan nasional , merupakan sarana pratata spiritualdalam rangka mewujudkan masyarakat religius yang didalamnya terpikulmisi pendidikan dan dakwah Islamiyah, keberadaanya diharapkan dapatbermakna bagi kehidupan umat untuk menghadapi tantangan dan beberapakegelisahan akibat kencenderungan global yang cenderung meracunikesucian nilai-nilai ajaran Al Quran dan Hadits Nabi saw. Bertolak darihal tersebut, maka Majelis Taklim sebagai lembaga pendidikan non formalmemikul tanggung jawab moral untuk terwujudnya masyarakat madaniyang religius tersebut. Oleh karenanya kegiatan yang dilakukanditekankan pada kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang mengacupada pedoman yang dibuat oleh Departemen Agama RI.Penelitian ini menekankan pada model pendidikan pada MajelisTaklim Kota Kendari, dengan pokok masalah: (1) pola baku yangdijadikan acuan, (2) strategi pembelajaran yang diterapkan, (3) sarana danprasarana yang dipergunakan dalam pembelajaran, dan (4) faktor yangmempengaruhi perkembangan Majelis Taklim di Kota Kendari. Penelitianini adalah penelitian kualitatif deskriptif naturalistik, untuk memperolehdata dipergunakan teknik: teknik observasi partisipatif, wawancaramendalam, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis denganmempergunakan model Spreadly, yakni analisis domain, analisistaksonomi, dan kompenensial. Sedangkan uji kredibilitas data dilakukandengan triangulasi sumber dan teknik, perpanjangan waktu, diskusi sejawatdan ketercukupan referensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukanoleh Majelis Taklim Kota Kendari sudah berdasarkanmodel dan pola yangbaku berupa kurikulum nasional dan kurikulum lokal. Kurikulum yangada dijadikan acuan, karena dalam menyusun jadwal dan materipembelajaran dikembangkan sendiri sesuai dengan kondisi dan kebutuhanmasyarakat. Dalam melakukan pembelajaran terdapat berbagai metodeyang meliputi ceramah, tanya jawab/dialog interaktif, praktek dan hapalan.Sarana yang dipergunakan adalah memanfaatkan fasilitas pemerintah,pengurus dan anggota, swasta dan simpatisan, seperti pengajian Suaradibalik Surau, siaran tayangan acara Labu di Kendari TV. Kegiatan yangdilakukan oleh Majelis Taklim sebagian besar adalah kerja sama karenadilakukan dengan melibatkan berbagai unsur dan mempergunakan strategidan media informasi seperti RRI, Kendari TV/TVRI, pengajian akbar, halini menjadi faktor berkembangnya Majelis Taklim di Kota Kendari.Kata Kunci : Model Pendidikan, Majelis Taklim
Ragam Tulis Teks Bahasa Arab (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Kegurua (FTIK) IAIN Kendari Wa Muna
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 11, No. 2, November 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.142 KB) | DOI: 10.31332/ai.v11i2.460

Abstract

AbstractThe problem of this research is the variety of writing Arabic, the obstacles faced by students and effort done by lecturer to solve the problem in writing Arabic. The results showed that variety in writing Arabic arestudent in high skill is 18.6%, skill enough is 25.3%, sufficiently skill is 16,8%, less skill is 25,9% and unskill is 13,4%. Obstacles faced by students in the internal 1 factor: lack of interest and motivation to write and practice inwriting Arabic, inadequate capabilities, lack of awareness of the importance of studying Arabic, many students can not read the al-Qur’an according to the rules. Wheras external factors are no course and guidance, writing without supporting of adequate situations, writing without understading the meaning but to the grammar. Efforts made are there must be a placement test, review curriculum, uniformity systematic learning materials, courses in particular, provide the motivation to learn Arabic.Keywords: variety writing, Arabic text. AbstrakPermasalahan penelitian ini adalah bagaimana ragam tulis teks Bahasa Arab, Kendala-kendala yang dihadapi mahasiswa dan upaya-upaya yang dilakukan dosen untuk mengatasi Kendala mahasiswa dalam merangkai kata dan menulis teks Arab. Hasil penelitian menunjukan ragam Tulis Teks Bahasa Arab dikategorikan berikut: sangat terampil  16 orang  atau 18,6 %,. terampil 31 orang atau 25,3%.,cukup terampil  20 orang  atau 16,8 %, kurang terampil 30 orang 25,9 %, Dan yang  tidak terampil 22 orang atau 13,4 %. Kendala yang dihadapi mahasiswa berupa faktor internal, yaitu kurangnya minat dan motivasi untuk  menulis dan latihan menulis bahasa Arab, kemampuan dasar kurang memadai, kurangnya kesadaran akan pentingnya mempelajari bahasa Arab, masih  banyak mahasiswa yang belum bisa membaca al-Qur’an sesuai kaidah. 2. Faktor eksternal: tidak ada mata kuliah dan bimbingan khusus, proses latihan menulis tanpa dukungan situasi yang memadai, menulis  tanpa  pemaknaan, tetapi terpaku pada tata bahasa. Upaya yang dilakukan adalah harus adaplacement test, peninjauan kurikulum, keseragaman sistematika materi pembelajaran, diajarkan pada  mata kuliah khusus, dan motivasi untuk belajar bahasa Arab.Kata Kunci: Ragam Tulis, Teks Bahasa Arab.
FENOMENA ANAK JALANAN DI KOTA KENDARI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Ipandang Ipandang
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 11, No. 1, Mei 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.925 KB) | DOI: 10.31332/ai.v11i1.432

