cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
RELE: Rekayasa Elektrikal dan Energi Jurnal Teknik Elektro
ISSN : -     EISSN : 26227002     DOI : -
Core Subject :
RELE: Rekayasa Elektrikal dan Energi Jurnal Teknik Elektro, diterbitkan oleh Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Indonesia, yang memuat artikel tentang bidang penelitian ilmiah Teknik Elektro, termasuk hasil penelitian ilmiah asli , Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima naskah di bidang penelitian termasuk bidang keilmuan Energi Terbarukan, Instrumentasi, Tegangan Tinggi, Sistem Kendali.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
Study Pengisian Energi Ke Baterai Terhadap Output Energi Panel Surya Dengan Menggunakan Solar Tracker 4 Axis Sitti Amalia; Asnal Effendi; Frasha Kusuma; Andi M Nur Putra; Sitti Amalia; Arfita Yuana Dewi
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.727 KB) | DOI: 10.30596/rele.v5i1.10787

Abstract

Abstrak Kebutuhan energi yang semakin besar untuk dapat mendorong manusia melakukan penelitian pemanfaatan energi matahari untuk dikonversikan menjadi energi listrik dengan menggunakan panel surya dapat bergerak mengikuti matahari atau disebut dengan solar tracker yang akan dihubungkan kebaterai untuk menyimpan energi. Tujuan dilakukan penelitian untuk melihat kinerja penyimpanan energi panel surya terhadap baterai, dan mengetahui kerja monitoring penyimpanan baterai dengan menggunkan IoT. Penelitian dilakukan dengan menganalisa data alat dengan mengukur tegangan keluaran dari panel surya, arus yang mengalir ke baterai dan tegangan terisi baterai. Dengan panel surya mengikuti cahaya matahari dan panel surya yang tetap untuk melakukan pengisian baterai dan akan dipantau dengan menggunakan Internet Of Things (IoT) yang dapat diakses melalui WEB dan smartphone android melalui aplikasi. Berdasarkan hasil pengujian yang didapatkan pengisian baterai dengan solar tracker lebih cepat dibanding pengisian baterai dengan panel tetap. Selisih penyerapan energi pada pengisian baterai dengan kapitas 6,5Ah sebesar 11.937Ah dengan efesiensi pengisian baterai sebesar 1.48%. Sistem monitoring dengan IoT pengisian baterai dengan solar tracker sebesar 12.35 Volt dan arus sebesar 2.2 Ampere. Sedangkan untuk panel surya tanpa solar tracker diperoleh tegangan pengisian baterai sebesar 11.42 Volt dan arus sebesar 0.300 Ampere.Kata kunci : Panel Surya, Solar Tracker, BateraiAbstract The growing need for energy to encourage humans to research the use of solar energy to be converted into electrical energy by using solar panels that can move to follow the sun or called a solar tracker will be connected to a battery to store energy. This research aims to see the performance of solar panel energy storage on batteries and to know the work of monitoring battery storage using IoT. The research was conducted by analyzing device data by measuring the output voltage of the solar panel, the current flowing into the battery, and the voltage charged to the battery. With solar panels following sunlight and fixed solar panels to charge the battery and will be monitored using the Internet of Things (IoT) which can be accessed via the WEB and android smartphones through the application. Based on the test results, it was found that charging the battery with a solar tracker is faster than charging the battery with a fixed panel. The difference in energy absorption when charging a battery with a capacity of 6.5Ah is 11,937Ah with a battery charging efficiency of 1.48%. Monitoring system with IoT battery charging with a solar tracker of 12.35 Volts and a current of 2.2 Ampere. Meanwhile, for solar panels without a solar tracker, the battery charging voltage is 11.42 Volts and the current is 0.300 Ampere.Keywords: Solar Panel, Solar Tracker, Battery Keywords : Solar Panel, Solar Tracker, Battery
Perancangan Otoped Listrik Menggunakan Panel Surya Sebagai Media Transportasi Amani Darma Tarigan; Pristisal Wibowo; Adi Sastra Tarigan
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.711 KB) | DOI: 10.30596/rele.v5i1.10793

