cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 343 Documents
MEMOTIVASI DIRI DENGAN HAL-HAL KECIL SEDERHANA DALAM USAHA MENINGKATKAN PRESTASI OLAHRAGA Ahadin
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.404 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.216

Abstract

Tingkah-laku dan tindakan individu untuk mencapai suatu tujuan yang ingin diperoleh pada prinsipnya sangat ditentukan oleh suatu keinginan, kebutuhan, dan harapan. Individu dalam melakukan tingkah-laku, tindakan, dan perbuatan selalu didasari oleh faktor yang sifatnya datang dari dalam dirinya atau datang dari luar dirinya atau dari lingkungan. Faktor dari dalam diri individu dapat menentukan tingkah-laku, tindakan dan perbuatan, begitu juga faktor dari luar diri individu dapat memperkuat atau dapat memperkecil motif seseorang individu dalam bertingkah-laku, bertindak dan berbuat. Motif merupakan suatu rangsangan, dorongan, keinginan, atau hasrat dari individu untuk bertingkah-laku, bertindak dan berbuat. Sedangkan motivasi merujuk pada proses yang mendorong individu untuk bertingkah-laku, bertindak dan berbuat dalam memberikan reaksi pada setiap situasi, dengan demikian motif merupakan suatu kekuatan penggerak untuk dapat terjadinya tingkah-laku, tindakan dan perbuatan. Dalam kompetisi pada setiap cabang olahraga ditingkat yang paling tinggi pada umumnya di ikuti oleh atlet-atlet yang memiliki bakat yang hebat, memiliki talenta-talenta yang mengagumkan, gigih, berdisiplin tinggi, bermental yang kokoh dan tangguh, jadi yang membedakan sang juara atau yang memiliki prestasi yang mengagumkan dengan yang prestasi biasa saja sangatlah sukar untuk dibedakan. Pada level prestasi yang sangat tinggi ini atlet dengan teknik memotivasi diri yang kecil sederhana yang dikelola dengan sangat baik dapat menjadikan sang atlet menjadi sukses dalam berkarir.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERTIF TIPE TEAM ASSISSTED INDIVIDUALIZATION (TAI) BERBANTUKAN WORKSHEET UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN TRIGONOMETRI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA Ega Gradini
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.649 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.217

Abstract

Langkah dosen dalam menetapkan metode yang tepat untuk menyampaikan materi perkuliahan di kelas merupakan salah satu penentu keberhasilan belajar mahasiswa. Proses perkuliahan Trigonometri di STKIP Bina Bangsa Getsempena belum memperoleh hasil yang memuaskan, dengan nilai rata- rata untuk tahun perkuliahan 2011/2012 hanya mencapai 63. Hal tersebut perlu ditingkatkan melalui implementasi Model Pembelajaran Kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dikolaborasikan dengan penggunaan Worksheet (Lembar Kerja). Subyek penelitian ini adalah mahasiswa yang memprogramkan matakuliah Trigonometri pada tahun akademik 2012/2013 yang berjumlah 18 mahasiswa yang terdiri dari 12 mahasiswi dan 6 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes formatif, lembar observasi mahasiswa dan aktivitas diskusi kelompok serta angket refleksi terhadap pembelajaran. Prosedur tindakan kelas ini ditempuh dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Indikator keberhasilannya ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar mahasiswa , yaitu apabila sekurang-kurangnya 75% hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Trigonometri sudah mencapai sekurang- kurangnya 75. Pada siklus I rata-rata kelasnya mencapai 67.31, mahasiswa yang memiliki nilai > 75 sebanyak 11 orang (62,5%) dan yang < 75 sebanyak 7 mahasiswa (37,5%) dengan nilai tertinggi 98 dan nilai terendah 45. Pada siklus I untuk nilai rata-rata hasil belajar yang diperoleh sudah mencapai indikator yang ditetapkan, tetapi untuk prosentase ketercapaian nilai > 75 masih dibawah 75%. Pada siklus II rata-rata kelasnya mencapai 75, mahasiswa yang memiliki nilai > 75 sebanyak 15 orang (84.62%) dan yang memiliki nilai < 75 adalah 3 orang (15.38%) dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 53. Pada siklus II hasil belajar yang diperoleh sudah mencapai indikator yang ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbantuan LKS dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Trigonometri. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan agar dosen menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbantuan Worksheet untuk meningkatkan hasil belajar Trigonometri mahasiswa .
MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI Ully Muzakir
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.013 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.218

