cover
Contact Name
Suryo Bramasto
Contact Email
suryo.bramasto@iti.ac.id
Phone
+6281563470055
Journal Mail Official
jtm@iti.ac.id
Editorial Address
Mechanical Engineering Department, Institut Teknologi Indonesia Jl. Raya Puspiptek Serpong, South Tangerang, Banten, Indonesia, 15320
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI)
ISSN : -     EISSN : 25483854     DOI : https://doi.org/10.31543
The theme of the paper is focused on the : 1. Mechanical Construction 2. Energy Convertions 3. Manufactures 4. Engineering Material
Articles 83 Documents
Peningkatan Sifat Mekanis Al-Mg-Si dengan Proses Aging Untuk Aplikasi Selongsong Peluru Suastiyanti, Dwita; Topan, Bambang Agus; Wijaya, Marlin
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.413 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v3i2.297

Abstract

Aluminium paduan Al-Mg-Si khususnya T6061 merupakan paduan yang pada umumnya diaplikasikan untuk otomotif dan alat-alat konstruksi. Penelitian ini diarahkan untuk peningkatan sifat mekanis khususnya kekerasan material T6061 untuk diaplikasikan sebagai selongsong peluru. Selama ini material untuk selongsong peluru banyak menggunakan kuningan yang mempunyai density yang lebih besar daripada aluminium padahal sebagai selongsong peluru diperlukan material yang ringan tetapi kuat sehingga dapat menembakan peluru dengan lancar dan mudah. Untuk peningkatan sifat mekanis dilakukan perlakuan panas precipitation hardening melalui proses pemanasan pada temperatur 500oC selama 1 jam kemudian dicelup di dalam air sampai mencapai temperatur kamar, setelah itu untuk peningkatan kekerasan dilakukan proses aging (penuaan) pada temperatur 90, 120, 150, 180 dan 210oC masing-masing selama 8,9 dan 10 jam. Karakterisasi aluminium setelah mengalami precipitation hardening adalah dengan melakukan pengujian kekerasan metode Vickers dan pengamatan struktur mikro. Dari hasil pengujian kekerasan diperoleh hasil bahwa kekerasan terus meningkat mulai dari temperatur aging 90oC sampai dengan temperatur aging 150oC. Kekerasan maksimum diperoleh pada temperatur aging 150oC sebesar 103 HV. Di atas temperatur 150oC terjadi penurunan kekerasan yang menandakan bahwa terjadi over aging pada temperatur di atas 150oC yang ditandai dengan makin membesarnya presipitat Mg2Si. Kondisi aging optimum yang dapat diterapkan untuk precipitation hardening T6061 yang diaplikasikan untuk selongsong peluru adalah  temperatur aging 150oC selama 8, 9 dan 10 jam.  
ANALISIS DAN PENGUJIAN KINERJA TURBIN ANGIN SAVONIUS 4 SUDU Arif, Ikbal
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1217.496 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v3i2.307

Abstract

Pada tahun 2016, penggunaan batubara masih mendominasi sebagai bahan bakar pembangkit, yaitu 62% atau sekitar 75 juta ton (315 juta SBM). Untuk bahan bakar fosil lain, seperti gas dan minyak, masing-masing adalah 17% (87 juta SBM) dan 5% (25 juta SBM). Adapun sisanya sebesar 16% (77 juta SBM) diisi oleh bakar yang berasal dari energi baru terbarukan, seperti panas bumi, air, matahari, serta biomassa. Penelitian ini menganalisis kinerja turbin angin tipe savonius 4 sudu dengan posisi 2 tingkat yang dilakukan di Pantai Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Hasil yang diperoleh yaitu kecepatan angin tertinggi terjadi pada 14.45-14.50 WIB sebesar 5,2 m/det. Daya generator dari kecepatan angin tersebut sebesar 10,5 watt. Kecepatan angin terendah terjadi pada pukul 13.45-13.50 sebesar 3,9 m/det dan daya generator yang dihasilkan sebesar 4,18 watt. Koefisien power tertinggi yaitu sebesar 0,027 dan terendah sebesar 0,019.
Perhitungan Inverse Kinematics dan Pengukuran Akurasi Pergerakan pada Robot Manipulator Lengan Rahman, ST, MT, Achmad Zaki; Jauhari, Khairul
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.642 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v3i2.339