Abstract

Abstrak Otoped merupakan alat bantu untuk memindahkan orang atau barang dari satu ketempat yang lain. Otoped memiliki beberapa kelebihan diantaranya bentuk yang ramping dan dapat digunakan dimanapun. Namun, otoped juga tidak lepas dari kekurangan diantaranya tidak memiliki alat bantu untuk mengoperasikan kendaraaan tersebut. Hanya menggunakan tenaga bantu kaki untuk menggeser benda tersebut. Tidak menggunakan pedal atau mesin sebagaimana selayaknya kendaraan konvensional yang lain. Berdasarkan hal di atas peneliti berupaya berinovasi dengan memanfaatkan Panel Surya sebagai pengisi energi ke baterai. Pemasangan panel surya 20 Wp mampu menghasilkan tegangan pengisian maksimum sebesar 19.5 Volt Pada Suhu Cerah. Waktu pengisian ke baterai selama 4.135 jam untuk sebuah baterai 12v 12 Ah. sehingga mampu menghemat pemakaian energi listrik terutama di pengisian baterai. Otoped Listrik ini digunakan sebagai pengganti alat transportasi jarak dekat sebagai pengganti energi bahan bakar fosil.Kata kunci : Otoped Listrik, Panel Surya, Motor ListrikAbstract Autoped is a tool to move people or goods from one place to another. Otoped has several advantages including a slim shape and can be used anywhere. However, otopeds are also not free from drawbacks, including not having the tools to operate the vehicle. Only use the auxiliary power of the foot to move the object. Do not use pedals or engines as other conventional vehicles should. Based on the above, researchers are trying to innovate by utilizing Solar Panels as energy chargers for batteries. The installation of a 20 Wp solar panel is capable of producing a maximum charging voltage of 19.5 Volts at sunny temperatures. Charging time to the battery is 4,135 hours for a 12v 12 Ah battery. so as to save the use of electrical energy, especially in charging batteries. This Electric Autoped is used as a substitute for short distance transportation as a substitute for fossil fuel energy.Keywords : Electric Autoped, Solar Panel, Electric Motor
Analisis Potensi Energi Sampah Sebagai Energi Alternatif Terbarukan Di Kota Medan Yoga Tri Nugraha; Tigor Richardo Fery Dony Sitindaon; Muhammad Irwanto
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.719 KB) | DOI: 10.30596/rele.v5i1.10783

