cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika
ISSN : 23379421     EISSN : 25811290     DOI : -
Core Subject : Education,
urnal SOULMATH berisi tulisan yang berasal dari hasil penelitian, kajian, atau karya ilmiah di bidang Pendidikan Matematika. Terbit dua kali setahun yaitu Maret dan Oktober. Artikel yang masuk akan direview oleh reviewer yang berkompeten di bidangnya.
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
Penerapan Algoritma K-Means untuk Klasterisasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada Wilayah Pulau Jawa dengan Visualisasi Peta Tematik Siti Fadilatul Khasanah; Ayu Setya Permatasari; Elok Biandari; Rahmawati Erma Standsyah; Dimas Avian Maulana
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 14 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study analyzes human development patterns across regencies and cities on Java Island using a clustering approach based on the Human Development Index (HDI). Persistent regional disparities in socio-economic conditions and development outcomes motivate the need to identify groups of regions with similar characteristics. The analysis uses three indicators—poverty rate, open unemployment rate, and life expectancy—calculated from recent multi-year official statistical data. The K-Means algorithm is employed to classify regions, with the optimal number of clusters determined through cluster compactness evaluation. The results identify four distinct clusters. The first cluster is characterized by low poverty, high unemployment, and relatively good life expectancy. The second cluster shows low poverty and unemployment levels with moderate life expectancy. The third cluster has the highest poverty rate, low unemployment, and relatively low life expectancy, indicating significant welfare challenges. The fourth cluster records the highest life expectancy, accompanied by moderate poverty and unemployment levels, reflecting better overall well-being. The spatial distribution of the clusters reveals a clear distinction between rural and urban areas. These findings provide a comprehensive understanding of regional disparities in human development across Java Island and offer valuable insights for designing targeted, cluster-based development policies to reduce inequality and improve regional welfare. Keywords: Human Development; HDI; K-Means; Clustering   Abstrak Pembangunan manusia antar kabupaten/kota di Pulau Jawa menunjukkan perbedaan karakteristik yang mencerminkan ketimpangan capaian kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola dan karakteristik pembangunan manusia kabupaten/kota di Pulau Jawa melalui pendekatan klasterisasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berdasarkan indikator kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, dan Angka Harapan Hidup yang direpresentasikan dalam bentuk nilai rata-rata periode terkini berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik. Metode yang digunakan adalah klasterisasi K-Means untuk mengelompokkan wilayah dengan karakteristik pembangunan manusia yang serupa secara objektif, dengan penentuan jumlah klaster optimal melalui evaluasi kekompakan klaster. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya empat klaster wilayah dengan karakteristik pembangunan manusia yang berbeda. Klaster pertama dicirikan oleh tingkat kemiskinan relatif rendah namun tingkat pengangguran yang tinggi, dengan angka harapan hidup yang cukup baik. Klaster kedua memiliki tingkat kemiskinan dan pengangguran yang relatif rendah, meskipun angka harapan hidupnya masih berada pada kategori sedang. Kluster ketiga menunjukkan tingkat kemiskinan yang paling tinggi disertai tingkat pengangguran yang rendah, serta angka harapan hidup yang relatif rendah, sehingga mencerminkan wilayah dengan tantangan kesejahteraan yang cukup serius. Sementara itu, klaster keempat ditandai oleh angka harapan hidup yang paling tinggi dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran pada kategori menengah, yang mengindikasikan wilayah dengan kualitas kesehatan dan kesejahteraan penduduk yang relatif lebih baik. Secara spasial, hasil klasterisasi memperlihatkan pola perbedaan yang jelas antara wilayah pedesaan dan perkotaan. Temuan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai ketimpangan pembangunan manusia antarwilayah serta dapat dimanfaatkan sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan wilayah berbasis klaster. Kata Kunci: IPM; K-Means; Klasterisasi; Pembangunan Manusia
Pengaruh Penerapan Project Based Learning Berbasis STEAM terhadap Kreativitas dan Kemandirian Belajar Siswa Nurwati Djam'an; Fitriani; Sutamrin
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 14 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v14i2.11573

