cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 343 Documents
MANAJEMEN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MOTIVASI KERJA Musdiani
Jurnal Visipena Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.206 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v2i1.40

Abstract

Kepemimpinan merupakan suatu persoalan yang sangat aktual untuk dibicarakan, Karena dengan kepemimpinan dapat mempengaruhi orang lain untuk mengikuti tujuan yang diinginkan. Kunci keberhasilan suatu madrasah sesungguhnya terletak pada efesiensi dan efektivitas penampilan seorang kepala madrasah dan guru dalam melaksanakan tugas. Gaya kepemimpinan yang diterapkan kepala madrasah tersebut sangat berimplikasi terhadap motivasi guru dalam melaksanakan tugas. bahwa gaya kepemimpinan yang di terapkan kepala madrasah dalam peningkatan motivasi kerja adalah gaya transaksional, transformasional dan visionari, adapun gaya yang dominan di terapkan adalah gaya transformasional, sedangkan upaya kepala madrasah untuk peningkatan motivasi kerja telah diusahakan semaksimal mungkin dengan harapan guru bisa melaksanakan tugas sesuai dengan harapan, tujuan, dan sasaran yang diinginkan.
NILAI PENDIDIKAN AQIDAH DALAM KUMPULAN PUISI MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA KARYA TAUFIQ ISMAIL: Khadijah Khadijah
Jurnal Visipena Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.529 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v2i2.41

Abstract

Pembinaan dan pengembangan sastra khususnya puisi sebagai bagian kebudayaan nasional perlu dilaksanakan karena didalam puisi terkandung nilai-nilai yang penting bagi bangsa Indonesia. Karena kemerosotan nilai pendidikan aqidah mengakibatkan rusaknya tatanan dan peradaban kehidupan bangsa, baik kehidupan orang dewasa, maupun generasi muda. Kumpulan puisi Malu (Aku) jadi Orang Indonesia (MAJOI) karya Taufiq Ismail merupakan catatan-catatan emosional zaman dengan gejolak politik dan sikap bangsa Indonesia. Berdasakan kenyataan itu, dilakukan penelitian nilai Pendidikan aqidah kumpulan puisi Malu (Aku) jadi Orang Indonesia (MAJOI) karya Taufiq Ismail .Rumusan masaalah : Bagaimanakah nilai pendidikan aqidah dalam kumpulan puisi Malu (Aku) jadi Orang Indonesia (MAJOI ) karya Taufiq Ismail ? Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengungkapkan nilai pendidikan aqidah dalam Kumpulan puisi Malu ( Aku) jadi Orang Indonesia (MAJOI) karya Taufiq Ismail. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studio dukumentasi karena sumber data penelitian ini berupa dokumen. Istrumennya berupa instrument manusia, Yakni diri peneliti dan pedoman pengumpulan data. Untuk menjaga kesahihan data dilakukan dengan mengunakan model interaktif-dialektis yang didalamnya melibatkan tiga kegiatan analisis yang dilakukan secara serempak, bolak-balik, dan berkali-kali, yaitu kegiatan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verikfikasi. Dari hasil penelitian penulis menemukan nilai pendidikan aqidah dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat dan panggilan hati untuk bertanggung jawab terhadap keluarga, kesatuan, keseimbangan keharmonisan, keteraturan, kemajuan, kemakmuran, dan kebahagian masyarakat.
ALIRAN-ALIRAN DALAM FILSAFAT Musdiani
Jurnal Visipena Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.371 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v2i2.42

Abstract

Filsafat merupakan bagian dari kehidupan Manusia, dan karena itu tercermin dari sikap manusia dalam kehidupan sehari-hari. Aliran-aliran filsafat dan kaitanya dengan ilmu pengetahuan, merupakan penelahan dua aspek sekaligus menyangkut paham dan pandangan para ahli pikir atau filsafat. Dari kajian ini para ahli pikir melihat sesuatu secara menyeluruh, mendalam dan sistematis. Sedangkan ilmu pengetahuan dalam mengkaji atau mempelajari sesuatu tidak secara menyeluruh akan tetapi mempelajari bagian-bagian tertentu saja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aliran-aliran filsafat mempunyai kaitan dengan ilmu pengetahuan terutama aliran realisme, aliran reasionalisme, aliran empirisme, dan aliran positivisme. Yang memandang aliaran dalam Filsafat secara berbeda.
THE IMPLEMENTATION OF RECIPROCAL TEACHING IN TEACHING READING COMPREHENSION (AN EXPERIMENTAL RESEARCH AT SMPN 4 BANDA ACEH) Syarfuni
Jurnal Visipena Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.349 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v2i2.43