Abstract

Abstrak Energi listrik selama ini sebagian besar menggunakan energi yang tidak berkelanjutan, khususnya dari fosil. Seperti yang ditunjukkan oleh Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral Indonesia melibatkan 30% batu bara sebagai sumber energi, 23% bahan bakar gas, 41% bahan bakar minyak (sejumlah 94% dari listrik ramah lingkungan. Hanya 6% dari energi baru dan terbarukan. Jumlah energi dari hari ke hari semakin merosot, energi baru dan terbarukan merupakan jawaban yang paling ideal untuk mengatasi permasalahan krisis energi yang terjadi di Indonesia khususnya di kota Medan. Energi tersebut yaitu energi sampah sebagai energi alternatif terbarukan, dikarenakan sampah saat ini sangat cocok dilihat sebagai energi alternatif terbarukan di Kota Medan. Data sampah kota medan didapat dari Bank Sampah Induk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Potensi energi sampah menjadi energi alternatif terbarukan di kota Medan sangatlah berpotensi untuk menjadi energi alternatif terbarukan guna untuk mendukung program pemerintah mengenai energi alternatif pengganti bahan bakar fossil seperti batu bara dan minyak bumi. Energi sampah menjadi energi alternatif terbarukan di kota Medan pada tahun 2020 menghasilkan energi listrik sebesar 95,636 kWh. Sedangkan, Energi sampah menjadi energi alternatif terbarukan di kota Medan pada tahun 2021 menghasilkan energi listrik sebesar 186,483 kWh.Kata kunci : Potensi Energi Sampah, Energi Alternatif TerbarukanAbstract So far, most of the electrical energy uses unsustainable energy, especially from fossils. As indicated by the Indonesian Ministry of Energy and Mineral Resources, it involves 30% coal as an energy source, 23% gas fuel, 41% fuel oil (94% of environmentally friendly electricity. Only 6% of new and renewable energy. Total energy from day to day is decreasing, new and renewable energy is the most ideal answer to overcome the problems of the energy crisis that occurred in Indonesia, especially in the city of Medan. The energy is waste energy as a renewable alternative energy, because waste is currently very suitable to be seen as energy a renewable alternative in Medan City. Medan city waste data is obtained from the Main Waste Bank of the Ministry of Environment and Forestry. The potential for waste energy to become renewable alternative energy in the city of Medan has the potential to become renewable alternative energy in order to support government programs regarding alternative energy to replace fossil fuels like coal and oil earth. Waste energy into renewable alternative energy in the city of Medan in 2020 produces of electrical energy is 95.636 kWh. Meanwhile, waste energy into renewable alternative energy in the city of Medan in 2021 produces of electrical energy is 186.483 kWh.Keywords : Potential Waste Energy, Renewable Alternative Energy
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu sebagai Sumber Alternatif pada Mesjid Tengku Bullah Universitas Malikussaleh Raihan Putri; Arnawan Hasibuan; Ezwarsyah Ezwarsyah; Misbahul Jannah; Robi Kurniawan; Widyana Verawaty Siregar; M Sayuti Sayuti
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.872 KB) | DOI: 10.30596/rele.v5i1.10788

Abstract

Abstrak Salah satu energi terbarukan yang berkembang pesat di dunia saat ini adalah energi angin. Energi angin merupakan energi terbarukan yang sangat fleksibel, ramah lingkungan dan memiliki efisiensi kerja yang baik. Sebagian besar kebutuhan listrik di Aceh masih sangat bergantung pada pasokan listrik (PLN) dari Sumatera Utara. Saat ada gangguan sedikit saja, akan terjadi pemadaman bergilir di beberapa wilayah Aceh. Oleh karenanya penulis akan membahas mengenai Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (Bayu) dan penentuan jenis tipe turbin angin yang sesuai. Lokasi penelitian ini dilakukan pada Mesjid Tengku Bullah, Universitas Malikussaleh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan dan metode eksperimen. Selan itu, software yang digunakan dalam penelitian ini adalah HOMER (Hybrid Optimization of Multiple Energy Resources). Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kecepatan angin yang diperoleh tergolong dalam kriteria jenis kecepatan angin kelas 4. Berdasarkan hasil pada HOMER potensi energi listrik yang dihasilkan oleh Wind Turbine dikawasan Mesjid Teungku Bullah Universitas Malikussaleh dengan memanfaatkan potensi energi angin yang didapat, menghasilkan energi listrik sebesar 45.714,82 KWh per tahunnya. Energi yang dihasilkan oleh Wind Turbine dapat memenuhi konsumsi energi pada Mesjid Teungku Bullah Universitas Malikussaleh melihat konsumsi energi pada Mesjid Teungku Bullah Universitas Malikussaleh hanya sebesar 13.541,30 KWh pertahun.Kata kunci : Energi Terbarukan, Energi Angin, Pembangkit Listrik Tenaga BayuAbstract One of the fastest growing renewable energies in the world today is wind energy. Wind energy is a renewable energy that is very flexible, environmentally friendly and has good work efficiency. Most of the electricity demand in Aceh is still very dependent on the electricity supply (PLN) from North Sumatra. When there is the slightest disturbance, there will be rotating blackouts in several areas of Aceh. Therefore, the author will discuss the Planning of Wind Power Plants (Bayu) and determining the appropriate types of wind turbines. The location of this research is the Tengku Bullah Mosque, Malikussaleh University. The method used in this research is the literature study method and the experimental method. In addition, the software used in this research is HOMER (Hybrid Optimization of Multiple Energy Resources). The results of the research that have been carried out can be concluded that the wind speed obtained belongs to the criteria for the type of wind speed class 4. Based on HOMER, the potential for electrical energy produced by the Wind Turbine in the area of the Teungku Bullah Mosque, Malikussaleh University, by utilizing the potential of wind energy obtained generates 45,714.82 KWh of electrical energy per year while energy consumption is only 13,541.30 KWh per year.Keywords : Renewable Energy, Wind Energy, Wind Power Generation
Rancang Bangun Teknologi Embedded System Pemberi Pakan Ikan Berbasis Internet of Things Dian Noviandi; Partaonan Harahap; Cholish Cholish
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.778 KB) | DOI: 10.30596/rele.v5i1.10794

