cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Visipena
ISSN : 20861397     EISSN : 25026860     DOI : 10.46244/visipena
Core Subject : Education,
Articles to be published on Visipena should follow the focus and scope of this journal. The scope of this journal is Education.
Articles 343 Documents
SUPERVISI AKADEMIK DALAM PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU Saiful Bahri
Jurnal Visipena Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.947 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i1.236

Abstract

Profesi guru diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi. Salah satu program yang dapat diselenggarakan dalam rangka pemberdayaan guru adalah supervisi akademik. Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, berarti, esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya. Guru akan bekerja secara professional apabila ia memiliki kompetensi yang memadai. Maksudnya adalah seorang guru akan bekerja secara profesional apabila ia memiliki kompetensi secara utuh. Seseorang tidak akan bisa bekerja secara profesional apabila ia hanya memenuhi salah satu kompetensi di antara sekian kompetensi yang dipersyaratkan.
STRATEGIES IN TEACHING LITERATURE IN ENGLISH CLASSROOM Maulizan ZA
Jurnal Visipena Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.716 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i1.239

Abstract

This essay discusses about some strategies in teaching literature in English classroom, focusing on teaching poems, prose, and plays. There are some strategies can be applied by the lecturer in teaching literature in English classroom. First of all, the lecturer should prepare the material presented to the students in the class. Secondly, lecturer can set some questions. Thirdly, always ask "why". Fourth, add fuel to the fire. Fifth, add history to the material. Sixth, involve every single student. Seventh, grade the thought, not the content. Eighth, give appropriate homework. Ninth, emphasize references. Tenth, read out the work of other scholars and finally, enjoy the experience. Then some possible way and solution are suggested in teaching literature as the example as follows; first, strategies and procedures in teaching poem entitled “Richard Cory” by Edwin Arlington Robinson , second, strategies and procedures in teaching prose entitled “Sorry, wrong number”, third, strategies and procedures in teaching play entitled “Sense and Sensibility.”
APPLYING CLOZE EXERCISE PROCEDURES IN MASTERING READING COMPREHENSION Sri Wahyuni
Jurnal Visipena Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.725 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i1.243

Abstract

Cloze procedure is a technique in which words are deleted from a reading passage. In this study, researcher used purposive cloze that deleted content word, such as: noun, adjective and verb. The data taken from 43 students belong to both groups, the experimental group (22 students) and control group (21 students), of the second grade students of SMA Al-Falah Abu Lam-U. The instrument used for collecting the data is test in order to know the students’ achievement in completing nouns, adjectives and verbs, while pre-test and post-test in order to get the result of both groups. The result was analyzed by using statistical formula, such as by calculating the mean score, standard deviation and t-test in order to know whether there is the difference between experimental and control group performance in completing reading with content word deletion. The researcher used percentage formula in order to find out the difference of students’ achievement in completing noun, adjective, and verb deletions in reading passage and also to find out in what level the experimental and control group based on the cloze reading inventory level. Based on the data analysis, the writer found that there is a significant difference between cloze exercise for experimental group and conventional way for control group. It can be shown with the t-test result which is higher than the t-table result (9,41>2,02). It means that the researcher accepts her alternative hypothesis that there is a difference between both techniques, and cloze exercise technique is better than conventional technique. The deletion of verbs is quite easy for both groups. The average percentages of the post-test covers 66% noun, 59% adjective and 73% verb for the experimental group, while the control group results are 59% noun, 51% adjective and 61% verb. To support the data above, the researcher also divided the students’ achievement based on “cloze reading inventory level”. Most of the experimental students are in independent level with the average percentage 66% and few of them in instructional level. While in control group, only few of students are in independent level with the average percentage 58% and most of them are in instructional level.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS KETERAMPILAN PROSES SAINS DASAR (BASIC SKILL DAN KETERAMPILAN TERINTEGRASI) Susi Endrawati
Jurnal Visipena Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.592 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i2.252

