cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 343 Documents
MINIMIZING TRADITIONAL APPROACH IN INDONESIAN EDUCATION Musdiani
Jurnal Visipena Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.975 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i1.114

Abstract

This essay discusses the traditional approach in Indonesian education from different angle; cause and effect perspective. A traditional teaching approach employs a didactic flow of knowledge from the teacher, as a sage, to the student as a receptacle (Richmond, 2007) which more emphasizes the mastery of concept, with less stress on skills improvement. The common system of traditional education is teacher centred where the teacher focuses on delivering information about some contents (Liang, 2004). Teacher-centred class instruction and rote learning are deeply embedded; this type of instruction has become a part in the Indonesian school culture and unofficial standard of practice for years (USAID 2008; Bjork 2005). Shallow level of meaning found in school science (Aikenhead 2000). There are several explanations related to these problem; the institutional culture, the Indonesian school cultures; standardized and highly centralized examinations, and less emphasize on improving their teaching ability. Due to these causes, this paper proposes 4 solutions as follows; first, detaching the teachers from their dependence on and deference to the policies and regulations of the central government’s education authorities, Second, finding other methods of teacher recruitment, third, empowering the teachers: enriching pedagogical knowledge-lesson study/action research, and prosperity, last, providing a fair system which is emphasized on teaching Standard for standardized test.
PENDATAAN, PEMETAAN SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA PENDIDIKAN DI KABUPATEN ACEH SELATAN DARI TAHUN 2002 SAMPAI DENGAN 2012 Dadi Dartija
Jurnal Visipena Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.141 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i1.115

Abstract

Proses pembelajaran pendidikan jasmani di Kabupaten Aceh Selatan pada umumnya berjalan belum efektif. Hal ini disebabkan oleh keberadaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan sebagai faktor pendukung dalam proses pembelajaran jasmani masih belum memadai. Sesuai dengan permasalahan tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul pendataan, pemetaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan dari tahun 2002 sampai dengan 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan dari tahun 2002 sampai dengan 2012 dan mengetahui peningkatan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan dari tahun 2002 sampai dengan 2012 dengan jumlah sampel 18 sekolah. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian survei. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah menggunakan format observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan mentabulasi hasil pengamatan ke dalam tabel dan grafik untuk mengetahui keberadaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum keberadaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan masih belum memadai. Keberadaan sarana dan prasarana untuk materi senam, atletik, sepak bola, bola voli, bola basket, bulu tangkis dan tenis meja berada pada kategori kurang lengkap. Sedangkan untuk materi tenis lapangan, bela diri, dan renang berada pada kategori tidak lengkap. Adapun pemetaan keberadaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di Kabupaten Aceh Selatan masih belum merata untuk setiap sekolah penelitian.
ERROR ANALYSIS OF THE WRITTEN ENGLISH ESSAY AT THE THIRD SEMESTER OF ENGLISH DEPARTEMENT Syarfuni
Jurnal Visipena Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.158 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i1.117

Abstract

This study examiners error in a corpus 25 essay written by 25 participant. The participants are the third semester of who are studying at the English department; 4 male and 21 females. The have experienced approximately for one semester in subject writing. All participants are come form non-English education background and hardly communicate in English out the college. The instruments used for this study was participants’ written essay. All of error in the essays were identified and classified into various categorizations. The result of the study show that six common errors committed by the participants were singular/plural form, verb tense, word choice, preposition, subject-verb agreement and word order. These aspects of writing in English pose the most difficult problems to participants. This study has shed light on the manner in which students internalize the rules of the target language, which is English. Such an insight into language learning problems is useful to teachers because it provides information on common trouble-spots in language learning which can be used in the preparation of effective teaching materials.
MOTIVASI KERJA SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR PENDORONG KINERJA Inom Nasution
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.896 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.140