Abstract

Abstrak Penelitian berdasarkan hasil observasi di lapangan yaitu para peternak ikan air tawar menggunakan tenaaga kontrak setiap musim panen hanya umtuk memberi makan dengan cara menyebarkan pakan ikan pagi dan sore, sehingga pendapatan mereka ketika panen berkurang akibat harus membayar tenaga kontrak. Tujuan penelitian adalah merancang dan membangun embedded system/sistem tertanam alat pemberi pakan ikan, yang dapat menggantikan tenaaga kontrak sehingga dapat meningkatkan pendapatan peternak ikan dan peternak mendapatkan alat berteknologi baru berbasis IoT. Metode yang digunakan Rapid Application Development (RAD) dengan langkah a.definisikan kebutuhan alat, membuat rancangan/model alat, dalam mengerjakan alat sesuai saran/perbaikan prototipe oleh pengguna dan penyelesaian proyek. Hasil penelitian sebuah alat embedded system (sistem tertanam/alat di isi dengan sistem otomatis) pemberi pakan ikan otomatis kesimpulan penelitian ini penelitian berhasil menyelesaikan masalah peternak ikan sehingga teknologi peternak ikan dalam meningkatkan pendapatan peternak ikan.Kata kunci : Teknologi,Pakan Ikan, IoT, WeMos, Solar CellAbstract The research is based on observations in the field, namely that freshwater fish farmers use contract labor every harvest season only for feeding by distributing fish feed in the morning and evening, so that their income when harvesting is reduced due to having to pay for contract workers. The aim of the research is to design and build an embedded system for fish feeding equipment, which can replace contract labor so as to increase the income of fish farmers and farmers to get new IoT-based technology tools. The method used is Rapid Application Development (RAD) with steps a. defining tool requirements, making tool designs/models. , working on tools according to user suggestions/prototyping improvements and project completion. The results of the research on an embedded system tool (embedded system / tool filled with automatic system) automatic fish feeder. The conclusion of this research is that this research has succeeded in solving the problem of fish farmers, so that fish breeders menology in increasing the income of fish farmers.Keywords : Technology,Fish Feeder, IoT, WeMos, Solar Cell
Optimalisasi Kecepatan Putaran Motor Listrik Sebagai Beban Pada PLTS 5 kWp (Aplikasi : Laboratorium Balai Besar Pengembangan Dan Penjamin Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan Dan Listrik Medan) I Putu Pawitra Teguh Dharma P; Suwarno Suwarno; Fitra Zambak
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.103 KB) | DOI: 10.30596/rele.v5i1.10784

