cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 343 Documents
DAMPAK EFEKTIVITAS PROGRAM SERTIFIKASI GURU DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SMAN 3 PADANG SIDEMPUAN Zulham Hidayah Pardede; Yafizham Yafizham
Jurnal Visipena Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.142 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v11i1.1027

Abstract

Professional teachers are required to have a minimum academic qualification of bachelor (S-1) or diploma four (D-IV), master competence, have an educator certificate, be physically and mentally healthy, and the ability to realize national education goals. The fact is, the teachers quality and competence in Indonesia is not as expected. In terms of educational qualifications, from 2.92 million teachers, only about 51% have a Bachelor's degree or more and the rest did not have a Bachelor's degree. Likewise from the certification requirements, only around 70.5% of teachers met the certification requirements. This study aims to determine the Effectiveness of Teacher Certification Programs in Improving Teacher Professionalism in SMA N 3 Padang Sidempuan. The method used in this research is qualitative research. The data source is interviews with teacher who is certified both PNS and Non-PNS. Based on the results, the certification by SMA N 3 Padang Sidempuan is in line with the aim of teacher certification, that is creating professional teachers. In particular, the desired impact shows that teacher certification enhances the ability and competence of teachers in creating an effective learning environment. The teacher more professional in maintaining the timeliness in classroom and starting lessons in accordance with established learning procedures, and discipline in preparing all learning tools. Teacher certification also improved teacher welfare and dignity as a consequence of the benefits of basic salary every month. Abstrak Guru profesional wajib memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV), menguasai kompetensi, memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Faktanya, kualitas dan kompetensi guru di Indonesia belum sesuai harapan. Dari sisi kualifikasi pendidikan, dari 2,92 juta guru, baru sekitar 51% yang berpendidikan S-1 atau lebih dan sisanya belum berpendidikan S-1. Begitu pun dari persyaratan sertifikasi, hanya sekitar 70,5% guru yang memenuhi syarat sertifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program Sertifikasi Guru dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SMA N 3 Padang Sidempuan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data yaitu wawancara kepada setiap guru yang tersertifikasi baik PNS dan Non-PNS. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kebijakan sertifikasi yang diusung oleh MAN 2 Medan sejalan dengan tujuan sertifikasi guru, yaitu menciptakan guru yang profesional. Secara khusus, dampak yang diinginkan menunjukkan bahwa sertifikasi guru meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Guru lebih profesional dalam menjaga ketepatan waktu memasuki kelas dan memulai pelajaran sesuai dengan prosedur pelajaran yang ditetapkan, serta disiplin dalam mempersiapkan semua alat belajar. Sertifikasi guru juga telah meningkatkan kesejahteraan dan martabat guru sebagai konsekuensi dari manfaat gaji pokok setiap bulan. Kata Kunci: dampak efektivitas, sertifikasi guru, profesionalisme guru
PENGEMBANGAN KARAKTER MANDIRI MELALUI KEGIATAN ENTREPRENEURSHIP BERINTEGRITAS PADA FAKULTAS AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH BANDA ACEH Hayati Hayati; Ismawirna Ismawirna; Taat Kurnita Yeniningsih
Jurnal Visipena Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.391 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v11i1.1066

