cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 343 Documents
PENGARUH QUALITY OF WORK LIFE (QWL) DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PRODUKTIVITAS GURU SD SWASTA KATOLIK DI JAKARTA PUSAT Lucia Klamensia Rahaded
Jurnal Visipena Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.838 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i2.402

Abstract

The objective of this research was to understand the effect of Quality Of Work Life (QWL) and organizational culture on productivity. It was a quantitative research was conducted ten schools located in Jakarta Centre.The research uses a survey method with path analysis was applied in testing hypothesis. It was conducted to 153 teachers at Private Catholic Elementary Schools as the respondents which were selected in a simple random way.The result of this study are: (1). There is a positive direct effect of Quality Of Work Life (QWL) on productivity. (2). There is a positive direct effect of organizational culture on productivity, and (3). There is a positive direct effect of Quality Of Work Life (QWL) on organizational culture. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Quality Of Work Life (QWL) dan budaya organisasi terhadap produktivitas. Itu adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan sepuluh sekolah yang berlokasi di Jakarta Pusat. Penelitian menggunakan metode survei dengan analisis jalur yang diterapkan dalam pengujian hipotesis. Hal ini dilakukan kepada 153 guru di Sekolah Dasar Katolik Swasta sebagai responden yang dipilih secara acak sederhana. Hasil penelitian ini adalah: (1). Ada efek langsung positif dari Quality Of Work Life (QWL) terhadap produktivitas. (2). Ada pengaruh langsung positif dari budaya organisasi terhadap produktivitas, dan (3). Ada efek langsung positif dari Quality Of Work Life (QWL) terhadap budaya organisasi. Kata Kunci: Kualitas Hidup Kerja (QWL), Budaya Organisasi, Produktivitas
EVALUASI KINERJA GURU DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI YAYASAN AL KENANIYAH JAKARTA TIMUR Mas Ning Zahroh
Jurnal Visipena Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.831 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i2.403

Abstract

The research objective is to study the effect of the effect of work climate, job satisfaction and job dicipline toward teacher performance at Public Senior High School in Bekasi District. This research used quantitative approach. The sample of this research were 175 teachers selected randomly. The method used is survey method with path analysis. The research on the analysis it is conclude that: (1) work climate has direct effect on performance, (2) job satisfaction has direct effect on performance, (3) Job dicipline has direct effect on performance, (4) work climate has direct effect on job dicipline, (5) job satisfaction has direct effect on job dicipline, (6) work climate has direct effect on job satisfaction. Abstrak Penelitian ini bertujuan mencari pengaruh iklim kerja, kepuasan kerja, dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMA Negeri se-Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 175 guru yang diambil secara acak. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan analisis jalur (path analysis). Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) iklim kerja berpengaruh langsung positif pada kinerja, (2) kepuasan kerja berpengaruh langsung positif pada kinerja, (3) disiplin kerja berpengaruh langsung positif pada kinerja, (4) iklim kerja berpengaruh langsung positif pada disiplin kerja, (5) kepuasan kerja berpengaruh langsung positif pada disiplin kerja, (6) iklim kerja berpengaruh langsung positif pada kepuasan kerja. Kata kunci: Iklim Kerja, Kepuasan Kerja, Disiplin Kerja, kinerja
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENYUSUN PROGRAM SEKOLAH UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI SD NEGERI 16 BANDA ACEH Hazal Fitri
Jurnal Visipena Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.997 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i2.405

