cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 343 Documents
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS MATERI KEGIATAN JUAL BELI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) : (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas III SD Negeri Ancol Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang Tahun Pelajaran 2018/2019) Avini Martini; Cep Deni Wahyudin
Jurnal Visipena Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.582 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v10i2.512

Abstract

This research is motivated by the lack of student activities that include attention, activity, and work together, so impressed passive learning and results in a low learning outcomes in social studies class III material purchase. This study has two formulation of the problem, namelywhether the model of Problem Based Learning (PBL) can increase the activity of social studies material trading activities and whether the model of Problem Based Learning (PBL) can improve learning outcomes IPS material trading activities of third grade students of SDN Ancol subdistrict Darmaraja, as well as the purpose of this research is, to enhance the activity and results of social studies in materials trading activities in the third grade students of SDN Ancol subdistrict Darmaraja. This study uses classroom action research (PTK) with a research design Kemmis and MC models. Taggart covering the planning, implementation, observation, and reflection. Subjects of this study third grade students of SDN Ancol subdistrict Darmaraja the Academic Year 2018/2019 of 16 people. Data collection techniques in this study is the observation techniques and engineering tests on the material buying and selling activities. After research and analysis of the data is completed, the researchers obtained data activity and learning outcomes of students has increased from the initial data to the second cycle. It is seen from the student activity on preliminary data the average amount of student activity score is 54.1, the student who gets good criteria only 3 people (18.75%), in the first cycle the average number of students activity score is 66.19 students who get good criteria to 7 students (43.75%) and the second cycle an average score of student activity is 80.75 and students who get good criteria increased to 12 (75.00%). Improved student learning activities to impact on improving student learning outcomes. This is evident from the average value of students' test results prior to implementation action planmodel of Problem Based Learning (PBL) is the average value of only 60 students by the number of students who completed only 3 people (18.75%), then after the action is taken the average value of students in the first cycle to 68.13 to the number of students who completed as many as 9 people (56.25%), and the second cycle of the average value of students has increased to 80 the number of students who completed a total of 14 people (87.50%). Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya aktivitas siswa yang meliputi perhatian, keaktifan, dan bekerja sama, sehingga pembelajaran terkesan pasif dan berakibat pada hasil belajar yang rendah pada mata pelajaran IPS kelas III materi jual beli. Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah, yaitu apakah model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas belajar IPS materi kegiatan jual beli dan apakah model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPS materi kegiatan jual beli siswa kelas III SDN Ancol Kecamatan Darmaraja, serta tujuan pada penelitian ini yaitu, untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS dalam materi kegiatan jual beli pada siswa kelas III SDN Ancol Kecamatan Darmaraja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain penelitian model Kemmis dan MC. Taggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas III SDN Ancol Kecamatan Darmaraja Tahun Pelajaran 2018/2019 sebanyak 16 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa teknik observasi dan teknik tes pada materi kegiatan jual beli. Setelah penelitian dan analisis data selesai dilaksanakan, peneliti memperoleh data aktivitas dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari data awal sampai siklus II. Hal ini terlihat dari aktivitas siswa pada data awal rata-rata jumlah skor aktivitas siswa yaitu 54,1 , siswa yang mendapat kriteria baik hanya 3 orang (18,75%), pada siklus I rata-rata jumlah skor aktivitas siswa yaitu 66,19 siswa yang mendapat kriteria baik menjadi 7 orang siswa (43,75%) dan pada siklus II rata-rata skor aktivitas siswa yaitu 80,75 dan siswa yang mendapat kriteria baik meningkat menjadi 12 orang (75,00%). Peningkatan aktivitas belajar siswa berdampak pula pada peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata hasil tes belajar siswa sebelum diterapkan tindakan perencanaan model Problem Based Learning (PBL) rata-rata nilai siswa hanya 60 dengan jumlah siswa yang tuntas hanya 3 orang (18,75%), selanjutnya setelah tindakan dilakukan nilai rata-rata siswa pada siklus I menjadi 68,13 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 9 orang (56,25%), dan pada siklus II nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan menjadi 80 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 14 orang (87,50%). Kata kunci: Model Problem Based Learning, Aktivitas Dan Hasil Belajar
PENGARUH LOCUS OF CONTROL DAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR GURU SMA NEGERI DI KOTA BEKASI Dwi Septiawati; Neti Karnati; Siti Rochanah
Jurnal Visipena Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.946 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v10i2.513