Abstract

Madrasah sebagai suatu lembaga pendidikan tidak terlepas dari keinerja pimpinannya. Pimpinan maadrasah sangat berperan dalam melaksanakan organisasi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Motivasi kerja kepala madrasah sangat penting dalam mendorong kinerja. Namun yang menjadi dilema selama ini bahwa madrasah masih tertinggal dalam dengan sekolah umum dilihat dari salah satu penyebab makin menurunnya mutu pendidikan persekolahan di Indonesia adalah kurang profesionalnya kepala sekolah sebagai manajer di tingkat lapangan. Banyak faktor yang dapat mendorong kinerja. Beberapa teori dalam hasil penelitian bahwa motivasi kerja dapat mendorong meningkatkan kinerja. Berdasarkan pada teori dan hasil penelitian tersebut dapat diasumsikan bahwa untuk meningkatkan kinerja yang tinggi dapat melalui berbagai komponen motivasi kerja.
STUDENT QUESTIONNAIRE OF PISA 2006 AND RASCH ANALYSIS Fitriati
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.037 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.162

Abstract

PISA is one of the biggest international student assessments. The results of this study are frequently used to inform policy directions and to provide feedback to learning and teaching. However, due to country socioeconomic, cultural and language differences among the countries, the test instruments may not be funtioning in the same way in all culture. Those differences may cause non-equivalence of tests or or tests may not be fair among different cultures, which then challenges assumptions made about measurement equivalence. This study aims to examine the equivalence of motivation and self concept items on student questionnaires of PISA 2006 study whether fit Indonesia context or not. The study employed two analisis of Rasch model to seek the equivalence of the tests. The results revealed that there is no significant DIF on motivation scale. One important finding of DIF analysis using Indonesia data was that two items of self-concept scale have been shown favoring males. The study also found that all items on motivation and self concept scale fit the data set and are not dependent on upon the sample of Indonesian students. The test is fair among different groups and contexts. This study suggests that more scales analysis is required as it will provide more comprehensive findings about the equivalence of this survey test.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE PETA PIKIRAN BAGI ANAK USIA DINI Ayi Teiri Nurtiani
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.408 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.211

Abstract

The aims of this research are to know the upgrading of learning outcome in islamic study by use of mind map method and are there any increase of grade first class elementary student capability of learning outcome in islamic study after giving the learning outcome in islamic study by use of mind map method. 24 students of first class at Amaliah Elementary Ciawi-Bogor are the subject of this research.This research used action research method according to Kemmis and Mc.Taggart that consist of four step: 1) plan, 2) action, 3) observation, and 4) reflection. The data was collected by filed notes, interview, observation, test, an documentation. The data was analyzed by qualitative and quantitative method.The result of research shows that the learning outcome in islamic study by use of mind map method could increase capability of first class elementary students. Whereas the learning outcome in islamic study consist of cognitive, afective, and psikomotor.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF, MOTIVASI, DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA KONSEP EKOSISTEM DI MTSN MODEL BANDA ACEH Nurmahni Harahap
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.186 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.212

Abstract

This research was aimed to know the differences of cognitive learning outcomes, motivation, student learning activity in the implementation of cooperative learning model of STAD type and conventional learning, and the relation between motivation and student learning activity towards cognitive learning outcomes in the implementation of cooperative learning model of STAD type. The method in this research used was quasi experiment. The population in this research was all of seventh grade students of MTsN Model Banda Aceh totaling 396 students from 11 classrooms. Sampling was done with random sampling technique. The research instrument was used cognitive learning outcomes test, student motivation questionnaire, and observation sheet student learning activity. Data analysis was used t test and multiple correlation test at significance level of 0.05. The cognitive learning outcomes obtained tcount = 2.18. Students motivation obtained tcount = 4.05. Student learning activity obtained tcount = 17.25. This means there are the differences of cognitive learning outcomes, student motivation, student learning activity in both classes. The relation between motivation and student learning activity towards cognitive learning outcomes obtained R = 0.56 which means it has enough relation. The conclusion of this research is there are differences in cognitive learning outcomes, motivation, of student learning activity in the implementation of cooperative learning model of STAD type and conventional learning, and there is a relation between motivation and student learning activity towards cognitive learning outcomes in the implementation of cooperative learning model STAD type. As an effort to improve cognitive learning outcomes, motivation and of student learning activity optimally, it is expected that biology teachers can apply the cooperative learning model of STAD type that anable students to engage actively in the learning process.
INTEGRASI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP BIOTEKNIK DI SMA NEGERI 1 INDRAPURI Rossy Anggelia Hasibuan
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.903 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada konsep bioteknologi di SMA negeri 1 Indrapuri. Metode yang digunakan adalah ekperimen dengan sampel 58 siswa terdiri dari 28 siswa kelas XII-IPA 1 dan 30 siswa kelas XII-IPA 2. Parameter penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Analisis data untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa digunakan N-Gain dan perbedaan peningkatan hasil belajar dengan uji t pada taraf signifikan 0,05. Hasil analisis N-Gain diperoleh terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada kedua kelas dengan kategori tinggi 85,7%, sedang 14,3% di kelas eksperimen dengan integrasi CTL dengan kewirausahaan, sedangkan di kelas kontrol dengan CTL 66,7% tinggi, 20% sedang, dan 13,3% rendah. Hasil uji t diperoleh terdapat perbedaan hasil belajar belajar siswa pada kedua kelas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah integrasi CTL dengan kewirausahaan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep bioteknologi di SMA negeri 1 Indrapuri.
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK BERPIKIR BERPASANGAN BEREMPAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA MENGUASAI EJAAN PADA MKU BAHASA INDONESIA Syahriandi
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.241 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.214

