cover
Contact Name
Tri Kurniawati
Contact Email
-
Phone
+62811313559
Journal Mail Official
pedagogi@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Sutorejo No. 59 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
PEDAGOGI
ISSN : 25990438     EISSN : 2599042X     DOI : -
Core Subject : Education,
PEDAGOGI merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini memfokuskan pada publikasi hasil penelitian, kajian dan telaah ilmiah kritis dan komprehensif dalam bidang ilmu murni anak usia dini dan pendidikan anak usia dini
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 240 Documents
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL PADA PEMBELAJARAN IPA POKOK BAHASAN KONDUKTOR DAN ISOLATOR SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR MELALUI METODE agustiningsih agustiningsih
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.122 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v1i1.24

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran IPA pada hakekatnya melibatkan siswa secara langsung dalam memperoleh pengetahuannya sehingga timbul rasa ingin tahu. Untuk menggali rasa ingin tahu siswa, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan menerapkan metode eksperimen dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA melalui metode eksperimen. PTK ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan meliputi empat tahap yaitu: kegiatan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Slateng 01 Ledokombo Jember tahun pelajaran 2012/2013. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPA melalui metode eksperimen mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hasil observasi menunjukkan persentase rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 65,53% (kategori aktif), meningkat pada siklus II sebesar 80,6% (kategori sangat aktif), sehingga meningkat sebesar 15,07%. Persentase hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA melalui metode eksperimen juga mengalami peningkatan. Pada siklus I mencapai 55% dan pada siklus II mencapai 85%, sehingga meningkat sebesar 30%. Kata Kunci: metode eksperimen, Penelitian Tindakan Kelas, aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa.  ABSTRACTThe lessons science is essentially directly involve students in acquiring knowledge which raised curiosity.  To explore the curiosity of students, it implemented the experimental method in the learning activities. This research includes Classroom Action Research (CAR) conducted with the objective to increase the activity and student learning outcomes in learning science through the experimental methods. CAR is implemented by 2 cycles and includes four stages: planning, action, observation, and reflection. The subject in this research is all fourth grade students of SDN 01 Ledokombo Jember Slateng the academic year at 2012-2013. The methods of data collection used are: observation, interviews, documentation, and testing. The results stated that the learning activities students learning science through experimental methods has increased from cycle 1 to cycle 2. The results of observation is that the average percentage of student learning activities in the first cycle of 65.53% (active category), increased in the second cycle of 80.6% (very active category), so an increase of 15.07%. The percentage of result of learning student in learning science through the experimental method also increased. In the first cycle reaches 55% and the second cycle was 85%, so an increase of 30%. Keywords: experimental methods, classroom action research, student learning activities, student learning outcomes.
STRATEGI PENGEMBANGAN KEMAMPUAN SAINS ANAK TAMAN KANAK-KANAK DI KOTO TANGAH PADANG Nurhafizah Nurhafizah
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3b (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.124 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3b.1067

Abstract

Artikel penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan ketrampilan sains di Taman Kanak-kanak, khususnya di Kecamatan Koto Tangah, Padang. Karena kawasan ini merupakan wisata agro dan memiliki tampilan alam yang sangat bagus untuk dijadikan media pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yang merupakan hasil observasi awal dalam memperkuat permasalahan penelitian dengan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil observasi pada  tiga sekolah Taman Kanak-kanak yang telah diamati, dapat disimpulkan bahwa strategi  pengembangan ketrampilan sains tidak maksimal. Anak-anak lebih cenderung belajar dalam kegiatan klasik. Dari pengamatan dan wawancara yang dilakukan, anak-anak hampir tidak pernah belajar di luar kelas, serta pemanfaatan lingkungan alam seperti tumbuhan dan hewan bahkan tidak dijadikan sebagai  sumber belajar. Tidak ada praktik langsung, hanya kegiatan rutin di kelas menggunakan lembar kerja atau  majalah.. Berdasarkan amatan  pengembangan ketrampilan sains belum dikembangkan dengan optimal. Hal ini terlihat mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan dan evaluasi pengembangan sains anak. Kata Kunci: Strategi; Pengembangan kemampuan sains; Taman Kanak-kanak
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TUTOR-TUTEE DALAM BERMAIN PANJATAN BAGI ANAK TAMAN KANAK KANAK KELOMPOK A Achmadi .
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3a (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.266 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3a.1030