Abstract

Principal strategy is a factor that can encourage schools to realize the vision, mission, goals and targets of the school are implemented in a planned and gradual. The purpose of this research is to know the principal strategy in preparing the school program. This research uses descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques used: 1) observation, 2) interview, and 3) documentation study. Research subjects: 1) principal, 2). teacher, 3). head of MGMP, 4) school committee and 5) supervisor. The results of the study show that the program to improve teacher competency is documented through annual program, RKS, and RKAS. The program is structured based on principal analysis that does not involve all school personnel. Programs devised to improve teacher competence are the development of the teacher profession through MGMP activities, carry out correct learning evaluations, understand and implement K-2013, educational research, personality training, community service, and professionally certified teachers. This problem is seen in the number of programs that can not be implemented. Evaluation is carried out according to the time schedule determined by the principal but sometimes even done suddenly by not preparing an instrument or guideline for the evaluation. The results of the evaluation are collected into a principal's notes and submitted to the MGMP meeting and forum activities as a follow-up to the evaluations that have been implemented. Obstacles faced by the headmaster and teacher / employee in performing their main tasks, so that the program is not yet completed and needs to be followed up, the limited funds to develop the program activities, the passive role of school committees, teachers are less motivated, driven, and moved personally in developing the profession. Abstrak Strategi kepala sekolah adalah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolah yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam menyusun program sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) studi dokumentasi. Subjek penelitian :1) kepala sekolah, 2). guru, 3). ketua MGMP, 4)komite sekolah dan 5) pengawas. Hasil penelitian menunjukkan tentang program untuk meningkatkan kompetensi guru didokumentasikan melalui program tahunan, RKS, dan RKAS. Program disusun berdasarkan analisis kepala sekolah yang tidak melibatkan seluruh personel sekolah. Program yang disusun untuk meningkatkan kompetensi guru adalah pengembangan profesi guru melalui kegiatan MGMP, melaksanakan evaluasi pembelajaran secara benar, memahami dan melaksanakan K-2013, penelitian pendidikan, pelatihan kepribadian, pengabdian masyarakat, dan guru bersertifikasi profesi. Permasalahan ini terlihat pada banyaknya program yang tidak sempat terlaksanakan. Evaluasi dilaksanakan berdasarkan jadwal waktu yang telah ditentukan oleh kepala sekolah akan tetapi bahkan kadang-kadang dilakukan secara tiba-tiba dengan tampa menyiapkan sebuah instrumen atau pedoman pelaksanaan evaluasi. Hasil evaluasi tersebut dikumpulkan menjadi sebuah catatan kepala sekolah dan disampaikan pada kegiatan rapat dan forum MGMP sebagai tindak lanjut evaluasi yang sudah dilaksanakan. Hambatan yang dihadapi adanya kesibukan kepala sekolah dan guru/pegawai dalam melaksanakan tugas utamanya, sehingga adanya program yang belum tuntas dan perlu ditindaklanjuti, keterbatasannya dana sekolah untuk mengembangkan kegiatan yang telah diprogramkan, pasifnya peran komite sekolah, guru yang kurang terpacu, terdorong, dan tergerak secara pribadi dalam mengembangkan profesi. Kata Kunci: Strategi Kepala Sekolah, Peningkatan Kompetensi Guru
ANALYSIS OBSTACLE FACTORS OF LECTURERS’ RESEARCH RESULT PUBLICATION Diyah Yuli Sugiarti
Jurnal Visipena Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.589 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i2.407

Abstract

This research aims is to raise awareness of lecturers in publicaton of research results to the variety of Journal. This study used a qualitative approach. Data was taken from a random sample of some lecturers in UNISMA Bekasi city . Research result found out that there are only 5% lecturers that have been published research results routinely, this conditions is very low level. The low level of awareness publication of research results lecturers is caused by: 1) the lack of lecturers research, 2) the lack of writing journal skills, 3) the lack of mastery of English, 4) inactive in looking for journal in sites, 5) the lack of information on seminar or conference events to send journal and to do presentation, 6) lack of incentives from institutions.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA SECARA SINTAKTIS DALAM PROSES DISKUSI SISWA KELAS IV SDN MIRI Gio Mohamad Johan; Yusrawati JR Simatupang
Jurnal Visipena Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.621 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i2.408

