cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Numeracy : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
ISSN : 23550074     EISSN : 25026887     DOI : -
Core Subject : Education,
Numeracy Journal is a journal on mathematics education. The Journal publishes articles comprising on mathematics learning, critical study of mathematics learning, classroom action research research on mathematics curriculum, learning method of mathematic, learning media of mathematic, research on mathematics assessment, and research on the development of mathematics learning.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2017)" : 12 Documents clear
ANALISIS KEKELIRUAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL KALKULUS PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Mik Salmina
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.824 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.261

Abstract

This research is intended to analyze what errors students do in understanding the calculus and causal factors in understanding the calculus in Mathematics Education students. This research uses descriptive method with qualitative approach. The subject of the research is the second semester students of Mathematics Education. The results showed inner kinship. The error is as follows: 1) The error in the sense of integral basic notion; 2) The error in calculating integral indeterminate and integral by using substitution integral; 3) The error in calculating the partial integral and integral trigonometric substitution; And 4) The error in calculating the area and volume of the rotary object by using. The causes of student error in completing the test of integral material mastery are as follows: 1) the student can not distinguish which integral of course and where the integral is indeterminate; 2) students are mistaken in factoring and derivation; 3) erroneous in the concept of partial integral and trigonometric identity properties; And 4) it is erroneous to calculate the area of ​​the integral region above the x-axis and to err in determining the volume of rotating objects rotated as far as 3600 against the x-axis on. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kekeliruan apa saja yang dilakukan mahasiswa dalam memahami kalkulus dan faktor penyebab kekeliruan dalam memahami kalkulus pada mahasiswa Pendidikan Matematika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester II Pendidikan Matematika. Hasil penelitian menyatakan umumnya mahasiswa mengalami kekeliruan dalam menyelesaikan tes penguasaan materi integral. Kekeliruan tersebut adalah sebagai berikut: 1) Kekeliruan dalam memahami pengertian dasar integral; 2) Kekeliruan dalam menghitung integral tak tentu dan integral tentu dengan mengunakan integral subsitusi; 3) Kekeliruan dalam menghitung integral parsial dan integral subsitusi trigonometri; dan 4) Kekeliruan dalam menghitung luas daerah dan volume benda putar dengan mengunakan integral tentu. Adapun penyebab kekeliruan mahasiswa dalam menyelesaikan tes penguasaan materi integral adalah sebagai berikut: 1) mahasiswa tidak dapat membedakan mana integral tentu dan mana integral tak tentu; 2) mahasiswa keliru dalam pemfaktoran dan turunan; 3) keliru dalam konsep integral parsial dan sifat-sifat indentitas trigonometri; dan 4) keliru dalam menghitung luas daerah integral yang berada diatas sumbu x dan keliru dalam menentukan volume benda putar yang diputar sejauh 3600 terhadap sumbu x pada integral tentu. Kata kunci: Kategori kekeliruan dan kalkulus
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING Rifaatul Mahmuzah; Aklimawati
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.587 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.266

