cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
TUNAS BANGSA
ISSN : 23550066     EISSN : 2502681X     DOI : -
Core Subject : Education,
Tunas Bangsa Journal is a periodical scientific publication dedicated to lecturers, students and educational observers to disseminate relevant studies, thinks and research results in the field of primary school education, critical study of teaching and learning for primary school, classroom action research on education for children curriculum, learning methods and medias for students, research on teacher and student assessment, and research on the development of primary school teaching and learning. The History of Tunas Bangsa Journal was published by Department of Primary School Education of STKIP Bina Bangsa Getsempena on 2003. Tunas Bangsa Journal was formed on Februari 2012, and began releasing the first time in Volume 1 Number 1 Februari 2014. Any visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. E-ISSN: 2502-681X and P-ISSN 2355-0066 Tunas Bangsa Journal has become a CrossRef Member. Numeracy is currently indexed and included in Sinta, Google Scholar, Garuda, etc. And than Elkawnie has H-index 7 in Google Scholarand accredited 4 in Sinta.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2019)" : 15 Documents clear
PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN HUMANISTIK PADA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Hatma Heris Mahendra; Winarti Dwi Febriani
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.475 KB)

Abstract

Humanistic education-based learning views that in learning not only develops students' abilities in cognitive domains, but also processes that occur in individuals that involve all existing domains. In humanistic based learning emphasizes the importance of emotions or feelings (emotional approach), open communication and the values possessed by each student. This research is motivated by a learning process that is found that many still pay little attention to the psychological condition of students and only emphasize cognitive aspects. This study uses a quantitative approach with a qualitative descriptive method, the object of research is the principal and teachers of SDN Kudanguyah in Tasikmalaya City Data collection in this study uses observation sheets, questionnaires, and interviews. Data from research on aspects of the application of humanistic education-based learning in the eyes of elementary school social studies generally obtain an average percentage of 83% which can be categorized as very high. It can be concluded that the application of humanistic education-based learning in social studies learning in elementary schools is going very well. Abstrak Pembelajaran berbasis pendidikan humanistik memandang bahwa dalam pembelajaran bukan hanya mengembangkan kemampuan peserta didik dalam ranah kognitif saja, tetapi juga proses yang terjadi dalam diri individu yang melibatkan seluruh domain yang ada. Dalam pembelajaran berbasis humanistik menekankan pentingnya emosi atau perasaan (emotional approach), komunikasi yang terbuka dan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Penelitian ini dilatarbelakangi proses pembelajaran yang banyak ditemukan masih kurang memperhatikan kondisi psikologis peserta didik serta hanya menekankan aspek kognitif saja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif kualitatif, objek penelitian adalah kepala sekolah dan guru SDN Kudanguyah Kota Tasikmalaya Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi, kuesioner, dan wawancara. Data hasil penelitian pada aspek penerapan pembelajaran berbasis pendidikan humanistik dalam mata IPS sekolah dasar secara umum memperoleh rata-rata prosentase nilai 83% yang dapat dikategorikan sangat tinggi. Dapat disimpulkan penerapan pembelajaran berbasis pendidikan humanistik pada pembelajaran IPS di Sekolah Dasar berjalan dengan sangat baik. Kata Kunci: Pembelajaran, Pendidikan Humanistik, Sekolah Dasar
ANALISIS KESALAHAN LOGIKA DALAM DISKUSI SISWA SEKOLAH DASAR Gio Mohamad Johan
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.413 KB)

