cover
Contact Name
Tri Kurniawati
Contact Email
-
Phone
+62811313559
Journal Mail Official
pedagogi@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Sutorejo No. 59 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
PEDAGOGI
ISSN : 25990438     EISSN : 2599042X     DOI : -
Core Subject : Education,
PEDAGOGI merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini memfokuskan pada publikasi hasil penelitian, kajian dan telaah ilmiah kritis dan komprehensif dalam bidang ilmu murni anak usia dini dan pendidikan anak usia dini
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 240 Documents
POLA ASUH ANAK USIA PRA SEKOLAH BAGI IBU DENGAN PERAN GANDA Ervin Nurul Affrida
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3a (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.81 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3a.1035

Abstract

Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan pergeseran peran bahwa tidak hanya ayah yang bekerja, tetapi ibu juga demikian sehingga disebut memiliki peran ganda. Adanya peran ganda membuat peran sebagai ibu dalam mengasuh anak terbagi dengan peran sebagai wanita karir. Apalagi jika anak telah memasuki usia pra sekolah, peran ibu semakin diperlukan karena anak berada pada masa keemasan (goden period), jendela kesempatan (window of opportunity) dan masa kritis (critical period) (Depkes RI, 2010). Pengasuhan yang dilakukan oleh ibu dengan peran ganda memiliki pola yang berbeda-beda, sehingga penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif ini berfokus pada bentuk-bentuk pola asuh ibu dengan peran ganda. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk pola asuh ibu dengan peran ganda menunjukkan bentuk kolaborasi pola asuh, artinya tidak hanya penggunaan satu jenis pola asuh saja, seperti pola asuh demokrasi, otoriter, atau permisif, melainkan gabungan dari dua jenis pola asuh atau lebih.  Temuan lain dalam penelitian ini yaitu teridentifikasinya pola pengasuhan positif (positive parenting) yang dilakukan oleh ibu dengan peran ganda melalui (1) pengawasan terhadap aspek perkembangan anak meliputi aspek perkembangan fisik, kognitif, emosi-sosial, dan perilaku, (2) adanya komunikasi efektif, dan (3) penerapan disiplin positif pada anak. Kata Kunci: Anak Pra Sekolah; Pola Asuh; Peran Ganda
PENGARUH STRATEGI PDR TERHADAP ACTIVE LEARNING DAN  KEMAMPUAN BEKERJASAMA ANAK USIA DINI  ayu asmah; yulianti yulianti
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.554 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v2i2.568

Abstract

ABSTRACT The  aim  of  this  paper  is  to  know  the  effect  of  Plan  Do  Review  (PDR)on  early childhood  students’  active  learning  and  ability  to  cooperate.  Quantitative  design  used  in this  research  with  nonequivalent  control  group  design.  The  data  were  gathered  through observation  and  documentation.  The  gathered  data  were  analyzed  using  ANOVA  and MANOVA.  The  findings  showed  that  (1)  test  result  of  PDR  strategy  (variable  X)  on  active learning (variable Y1) has  significant effect  at level 0.04 < 0.05 ; (2) the test result of PDR strategy on  ability to cooperate variable (Y2) has significant effect  at level 0.06 < 0.05; (3) test  result  using  Hottelling’s  trace  of  PDR  strategy  on  active  learning  and  ability  to cooperate  showed  significant  at  level  0.001  <  0.05.  It  is  suggested  for  the  early  childhood institution  to  promote  learning  through  student  centered  approach,  teacher  should  more creative  and  innovative  in  developing  learning  that  suitable  with  the  students  needs  and interests.  Keywords:  PDR strategy; active learning; cooperate ability
Langkah-Langkah Penentuan Sebab Terjadinya Stunting Pada Anak Tri Kurniawati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.183 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i1.1254