Abstract

Developing reasoning skills in the learning process of mathematics is very important because it is one of the main objectives of learning mathematics in schools. Students need reasoning skills to understand mathematical material, relate the material being studied with other materials or with everyday life. Posing problem approach that in the learning process requires students to ask questions and make the solution is expected to improve students' thinking and reasoning abilities. This study aims to examine the improvement of mathematical reasoning ability of students who gain learning through problem posing approach is better than students who obtain conventional learning both overall and student-level. This research used pre-test post-test control group design. The population in this study is all students of class VII SMP IT Al-Azhar Banda Aceh in the academic year 2016/2017. Samples were taken two classes, namely class VII2 as experimental class and class VII1 as control class through random sampling technique. Instruments used to obtain research data in the form of tests of mathematical reasoning ability. The statistical test used to analyze improved mathematical reasoning abilities is a two-track anava test processed using Statistical Package for the Social Science (SPSS) software assistance. The result of the research shows that the improvement of mathematical reasoning ability of students who get the learning through problem posing approach is better than students who get conventional learning either whole or student level. Abstrak Mengembangkan kemampuan penalaran dalam proses pembelajaran matematika sangat penting dilakukan karena merupakan salah satu tujuan utama dari pembelajaran matematika di sekolah. Siswa memerlukan kemampuan penalaran untuk memahami materi matematika, mengaitkan materi yang sedang dipelajari dengan materi lainya ataupun dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan problem posing yang dalam proses pembelajarannya mengharuskan siswa untuk mengajukan soal serta membuat penyelesaiannya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan bernalar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengkaji peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran melalui pendekatan problem posing lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional baik secara keseluruhan maupun berdasarkan level siswa. Penelitian ini menggunakan desain pre-test post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP IT Al-Azhar Banda Aceh pada tahun pelajaran 2016/2017. Sampel diambil dua kelas yaitu kelas VII2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII1 sebagai kelas kontrol melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data penelitian berupa tes kemampuan penalaran matematis. Uji statistik yang digunakan untuk mengalisis peningkatan kemampuan penalaran matematis adalah uji anava dua jalur yang diolah menggunakan bantuan software Statistical Package for the Social Science (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran melalui pendekatan problem posing lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional baik secara keseluruhan maupun berdasarkan level siswa. Kata kunci: Pendekatan Problem Posing, Kemampuan Penalaran Matematis
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BOLA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN APS DI SMP MUHAMMADIYAH BANDA ACEH Nuralam
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.834 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.268

Abstract

The process of learning mathematics tends to be less satisfactory, because the activity is done in monotonous and teacher-centered so that student learning result is not optimal. This study aims to find out about the learning outcomes, the level of mastery of learning and student responses in learning the ball material through cooperative learning model type NHT with APS. This research uses pre experimental research with one pretest-posttest design. The samples were obtained by total sampling technique from class IX as many as 25 people. The research instruments are test of learning result and student response questionnaire. The data analysis technique using t-test analysis and percentage technique. The result of the research based on the test shows that the students 'mathematics learning result is increased and the students are complete in learning as well as the students' learning response in positive category. Abstrak Proses pembelajaran matematika cenderung kurang memuaskan, karena kegiatan tersebut dilakukan secara monoton dan berpusat pada guru sehingga hasil belajar siswa tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hasil belajar, tingkat ketuntasan belajar dan respon siswa dalam belajar materi bola melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan APS. Penelitian ini menggunakan penelitian pra eksperimen dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik total sampling dari kelas IX sebanyak 25 orang. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar dan angket respon siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis uji t dan teknik prosentase. Hasil penelitian berdasarkan tes menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa meningkat dan siswa tuntas dalam belajar serta respon siswa belajar dalam kategori positif. Kata kunci: Hasil Belajar Matematika, Bola, Model Pembelajaran Koperatif, Tipe NHT, Alat Peraga Matematika
PENERAPAN PENDEKATAN PROBLEM POSSING DALAM UPAYA MENINGKATKAN SELF CONFIDANCE CALON GURU MATEMATIKA UNIVERSITAS SAMUDRA Anwar; Muhammad Zaki
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.72 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.270