Abstract

This research is motivated by an Indonesian language mistake done by elementary school students, especially in the discussion process of fourth grade students of SDN Miri. This study aims to identify the various syntactical errors that occur in the process of student discussion. Methods in this study using qualitative descriptive method with the subject of fourth grade students of SDN Miri. Analytical technique used is technique of error analysis of language. The results of this study found that there are errors in Indonesian language in the process of discussion of fourth grade students of SDN Miri in the field of phrases and sentences. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesalahan berbahasa Indonesia yang dilakukan oleh siswa sekolah dasar, khususnya dalam proses diskusi siswa kelas IV SDN Miri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi beragam kesalahan sintaksis yang terjadi dalam proses diskusi siswa. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas IV SDN Miri. Teknik analisis yang digunakan yakni teknik analisis kesalahan berbahasa. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat kesalahan berbahasa Indonesia dalam proses diskusi siswa kelas IV SDN Miri pada bidang frasa dan kalimat. Kata kunci: Kesalahan Berbahasa, Sintaktis, Diskusi
KAJIAN INTERFERENSI KOSA KATA BAHASA SUNDA TERHADAP BAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN SISWA SDN 1 SUKAJAYA KABUPATEN BANDUNG BARAT Dyoty Auliya Vilda Ghasya
Jurnal Visipena Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.04 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i2.410

Abstract

The background of this study is the use of two or more languages ​​used by students SDN 1 Sukajaya West Bandung regency as speakers of the language. This study aims to determine the picture and frequency of interference that occurs in SDN 1 Sukajaya students. This research is done by using descriptive method. Data collection is done using task sheets, questionnaires, interviews and documentation. The subject of this research is the third grade students of SDN Sukajaya Regency West Bandung. Data analysis is done by analyzing the text of each student essay. The results of this study as follows: of the total number of words produced by 35 students is 2048 words, in which there are 16 pieces of vocabulary that interfere into the Indonesian language conducted by 14 students. The symptoms of interference is due to several factors, namely the strong influence of mother tongue, the habit of using both Sundanese language and Indonesian language, by accident, geographical location so that it is very thick in using the local language, the local government policy that includes the Sundanese language as local content in school subjects, difficulty finding equivalent words in Indonesian language as well as low levels of parental education resulting in a lack of Indonesian language teaching in the family environment. The magnitude of the interference frequency of the Sundanese language vocabulary to the Indonesian language in the student essay is 0.78%, this shows only a small portion of the interference of the Sundanese and Indonesian language vocabulary that occurs in the student essay. Abstrak Latar belakang penelitian ini adalah penggunaan dua bahasa atau lebih yang digunakan oleh siswa SDN 1 Sukajaya Kabupaten Bandung Barat selaku penutur bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan frekusensi interferensi yang terjadi pada siswa SDN 1 Sukajaya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data yang diakukan dengan menggunakan lembar tugas, angket, wawancara serta dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Sukajaya Kabupaten Bandung Barat. Analisis data dilakukan dengan menganalisis naskah karangan setiap siswa. Hasil penelitian ini sebagai berikut : dari jumlah total kata yang diproduksi oleh 35 siswa yaitu 2048 kata, didalamnya terdapat 16 buah kosakata yang berinterferensi kedalam bahasa Indonesia yang dilakukan oleh 14 siswa. Gejala interferensi ini lebih disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kuatnya pengaruh bahasa ibu (mother tongue), kebiasaan menggunakan kedua bahasa (campuran) bahasa Sunda dan bahasa Indonesia, ketidaksengajaan, letak geografis sehingga sangat kental menggunakan bahasa daerahnya, kebijakan pemerintah daerah yang memasukan bahasa Sunda sebagai muatan lokal dalam mata pelajaran di sekolah, kesulitan mencari padanan kata dalam bahasa Indonesia serta tingkat pendidikan orang tua yang masih rendah mengakibatkan kurangnya pengajaran bahasa Indonesia di lingkungan keluarga. Besarnya frekuensi interferensi kosakata bahasa Sunda terhadap bahasa Indonesia dalam karangan siswa adalah sebesar 0,78%, hal ini menunjukan hanya sebagian kecil interferensi kosakata bahasa Sunda dan bahasa Indonesia yang terjadi dalam karangan siswa. Kata kunci : Interferensi, Bahasa Sunda, Bahasa Indonesia, Siswa
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS MACROMEDIA FLASH PROFESSIONAL 8 UNTUK KELAS V SDN KASIK PUTIH KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN Mardhatillah; Febry Fahreza
Jurnal Visipena Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.739 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i2.411