Abstract

Abstract This study aims to explore the phenomenon of street children at Kendari city in Islamic law perspective. Using descriptive qualitative   and   theoretical approach of Islamic jurisprudence, it found that  there are  two  causes the children took to the streets  (1) the motivating factors include the insistence and the economic conditions, (2) the attracting factors  include   interesting  in a more independent life,  being  free to play,  having a lot of friends and money. Government efforts to provide guidance to them are (1) doing  integrated guidance system ranging from household environment, community, and municipal governments of  Kendari  with early treatment at the village level,  (2) building  a comprehensive understanding of the children's position in life through religious guidance, economic empowerment and improvement of skills,  (3) coordinated approach to all the elements, particularly NGO through various activities.                                                                                     Keywords: street children, Islamic law perspectiveAbstrakHasil penelitian ini mengkaji tentang penomena anak jalanan di Kota Kendari dalam Perspektif hukum Islam. Adapun sub masalahnya adalah sebagai berikut: pertama, apa yang menjadi faktor penyebab munculnya anak jalanan di Kota Kendari?, Kedua, bagaimana upaya pembinaan anak jalanan yang dilakukan pemerintah Kota Kendari?, Ketiga, bagaimana kedudukan anak jalanan dalam perspektif hukum islam di Kota Kendari?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab munculnya anak jalanan di Kota Kendari disebabkan karna adanya akumulasi masalah mulai dari siuasi makro, kondisi orang tua, serta anak itu sendiri. Penyebab munculnya disebabkan oleh faktor pendorong dan faktor penarik. Faktor pendorong adalah desakan dan keadaan ekonomi. Faktor penarik adalah anak turun kejalan karna tertarik pada kehidupan yang lebih merdeka, bisa bebas bermain, banyak teman, dan banyak uang.
Sakral dan Profan dalam Ritual Life Cycle : Memperbincangkan Fungsionalisme Emile Durkheim Asliah Zainal
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 9, No. 1, Mei 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.181 KB) | DOI: 10.31332/ai.v9i1.178

Abstract

AbstractIn various societies, ritual manifest in almost all stages of humanlife. It starts from the conception period; birth, childhood,marriage, death, even after the man was die. With the ritual, peopletry to bring the world and at the same time separate the sacred andthe profane one. This paper shall discuss the life cycle rituals insociety in Emile Durkheim’s theory of functionalism. In Durkheim’spoint of view, society has two sides in their life; time to work andtime celebrate the sacred ritual. The dualism of life is whatDurkheim called "The sacred" and "The profane". Durkheimconsiders The Sacred is everything a superior, powerful, and in thenormal circumstances, it untouched and honored. Instead of theprofane is part of everyday life and mundane. Although the functionof ritual is to approach the sacred One, there are social functionswithin. Therefore, it has the social value in the sense it couldstrengthen social solidarity among community members. Life cyclerituals provide facilities for every person to feel the religiousemotion and feel the presence of the Sacred. Ritual in somecultures, not only a religious obligation but also running efforts toachieve social cohesion as part of a community in which he lives.Keywords: Ritual Life-cycle, Sacred and Profane, EmileDurkheim, Funcsionalism
DAKWAH KULTURAL : STRATEGI DAKWAH DALAM MENGAKOMODASI RITUAL POSASIQ MANDAR DI KELURAHAN BUNGKUTOKO SULAWESI TENGGARA Mansur .
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 10, No. 2, November 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.884 KB) | DOI: 10.31332/ai.v10i2.339