Abstract

The study aims to obtain information concerning the effect of locus of control and intrinsic motivation on organizational citizenship behavior (OCB) of Public High School teacher in district Bekasi City. The research with the quantitative approach used a survey method and data analysis with Path Analysis techniques. The data collection process is done by using the questionnaire as an instrument. There are 192 samples from 370 population was selected as the unit analysis which is determined by proportional simple random sampling techniques. Research result : First, there is a positive direct effect of locus of control on OCB with a correlation coefficient of 0.346 and a path coefficient of 0.268. This gives the meaning of an increase in the locus of control of state high school teachers in the city of Bekasi to be followed by an increase in its OCB. Second, there is a positive direct effect of intrinsic motivation on OCB with a correlation coefficient of 0.314 and a path coefficient of 0.218. This gives the meaning of increasing the intrinsic motivation of teachers of Public High Schools in Bekasi City to be followed by an increase in OCB. Third, there is a positive direct effect of locus of control on intrinsic motivation with a correlation coefficient of 0.359 and a path coefficient of 0.359. This gives the meaning of the increase in the locus of control of public high school teachers in Bekasi City, followed by an increase in intrinsic motivation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Locus of Control dan motivasi intrinsik terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) guru SMA Negeri di Kota Bekasi. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif ini menggunakan metode survey dan analisa data dilakukan dengan teknik analisa jalur (Path Analysis). Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai intrumen. Terdapat 192 sampel dari 370 populasi dipilih sebagai unit analisis yang ditentukan dengan menggunakan teknik proporsional acak sederhana (propotional simpel random sampling). Hasil penelitian menunjukkan : Pertama, terdapat pengaruh langsung positif locus of control terhadap OCB dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,346 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,268. Ini memberikan makna peningkatan locus of control guru SMA Negeri di Kota Bekasi akan dikuti oleh peningkatan OCB-nya. Kedua, Terdapat pengaruh langsung positif motivasi intrinsik terhadap OCB dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,314 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,218. Ini memberikan makna peningkatan motivasi intrinsik guru SMA Negeri di Kota Bekasi akan dikuti oleh peningkatan OCB-nya. Ketiga, terdapat pengaruh langsung positif locus of control terhadap motivasi intrinsik dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,359 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,359. Ini memberikan makna meningkatnya locus of control guru SMA Negeri di Kota Bekasi akan dikuti oleh peningkatan motivasi intrinsik-nya. Kata kunci: Locus of control, motivasi intrinsik, organizational citizenship behavior
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI PERMAINAN ENGKLEK DI SD NEGERI SINDANG I KECAMATAN SUMEDANG UTARA KABUPATEN SUMEDANG Darliani Sosyawati
Jurnal Visipena Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.522 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v10i2.514