Abstract

Dalam upaya peningkatan SDM, peranan pendidikan cukup menonjol. Oleh karena itu sangat penting bagi pembangunan nasional untuk memfokuskan peningkatan mutu pendidikan. Pendidikan yang bermutu akan diperoleh pada sekolah yang bermutu, dan sekolah yang bermutu akan menghasilkan SDM yang bermutu pula. Manajemen Mutu Terpadu yang diterjemahkan dari Total Quality Management (TQM) atau disebut pula Pengelolaan Mutu Total (PMT) adalah suatu pendekatan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu komponen terkait. M. Jusuf Hanafiah, dkk (1994:4) mendefinisikan Pengelolaan Mutu Total (PMT) adalah suatu pendekatan yang sistematis, praktis, dan strategis dalam menyelenggarakan suatu organisasi, yang mengutamakan kepentingan pelanggan. pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengendalikan mutu. Sedang yang dimaksud dengan Pengeloaan Mutu Total (PMT) Pendidikan tinggi (bisa pula sekolah) adalah cara mengelola lembaga pendidikan berdasarkan filosofi bahwa meningkatkan mutu harus diadakan dan dilakukan oleh semua unsur lembaga sejak dini secara terpadu berkesinambungan sehingga pendidikan sebagai jasa yang berupa proses pembudayaan sesuai dengan dan bahkan melebihi kebutuhan para pelanggan baik masa kini maupun yang akan datang.
LEARNING COMMUNITY AS STRATEGY IN IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING SKILL Syarfuni
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.295 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.219

Abstract

The goal of this writing is to explore the learning speaking through learning community. Learning community is of element of contextual teaching and learning. Contextual teaching and learning (CTL) is approaches to be most effective in student learning, teachers must plan, implement, reflect upon, and revise lessons. Such plans are based on CTL principles and approaches that require teachers to serve in the following roles: facilitator, organizer of the teaching/learning/assessment process, role model, learning mentor, content specialist, and knowledge dispenser. A learning community is a model of teaching and learning that has been consistently shown to improve students’ speaking. The reason why learning community can enhance the students’ in expressing idea because it has the meaning as follows: 1).Group of learning which communicate to share the idea and experience, 2).Working together to solve the problem and 3).The responsibility of each member of learning group.
THE IMPLEMENTATION OF MEDIA IN ENGLISH LANGUAGE TEACHING Regina Rahmi
Jurnal Visipena Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.453 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i1.220

Abstract

This study which was conducted at SD Islam Laboratorium Neuhen, Mesjid Raya is intended to figure out how the implementation of media in English language teaching to the six levels. The study was conducted case study research design. The population was 44 and the sample was taken by using nonprobability sample that is convenience sampling was 22 students and 1 English teacher. The research problems are: (1) what kinds of media are used by the teacher in teaching English? (2) how does the teacher implement media in teaching English? (3) what are the obstacles faced by the teacher in teaching English by using media (4) what are students’ responses toward using media in English language teaching? The data were collected by using instruments, namely: observation checklist sheets, questionnaire sheet, interview guidelines, and documentations.Based on the data analysis, it was found that (1) the English teacher at SD Islam Laboratorium used (a) smart phone as audio media (b) visual printed media such as book, magazine and newspaper (c) visual display media such as picture, flashcard, poster, realia/model/mock up, puzzle and blackboard (d) teacher herself as model (2) the teacher did three phases in using media. They are: (a) preparation; learning curriculum and syllabus, the teacher matches the basic competences with appropriate media, preparing the media, bring the media to the class, recognizing the types of the students (b) core activity; students’ question about media, student-centered in learning process while using media, good interaction in using media, cognitive-affective-psychomotor of the student in using media (c) closing; summarization of using media, motivation/moral value of using media, giving homework. In addition the teacher did positive performance in using media (3) some difficulties faced by the teacher in the implementation of media in English language teaching, they are: designing lesson plan and preparing appropriate teaching materials as media (4) the students' responses toward the implementation of media was very positive. The findings show that 90% of the students like to study English by using media. So, it is suggested that English teacher should use the media, because they are the effective tools in English teaching-learning process.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION PADA KONSEP EKOSISTEM Nurmahni Harahap
Jurnal Visipena Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.246 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i1.221

Abstract

One of the very important process in education is a learning process. The success of the learning process is necessary to motivate the student to be able to encourage their learning activities. STAD cooperative learning is a learning model that trains students to work together in a small group and help each other in solving problems, thus the gain mastery of subject matter understanding. STAD cooperative learning model is not much different from the usual lesson by the teacher. Teachers still contribute in the learning process so that not just released and expected students still easy to adaptable. The purpose of this study was to find out the relationship between motivation and student learning activities with the implementation of STAD. This study used quasi-experimental research method. The population of this study was all first grade students in Model Islamic State Junior High School (MTsN) of Banda Aceh amounting to 39 students chosen from 11 classrooms. Samples were collected by using random sampling technique. Instruments of this study were cognitive learning outcomes test, student motivation questionnaire, and student learning activity observation sheet. Data were analyzed by multiple correlation test at significant level of 0.05. The results of the analysis of research data shows the value of R = 0.56 with P 0.00 (< 0.05) then Ho is rejected and Ha accepted. It can be concluded that there was a significant relationship on student motivation and learning activity toward student cognitive learning outcomes by the implementation of STAD. In order to improve the cognitive learning outcomes,motivation and learning activities optimally it is expected that biology teachers implemented STAD than can actively involve the students in learning process.
IDENTIFIKASI POPULASI MAKROZOOBENTOS DI KAWASAN EKOSISTEM MANGROVE DESA LADONG ACEH BESAR Lili Kasmini
Jurnal Visipena Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.485 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i1.223