Abstract

Memasuki era digital atau yang kini dikenal sebagai era Industri 4.0 ditandai dengan mulai berkembangnya teknologi robot pekerja yang mampu menggantikan manusia dalam melakukan aktivitas yang rutin dan berisiko tinggi. Jenis yang sangat populer menjadi robot pekerja adalah jenis robot manipulator lengan yang sering kita jumpai pada industri otomotif dan perakitan. Dalam penelitian ini berhasil dikembangkan sebuah manipulator lengan planar dengan jangkauan maksimum 23,5 cm sebagai media pembelajaran ilmu robotika. Manipulator ini menggunakan motor servo kecil dan digerakan oleh Raspberry Pi sebagai kontroler yang dapat di akses oleh programer melalui jaringan internet. Target koordinat end effector yang diberikan oleh programer robot diterjemahkan oleh software dengan perhitungan invers kinematik menjadi perintah gerakan putar untuk masing-masing motor servo pada setiap  joint manipulator lengan. Dari 24 data pengujian yang telah dilakukan, rata-rata kesalahan dari sistem manipulator lengan yang telah dibuat ini adalah sebesar 5,7 mm.
Investigasi dan Optimasi Parameter Proses Micro Friction Stir Spot Welding Material A1100/Cu1100P Menggunakan Metode Taguchi Rupajati, Pathya; Baskoro, Ario Sunar; Winarto, Winarto; Matsuani, Matsuani
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.158 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v3i2.340

Abstract

Abstrak  Salah satu karakteristik sifat mekanis yang penting untuk dianalisis adalah tensile shear load. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi tensile shear load hasil pengelasan micro friction stir welding (µFSSW) pada material AA1100 dan Cu1100P menggunakan metode Taguchi. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah matriks orthogonal array L8 dengan memvariasikan parameter proses pengelasan yaitu dwell time dan plunge depth yang memiliki masing-masing empat level dan dua level. Sedangkan variabel konstan yang digunakan adalah tool rotational speed sebesar 33.000 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter pengelasan yang memiliki kontribusi terbesar dalam meningkatkan tensile shear load hasil pengelasan micro friction stir spot welding adalah dwell time, yang menghasilkan tensile shear load sebesar 265,12 N dengan seting kombinasi dwell time pada 5 s dan plunge depth pada 0,7 mm. Hasil struktur mikro juga menunjukkan terlihat adanya flash dan hook defect, tetapi tidak menujukkan adanya intermetallic compound dan crack. Kata kunci: A1100, µFSSW, Taguchi, Dwell time, Plunge Depth
Analysis of Ambient Temperature Effect on Gas Turbine Centaur 40 at Sepinggan Production Field, Chevron Indonesia Company adib, muhammad
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.666 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v3i2.262

Abstract

               Gas turbine Centaur 40 drive gas compressor operates 24 hours a day and continuously with monitored output parameters, namely pressure and the gas flow capacity In its operation, it is often found that the optimal output parameters are generated during low ambient temperatures, for example in the night, cloudy and rainy. This study is aimed to determine the effect of changes in ambient temperature on the gas turbine power. During operation and research was done, the independent variable used is ambient temperature at 24 – 33 0C at constant 100% rotation of the turbine shaft. The decrease in gas turbine performance is seen from the increase in Specific Fuel Consumption (SFC), a decrease in the power produced and thermal efficiency. Specific fuel consumption value from the calculation results is 0.06072 kg/kW.h at 24 0C ambient temperature and 0.06565 kg/kW.h at 33 0C ambient temperature. Power produced by the power turbine is 3532,657 HP at 24 0C ambient temperature and 3046,557 HP at 33 0C ambient temperature, while the thermal efficiency cycle is 54,159% at 24 0C ambient temperature and 49,727% at 33 0C ambient temperature. Keywords: gas turbine, ambient temperature, specific fuel consumption, thermal efficiency.
PEMANFAATAN BIOADITIF SERAI WANGI-ETANOL PADA KENDARAAN RODA DUA BERBAHAN BAKAR PERTALITE Hartanto, Singgih
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.521 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v3i2.264