Abstract

This research was motivated by the low mathematical ability of students in number recognition. The Engklek game could be used by teachers as a learning resource in the field of cognitive cognitive development in mathematics. Engklek game cannot be separated from the ability of students to recognize shapes, numbers and the importance of cooperation, discipline in play. This class action research was carried out in three cycles, each cycle carried out in one meeting with the time allocation of each meeting being three hours of study. The instrument used in this study consisted of teacher performance observation format, student activity observation format, learning evaluation questions, and documentation as an effort to correct these problems. Therefore, the Engklek Game was expected to make it easier for children to recognize numbers and be able to introduce and preserve traditional games in Indonesia. Besides being able to improve student learning outcomes. the application of Engklek Games could improve teacher performance and student activities in the learning process. Based on the results of the implementation of the action as much as three cycles, the total percentage of teacher performance in student activities and student learning outcomes multiply the increase. Thus, the application of the Engklek Application in learning to recognize numbers can give positive results to the learning process and can increase students' understanding of the material to recognize numbers 1-20 so that learning outcomes also increase. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan matematika siswa dalam pengenalan angka. Permasalahan yang menjadi fokus kajian dalam penelitian adalah bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan peningkatan hasil belajar siswa dalam memahami materi dengan menerapkan permainan Engklek di kelas I SDN Sindang I. Permainan Engklek dapat digunakan oleh guru sebagai sumber belajar dalam bidang pengembangan kognitif matematika. Permainan Engklek tidak dapat dilepaskan dari kemampuan siswa untuk mengenal bentuk, angka dan pentingnya kerjasama, kedisiplinan dalam bermain. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebanyak tiga siklus, masing-masing siklus dilaksanakan sebanyak satu kali pertemuan dengan alokasi waktu setiap pertemuannya adalah tiga jam pelajaran. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari format observasi kinerja guru, format observasi aktivitas siswa, soal evaluasi pembelajaran, dan dokumentasi sebagai upaya untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Oleh karena itu, Permainan Engklek diharapkan dapat mempermudah anak dalam mengenal angka serta dapat mengenalkan dan melestarikan kembali permainan-permainan tradisional yang ada di Indonesia. Selain dapat meningkatkan hasil belajar siswa, penerapan Permainan Engklek dapat meningkatkan kinerja guru dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan sebanyak tiga siklus, jumlah persentase kinerja guru aktivitas siswa dan hasil belajar siswa mengali peningkatan. Dengan demikian, penerapan Permaian Engklek dalam pembelajaran mengenal angka dapat memberikan hasil yang positif terhadap proses pembelajaran dan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang materi mengenal angka 1-20 sehingga hasil belajar pun meningkat. Kata kunci: Angka, permainan engklek
PENINGKATAN KETERAMPILAN MATERI MENULIS PENGGUNAAN SUATU ALAT MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SDN RANCAKALONG Siti Hayati
Jurnal Visipena Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.572 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v10i2.515