Abstract

Desa Ladong memiliki keanekaragaman mangrove yang masih tinggi yang berpotensi untuk tetap dilestarikan, mengingat fungsi mangrove sangat penting bagi kehidupan biota yang berasosiasi di kawasan mangrove serta sebagai pendukung dalam kegiatan tambak masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peranan dari keanekaragaman jenis Mangrove terhadap kelangsungan hidup Makrozoobentos ekosistem tersebut dengan melihat kondisi lingkungan serta hubungan antara Mangrove dan makrozoobentos. Pengambilan data dilakukan pada September 2013 dengan metode transect line plots (English at al., 1994). Sampel diambil menggunakan pipa paralon berdiameter 11 cm kemudian di identifikasikan di Laboratorium Terpadu Fakultas Kelautan Perikanan. Dari hasil penelitian, ditemukan tiga kelas makrozoobentos yaitu : Malacostraca dan Gastropoda, yang terdiri dari 6 spesies Makrozoobentos. Kelas Gastropoda memiliki persentasi tertinggi, mencapai 72,28%. Untuk jenis Mangrove, ditemukan 7 spesies yaitu Lumnitzera littorea, Aegiceras floridum, Bruguiera cylindrica, Rhizopora apiculata, Avicenia alba, Soneratia alba dan Lumnitzera racemosa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGUASAAN OPERASI HITUNG SATUAN WAKTU Herawati; Noviana Rizky
Jurnal Visipena Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v5i1.231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan materi di kelas V MIN Sukadamai Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan penelitian pre-eksperimen. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas Va MIN Sukadamai Banda Aceh yang berjumlah 27 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan tes hasil belajar. Sedangkan pengolahan data menggunakan persentase dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan penguasaan siswa pada materi operasi hitung satuan waktu di kelas Va MIN Sukadamai Banda Aceh, hal ini berdasarkan hasil post test di dapat 22 orang siswa dinyatakan tuntas secara klasikal yaitu 81,48%. Selanjutnya data yang dianalisis dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikansi α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = 26, maka didapat thitung = 3,97 dan ttabel = 1,71 , sehingga thitung > ttabel yaitu 3,97 > 1,7. Hasil analisis data ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan model kooperatif tipe STAD pada materi operasi hitung satuan waktu mengalami peningkatan peningkatan dan sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan di MIN Sukadamai Banda Aceh.
DINAMIKA PENGEMBANGAN PROFESI GURU PAI DI ACEH Sulaiman
Jurnal Visipena Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.686 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i1.233

Abstract

Guru merupakan unsur terpenting dalam pembelajaran, guru mengemban tugas yang berat, tugas pembelajaran yang diemban olehnya haruslah diiringi dengan kemampuan dan idealnya tugas pembelajaran yang diembankan padanya harus berlandasan latar belakang kependidikannya artinya setiap guru yang bertugas memberikan pembelajaran harus berdasarkan profesinya, hal ini agar tidak terjadi ketimpangan, kejanggalan dan hal-hal lain yang dapat menghambat pembelajaran di sekolah. Berkitan dengan pengelolaan pembelajaran PAI, nampaknya saat ini banyak terdapat permasalahan, misalnya pelajaran PAI di ajarkan oleh guru yang bukan dari lulusan PAI, namun diajarkan oleh guru jurusan lain. Pada dasarnya banyak hal yang berkaitan dengan dinamika profesi guru PAI di sekolah. Dari sudut tunjangan misalnya sangat berbeda guru PAI yang diangkat oleh Departemen Agama dan Guru PAI yang diangkat oleh Pemda. Dari sudut potret kerja juga masih nampak banyak kekurangan.
THE CORRELATION BETWEEN MASTERING VOCABULARY AND SPEAKING ABILITY (CASE STUDY AT SMA 10 FAJAR HARAPAN BANDA ACEH) Rahmi Fhonna
Jurnal Visipena Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.569 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i1.234

Abstract

This research is about the correlation between mastering vocabulary and speaking ability, which is conducted in SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh. This study has 2 (two) objectives; to find out the correlation between students’ vocabulary mastery and their speaking ability as well as to find out the students achievement in mastering vocabulary and speaking ability. 48 students have been taken as sample of this study. The data is collected through observation and tests; vocabulary test and speaking test, then they are calculated by using the coefficient correlation Pearson product moment formula. With significant level α = 0, 05, the result of the test shows that there is positive correlation between mastering vocabulary and speaking ability with correlation value 0, 93. Since the score is high, it can be concluded, therefore, that the students’ vocabulary mastery has high correlation with their speaking ability.

Page 7 of 35 | Total Record : 343