cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Al-Ashlah
Published by STAI Ma'arif Jambi
ISSN : 2581107X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Al-Ashlah adalah Jurnal dengan Kajian Islamic Studies mencakup keilmuan ke-Islaman secara umum yaitu pendidikan agama Islam, hukum keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syaraih, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Ilmu Al Qur'an Tafsir dan Bimbingan Konseling Islam berdasarkan hasil kajian penelitian atau tulisan ilmiah berdasarkan studi kepustakaan. Jurnal Al-Ashlah diterbitkan oleh STAI Ma'arif Jambi dengan dasar menyampaikan prinsip-prinsip Ahlisunnah Waljama'ah.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2017)" : 11 Documents clear
PENDIDIKAN MADRASAH SUATU MODEL PENDIDIKAN INTEGRALISTIK Lubis, Ali Musa
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu problem pendidikan di Indonesia adalah pendidikan yang masih bersifat dikhotomik – sekularistik. Corak pendidikan ini seperti ini telah berdampak negatif pembangunan manusi seutuhnya. Secara konsepsional, madrasah telah memberikan model pendidikan yang dapat mengatasi dikhotomi pendidikan, meskipun dalam prakteknya masih memerlukan penyempurnaan. Tulisan ini memaparkan integrasi pendidikan model madrasah. Kata Kunci : Madrasah, mengatasi, dikhotomi Pendidikan
KESENIAN TARI BADUI DI DUSUN SEMAMPIR, D.I. YOGYAKARTA (Kajian Sejarah-Budaya: Kontribusonya Bagi Masyarakat) Nst, Nur Aminah
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji kontribusi kesenian tari Badui bagi masyarakat Dusun Semampir, Desa Tambakrejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Tema ini masih dipandang penting mengingat upaya melakukan dakwah Islam salah satunya dengan seni, sebagaimana yang selalu dicontohkan dan diterapkan oleh Wali Songo di masa lalu. Kajian ini didasarkan kepada riset lapangan terhadap kesenian tari Badui di Dusun Semampir dengan mewawancarai orang-orang yang terkait dengan kajian ini dan tulisan-tulisan lain yang relevan. Hasil kajian sederhana ini menunjukkan bahwa kesenian tari Badui ini memiliki kontribusi yang sangat berharga bagi masyarakat Dusun Semampir. Kesenian ini telah memperbaharui pengetahuan masyarakat yang sebelumnya tidak begitu respon terhadap praktek keagamaan secara berkelompok, serta menambah khasanah keilmuan bagi pembaca pada umumnya, dan penulis khususnya. Kata kunci: Kesenian tari Badui, Dusun Semampir, Kontribusi.
Hadis Gharib Pengenalan dan Pemahamannya Amran, H. Amran, Ph.D
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Referensi dan legislasi kedua setelah al-Qur’an menurut konsensus para Islamolog adalah Hadis. Hadis yang merupakan ungkapan dan tutur kata Nabi s.a.w dalam perkembangannya terkadang ummat Islam merasa kesulitan untuk memahami karena adanya kejanggalan-kejanggalan. Hal ini sangat mungkin saja terjadi mengingat perbedaan masa yang sangat jauh antara kita dengan masa Nabi s.a.w. Dari sinilah muncul sebuah kajian yang mengupas tentang kata-kata asing dan janggal dalam hadis yang lebih dikenal dengan Ilmu Gharib al-Hadis. Analisi ilmu ini terfokus kepada makna mufradat (kosa kata). Karena logikanya dalam memahami sebuah teks hadis, sasaran akhirnya adalah pengetahuan tentang makna. Kata Kunci: Hadis, kata, Gharib
PERSPEKTIF METAFISIKA GURU-GURU SAINS MUSLIM PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DI PADANGSIDIMPUAN Padangsidimpuan, Anhar