Abstract

The general objective of this study is to describe Indonesian language errors in the discussion process of sixth grade students of SDN 1 Galagamba. The specific purpose of this study is to describe logical errors in the discussion process sixth grade students of VI SDN 1 Galagamba students. This study uses descriptive research methods. The source of the data in this study were the sixth grade students of SDN 1 Galagamba, Ciwaringin Subdistrict, Cirebon Regency. The instruments used in this study were observation sheets and oral data recording devices. Data collection uses non-test techniques such as recording, recording, and observation. The data analysis technique uses qualitative data analysis techniques. Based on the results of the analysis of the discussion process of sixth grade students of VI SDN 1 Galagamba students found 15 logical errors. The whole logic error in this case is caused by students' illogical statements so that the meaning is difficult. The meaning of the sentence tends to be unreasonable. Abstrak Tujuan umum penelitian ini adalah mendeskripsikan kesalahan berbahasa Indonesia dalam proses diskusi siswa kelas VI SDN 1 Galagamba. Adapun tujuan khusus penelitian ini yakni, mendeskripsikan kesalahan logika dalam proses diskusi siswa kelas VI SDN 1 Galagamba. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN 1 Galagamba Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yakni lembar observasi dan alat perekam data lisan. Pengumpulan data menggunakan teknik nontes seperti rekam, catat, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil analisis terhadap proses diskusi siswa kelas VI SDN 1 Galagamba ditemukan sebanyak 15 kesalahan logika. Keseluruhan kesalahan logika dalam hal ini disebabkan karena pernyataan siswa yang tidak logis sehingga maknanya yang sulit dinalar. Makna dari kalimat tersebut cenderung tidak masuk akal. Kata Kunci: Logika, Siswa, Sekolah Dasar
PENGARUH LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DAN POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Riska Handayani
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.12 KB)

Abstract

Environment is a place of residence that affects the survival of living things. The environment is required to have biotic components and abiotic components in them. Biotic components are natural conditions related to living things such as humans, animals and plants. While the abiotic component is something that is related to inanimate objects such as water, air, soil, wind, rocks, sunlight, and so forth. Parenting is a way for parents to educate children, both directly and indirectly. The environment of parenting in the family which can be seen from the pattern of parenting provided is the whole interaction between the subject and the object in the form of guidance, direction and supervision of daily object activities that take place regularly so that it forms a pattern and is an effort directed at changing behavior in accordance with the wishes of the educator or caregiver. Learning motivation is a change that occurs in a person that arises because of the symptoms of feelings, psychology and emotions that encourage individuals to do or act something caused by needs, desires and goals. A happy family is a very important thing for the emotional development of its members (especially children). Habits or behavior and also the condition of the house that is seen, heard or felt by the child will be absorbed which then shapes the personality of the child. A good living environment will make children have good personalities, supported also by the wise parenting style that will increase students' learning motivation. Abstrak Lingkungan adalah tempat tinggal yang berpengaruh untuk keberlangsungan makhluk hidup. Lingkungan hidup diharuskan terdapat komponen biotik dan komponen abiotik di dalamnya. Komponen biotik adalah kondisi alam yang berhubungan dengan makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Sedangkan komponen abiotik adalah suatu hal yang berhubungan dengan benda mati seperti air, udara, tanah, angin, batu-batuan, sinar matahari, dan lain sebagainya. Pola asuh orangtua adalah cara orangtua dalam mendidik anak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan pengasuhan anak dalam keluarga yang terlihat dari pola pengasuhan yang diberikan merupakan seluruh interaksi antara subjek dan obek berupa bimbingan, pengarahan dan pengawasan terhadap aktivitas objek sehari-hari yang berlangsung secara rutin sehingga membentuk suatu pola dan merupakan usaha yang diarahkan untuk mengubah tingkah laku sesuai dengan keinginan si pendidik atau pengasuh. Motivasi belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi pada diri seseorang yang muncul karena adanya gejala perasaan, kejiwaan dan emosi sehingga mendorong individu untuk melakukan atau bertindak sesuatu yang disebabkan karena kebutuhan, keinginan dan tujuan. Keluarga yang bahagia merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perkembangan emosi para anggotanya (terutama anak). Kebiasaan-kebiasaan atau perilaku dan juga kondisi rumah yang dilihat, didengar atau dirasakan oleh anak akan terserap yang kemudian membentuk kepribadian anak. Lingkungan tempat tinggal yang baik akan menjadikan anak berkepribadian yang baik, dengan didukung pula oleh pola asuh orang tua yang bijaksana maka akan meningkatkan motivasi belajar siswa. Kata kunci: Lingkungan Tempat Tinggal, Pola Asuh Orang Tua, Motivasi Belajar
KELAYAKAN BUKU POP UP RANGKAIAN SERI KEGIATAN SISWA TERINTEGRASI PENDEKATAN SAINTIFIK Dyoty Auliya Vilda Ghasya; Gio Mohamad Johan; Lili Kasmini; Pupun Nuryani; Waspodo Tjipto Subroto
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.243 KB)