Abstract

University is a representative facility to develop independent character through entrepreneurship event at the Faculty of Islamic Studies, Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh. It is argued that the university can reshape the future leaders of a country. This study aims to develop an independent character through an entrepreneurship event at the Faculty of Islamic Studies, Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh. The long-term aim of this research is to create university alumni having high integrity, independent soul, and entrepreneurial spirit. The research designed as Research and Development (R&D) conducted within two phases. In the first phase, a survey on method and approach utilized as an input for the development of entrepreneurship learning methods. In the second phase, the trial of the entrepreneurship learning method will be conducted in the field with the involvement of students and lecturers. The research method is using a mixed method approach. As the data collection method, the researcher conducts interviews, documentation, and observation. Additionally, the Likert scale is used during quantitative research. The total population of this research is 130 students from four different departments within the Faculty of Islamic Studies. The sample itself is thirteen students from the population. The sampling technique uses purposive sampling. The data analysis technique utilizes quantitative and qualitative descriptive analysis. The results show that from 13 respondents of the entrepreneurship event, there are only two brave students who open independent businesses and new employments after finishing their studies. Both of the students are coming from the PAI department: T. Basyira opens a cafe named "Moment Caffee" besides BBG College Darussalam; and Muliani who opens a grocery store at Ateuk Pahlawan. Both of them successfully manage their time to graduate on time and to work in their businesses. Abstrak Perguruan Tinggi merupakan sarana yang representatif dalam mengembangkan karakter mandiri melalui kegiatan entrepreneurship pada Fakultas Agama Islam di Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh karena perguruan tinggi dinilai mampu membentuk cikal bakal calon pemimpin bangsa. Penelitan ini bertujuan mengembangkan karakter mandiri melalui kegiatan entrepreneurship pada Fakultas Agama Islam di Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh. Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah untuk mewujudkan lulusan perguruan tinggi yang memiliki integritas yang tinggi, memiliki jiwa mandiri, dan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Rancangan penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama melakukan survey tentang pendekatan yang digunakan sebagai masukan dalam pengembangan metode pembelajaran entrepreneurship. Tahap kedua, dilakukan uji coba pengembangan pembelajaran entrepreneurship di lapangan dengan melibatkan mahasiswa dan dosen. Metode penelitian ini dengan menggunakan pendekatan mixed method. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Pada penelitian kuantitatif, peneliti menggunakan skala likert. Dari jumlah populasi sebanyak 130 mahasiswa Fakultas Agama Islam yang terdiri dari 4 program studi, peneliti mengambil sampel sebanyak 13 orang dengan teknik purposive sampling. Teknik analisa data menggunakan analisa deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 13 mahasiswa yang dilakukan uji coba dalam kegiatan entrepreneurship, hanya 2 orang mahasiswa yang berani membuka usaha mandiri. Kedua mahasiswa tersebut berasal dari jurusan PAI yakni T. Basyira yang membuka kafe dengan nama “Moment Caffee” di samping Kampus BBG Darussalam dan Muliani yang membuka warung kelontong di Ateuk Pahlawan. Keduanya mampu menyelesaikan kuliahnya tepat waktu sambil bekerja. Kata Kunci: karakter mandiri, entrepreneurship, dan integritas
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA DOSEN PERGURUAN TINGGI SWASTA LABUHAN BATU Sakinah Ubudiyah Siregar; Sri Milfayetti; Ibnu Hajar; Akmaluddin Akmaluddin
Jurnal Visipena Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.982 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v11i1.1074

Abstract

Effect of Work Motivation on the Performance of Labuhan Batu Private University Lecturers]. This study aims to determine and analyze work motivation directly affect the performance of Labuhan Batu Private University lecturers. Subjects were Labuhan Batu Private University lecturers with a total sample of 125 people, taken by means of a random sampling formula using the Slovin formula, and data were analyzed using path analysis after calculating the correlation of all research variables in the form of a matrix. The research findings obtained work motivation has a direct effect on the positive performance of Labuhan Batu Private University lecturers. Obtained a significant path coefficient between work motivation and lecturer performance, namely: ρ65 = 0.21. Furthermore, based on the calculation of the direct influence of work motivation with lecturer performance of 0.212 = 0.044. Thus, work motivation that directly determines changes in lecturer performance is 4.4%. Abstrak Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Dosen Perguruan Tinggi Swasta Labuhan Batu]. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis motivasi kerja berpengaruh langsung terhadap kinerja dosen Perguruan Tinggi Swasta Labuhan Batu. Subjek penelitian adalah dosen Perguruan Tinggi Swasta Labuhan Batu dengan jumlah sampel sebanyak 125 orang, yang diambil dengan cara rumus random sampling menggunakan rumus Slovin, dan data dianalisis dengan menggunakan analisis jalur setelah dihitung korelasi seluruh variabel penelitian dalam bentuk matriks. Hasil temuan penelitian diperoleh Motivasi kerja berpengaruh langsung terhadap positif kinerja dosen Perguruan Tinggi Swasta Labuhan Batu. diperoleh koefisien jalur yang signifikan antara motivasi kerja dengan Kinerja dosen, yaitu: ρ65 = 0,21, Selanjutnya, berdasarkan hasil perhitungan pengaruh langsung motivasi kerja dengan kinerja dosen sebesar 0,212 =0,044. Dengan demikian, motivasi kerja yang secara langsung menentukan perubahan- perubahan kinerja dosen adalah sebesar 4,4 %. Kata Kunci: motivasi kerja, kinerja dosen
PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KOMITMEN AFEKTIF GURU SMA NEGERI KOTA BANDA ACEH Akmaluddin Akmaluddin; Rosmala Dewi; Syawal Gultom; Darmawati Darmawati
Jurnal Visipena Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.813 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v11i1.1075