Abstract

Abstrak Dewasa ini kebutuhan akan energi listrik terus mengalami pertumbuhan membuat konsumsi listrik juga meningkat, pemanfaatan energi matahari sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) telah banyak dilakukan dengan menggunakan panel surya. Dalam implementasinya energi listrik yang di hasilkan oleh PLTS dapat dimanfaatkan untuk memutar motor listrik dan seberapa besar mempungaruhi nilai dari putaran motor serta kerja motor listrik tersebut. Hal ini dikarenakan motor listrik memiliki efisiensi yang relative tinggi, kontruksi yang sederhana dan kuat, serta mudah dan murah perawatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya output PLTS sebagai penggerak motor, kecepatan putaran dan efisiensi. Hasil penelitian ini terdapat perubahan frekuensi yang menyebabkan perubahan putaran motor listrik tiga phasa, dengan cara mengatur tengangan input pada inverter dengan mengubah-ubah frekuensi. Pada motor listrik tiga Phasa hubungan delta tanpa beban dioperasikan menggunakan inverter diperoleh rata-rata kecepatan sebesar 916 Rpm dengan daya 1,6 kW, berbeban diperoleh rata-rata kecepatan sebesar 854,4 Rpm dengan daya 1,8 kW, hubungan bintang tanpa beban diperoleh rata-rata kecepatan sebesar 1024 Rpm dengan daya 1,9 kW, berbeban di peroleh rata-rata kecepatan sebesar 934 Rpm dengan daya 2,2 kW. Dan rata-rata efisiensi pada motor yaitu 55%. Maka optimalisasi putaran motor listrik ketika beroperasi pada beban 50% - 100% dan akan paling efisiensi pada beban 75% sampai 80 %, Jika beban turun di bawah 50% maka efisiensi akan turun dengan cepat.Kata kunci : PLTS, Motor Listrik Tiga Phasa, Kecepatan Putran Motor, Daya dan EfisiensiAbstract Today the need for electrical energy continues to grow, making electricity consumption also increasing, the use of solar energy as a Solar Power Plant (PLTS) has been widely carried out using solar panels. In its implementation, the electrical energy produced by PLTS can be used to rotate the electric motor and how much influence it has on the value of the rotation of the motor and the work of the electric motor. This is because electric motors have relatively high efficiency, simple and strong construction, and easy and inexpensive maintenance. In this study, the authors chose a qualitative research method that aims to determine the PLTS output power as a motor drive, rotation speed and efficiency. The results of this study are changes in frequency that cause changes in the rotation of a three-phase electric motor, by adjusting the input voltage on the inverter by varying the frequency. In a three-phase electric motor, the no-load delta connection is operated using an inverter, the average speed is 916 Rpm with a power of 1.6 kW, with an average load speed of 854.4 Rpm with a power of 1.8 kW, a no-load connection star is obtained. an average speed of 1024 Rpm with a power of 1.9 kW, obtained an average load speed of 934 Rpm with a power of 2.2 kW. And the average efficiency of the motor is 55%. Thus optimizing the rotation of the electric motor when operating at a load of 50% - 100% and will be most efficient at a load of 75% to 80%. If the load drops below 50% then the efficiency will drop rapidly.Keywords : PLTS, Three Phase Electric Motor, Motor Rotation Speed, Power and Efficiency
Analisa Sistem Manajemen Pengoperasian Bahan Bakar Boiler Arfita Yuana Dewi; Asnal Effendi; Egi Alfian
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.414 KB) | DOI: 10.30596/rele.v5i1.10789

