cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal AUDI
ISSN : 25283359     EISSN : 25283367     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
PENINGKATAN PENGUASAAN BERBICARA BAHASA JAWA MELALUI PERMAINAN BONEKA TANGAN PADA ANAK PAUD SEKAR MULYO KELOMPOK A KABUPATEN KENDAL Dwi Prasetiyawati D.H., Novi Hermawati,
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 3 No 1 (2018): Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v3i1.2072

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah Untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa jawa melalui permainan boneka tangan pada anak kelompok A di PAUD SEKAR MULYO di Kabupaten Kendal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas. Hasil penelitian kemampuan berbicara pada kondisi awal yang mampu berbicara menggunakan bahasa jawa dengan baik hanya 2 anak atau sebesar 10% dari 20 anak. Kemudian pada siklus I berjumlah 10 anak atau 50%. Dan pada siklus II mengalami kenaikan dan telah mencapai indikator keberhasilan termasuk dalam kategori baik dengan sebesar 17 anak yang mendapat nilai baik atau 85%. Pada hasil observasi aktivitas siswa juga termasuk dalam kategori baik yaitu pada siklus I sebesar 50% dan pada siklus II mencapai 85%. Berdasarkan seluruh kegiatan penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbicara bahasa jawa pada anak kelompok A PAUD SEKAR MULYO dapat ditingkatkan melalui permainan Boneka Tangan. AbstractThe purpose of this study is To improve the ability to speak Java language through hand puppet games in children group A in PAUD SEKAR MULYO in Kendal District. The method used in this research is Classroom Action Research. The result of speech ability at the beginning condition is able to speak good Javanese language only 2 children or 10% from 20 children. Then in cycle I amounted to 10 children or 50%. And on the second cycle has increased and has achieved success indicators included in either category with 17 children who got good grades or 85%. In the observation of student activity also included in good category that is at cycle I equal to 50% and in cycle II reach 85%. Based on all classroom action research activities can be concluded that the ability to speak Javanese language in children group A PAUD SEKAR MULYO can be improved through the game Dolls Hand. Keywords: Java Language, Hand Puppets, Early Childhood © 2018 FKIP Universitas Slamet Riyadi
PENANGANAN MISBEHAVIOR PADA ANAK USIA DINI YANG MENGANGGU DI KELAS Triwahyuni, Eges
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 3 No 1 (2018): Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v3i1.2073

Abstract

AbstrakSalah satu pengelolaan kelas yang baik adalah terciptanya kelas yang kondusif atau kelas yang mampu menunjukkan bahwa para anak dapat menyimak setiap penjelasan atau arahan dari guru. Namun, seringkali kita mendapatkan ada anak yang seharusnya dapat menyimak atau berbaur dengan yang lain, akan tetapi dia menunjukkan hal-hal yang mungkin dapat mengganggu pembelajaran di kelas. Perilaku mengganggu oleh anak adalah perilaku yang tidak menunjang proses pembelajaran yang dilakukan berulang kali oleh anak di dalam kelas dan hadir berbagai bentuk sesuai dengan kondisi setiap kelas. Perilaku menganggu adalah permasalahan anak di kelas yang tidak bisa dianggap enteng.  Strategi untuk menyediakan lingkungan pembelajaran yang efektif tidak hanya meliputi penggunaan waktu kelas yang baik, penciptaan atmosfer yang kondusif bagi ketertarikan terhadap pembelajaran, dan pemberian kesempatan bagi kegiatan yang melibatkan pikiran dan imajinasi siswa, tetapi juga yang lebih penting adalah pencegahan dan tanggapan terhadap perilaku anak yang mengganngu di kelas. Banyak guru yang mengajar di kelas cenderung mengabaikan atau menganggap bahwa hal itu merupakan perilaku anak yang biasa atau guru sebenarnya belum mengetahui cara untuk mengatasi perilaku menganggu tersebut. Untuk itu guru kelas bisa melakukan berbagai tindakan guna mengurangi perilaku menganggu di kelas melalui berbagai pendekatan yaitu behavioristik, kognitif dan humanistik. AbstractOne good classroom management is the creation of a conducive class or class that can show that children can listen to every explanation or direction from the teacher. However, we often get some children who should be able to listen or mingle with others, but they point out things that might interfere with classroom learning. Disruptive behavior by children is a behavior that does not support the learning process repeatedly done by the child in the classroom and present various forms according to the condition of each class. Disruptive behavior is a child's problem in the class that can not be taken lightly. Strategies to provide an effective learning environment include not only the use of good class time, the creation of an atmosphere conducive to interest in learning, and the provision of opportunities for activities involving the students' minds and imaginations, but also more importantly the prevention and response to the child's behavior hanging out in class. Many teachers who teach in the classroom tend to ignore or assume that it is a child's ordinary behavior or the teacher does not yet know how to overcome such disturbing behavior. For that class, teachers can perform various actions to reduce disruptive behavior in the class through various approaches that are behavioristic, cognitive and humanistic.Keywords: Handling, Behavioristic, Cognitive, Humanistic, Early Childhood© 2018 FKIP Universitas Slamet Riyadi
APAKAH GAME I-SPY DAPAT MENINGKATKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA TK DALAM BELAJAR BERBICARA BAHASA INGGRIS Widhoyoko, Yudhistiro Pandu
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 3 No 1 (2018): Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v3i1.2074