Abstract

The objectives of this study are: (1) to find out whether there is an effect of perceptions about the principal's participative leadership with the teacher's affective commitment and (2) to find out whether there is an influence of work motivation with the teacher's affective commitment. This research uses quantitative methods, the model used is path analysis with inferential data analysis techniques. The population is all teachers in state high schools in the city of Banda Aceh as many as 108 people, a sample of 84 people. The sampling technique used is random probability sampling or random sampling. Namely the technique chosen to be a representative sample member. Data collection techniques are done using a questionnaire. The instrument was tested for validity with a product moment with an acceptance rate of 95% or at a significant level of 0.05. Reliability is calculated by the alpha r11 coefficient formula. The results showed: (1) There was a significant influence between perceptions about the principal's participatory leadership and the teacher's affective commitment. The correlation coefficient obtained was 0.523 with an alpha significance level of 0.05 and a regression line equation Ŷ = 62.97 + 0.436X1. (2) There is a significant influence of work motivation with the teacher's affective commitment. The correlation coefficient obtained was 0.681 with a significance level of alpha 0.05 and the regression line equation Ŷ = 24.35 + 0.729X2. This study concludes: (1) perceptions about the participatory leadership of the principal do not have a direct influence on the teacher's affective commitment. (2) work motivation has a direct effect on the teacher's affective commitment with a contribution of 48%. (3) the perception of the principal's participatory leadership has an indirect effect on the teacher's affective commitment through teacher work motivation with a contribution of 60%. Thus it is suggested in increasing the affective commitment of teachers it is necessary to increase the perception of the principal's participatory leadership and teacher work motivation. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui apakah ada pengaruh persepsi tentang kepemimpinan partisipatif kepala sekolah dengan komitmen afektif guru dan (2) untuk mengetahui apakah ada pengaruh motivasi kerja dengan komitmen afektif guru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, model yang digunakan adalah analisis jalur dengan teknik analisis data inferensial. Populasi adalah seluruh guru di SMA Negeri di Kota Banda Aceh sebanyak 108 orang, sampel berjumlah 84 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah probability sampling random atau pengambilan sampel secara acak. Yaitu teknik yang dipilih menjadi anggota sampel yang representatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Instrumen di ujii validitasnya dengan product moment dengan tingkat penerimaan 95% atau pada taraf signifikan 0,05. Reliabilitas dihitung dengan rumus koeefisien alpha r11. Hasil Penelitian menunjukkan : (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi tentang kepemimpinan partisipatif kepala sekolah dengan komitmen afektif guru. Koefisien korelasi yang diperoleh adalah 0,523 dengan level signifikansi alpha 0,05 dan persamaan garis regresi Ŷ = 62,97 + 0,436X1. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan motivasi kerja dengan komitmen afektif guru. Koefisien korelasi yang diperoleh adalah 0,681 dengan level signifikansi alpha 0,05 dan persamaan garis regresi Ŷ = 24,35 + 0,729X2. Penelitian ini menyimpulkan : (1) persepsi tentang kepemimpinan partisipatif kepala sekolah tidak mempunyai pengaruh langsung dengan komitmen afektif guru. (2) motivasi kerja mempunyai pengaruh langsung dengan komitmen afektif guru dengan kontribusi sebesar 48%. (3) persepsi tentang kepemimpinan partisipatif kepala sekolah mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap komitmen afektif guru melalui motivasi kerja guru dengan kontribusi sebesar 60%. Dengan demikian disarankan dalam meningkatkan komitmen afektif guru perlu ditingkatkan persepsi tentang kepemimpinan partisipatif kepala sekolah dan motivasi kerja guru. Kata Kunci: persepsi guru tentang kepemimpinan partisipatif kepala sekolah, motivasi kerja dan komitmen afektif
DATA TERKINI BAHASA MINANGKABAU MELALUI PENAMAAN DAERAH: (Upayakan Pembudayaan Bagi Keaslian Nama Daerah Di Sumbar) Welya Roza; Zulkarnaini Zulkarnaini; Muslim Tawakal
Jurnal Visipena Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.178 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v11i1.1085