Abstract

Jumlah  kendaraan di Indonesia mengalami  peningkatan dari tahun ke tahun, hal ini berdampak terhadap konsumsi bahan bakar dan khususnya adalah bahan bakar pertalite. Dalam upaya melakukan penghematan  bahan bakar tersebut maka  dilakukan penelitian dengan penambahan aditif ke dalam bahan bakar pertalite pada saat kendaraan  digunakan. Aditif yang ramah lingkungan, mudah didapat dan banyak di alam adalah jenis minyak atsiri. Pada penelitian ini akan menggunakan aditif minyak serai wangi yang dicampur dengan etanol. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penambahan bioaditif minyak serai wangi – etanol terhadap konsumsi bahan bakar, emisi, akselerasi dan performa   pada kendaraan roda dua. Pengujian dilakukan melalui uji jalan dengan mengukur emisi gas buang, dan uji dynotest. Hasil pengujian menunjukkan adanya pengaruh penambahan bioaditif minyak serai wangi-etanol pada bahan bakar pertalite terhadap sepeda motor Honda Blade 110 yaitu pada penambahan 1 ml bioaditif dengan komposisi 15 ml minyak serai  (100%) dan 35 ml etanol (96%) kedalam 1 Liter pertalite menunjukkan hasil yang terbaik dalam hal konsumsi, akselerasi dan emisi. Data hasil pengujian didapatkan bahwa pada konsumsi bahan bakar lebih irit 5,98%, akselerasi menjadi lebih besar 0,90%, menurunkan emisi CO 3,09%, NOX 24,14% dan menaikkan emisi CO2 24,14%, sedangkan power mengalami penurunan 5,4% dan derived torque mengalami penurunan 5,26%. Kata kunci :         bioaditif, minyak serai wangi, etanol, akselerasi, emisi gas buang 
Perancangan Bicycle Fork Menggunakan Pugh’s Concept dan Software Elemen Hingga Rasyid, MM, Mohammad Kurniadi
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.819 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v4i1.341

Abstract

 Penelitian ini bertujuan  membuat perancangan bicycle fork yang tepat untuk digunakan dalam membuatnya. Rancangan bicycle fork  ini harus seefisien mungkin dengan biaya  yang tidak besar namun mampu menahan beban tanpa perubahan bentuk atau rusak. Model desain dianalisis melalui perangkat lunak rekayasa Autodesk Inventor.  Analisis elemen hingga dilakukan oleh perangkat lunak ini. Analisis difokuskan pada jenis bahan yang biasa digunakan untuk bicycle fork , yaitu stainless steel 440C, Al 606i dan Titanium. Pembebanan untuk setiap bicycle fork  dibuat sama yaitu sebesar 700 N untuk arah tegak lurus penampang fork dan 350 N untuk arah parallel dengan penampang forks.  Pada model desain yang dibuat kemudian di analisa lendutan dan tegangan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan hanya Stainless Steel 440 C yang masih bisa digunakan untuk material bicycle fork, ini dilihat dari analisa pugh’s concept termasuk juga analisa kekuatan menahan beban dan deformasi yang terjadi. 
Sistem kendali Solar Tracker Untuk Meningkatkan effisiensi Daya Yatmani, Sri Sri
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.546 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v4i1.354

Abstract

Efisien[PU1]  daya solar tracker  masih sekitar 8,87%, telah banyak dikembangkan bahan panel surya maupun posisi letak panel surya dalam menangkap sinar matahari. Penggunaan solar tracker cukup dikenal  namun belum digunakan secara masif[PU2] , karena tipe tracker membutuhkan energi tambahan untuk menggerakkan modul surya sepanjang hari, dikhawatirkan justru akan menghabiskan energi listrik yang dihasilkan modul surya. Penelitian ini membuat prototype solar tracker dengan mengatur waktu penggerakan modul surya untuk dapat menghasilkan energi total lebih besar dibandingkan modul surya tipe statis. Prototype ini menggunakan papan Arduino Mega 2560 sebagai pengendali dan 4 sensor cahaya LDR (Light Dependent Resistor), digunakan  untuk penyimpanan modul surya  secara otomatis[PU3] , dan 3 motor stepper. Energi total yang dihasilkan dengan tracker sebesar 116383 Joule per jam lebih besar dari energi tipe statis sebesar 103038 Joule per jam. Rata rata rasio efisiensi energi solar dinamis versus energi solar sel statis sebesar 12,95 %, proses penyimpanan modul surya secara otomatis[PU4]  saat tidak ada sinar matahari untuk memperpanjang masa pemakaian panel surya.
Analisa Keausan Pahat pada Pemesinan Bor Magnesium AZ31 Menggunakan Metode Taguchi Ibrahim, Gusri Akhyar
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.692 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v4i1.342

