cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 343 Documents
PERANAN GURU DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN Dadi Dartija
Jurnal Visipena Vol 1 No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.31 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v1i2.29

Abstract

Penelitian tentang peranan guru dalam upaya meningkatkan pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Dasar Negeri Se Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan pada tanggal 02 sampai 17 Oktober 2009. Masalah utama dalam penelitian ini adalah belum efektifnya pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana usaha-usaha yang dilakukan guru dalam meningkatkan pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Dasar Negeri Se Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan dan juga hambatan yang di alami guru dalam meningkatkan pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Dasar Negeri Se Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan. Sampel dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar pendidikan jasmani di Sekolah Dasar Negeri Se Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan yang berjumlah 13 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Data dianalisis menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menggambarkan bahwa usaha-usaha guru dalam meningkatkan pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Dasar Negeri Se Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan belum efektif. Hambatan yang di alami guru dalam meningkatkan pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Dasar Negeri Se Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan antara lain tidak lengkapnya buku paket dan buku penunjang serta kurikulum pembelajaran yang belum dikuasai sehingga mengalami hambatan dalam membuat rencana pembelajaran. Selain itu sarana dan prasarana masih kurang lengkap serta kondisi lingkungan sekolah yang kurang mendukung, pekarangan sekolah yang sempit sehingga menyebabkan pembelajaran pendidikan jasmani berjalan kurang efektif.
PENGARUHNYA CIRCUIT TRAINING TERHADAP KELINCAHAN DALAM OLAHRAGA KARATE ALIRAN KKI DOJO DARUL ULUM BANDA ACEH TAHUN 2009/2010 Irwandi
Jurnal Visipena Vol 1 No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.572 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v1i2.30

Abstract

Dalam permainan olahraga karate, unsur kelincahan sangat diperlukan seorang atlet untuk mengantisipasi serangan-serangan lawan. Dengan kelincahan yang baik memungkinkan seorang pemain untuk dapat bergerak kesemua arah dengan cepat untuk membangun strategi serangan dan menyelamatkan diri dari serangan lawan. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data yang konkrit tentang pengaruh circuit training terhadap kelincahan, mengingat kelincahan tahan yang baik yang sangat mempengaruhi prestasi seorang atlet dalam cabang olahraga Karate. Latihan sirkuit merupakan salah satu bentuk latihan fisik yang dapat meningkatkan kelincahan serta kemampuan fisik seseorang secara keseluruhan.
STUDENT’S ABILITY IN ENGLISH SPEAKING SKILL BY USING PICTURE (A COMPARATIVE STUDY BETWEEN MUHAMMADIYAH ISLAMIC SCHOOL AND SMAN 1 SIMEULUE TIMUR) Indratmoko Ariwibowo
Jurnal Visipena Vol 1 No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.608 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v1i2.31

Abstract

This study is intended to figure out if there is a significant difference in English speaking ability between public school students and Islamic school students. The population of this study is the second year students of both SMAN 1 Simeulue Timur and Muhammadiyah Islamic School Simeulue Timur. The samples of this study were 20 students taken from two classes at SMAN 1 Simeulu Timur and 20 students taken from two classes at Muhammadiyah Islamic School Simeulue Timur. So, the total number of samples from the two schools was 40 students. In collecting the data, the writer gave a picture of 26th December 2004 tsunami in Aceh. The students were asked to describe the picture by their own words. In analyzing the data, the writer used t-test formula to see the significant difference between the students of the two schools in English speaking ability. The mean and standard deviation scores for Muhammadiyah Islamic School Simeulue Timur are 35.25 and 8.20. While the mean and mean and standard deviation scores for SMAN 1 Simeulue Timur are 39 and 8. The result of t-test of the two schools is 13.20. It is considered higher than t value on the table if significance at level 0.05 and 38 for the degree of the freedom which is stated 2.02. The writer concludes that the speaking ability between SMAN 1 Simeulue Timur and Muhammadiyah Islamic School Simeulue Timur is significantly different. Furthermore, the writer found that students of SMAN 1 Simeulue Timur are better in speaking ability than those of Muhammadiyah Islamic School Simeulue Timur. Therefore, the writer suggests that the teachers of boarding school should evaluate their teaching learning process and have more motivation to improve their student’s ability English speaking
THE IMPLEMENTATION OF GAME IN TEACHING ENGLISH VOCABULARY Syarfuni
Jurnal Visipena Vol 1 No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.267 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v1i2.32

Abstract

The primary activities of students in the classroom is learning. Successful learning is only the right way to lead the process. Good learning atmosphere method and technique will guide the students to learn more serious and meaningful. To accomplish such condition, the teacher must create some types and attractive method or technique in the classroom. To avoid the students bore in the classroom the teacher should use some types of game to be an alternative solution to handle the problem. Games as a matter of fact can help and encourage students to sustain their interest in learning English. In this paper the writer wants to share experiences about the implementation of game in teaching English.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN METODE BERMAIN PADA ASPEK FISIK DAN MOTORIK DI TAMAN KANAK-KANAK Ahadin
Jurnal Visipena Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.62 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v2i1.33