Abstract

This article covers the effort to restore the originality of regional names in West Sumatra. The effort aims to fulfill the mandate of UUD 1945.The chapters and verses on the language are included in Section XV, Article 36 UUD 1945 Subsection (4) mentions: "The naming as referred to in subsection (1) and subsection (3) may use regional language or foreign language when it has historical, cultural, customs, and/or religious values." There is almost no society in West Sumatera who reads, understands, and follow up the mandate of the UUD 1945 until 74 years of Indonesian independence. This article reports the results of the ‘qualitative-descriptive’ research on the names of areas in Padang City, one of the level II regions of West Sumatra. The regional names of the villages (103) at 11 sub-district of Padang was recorded, listed, and grouped. The name was confirmed by the authenticity of two respondents/public figure and government.It is noted that 70% of the regional names in Padang have been damaged; among others, using Indonesian vocabulary or vocabulary that is not in Minangkabau language and/or Indonesian at all. This percentage, then based on Kemendagri’s website, is assumed to reach 80% for regional name damage in all 19 regions in West Sumatera. The total number of nagari-level regions in West Sumatera is 903 units. The next research projects the ultimate goals: (1) the written regional naming document in Sumbar: the book of the regional name origin (historical value) and the book/dictionary of regional naming of Sumbar; (2) the birth of Perda Sumbar to return the original name of the district of Sumbar; and (3) desimination (1) and (2) on 19 district/city of Sumbar. Abstrak Artikel ini mencakup upaya mengembalikan keaslian nama daerah di Sumbar. Upaya tersebut bertujuan untuk memenuhi amanat UUD 1945. Pasal dan ayat tentang kebahasaan dimuat pada Bab XV, Pasal 36 UUD 1945 Ayat (4) berisi: “Penamaan sebagaimana yang dimaksud pada Ayat (1) dan Ayat (3) dapat menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing apabila memiliki nilai sejarah, budaya, adat-istiadat, dan/atau keagamaan.” Hampir tidak ada masyarakat Sumbar yang membaca, memahami, dan menindaklanjuti amanat UUD 1945 itu sampai 74 tahun kemerdekaan Indonesia. Artikel ini melaporkan hasil penelitian ‘kualitatif-deskriptif’ tentang nama-nama daerah di Kota Padang, salah satu dari daerah tingkat II di Sumbar. Nama daerah se-tingkat kelurahan (103) pada 11 kecamatan Kota Padang dicatat, didaftar, dan dikelompokkan. Daftar nama itu dikonfirmasikan keasliannya kepada 2 orang responden/tokoh masyarakat dan pemerintah. Tercatat bahwa 70% nama daerah itu rusak; di antaranya, menggunakan kosa kata bahasa Indonesia atau kosa kata yang tidak ada dalam bahasa Minangkabau dan/atau bahasa Indonesia. Persentase ini kemudian, sesuai dengan data pada laman Kemendagri, diasumsikan mencapai 80% untuk kerusakan seluruh nama daerah di 19 kabupaten dan kota Sumbar. Jumlah keseluruhan daerah setingkat nagari di Sumbar adalah 903 buah. Penelitian lanjutan memproyeksikan sasaran akhir: (1) tersusunnya dokumen penamaan daerah di seluruh wilayah Sumbar: buku asal-usul nama daerah (nilai sejarah) dan buku dan/atau kamus penamaan daerah Sumbar, (2) lahirnya Perda Provinsi Sumbar ‘pengembalian nama asli daerah Sumbar’; dan (3) desiminasi (1) dan (2) pada 19 kabupaten dan kota Sumbar. Kata Kunci: amanat UUD 45, penamaan daerah, bahasa indonesia dan minangkabau, perda
PENGEMBANGAN PROGRAM PERKULIAHAN BIOLOGI KONSERVASI DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL ACEH Evi Apriana; Achmad Munandar; Nuryani Y Rustaman; Hertien Koosbandiah Surtikanti
Jurnal Visipena Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.272 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v11i1.1086