Abstract

This research aims to produce media-based interactive learning macromedia flash Professional 8 on writing material for students of class V SDN Kasik Putih. this type of research is research development and Gall that Borg combined with Dick and Carey model of development, with the stages (1) analyzing the needs and characteristics of students, (2) formulating goals, instructional (3) draw up the paper media, (4) validation expert, (5) revision, and (6) test the final product. The results showed: data about the quality of product development is collected with question form or questionnaire. The collected data were analyzed by descriptive quantitative analysis techniques. The results of this research indicate (1) the trial of expert feasibility appraisal material on the content resides on the criteria very well (84.4%); (2) Test expert instructional design is on the criteria very well (87%); (3) individual trial is on the criteria very well (89.6%); (4) test group resides on the criteria very well (82.4%) (4) the field trials are on the criteria very well (84.6%). Similarly, a test of the effectiveness of the product there is a difference in student learning outcomes that uses macromedia flash-based multimedia learning material on writing a letter with the class that only use the textbook as a medium of instruction. From the data obtained are known to pretest thitung = 0,413 < ttabel = 2,002 inconclusive results in improving students ' ability of studying before being given the treatment is the same. As for the posttest thitung = 4,683 > ttabel = 2,002 can be concluded that there is a difference between experimental and control class posttest. It means the final State grade experiment and control after being given treatment there is a difference in the results of learning. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis macromedia flash profesional 8 pada materi meulis surat untuk siswa kelas V SDN Kasik Putih. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan Borg dan Gall yang dipadu dengan model pengembangan Dick and Carey, dengan tahapan (1) menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan instruksional, (3)menyusun naskah media, (4) validasi ahli, (5) revisi, dan (6) uji coba produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan: data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan angket atau kuesioner. Data-data dikumpulkan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Uji coba ahli materi pada penilaian kelayakan isi berada pada kriteria sangat baik (84,4%); (2) Uji ahli desain pembelajaran berada pada kriteria sangat baik (87%); (3) uji coba perorangan berada pada kriteria sangat baik (89,6%); (4) uji coba kelompok berada pada kriteria sangat baik (82,4%) (4) uji coba lapangan berada pada kriteria sangat baik (84,6%). Demikian pula dengan uji efektifitas produk terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan multimedia pembelajaran berbasis macromedia flash pada materi menulis surat dengan kelas yang hanya menggunakan buku teks sebagai media pembelajaran. Dari data yang diperoleh diketahui untuk pretest thitung = 0,413 < ttabel = 2,002 dapat disimpulkan kemampuan siswa dalam meningkatkan hasil belajar sebelum diberi perlakuan adalah sama. Sedangkan untuk posttest thitung = 4,683 > ttabel = 2,002 dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara nilai posttest kelas eksperimen dan kontrol. Hal itu berarti keadaan akhir siswa kelas eksperimen dan kontrol setelah diberi treatment terdapat perbedaan hasil belajar. Kata kunci: Macromedia Flash, Bahasa Indonesia, Menulis Surat
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MONTASE KREATIF DENGAN TEKNIK LIHAT, GUNTING, TEMPEL, DAN CERITAKAN (LGTC) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SEKOLAH DASAR Zaki Al Fuad; Helminsyah Helminsyah; Aprian Subhananto
Jurnal Visipena Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.184 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i2.412