Abstract

The teachers candidates are people being prepared into a teacher. Although the teacher candidates has been equipped with various science teacher and a set of teacher skills, it is possible they still have less confidence in the ability that has been owned, especially self confidence. This study aims to find out how to improve self-confidence of teachers candidates and learning outcomes in understanding mathematics through the application of problem posing approach. This research uses eksperiment research with quantitative approach. The main data in this research are test result of learning, observation result of student activity, and questionnaire to student of mathematics education program. subject peneliannya is a student of mathematics education semester four. The results show that there is an increase in self confidance and understanding of mathematical concepts of prospective teachers through approach possing problems are applied by forming small groups consisting of two to three; guiding teachers candidates to create a conducive learning; providing motivation; assigning tasks at the end of each lesson; asking one of the teachers candidates to present their tasks, every teacher candidates is required to make a problem / issue and the answer which will then be given to his friends to solve it, and provide exercises or quizzes at the beginning of the lesson or at the end of each learning session. Every aspect of Self Confidance has increased, and overall average aspect improvement is 42.3%. Abstrak Calon guru adalah orang sedang dipersiapkan menjadi seorang guru. Walaupun calon guru tersebut telah dibekali berbagai ilmu keguruan dan seperangkat keterampilan keguruan, tidak tertutup kemungkinan mereka masih memiliki kepercayaan diri yang kurang terhadap kemampuan yang telah dimiliki khususnya kepercayaan diri (self-confidence). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kepercayaan diri calon guru dan hasil belajar matematika melalui penerapan pendekatan problem posing. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Data utama dalam penelitian ini berupa tes hasil belajar, hasil observasi aktivitas mahasiswa, dan angket terhadap mahasiswa prodi pendidikan matematika. subjek peneliannya adalah mahasiswa Pendidikan matematika semester 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan self confidance dan pemahaman konsep matematika calon guru melalui pendekatan problem possing yang diterapkan dengan cara membentuk kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 2-3, membimbing calon guru agar terciptanya suasana pembelajaran/ diskusi yang kondusif; memberikan motivasi, memberikan tugas disetiap akhir pembelajaran, menyuruh salah satu calon guru untuk mempresentasikan tugasnya, setiap calon guru diwajibkan membuat soal/ mengajukan masalah beserta jawabannya yang kemudian akan diberikan kepada teman-temannya untuk menyelesaikannya, dan memberikan latihan atau kuis pada awal pembelajaran atau di akhir pembelajaran disetiap pertemuan. Setiap aspek Self Confidance mengalami peningkatan, dan secara keseluruhan rata-rata aspek peningkatan yaitu 42,3%. Kata kunci: Calon Guru, Self-Konfidence,konsep matematika, Problem Posing
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Riki Musriandi; Ferlya Elyza
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.355 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.274

Abstract

This study aimed to determine whether there is a significant effect on improving students' mathematical problem solving abilities by using Group Investigation learning model. This was experimental research with quasi-experimental and the research design was one-pretest posttest design. The sample in this study was the students of class IX SMP Negeri 1 KutaBaro Aceh Besar. The data collection techniques were test and non test, observation and documentation. The used instruments were test, questionnaires and observation sheets. The analysis technique was quantitative and descriptive data. The result of this research are (1) the mean of the improvement of students’ mathematical problem solving abilities is 0.30, it is in the medium category, (2) the average of students' response to group investigation model is 3.75 with good criteria, and (3) the significant between study group investigation model and improvement of students' mathematical problem solving ability. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation.Bentuk penelitian adalah eksperimen dengan pendekantan kuasi eksperimen dan desain penelitian one group pretest posttest design.Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kuta Baro Aceh Besar.Teknik pengumpulan data adalah tes dan non tes, observasi serta dokumentasi.Instrumen yang digunakan soal tes, angket dan lembar observasi.Teknik analisis yaitu data kuantitatif dan deskriptif.Hasil temuan dalam penelitian adalah (1) rerata peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa adalah 0,30 berada pada kategori sedang, (2) rerata respon siswa terhadap model pembelajaran group investigation adalah 3,75 dengan kriteria baik, dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran group investigationdengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kata kunci: Model Pembelajaran Group Investigation, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN OLEH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA BANDA ACEH Rimilda
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.663 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.276