Abstract

This study aims to determine the feasibility of language, presentation and graphical results of the development of pop-up books series of student activities integrated scientific approach to improve environmental problem solving skills for elementary school students in the framework of the 2013 curriculum. This type of research is research and development or R & D (Research and Development) a type of 4-D model that produces a product in the form of a pop up book series of student activities integrated scientific approach. At this stage will review the aspects of language feasibility, presentation and graphics of the development of pop-up books series of student activities integrated scientific approach. Data collection techniques to determine aspects of language feasibility, presentation and graphics of pop-up books series of student activities integrated scientific approach is a check list technique . The instrument used is a check list instrument validating language feasibility, presentation and graphics. Data analysis techniques as a result of filling in the check list instrument validation of language feasibility, presentation and graphics by experts, will be analyzed quantitatively descriptively. The results of the validation of language feasibility, recitation and grammar of pop up books in a series of student activities integrated with the scientific approach are feasible to be applied in learning in elementary schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan bahasa, penyajian dan kegrafikan hasil pengembangan buku pop up rangkaian seri kegiatan siswa terintegrasi pendekatan saintifik untuk meningkatkan keterampilan menyelesaikan masalah lingkungan sekitar bagi siswa Sekolah Dasar dalam kerangka Kurikulum 2013. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan atau R&D (Research and Development) jenis 4-D model yang menghasilkan produk berupa buku pop up rangkaian seri kegiatan siswa terintegrasi pendekatan saintifik. Pada tahapan ini akan mengulas aspek kelayakan bahasa, penyajian dan kegrafikan pengembangan buku pop up rangkaian seri kegiatan siswa terintegrasi pendekatan saintifik Teknik pengambilan data untuk mengetahui aspek kelayakan bahasa, penyajian dan kegrafikan pengembangan buku pop up rangkaian seri kegiatan siswa terintegrasi pendekatan saintifik adalah teknik check list. Adapun instrumen yang digunakan adalah instrumen check list validasi kelayakan bahasa, penyajian dan kegrafikan. Teknik analisis data hasil pengisian instrumen check list validasi kelayakan bahasa, penyajian dan kegrafikan oleh ahli, akan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil validasi kelayakan bahasa, pengajian dan kegrafikan buku pop up rangkaian seri kegiatan siswa terintegrasi pendekatan saintifik adalah layak diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Kata Kunci: Kelayakan Buku Pop Up
IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA DALAM RANGKA MENCIPTAKAN SEKOLAH PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN Arbiana Putri
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.586 KB)

Abstract

To protect and decrease the degradation of the environment, improvements are needed in a human lifestyle, so that education becomes an important thing to changing these lifestyles, especially for our next generation. In this case, schools need to enforce the Education for Sustainable Development (EDS) which is part of the Sustainable Development Goals (SDGs) for education and climate change, and the Adiwiyata program is one of its manifestations. Adiwiyata not only protect and reduce the impact of environmental damage, but also can building the character of students and other school components to create a caring and cultured school. Abstrak Untuk melindungi dan mengatasi degradasi yang terjadi di lingkungan, diperlukan perbaikan pada gaya hidup manusianya, sehingga pendidikan menjadi faktor yang penting di dalam mengubah gaya hidup tersebut, terutama generasi muda. Sekolah perlu melaksanakan Education for Sustainable Development (EDS) yang merupakan bagian dari agenda Sustainable Development Goals (SDGs) untuk bidang pendidikan dan perubahan iklim dan program Adiwiyata menjadi salah satu perwujudannya. Selain dapat melindungi dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan, program ini juga dapat membentuk karakter para peserta didik dan komponen sekolah lainnya sehingga tercipta sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Kata Kunci: Sekolah Adiwiyata, Pendidikan Lingkungan Hidup, Lingkungan
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI PADA PEMBELAJARAN PECAHAN Ade Irfan; Ahmad Nasriadi
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.352 KB)