Abstract

Abstrak Manajemen pengoperasian bahan bakar boiler bertujuan untuk mengelola bahan bakar dengan baik dan teratur serta dapat mengoptimalkan pembiayaan bahan bakar dan mengefesiensikan penanganan bahan bakar pada tahap proses produksi bahan bakar boiler. Manajemen pengoperasian bahan bakar boiler dilakukan pada PT. Bakrie Pasaman Plantations merujuk pada data-data manajemen dan data produksi operasional bahan bakar di area boiler. Selanjutnya data produksi pengoperasian bahan bakar yang diawali dengan menentukan jumlah penggunaan bahan bakar TBS (ton)/ hari, total operasi boiler dan daya yang dikeluarkan selama pemakaian/bulan. Dari hasil pengolahan dan analisa, dilihat segi ekonomis penggunaan cangkang sawit lebih murah dibandingkan bahan bakar serabut sawit, dimana harga satuan yang diguna kan pada PLTU tersebut adalah Rp. 500,- per kg, akan tetapi pasokan bahan bakar serabut lebih banyak ketimbang bahan bakar cangkang sawit 70 % berbanding 30%. Dari segi efisiensinya cangkang sawit mempunyai tingkat keefisiensian bahan bakar kisaran 25 % - 34 % sedangkan serabut sawit 36 % - 50 % yang membuat serabut sawit lebih unggul dan pembakaran bahan bakarnya lebih maksimal dari pada cangkang sawit. Serta dalam menghasilkan 1 kW energi listrik penggunaan cangkang sawit 0,34 kg, sedangkan serabut sawit diperlukan 0,5 kg, sehingga dapat diketahui bahwa serabut sawit lebih efisien dibandingkan cangkang sawit.Kata kunci : Manajemen, Operasi, Boiler, Sawit, CangkangAbstract Boiler fuel operation management aims to manage fuel properly and regularly and to optimize fuel financing and efficient fuel handling at the stage of the boiler fuel production process. Boiler fuel operation management is carried out at PT. Bakrie Pasaman Plantations refers to management data and fuel operational production data in the boiler area. Furthermore, the production data for fuel operations begins with determining the amount of fuel usage (tonnes)/day, the total boiler operation and the power expended during usage/month. From the results of processing and analysis, from an economical point of view, the use of palm shells is cheaper than palm fiber fuel, where the unit price used for the PLTU is Rp. 500,- per kg, but the supply of fiber fuel is more than oil palm shell fuel 70% compared to 30%. In terms of efficiency, palm kernel shells have a fuel efficiency level of 25% - 34% while palm fiber is 36% - 50% which makes palm fiber superior and the fuel burning is more optimal than palm shells. And in producing 1 kW of electrical energy the use of palm shells is 0.34 kg, while palm fiber is required 0.5 kg, so it can be seen that palm fibers are more efficient than palm shells.Keywords : Management, Operation, Boiler, Fibers, Shells
Perbandingan Penambahan Material Asbes Dan Gypsum Dengan Campuran NaCl Dan Arang Untuk Mereduksi Resistansi Pentanahan (Aplikasi: Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan Listrik Medan) Hefri Yuliadi; Surya Hardi; Rohana Rohana
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.126 KB) | DOI: 10.30596/rele.v5i1.10785