Abstract

This study is about the implementation of reciprocal teaching in teaching reading comprehension. The objectives of the study are:1) to find out if students who are taught through reciprocal teaching have a difference significant than those who are taught through grammar translation method, 2) to find out what the students’ responses toward the implementation of reciprocal teaching in teaching reading comprehension. The method in this study is quantitative and qualitative method. The population is all the second grade students in SMPN 4 Banda Aceh, and the sample is the VIII/I and the VIII/II. The sample was chosen by using random sampling. To obtain the data related to the implementation of reciprocal teaching the writer gave the pre-test and post-test to two groups; experimental group and control group. The instrument used to collect the data was test and questionnaires. The test is used to see the result of achievement of students in reading comprehension while the questionnaires are used to get the students’ responses toward the implementation of reciprocal teaching. The quantitative data was analyzed by means of the statistical procedure in order to see whether there is a difference significant between reciprocal teaching method and grammar translation method in teaching reading comprehension. The questionnaires were analyzed by using the percentage formula for each question item. After processing the data, it found that there is a significant difference between reciprocal teaching and grammar translation method and the students’ response are positive. It can be concluded that reciprocal teaching is better than grammar translation method in teaching reading comprehension. This is proved by the test result where t-test score is higher than t-table (2.45 >1.70) and the students’ ability in the experimental group increases up to 21% while in the control group the students’ ability reaches only 9%. This means that the alternative hypothesis is accepted and the null hypothesis is rejected.
ANALISIS TEGANGAN PLAT PENGHUBUNG BUCKET ELEVATOR MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Ully Muzakir
Jurnal Visipena Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.471 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v2i2.44

Abstract

Penggunaan baja sebagai bahan konstruksi sangat banyak ditemukan terutama untuk konstruksi yang menerima beban besar, seperti digunakan sebagai bahan pada plat penghubung (link) yang menghubungkan rantai dengan pengangkut timba (bucket elevator). Metode yang dikembangkan untuk memprediksi terjadinya tegangan kritis pada plat penghubung akibat pembebanan dianalisis menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH). Aspek yang menjadi pertimbangan utama adalah penetapan tegangan kritis (σc) untuk mengetahui besarnya pembebanan yang mengakibatkan baut plat penghubung mengalami deformasi. Pada analisis ini objek yang ditinjau adalah plat penghubung bucket elevator dianalisa menggunakan program Paket ANSYSTM Rel.5.4. Perpindahan nodal dan Tegangan kritis (σc) diperoleh dengan memvariasikan pembebanan dari 2,5 KN sampai pembebanan 100 KN. Hasil analisa MEH diperoleh perpindahan maksimum nodal 201 diperoleh pada pembebanan 10 KN yaitu sebesar 2,4869E-05 m dan tegangan kritis (σc) pada pembebanan 90 KN yaitu sebesar 498 MPa.
ANALISIS BUKU TATA BAHASA BETTY SCHRAMPFER AZAR FUNDAMENTALS OF ENGLISH GRAMMAR SEBAGAI BUKU TEKS UNTUK SISWA Mulyadi
Jurnal Visipena Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.478 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v2i2.45