Abstract

Mathematics is one of the lessons that are feared and disliked by students.Many factors cause students do not like math started learning implemented still focuses on the book package and teachers only explain what material there is in the book the package students, the lack of use of models to low ability teachers in implementing a wide variety of learning models. This research aims to knoweffectiveness of SAVI learning model on fractions learning. This research uses a quantitative approach with the research design was quasi-experiments in one-group pretest – postest. The research result showed that SAVI learning model was effective applied in fractions learning where student’ activity for each category was effective,the teacher ability in organizing the instructionin SAVI learning model was effective in every aspect of being in good and very good category, student response for fraction instruction in SAVI learning model was positive, and students’ mastery learning in classical were complete where 26 students (86.67%) has been completed and only 4 students (13.33%) were not complete. Abstrak Matematika merupakan salah satu pelajaran yang ditakuti dan tidak disukai siswa. Banyak faktor yang menyebabkan siswa tidak suka pada matematika mulai daripembelajaran yang dilaksanakan masih berfokus pada buku paket dan guru hanya menjelaskan materi apa yang ada pada buku paket siswa, minimnya penggunaan alat peraga hingga rendahnya kemampuan guru dalam menerapkan berbagai variasi model pembelajaran. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui keefektifan model pembelajaran SAVIdalam pembelajaran pecahan.Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan penelitian one-group pre-test-post-test design.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran SAVI efektif diterapkan dalam pembelajaran pecahan dimana aktivitas siswa untuk masing-masing kategori pada setiap RPP adalah efektif, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran materi pecahan dengan penerapan model pembelajaran SAVI adalah efektif dengan setiap aspek berada pada kategori baik dan sangat baik, respon siswa terhadap pembelajaran pecahan dengan model pembelajaran SAVI adalah positif, dan ketuntasan belajar siswa secara klasikal adalah tuntasdengan 26 siswa (86,67%) tuntas, dan hanya 4 siswa (13,33%) tidak tuntas belajar. Kata Kunci: Efektivitas, Model Pembelajaran SAVI, Pecahan
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP CARA MENGAJAR GURU UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATERI PENGGOLONGAN HEWAN DI KELAS V SD NEGERI PANTE CERMIN Musdiani
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.808 KB)