Abstract

Acehnese local wisdom-based contextual approach has never been used in learning. Incorporating Acehnese local wisdom into the study of conservation biology will greatly assist the process of raising awareness among students and the community about the importance of nature conservation, being able to clarify customary rules and rules about human relations with the natural environment. Therefore, it is very necessary to the development of conservation biology lecture program through Acehnese local wisdom-based contextual approach to improve environmental literacy and conservation measures. This study aimed to collect information relating to the development of conservation biology lecture program through Acehnese local wisdom-based contextual approach through lectures that examine issues of forest conservation biology and terrestrial environments Aceh. This research applies qualitative research design (Qualitative Research), conducted the analysis of the development related to environmental issues and Acehnese local wisdom. From the analysis of the results showed that the development of conservation biology lecture program through Acehnese local wisdom-based contextual approach has the characteristics (lectures studying the problems of forest conservation biology and terrestrial environments Aceh; learning Acehnese local wisdom-based contextual approach effective, integrated in the lectures and field activities to clarify the learning in the classroom; emphasis on the ability of the knowledge and skills that students care about the forest and terrestrial environment, develop environmental literacy and conservation measures are real), component (using a variety of learning methods and media), structure (meetings, concepts and sub concepts, learning process, learning objectives, learning strategies, billing tasks, and extra activities), and evaluation (procedures and evaluation tools: evaluation process using lectures observation, evaluation of learning outcomes using test (environmental literacy), and conservation measures using guidelines observation conservation measures). Abstrak Pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal Aceh belum pernah digunakan dalam pembelajaran. Memasukkan kearifan lokal Aceh ke dalam pembelajaran biologi konservasi akan sangat membantu proses penyadartahuan mahasiswa dan masyarakat tentang arti penting pelestarian alam, dapat memperjelas aturan-aturan adat dan kaidah-kaidah tentang hubungan manusia dengan alam lingkungannya. Dengan demikian sangat diperlukan adanya pengembangan program perkuliahan biologi konservasi dengan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal Aceh untuk meningkatkan literasi lingkungan dan tindakan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan pengembangan program perkuliahan biologi konservasi dengan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal Aceh melalui kegiatan perkuliahan yang mengkaji permasalahan biologi konservasi hutan dan lingkungan terestrial Aceh. Penelitian ini menerapkan desain penelitian kualitatif (Qualitative Research), dilakukan analisis pengembangan yang berhubungan dengan isu-isu lingkungan dan kearifan lokal Aceh. Dari analisis pengembangan ini diperoleh hasil bahwa program perkuliahan biologi konservasi dengan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal Aceh mempunyai karakteristik (kegiatan perkuliahan mengkaji permasalahan biologi konservasi hutan dan lingkungan terestrial Aceh; pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal Aceh yang efektif, terintegrasi dalam perkuliahan dan kegiatan lapangan yang dapat memperjelas pembelajaran di kelas; menekankan pada kemampuan pengetahuan dan keterampilan agar mahasiswa peduli terhadap hutan dan lingkungan terestrial; mengembangkan literasi lingkungan dan tindakan konservasi secara nyata), komponen (menggunakan metode dan media pembelajaran yang bervariasi), struktur (pertemuan, konsep dan sub konsep, proses pembelajaran, tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran, tagihan tugas, dan kegiatan ekstra), dan evaluasi (prosedur dan alat evaluasi: evaluasi proses menggunakan pedoman observasi kegiatan perkuliahan, evaluasi hasil belajar menggunakan tes (literasi lingkungan), dan tindakan konservasi menggunakan pedoman observasi tindakan konservasi). Kata kunci: pengembangan program perkuliahan biologi konservasi, pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal Aceh, isu-isu lingkungan, literasi lingkungan, tindakan konservasi
PELAKSANAAN PENDEKATAN INTEGRATIF DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA-BIOLOGI PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ACEH INDONESIA Ibrahim Ibrahim; Almukarramah Almukarramah; Gunawan Gunawan; Mohd Isha Awang; Marwan Marwan
Jurnal Visipena Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.305 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v11i1.1087