Abstract

Abstract This study examines the improvement of students’ creativity and learning independence in mathematics through the implementation of a STEAM-based Project-Based Learning (PjBL) model. The study employed a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 26 seventh-grade students of Class VII.A at SMP Negeri 21 Makassar. The research instruments included a creativity test, a learning independence questionnaire, and an observation sheet for learning implementation. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential analysis, including normality testing, One-Group Pretest–Posttest, and proportion test. The results showed an increase in both students’ creativity and learning independence after the implementation of the PjBL–STEAM model. Descriptive analysis indicated that the average scores of creativity and learning independence increased from the pretest to the posttest, with classical mastery achieved in both variables. The normalized gain scores were 0.73 for creativity and 0.76 for learning independence, which are categorized as high. Observations also indicated that the implementation of learning activities was carried out effectively. Inferential statistical analysis revealed significant differences between students’ pretest and posttest scores, indicating improvements in both creativity and learning independence after the intervention. Overall, the findings suggest that the implementation of the STEAM-based PjBL model can support the enhancement of students’ creativity and learning independence in mathematics learning. Keywords: Learning Independence; Creativity; Mathematics; Project Based Learning; STEAM. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kreativitas dan kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui penerapan model Project-Based Learning (PjBL) berbasis STEAM. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest yang melibatkan 26 siswa kelas VII.A SMP Negeri 21 Makassar. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes kreativitas, angket kemandirian belajar, serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial yang meliputi uji normalitas, One-Group Pretest–Posttest, dan uji proporsi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas dan kemandirian belajar siswa setelah penerapan model PjBL–STEAM. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor kreativitas dan kemandirian belajar meningkat dari pretest ke posttest, serta ketuntasan klasikal pada kedua variabel telah tercapai. Nilai gain ternormalisasi (N-gain) sebesar 0,73 untuk kreativitas dan 0,76 untuk kemandirian belajar termasuk dalam kategori tinggi. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa keterlaksanaan aktivitas pembelajaran berlangsung dengan baik. Analisis statistik inferensial menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest siswa, yang mengindikasikan adanya peningkatan kreativitas dan kemandirian belajar setelah perlakuan. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Project-Based Learning berbasis STEAM dapat mendukung peningkatan kreativitas dan kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Kata Kunci: Kemandirian Belajar; Kreativitas; Matematika; Project Based Learning; STEAM.
Systematic Literature Review: Bagaimana Cara Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Noperta Noperta; Maila Sari
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 14 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v14i2.11593

Abstract

Abstract Students’ low mathematical communication skills pose a challenge in 21st-century mathematics education. This study aims to explore applicable methods for improving students’ mathematical communication skills in mathematics education through a systematic literature review (SLR). The study was conducted according to the PRISMA guidelines. Data were retrieved using Publish or Perish and Google Scholar with the keyword “mathematical communication skills,” yielding 654 articles. The articles were then screened based on inclusion criteria, resulting in 93 final articles for analysis. Data were analyzed using thematic synthesis to categorize the methods or approaches for improving students' mathematical communication skills. The results of the study indicate that there are five categories for improving students’ mathematical communication skills: constructivist models, cooperative learning, problem-based approaches, technology-based learning, and metacognitive or scaffolding. The dominant criterion used was constructivist models, with 35 articles. In particular, the models most commonly used are CTL and RME. This study recommends that mathematics teachers integrate one of the five criteria into their instructional design. Furthermore, future research could conduct qualitative explorations involving broader and more in-depth studies to uncover how students’ mathematical communication skills improve, as well as develop a wider variety of assessment tools beyond written tests.. Keywords: Learning Mathematics, Mathematical Communication skills, Systematic Literature Review Abstrak Rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa menjadi tantangan dalam pembelajaran matematika abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi cara yang dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran matematika melalui metode systematic literature review (SLR). Penelitian dilakukan berdasarkan prosesedur PRISMA, pencarian data menggunakan bantuan publish or perish dan Google Cendikia dengan kata kunci kemampuan komunikasi matematis yang dihasilkan sebanyak 654 artikel. Kdemudian artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi hingga diperoleh 93 artikel final untuk dianalisis. Data dianalisis menggunakan teknik thematic synthesis untuk mengkategorikan metode atau cara meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa yang didapatkan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 kategori untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa, yaitu constuctivist models, cooperative learning, problem based approaches, technology based learning, dan metacognitive atau scaffolding. Kriteria yang dominan digunakan constuctivist models yaitu sebanyak 35 artikel. Sedangkan, model-model secara spesifik yang bayak digunakan adalah CTL dan RME. Penelitian ini menyarankan agar guru matematika mengintegrasikan salah satu dari lima kriteria ke dalam desain pembelajaran. Selain itu, untuk penelitian selanjutnya dapat melakukan eksplorasi kualitatif yang melibatkan penelitian secara global dan lebih mendalam untuk mengungkap bagaimana proses peningkatan komunikasi matematis siswa, serta pengembangan instrumen asesmen yang lebih variatif di luar tes tulis. Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi Matematis, Pembelajaran Matematika, Systematic Literature Review
Pengembangan Instrumen Assessment as Learning (AaL) pada Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Di Kelas X SMA Nurwati Djam'an; Maulidiyah Ananda Nasrul; Ja’faruddin
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 14 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/smj.v14i2.11621