Abstract

Bermacam-macam model pembelajaran yang dapat dilakukan untuk pelayanan anak usia dini. Setiap penerapan dari berbagai model pembelajaran memiliki keuntungan dan kelemahan. Misalnya kelemahan model pembelajaran dalam kegiatan bermain out door (panjatan) masih sering menimbulkan banyak permasalahan. Misalnya masalah yang sering terjadi: Anak harus dipaksa untuk bermain karena tidak berani. Bila berani bermain, anak selalu mengalami permasalahan, apakah berebut (tidak mau saling mengalah), terpeleset atau jatuh, dan terbentur. Bertolak dari permasalahan   tersebut maka penulis  ingin membahas keuntungan dan kelemahan  tentang pengetrapan model pembelajaran kooperatif tutor tutee dalam bermain panjatan (out door) bagi anak usia dini. Pembahasan ini bersumber dari hasil penelitian penulis. Adapun  target yang diperoleh melalui model pembelajaran ini antara lain: 1. Anak usia dini mau dan berani bermain di out door (panjatan). 2. Anak bisa bermain dengan  aman tidak (berebut, terbentur, terpeleset serta terjatuh). 3. Anak bermain  dengan cara mau bersosial dengan baik, yakni bisa melakukan gotong royong terhadap sesama teman. 4. Anak bisa mengatasi kerumitan dan kesulitan pada saat bermain out door (panjatan). Penelitian yang penulis gunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan menerapkan pembelajaran kooperatif dengan model tutor-tutee.  Desain penelitiannya mengetrapkan control-group post tes only design. Sedangkan metode pengumpulan data dengan menggunakan tes unjuk kerja, observasi. Tahapan yang dilakukan terhadap penerapan modifikasi model pembelajaran kooperatif dalam kegiatan out door untuk anak usia dini ini  meliputi: perumusan tujuan, pembentukan kelompok, penjabaran tugas tutor-tutee, penyelesaian tugas kelompok, dan mengadakan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran kooperatif tutor-tutee sangat bermanfaat dan efektif guna menyelesaikan kerumitan dan permasalahan dalam bermain out door (panjatan) bagi anak usia dini. Kata kunci: Main panjatan, model pembelajaran kooperatif
Peran Guru Sebagai Pendamping Pada Anak Hiperaktif Usia 3-4 Tahun Di TK Rahayu Putri Ayu Maharani; Wahono .; Aristiana P Rahayu
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.306 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i1.1253

Abstract

AbstrakPeran pertama guru memiliki peran penting dalam membimbing dan memberi stimulus yang tepat bagi siswa di sekolah. Salah satu peran guru yang paling penting adalah membimbing saat para siswa melakukan aktivitas untuk menyelamatkan siswa dan memberi panduan perkembangan dan pertumbuhan anak. Anak-anak yang hiperaktif adalah anak-anak yang memiliki kelainan neurologis tertentu dengan kesulitan dalam berkonsentrasi dan cenderung melakukan banyak gerak (Via Azmira, 2015: 6). Orang tua yang memiliki anak dengan perilaku hiperaktif harus lebih sabar dan mampu memenuhi gizi anak dengan baik. Masalah penelitian dalam penelitian ini adalah peran guru dalam membimbing anak hiperaktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu data yang digunakan berupa kata-kata dan lebih fokus pada materi pelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi pada orang tua dan anak mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak hiperaktif adalah anak-anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan tujuan yang tepat. Kata kunci: Peran Guru, Hiperaktif
KOMPETENSI PEDAGOGIS GURU DALAM PENGEMBANGAN SOSIAL  EMOSIONAL ANAK USIA DINI PADA GUGUS SEKOLAH 11 ARJOWINANGUN  KOTA MALANG rina rinawijayanti; muhammad akbar
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.071 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v2i2.528