Abstract

The authority of the Aceh government in giving birth to a Madani Islamic community based on the Islamic Sharia in the Serambi Mecca through the primary and secondary education channels, it is necessary to integrate Islamic values ​​in all subjects in schools, including the Natural Sciences (IPA) Biology. The problem in conventional teaching and learning approaches for science subjects (Biology) has nothing to do with knowledge of the Quran and Hadith which is the capital for integrating science and technology. This research aims to study the implementation of teaching and learning (Biology) which integrates Islamic values ​​in Middle School (SMP). Specific aspects that are studied are comparing conventional approaches with Islamic group approaches in Natural Sciences (Biology) in the classroom using experimental designs, with the structure of biology tests. The research sample consisted of 123 middle school students and the data were analyzed using statistical tests to determine the average value of the two classes. The results of data analysis show that learning outcomes in natural science (Biology) education are enhanced through an integrative approach to Islam. Multi-way interaction patterns include the ability to ask and answer questions of teachers and peers. Therefore, the integrative approach to Islam in the Natural Sciences (Biology) curriculum needs to be improved and fully applied in general high schools in Aceh. The Aceh Education Office must take this reference for implementing an integrative approach to Islam in all subjects in secondary schools to build a civil society that is obedient to God in the area of ​​Islamic law. Abstrak Otoritas pemerintah Aceh dalam melahirkan komunitas Islam Madani berdasarkan Syariah Islam di Serambi Mekah melalui saluran pendidikan dasar dan menengah, perlu untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam semua mata pelajaran di sekolah, termasuk Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ) Biologi. Masalah dalam pendekatan pengajaran dan pembelajaran konvensional untuk mata pelajaran sains (Biologi) tidak ada hubungannya dengan pengetahuan tentang Quran dan Hadits yang merupakan modal untuk mengintegrasikan sains dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari implementasi pengajaran dan pembelajaran (Biologi) yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam di Sekolah Menengah (SMP). Aspek khusus yang dipelajari adalah membandingkan pendekatan konvensional dengan pendekatan kelompok Islam dalam Ilmu Pengetahuan Alam (Biologi) di kelas menggunakan desain eksperimental, dengan struktur tes biologi. Sampel penelitian terdiri dari 123 siswa sekolah menengah dan data dianalisis menggunakan tes statistik untuk menentukan nilai rata-rata kedua kelas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar dalam pendidikan ilmu alam (Biologi) ditingkatkan melalui pendekatan integratif ke Islam. Pola interaksi multi-arah meliputi kemampuan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru dan teman sebaya. Karena itu, pendekatan integratif terhadap Islam dalam kurikulum Ilmu Pengetahuan Alam (Biologi) perlu ditingkatkan dan diterapkan sepenuhnya di sekolah menengah umum di Aceh. Kantor Pendidikan Aceh harus mengambil referensi ini untuk menerapkan pendekatan integratif terhadap Islam di semua mata pelajaran di sekolah menengah untuk membangun masyarakat sipil yang taat kepada Tuhan di bidang hukum Islam. Kata Kunci: pendekatan integratif, nilai-nilai islam, pengajaran, materi ilmu biologi
MODEL PEMBELAJARAN BERBICARA BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Muhammad Usman
Jurnal Visipena Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.625 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v11i1.1088