Abstract

The final goal of the series of learning processes undertaken by the teacher is the success of the teaching and learning process. In fact, there are still many weaknesses in the process that can result in the failure of the learning process. In essence learning outcomes refer to everything that belongs to students as a result of teaching and learning activities undertaken. Therefore, each subject requires learning outcomes that are different from other subjects. As was the case with learning at the beginning of Semester I of the 2016/2017 Academic Year in class V Rancakalong. In the implementation of learning Indonesian subjects with the subject matter "Writing the Use of a Tool", out of 31 fifth grade students only 4 children who scored above 70 or equivalent to 1% of students were able to master the material. Based on the calculations above, several problems can be formulated: the teacher does not use the correct and appropriate teaching aids and the teaching methods developed by the teacher are less effective. Based on the background description the problem formulation can be formed as follows: "How do you increase students' understanding and motivation about writing the use of a class V tool by applying the demonstration method as a learning method?" Through the findings of reflection and discussion with peers, the learning carried out has shown progress. This is indicated by the increase in students' mastery and understanding of the subject matter. The results of the improvement of BI subjects are evidenced by an increase in the results of the students' evaluation scores. Of the 31 students in the first cycle there were only 14 students who scored above 70 or equivalent to 64.66%. In the second cycle of learning improvement there were 17 students who scored above 70 or equivalent to 73.88%, and in cycle III students who scored above 70 were 31 students or equivalent to 82.2%. Abstrak Tujuan akhir dari rangkaian proses pembelajaran yang dilakukan guru adalah keberhasilan proses belajar mengajar. Pada kenyataannya, masih banyak ditemui beberapa kelemahan proses sehingga berakibat pada tidak berhasilnya proses pembelajaran tersebut. Pada hakikatnya hasil belajar mengacu pada segala sesuatu yang menjadi milik peserta didik akibat dari kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. Oleh karena itu setiap mata pelajaran menuntut hasil belajar yang berbeda dari mata pelajaran yang lain. Seperti halnya yang terjadi pada pembelajaran di awal Semester I Tahun Ajaran 2016/2017 di kelas V Rancakalong. Pada pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi pokok “Menulis Penggunaan Suatu Alat”, dari 31 peserta didik kelas V hanya 4 anak yang mendapatkan nilai di atas 70 atau setara dengan 1% peserta didik yang mampu menguasai materi. Berdasarkan perhitungan di atas dapat dirumuskan beberapa masalah : guru tidak menggunakan alat peraga yang benar dan tepat serta metode mengajar yang dikembangkan guru kurang efektif. Berdasarkan uraian latar belakang dapat dibentuk rumusan masalah sebagai berikut : “Bagaimana cara meningkatkan pemahaman dan motivasi peserta didik tentang menulis penggunaan suatu alat kelas V dengan menerapkan metode demonstrasi sebagai metode pembelajaran?” Melalui hasil temuan refleksi dan diskusi dengan teman sejawat, pembelajaran yang dilaksanakan sudah menunjukkan kemajuan. Hal ini ditunjukan dengan meningkatnya penguasaan dan pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran. Hasil dari perbaikan mata pelajaran BI dibuktikan dengan peningkatan hasil nilai evaluasi peserta didik. Dari 31 peserta didik pada siklus I hanya ada 14 peserta didik yang mendapatkan nilai di atas 70 atau setara dengan 64,66%. Pada siklus II perbaikan pembelajaran terdapat 17 peserta didik yang mendapat nilai di atas 70 atau setara dengan 73,88%, dan pada siklus III peserta didik yang mendapat nilai di atas 70 sebanyak 31 peserta didik atau setara 82,2%. Kata kunci: Metode Demonstrasi, Pelajaran Bahasa Indonesia
PROFIL KOMPETENSI DAN DAYA SAING LULUSAN STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA: STUDI PELACAKAN LULUSAN SEBAGAI BAGIAN DARI UPAYA PENINGKATAN MUTU PERGURUAN TINGGI SWASTA DI ACEH Intan Kemala Sari; Achyar Munandar; Dellysa Fachraini; Ramazana; Bella Yolanda Putri; Nisrina; Cut Safriana
Jurnal Visipena Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.916 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v10i2.516