Abstract

This  study  was  conducted  to  determine  (1)  the  business  conducted  by  the  teacher  to provide  the  infrastructure  basis  for  development  of  social‐emotional  early  childhood  (2) the  learning  process  for  the  development  of  social‐emotional  already  implemented teacher  at  school  (3)  the  monitoring  and  evaluation  of  development  capabilities  social‐emotional  early  childhood  teachers  in  the  school  have  been  implemented.  This  study  uses a  qualitative  case  study  method,  and  Spradley  models  using  analytical  techniques.  Based on the research conducted, the research aspects of the provision of infrastructure facilities basic  social  development  emotional  early  childhood  are:  (1)  teachers  do  not  have  a description of the tools for social development emotional early childhood, (2) development of social skills emotional early childhood was centered on the teacher, (3) emotional social learning  tools  that  have  not  been  revitalized.  In  the  aspect  of  the  process  and  strategy  for the  establishment  of  social  and  emotional  learning,  is  only  focused  on  imitation  and habituation  and  there  has  been  no  specific  program  of  habituation  behavior  with  the specific  objective  of  social  aspects  of  emotional  development  of  young  children.  While  the monitoring  and  evaluation  aspects:  (1)  monitoring  and  evaluation  efforts  are  not  focused on  the  child,  but  the  ending  or  the  result  of  imitation  that  has  been  done,  (2)  monitoring and  evaluation  of  social  emotional  learning  only  at  the  end  or  summarize  the  behavior  of pupils.  (3)  psikotes  AUD  never  become  reference  material  preparation of  the  learning program.  (4)  monitoring  and  evaluation  of  social  emotional  learning  only  take  place  if there are obstacles or disputes pupil.
PEMANFAATAN MEDIA PERMAINAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATAN METAKOGNITIF ANAK USIA DINI Endah Hendarwati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3b (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3b.1150

Abstract

Metakognitif mempunyai peran yang sangat penting bagi seseorang dalam mengembangkan kesadaran berpikir.  Vennman, dkk (2006) menyatakan bahwa antara usia 3 dan 5 tahun metamemori dan pengetahuan metakognitif mulai berkembang dan berlangsung seiring perkembangan usia, sedangkan keterampilan metakognitif berkembang antara 8 dan 10 tahun dan berkembang pada saat-saat dibutuhkan. Istomina (1982) mempelajari cara-cara anak-anak yang dilakukan oleh anak dalam berbagai usia, Anak-anak berusia 4 tahun lebih tertarik dengan sesuatu yang harus di lakukan sesuai dengan yang mereka ingat, anak-anak berusia 5 dan 6 tahun mencoba menghafal apa yang telah mereka katakan dengan meminta agar hal itu diulang, anak-anak berusia 7 tahun mencoba membuat beberapa koneksi logis antara item dalam daftar pikiran mereka. Guru berperan besar dalam melatih metakoginif dan membantu anak mengembangkan kesadaran metakognitif, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang meningkatkan perkembangan metakognitif. Permasalahannya pembelajaran selama ini belum melatih anak memiliki kemampuan berpikir, memberdayakan anak berpikir kreatif dan termotivasi materi yang dipelajari. Dalam melatih kemampuan metakoginitiff anak media permaianan dapat digunakan dalam pembelajaran. Media yang digunakan dengan media permainan mencampur warna, balok, bombix, dan pasir.Kata Kunci: Metakognitif Anak, Media Permainan
PENGEMBANGAN MEDIA VISUAL PADA BIDANG STUDI PKN KELAS IV SEKOLAH DASAR UNTUK MEMBANTU SISWA MENUNJUKKAN SIKAP POSITIF TERHADAP PENGARUH GLOBALISASI YANG TERJADI DI LINGKUNGANNYA paksi, hendrik pandu
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v2i1.26