Abstract

In language learning it is found that learning to speak is still using the traditional ways. Teachers' attention is still focused on improving two skills, reading and writing. Though learning to speak is very important, because the inability to speak means the decline in spoken language and inability in oral language can affect written language skills. In principle, learning language is learning to communicate. For this reason, a learning model is needed that can develop the potential of elementary school students, namely active student learning models that can improve children's speaking abilities. This study aims to find an Active Student Learning model that can improve students' speaking skills and can describe their implementation, especially in elementary schools. This research method includes a Quasi-Experiment research. The research design used is Nonequivalent Control Group Design. The subjects of the study were the fifth grade students of SDN 16 Elementary Schools in Banda Aceh with a sample of 60 people including 30 students in the experimental class and 30 students in the control class. Research instruments in the form of tests, observations, and interviews. Data analysis of observations and interviews using descriptive analysis techniques, while the analysis of test data using statistical analysis techniques namely t test. The results of this study indicate that an increase in speaking skills through the active student learning model. T-test pre-test sample post-test experimental group showed a significant value smaller than 0.05 at the level of 95%. Abstrak Pada pembelajaran bahasa ditemukan bahwa keterampilan berbicara masih menggunakan cara cara lama. Perhatian guru masih terfokus pada peningkatan dua keterampilan yaitu membaca dan menulis. Padahal keterampilan berbicara sangatlah penting, karena ketidak mampuan berbicara berarti kemunduran berbahasa lisan dan kemunduran dalam berbahasa lisan dapat berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa tulis. Pada prinsinya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Untuk itu, dibutuhkan model pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi siswa sekolah dasar yaitu model pembelajaran siswa aktif yang dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model Pembelajaran Siswa Aktif yang dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dan dapat mendeskripsikan implementasinya khususnya di sekolah dasar Metode Penelitian ini termasuk penelitian Kuasi-Eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas V Sekolah Dasar SDN 16 kota Banda Aceh dengan sampel 60 orang mencakup 30 siswa di kelas eksperimen dan 30 siswa di kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes, pengamatan, dan wawancara. Analisis data pengamatan dan wawancara menggunakan teknik deskriptif analisis, sedangkan analisis data tes menggunakan teknik analisis statistik yaitu uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan berbicara melalui model students active learning. Uji t sampel pra tes pasca tes kelompok eksperimen memperlihatkan nilai significant lebih kecil dari 0,05 pada taraf 95 %. Kata Kunci : active learning, keterampilan berbucara, sekolah dasar
PENGARUH MODEL BLENDED LEARNING ROTASI DAN KECERDASAN INTRAPERSONAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DI SMP Siti Ambarli; Zulfiati Syahrial; Mochammad Sukardjo
Jurnal Visipena Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.919 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v11i1.1089