Abstract

STKIP Bina Bangsa Getsempena (STKIP BBG) is one of the private tertiary institutions in Aceh that was established in 2003. During its 15 years of establishment, STKIP BBG has been through an accreditation program by BAN-PT with good results. Even in 2018, STKIP BBG received an award as the best PT Kopertis XIII version of the high school category. This is inseparable from the support in the implementation of Education programs, reports, and alumni selection programs in their work in the world of work after completing the Education program at STKIP BBG. So far, the implementation of the alumni selection program in the form of tracer studies can capture as much as 20-30% according to the needs of the forms. However, this is felt to still need to be improved in order to improve the quality and relevance of the Education program at STKIP BBG in the future. Therefore, the Advanced Career Center Assistance Program especially tracer study will greatly help get accurate feedback from graduates. The tracer study at STKIP BBG will involve 220 alumni graduating in 2017 using the PDCA approach involving surveyors and alumni groups spread across various regions and islands. The results of the tracer study can at least (1) determine the transition of STKIP BBG graduates in the world of work; (2) mapping horizontal and vertical alignment of STKIP BBG graduates; (3) mapping the competency gaps of graduates and the demands of the world of work; (4) assisting government programs in order to strengthen the monitoring system of PT Indonesia graduates, especially in Aceh. Abstrak STKIP Bina Bangsa Getsempena (STKIP BBG) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di Aceh yang berdiri sejak tahun 2003. Selama 15 tahun pendiriannya, STKIP BBG telah melalui program akreditasi oleh BAN-PT dengan hasil baik. Bahkan pada tahun 2018, STKIP BBG mendapatkan penghargaan sebagai PT terbaik versi Kopertis XIII kategori sekolah tinggi. Hal ini tidak lepas dari dukungan dalam pelaksanaan program-program Pendidikan, pelaporan-pelaporan, serta program penjaringan alumni dalam kiprahnya didunia kerja pasca menyelesaikan program Pendidikan di STKIP BBG. Sejauh ini, pelaksanaan program penjaringan alumni dalam bentuk tracer study dapat menjaring sebanyak 20-30% saja sesuai dengan kebutuhan borang. Namun ini dirasa masih perlu ditingkatkan demi peningkatan mutu dan relevansi program Pendidikan di STKIP BBG di masa yang akan dating. Maka dari itu Program Bantuan Pusat Karir Lanjutan khususnya tracer study akan sangat membantu mendapatkan umpan balik yang akurat dari para lulusan. Tracer study di STKIP BBG akan melibatkan sebanyak 220 alumni yang lulus pada tahun 2017 dengan menggunakan pendekatan PDCA yang melibatkan tenaga surveyor dan grup-grup alumni yang tersebar di berbagai daerah dan kepulauan. Hasil dari tracer study paling tidak dapat (1) mengetahui transisi lulusan STKIP BBG dalam dunia kerja; (2) memetakan keselarasan horizontal dan vertikal lulusan STKIP BBG; (3) memetakan kesenjangan kompetensi lulusan dan tuntutan dunia kerja; (4) membantu program pemerintah dalam rangka memantapkan sistem pemantauan lulusan PT Indonesia khususnya di Aceh. Kata kunci: Perguruan tinggi swasta, pelacakan alumni, perbaikan mutu
PENERAPAN METODE INQUIRY DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPA MATERI LINGKUNGAN KELAS V SD NEGERI KACANGAN I KECAMATAN SUMBERLAWANG Ayatullah Muhammadin Al Fath
Jurnal Visipena Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.965 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v6i2.926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) karakteristik kegiatan mengajar; (2) kegiatan belajar siswa; dan (3) karakteristik fisik kelas di SD Negeri Kacangan I Kecamatan Sumberlawang Kabupaten Sragen. Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan strategi etnografi. Dalam menentukan subyek penelitian, peneliti memakai purposive sampling yaitu menentukan cuplikan dengan pertimbangan tertentu yang dipandang dapat memberikan data secara maksimal , dan snow ball sampling yaitu peneliti memilih responden secara berantai. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara etnografi (wawancara bebas, penggalian metode pembelajaran), catatan-catatan dan rekaman wawancara. Penelitian dilaksanakan di SD negeri Kccangan I Kecamatan Sumberlawang Kabupaten Sragen mulai bulan Oktober 2010 sampai dengan bulan Februari 2011. Untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan tehnik: perpanjangan keikutsertaan, ketekunan/keajegan pengamatan, trianggulasi data, dan member check, sedangkan tehnik analisis data dengan menggunakan model analisis data. Dalam menguji teori menggunakan pendekatan induksi analitik. Data yang diperoleh dikumpulkan dan dianalisis untuk dikembangkan berdasarkan apa yang diberikan oleh informan dengan menggunakan analisis kualitatif yang terdiri dari tiga kegiatan yaitu reduksi data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini merupakan kata-kata atau kalimat-kalimat panjang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah proses kegiatan belajar mengajar merupakan tugas pokok seorang guru dan siswa yang menjadi satu mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Keberhasilan sebuah pembelajaran terletak pada guru, siswa, dan motivasi belajar. Dalam pengajaran, siswa bukan lagi sebagai obyek akan tetapi mereka sebagai subyek yang bekerja dalam kegiatan belajar dan mengajar dengan seorang guru (student centered activity). Sedangkan guru adalah seorang fasilitator di tengah-tengah siswa yang sedang mengerjakan tugas dalam pembelajaran.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GEOMETRI RUANG PADA SISWA SEKOLAH DASAR Intan Kemala Sari
Jurnal Visipena Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.671 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i1.927