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan penguasaan kosakata bahasa inggris siswa TK kelas B Salamah Mojosongo Surakarta menggunakan game I- Spy. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik yaitu teknik tes dan teknik nontes. Analisis data tes dilakukan dengan teknik kuantitatif sedangkan data nontes dengan teknik kualitatif. Berdasarkan data tes dapat diketahui bahwa kemampuan penguasaan kosakata siswa mengalami peningkatan dengan digunakannya game I-Spy. Peningkatan terlihat dari perolehan nilai rata-rata 72,50 pada siklus I menjadi 87,81 pada siklus II. Peningkatan nilai rata-rata yang terjadi adalah sebesar 15,31 atau 17,43%. Pada bagian akhir dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan game I-Spy dapat meningkatkan kemampuan penguasaan kosakata bahasa inggris siswa kelas TK kelas B Salamah Mojosongo Surakarta. AbstractThe purpose of this research is to improve the mastery of English vocabulary of B Class students of TK Salamah Mojosongo Surakarta using I-Spy game. A classroom action research used as the research method that conducting in two cycles. The techniques of data collection were two: test technique and non test technique. Quantitative techniques applied to analyze the data tested by while non-content data with qualitative techniques. Based on the test data it can be seen that students' vocabulary mastery skills have improved with the use of I-Spy game. The increase is seen from the average score of 72.50 in cycle I to 87.81 in cycle II. The increase in the average value that occurred was 15.31 or 17.43%. At the end of this study, it can be concluded that the use of I-Spy game can improve the mastery of English vocabulary of B Class students of TK Salamah Mojosongo Surakarta. Keywords: English vocabulary, I-Spy Game, Kindergarten Students. © 2018 FKIP Universitas Slamet Riyadi
MENGHITUNG BEBAN KERJA GURU Mustofa, Mukhlis
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 3 No 1 (2018): Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v3i1.2075

Abstract

AbstrakTuntutan bagi Guru untuk menginspirasi khalayak pendidikan menjadi pekerjaan tersendiri dan jika tidak ditata ulang menjadi ilusi tak berkesudahan digantikan pragmatisme guru. Sejauh manakah keteladan dibutuhkan dalam proses pembelajaran berkelanjutan. Bagaimanakah perhitungan beban kerja guru dalam pengembangan keguruan berkelanjutan?. Hakikat profesi Guru sebagai manusia pebelajar sejati selayaknya disadari dalam mewarnai profesi untuk mengembangkan potensi diri insani. Kejelasan peran dan makna selama menjalankan profesi guru merupakan sebuah keniscayaan manakala habitus baru ingin dikembangkan dalam pola pembelajaran berbasis kekinian tanpa terus merasa ketinggalan. Upaya cerdas reposisi guru dengan mempertimbangkan beban kerja guru seharusnye mempertimbangkan beragam aspek elementer diantaranya Pemberian ruang luas berkreasi, profesi guru hakikatnya seorang seniman berobyek pemberdayaan manusia tanpa batas. Pembebasan belenggu administrasi menjadi kunci pokok reposisi beban kerja kerja guru pada aspek kekinian. AbstractThe demand for Master to inspire educational audiences to become a separate work and if not reorganized into an endless illusion replaced by teacher pragmatism. To what extent is necessary and necessary in a continuous learning process. How is the teacher's workload calculated in sustainable teacher development ?. The essence of the Teacher profession as a true human being should be realized in coloring the profession to develop human potential. Clarity of role and meaning during the running of the profession of teachers is a necessity when the new habitus wants to be developed in the pattern of learning based on the present without remaining feeling left behind. The smart effort to reposition teachers by considering the teacher's workload should consider various elementary aspects such as giving wide creative space, the teacher profession is essentially an artist with no limit of human empowerment. The release of administrative shackles is the key to repositioning the workload of teachers on the present aspect. Keywords: Teacher Work Load, Human Empowerment © 2018 FKIP Universitas Slamet Riyadi
PEMBENTUKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA ANAK USIA TK paggama, Ashar arif
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 4 No 1 (2019): Jurnal AUDI :June 2019, 8 Articles, Pages 1-72
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jai.v4i1.2638