Abstract

The background of this research is based on low result of science learning outcomes and usage of Information and Communication Technology (ICT) in learning process that is not optimal yet at PB Soedirman Junior High School Jakarta. The general objective in this research is to know the effect of blended learning rotation model and intrapersonal intelligence on science learning outcomes in junior high school. It was a quantitative research with an experimental method and 2x2 treatment by level design. The results of data analysis and interpretation indicates that; (1) students who were using blended learning rotation model Lab Rotation had higher learning outcomes than those by blended learning rotation model Station Rotation; (2) there was an effect of interaction between blended learning rotation model and intrapersonal intelligence on student learning outcomes in science subject; (3) students with higher intrapersonal intelligence who were using blended learning rotation model Lab Rotation had higher learning outcomes than those by blended learning rotation model Station Rotation; (4) students with lower intrapersonal intelligence who were using blended learning rotation model Lab Rotation had lower learning outcomes than those by blended learning rotation model Station Rotation. Abstrak Penelitian ini dilator belakangi oleh masih rendahnya hasil belajar IPA serta pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran yang belum optimal di SMP Islam PB Soedirman Jakarta. Tujuan umum yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan model blended learning rotasi dan kecerdasan intrapersonal yang dimiliki peserta didik terhadap hasil belajar IPA di SMP. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian treatment by level 2x2. Hasil analisis dan interpretasi data menunjukkan bahwa; 1) peserta didik yang menggunakan model blended learning rotasi tipe Lab Rotation memiliki hasil belajar IPA yang lebih tinggi dibandingkan dengan model blended learning rotasi tipe Station Rotation; 2) terdapat pengaruh interaksi antara model blended learning rotasi dan kecerdasan intrapersonal terhadap hasil belajar IPA peserta didik; 3) peserta didik dengan kecerdasan intrapersonal tinggi yang menggunakan model blended learning rotasi tipe Lab Rotation memiliki hasil belajar IPA yang lebih tinggi dibandingkan dengan model blended learning rotasi tipe Station Rotation; 4) peserta didik dengan kecerdasan intrapersonal rendah yang menggunakan model blended learning rotasi tipe Station Rotation memiliki hasil belajar IPA yang lebih tinggi dibandingkan dengan model blended learning rotasi tipe Lab Rotation. Kata Kunci: blended learning, lab rotation, station rotation, kecerdasan intrapersonal, hasil belajar IPA
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN MOBILE LEARNING DAN GAYA BELAJAR VISUAL TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA JERMAN SISWA SMA NEGERI 1 MAROS Agung Rinaldy Malik; Emzir Emzir; Sri Sumarni
Jurnal Visipena Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.515 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v11i1.1090

Abstract

This research aims for knowing the impact toward the strategies of learning such as mobile learning and the mastery of visual learning toward the ability students about German vocabulary. This research is using quantitative and method of experiment with analysis Anava two lines. The sample of this research using random sampling as the result, it can be determined with two groups of sample at class XI SMA Negeri 1 Maros that are class XI IPA 1 as the class which used as experiment and XI IPA 2 as control class. The result of this research shows that there are the impact significantly toward the mastery of German language between the group of learning strategy mobile learning Lern Deutsch Goethe Institut and Instagram to the learning visual style of student. From this analysis it can be concluded that the value Qcount A1B-A2B = 4.33. From the table of Critical Value Q (Tukey) with α = 0.05, k = 4 and n = 11 Related to the value of Qtable (0.05; 4; 11) = 4.26. Because Qcount A1B-A2B = 4.33> Qtable = 4.26 or H0 is rejected, the mastery of the German language for groups of students who are given by the strategy of learning from Mobile Learning Lern Deutsch Goethe Institute and the student who has a learning visual style more higher (33,36) than the group of students who are given by the strategy of learning with Mobile learning Instagram (29.64) who has a learning visual style. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran mobile learning dan gaya belajar visual terhadap penguasaan kosakata bahasa jerman siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen mengguanakan analisis Anava dua jalur. Sampel penelitian menggunakan random sampling sehingga dapat ditentukan dua kelompok sampel di Kelas XI SMA Negeri 1 Maros yaitu kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan: bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penguasaan bahasa Jerman antara kelompok startegi pembelajaran mobile learning Lern Deutsch Goethe Institut dan Instagram terhadap gaya belajar visual siswa. Dari hasil analisis diketahui bahwa nilai Qhitung A1B-A2B = 4,33. Dari tabel Critical Values Of Q (Tukey) dengan α = 0,05, k = 4 dan n = 11 diketahui nilai Qtabel (0,05; 4; 11) = 4,26. Karena Qhitung A1B-A2B = 4,33 > Qtabel = 4,26 atau H0 ditolak, maka penguasaan bahasa Jerman kelompok siswa yang diberi strategi pembelajaran Mobile Learning Lern Deutsch Goethe Institut dan yang memiliki gaya belajar visual lebih tinggi (33,36) daripada kelompok siswa yang diberi strategi pembelajaran Mobile Learning Instagram (29,64) yang memiliki gaya belajar visual. Kata Kunci: strategi, pembelajaran, mobile learning, bahasa jerman