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas asumsi-asumsi filosofis metafisik guru-guru Ilmu Pengetahuan Alam (Sains). Studi ini akan membuktikan apakah guru-guru sains yang nota bene Muslim memiliki wawasan metafisika integral-tauhidik atau justru sekular-dikhotomik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-naturalistik. Sumber data penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi, lalu dianalisis dengan metode komparasi konstan (grounded research).Studi ini menyimpulkan bahwa guru-guru sains Muslim pada Sekolah Menengah Atas memiliki wawasan metafisika yang bercorak sekular-dikhotomik. Kesimpulan ini didasarkan kepada empat poin penting gambaran pemahaman metafisika guru-guru sains. Pertama, wawasan tentang penciptaan. Metafisika penciptaan yang dipahami para guru hanya berhenti pada teori terjadinya alam semesta yang dikenal dengan teori big bang. Terjadinya ledakan dahsyat dimaksud  ¾ sebagaimana teorinya¾ mereka pahami sebagai reaksi alamiah belaka (law of nature).Kedua, wawasan tentang susunan atau keteraturan alam. Para guru tidak melihat bahwa  alam tersusun secara hirarkis mulai dari hirarki yang paling rendah hingga hirarki yang yang paling tinggi dan berakhir pada wajib al-wujud, Allah SWT. Demikian pula keberadaan Allah SWT tidak jelas dalam susunan kosmis yang dipahami guru.Ketiga, wawasan tentang kausalitas alam. Para guru tidak melihat hukum kausalitas lebih dari penomena alam biasa. Substansi kausalitas tidak dipahami para guru sebagai ayat (tanda-tanda) Tuhan di alam. Dengan demikian, kausalitas bagi para guru tidak mengintuisikan atau mengiilhamkan suatu perasaan dan pandangan yang bersifat mistis-intuitif (ilahiyah).Keempat, wawasan tentang teleologi alam. Para guru, tidak melihat bahwa aspek “kebertujuan” alam sebagai nilai filsafat pengetahuan yang perlu mendasari asumsi-asumsi filosofis guru tentang alam semesta. Pandangan dunia (world view) yang mereka miliki tentang teleologi alam tidak menyampaikan mereka kepada suatu pemahaman ilmiah yang melebihi batas-batas wawasan empirik-rasional. Begitupula sens ilmiah para guru dalam melihat aspek “kebertujuan” alam tidak sampai kepada sikap mengagungkan, menyucikan dan memuji Allah SWT. Kata Kunci: metafisika, sains, guru, SMA
PENGAWASAN TERHADAP FUNGSI LEGISLASI DPR RI BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Kusuma, Dicky Pranata
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah diamandemen UUD 1945 sebanyak 4 kali dimulai dari tahun 1999, 2000, 2001, 2002 telah terjadi pergeseran kekuasaan eksekutif ke legislatif. Karena pergeseran yang sangat kuat dari Presiden ke arah DPR ini yang sebelum UUD 1945 diubah yang terjadi adalah executive heavy setelah UUD 1945 diubah menjadi legislative heavy. Hal ini terlihat dari pergeseran fungsi legislasi yang dulu menjadi kewenangan Presiden, sekarang menjadi kewenangan DPR. Belum adanya pengawasan yang memadai terhadap fungsi legislasi DPR di khawatirkan terjadinya penyimpangan dalam pembentukan UU yang akan dilakukan oleh DPR. Tetapi konstitusi  diharapkan dapat menjamin pengawasan terhadap fungsi legislasi DPR itu. Kata Kunci: Pengawasan, Fungsi Legislasi, DPR 
Pendidikan Anak Usia Dini pada Masa Golden Age Indrawati, Indrawati
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan. Anak usia dini juga adalah anak yang masih berada dalam masa-masa bermain. Masa ini anak baru belajar mengenal dunia yang masih luas selain lingkungan keluarganya. Karena anak usia dini memiliki rentang usia yang sangat berharga dibandingkan dengan usia-usia selanjutnya karena perkembangan kecerdasannya sangat luar biasa. Usia ini sering disebut “usia emas” (the golden age) yang hanya datang sekali dan tidak dapat diulangi lagi, yang sangat menentukan untuk mengembangkan kualitas manusia.  