Abstract

Abstrak Stunting memiliki frekuensi kejadian sakit infeksi sperti diare, panas, batuk dan pilek lebih sering dibandingkan dengan balita normal karena intake protein dan vitamin A yang kurang maksimal sehingga mempengaruhi daya tahan tubuh anak balita dimana kebutuhan akan zat gizi pada usia balita sangtlah karena digunakan untuk proses pertumbuhan.Secara epidemologi yang berperan sebagai adalah intake zat gizi mikro (vitamin dan mikronutrien) dan kondisi infeksi berperan sebagai agent, sedangkan enviroment disini memiliki peran yang sangat besar dalam terjadinya stunting. Yang termasuk ke dalam kelompok enviroment adalah pemberian ASI ekslusif, BBLR, pendidikan orang tua, lingkungan, dan pendapatan keluarga.Penyelesaian stanting dapat dilakukan dalam bidan kesehantan maupun diluar, penyelsaian stunting dengan melibatkan sektor lain itu sangat dibutuhkan. Aksi di tingkat nasional diperlukan untuk memperkuat keranngka kebijakan dan legislative, mekanisme kelembagaan dan pengembangan sumber daya manusia.Dari telaah pustaka ini dapat disimpulkan  bahwa; Intake mikronutrien yang rendah khusunya vitamin A, zat besi dan Seng; Kejadian infeksi yang menyebabkan penurunan nafsu makan, penurunan absorbsi,yang akhirnya berakibat penurunan mikronutrien yang ada dalam tubuh; Penelitian tentang stunting perlu di tindaklanjuti karena stunting berpengaruh pada penentuan generasi berikutnya; Dibutuhkan penanganan stunting dengan pendekatan multisektor. Kata Kunci: Stunting, multisektor, mikronutrient 
DESIGN INOVASI  MEDIA FLASHCARD MAHASISWA PG PAUD  UMSURABAYA UNTUK MENANAMKAN KONSEP  MEMBILANG ANGKA 1 – 9   PADA ANAK USIA DINI  wahono wahono
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.352 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v2i2.548

Abstract

This  study  aims  to  inspire  teachers  (PAUD)  and  to  gain  an  overview  of  the  use flashcard  media  In  Enhancing  The  Ability  To  Instill  The  Concept  Of  Counting  Numbers  1‐9 In  Early  Childhood.  Research  was  conducted  on  students  The  study  program  Teacher Education  Early  Childhood  Education,  University  of  Muhammadiyah  Surabaya.  Experience teaches  counting  the  most  widely  experienced  by  children  aged  five  and  six  years. 90%  of the  observation  of  early  childhood  teachers  teach  the  concept  of  counting  the  numbers  1‐9  are  correct.  To  strengthen  the  child's  responses,  teacher  invites  children  to  count  the number  of  fingers  together  left  hand  and  right  hand.  After  the  children  were  asked  to  try yourself counting the fingers of their left and right hands. From  interviews  with  teachers  and  parents  85%,  the  They've  been  able  to  train children  to  count  the  objects  that  exist  around  children  whether  at  home,  on  the  road,  as well  as  schools.  From  the  observations  gathered  researchers  found  75%  of  teachers  and parents have not been used to teach counting while bernyannyi, children are introduced to the  concept  of  numbers,  for  example  through  the  songs  that  match  the  numbers  that  will be introduced, for example: the song I love mom.  Keywords:  flashcard media, count the numbers 1‐9
PELAKSANAAN PENGENALAN MATEMATIKA DI TK ABA SONO Febritesna Nuraini
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3c (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.857 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3c.1079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran matematika di TK ABA Sono Sleman Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif naturalistic. Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian dapat di simpulkan bahwa ; (1) pelaksanaan pengenalan matematika di TK ABA Sono telah berjalan dengan baik dengan diterapkan nya langkah-langkah umum dalam proses pembelajaran. Dalam kegiatan proses pembelajaran guru menekankan pada pemahaman konsep melalui kegiatan bermain. Penggunaan media dan metode dalam proses pembelajaran belum mendukung kegiatan belajar  anak. (2) kendala yang dihadapi dalam pembelajaran mengenalkan matematika seperti: a) anak terlihat tidak terlalu semangat, b) media yang tersedia masih terbatas. Kata Kunci: matematika, Taman Kanak-kanak 
MEMBENTUK KOMUNIKASI YANG EFEKTIF PADA MASA PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI Panji Hermoyo
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.311 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v1i1.21