Abstract

The purpose of this study is to figure out the learning model of teacher teaching methods to increase student learning interest in animal classification. This research was conducted at fifth grade students of elementary school. The research problem in this study is how to analyze the teacher learning model to increase students' interest in learning. This research is a descriptive study. The approach used is a qualitative approach. The subjects of this study were teachers and fifth grade students of the Pante Cermin Elementary School in the 2018/2019 academic year that consist of 17 male students and 13 female students. The object of this research is learning models. Data collection techniques in this study are observation, interview, questionnaire and documentation. The data analysis technique used is the Guttman scale. The results of this study are the Low Interest in Student Learning because the teacher does not apply the teaching model while teaching learning process especially when learning material about animal classification. Thus, it can be concluded that teachers rarely apply teaching models during the learning process that finally effect to students’ learning interest. Abstrak Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui model pembelajaran terhadap cara mengajar guru untuk meningkatkan minat belajar siswa pada materi penggolongan hewan di kelas V SD Negeri Pante Cermin. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana analisis model pembelajaran terhadap cara mengajar guru untuk meningkatkan minat belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Deskriptif.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah Guru dan siswa kelas V SD Negeri Pante Cermin Tahun pelajaran 2018/2019. Siswa-siswi kelas V sebanyak 30 orang, laki-laki berjumlah 17 orang dan perempuan berjumlah 13 orang. Objek penelitian ini adalah model-model pembelajaran.Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, Angket dan Dokumentasi.Dan teknik analisa data yang digunakan adalah skala Guttman. Hasil dari penelitian ini adalah Rendahnya Minat Belajar Siswa dikarenakan guru tidak menerapkan model ajar ketika pembelajaran berlangsung khususnya pada saat belajar materi tentang penggolongan hewan, Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru jarang menerapkan model ajar pada saat proses pembelajaran mengakibatkan beberapa siswa yang memiliki minat belajar yang kurang di kelas V SD Negeri Pante Cermin. Kata Kunci: Rendahnya Minat Belajar, Penggolongan Hewan, Deskriptif
PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Riza Fatimah Zahrah; Yusuf Suryana
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.663 KB)

Abstract

Background of this research is the result of research in 2013 has been done, that the ability of resolving the question of the story still be difficulties faced by elementary school students on Mathematical subjects. The first difficulty students is difficult to understand the content of the matter of the story are presented. So that would give birth to the next difficulty, the difficulty students to change the math sentence sentence. On stage doing the operation count also students are still experiencing difficulties. The purpose of this research is to gain an overview of the upgrades solve stories and learning motivation of students in the subjects of mathematics. This research was carried out in Kramatmulya Subdistrict Brass Flagship SDN Unggulan Kuningan Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan. This research uses a quantitative approach with a descriptive method, the design used is the non-equivalent control group design. The results showed that the ability of the finish reserved the story increases with n-gain an average of 0.51. Abstrak Latar belakang dari penelitian ini adalah hasil penelitian tahun 2013 yang telah dilakukan, bahwa kemampuan menyelesaikan soal cerita masih menjadi kesulitan yang dihadapi oleh siswa Sekolah Dasar pada mata pelajaran Matematika. Kesulitan pertama siswa adalah sulit memahami konten dari soal cerita yang disajikan. sehingga akan melahirkan kesulitan yang selanjutnya yaitu, siswa kesulitan untuk mengubah kalimat cerita menjadi kalimat matematika. Pada tahap melakukan operasi hitung juga siswa masih mengalami kesulitan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita dan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran matematika. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Unggulan Kuningan Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, desain yang digunakan ialah non-equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyelesaikan soal cerita meningkat dengan n-gain rata-rata sebesar 0,51. Kata Kunci: Pendekatan CTL, Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita
PENERAPAN MEDIA PUZZLE UNTUK PEMAHAMAN MATERI DAUR HIDUP HEWAN DI SEKOLAH DASAR DENGAN PENDEKATAN SAINS-EDUTAINMENT Safrina Junita; Haris Munandar
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.655 KB)