Periode ini hanya berlangsung pada saat anak dalam kandungan hingga usia dini, yaitu 0-6 tahun. Namun, masa bayi dalam kandungan hingga lahir, sampai usia 4 (empat) tahun adalah masa-masa yang paling menentukanBukti-bukti sudah jelas bahwa seorang anak tidak dilahirkan dengan perlengkapan yang sudah sempurna. Dengan sendirinya pola-pola berjalan, berbicara, merasakan, berpikir, atau pembentukan pengalaman harus dipelajari. Barangkali tidak ada minat yang bersifat alami, tetapi dorongan-dorongan potensi tertentu atau impul-impul tertentu membentuk dasar-dasar dari minat apa saja yang dikembangkan anak di lingkungan tempat ia tumbuh dan berkembang.Untuk dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangannya anak di usia golden age ini maka orang tua harus memberikan dukungan penuh  agar anak dapat meningkatkan kreatifitas dan mengembangkan bakat yang dimiliki oleh anak. Dukungan yang dapat diberikan kepada anak adalah waktu, kesempatan, dorongan, sarana, lingkungan, hubungan yang harmonis dalam keluarga, cara mendidik yang baik, serta kesempatan untuk memperoleh pengetahuan.Kata Kunci: Pendidikan, Anak Usia Dini dan Golden Age
Perilaku Manajerial Kepala MIN Kabupaten Tebo Nasution, Rahmat Nasution
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana perilaku manajerial yang dilakukan oleh Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Kabupaten Tebo. Perilaku manajerial merupakan aktivitas manajerial yang dikembangkan dari fungsi-fungsi manajemen. Fungsi-fungsi manajemen yang terdiri dari planning, organizing, leading, dan controlling kemudian dikembangkan lagi menjadi peran manajer yang jumlahnya 17 item. Semua peran manajer tersebut dikembangkan lagi menjadi aktivitas manajerial sebanyak 60 item. Teori ini semula berada dalam manajemen bisnis namun demikian dicoba dilihat dalam manajemen pendidikan dengan penyesuaian sesuai dengan kondisi nyata dalam dunia pendidikan. Teori yang digunakan adalah teori manajemen yang dikemukakan oleh Andrew J. Dubrin. Hasil penelitian menggambarkan bahwa perilaku manajerial pada  madrasah negeri dimaksud belum seperti apa yang diinginkan. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perilaku manajerial belum berjalan secara efektif. Kata kunci: perilaku, manajerial, madrasah 
ALTERNATIF SOLUSI ATAS PROBLEMATIKA PEMBIAYAAN MUDHARABAH Fielnanda, Refky
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bank Islam atau yang di Indonesia terkenal dengan bank Syari’ah, adalah sebuah bank yang didirikan untuk menghindari persoalan bunga uang yang terus menjadi perdebatan berkepanjangan, yang dikhawatirkan mengandung unsur riba. Oleh karena itu setiap aktivitas bank Syari’ah harus menghindari kekhawatiran adanya unsur-unsur riba. Usaha menghindari kekhawatiran ini dilaukan antara lain dengan cara mengganti bunga dengan bagi hasil.Menurut Baiq perbankan syariah seharusnya mengembangkan dan meningkatkan pembiayaan dengan sistem bagi-hasil seperti muḍārabah   karena pembiayaan jenis ini memiliki beberapa dampak positif antara lain: akan menggairahkan sektor riil,  rate of return bank syariah lebih tinggi bila dibandingkan dengan interest rate yang berlaku pada bank umum, akan mendorong tumbuhnya pengusaha/investor yang berani mengambil keputusan bisnis yang berisiko, dapat mengurangi peluang terjadinya resesi ekonomi dan krisis keuangan dan, sistem muḍārabah   dan musyarakah dapat menjadi solusi alternatif atas problem overlikuiditas yang saat ini terjadi.[1]Namun dalam dunia bank syariah praktik pembiayaan muḍārabah hingga saat ini belum menjadi primadona jenis pembiayaan, walaupun muḍārabah   dikatakan sebagai sesuatu yang ideal untuk perbankan Islam. Di beberapa lembaga pembiayaan praktik pembiayaan akad ini merupakan praktik yang dihindari.[2] Pertanyaan yang muncul kemudian adalah mengapa pembiayaan bagi hasil khususnya muḍārabah   belum menjadi unggulan di perbankan syariah? Dan upaya-upanya apakah yang mungkin dilakukan untuk mendorong pembiayaan bagi hasil menjadi core bisnis perbankan syariah?[1] Irfan Sauqi Baiq, Bank Syariah dan Pengembangan Sektor Riil, (Jakarta: Republika, 2006), hlm 21.[2] Muhammad, Manajemen Bank Syariah, (Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2011) hlm. 303.