Abstract

PENGEMBANGAN MEDIA VISUALPADA BIDANG STUDI PKN KELAS IV SEKOLAH DASARUNTUK MEMBANTU SISWA MENUNJUKKANSIKAP POSITIF TERHADAP PENGARUH GLOBALISASI YANG TERJADI DI LINGKUNGANNYA Oleh : Hendrik Pandu PaksiDosen FKIP PG PAUD Universitas Muhammadiyah SurabayaEmail : hendrikpandupaksi@yahoo.co.id ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengembangkan media visual dalam bentuk permainan pada bidang studi PKN kelas IV sekolah dasar agar dapat membantu siswa menunjukkan sikap positif terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya serta mampu mempermudah guru dalam pembelajaran. Tujuan tersebut kemudian dirinci dalam indikator yang meliputi (1) kelayakan media, (2) respon siswa, (3) perkembangan sikap siswa, (4) penilaian guru, dan (5) respon guru.Permainan visual yang dimaksud adalah permainan kwartet dan mencari pasangan.Penelitian ini terbatas pada pengembangan media visual dan penerapan media pada pembelajaran, tidak membahas pengaruh antara media yang dikembangkan dengan prestasi belajar karena faktor yang mempengaruhi prestasi bukan hanya media.Hasil penelitian tidak dilakukan penyebaran dalam skala yang lebih luas.Penelitian yang berpendekatan kualitatif dan berjenis pengembangan ini dilakukan melalui dua tahap.Tahap pertama adalah pengembangan media dan tahap kedua adalah penerapan media dalam pembelajaran. Tahap pengembangan dalam penelitian ini mengadopsi model pengembangan perangkat tipe 4D dengan perubahan yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian yang meliputi produksi media, validasi dari tim ahli, serta uji coba media. Sedangkan tahap penerapan media meliputi penggunaan media pada pembelajaran, pengamatan aktivitas siswa, serta evaluasi kemampuan afektif siswa.SDN 1 Sumberingin Kidul Kec. Ngunut, Kab. Tulungagung dipilih sebagai tempat penelitian.Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah respon siswa, perkembangan sikap siswa, penilaian guru dan respon guru.Untuk memperoleh data digunakan metode observasi, wawancara, dan angket.Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan prosentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu kwartet dan kartu mencari pasangan yang dikembangkan sesuai dengan prosedur ilmiah dalam membuat suatu media pembelajaran dan layak diterapkan pada pembelajaran PKN di sekolah dasar, hal ini diperkuat dengan penilaian dari tim ahli yang menyatakan media bisa diterapkan dalam pembelajaran PKN. Media pembelajaran visual yang dikembangkan pada bidang studi PKN dapat membantu siswa menunjukkan sikap positif terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya, hal ini diperkuat dari respon yang diberikan siswa serta berkembangnya sikap positif siswa. Media yang dikembangkan juga mempermudah tugas guru dalam proses belajar mengajar, hal ini diperkuat dengan adanya penilaian guru dan respon guru terhadap media yang dikembangkan. Kata-kata Kunci : media pembelajaran visual, permainan kwartet, permainan mencari pasangan, perkembangan sikap siswa, pengaruh globalisasi.  ABSTRACTThis study aims to develop visual media in the form of the game on the field of study PKN fourth grade school to help students demonstrate positive attitudes towards the impact of globalization is happening in their environment and able to facilitate the learning of teachers. The goal is then translated into indicators include (1) the feasibility of the media, (2) student responses, (3) development of student attitudes, (4) teacher assessment, and (5) the response of teachers. Visual game in question is a quartet game and looking for a partner.The research was limited to the development of visual media and media applications on learning, not to discuss the influence of media developed by the learning achievement due to factors that affect the achievement is not just the media. The results did not spread in a wider scale.The development of qualitative research conducted manifold through two stages. The first stage is the development of media and the second stage is the application of media in learning. Stage of development in this study adopted the model of software development with change of type 4D tailored to the needs of research include media production, validation of the expert team, as well as test media. While the implementation phase of the media covering the use of instructional media, observation of student activities, and evaluation of students' affective skills.SDN 1 Sumberingin Kidul Kec. Ngunut, Kab. Tulungagung chosen as a research site. Necessary data in this study is the response of students, development of student attitudes, teacher assessment and teacher feedback. To obtain the data used method of observation, interviews, and questionnaires. Data collected and analyzed using descriptive analysis and percentages.The results showed that the media quartet and the looking for partners card who developed in accordance with scientific procedures in creating a viable learning medium and applied to learning PKN in elementary school, is reinforced by the assessment of a team of experts who claim the media can be applied in PKN teaching. Visual learning media which was developed in the field of study PKN can help students demonstrate positive attitudes towards the impact of globalization occurring in the environment, it is reinforced from the student responses provided and development of positive attitudes of students. Media developed also simplifies the task of the teacher in teaching and learning, this is reinforced by the judgments of teachers and teacher responses to the media developed. Keywords:media visual learning, the quartet game, the game looking for a partner, developing students' attitudes, the influence of globalization.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KARAKTER BERBASIS CERITA TRADISIONAL MINANGKABAU UNTUK ANAK USIA DINI Delfi Eliza
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3b (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.487 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3b.1072