Abstract

The development of Information and Communication Technology (ICT) or Information and Communication Technology (ICT) in the last few decades has been running very fast. Today's technology has become an important tool in learning mathematics. The formulation of the problem in this research is how the use of learning technology by students of Mathematics Education Department STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh? The approach in this research uses qualitative approach and descriptive research type. Intake of research subjects using purposive technique. Subjects in this study are students of Mathematics Education Department STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh who sits in semester 6 amounted to five students who are taking media and mathematics learning technology courses .The conclusion of this research that is 1) Utilization of mathematics learning technology by students of mathematics education department STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh has been done with the maximum. This is because the availability of technology facilities on campus is adequate. 2) Research subjects using learning technology in the form of laptop, infokus, and computer. Laptops and computers have been installed with supporting applications such as software that can be used in learning mathematics. The software used is Just basic and Mathlab. Abstrak Perkembangan Information and Communication Technology (ICT) atau Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam beberapa dekade terakhir berjalan sangat cepat. Teknologi saat ini telah menjadi alat penting dalam pembelajaran matematika. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan teknologi pembelajaran oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh? Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Pengambilan subyek penelitian menggunakan teknik purposif. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh yang duduk di semester 6 berjumlah lima orang mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah media dan teknologi pembelajaran matematika.. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu 1) Pemanfaatan teknologi pembelajaran matematika oleh mahasiswa program studi pendidikan matematika STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh sudah dilakukan dengan maksimal. Hal ini dikarenakan ketersediaan fasilitas teknologi di kampus sudah memadai. 2) Subyek penelitian menggunakan teknologi pembelajaran berupa laptop, infokus, dan komputer. Laptop dan komputer sudah di instal dengan aplikasi penunjang seperti Software yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika. Software yang digunakan yaitu Just basic dan Mathlab. Kata kunci: Pemanfaatan, Teknologi Pembelajaran
UJI KEVALIDAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PBLPR MATERI PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN DISPOSISI MATEMATIK DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Aprian Subhananto
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.653 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.277

Abstract

This study aims to determine the characteristics of learning mathematics using PBLPR (Problem Based Learning with Realistic Approach), and produce a valid learning tool PBLPR. The subjects of this research are grade 4th students of primary school. The data obtained from the results of the research data qualitative device tested with expert validation. Basically, this research is the development of learning tools to produce: (1) learning that has characteristics of orientation related problems in everyday life, organizing students to examine realistic problem solving, cooperative planning, investigation, data collection and experimentation of realistic problem solving, hypothesis development , explanation, and providing realistic solutions to problem solving by students. (2) instructional devices are valid by expert. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui karakteristik pembelajaran matematika menggunakan PBLPR (Problem Based Learning dengan Pendekatan Realistik), dan menghasilkan perangkat pembelajaran PBLPR yang valid. Subyek ujicoba penelitian ini adalah siswa kelas IV sekolah dasar. Data hasil penelitian diperoleh dari data kualitatif perangkat yang diuji dengan validasi ahli. Pada dasarnya penelitian ini merupakan pengembangan perangkat pembelajaran menghasilkan: (1) pembelajaran yang mempunyai karakteristik adanya orientasi permasalahan terkait dalam kehidupan sehari-hari, pengorganisasian siswa untuk meneliti pemecahan masalah realistik, perancanaan kooperatif, investigasi, pengumpulan data dan eksperimentasi pemecahan masalah realistik, pengembangan hipotesis, penjelasan, dan pemberian solusi pemecahan masalah realistik oleh siswa. (2) perangkat pembelajaran valid menurut pakar. Kata kunci: Validitas, Problem Based Learning, Pendekatan Realistik, Disposisi Matematik (DM), Kemampuan Pemecahan Masalah (KPM)
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENEMUKAN POLA BARISAN DAN DERET ARITMATIKA Rahmat
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.280