TINJAUAN STRATEGIS PENGEMBANGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (MSDM) Sumarto, Dr. Sumarto
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinjauan startegis manajemen sumber daya manusia (MSDM). Keberhasilan suatu organisasi baik besar maupun kecil bukan semata-mata ditentukan oleh seumber daya alam yang tersedia,  akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berperan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan organisasi yang bersangkutan. Perbedaaan SDM pada dekade 60-an dengan kualitas SDM pada dekade 80-an di Jepang adalah salah satu hal yangdapat menjelaskan kemakmuran dan kemajuan jepang pada dekade 90-an atau sekarang ini.Kontunuitas pembangunan yang dilakukan sekarang di negara kita, betapa pun hanya dapat dipertahankan bila kualitas SDM yang ada mendapat perhatian serius baik dari pemerintah maupun dari kalangan swasta. Oleh karena itu, perlu pengembangan SDM di negara kita mengingat jumlah penduduk Indonesia yang besar, yang merupakan sumber produktif potensial sehingga dapat diubah menjadi sumber produktif yang nyata. Demikian pula perhatian yang semakin besar di Indonesia, terhadapmanajemen oleh lembaga-lembaga swasta diharapkan akan mampu membawa dampak positif terhadap perkembangan ekonomi dan perusahaan pada masa yang akan datang. Salah satu cabang manajemen yang khusus menaruh perhatian terhadap SDM adalah Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).Oleh karena itu, pemahaman akan hal-hal yang berhubungan dengan MSDM oleh segenap anggota masyarakat, khususnya oleh kalangan perusahaan adalah mutlak dan perlu, demi menaikkan taraf hidup bangsa Indonesia. Fokus kajian MSDM adalah masalah tenaga kerja manusia yang diatur menurut urutan fungsi-fungsinya, agar efektif dan efisien dalam mewujudkan tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. Karyawan adalah perencana, pelaku dan selalu berperan aktif dalam aktivitas perusahaan/ bisnis. Kata Kunci: Tinjauan Strategis dan MSDM
Negara, Politik dan Pendidikan Agama dalam Sistem Pendidikan Nasional Kholilah, Emmi
Jurnal Al-Ashlah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politik pendidikan atau the politics of education adalah kajian tentang relasi antara proses munculnya berbagai tujuan pendidikan dengan cara-cara penyampaiannya.Kajian ini lebih terfokus pada kekuatan yang menggerakkan perangkat pencapaian tujuan pendidikan dan bagaimana serta kemana perangkat tersebut akan diarahkan.Kajian politik pendidikan terkonsentrasi pada peranan Negara dalam bidang pendidikan, sehingga dapat menjelaskan asumsi dan maksud dari berbagai strategi perubahan pendidikan dalam suatu masyarakat secara lebih baik serta memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kaitan antara berbagai kebutuhan politik Negara dengan isu-isu praktis sehari hari  di sekolah tentang kesadaran kelas yaitu berupa bentuk dominasi dan subordinasi yang sedang dibangun melalui jalur pendidikan.Dalam konteks pendidikan Islam Indonesia, setelah proklamasi kemerdekaannya, pemerintah membentuk Departemen Agama yang memegang kewenangan utama dalam penyelenggaraan bidang agama. Salah satu bentuk kewenangan tersebut adalah terkait dengan pengembangan institusi pendidikan Islam. Namun, kewenangan Departemen Agama yang terkait dengan pendidikan Islam telah melahirkan sejumlah kebijakan yang berimplikasi pada kultural dan politis. Kata Kunci: Negara, Politik dan Pendidikan Agama

Page 1 of 2 | Total Record : 11