Abstract

Penelitian ini adalah pengembangkan model pembelajaran yang berbasis cerita tradisional Minangkabau sebagai kearifan lokal untuk pengembangan karakter anak usia 5-6 tahun. Cerita tradisional Minangkabau masih sangat jarang diperdengarkan khususnya di Taman kanak-kanak melalui penelitian ini dikembangkan sebuah model pembelajaran karakter menggunakan cerita tradisional Minangkabau, sebagai materi untuk pengembangan karakter AUD. Kedua mengintegrasikan cerita tradisional Minangkabau sebagai materi model pembelajaran ke dalam rencana pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D). Model yang dihasilkan berupa model konseptual pembelajaran karakter yang berbasis kearifan lokal cerita tradisional budaya Minangkabau. Temuan penelitian bahwa nilai-nilai budaya yang terdapat di dalam cerita tradisional dapat diintegrasikan melalui kegiatan pembelajaran yang efektif untuk pengembangan karakter anak usia dini. Dalam artikel ini dijelaskankan bagaimana cerita tradisional Minangkabau merupakan bagian yang penting dalam pengembangan karakter pada pendidikan anak usia 5-6 tahun. Kata Kunci: model pembelajaran, pengembangan karakter, nilai-nilai budaya, cerita tradisionalMinangkabau
Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Melipat (Origami) Pada Anak Kelompok A TK Aisyiyah Bustanul Athfal 06 Mojosari TIA PRATAMA NINGTYAS
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.197 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i2.1535

Abstract

Folding activities is one of the children's fine motor development activities. Folding activities required patience and thoroughness of the child. For that required appropriate learning strategies for learning objectives can be achieved as expected. This study aims to improve children's fine motor skills through folding activities.            This study used classroom action research. Research subjects were 26 children of group A. The object of this study was fine motor skills through the folding activities (origami) in children group A. The method used in collecting data is observation, while the technical data analysis used qualitatively.            Based on the results of research conducted in the folding activity of group A in TK Aisyiyah Bustanul Athfal 06 Mojosari obtained results from 26 children recorded as many as 6 children (26.07%) who had been able to fold well and the remaining 20 children (73.03%) Still having difficulty of folding instruction that conforms to the rules. From the research result, that the activity of children has increased score 20,03% from early data of first cycle equal to 68,07% and second cycle equal to 87,05%. While the activity of teachers has increased the score by 25% from the first 60% of the first cycle data and the second cycle by 85%. Keywords : Fine motor skill, origami 
STRATEGI PEMBELAJARAN TARI ANAK USIA DINI aris setiawan
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.087 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v1i1.17

Abstract

Aris SetiawanDosen Program Studi Pendidikan Guru  PAUD - FKIPUniversitas Muhammadiyah Surabaya  ABSTRAK Pembelajaran tari bagi anak usia dini  memerlukan strategi yang tepat pada pelaksanaannya.  Oleh karena itu diperlukan usaha  yang maksimal dalam menentukan strategi sebagai jalan  mencapai hasil terbaik. Untuk menentukan strategi yang tepat dapat dimulai dengan menyusun perencanaan. Maka langkah awal dalam menyusun perencanaan yaitu menentukan materi pembelajaran. Penentuan materi pembelajaran ini merupakan dasar dalam merancang tentang apa yang akan diberikan. Setelah materi pembelajaran, selanjutnya adalah menentukan metode pembelajaran sebagai cara yang digunakan dalam proses pembelajaran. Kemudian menentukan media pembelajaran sebagai penghubung  yang dapat membantu pada pelaksanaan pembelajaran nantinya.  Kata kunci: Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Media Pembelajaran. ABSTRACTDance lessons for early childhood require proper strategy to implementation. Therefore, maximum effort is required in determining the strategy as a way of achieving the best results. To determine the right strategy can be started with the planning. So the first step in planning is determining the learning materials. The determination of these learning materials is the basis for the design of what will be provided. After learning the material, the next is to determine a method of learning as a means used in the learning process. Then determine instructional media as a link that can help in the implementation of future learning.Keywords: Learning Materials, Learning Method, Learning Media.

Page 6 of 24 | Total Record : 240