Abstract

Pengeboran (drilling) adalah proses pembuatan lubang dengan cara menekan sebuah mata pahat yang berputar pada benda kerja. Selama proses permesinan terjadi interaksi antara mata bor  dengan benda kerja dimana benda kerja terpotong sedangkan mata bor mengalami gesekan. Gesekan yang dialami pahat berasal dari permukaan geram yang mengalir dan permukaan benda kerja yang telah terpotong, akibat gesekan ini  pahat mengalami aus. Tujuan penelitian ini akan menganalisa umur pakai pahat HSS pada pemesinan bor magnesium AZ31 dan untuk mendukung penelitian tersebut digunakan Metode Taguchi untuk menganalisa pembahsan hasil penelitian. Parameter permesinan bor yang digunakan yaitu; mata bor HSS (hight speed stell) dengan ukuran (10 mm, 12 mm, dan 14 mm), kecepatan putaran (635 Rpm, 970 Rpm, 1420 Rpm) dan menggunakan gerak makan (0,10 mm/rev, 0,18 mm/rev dan 0,24 mm/rev), dengan kedalam potong 50 mm. Pengambilan data keausan pahat dilakukan menggunakan mikroskope digital USB dengan perbesaran 50x. Data keausan pahat dilihat setiap satu kali proses pengeboran dan proses pemesinan akan dihentikan jika mata bor sudah mengalami aus. Umur pahat tertinggi diperoleh pada diameter bor 10 mm dengan kecepatan putaran 635 rpm dan menggunakan gerak makan 0,10 mm/rev yaitu selama 12,74 menit, sedangkan umur pahat terendah diperoleh pada diameter bor 14 mm dengan kecepatan putaran 1420 rpm dan menggunakan gerak makan sebesar 0,18 mm/rev yaitu selama 0,68 menit. Berdasarkan analisys of varian (ANOVA) parameter yang signifikan dalam mempengaruh umur pakai mata bor adalah kecepatan putaran (n). Semakin besar kecepatan putaran (n) maka keausan mata bor akan semakin cepat terjadi, hal tersebut disebabkan karena suhu tinggi yang di hasil dari gesekan antara mata bor dan benda kerja.
Peningkatan Daya Listrik Pada Generator Putaran Rendah Melalui Peningkatan Sifat Magnetik Magnet Permanen Bafe12o19 Andreas, Kevin
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.016 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v4i1.279

Abstract

AbstrakGenerator adalah suatu alat atau sistem yang dapat mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik dan menghasilkan tenaga listrik bolak-balik atau tenaga listrik searah tergantung pada tipe generator. Umumnya magnet yang digunakan pada Generator putaran rendah adalah NdFeB, yang sulit diperoleh unsur-unsur pembentuknya, maka digunakan bahan BaFe12O19 sebagai magnet alternatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh sifat magnetik tertinggi pada BaFe12O19 melalui variasi perlakuan sinter. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode sol-gel, dengan pengujian karakteristik serbuk yaitu permagraph,XRD dan SEM. Parameter yang digunakan yaitu pada temperatur sinter 750ºC, 800ºC dan 850ºC, masing-masing dilakukan selama 8,10,12 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menghasilkan daya listrik yang tinggi pada generator dapat digunakan BaFe12O19 dengan rasio mol              Ba:Fe = 1:12 dengan kondisi temperatur sinter 850°C dan waktu sinter 12 jam. Pada kondisi tersebut dihasilkan energi magnetik terbesar (89,019 T.kA/m) dan serbuk dalam kondisi fasa tunggal (100% BaFe12O19).Kata kunci: Generator, Magnet Permanen, Metode Sol-Gel, BaFe12O19Abstract A generator is a device or system that can convert mechanical power into electric power and produce alternating electric power or electric power in the direction of the type of generator. Generally the magnet used in the low speed generator is NdFeB, which is difficult to obtain by its constituent elements, so BaFe12O19 is used as an alternative magnet. The purpose of this study was to obtain the highest magnetic properties on BaFe12O19 through variations of sintered treatment. The methodology used in this study is using the Sol-Gel Method, by testing powder characteristics, namely Permagraph, XRD and SEM. The parameters used were sintered temperatures of 750ºC, 800ºC and 850ºC, each carried out for 8,10.12 hours. The results showed that BaFe12O19 with a high mol ratio Ba: Fe = 1:12 to produce high electrical power at the generator with conditions sintered 850 ° C and sintered time 12 hours. In this condition, the largest magnetic energy (89,019 T.kA / m) and powder were produced under single phase conditions (100% BaFe12O19).Keywords: Generator, Permanent Magnet, Sol-Gel Method, BaFe12O19