Abstract

Abstrak Sistem pentanahan menjadi bagian terpenting dari sistem tenaga listrik untuk mengamankan peralatan-peralatan listrik maupun manusia yang berlokasi di sekitar gangguan dengan cara mengalirkan arus gangguan ke tanah. Salah satu faktor untuk mendapatkan nilai tahanan pentanahan yang kecil sesuai dengan PUIL, selain kedalamam penanaman elektroda, tahanan jenis tanah yang akan di buat sebagai penempatan pentanahan harus kecil, untuk mengatasi tahanan pentanahan yang relative besar di perlukan zat aditif untuk mereduksi tahanan pentanahan, material asbes dan gypsum dan campuran NaCl-Arang dipilih untuk mereduksi nilai tahanan pentanahan. Pengukuran dilakukan menggunakan metode tiga titik yang dilakukan pada setiap variasi kedalaman elektroda dan komposisi material aditif yang digunakan untuk menurunkan nilai tahanan pentanahan. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui material aditif asbes dan gypsum dengan campuran arang NaCl serta komposisi yang baik antara keduanya untuk mereduksi tahanan pentanahan di bawah atau sama dengan 5 ohm menurut PUIL. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa perbandingan persentase penurunan nilai tahanan pentanahan zat aditif Asbes dan Gypsum dan campuran NaCl (garam) Karbon (arang) adalah pada Asbes sebesar 69,40% sedangkan pada Gypsum sebesar 73,64%. Hal ini menunjukkan bahwa dari hasil perbandingan persentase hasil pengukuran dan perhitungan menyatakan persentase penurunan nilai resistansi pentanahan yang lebih baik dari aditif Gypsum.Kata kunci : Tahanan Pentanahan, Asbes, Gypsum, Garam, ArangAbstract The grounding system is the most important part of the electric power system to secure electrical equipment and humans located in the vicinity of the fault by flowing fault current to the ground. One of the factors to get a small grounding resistance value according to PUIL, in addition to the depth of the electrode implant, the soil type resistance that will be made as a grounding placement must be small, to overcome the relatively large grounding resistance, additives are needed to reduce grounding resistance, asbestos and gypsum materials and a mixture of NaCl-Charcoal were chosen to reduce the value of grounding resistance. Measurements were carried out using the three-point method which was carried out at each variation of the electrode depth and the composition of the additive material used to reduce the value of the grounding resistance. This measurement aims to determine the additive material of asbestos and gypsum with a mixture of charcoal-NaCl and a good composition between the two to reduce grounding resistance below or equal to 5 ohms according to PUIL. From the results of the analysis, it can be concluded that the ratio of the percentage decrease in the value of the grounding resistance of Asbestos and Gypsum additives and a mixture of NaCl (salt) - Carbon (charcoal) is 69.40% for Asbestos while 73.64% for Gypsum. This shows that the results of the comparison of the percentage of measurement and calculation results indicate that the percentage reduction in the value of the grounding resistance is better than the Gypsum additive.Keywords : Earthing Prisoners, Asbestos, Gypsum, Salt, Charcoal
Penurunan Gangguan Penyulang BR-10 Dengan Inspeksi Camera Stick Pada PLN UP3 Lhokseumawe Fajar Syahbakti Lukman; Hendri Cahyadi; Husni Mubarak; Arnawan Hasibuan
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v5i2.13087

Abstract

Abstrak Keandalan jaringan distribusi adalah salah satu Key Performance Indicator (KPI) PT Perusahaan Listrik Negara. Data gangguan PLN UP3 Lhokseumawe yang ada saat ini, 7% gangguan disebabkan karena material jaringan, 35,9 % gangguan belum diketahui penyebabnya dan selebihnya gangguan terjadi disebabkan karena hewan, pohon, trafo, dan tiang. Salah satu penyulang paling banyak terjadi gangguan adalah BR-10 di Tahun 2020. Panjang penyulang 110,63 kms melayani daerah kerja ULP Bireuen dengan beban puncak mencapai 1.148 MW. Sampai dengan Agustus 2020 total gangguan sudah mencapai 27 gangguan. Dilakukan inspeksi menggunakan teknologi camera wireless. Camera direkatkan pada stick 20 kV untuk melihat komponen jaringan yang mengalami potensi kerusakan. Hasilnya ada 29 titik temuan dan dilakukan pemeliharaan. Hasilnya penurunan gangguan penyulang BR-10 pada bulan September 2020 menjadi nihil gangguan.Kata kunci : Kamera, Stick, PenyulangAbstract Distribution grid reliability is one of the Key Performance Indicators (KPI) of PT Perusahaan Listrik Negara. Concerning disturbances, according to PLN UP3 Lhokseumawe , 7% of disturbances were caused by network material, 35.9% were unknown, and the rest were caused by animals, trees, transformers, and poles. One of the feeders with the most disturbances was BR-10 in 2020. The length of the 110.63 km feeder served the Bireuen ULP work area with a peak load of 1,148 MW. As of August 2020, the total disturbance has reached 27. Inspections were carried out using wireless camera technology. The camera was attached to a 20 kV stick to see which grid components have potential damage. As a result, 29 points were found, and maintenance was carried out. The result was a decrease in BR-10 feeder disturbances in September 2020 to nilKeywords : Camera, Stick, Feeder
Kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terhadap Pemakaian Beban Suprianto Suprianto
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v5i2.13092