Abstract

R. Panji HermoyoDosen FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya ABSTRAKKomunikasi dilakukan oleh manusia dalam berbagai kegiatannya untuk mempermudah kehidupannya. Komunikasi sering dilakukan manusia yang sudah dewasa yang dianggap sudah mampu, pintar, dan cerdas. Komunikasi menitikberatkan pada komunikator dan komunikan dalam menyampaikan suatu pesan. Komunikasi untuk anak usia dini tentu berbeda dengan orang dewasa. Pada anak usia dini, komunikasi  harus selalu didampingi oleh orang tua ataupun orang dewasa. Hakikat Komunikasi  adalah proses pernyatan antarmanusia. Yang  dinyatakan itu adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan  menggunakan bahasa sebagai penyalurnya. Pada anak usia dini, anak menjadi komunikator ketika sedang bertanya kepada orang tua, teman bahkan guru, isi pesan yang disampaikan anak didominasi oleh pikiran anak. Anak yang sering bertanya cenderung aktif dalam melihat atau mendengar sesuatu. Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa di mana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual. Kata-kata pertama adalah ucapan seorang anak setelah mampu bicara dengan orang lain. Kata-kata pertama merupakan cara seorang anak untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, biasanya dianggap sebagai proses perkembangan bahasa yang dipengaruhi oleh kematangan kecerdasan. Kematangan kecerdasan tersebut biasanya ditandai dengan kemampuan anak usia dini untuk menyusun kata dalam berbicara. Kemampuan ini akan terus berkembang jika anak usia dini sering berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain. Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa di mana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Pada usia 0-2 tahun masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahasa awal, waktu sekarang dan ruang yang dekat saja. Komunikasi yang efektif pada anak usia dini syaratnya antara lain; orang tua perlu memilih waktu yang tepat untuk berkomunikasi pada anak, bahasa yang digunakan harus bisa dimengerti oleh anak, sikap ketika berkomunikasi, jenis kelompok di mana komunikasi akan dilaksanakan. Kata kunci: komunikasi, anak usia dini,  masa keemasan.     AbstractCommunication is done by humans in a variety of activities to facilitate life. Communication is often done adults who are considered capable, smart, and intelligent. Communication focuses on the communicator and communicant in conveying a message. Communication for early childhood is different from adults. In early childhood, communication must always be accompanied by a parent or an adult. Communication is the essence of human statement. It is one's minds or feelings to others by using language as distributors. In early childhood, children become communicators when being asked to parents, friends and teachers, the content of the message the child is dominated by a child's mind. Children are often asked tend to be active in seeing or hearing anything. At the early age children experience the golden age who is the child begins to sensitive to accept a variety of stimuli. Sensitive period for each child is different, along with the rate of growth and development of individual children. The first words are the words of a child after being able to talk with another person. The first words of a child are a way to deliver the message to others, usually considered as a process of language development is influenced by the maturity of intelligence. Maturity intelligences are usually characterized by the ability of young children to arrange words in speaking. These capabilities will continue to evolve if young children often communicate or interact with others. At the early age children experience the golden age is a period in which the child begins to receive sensitive to various stimuli. At the age of 0-2 years of a child's ability is limited to reflex movements, early language, time and space are now close it. Effective communication in early childhood condition, among others; parents need to choose the right time to communicate to the child, the language used should be understood by the child, an attitude when communicating, the type of group in which communication will be implemented. Keywords: communication, early childhood, the golden age.
PENGUATAN NILAI KARAKTER KREATIF MELALUI BERMAIN KOMPUTER ANAK USIA DINI Syahrul Ismet
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3b (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.244 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3b.1070

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh perkembangan komputer yang sangat pesat dan telah dimanfaatkan dalam aktivitas anak usia dini.  Teknologi komputer menjadi pisau dua mata sisi, satu sisi bernilai manfaat, sedangkan sisi lain memberikan dampak negatif.  Fokus penelitian bertujuan mengetahui manfaat pembelajaran komputer yang memberi penguatan kepada nilai karakter kreatif bagi anak usia dini.  Penelitian bersifat kualitatif, pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi.  Analisis data menggunakan model analisis Milles and Hubberman (reduksi data, display data dan verification).  Penelitian dilaksanakan di Taman Kanak-kanak Al Azhar 13 Rawamangun Jakarta Timur. Temuan penelitian menunjukkan: (1) Nilai karakter kreatif anak usia dini dapat dikembangkan secara terintegrasi dengan bermain komputer untuk berbagai lingkup perkembangan anak; (2) Program pengembangan nilai karakter anak usia dini dalam bentuk keterampilan anak mengakses aplikasi komputer dan membuat hasil karya, (3) Pembelajaran anak abad 21 harus dikembangkan sesuai dengan situasi dan tantangan zaman teknologi, dan ; (4) Pembelajaran komputer anak usia dini akan membimbing anak dapat menghindari dampak negatif media. Kata Kunci: karakter, kreativitas, pembelajaran komputer.
Analisis Peran Mengajar Guru Pada Peningkatan Motivasi Belajar Dan Kepedulian Lingkungan Siswa Tk Melati Ceria School Surabaya Asy’ari Asy’ari
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.6 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v4i2.1938