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas keterampilan proses sains dasar, keterampilan terintegrasi dan hasil belajar melalui proses pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi analisis kuantitatif mahasiswa Semester III Program Studi Diploma III Farmasi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Bhakti Mulia Sukoharjo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklusnya terdapat empat tahap yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester III Program Studi Diploma III Farmasi Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo tahun akademik 2013/2014. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, angket, kajian dokumen, dan tes kognitif. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL): (1) dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa Semester III Program Studi Diploma III Farmasi Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo. Hal ini dapat dilihat dari persentase ketercapaian rata-rata hasil belajar kognitif secara klasikal 76% di siklus I menjadi 81% pada siklus II, atau dengan persentase ketuntasan belajar 83% di siklus I menjadi 92% pada sikus II; (2) dapat meningkatkan hasil belajar afektif mahasiswa dengan persentase ketercapaian 76,50% di siklus I menjadi 79,50% pada siklus II; (3) dapat meningkatkan aktivitas aspek keterampilan proses sains dasar dengan persentase ketercapaian rata-rata delapan aspek rata-rata 66,25% di siklus I menjadi 76,75% pada siklus II dan aktivitas keterampilan proses terintegrasi, yaitu 68,67% di siklus I menjadi 78% pada siklus II. Peningkatan pada aspek mengamati ada kenaikan dari 71% menjadi 80%, aspek menafsirkan pengamatan dari 73% menjadi 79%, aspek meramalkan dari 63% menjadi 75%, aspek menggunakan alat dan bahan dari 72% menjadi 79%, aspek menerapkan konsep dari 61% menjadi 74%, aspek merencanakan penelitian dari 65% menjadi 76%, aspek berkomunikasi dari 63% menjadi 76%, aspek mengajukan pertanyaan dari 63% menjadi 75%: (4) dapat meningkatkan aktivitas aspek terintegrasi dengan presentase ketercapaian aspek analisa penyelidikan dari 72% menjadi 79%, aspek hipotesis dari 71% menjadi 80%, aspek experimen dari 63% menjadi 75%.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS DESKRIPTIF DALAM BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN SISTEMATIS CLOZE PROSEDUR UNTUK SISWA KELAS X SMA ISLAM AL-FALAH KABUPATEN ACEH BESAR Sri Wahyuni
Jurnal Visipena Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.925 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i2.255

Abstract

Cloze prosedur adalah suatu teknik penghilangan kata-kata yang terdapat dalam sebuah teks bacaan. Penelitian ini memakai purposive cloze yang menghilangkan 3 jenis kata saja, kata yang dihilangkan yaitu: kata benda, kata sifat dan kata kerja. Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui perbedaan hasil antara eksperimental group yang menggunakan teknik cloze exercise dengan kontrol group yang menggunakan teknik konvensional, 2) untuk mengetahui kemampuan eksperimental group dalam melengkapi kata-kata yang dihilangkan, 3) untuk mengetahui ditingkat manakah kemampuan siswa dalam melengkapi kata-kata yang hilang berdasarkan cloze inventory level. Data tersebut dimbil dari 43 siswa yang terbagi dalam 2 kelas yaitu kelas eksperimen (22 siswa) dan kelas pengontrol (21 siswa) yang diambil dari kelas 2 SMA Al-Falah Abu Lam-U. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah tes untuk mengetahui kemampuan siswa dalam melengkapi kata apa yang mudah bagi mereka, sedangkan pre-test dan post-test untuk melihat hasil dari kedua kelompok. Penganalisaan hasil ini menggunakan rumus statistik untuk melihat ada tidaknya perbedaan antara hasil dari kelompok eksperimen dan pengontrol dalam melengkapi kata-kata yang telah dihilangkan dalam bacaan teks deskriptif dan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan siswa yang lebih mudah dalam melengkapi kata benda, kata sifat ataukah kata kerja dalam suatu bacaan, serta pada tingkatan manakah kemampuan yang dicapai siswa dalam melengkapi penghilangan kata-kata tersebut. Dari analisa tersebut, penulis akan menemukan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara kedua teknik tersebut dan juga akan dibuktikan secara statistik bahwa pengajaran dengan teknik cloze exercise lebik baik dalam meningkatkan kemampuan anak pada pembelajaran reading. Ini menunjukkan bahwa peneliti menerima hipotesis alternatifnya yaitu bahwa ada perbedaan antara setiap metode, dan teknik cloze exercise lebih baik dari cara konvensional. Untuk mendukung data tersebut, peneliti juga mengelompokkan kemampuan siswa dalam suatu bacaan dengan penghilangan kata-kata yang dilengkapi oleh siswa menurut “cloze inventory level”.
MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING (Suatu Analisis Psikologis Dalam Pembelajaran) Sulaiman
Jurnal Visipena Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.347 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i2.258

Abstract

Pembelajaran merupakan suatu aktivitas yang bertujuan. Tugas utama guru dalam melayani belajar peserta didik adalah membangkitkan sengat dan mental peserta didik agar terlibat aktif dalam kegiatan belajar di kelas. Keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran dapat dikondisikan oleh guru dengan berbagai pendekatan model belajar. Model pembelajaran cooperative learning meruapakan salah satu model pembelajaran yang tepat gunakan dalam pembelajaran dan memiliki karakteristik tesrsendiri serta berbeda dengan model pembelajaran lain. Melelui model pembelajaran cooperative learning peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan sesama peserta didik melalui tindakan diskusi. Secara psikologis model pembelajaran cooperative learning dapat menstimulasi peserta didik baik dalam berpikir. Keunggulan model pembelajaran cooperative learning dapat meningkatkan semangat belajar peserta didik di kelas, model pembelajaran ini menekankan pada keaktifan peserta didik dan membangun aktifitas secara bersama.
KEMAMPUAN MENYUNTING KARANGAN EKSPOSISI BERDASARKAN EJAAN, PILIHAN KATA DAN KETERPADUAN PARAGRAF MAHASISWA SEMESTER SATU PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TAPANULI SELATAN Eli Marlina Harahap
Jurnal Visipena Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.664 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i2.263