Abstract

Abstract This study aims to (1) develop an Assessment as Learning (AaL) instrument for the topic of systems of linear equations in three variables for Grade X senior high school students, and (2) determine the validity and reliability of the developed Assessment as Learning instrument for the same topic. The research employed Research and Development (R&D) design. The participants consisted of 36 Grade X students of SMAN 2 Gowa and two lecturers who served as expert validators. At the same time, the research object was the Assessment as Learning (AaL) instrument for the topic of systems of linear equations in three variables. The instrument comprised self-assessment, teacher-assessment, and peer-assessment sheets, along with their rubrics covering knowledge, attitudes, and skills, and formative and summative individual test items in multiple-choice format. The results indicate that: (1) the development process of the Assessment as Learning (AaL) instrument was carried out through the stages of specification development, instrument writing, instrument review, instrument revision, instrument try-out, instrument analysis, and instrument assembly; and (2) the developed Assessment as Learning (AaL) instrument for the topic of systems of linear equations in three variables for Grade X senior high school students, including self-assessment sheets, teacher assessment sheets, peer assessment sheets, individual test rubrics, individual test items, and summative multiple-choice test items was found to be valid and reliable. Keywords: Assessment as Learning (AaL); Development Procedure; Systems of Linear Equations in Three Variables; Validity; Reliability. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan instrumen Assessment as Learning (AaL) pada materi sistem persamaan linear tiga variabel bagi siswa kelas X SMA dan (2) mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen Assessment as Learning yang dikembangkan pada materi sistem persamaan linear tiga variabel di kelas X SMA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan research and development (R&D). Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMAN 2 Gowa sebanyak 36 orang dan 2 dosen yang bertindak sebagai validator, sedangkan objek dari penelitian ini adalah instrumen Assessment as Learning (AaL) pada materi sistem persamaan linear tiga variabel di kelas X SMA yang terdiri dari lembar penilaian diri, lembar penilaian guru terhadap peserta didik, lembar penilaian antar teman beserta rubriknya dalam aspek pengetahuan, aspek sikap serta aspek keterampilan, soal tes individu formatif, dan soal tes individu sumatif dalam bentuk pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pengembangan instrumen Assessment as Learning (AaL) dilaksanakan dengan tahapan penyusunan spesifikasi, penulisan instrumen, penelaahan instrumen, memperbaiki instrumen, uji coba instrumen, analisis instrumen, dan perakitan instrumen; (2) Hasil pengembangan instrumen Assessment as Learning (AaL) pada materi sistem persamaan linear tiga variabel di kelas X SMA terdiri dari lembar penilaian diri, lembar penilaian guru terhadap peserta didik, lembar penilaian antar teman, rubrik soal tes individu, soal tes individu, dan soal tes individu sumatif dalam bentuk pilihan ganda dinyatakan valid dan reliabel. Kata Kunci: Assessment as Learning (AaL); Prosedur Pengembangan; Sistem  Persamaan Linear Tiga Variabel; Validitas dan Reliabilitas.