Abstract

Riset ini adalah tentang analisa buku tatabahasa Betty Schramfer Azar Fundamentals English Grammar sebagai buku teks siswa. Tujuan reset ini adalah mengidentifikasikan langkah mengajar, materi ajar, ketrampilan bahasa dan unsur - unsur bahasa yang ada dalam buku tatabahasa ini. Sampel dalam reset ini adalah semua isi yang ada dalam buku tatabahasa Betty Schrampfer Azar. Penulis menyeleksi latihan-latihan tertentu dalam studi ini. Sementara itu ruanglingkup dalam studi ini menyangkut dengan ketrampilan bahasa dan unsur-unsur bahasa. Analisa data menunjukkan bahwa buku ini menekankan latihan-latihan tulisan. pada setiap unit. Tensis disini memeliki suatu peranan penting dalam menggunakan tatabahasa kedalam ungkapan-ungkapan lain. Sementara latihan lisan didalam buku ini untuk melatih siswa mampu merespon pertanyaan –pertanyaan temannya secara otomatis. Tingkat kesulitan keterampilan bahasa dan unsur bahasa dalam buku ini berbeda –beda. Demikian pulacontoh dan penjelasan dalam buku ini kalimat-kalimat yang disajikan dalam kalimat yang libih panjang dan latihan yang libih sulit. Kadang-kadang siswa harus mengembangkan kata-kata sendiri. Cek lis dalam kosa kata terdiri dari frasa dan klausa. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa siswa harus mampu tatabahasa dalam melatih keterampilan bahasa. Berdasarkan data yang telah dianalisa oleh penulis, ditemukan bahwa struktur bahasa yang difokuskan didalam buku ini. Maksudnya bahwa sebelum melatih keterampilan bahasa dan unsure bahasa, siswa disuruh untuk memahami struktur sebaik mungkin untuk dapat mengisi dan melatih latihan dengan benar.
KOMPETENSI GURU DAN PERANAN KEPALA SEKOLAH Inom Nasution
Jurnal Visipena Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.88 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v2i2.46

Abstract

Dalam upaya meningkatan mutu pendidikan, kompetensi guru merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Kompetensi guru tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi personal, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dapat dilakukan melalui optimalisasi peran kepala sesekolah, sebagai : edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, pencipta iklim kerja dan wirausahawan.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI ANAK TERHADAP KEMAMPUAN YANG DIMILIKI DAN KEMAMPUAN GERAK YANG SEBENARNYA Ahadin
Jurnal Visipena Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.041 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v2i2.47

Abstract

To examine the relationship between perceived physical competence and actual motor skill competence of the first and the second years students of primary school at primary school number 31 an Banda Aceh municipality whose ages ranged from 5 to 7 year (N=30). All students individually completed the Harter and pike (1984) Pictorial Scale of Perceived Competence and Social Acceptance (PSPCSA) was measured by using the Test of Gross Motor Development (TGMD) Ulrich, 1985. Data collected from 30 students consist of 15 boys and 15 girls, whose average age X=6.7 year, standard deviation 0.41, the boys average age X=6.87 year and the girls average age X=6.12 year. The background of the students whose father work as government official and the rest unemployed family or work at private sector. Four separate ANOVA’s were conducted to determine gender differences in perceived physical competence and actual motor skill competence: locomotor, object control, and TGMD-Total. ANOVA documented that the boys and girls did not differ in perceived physical competence, F (1,57) = 0,427;P=0,52. The object control component of actual motor skill competence differed for gender F (1,57) = 10,91; P =0,001. Gender by locomotor competence, F (1,57) = 1,96; P = 0,17 and TGMD-Total F (1,57) = 0, 73; P = 0,40. The boys actual object control motor skill competence exceeded the girls. Correlation and regression models were used to examine the influence of actual motor skill competence and gender on perceived physical competence factors were not significantly correlated with perceived physical competence. These correlation were 0,00 for locomotor and 0, 25 for TGMD – Total competence. The object control sub scale was significantly correlated r = 0,33 with perceived physical competence F ( 1,58) = 4,17 ; p = 0,05. The correlation for actual motor skill competence was low to moderately correlated with perceived physical copentence.
COMPARISON STUDY OF FERMAT, SOLOVAY-STRASSEN AND MILLER-RABIN PRIMALITY TEST USING MATHEMATICA 6.0 Ega Gradini
Jurnal Visipena Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.941 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v3i1.48