Abstract

Tujuan penelitian ini membentuk karakter pada anak usia TK dengan melalui kegiatan berbasis permainan kearifan lokal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan membentuk karakter anak didik di TK membutuhkan proses dan kerjasama antara pendidik dan keluarga, untuk itulah pendidik di sekolah membangun komunikasi efektif dengan keluarga anak didik yang memiliki peran yang sangat besar untuk membentuk karakter anak. Anak didik di TK dengan konsep bermain sambil belajar, sehingga upaya-upaya membentuk karakter yang dilakukan dengan bermain. Bermain kearifan lokal membentuk karakter anak usia TK dengan melalui permainan tumbu-tumbu lai’ya, maggulaceng, mabbelle, mammini, kaje-kaje capeng kaluku, manggunrecce, dan ular naga. Bentuk karakter anak didik di TK diataranya Kecintaan terhadap Tuhan YME, kejujuran, disiplin, toleransi dan cinta damai, percaya diri, mandiri, tolong menolong, kerjasama, dan gotong royong, hormat dan sopan santun, tanggungjawab, kerjakeras.
PENGARUH MEDIA TUTUP BOTOL BEKAS MINUMAN TERHADAP KEMAMPUAN MEMBILANG Afandi, Ahmad
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v3i2.2728

Abstract

Penelitian ini di laksanakan dengan tujuan untuk mengetahui adakah pengaruh media tutup botol bekas minuman terhadap kemampuan membilang pada anak kelompok A di TK Tunas Cita Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini dikategorikan dengan penelitian korelasi kausalitas, yaitu penelitian tentang sebab akibat. Uji untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh menggunakan rumusan statistik korelasi yaitu chi-kuadrat. Berdasarkan dari analisis data dan pengujian hipotesis diketahui bahwa nilai X2 hitung = 8,231. Sedangkan X2 tabel = 3,841 karena X2 hitung lebih besar dari tabel, maka ada pengaruh. Dengan demikian hipotesis nihil yang diajukan ditolak, dan sebaiknya hipotesis kerja diterima yang berarti ada Pengaruh Media Tutup Botol Bekas Minuman Terhadap Kemampuan Membilang Anak Kelompok A di TK Tunas Cita Sidoarjo. Kemudian dilanjutkan dengan analisis Koefisien Kontingensi yang di peroleh nilai KK = 0,464. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh yang sedang antara media tutup botol bekas terhadap kemampuan membilang.
ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF PEMECAHAN MASALAH ANAK DALAM BERMAIN BALOK Ratna Wahyu Pusari, Farida Nur Utami,
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v3i2.2729

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rancangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Mengenai perkembangan kognitif, anak pada rentang usia ini masuk dalam perkembangan berpikir praoperasional konkret. Pada saat ini sifat egosentris anak semakin nyata. Anak mulai memiliki perspektif yang berbeda degan orang lain yang berada di sekitarnya. Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek yang penting untuk dikembangkan pada anak usia dini. Pemecahan masalah sebagai suatu proses banyak langkah dengan si pemecah masalah harus menemukan hubungan antara pengalaman (skema) masa lalunya dengan masalah yang sekarang dihadapinya dan kemudian bertindak untuk menjelaskan. Fokus dalam penelitian ini adalah analisis perkembangan kognitif pemecahan masalah anak dalam bermain balok dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan kognitif pemecahan masalah anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti kondisi obyek yang bersifat alamiah. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, seleksi data, menyajikan dan penerikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa tahapan dalam memecahkan masalah yang harus diselesaikan anak dalam bermain balok, yaitu membaca dan berfikir, mengeksplorasi dan merencanakan, memilih strategi, mencari jawaban, refleksi dan mengembangkan. Saran yang peneliti berikan kepada guru adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu tanpa harus memberi bantuan dan juga saran untuk sekolah yakni memberikan ruang yang cukup luas saat anak bermain membangun.
EDUPARENT BAGI ORANG TUA SISWA TK DHARMA WANITA SULUK DLOPO KABUPATEN MADIUN Betty Yulia Wulansari, M. Fadlillah,
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v3i2.2730