Abstract

Development of Creative Montage Learning Model with View, Scissor, Paste, and Tell Techniques to Improve Speaking Skills of Elementary School Students. The purpose of this study is to find out (1) whether the model of creative montage learning with LGTC techniques can facilitate teachers in improving the skills of elementary students. (2) the design of creative montage learning model with LGTC technique can improve the speaking skill of elementary school students. (3) description of success rate of creative montage learning model with LGTC technique toward students' speaking skill. This research was conducted in class III SDIT Al-Azhar Banda Aceh with population of 31 students. Research begins with early observation to school and discussion with teachers at the school. The next activity is an instrument test. Instruement used in the form of observation sheet of students' speaking skill, skill test sheet and implementation plan of learning model. Data collection techniques used are observations, tests, and interviews. Observations were made to the learning process which included teacher and student activities. While the test is used to measure the level of ability or speaking skills of students after learning by mengguanakan model creative montage with LGTC techniques. The result of the research shows that the improvement of students' speaking skill in grade IV. The test results show, the initial value obtained is 61.65 increased to 80.45 after extensive testing. The response from siswapun shows that this model is very popular with students, and also very helpful for teachers in teaching. Abstrak Pengembangan Model Pembelajaran Montase Kreatif dengan Teknik Lihat, Gunting, Tempel, dan Ceritakan untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Dasar. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui (1) apakahmodel pembelajaran montase kreatif dengan teknik LGTC dapat memudahkan guru dalam meningkatkan keterampilan siswa SD. (2) rancangan model pembelajaran montase kreatif dengan teknik LGTC dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa SD. (3) gambaran tingkat keberhasilan model pembelajaran montase kreatif dengan teknik LGTC terhadap keterampilan berbicara siswa SD.Penelitian ini dilakukan di kelas III SDIT Al-Azhar Banda Aceh dengan populasi 31 siswa. Penelitian dimulai dengan observasi awal ke sekolah dan diskusi dengan guru-guru di sekolah tersebut. Kegiatan selanjutnya ialah uji coba instrument. Instruement yang digunakan berupa lembar pengamatan keterampilan berbicara siswa, lembar tes keterampilan dan lembar keterlaksanaan rencana model pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, dan wawancara. Observasi dilakukan terhadap proses pembelajaran yang meliputi aktivitas guru dan siswa. Sedangkan tes digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan atau keterampilan berbicara siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan mengguanakan model montase kreatif dengan teknik LGTC. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas IV. Hasil uji coba menunjukkan, nilai awal yang didapat yaitu 61,65 meningkat menjadi 80,45 setelah dilakukan uji coba secara luas. Respon dari siswapun menunjukkan bahwa model ini sangat digemari oleh siswa, dan juga sangat membantu guru dalam mengajar. Kata kunci: Montase Kreatif, Teknik LGTC
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TPS DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI MATERI POKOK BENTUK-BENTUK KONFLIK SOSIAL PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 PEUSANGAN Zuraida
Jurnal Visipena Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.096 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i2.413