Abstract

AbstractThis paper focuses on the ritual of posasiq in the village of Bungkutoko Mandar in Southeast Sulawesi and the method of Islam propagation within the ritual. The research data was collected by in-depth interviews, participant observation, and review and analysis document, with the procedures of data analysis are data reduction, data presentation and dataverification. This study found that the ritual of posasiq in the Village of Bungkutoko Mandar in Southeast Sulawesi is divided into three major groups: Rituals performed in construction period while preparing for fishing; Ritual performed in production period held at the time in prepare everything, including completeness of equipment and supplies brought into the sea. At this phase, they perform some rituals before lowering the boat, including family’s behavior while the husband at the sea; Rituals performedin distribution period when fishing activity is completed. This ritual is usually packaged in mappabukaa event, which distributed meals for local residents and relatives were preceded by reading the prayer of thanksgiving. This ritual was held in the month of Ramadan as an expression of gratitude to Allah. Keywords: Islam Accommodation, Ritual of Posasiq, Bungkutoko Mandar Island.Abstrak Tulisan ini difokuskan pada bagaimana bentuk ritual Posasiq Mandar di Kelurahan Bungkutoko Sulawesi Tenggara dan bagaimana metode dakwah Islam pada Posasiq Mandar di Bungkutoko Sulawesi Tenggara. Data penelitian ini dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam, observasipartisivasi dan analisis telaah dokumen, dengan prosedur analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa bentuk ritual Posasiq Mandar di Kelurahan Bungkutoko Sulawesi Tenggara dibagi ke dalam tiga kelompok besar: Ritual masa konstruksi dilakukan oleh posasiq disaat mempersiapkan diri untuk melakukan penangkapan ikan. Ritual masa produksi diselenggarakan Posasiq di saat menyiapkan segala sesuatunya, termasuk kelengkapan peralatan dan bekal yang akan dibawa ke laut. Pada pase ini, mereka melakukan beberapa kegiatan ritual sebelum menurunkan perahu/kapal dan memberangkatkannya termasuk perilaku Posasiq dan keluarga saat di laut. Ritual masa distribusi dilakukan oleh posasiq ketika aktifitas melaut selesai dilakukan. Ritual ini biasanya dikemas dalam acara mappabukaa, yaitu memberi makan warga sekitar dan sanak keluarga yang didahului dengan pembacaan do’a syukur. Ritual ini dilangsungkan pada bulan Ramadhan sebagai ungkapan syukur kepada Allah Swt. atas hasil yang diperoleh selama setahun.  Kata Kunci: Akomodasi Islam, Ritual Posasiq, Mandar, PulauBungkutoko
Pola Pembinaan Remaja Mesjid Nurul Jihad Kelurahan Tipulu Kecamatan Kendari Barat Herman Herman
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 8, No. 2 November 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.669 KB) | DOI: 10.31332/ai.v8i2.169

Abstract

Abstrak:Pola pembinaan Remaja masjid Kelurahan tipulu Kota Kendari semakinterhambat dalam upaya pemberdayaan masjidsebagai wadah pembangunanagama masyarakat, disamping kurangnya perhatian dari pihak pemerintahbegitu juga dari tokoh agama, masyarakat serta dengan orangtua remajamasjid, untuk melibatkan diri secara langsung dalam pembinaan keagamaandan masjid. Olehnya itu pemerintah kelurahan, tokoh agama dan tokohmasyarakat sangat dibutuhkan perannya dalam emberikan pembinaan danpengkaderan remaja masjid untuk mengaktifka kegiatan kemasjidan.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pola pembinaan remajamasjid di Kelurahan Tipulu Kecamatan kendari barat, titik penekanannyaadalah pembinaan remaja masjid baik dilingkungan keluarga, melaluiseminar atau pelatihan, membentuk organisasi remaja dibawah instansitertentu, menagadakan kajian seputar agama Islam, mengadakan baktisocial. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan dalam pembinaanremaja masjid nurul Jihad adalah adanya perhatian dari pemerintah,menciptakan lingkungan yang kondusif, mengaktifkan kembali remajamasjid, meningkatkan pengetahuan agama remaja masjid.Kata Kunci: Pola, Pembinaan, Remaja Mesjid

Page 10 of 23 | Total Record : 226