Abstract

Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pendidikan keorangtuaan kepada orang tua siswa di TK Dharma Wanita Suluk Dlopo Kabupaten Madiun. Metode pengabdian dilakukan dengan mengadakan sosialisasi melalu seminar eduparent (pendidikan keorangtuaan). Tema eduparent dalam kegiatan pengabdian ini yaitu melatih kemandirian anak usia dini. Sasaran pengabdian ini adalah orang tua siswa di TK Dharma Wanita Suluk Dlopo Kabupaten Madiun. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah orang tua siswa mampu mengetahui dan memahami perannya dalam mengasuh dan memperlakukan anak, khususnya dalam melatih kemandirian anak usia dini. Orang tua siswa sangat antusias mengikuti kegiata dari awal sampai selesai, sehingga mereka mendapatkan wawasan dalam melatih kemandirian anak usia dini sesuai dengan tahap perkembangannya.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MEDIA KARTU KATA BERGAMBAR PADA ANAK KELOMPOK B TK DHARMA WANITA SUCEN GEMAWANG TEMANGGUNG Ismiyati, Ismiyati
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v3i2.2732

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui cara meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui media kartu kata bergambar, 2) untuk mengetahui besarnya peningkatan kemampuan membaca permulaan melalui media kartu kata bergambar pada anak kelompok B TK Dharma Wanita Sucen Gemawang Temanggung Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca permulaan anak Kelompok B TK Dharma Wanita Sucen Gemawang Temanggung Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018 dapat ditingkatkan melalui media kartu kata bergambar. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan yang dialami dalam penelitian yang dilakukan peneliti, sebelum tindakan diperoleh persentase kemampuan membaca permulaan dengan persentase 26,6%, mengalami peningkatan pada Siklus I sebesar 53,3%. Pada pelaksanaan Siklus II peneliti memperbaiki kegiatan pembelajaran. Metode pembelajaran dari klasikal menjadi kelompok agar lebih memudahkan peneliti dalam memberi bimbingan pada setiap anak, memperbaiki media kartu kata bergambar menjadi lebih besar agar lebih jelas. Setelah pelaksanaan Siklus II, kemampuan membaca permulaan anak meningkat sebesar 86,6% ditandai dengan anak mampu menyebutkan fonem yang sama, menyebutkan lambang bunyi, membaca kata, lancar dalam pengungkapan kata.
ANALISIS TINGKAT PENGGUNAAN ICT GURU TK KECAMATAN GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO Irmade, Oka
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/ad.v3i2.2733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat penggunaan ICT guru TK di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo yang dibagi berdasarkan kriteria ketersediaan fasilitas atau infrastruktur ICT, pemanfaatan ICT, dampak ICT pada proses pembelajaran TK. Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru TK di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo sebagai penelitian yang berjumlah 154 guru dari 47 sekolah yang kemudian dilakukan penarikan sampel dengan teknik simple random sampling menjadi 110 guru. Data diperoleh peneliti menggunakan metode survei dan mengumpulkan data melalui distribusi kuesioner. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah ketersediaan fasilitas atau infrastruktur ICT TK di Kecamatan Grogol Sukoharjo cukup memadai, ini bisa terlihat dari 47 sekolah ada 33 sekolahan yang mempunyai fasilitas lengkap meskipun 14 sekolah belum mempunyai fasilitas internet. Guru lebih banyak menggunakan komputer untuk kepentingan atau kebutuhan di sekolah saja. Penggunaan internet cukup tinggi, minimal 10 jam perminggu. Dari seluruh guru mengatakan perkembangan ICT berdampak positif. ICT dapat mempermudah mencari bahan ajar, guru tidak ketinggalan informasi dan perkembangan IT, memudahkan guru dalam mengajarkan ilmu pada anak, kegiatan belajar mengajar jadi menyenangkan, menambah minat belajar, memudahkan proses belajar mengajar dan mencari media