Abstract

One of the material that has connectivity with matematika everyday life line and Deret Aritmatika, aritmetika line material and material that deret is tested in each test in perguruan tinggi and in applying jobs. The concept of material Line and this often deret Aritmatika students experiencing difficulty in breaking down a problem in answering the question and the question of matematis given. To overcome the problem, Then needed an innovative matematika pembejaran model. One model that can measure the capabilities of breakage of floor matematis is a model of discovery learning. The objective of this review was to determine the ability of the breakage problems matematis with the model of discovery learning in find the pattern lines and deret aritmetikan. In this study using qualitative research i.e. research procedures to memehami phenomena that produce descriptive data. The subject of this research is the grade XI MAN 5 Pidie. Data-collecting instruments in the form of problem-solving ability test in the menemuka pattern of rows and individual test in the form of arithmetic derat mampun worksheets, sheet group observation, question form and guidelines for the interview. From the results of this research, after learning of Mathematics with applied model of discovery learning in mind that mathematical Solving Abilities students increase comprehension of concepts in discovering the concept of sequence and sequence of arithmetic. Students demonstrating a positive attitude with the method of the invention of social interactions. Based on the research, discovery learning methods are highly recommended to find rows and rows of arithmetic. Abstrak Salah satu materi dalam matematika yang mempunyai keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari adalah Barisan dan Deret Aritmatika, materi barisan dan deret aritmetika merupakan materi yang diuji dalam setiap tes masuk perguruan tinggi maupun dalam melamar pekerjaan. Konsep materi Barisan dan deret Aritmatika ini sering kali siswa mengalami kesulitan dalam pemecahan masalah matematis dalam menjawab soal soal yang diberikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Maka diperlukan suatu model pembejaran matematika yang inovatif. Salah satu model yang dapat mengukur tingkat kemampuan pemecahan matematis adalah model discovery learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis dengan mengunakan model discovery learning dalam menemukan pola barisan dan deret aritmetikan. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yaitu prosedur penelitian untuk memehami fenomena yang menghasilkan data deskriptif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN 5 Pidie. Instrumen pengumpul data berupa soal tes kemampuan pemecahan masalah dalam menemuka pola barisan dan derat aritmetika berupa tes individu mampun lembar kerja kelompok, lembar observasi, angket dan pedoman wawancara. Dari hasil penelitian ini, setelah diterapkan pembelajaran matematika dengan model discovery learning diketahui bahwa Kemampuan Pemecahan matematis siswa meningkatkan pemahaman konsep dalam menemukan konsep barisan dan deret aritmetika. Siswa menujukan sikap positif dengan metode penemuan terbimbing. Berdasarkan penelitian, metode discovery learning sangat direkomendasikan untuk menemukan pola barisan dan deret aritmetika. Kata kunci: Kemampuan Pemecahan, Discovery Learning, Pola Barisan dan Deret Aritmatika
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PROBLEM SOLVING PADA MATERI STATISTIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS XI: (Uji Coba di SMAN 12 Banda Aceh) Siska Yulianti Maulia; Fitriati; Rita Novita
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.171 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.282

Abstract

The purpose of this research is (1) generates Student worksheet (LKS) based problem solving on statistical material for high school students based on the model of developing Plomp, and (2) know the quality is LKS as seen from the aspect of kevalidan, effectiveness, and practicality is LKS on the material Statistics that correspond to the problem solving approach to high school students. This research is research development that consists of 3 stages, namely the stage of Early Investigas, stage Design, phase Realization/construction, the stage of the test, evaluation and Revision and stages of implementation. Activities at this stage of the analysis in the form of condition of the students analysis, analysis of the condition of the school, and the analysis of competence. Stage of the test, evaluation and Revision contains a limited trial activity is LKS in the Statistical material learning in class XI IPA 2, SMAN 12 Banda Aceh. The resulting research is LKS as bersimateri stats with problem-solving approach (problem solving) for high school students. The resulting quality is LKS as follows: (1) is LKS as valid Criteria with an average tally score assessment by experts of 4.65. (2) is LKS as developed for practical use in learning. This is apparent from an average score of 95% of teacher assessment. (3) is LKS as developed effective use in learning. It can be seen from the score of the average value of test results of study 4,1. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) menghasilkan LKS berbasis problem solving pada materi statistika untuk siswa SMA berdasarkan model pengembangan Plomp, dan (2) mengetahui kualitas LKS dilihat dari aspek kevalidan, keefektifan,dan kepraktisan LKS pada materi Statistika yang sesuai dengan pendekatan problem solving untuk siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang terdiri dari 3 tahap yaitu Tahap Investigas Awal (Preliminary Investigation), Tahap Perancangan (Design), Tahap Realisasi/Konstruksi (Realization/Construction), Tahap Tes, Evaluasi dan Revisi (Test, Evaluation and Revision) dan Tahap Implementasi (implementation). Kegiatan pada tahap analisis berupa analisis kondisisiswa, analisis kondisi sekolah, dan analisis kompetensi. Tahap Tes, Evaluasi dan Revisi berisi kegiatan uji coba terbatas LKS dalam pembelajaran materi Statistika di kelas XI IPA 2, SMAN 12 Banda Aceh. LKS yang dihasilkan penelitian ini bersimateri statistik dengan pendekatan pemecahan masalah (problem solving) untuk siswa SMA. Kualitas LKS yang dihasilkan sebagai berikut: (1) Kriteria LKS valid dengan rata-rata perolehan skor penilaian oleh ahli sebesar 4,65.(2) LKS yang dikembangkan praktis digunakan dalam pembelajaran. Hal ini terlihat dari rata-rata skor penilaian guru sebesar 95%.(3) LKS yang dikembangkan efektif digunakan dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata nilai tes hasil belajar sebesar 4,1. Kata kunci: LKS Berbasis Problem Solving, Problem Soving, Penelitian Pengembangan
MENGIDENTIFIKASI BILANGAN PRIMA-SEMU (PESUDOPRIME) DALAM PENGUJIAN PRIMALITAS MENURUT TEOREMA KECIL FERMAT MENGGUNAKAN MATHEMATICA Ega Gradini
Jurnal Numeracy Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.379 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v4i2.283