Abstract

Pendekatan pembelajaran atau strategi penbelajaran direncanakan dan dibuat untuk mencapai tujuan dari pembelajaran. Suatu strategi pembelajaran diterapkan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sebagaimana yang diharapkan. Strategi pembelajaran dapat dijabarkan menjadi dua bentuk yaitu motode atau teknik. Karakteristik metode bermain adalah anak dengan motivasi intrrinsik, aktif, terbuka, lentur, bebas, gembira, menyenangkan, produk spiritual, murni, alami, keputusan, berpura-pura, kebutuhan, dan spontan. Sedangkan karekteristik anak taman kanak-kanak adalah mereka ingin mengexpresikan kata hati mereka dalam aktivitas atau kegiatan bermain dengan bebas, aktif, dan spontan. Aspek fisik dan motorik adalah salah satu aspek yang diajarkan taman kanak-kanak, yang materi . dari keterkaitan atau hubungan antara pendekatan pembelajaran metode bermain, katakteristik anak tamn kanak-kanak. Maka dapat disimpulkan bahwa metode bermain tepat atau sesuai untuk digunakan oleh guru dan taman kanak-kanak untuk mengajarkan aspek fisik dan motorik, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
FERMAT TEST AND THE EXISTENCE OF PSEUDOPRIMES Ega Gradini
Jurnal Visipena Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.28 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v2i1.35

Abstract

In this paper the author present Fermat test as one of primality tests. In order to perform the ability of the test, the algorithm of the test coded in Mathematica (6.0 version). The application of Fermat’s Little Theorem as well as Euler’s Theorem on the tests are also discussed and this leads to the concept of pseudoprime.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF Eviliyanida
Jurnal Visipena Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.761 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v2i1.36

Abstract

Pembelajaran kooperatif adalah sistem pengajaran yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk bekerjasama dengan sesama siswa dalam tugas – tugas yang terstruktur. Banyak kajian tentang model pembelajaran kooperatif, pada tulisan ini mengangkat model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan terstruktur dan pembelajaran kooperatif dengan pendekatan jigsaw.
KEANEKARAGAMAN DAN KELESTARIAN TERUMBU KARANG SEBAGAI POTENSI WISATA KELESTARIAN LINGKUNGAN DI PULAU RUBIAH SABANG Lili Kasmini
Jurnal Visipena Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.542 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v2i1.37

Abstract

Ekosistem terumbu karang memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan manusia, baik dari segi ekonomi maupun sebagai penunjang kegiatan rekreasi karena keindahannya. Terumbu karang tersebar di seluruh dunia dan mencakup lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia, dengan luas diperkirakan mencapai 600.000 km2. Mulai dekade 1990-an, para ahli mulai mengangkat isu tentang semakin memburuknya kondisi terumbu karang dunia, antara lain Indonesia. Saat ini diperkirakan 10% dari terumbu karang dunia dalam kondisi sangat rusak dan bahkan kemungkinan tidak dapat dipulihkan kembali. Dalam kurun waktu 20 tahun mendatang, apabila tidak ada upaya pelestarian yang intensif, maka diperkirakan 30% dari terumbu karang yang ada akan mengalami nasib yang sama.
PEMBUATAN KONSENTRAT PROTEIN DARI DAGING BEKICOT DENGAN PROSES EKSTRAKSI Juwairiyah
Jurnal Visipena Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.912 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v2i1.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel, jenis pelarut dan waktu ekstraksi terhadap hasil pembuatan konsentrat protein dari daging bekicot. Pembuatan konsentrat protein bekicot dilakukan dengan proses ekstraksi. Percobaan dilakukan dengan memvariasikan waktu ekstraksi 1 jam ,2 jam dan 3 jam. Pelarut yang digunakan adalah Etanol dan n-Heksan. Suhu operasi untuk pelarut etanol adalah 60 oC, 68 oC dan 70 oC, sedangkan untuk pelarut n-Heksan 50 oC, 60 0C dan 68 oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan pelarut etanol diperoleh kadar protein yang tertinngi adalah 69,6 % pada temperatur 78 oC dengan waktu ekstraksi 3 jam. Sedangkan dengan menggunakan pelarut n- Heksan pada temperatur 68 oC dengan waktu ekstraksi 3 jam adalah 66,69 %.
PIDGINS AND CREOLES LANGUAGES Syarfuni
Jurnal Visipena Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.543 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v2i1.39

Abstract

A pidgin is language with no native speakers, it is not first language but it is a contact language creoles is a normal language in just about every sense. Creole has native speaker, each pidgin and Creole are well organizes of linguistic system, the sound of pidgin or creoles are likely to be a fewer and less complicated than those of related languages for example Tok pisin has only five basic vowels, Papia Kristang has seven basic vowel. The pidgin or Creole language have two theories polygenesis and relexification. The distributions of pidgin and Creole are in equatorial belt around the world, usually in place with easy success such as in the oceans and harbor.

Page 2 of 35 | Total Record : 343