Abstract

Abstrak: Tujuan pemulisan ini untuk megetahui analisis peran guru pada peningkatan belajar peserta didik di TK Melati Ceria School Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan jumlah 2 responden. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pernyataan yang relevan. Kemudian mtode peneltian menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui penjabaran dan diolah menjadi sebuah kalimat yang lebih runtut.Maka dari kesimpulan hasi penelitian menunjukkan bahwa belajar yang menyenangkan anak dapat dengan mudah menerima materi-materi yang diberikan tanpa adanya rasa malas pada diri anak karena ketertarikan mereka pada suasana belajar tersebut. Anak tidak akan memberontak untuk berangkat kesekolah. Dengan adanya pembelajaran diluar kelas atau diluar wilayah sekolah berupa karya wisata akan membuat anak tambah semangat dam termotivasi belajar dan mereka tertarik untuk mengetahui dan memperluas pengetahuannya tentang hal-hal lain yang ada disekitarnya. Tumbuhanya motivasi belajar karena peran guru yang profesiona memiliki kecakapan verbal dan non-verbal dengan menciptakan setrategi yang menyesuaikan kebutuhan anak dan menjadikan suasana pembelajar yang menyenangkan. 
Peningkatan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Media Kartu Angka Pada Anak Kelompok B Tk Dwp Klampok Benjeng Gresiktahun Pelajaran 2015/2016 Mariya Ulfa
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.844 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v4i2.1963

Abstract

Peningkatan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Media Kartu Angka Pada Anak Kelompok B TK DWP Klampok Benjeng.  Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang upaya meningkatkan kemampuan mengenal angka melalui media kartu angka.Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan bentuk Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 27 anak. Hasil analisa data bahwa : 1) perencanaan pembelajaran seperti menentukan bahan pelajaran dan merumuskan tujuan, mengembangkan dan mengorganisasikan media pembelajaran, merencanakan pengelolaan kelas, dan menyiapkan alat penilaian rencana pembelajaran. 2) langkah pembelajaran antara lain : melakukan pembelajaran, melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar, 3) peningkatan kemampuan dengan indikator : menyebutkan angka 1-10, menunjukkan angka 1-10, dan mengurutkan angka 1-10 dalam mengenal konsep bilangan dan lambang bilangan pada anak usia dini dengan menggunakan media kartu angka  di TK DWP Klampok Benjeng  yaitu anak mengenal angka 1-10 mencapai 93%.
Tanggung Jawab Negara Atas Hak Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus A’an Efendi; Dwi Nurhayati Adhani
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.099 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v4i2.1940

Abstract

Hak atas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dapat dilihat dari dua sisi. Bagi anak berkebutuhan khusus sebagai pemegang hak ia tidak hanya dapat berharap hak itu diperolehnya tetapi dapat menuntut pelaksanaanya. Dari aspek negara, negara terikat kewajiban hukum untuk menghormati dan melaksanakan hak itu. Kegagalan melaksanakan kewajiban hukum yang berakibat timbulnya kerugian bagi pemegang hak menyebabkan negara dapat dibebani tanggung jawab hukum untuk memberikan ganti kerugian. Hak atas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus adalah hak konstitusional yang dijamin konstitusi yang selanjutnya harus diatur penjabarannya lebih lanjut dalam peraturan perundang-undangan di bawah konstitusi. Pengaturan hak dalam aturan-aturan hukum yang mengikat itu harus ditindaklanjuti dengan tindakan pelaksanaan hak supaya tidak sekadar menjadi hak di atas kertas.

Page 7 of 24 | Total Record : 240