Abstract

This paper presents three primality tests; Fermat test, Solovay-Strassen test, and Rabin-Miller test. Mathematica software is used to carry out the primality tests. The application of Fermat’s Litle Theorem as well as Euler’s Theorem on the tests was also discussed and this leads to the concept of pseudoprime. This paper is also discussed some results on pseudoprimes with certain range and do quantitative comparison. Those primality tests need to be evaluated in terms of its ability to compute as well as correctness in determining primality of given numbers. The answer to this is to create a source codes for those tests and evaluate them by using Mathematica 6.0. Those are Miller-Rabin test, Solovay-Strassen test, Fermat test and Lucas-Lehmer test. Each test was coded using an algorithm derived from number theoretic theorems and coded using the Mathematica version 6.0. Miller-Rabin test, SolovayStrassen test, and Fermat test are probabilistic tests since they cannot certainly identify the given number is prime, sometimes they fail. Using Mathematica 6.0, comparison study of primality test has been made and given the Miller- Rabin test as the most powerful test than other.
EVALUASI PROGRAM DIKLAT PADA KOPERASI MAHASISWA (KOPMA) DALAM LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI BINA BANGSA GETSEMPENA BANDA ACEH TAHUN 2011 Azhar Amsal
Jurnal Visipena Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.52 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v3i1.49

Abstract

Perguruan Tinggi memiliki landasan ideal dan praktis yakni sebagai bagian dari upaya kegiatan pengembangan dalam proses pembelajaran bagi mahasiswa dan mempunyai hubungan kerjasama dan jaringan antar kampus. Jaringan assosiasi Koperasi Mahasiswa (Kopma) merupakan satu kekuatan organisasi yang dapat digerakkan sebagai wadah yang mampu mendukung sinergi pengembangan dalam mengatasi segala permasalahan kopma di tingkat nasional, regional dan lokal. Evaluasi program bertujuan untuk mengetahui apakah program yang dirancang, dilaksanakan, dan bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam program dimaksud. Pada pelaksanaannya evaluasi program diklat untuk koperasi mahasiswa dalam lingkungan Perguruan Tinggi Bina Bangsa Getsempena Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam ini bermaksud mencari informasi untuk mendapatkan gambaran rancangan dan pelaksanaan program diklat perkoperasian yang telah dilaksanakan. Hasil evaluasi program diklat tersebut akan digunakan untuk mengambil keputusan tentang program diklat perkoperasian yang dimaksud. Tujuan evaluasi program pendidikan dan latihan pada koperasi mahasiswa ini untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan diklat perkoperasian, serta untuk merumuskan model dan sistem evaluasi diklat perkoperasian yang ideal di koperasi mahasiswa dalam lingkungan Perguruan Tinggi Bina Bangsa Getsempena Propinsi NAD. Dalam prakteknya Diklat Perkoperasian yang pernah diselenggarakan masih memiliki sisi-sisi kekurangan. Dari sisi internal adalah kurikulum berupa materi pelatihan kurang sesuai dengan usaha koperasi mahasiswa, ketidakseimbangan antara penyampaian teori dan praktek lapangan, kompetensi pelatih/instruktur yang belum sepadan dengan kepentingan usaha kopma, rentang waktu pelatihan yang belum sejalan dengan harapan peserta. Dari sisi eksternal adalah kurangnya pemupukan modal usaha kopma pasca diklat serta minimnya program pendampingan dalam pemasaran dan penguatan jaringan kemitraan kopma terhadap sentra industri di sekitar kampus. Disamping itu pihak peserta dan instruktur mengeluhkan minimnya insentif selama pelatihan berlangsung. Pelatihan perkoperasian di masa mendatang sepatutnya merupakan hasil pilihan yang kompromi diantara berbagai kalangan mulai dari pihak penyelenggara/ instansi terkait, peserta dan pengelola koperasi mahasiswa, perguruan tinggi, LSM dan lembaga keuangan terkait. Hal tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa elemen yang berhubungan dengan input, proses, output, outcome dan impact merupakan tahapan-tahapan yang tidak boleh lepas dari semua pihak yang terkait. Indikator keberhasilan dan kekurangberhasilan pelatihan perkoperasian bagi Kopma tidak saja ditentukan oleh tingkat pengorganisasian pelatihan selama proses belajar mengajar dalam pelatihan, akan tetapi juga oleh hasil pembinaan pasca pelatihan. Oleh karena itu Diklat Perkoperasian yang selama ini dilaksanakan oleh berbagai pihak patut diteruskan dengan melakukan berbagai penyesuaian dan perbaikan.

Page 3 of 35 | Total Record : 343