Abstract

This research was motivated by observations in several elementary schools in Aceh Besar and Banda Aceh that the fourth grade students of elementary school still had a low ability to describe and explain the steps in the life cycle of animals. In addition, the teacher also does not use the media in the learning process of animal life cycle concepts. The purpose of this study is to apply puzzle learning media to students' understanding of animal life cycle material. The results of the study indicate that the results of the application of media puzzles on the subject of animal life cycle can increase the understanding of fourth grade students of SD 69 on the material. This is evidenced by the acquisition of the value of student learning outcomes in the posttest with the percentage of 87.5% of students included in the category "Completed". While at pretest only 10.3% were declared "Completed". The results of the questionnaire showed that students' learning motivation towards the use of puzzle media was very high with the percentage of 89.4% of students stated motivated by the use of puzzle learning media. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi di beberapa sekolah dasar di Aceh Besar dan Banda Aceh bahwasanya siswa kelas IV SD masih memiliki kemampuan yang rendah dalam mendeskripsikan dan menjelaskan langkah-langkah daur hidup hewan. Selain itu, guru juga tidak menggunakan media dalam proses pembelajaran konsep daur hidup hewan. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan media pembelajaran puzzle untuk pemahaman siswa terhadap materi daur hidup hewan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penerapan media puzzle pada pokok bahasan daur hidup hewan dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SD 69 terhadap materi tersebut. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai hasil belajar siswapadaposttest denganpersentase 87,5% siswatermasukdalamkatagori ”Tuntas”. Sedangkan pada pretest hanya 10,3% yang dinyatakan “Tuntas”.Hasil angket menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa terhadap penggunaan media puzzle sangat tinggi dengan persentase 89,4% siswa menyatakan termotivasi dengan penggunaan media pembelajaran puzzle. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Daur Hidup Hewan, Puzzle
HUBUNGAN KEDEWASAAN DINI DAN PERILAKU PACARAN TERHADAP KEMATANGAN EMOSI PELAJAR SEKOLAH DASAR Rif’ah Purnamasari
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.966 KB)

Abstract

Adult age is the individual phase reaching maturity of cognition and behavior. Adult age is considered as a development that has entered full or perfect growth after passing through the phases of development. Early maturity is a phenomenon that is created due to the current acceleration of technology and information that affects the behavior of individual age children before reaching cognitive maturity because his age has not reached the adult phase but has behaved like an adult. Dating behavior carried out by elementary school children is not because the child has reached his emotional maturity but a condition that directs a child who is in puberty and is influenced by various stimuli such as television shows, pornographic videos, social media, mobile sophistication and so on so that encourage children to realize their imagination by making connections to the opposite sex. The phase of elementary school children is the child's phase easily imitates what he idolizes. For this reason, the appropriate stimulus given to children is positive impressions that can be a role model for children. Low emotional maturity by making a commitment to the opposite sex causes many factorsthat can harm themselves such as actions that lead to illegal actions, pregnancy outside of marriage and abortion. The long-term impact is that children will lose their future to reach and reach their dreams. AbstrakUsia dewasa adalah fase individu mencapai kematangan kognisi dan perilaku. Usia dewasa dianggap sebagai perkembangan yang sudah memasuki pertumbuhan penuh atau sempurnasetelah melewati fase-fase perkembangan. Kedewasaan dini adalah fenomena yang tercipta diakibatkan oleh arus percepatan teknologi dan informasi yang mempengaruhi perilaku individu usia anak-anak sebelum mencapai kematangan kognisidikarenakan usianya belum mencapai fase dewasa namun sudah berperilaku layaknya orang dewasa. Perilaku pacaran yang dilakukan oleh anak sekolah dasar bukanlah karena anak tersebut sudah mencapai kematangan emosinya namun suatu keadaan yang mengarahkan anak yang sedang dalam masa pubertas serta dipengaruhi oleh berbagai stimulus seperti tayangan percintaan di televisi, video pornografi, media social,kecanggihan handphone dan lain sebagainya sehingga mendorong anak merealisasikan imajinasinya dengan membuat hubungan kepada lawan jenis. Fase anak-anak sekolah dasar adalah fase anak mudah meniru terhadap apa yang diidolakannya. Untuk itu stimulus yang pantas diberikan kepada anak-anak adalah tayangan positif yang dapat menjadi tauladan bagi ank-anak. Kematangan emosi rendah dengan membuat suatu komitmen kepada lawan jenis menyebabkan banyak factor yang dapat merugikan dirinya sendiri seperti perbuatan yang mengarah kepada tindakan asusial, hamil diluar nikah dan aborsi. Dampak jangka panjangnya adalah anak-anak akan kehilangan masa depannya meraih dan menggapai cita-cita. Kunci kunci: Kedewasaan Dini, Perilaku Pacaran, Kematangan Emosi

Page 1 of 2 | Total Record : 15