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu untuk memberikan gambaran dan sekaligus mana kemampuan Mahasiswa dalam menyampaikan kalimat tanya retoris. Jenis pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif populasi dalam penelitian adalah seluruh Mahasiswa semester I. Berdasarkan hasil penelitian kemampuan tentang pemahaman mengenai ejaan merupakan kemampuan yang terbaik, yakni 79,33%, kemudian pilihan kata 75,2%, struktur kata dan kalimat 74,93%, dan terakhir keterpaduan paragraf, yaitu 68,67%. Dalam hal kemampuan perorangan dalam setiap aspek kelompok penguasaan kosa kata, Mahasiswa yang memperoleh nilai 95 (95%) ada satu orang. Sedangkan nilai terendah ada 12 Mahasiswa yaitu memperoleh nilai 60 (60%). Secara Umum dapat dikatakan bahwa Nilai rata-rata Mahasiswaadalah 74,53 (74,53%). Dengan demikian kemampuan mengenai Kemampuan menyunting karangan eksposisi berdasarkan ketepatan ejaan, pilihan kata, ketepatan stuktur kata dan keterpaduan paragraf Mahasiswa, berkualifikasi baik karena masih berada di antara rentang kualifikasi 61 – 80%
ANALISIS PIRANTI KOHESI DALAM WACANA TULIS ILMIAH Abdullah Hasibuan
Jurnal Visipena Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.575 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i2.269

Abstract

Mengarang merupakan pengungkapan buah pikiran atau informasi melaluiuu tulisan. Akan tetapi, mengarang bukan asal menulis. Pada saat penulis menyampaikan informasi kepada pihak lain mekanisme penggunaan anafor sebagai pembentuk teks yang kohesif dalam wacana tulis ilmiah bahasa Indoensia Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk-bentuk anafora dalam wacana tulis ilmiah bahsa Indonesia tujuan berikutnya adalah wacana tulis ilmiah bahasa Indoensia. Tujuan berikutnya adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk pirantikohesi yang meliputi (1) pengacuan kata kunci dan frasa, (2) struktur gramatikal yang parallel, (3) pemarkah transisional, (4) urutan informasi lama informai baru, dalam wacana tulis ilmiah bahasa Indoensia.
KAJIAN TOKOH ARIMBI DALAM NOVEL "DETIK TERAKHIR" KARYA ALBERTHINE ENDAH DARI SUDUT PSIKOLOGIS Rahmat Kartolo
Jurnal Visipena Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.278 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i2.271

Abstract

Sastra bisa menghaluskan jiwa, karena sastra itu ungkapan jiwa. Melalui sastra manusia dapat mengungkapkan ekspresi kejiwaan baik dari diri sendiri maupun orang lain yang muncul dari perilaku tokohnya. Sastra selalu menarik perhatian karena mengungkapkan tentang segi-segi kehidupan manusia baik secara nyata maupun imajinatif. Meskipun gambaran kehidupan manusia yang terdapat dalam karya sastra bukanlah kehidupan manusia sesungguhnya, namun tidak dapat dipungkiri bahwa apabila dibandingkan dengan bentuk-bentuk pengetahuan yang lainnya yang berhubungan dengan manusia salah satunya psikologis maka sastralah yang paling mendekati kehidupan manusia.
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGANALISIS CERPEN DENGAN METODE DISCOVERY DAN METODE KOOPERATIF Nirmawan
Jurnal Visipena Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.099 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i2.272

Abstract

Pembelajaran sastra tidak semata-mata bertujuan agar siswa dapat menguasai teori sastra, akan tetapi yang paling penting adalah siswa mampu mengapresiasi bermacam-macam karya sastra, untuk mencapai tujuan ini diupayakan agar dengan pengajaran sastra itu siswa terlatih membaca, memahami, menikmati dan menghargai karya sastra serta mampu mengambil manfaat dari karya sastra yang dibacanya sendiri. beberapa model pengajaran yang dapat membantu siswa mengaitkan antara materi yang disajikan dengan dunia nyata siswa yaitu metode discovery dan metode kooperatif. Metode discovery merupakan metode mengajar yang memajukan cara belajar aktif, berorientasi pada proses, mengarahkan sendiri, mencari sendiri dan reflektif. Sedangkan metode pembelajaran kooperatif merupakan salah satu metode dalam pembelajaran kooperatif yang mengarahkan siswa untuk melakukan pembelajaran dan pembahasan materi belajar di dalam kelompok-kelompok dan guru bertindak sebagai fasilitator.

Page 8 of 35 | Total Record : 343