cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Numeracy : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
ISSN : 23550074     EISSN : 25026887     DOI : -
Core Subject : Education,
Numeracy Journal is a journal on mathematics education. The Journal publishes articles comprising on mathematics learning, critical study of mathematics learning, classroom action research research on mathematics curriculum, learning method of mathematic, learning media of mathematic, research on mathematics assessment, and research on the development of mathematics learning.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2019)" : 15 Documents clear
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN TIPE STAD TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA MTs Nuralam; Noera Khalidah
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.73 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.422

Abstract

Mathematical problem solving skills of students are still low because of lack of student involvement in the learning process. One alternative to improve this is by teaching the students the problem-based learning models with of the STAD type. This study aimed to describe teacher activity, student activity, student response, and improvement of students' problem solving skills learned through the problem-based learning model with the STAD type. This study used classroom action research with the subjects included the students in class VIIIB MTsN 1 Pidie. Data were collected by observation, tests and response questionnaire. The data were than analyzed by using quantitative descriptive statistics. The results of the study showed that the teacher activity had an average 83% or in the good category, the students’ activities during learning were in the active category, the students’ responses had an average of 2.92 or in the positive category, and students’ problem solving skills had increased. Therefore, it can be concluded that the problem-based learning model with the STAD type was effective and successful in improving the students’ mathematical problem solving skills. Abstrak Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa masih rendah karena kurang keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Salah satu alternatif agar keefektifan ditingkatkan melalui model pembelajaran berbasis masalah dengan tipe STAD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas siswa, respon siswa dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran berbasis masalah dengan tipe STAD. Penelitian ini menggunakan tindakan kelas dengan subjek yang diteliti kelas VIIIB MTsN 1 Pidie. Pengumpuan data melalui observasi, tes dan angket respon. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh setelah membelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan tipe STAD bahwa aktivitas guru rerata sebesar 83% dalam kategori baik, aktivitas siswa selama pembelajaran dalam kategori aktif, respon siswa rerata sebesar 2,92 dalam kategori positif, dan kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat. Oleh karena itu disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dengan tipe STAD efektif secara proses dan hasil dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Kata kunci: Kemampuan matematika, kemampuan pemecahan masalah, model pembelajaran, model pembelajaran berbasis masalah dengan tipe STAD
PENERAPAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA PMTK IAIN BUKITTINGGI Pipit Firmanti; Fauzi Yuberta
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.267 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.423

Abstract

Education aims to educate the next generation of the progress of a nation. Quality teachers will form a smart generation. The faculty of tarbiyah IAIN Bukitinggi is an institution that prints teacher graduates. Therefore, prospective teacher students especially in mathematics education (ME) need to be prepared for their competence to become professional teachers. One of them is by implementing Lesson Study in the Micro Teaching class. This research is a qualitative-descriptive. The instruments used are the observation method with the competency scoring rubric for preparing lesson plans and teaching skills. This research was conducted on ten participants who took microteaching courses. The application of lesson study to prospective teacher students in the microteaching class is carried out according to the stages in Lesson Study, namely plan, do, and see. The results of the study showed that the competency in preparing lesson plan and the teaching ability of prospective teacher students in the microteaching class experienced an increase in the average value. This is also supported by the response of prospective teacher students about the highest implementation of Lesson Study in the LS item can improve the skills of opening and closing lessons by 37 or 92.5%. The lowest score found in LS items can improve the skill of compiling assessment instruments by 27 or 67.5%. Abstrak Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan generasi penerus demi kemajuan suatu bangsa. Guru yang memiliki kompetensi bagus akan berperan dalam pembentukan generasi cerdas. Fakultas Tarbiyah IAIN Bukitinggi merupakan salah satu kampus yang mencetak lulusan keguruan. Oleh karena itu, mahasiswa calon guru khususnya program studi pendidikan matematika (PMTK) perlu diberikan pembekalan untuk menjadi guru yang profesional.Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan Lesson Study pada kelas Micro Teaching. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif yang menggunakan instrumen berupa observasidan rubrik penskoran kompetensi menyusun RPP serta kemampuan mengajar. Penelitian ini dilakukan pada sepuluh orang mahasiswa calon guru matematika yang mengambil mata kuliah micro teaching di IAIN Bukittinggi. Penerapan lesson study pada mahasiswa PMTK di kelas microteaching dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu plan,do, dan see. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi menyusun RPP dan kemampuan mengajar mahasiswa calon guru di kelas microteaching mengalami peningkatan nilai rata-rata. Hal ini juga didukung oleh respon mahasiswa calon guru tentang penerapan Lesson Study tertinggi terdapat pada item LS dapat meningkatkan keterampilan membuka dan menutup pelajaran sebesar 37 atau 92,5 %. Skor terendah terdapat pada item LS dapat meningkatkan keterampilan menyusun instrumen penilaian sebesar 27 atau 67,5 %. Kata kunci: Lesson Study, Kemampuan Mengajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BENTENGAN MATEMATIKA YANG DIPADUKAN DENGAN STRATEGI RQS Midya Yuli Amreta
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.424

Abstract

This study aims to produce learning media with mathematics that are valid, practical, and effective mathematics subjects for grade IV elementary school material integer counting operations which include multiplication, division, addition, and subtraction developed and taught through the RQS strategy (Read-Question- Summary). This type of research is development research. The development model used is the 4-D (Four-D Model) model of development results tested by the One Group Pretest-Postest Design design. The results showed that: (1) the results of the validation of learning media with mathematics by the validator showed that the mathematics learning media were valid and feasible to use, (2) the application of learning media to mathematics supports learning activities, this was based on: (a) Implementation of good lesson plans (the average for grades IV-A and VI-B is 3.64 and 3.49) with a maximum score of 4; (b) barriers that occur in the learning process to overcome good by the teacher with several solutions; (c) students' response to learning is positive (the average percentage of students interested in learning is 97%; (d) all students complete their learning outcomes individually or classically, all students are in the same way as individuals with a class average of 97.33 in class IV-A and 94 , 2 in class VB, while the classical completeness is completed with a percentage of 100%. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran bentengan matematika yang valid, praktis, dan efektif mata pelajaran matematika untukkelas IV Sekolah Dasar materi operasi hitung bilangan bulat yang meliputi perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan yang dikembangkan dan dibelajarkan melalui strategi RQS(Read-Question-Summary). Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D (Four-D Model) hasil pengembangan diuji dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Postest Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil validasi media pembelajaran bentengan matematika oleh validator menunjukkan bahwa media pembelajaran bentengan matematika valid dan layak digunakan, (2) penerapan media pembelajaran bentengan matematika menunjang kegiatan pembelajaran, hal ini didasari oleh: (a) Keterlaksanaan RPP baik (rata-rata pada kelas IV-A dan VI-B adalah 3,64 dan 3,49) dengan skor maksimal adalah 4; (b) hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses pembelajaranmampudiatasibaik oleh guru denganbeberapasolusi; (c) respon siswa terhadap pembelajaran adalah positif (persentase rata-rata siswa yang tertarik dengan pembelajaran adalah 97%; (d) semua siswa tuntas hasil belajarnya secara individual maupun klasikal,semuasiswatuntassecaraindividudengan rata-rata kelas97,33 pada kelas IV-A dan 94,2 pada kelas V-B. Sedangkanketuntasanklasikalpada tuntasdenganpersentase 100%. Kata kunci: Media Pembelajaran Bentengan Matematika, Strategi RQS (Read-Question-Summary), Hasil Belajar Kognitif
PROSES BERPIKIR MATEMATIS MAHASISWA STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA DALAM MEMECAHKAN MASALAH ESTIMASI Ahmad Nasriadi; Intan Kemala Sari
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.425

Abstract

Mathematical problems in everyday life we ​​find many that are related to estimates. The problem does not ask for an exact answer, but an estimate accompanied by logical reasons. Knowledge estimation can be used to control the truth of an answer and the occurrence of misconceptions. One important aspect that must be known to be able to see how well mastery of one's estimation ability is by looking at the person's thinking process when estimating. The thought process can be seen by making someone think then being asked to tell what happened in his mind. This study aims to describe the mathematical thinking process of students of STKIP Bina Getsempena Nation in solving estimation problems. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The research subjects were two students who were selected based on a math ability test. Data retrieval is done through the provision of test questions in the form of estimation problem solving tasks and interviews. Based on data analysis, it can be concluded that the subject's mathematical thinking process belongs to the Assimilation category when understanding the problem, and enters into the category of accommodation mathematical thinking processes when planning problem solving, implementing problem solving plans, and re-examining the results of problem. Abstrak Masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai yang berkaitan dengan estimasi. Pada masalah tersebut tidak meminta suatu jawaban eksak, tetapi suatu perkiraan yang disertai alasan logis. Pengetahuan estimasi dapat digunakan untuk mengontrol kebenaran suatu jawaban dan terjadinya miskonsepsi. Salah satu aspek penting yang harus diketahui untuk dapat melihat sejauh mana penguasaan kemampuan estimasi seseorang dengan baik adalah dengan melihat proses berpikir orang tersebut pada saat melakukan estimasi. Proses berpikir tersebut dapat dilihat dengan membuat seseorang berpikir kemudian diminta untuk menceritakan yang terjadi dalam pikirannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses berpikir matematis mahasiswa STKIP Bina Bangsa Getsempena dalam memecahkan masalah estimasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah dua mahasiswa yang dipilih berdasarkan tes kemampuan matematika. Pengambilan data dilakukan melalui pemberian soal tes berupa tugas pemecahan masalah estimasi dan wawancara. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa proses berpikir matematis subjek termasuk kategori Asimilasi saat memahami masalah, dan masuk pada kategori proses berpikir matematis akomodasi saat merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan memeriksa kembali hasil pemecahan masalah. Kata kunci: Proses berpikir matematis, kemampuan estimasi, pemecahan masalah estimasi
STUDENTS’ ANXIETY TOWARDS MATHEMATICS Khairatul Ulya; Nurlaila Fazraini; Dahliana Lubis
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.417 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.426

Abstract

This article is a liteature review focuses on students’ mathematical anxiety and its influence on students’ daily lives includin fear, anxiety, panic, lack of confidence, uncomfortable situation. Review analysis result showed that there are some physiological components that disturbing students’ anxiety and there are eight solutions to decrease mathematical anxiety, namely providing rational understanding, instilling a sense of self-confidence, eliminating negative assumptions about mathematics, learning is conducted by various methods, prioritizing concepts, making learning fun, inserting mathematics in everyday conversation, and instilling a sense of responsibility in students. Furthermore, mathematical anxiety can be influenced by many factors, one of which is fear of mathematics. As a result, this will certainly disrupt the teaching and learning process and the concentration of students that have an impact on student learning outcomes. Abstrak Artikel ini merupakan review literatur tentang kecemasan matematika pada siswa serta pengaruhnya terhadap kehidupan yang meliputi beberapa gejala, yaitu rasa takut, gelisah, panik, kurang percaya diri, tidak merasa nyaman. Hasil analisis review literature menunjukka bahwa terdapat beberapa komponen penyebab terganggu fisiologis siswa yang mengalami kecemasan serta delapan solusi untuk mengatasi kecemasan matematika yaitu memberikan pemahaman secara rasional, menanamkan rasa kepercayaan diri, menghilangkan anggapan negatif terhadap matematika, pembelajaran dilakukan dengan berbagai macam metode, mengutamakan konsep, jadikan pembelajaran menyenangkan, menyisipkan matematika pada pembicaraan sehari-hari, dan menanamkan rasa tanggung jawab pada siswa siswa itu sendiri. Lebih lanjut kecemasan kecemasan matematika dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya yaitu ketakutan terhadap pelajaran matematika. Akibatnya, hal tersebut tentu akan mengganggu proses belajar mengajar serta konsentrasi siswa yang berdampak pada hasil belajar siswa. Kata kunci: Kecemasan Siswa, Matematika, Hasil Belajar
HUBUNGAN BERPIKIR KREATIF DAN SOFTSKILL TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UMSU Nur ‘Afifah; Suvriadi Panggabean
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.653 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.431

Abstract

This study aims to determine whether there is a significant relationship between creative thinking and entrepreneurial learning achievement, a significant relationship between soft skills and entrepreneurial learning achievement, a significant relationship between creative thinking and soft skills on entrepreneurial learning achievement. The research method used is descriptive correlational method. The number of samples taken randomly from the whole population is 2 classes consisting of 80 people. Data collection of creative and soft thinking variables using a closed questionnaire, while entrepreneurial learning achievement of students using multiple choice tests. Questionnaires and tests are given to the sample, after the instrument is first tested, then analyzed. In testing statistical analysis for the validity of hypothesis testing obtained for creative thinking and entrepreneurial learning achievement Lhitung = 0.0947, for soft skills and learning achievement entrepreneurship in Lhitung = 0.0981. After comparing with Ltabel which is 0.0991 then obtained Lhitung <Ltabel which means that all three data come from populations that are normally distributed. The results of the analysis using regression analysis and multiple correlation techniques indicate that there is a relationship between creative and soft skills with entrepreneurial learning achievement with a correlation coefficient of 0.746 with R2 determination index of 0.5565 which means 55.65% of entrepreneurial learning achievement is influenced by creative thinking and soft skill. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara berpikir kreatif dengan prestasi belajar kewirausahaan, hubungan yang signifikan antara softskill dengan prestasi belajar kewirausahaan, hubungan yang signifikan antara berpikir kreatif dan softskill terhadap prestasi belajar kewirausahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif korelasional. Jumlah sampel yang diambil secara acak dari keseluruhan populasi adalah sebanyak 2 kelas yang terdiri dari 80 orang. Pengumpulan data variabel berpikir kreatif dan softskill menggunakan angket tertutup, sedangkan prestasi belajar kewirausahaan siswa menggunakan tes pilihan berganda. Angket dan tes diberikan kepada sampel, setelah terlebih dahulu dilakukan ujicoba instrumen, kemudian dianalisis. Dalam pengujian analisis statistik untuk keabsahan pengujian hipotesis diperoleh untuk berpikir kreatif dan prestasi belajar kewirausahaan Lhitung = 0,0947, untuk softskill dan prestasi belajar kewiruasahaan Lhitung = 0,0981. Setelah dibandingkan dengan Ltabel yang besarnya 0,0991 maka didapat Lhitung < Ltabel yang berarti bahwa ketiga data berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Hasil analisis dengan menggunakan teknik analisis regresi dan korelasi ganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan berpikir kreatif dan softskill dengan prestasi belajar kewirausahaan dengan koefisien korelasi sebesar 0,746 dengan indeks determinasi R2 sebesar 0,5565 yang berarti 55,65% dari prestasi belajar kewirausahaan dipengaruhi oleh berpikir kreatif dan softskill. Kata kunci: Berpikir Kreatif, Softskill, Prestasi Belajar, Kewirausahaan
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING Mirunnisa
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.954 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.434

Abstract

Mathematics has an important role in the development of science, because mathematics is a science with regard to ideas, structures and relationships are arranged logically associated with abstract concepts. Students will understand the mathematical concepts when students have high mathematical reasoning abilities. But in reality the reasoning skills of students is still relatively low. Reasoning skills students can be grown if students are given the opportunity to rediscover the mathematical concepts learned. One model of learning that can improve the ability of reasoning is discovery learning, because this model will help the students to understand and analyze the decision-making process in its findings. This study aims to: 1) determine an increase in the ability of mathematical reasoning with models of discovery learning, 2) understand the interaction between learning models and grouping of students to increase the ability of mathematical reasoning. This study was an experimental study with pretest-posttest study design group design. The study population throughout the class X SMA Negeri 1 Peukan Pidie with samples of class X 5 (experimental class) and class X 4 (control group). The data collection was done by using reasoning ability tests. Data were analyzed using ANOVA two lanes with α = 5%. Based on the results of data analysis can be concluded that: 1) increase the ability of students taught mathematical reasoning with models of discovery learning is better than being taught by conventional. 2) there is no interaction between the learning model and student level to the improvement of mathematical reasoning abilities. Abstrak Matematika memiliki peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan, karena matematika merupakan ilmu yang berkenaan dengan ide-ide, struktur-struktur dan hubungan-hubungan yang secara logis yang berkaitan dengan konsep-konsep yang abstrak. Siswa akan lebih dapat meningkat memahami matematika apabila siswa telah mempunyai kemampuan penalaran matematis. Namun kenyataannya kemampuan penalaran siswa masih tergolong rendah. Salah satu model yang dapat meningkatkan kemampuan penalaran siswa adalah model discovery learning. Penalaran siswa dapat ditumbuhkan jika siswa aktif dalam kegiatan menemukan kembali konsep sehingga dapat memotivasi siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk:1) mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis dengan model discovery learning, 2) mengetahui interaksi antara model pembelajaran dan pengelompokan siswa terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian pretest-postes group design. Populasi penelitian seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Peukan Pidie dengan sampel kelas X5 (kelas eksperimen) dan kelas X4 (kelas kontrol). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan uji ANAVA dengan α=5%. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: 1) peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang diajarkan dengan model discovery learning lebih baik dari pada yang diajarkan dengan konvensional. 2) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan level siswa terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematis. Kata kunci: Kemampuan penalaran matematis, Model Discovery Learning
APLIKASI MODEL STATISTIKA INFERENSIA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA EKONOMI Rahmattullah
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.755 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.437

Abstract

This study aims to observe the application of inferencing statistical models in economic mathematics learning. The data used are panel data consisting of 6 zones, namely the central, north, east, southeast, south and west zones in the Aceh Province in 2010-2016. The method used is panel data regression with the selection between the Commond Pool Model, Fixed Effect Model or Random Effect Model. The results obtained from the three models are pool, fixed and commond effect that the fixed effect model is quite good in explaining the economic growth of strategic areas in Aceh Province. Another important finding in this study is the Human Development Index (HDI) does not affect economic growth both in conditions of intra and inter-zone development disparities. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengamati aplikasi model statistika inferensia dalam pembelajaran matematika ekonomi. Data yang digunakan adalah data panel yang terdiri dari 6 zona yaitu zona pusat, utara, timur, tenggara, selatan dan barat di Provinsi Aceh tahun 2010-2016. Metode yang dipakai adalah regresi data panel dengan pemilihan diantara Pool Commond Model, Fixed Effect Model atau Random Effect Model. Hasil yang diperoleh menunjukkan dari ketiga model yaitu pool, fixed dan commond effect bahwa model fixed effect cukup baik dalam menjelaskan pertumbuhan ekonomi kawasan strategis di Provinsi Aceh. Temuan penting lain dalam penelitian ini adalah Indek Pembangunan Manusia (IPM) tidak menpengaruhi pertumbuhan ekonomi baik dalam kondisi kesenjangan pembangunan intra maupun antar zona. Kata kunci: Commond Pool Model, Fixed Effect Model, Random Effect Model
PERSEPSI GURU PAMONG TERHADAP KOMPETENSI MAHASISWA PPL JURUSAN TADRIS MATEMATIKA IAIN LHOKSEUMAWE Abdul Kadir
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.569 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.438

Abstract

This study aims to describe the perception of tutor teachers on the competence of PPL students in the Mathematics Department Tadris IAIN Lhokseumawe. Competencies reviewed include pedagogical competencies, personality competencies, professional competencies and social competencies. This study uses a quantitative descriptive research approach with a type of survey research. The population in this study were junior high school / MTs teachers and high school / MA in Lhokseumawe City and North Aceh. The sample in this study were 13 tutors. Data collection is done by distributing Likert scale questionnaires to tutor teachers. The data analysis technique uses descriptive statistics. From the results of data analysis, it was found that pedagogical competence of PPL students was in good criteria with a percentage of 81.77%, professional competency was in good criteria with a percentage of 79.23%, personality competencies were very good criteria with a percentage of 88.46% and student social competence The PPL majoring in mathematics is very good with a percentage of 87.43%. Based on these results the competence of PPL students majoring in mathematics is classified as a good percentage. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru pamong terhadap kompetensi mahasiswa PPL Jurusan Tadris Matematika IAIN Lhokseumawe. Kompetensi yang ditinjau meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif dengan jenis penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah guru pamong SMP/MTs dan SMA/MA Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 13 guru pamong. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket skala likert kepada guru pamong. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa kompetensi pedagogik mahasiswa PPL berada dalam kriteria baik dengan persentase 81,77%, Kompetensi profesional berada pada kriteria baik dengan persentase 79,23%, Kompetensi kepribadian berada kriteria sangat baik dengan persentase 88,46% dan kompetensi sosial mahasiswa PPL jurusan tadris matematika berada pada kriteria sangat baik dengan persentase 87,43%. Berdasarkan hasil tersebut kompetensi mahasiswa PPL jurusan tadris matematika tergolong dalam persentase yang baik. Kata kunci: Persepsi, Kompetensi Guru, Praktek Pengalaman Lapangan
PENGURANGAN BEBAN KOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA SMA Wilda Syam Tonra; Hasriani Ishak
Jurnal Numeracy Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.426 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v6i1.440

Abstract

Classroom action research aims to improve mathematics learning outcomes through reducing cognitive load. The research subjects were High School students with 37 participants. The study began by identifying problems in by giving mathematics ability test, then proceeding with the provision of cognitive style tests to determine the tendency of students to receive lessons. PTK consists of two cycles, namely cycle I and II by giving treatment according to the dominant cognitive style in the class, namely visualizer in order to reduce the cognitive burden felt by students. The results showed that mathematics learning outcomes had increased. This can be seen in the average score of the mathematics learning outcomes test in the first cycle was 66.27 in the categorization table in the low category, while the average score of the mathematics learning outcomes of students in the second cycle was 78.92 in the medium category. While the classical completeness of students in the first cycle was only 51.35% and as many as 18 students had not yet reached KKM. Classical completeness in the second cycle reached 89.19% and as many as 7 students had not yet reached KKM. From these results it was concluded that cognitive load reduction can improve the mathematics learning outcomes of high school students. Abstrak Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui pengurangan beban kognitif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA 4 Ternate berjumlah 37 orang. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasi masalah di kelas X dengan memberikan tes kemampuan awal, kemudian dilanjutkan dengan pemberian tes gaya kognitif untuk mengetahui kecendrungan siswa dalam menerima pelajaran. PTK terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan II dengan memberikan treatment sesuai dengan gaya kognitif yang dominant di kelas tersebut yaitu visualizer dalam rangka mengurangi beban kognitif yang dirasakan oleh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil belajar matematika mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada skor rata-rata skor tes hasil belajar matematika pada siklus I adalah 66,27 dalam tabel kategorisasi berada dikategori rendah, sedangkan rata-rata skor tes hasil belajar matematika siswa pada siklus II adalah 78,92 berada dikategori sedang. Sedangkan ketuntasan klasikal siswa pada siklus I hanya 51,35% dan sebanyak 18 siswa yang belum mencapai KKM. Ketuntasan klasikal pada siklus II mencapai 89,19% dan sebanyak 7 siswa yang belum mencapai KKM. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa pengurangan beban kognitif dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa SMA. Kata kunci: Beban Kognitif, Penelitian Tindakan Kelas, Hasil Belajar Matematika

Page 1 of 2 | Total Record : 15