Abstract

Abstrak Perancangan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk pelayanan kebutuhan listrik lampu penerangan pada siang hari senantiasa dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan penggunaan baterai yang sampai saat ini merupakan bagian yang paling mahal dalam sistem panel surya. Bagaimana pemanfaatan panel surya untuk melayani beban lampu penerangan pada siang hari didalam gedung yang membutuhkan pencahayaan yang cukup merupakan hal yang harus dapat dianalisa secara ilmiah tentunya dengan analisa yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja PLTS secara efektif terhadap pemakaian beban lampu penerangan pada siang hari. Hasil analisa perhitungan dalam penelitian ini nantinya dapat diaplikasikan pada peralatan sistem panel surya yang sebenarnya. Metode pada penelitian ini adalah metode eksperimen yang menggunakan hasil pengukuran besaran listrik, suhu dan intensitas matahari yang dilaksanakan selama tiga hari mulai pukul 08.00 Wib hingga 18.00 Wib setiap 10 menit sekali atau dengan total pengukuran sebanyak 1464 pengukuran. Hasil dari penelitian ini dengan data yang diambil selama tiga hari melalui pengukuran menunjukkan bahwa untuk PLTS 1600 Wp dengan menggunakan baterai 350 Ah 24 Volt mampu melayani beban dari pukul 08.00 Wib hingga 18.00 Wib atau selama 10 jam pembebanan penuh dengan jenis pembebanan berupa lampu penerangan dengan jumlah 21 unit dengan daya total 308 watt. Penurunan rata-rata tegangan baterai hanya 0,2 volt dari 23 volt pada pukul 08.00 wib turun menjadi 22,8 volt pada pukul 18.00 wib. Pemanfaatan baterai untuk pembebanan lampu penerangan pada siang hari hanya terjadi ketika pagi hari hingga pukul 8.30 wib, sedangkan pada sore hari pembebanan oleh baterai mulai pukul 16.00 wib. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi bagi peneliti lain khususnya dalam penentuan kapasitas panel surya yang digunakan untuk pembebanan secara langsung pada siang hari.Kata kunci : Kinerja, Kapasitas, Panel Surya, Baterai, BebanAbstract - The design of a solar power generation system for servicing the electricity needs of lighting lamps during the day is always designed by considering the need to use batteries, which until now are the most expensive part of a solar panel system. How to use solar panels to serve the load of lighting during the day in buildings that require sufficient lighting is something that must be analyzed scientifically, of course with the right analysis. This research aims to determine the effective performance of PLTS against the use of lighting loads during the day. The results of the calculation analysis in this research can later be applied to actual solar panel system equipment. The method in this research is an experimental method that uses the results of measuring the amount of electricity, temperature and intensity of the sun carried out for three days from 08.00 WIB to 18.00 WIB every 10 minutes or with a total of 1464 measurements. The results of this research with data taken for three days through measurements show that a 1600 Wp PLTS using a 350 Ah 24 Volt battery is capable of serving the load from 08.00 WIB to 18.00 WIB or for 10 hours of full loading with the type of loading in the form of lighting with the number of 21 units with a total power of 308 watts. The average decrease in battery voltage is only 0.2 volts from 23 volts at 08.00 WIB, down to 22.8 volts at 18.00 WIB. The use of batteries for loading lighting during the day only occurs in the morning un til 8.30 WIB, while in the afternoon the charging by the battery starts at 16.00 WIB. This research is expected to be a reference for other researchers, especially in determining the capacity of solar panels used for direct loading during the day.Keywords : Performance, Capacity, Solar Panel, Battery, Load

Page 8 of 15 | Total Record : 141


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue