cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. A.Yani, Km. 06 Desa Panggung, Pelaihari, Kalimantan Selatan
Location
Kab. tanah laut,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Agro-Industri
ISSN : 24074624     EISSN : 25985884     DOI : 10.34128/jtai
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Teknologi Agro-Industri diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Industri Pertanian Politeknik Negeri Tanah Laut dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang pengolahan hasil, aktivitas senyawa aktif, proses, teknik sistem, dan lingkungan industri khususnya pada bidang Agro-Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
Strategi Pengembangan Klaster UMKM Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process Di Kabupaten Kutai Timur Bustomi, Muhamad Yazid; Suryanto, Joko
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v9i2.162

Abstract

Micro, small and medium enterprises (MSMEs) had an important role in the Indonesian economy, with the creation of domestic products and the ability to absorb labor. In order to maintain the performance of MSMEs to exist and grow up, it was necessary to have a strategy carried out both from internal MSMEs themselves or the stakeholders. The aims of this study was to find out the strategy for developing the MSMEs cluster by using the analytic hierarchy process method. The determination of the sample used was by purposive sampling, namely members of the MSMEs home industry partner of LPB Pabanet, who were active and willing to be respondents with a total of 27 MSMEs. This study used a direct interview to respondents containing questions for clustering MSMEs, then a focus group discussion (FGD) was carried out with experts which aims to explore information used in formulating development strategies of MSME based on clusters. The results showed that based on the analysis using the fuzzy C-means method formed 3 clusters of SMEs. The strategy for the first cluster was on the production process criteria (0,391) with an alternative strategy for obtaining permits of P-IRT (0,351). In second cluster, the criteria with the highest weight was capital (0,395) with alternative strategies for making financial reports regularly (0,863). In the third cluster, the alternative strategy chosen on the marketing criteria (0,547) was to establish a partnership (0,407).
Pengaruh Variasi Koagulan Terhadap Kualitas Tahu Kacang Nagara (Vigna Unguiculata ssp. Cylindrica) Yunita Permata Sari, Eri; Hasanah, Uswatun; Maulida Sari, Noor; Aulia, Zaitun; Syaifullah, Muhammad; Ghani Ilmannafian, Adzani
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v9i2.163

Abstract

Tahu merupakan salah satu produk makanan yang sudah popular di masyarakat Indonesia. Tahu mengandung beberapa nilai gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, kalori, mineral, fosfor, dan vitamin B-kompleks. Masyarakat biasanya mengonsumsi tahu yang terbuat dari bahan dasar kedelai. Namun, hal itu terkendala, yaitu dalam kurun waktu terakhir, harga kedelai yang merupakan bahan baku utama tahu terus melonjak. Dengan demikian adanya alternatif pengganti kacang kedelai dan merupakan kacang-kacangan yang berasal dari sumber daya lokal, dimana salah satunya adalah kacang Nagara (Vigna unguiculata sp Cylindrica) yang merupakan kacang lokal Kalimantan Selatan yang tumbuh di daerah rawa lebak, kecamatan Nagara, kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pada hasil tahu tersebut kemudian diuji lab dengan mengetahui kadar air, kadar abu dan kadar protein. Tahu yang dibuat dari kacang nagara mempunyai nilai kandungan protein yang tidak kalah dengan tahu kacang kedelai dengan kadar air dan kadar abu yang rendah.
Analisa Proksimat dan Kadar Kafein Pada Green Bean Robusta Berdasarkan Lama Waktu Fermentasi Rosdiana, Eva; Nirmala Kusumaningtyas, Rizky; Galuh Pratita, Dian; Lutfi Alwi , Annisa; Rahayu , Sri
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v9i2.166

Abstract

Coffee is one of the commodities that provide additional foreign exchange for Indonesia. This is supported by the position of the country of Indonesia which is the number 4 producer of coffee beans in the world. One type of coffee that is cultivated in Indonesia is Robusta coffee. Robusta coffee is known as coffee that is resistant to various diseases and extreme environments, has superior properties and is very fast growing, therefore Robusta coffee is widely chosen to be planted by Indonesian. One of the step at coffee processing by full wash processing is fermentation. Fermentation is a process that produces chemical reactions involving other microorganism that breaking down polysaccharide into enzyme and monosaccharide. That process itself is influenced by several factors, including the number of bacterial inoculum, fermentation time, substrate (medium), temperature, oxygen, water and acidity (pH). The incubation period of fermentation is the most step that determine the quality of coffee. The purpose of this study was to determine the effect of the length of fermentation time on the wet coffee processing method on green beans robusta that produced by looking at several chemical parameters, including water content, ash content, fat content, carbohydrate content and caffeine content. The results showed that variations in fermentation time had a significant effect on the parameters of water content, ash, carbohydrates, fat and caffeine.
Pendugaan Umur Simpan Bumbu Bubuk Gangan Asam Khas Banjar Menggunakan Metode ASLT Raden Rizki Amalia; Nina Hairiyah; Nuryati, Nuryati
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v9i2.168

Abstract

Bumbu bubuk gangan asam khas Banjar merupakan salah satu makanan berkuah khas Banjar Kalimantan Selatan. Produk ini dikemas dengan kemasan plastik polythylen (PE) dan Polyprophylen (PP) untuk menentukan jenis kemasan plastik yang memiliki umur simpan lebih lama menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT). ASLT yaitu penentuan umur simpan produk dengan cara mempercepat perubahan mutu pada parameter kritis dengan menggunakan kondisi lingkungan. Analisa dan parameter yang digunakan adalah uji kadar air, dan uji organoleptik yang meliputi warna, aroma, dan tekstur pada suhu yang berbeda 25oC, 35oC dan 45oC selama 4 minggu. Hasil pendugaan umur simpan produk dengan kemasan PE dan PP menunjukkan energi aktivasi terendah pada parameter perubahan aroma. Pendugaan umur simpan bumbu bubuk gangan asam dengan menggunakan parameter aroma menggunakan kemasan plastik polythylen (PE) memiliki umur simpan 5,8 minggu pada suhu 25oC, 3,6 minggu pada suhu 35oC dan 2,0 minggu pada suhu 45 oC. Pendugaan umur simpan menggunakan kemasan plastik polypropylene (PP) pada suhu 25oC memiliki umur simpan 7,9 minggu suhu 35 oC menghasilkan 3,9 minggu dan pada suhu 45 oC menghasilkan umur simpan 2,4 minggu
Analisis Kandungan Kimia Biji Kopi Arabika Solok berdasarkan Tingkat Kematangan yang Berbeda Fitri Yuwita; Ulfah Anis; Damres Uker
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v10i1.170

Abstract

ABSTRACT The rate of increase in coffee production in Solok, especially Arabica coffee, must be accompanied by a good post-harvest period. Now the rate of increase in the area of ​​Arabica coffee production in the Solok area has not been matched by the uniformity of the quality produced. The first thing to pay attention to in maintaining quality is the maturity level the coffee beans harvest. The purpose of this study was to determine the characteristics of the chemical content of Solok Arabica coffee beans with two different maturity levels. The material used in the study was Arabica Solok coffee beans harvested directly from the farmers' gardens. Coffee beans are picked at two different maturity levels, namely ripe and overripe Arabica coffee beans. The method used is descriptive analytics to determine the chemical properties of coffee with two maturity levels. The results showed that the level of maturity affected chemical compounds such as caffeine, protein, and fat in Solok Arabica coffee beans. Caffeine content at ripe maturity is 1.56% and increases at overripe to 2.38%. Protein content at ripe maturity is 13.35%, which increases at overripe to 13.54%. The ripe fat content, which was 13.06%, decreased to 11.70%. Keywords: Arabica Coffee, Chemical Content, Level of Maturity   ABSTRAK Laju peningkatan produksi kopi di Solok, khususnya kopi arabika harus diiringi dengan pasca panen yang baik. Saat ini laju peningkatan area produksi kopi arabika di daerah Solok belum diimbangi dengan keseragaman mutu yang dihasilkan. Hal pertama yang harus diperhatikan untuk menjaga mutu adalah tingkat kematangan dari panen biji kopi. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik kandungan kimia dari biji kopi arabika Solok dengan dua tingkat kematangan yang berbeda. Bahan yang digunakan pada penelitian adalah biji kopi Arabika Solok yang dipanen langsung dari kebun petani. Biji kopi dipetik dengan dua tingkat kematangan yang berbeda yaitu biji kopi arabika masak sempurna (ripe) dan kelewat matang (overripe). Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitik untuk mengetahui sifat kimia kopi dengan dua tingkat kematangan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kematangan mempengaruhi kandungan kimia seperti kafein, protein, dan lemak pada biji kopi arabika Solok. Kadar kafein pada kematangan ripe 1,56%, meningkat pada overripe menjadi 2,38%. Kadar protein pada kematangan ripe 13.35 %, meningkat pada overripe menjadi 13.54 %. Kadar lemak ripe yaitu 13.06% mengalami penurunan menjadi 11.70 %. Kata kunci : Kopi Arabika, Kandungan Kimia, Tingkat Kematangan  
Model Kinetika Laju Degradasi Karotenoid Pada Proses Evaporasi Pembuatan Konsentrat Tomat Ajeng Dyah Kurniawati
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v10i1.179

Abstract

Konsentrat tomat adalah salah satu produk olahan tomat yang banyak digunakan di industri. Konsentrat tomat lebih banyak digunakan di industri karena memiliki umur simpan yang lebih lama sehingga lebih awet dibandingkan tomat segar serta mempermudah dalam proses distribusi dan penyimpanan. Evaporasi merupakan proses yang penting dalam pembuatan konsentrat tomat. Hal ini karena suhu yang digunakan pada proses evaporasi memungkinkan terjadinya kerusakan komponen pigmen karotenoid yang dapat mempengaruhi warna dan nilai gizi dari produk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter kinetic pada reaksi degradasi thermal karotenoid pada proses evaporasi pembuatan konsentrat tomat. Pada penelitian ini, pengaruh suhu evaporasi pada kadar karotenoid dilakukan pada suhu 50 – 70 °C. Proses evaporasi mengakibatkan penurunan konsentrasi karotenoid pada produk akhir yang dihasilkan. Kinetika degradasi thermal karotenoid pada proses pembuatan konsentrat tomat ini mengacu pada orde reaksi satu dengan nilai R2 > 0.90. Model Arhennius mampu menjelaskan perubahan yang terjadi pada karotenoid selama proses evaporasi. Energi aktivasi dari reaksi degradasi karotenoid yang diperoleh adalah 73,03 KJ.mol-1.
Analisis Pengendalian Kualitas Kehilangan Minyak Pada Stasiun Press Dengan Metode Control Chart di PT QRS Melinda Azzahra Putri; Titis Linangsari; Yuliana Ningsih
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v10i1.172

Abstract

QRS is one of the palm oil processing industries into Crude Palm Oil (CPO). In every CPO (Crude Palm Oil) processing process, the company always prioritizes the quality of CPO and always optimizes the amount of CPO yield. One of the management systems implemented to obtain the optimal amount of yield is to suppress oil loss during the production process. The dregs in the press station is one of the causes of oil loss. The palm oil mill (PKS) must always ensure that during the process it is within the applicable standards or conditions. PT. QRS has a loss norm of pressed palm oil by 0.52% to FFB at press stations. This study aims to analyze the quality control of oil loss at the press station using the Statistical Process Control (SPC) method with control charts and fishbone diagrams. Based on the results of the control chart, it was concluded that the loss of pressed waste oil at the press station had an average of 0.69% which was still under control, namely UCL (Upper Control Limit) 0.81% and LCL (Lower Control Limit) 0.59%. However, the average oil loss is still above the company's norm of 0.52%. The Fishbone Diagram is used to identify various potential causes that cause loss of waste oil at press stations, including human resources, methods and machines.
ANALISIS TINGKAT KECELAKAAN KERJA DI PABRIK KELAPA SAWIT PT. ABC MENGGUNAKAN JOB SAFETY ANALYSIS Jesi Yardani; Jamaluddin Akbar; Almira Ulimaz
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v10i1.174

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the factors that influence the level of work accidents at the palm oil mill of PT. ABC and test the effectiveness of the Job Safety Analysis method in reducing the risk of work accidents in factories. Through observation, identification, risk analysis, as well as interviews and discussions, this study found that human factors, work environment factors, and tool and machine factors influence the rate of work accidents in factories. The results also show that the Job Safety Analysis method can be effective in reducing the risk of work accidents at the PT. ABC. These findings make an important contribution to companies and society in improving work safety in factories and show the importance of using the Job Safety Analysis method to reduce the risk of work accidents. Keywords: Job Safety Analysis, Occupational Health and Safety, Palm oil mill ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecelakaan kerja di pabrik minyak kelapa sawit PT. PQRS dan menguji efektivitas metode Job Safety Analysis dalam mengurangi risiko kecelakaan kerja di pabrik. Melalui observasi, identifikasi, analisis risiko, serta wawancara dan diskusi, penelitian ini menemukan bahwa faktor manusia, faktor lingkungan kerja, dan faktor alat dan mesin mempengaruhi tingkat kecelakaan kerja di pabrik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa metode Job Safety Analysis dapat efektif dalam mengurangi risiko kecelakaan kerja di pabrik minyak kelapa sawit PT. ABC. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi perusahaan dan masyarakat dalam meningkatkan keselamatan kerja di pabrik dan menunjukkan pentingnya penggunaan metode Job Safety Analysis untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja. Kata kunci: Job Safety Analysis, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Pabrik kelapa sawit
Peran Perendaman dalam Larutan Kapur Sirih terhadap Sifat Keripik Kulit Mangga (Mangifera Indica L.) Harsanto, Bovi Wira; Saputra, Wahyu Dwi
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v10i1.175

Abstract

Kulit mangga merupakan salah satu limbah dari buah mangga yang jarang diolah menjadi produk pangan, seperti keripik. Perlakuan perendaman dengan larutan kapur sirih (Ca(OH)2 berpotensi dapat memperkokoh jaringan kulit buah mangga sehingga berpeluang menjadikan keripik kulit mangga memiliki tekstur renyah saat digoreng. Pembuatan keripik kulit mangga butuh evaluasi secara ilmiah untuk meyakinkan bahwa produk dapat dikonsumsi dan diterima masyarakat. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat keripik kulit mangga setelah diberi perlakuan perendaman dengan larutan kapur sirih. Dalam studi ini, kulit mangga direndam dalam 1% dan 2% (b/v) larutan kapur sirih sebelum diberi adonan tepung dan digoreng. Setelah itu, keripik kulit mangga diamati dengan beberapa parameter, seperti kadar proksimat, warna, tekstur, dan sifat sensoris. Hasil menunjukkan bahwa kulit mangga yang direndam dalam 2% (b/v) larutan kapur sirih memiliki kadar air yang lebih rendah dan rasa yang lebih disukai panelis dibandingkan direndam 1% (b/v) larutan kapur sirih, meskipun tidak berbeda nyata dari segi tekstur. Temuan studi ini menjadi informasi ilmiah yang penting dalam menerapkan upaya pemanfaatan limbah dari buah mangga
Degradasi Protein Selama Fermentasi Koro Kratok (Phaseolus lunatus) menggunakan Rhizopus oligosphorus Marta Handayani; Ira Gusti Riani; Aldilla Sari Utami; Onne Akbar Nur Ichsan
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v10i1.176

Abstract

Koro kratok fermentation used Rhizopus oligosphorus was one of Indonesian’s society methods to consumed Koro kratok. Rhizopus oligosphorus produced proteolytic enzyme which can be used to break down complex protein to simple protein. Protein degradation was observed based on the fermentation time of koro kratok. Fermentation times used were 0 hours, 12 hours, 24 hours, 36 hours, 48 hours, 72 hours, 96 hours and 120 hours of fermentation. Parameters observed included proteolytic activity, growth of Rhizopus oligosphorus mycelium, dissolved protein, protein concentration and degree of hydrolysis also protein pattern using SDS PAGE. Observation showed that proteolytic activity, Rhizopus oligosphorus mycelium growth, dissolved protein, protein concentration and degree of hydrolysis were directly proportional to the length of fermentation time. The results of observation on protein patterns using SDS PAGE show that the longer the fermentation time, the simpler the protein produced. The longer the fermentation time, the bigger protein degration of koro kratok.