Abstract

Primalitas is a test process to test whether an integer n is a prime number or a composite. Some test primalitas like Fermat's test, Miller-Rabin, and Lucas-Lehmer test for primalitas which is a probabilistic relative outcomes more accurately and quickly than deterministic tests, could give a false prime number/pseudo, known with a pseudoprime. For melaksanakanpengujian, the researchers formulate Fermat's Little Theorem then algorithm the algorithm coded in Mathematica (version 8.0). Application of algorithm of Fermat's Little Theorem and Euler's Theorem leads to the concept of prima pseudo (pseudoprime). By using the software Mathematica 8.0, found large number of primes ≤ 10,000 is 1229. Then by dividing n (psp) at 1229. the percentage of pseudo-prime on each base of gathered. On the primes ≤ 10,000, 2 ≤ a ≤ 20, base 8 generate the highest amount of pseudoprime, namely achieving 5.70%, while the number of lowest pseudoprime (1.22%) generated by the base 7. Though prima pseudo-not too much, but it's not quite rare to be ignored, given the prima-pseudo is one of Fermat's Little Theorem implications. Abstrak Uji primalitas adalah proses untuk menguji apakah bilangan bulat n merupakan bilangan prima atau komposit. Beberapa uji primalitas seperti tes Fermat, Miller-Rabin, dan Lucas-Lehmer yang merupakan uji primalitas probabilistik memberikan hasil yang relatif lebih tepat dan cepat daripada uji deterministik, berpeluang memberikan bilangan prima palsu/semu, dikenal dengan pseudoprime. Untuk melaksanakanpengujian, peneliti merumuskan algoritma Teorema Kecil Fermat lalu algoritma dikodekan dalam Mathematica (versi 8.0). Penerapan algoritma Teorema Little Fermat dan Teorema Euler tersebut mengarah pada konsep prima semu (pseudoprime). Dengan menggunakan perangkat lunak Mathematica 8.0, ditemukan banyaknya bilangan prima ≤10.000 adalah 1229. Kemudian dengan membagi n (psp) pada 1229, persentase pseudo-prime pada setiap basis dikumpulkan. Pada bilangan prima ≤10.000, 2≤a≤20, basis 8 menghasilkan jumlah pseudoprime tertinggi, yaitu mencapai 5,70%, sedangkan jumlah pseudoprime terendah (1,22%) dihasilkan oleh basis 7. Meski prima-semu tidak terlalu banyak, tapi tidak cukup langka untuk diabaikan, mengingat prima-semu merupakan salah satu implikasi Teorema Kecil Fermat. Kata kunci: Uji primalitas, Fermat, Pseudoprime, Mathematica, Bilangan Prima

Page 1 of 2 | Total Record : 12