Abstract

Mengenali bentuk merupakan langkah awal untuk membangun pondasi perkembangan kognitif seseorang. Melalui proses tersebut, seseorang dapat mengidentifikasi sifat dan karakteristik suatu objek dari wujud yang terlihat untuk membangun konsep atau definisi tentang objek yang bukan dianalisis. Pembelajaran geometri berlandaskan pemikiran pendekatan matematika realistik tersebut, dalam hal ini memfasilitasi siswa untuk menemukan konsep geometri dengan memanfaatkan pengetahuannya. Dengan demikian, fokus utama dalam penelitian adalah mendisain pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik untuk meningkatkan kemampuan geometri ruang siswa sekolah dasar. Penelitian ini tergolong dalam penelitian tindakan kelas, adapun fase dalam dalam melaksanakan penelitian ini, yaitu; identifikasi masalah, pengumpulan dan organisasi data, interpretasi data, pelaksanaan tindakan/interfensi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan siswa memahami materi geometri ruang. Dengan demikian, pembelajaran geometri ruang dengan menggunakan pendekatan matematika realistik dapat meningkatkan kemampuan geometri ruang siswa kelas IV sekolah dasar. Adapun aktivitas yang dipilih merupakan hal-hal yang dekat dengan pengalaman dan pengetahuan siswa, sehingga dapat menjembatani antara pengetahuan siswa dengan visualisasi dan analisis dalam geometri. Namun, guru harus memberi waktu tunggu yang cukup serta memberi kesempatan yang luas kepada siswa untuk mengeluarkan idenya sehingga proses belajar mengajar tidak hanya menjadi pengalaman di kelas, melainkan dapat diaplikasiskan siswa dalam lingkungannya.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATERI TRIGONOMETRI DI KELAS XI IA1 SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Rita Novita
Jurnal Visipena Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.126 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i1.929

Abstract

Penguasaan matematika sangat penting untuk semua lapisan masyarakat terutama bagi siswa dalam menempuh pendidikan formal karena matematika merupakan pembimbing pola pikir maupun sebagai pembentuk sikap. Trigonometri merupakan ruang lingkup dari matematika yang masih sukar dipahami oleh siswa, diantara penyebabnya adalah kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep dasar trigomometri serta keaktifan dan keberanian dalam pembelajaran masih rendah. Model pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS) adalah salah satu model dalam pembelajaran yang menekankan pada tiga aspek yaitu berpikir (think), berpasangan (pair), dan berbagi (share) sehingga dapat menjadi solusi untuk diterapkan pada pelajaran matematika khususnya trigonometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS dalam mengajarkan materi trigonometri di kelas XI pada SMAN 8 Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskripstif dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI IA1 pada SMAN 8 Banda Aceh. Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS dapat didasarkan pada (1) Ketuntasan belajar, (2) Aktifitas siswa, (3) Respon siswa, (4) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Model kooperatif tipe TPS akan dikatakan efektif jika paling sedikit tiga dari empat aspek tersebut terpenuhi dengan syarat aspek ketuntasan belajar terpenuhi (efektif). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket respon siswa, lembar observasi dan tes hasil belajar sedangkan pengolahan data menggunakan persentase, kriteria waktu ideal, dan deskripsi skor rata-rata terhadap kemampuan guru mengelola pembelajaran, data aktifitas siswa, angket respon siswa dan tes ketuntasan belajar. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS efektif diterapkan pada materi Trigonometri di kelas XI IA1 SMAN 8 Banda Aceh karena telah memenuhi keempat aspek efektifitas yaitu ketuntasan belajar (siswa tuntas sebanyak 87,5%), kemampuan guru mengelola pembelajaran (berada dalam kriteria baik), aktifitas siswa (aktif), dan respon siswa (positif).
MEDIA POP-UP BOOK UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SISWA SEKOLAH DASAR Gio Mohamad Johan
Jurnal Visipena Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.135 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v11i1.1021