Abstract

The use of Models of learning type of TPS in an attempt to Improve the results of study sociology subject matter forms the social Conflicts in students of Class XI SMA Negeri 2 Peusangan. This research aims to know the increase results study sociology subject matter forms social conflict by using a model of learning type TPS on grade Class XI SMA Negeri 2 Peusangan. The research method used is the class action Research (PTK) which consists of 3 cycles. The subject of his research is the grade XI with total students as much as 29 students and students. Data analysis using comparative descriptive analysis techniques by comparing the initial conditions with the results achieved at each cycle, and a descriptive analysis of qualitative observation results by comparing the results of observation and reflection on the pre-release cycle, cycle I and cycle II. The results showed that: the application of Learning by using learning type TPS can improve the results of the study subjects Sociology subject matter forms the social conflict in the students of Class XI SMA Negeri 2 Peusangan. At the end of the cycle I, students learn as much as ketuntasan reached 72.41% (21), and students who hadn't as much as 27.59% (8 children), whereas at the end of the cycle II, a total of 93.10% (27 children) and as much as 6.89% (2 children) have not yet reached the ketuntasan study. With the average value of the cycle class I 60 and the average cycle class II 75. As for the non observation of the test results of the learning process shows the changes students more active during the learning process takes place. Overall average grade achieved a rise of 39.28%, and overall student learning ketuntasan achieved an increase of 165.51% if compared to the initial conditions. Abstrak Penggunaan Model Pembelajaran Tipe TPS Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Materi Pokok Bentuk-Bentuk Konflik Sosial Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Peusangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar sosiologi materi pokok bentuk-bentuk konflik sosial dengan menggunakan model pembelajaran tipe TPS pada siswa Kelas Kelas XI SMA Negeri 2 Peusangan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas 3 siklus. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI dengan jumlah siswa sebanyak 29 orang siswa dan siswi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif dengan membandingkan kondisi awal dengan hasil-hasil yang dicapai pada setiap siklus, dan analisis deskriptif kualitatif hasil observasi dengan membandingkan hasil observasi dan refleksi pada pra siklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: penerapan Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran tipe TPS dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi materi pokok bentuk-bentuk konflik sosial pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Peusangan. Pada akhir siklus I, siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 72,41% (21 anak), dan siswa yang belum tuntas sebanyak 27,59% (8 anak), sedangkan pada akhir siklus II, sebanyak 93,10% (27 anak) dan sebanyak 6,89% (2 anak) belum mencapai ketuntasan belajar. Dengan nilai rata- rata kelas siklus I 60 dan rata-rata kelas siklus II 75. Adapun hasil non tes pengamatan proses belajar menunjukkan perubahan siswa lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Secara keseluruhan rata-rata kelas mencapai kenaikan sebesar 39,28%, dan ketuntasan belajar siswa secara keseluruhan mencapai peningkatan sebesar 165,51% jika dibandingkan dengan kondisi awal. Kata kunci: Model Pembelajaran Tipe TPS dan Hasil Belajar
IPTEK BAGI PRODUK EKSPOR UKM PENGRAJIN ROTAN “LEU BAGO AWE” Ully Muzakir
Jurnal Visipena Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.384 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i2.414

Abstract

The objective of this program is to boost export growth of rattan handicraft products in Aceh Besar regency, namely UKM "Leu Bago Awe" through improved management and product quality. The program also aims to accelerate the transfer of technology and management from STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh as the implementer of program to SMEs "Leu Bago Awe" as an industrial society as well as developing link & match between STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, SMEs, Aceh Besar District Government and wide community. The method of implementation of this program includes: training and mentoring with activities such as: product design training, tool production training, knitting training for standard size and shape, production management training, administration and finance training, equipment procurement, participation in exhibition, web creation, arrangement of raw material storage space, goods and show room, cooperate with DJPEN and IPR processing. The result of this program is the creation of products that have export quality standards and have a product marketing system online so that it can cover all countries. Abstrak Tujuan program ini adalah memacu pertumbuhan ekspor produk kerajinan rotan di Kabupaten Aceh Besar yaitu UKM “Leu Bago Awe” melalui peningkatan manajemen dan kualitas produk. Program ini juga bertujuan mempercepat alih teknologi dan manajemen dari STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh sebagai pelaksana program kepada UKM “Leu Bago Awe” sebagai masyarakat industri disamping juga mengembangkan link & match antara STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, UKM, Pemerintah Kebupaten Aceh Besar dan masyarakat luas. Metode pelaksanaan program ini meliputi: pelatihan dan pendampingan dengan kegiatan antara lain: pelatihan mendesain produk, pelatihan penggunaan alat produksi, pelatihan perajutan untuk standar ukuran dan bentuk, pelatihan manajemen produksi, pelatihan administrasi dan keuangan, pengadaan peralatan, keikutsertaan dalam pameran, pembuatan web, penataan ruang penyimpanan bahan baku, barang dan show room, menjalin kerja sama dengan DJPEN serta pemrosesan HKI. Hasil dari program ini adalah terciptanya produk-produk yang memiliki standar mutu ekspor serta memiliki sistem pemasaran produk secara online sehingga dapat mencakup seluruh negara. Kata kunci: Kerajinan, Ekspor, Rotan