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif teknik berpikir berpasangan berempat dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa terhadap materi ejaan. Metode kegiatan dirancang berupa perencanaan awal, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Malikussaleh yang dipilih secara random dari enam kelas. Masing-masing kelas diambil lima kelompok. Masing-masing pasangan terdiri atas empat mahasiswa. Jadi, jumlah kelompok yang diambil sebanyak 30 kelompok. Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah di atas 85% kelompok memperoleh nilai keseluruhan ≥ 75. Hasil penelitian terlihat bahwa model kooperatif teknik berpikir berpasangan berempat dapat meningkatkan kualitas hasil belajar dan membuat suasana belajar menjadi terarah. Hal tersebut terlihat dari nilai keseluruh yang selalu meningkat, yaitu dari 3 kelompok yang mendapat nilai ≥ 75 (10%), lalu menjadi 10 kelompok (33,33%), kemudian menjadi 26 kelompok (86,67%). Keberhasilan juga terlihat dari jumlah mahasiswa yang aktif, yaitu persentase keseluruhan juga meningkat menjadi 79,88% pada siklus II dari 51,43% pada siklus I. Jadi, pada siklus II ini keaktifan mahasiswa sudah ≥ 75% sehingga pada siklus II ini telah dikategorikan sudah berhasil.
PENGUASAAN SISWA PADA MATERI TRIGONOMETRI DI MAN DARUSSALAM ACEH BESAR Miksalmina
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.234 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.215

Abstract

Trigonometri merupakan materi pokok yang banyak menggunakan konsep yang akan terus berkembang dan bukan materi hafalan sehingga apabila siswa belum menguasai konsep materi sebelumnya maka dikhawatirkan akan mengalami kesulitan dalam materi selanjutnya. Namun kenyataan menunjukkan bahwa siswa sekolah menengah atas, pada umumnya masih banyak yang belum memahami dan mengalami kesalahan dalam mempelajari trigonometri serta belum mampu menguasai konsep-konsep trigonometri. Mengingat kenyataan tersebut, penulis melakukan penelitian terhadap siswa kelas XI IPA MAN Darussalam Aceh Besar dan bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat penguasaan siswa terhadap materi trigonometri, menentukan jenis kesalahan dan penyebab kesalahan siswa dalam memahami materi trigonometri. Pendekatan yang digunakan adalah gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan tes dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan memeriksa jawaban siswa dan dikonversikan ke dalam kriteria penguasaan yang telah ditetapkan. Dari hasil pengolahan data diperoleh informasi bahwa dari 31 orang siswa yang mengikuti tes penguasaan materi trigonometri dapat disimpulkan bahwa yang menguasai kategori penguasaan-1 ada 11 orang (35,48%), yang menguasai kategori pengusaan-2 ada 4 orang (12,9%), dan kategori penguasaan-3 tidak ada satu orang pun yang menguasai (0%).

Page 6 of 35 | Total Record : 343