Abstract

This study aims to determine the use of media Pop-Up Book in improving the writing skills of essay descriptions of elementary school students. The research is motivated by the problem of the difficulty of elementary school students writing a description essay. This research is a classroom action research by adapting Kemmis Mc Taggart's model. The instruments used in this study include learning plan sheets, observation sheets, questionnaire sheets, and tests. Based on the results of research conducted on students in fourth-grade of SDN 2 Galagamba, it can be concluded that the Pop-Up Book media can improve the writing skills of essay description of elementary school students. An interesting finding in this study is that the efforts of teachers to teach each student are different, it depends on the level of teacher creativity in the process of managing learning in the classroom. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media Pop-Up Book dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa sekolah dasar. Adapun penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan kesulitan siswa sekolah dasar dalam memulis karangan deskripsi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan mengadaptasi model Kemmis Mc Taggart. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain lembar rencana pembelajaran, lembar observasi, lembar angket, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas IV SDN 2 Galagamba, dapat disimpulkan bahwa media Pop-Up Book dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa sekolah dasar. Temuan menarik dalam penelitian ini yakni upaya guru dalam membelajarkan setiap siswa berbeda-beda, hal tersebut bergantung kepada tingkat kreativitas guru dalam proses pengelolaan pembelajaran di kelas. Kata Kunci: menulis, karangan, pop-up book, siswa, sekolah dasar
KONTRIBUSI KECERDASAN INTELEKTUAL (IQ) DAN KECERDASAN SPIRITUAL (SQ) TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SMA DI KOTA BATU Sariakin Sariakin
Jurnal Visipena Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.623 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v11i1.1024

Abstract

Intellectual intelligence (IQ) and spiritual intelligence (SQ) is an energetic source which completes each other. Both contribute and ply an important role to the leadership model. Therefore, this research was conducted based on the fact that IQ and SQ were needed to form an effective leadership model. In getting the quality of education which tends to increase the human quality in Indonesia especially in Kota Batu, it is also considered by headmaster as one of the main factors which influences the success of increasing education quality. This research is aimed to know how much contribution IQ and SQ to the effectiveness of leadership model of the SMA headmasters in Kota Batu. The population number of this research is 291 teachers of SMA in Kota Batu. According to the Krejcie table, there should be 165 samples. Data collection for the sample used the assessment instrument of IQ, SQ, and the leadership model effectiveness used questionnaire. The analysis technique used is descriptive and double regression techniques. The result of the research shows that (1) there is a significant positive correlation between the IQ and SQ to the headmaster's leadership model with the contribution of 46.5%, (2) the IQ has a positive contribution to the leadership model effectiveness of SMA in Kota Batu as much as 21.39%, and (3) SQ has a positive contribution to the leadership model effectiveness of SMA in Kota Batu as much as 25.11%. Abstrak Kecerdasan Intelektual (IQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) adala sumber sinergi yang saling melengkapi. Keduanya memberikan kontribusi yang berarti terhadap gaya kepemimpinan, sehingga penelitian ini dilandasi oleh kenyataan bahwa masalah kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) sangat dibutuhkan untuk membentuk gaya kepemimpinan yang efektif. Dalam rangka mewujudkan kualitas pendidikan di Indonesia khususnya di Kota Batu dalam kaitanya dengan sumber daya manusia (SDM), juga ditentukan oleh kepala sekolah sebagai salah satu faktor utama keberhasilan peningkatan mutu pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) terhadap gaya kepimpinan kepala sekola di Kota Batu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMA yang ada di Kota Batu yang berjumla 291 orang sementara sampel yang diambil berjumla 165 orang yang didasari pada tabel krejcie. Pengumpulan data pada sampel menggunakan instrumen berupa angket. Teknis analaisis yang digunakan adalah teknik analisis deskeptif dan teknik analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) kepala SMA di Kota Batu terhadap gaya kepemimpinannya dengan kontribusi 46,5%, (2) Kecerdasan inteletual memiliki kontribusi (sumbangan efektif) terhadap gaya kepemimpinan kepala SMA di Kota Batu sebesar21,39%, dan (3) kecerdasan spiritual (SQ) kepemimpinan memiliki kontribusi (sumbangan efektif) teradap gaya kepemimpinan kepala SMA di Kota Batu sebesar 25,11%. Kata Kunci: Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Spiritual (SQ), gaya kepemimpinan